.

.

I Love my boyfriend..

But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..

I Love my boyfriend..

But I can't avoid the fact that you completed me..

I love my boyfriend..

But I love you more than I love him now..

But you are my friend's boyfriend..

It's so...complicated..

.

.

.

Author Ela JungShim presents

An Alternate Universe fanfiction

"Complicated in Love" ch 1

Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)

Rate : sementara T

Length : 2 of ?

Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior

Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu

.

.

.

.oOHoMinWonKyuOo.

.

.

.

.

Bau yang terasa lezat itu semerbak memenuhi indra penciumannya. Bau harum yang sangat jarang ia dapati di dalam rumahnya. Karena itulah ia terbangun. Memaksa diri untuk sadar dan bangun sepenuhnya.

'Benar, bau harum yang lezat itu memang berasal dari rumahku,' pikir namja itu seraya turun dari tempat tidurnya.

Mengikuti asal bau itu, sang namja langsung mengucek kedua matanya saat mendapati ada seseorang yang tengah sibuk di dapur rumahnya. Ia menyipitkan kedua mata musangnya, dan menemukan sesosok namja bertubuh tinggi dan ramping tengah memakai apron—terlihat dari lilitan tali di leher dan pinggangnya yang super langsing—pinggang yang pasti akan terasa nyaman kalau ia peluk—oke, lupakan kalimat yang terakhir itu.

Seolah merasa kalau dirinya tengah di tatap, namja yang memakai apron itu membalikkan tubuhnya.

"Ah, kau sudah bangun? Maaf menggunakan dapurmu seenaknya, tapi hanya ini yang bisa kulakukan karena kemarin sudah membuatmu malah ikut membantuku memberihkan rumah ini." ucap namja ber-apron itu sambil membungkuk 45 derajat.

"Uh... g-gwaenchana. A-apa yang sedang kau lakukan?" tanyanya bodoh.

Namja itu kembali menegakkan tubuhnya dan tersenyum dengan amat-sangat manis. Senyum yang begitu senang hingga ia menyadari kalau sebelah mata namja itu menyipit hingga membentuk sabit yang terlihat sangat lucu.

"Ah, ini hanya sekedar ucapan terima kasih karena sudah mau menampungku disini." ucap namja itu sambil satu tangannya meraih sejumput rambut yang berantakan, dan menyelipkannya dengan anggun ke belakang telinganya.

Degg!

Yunho memegang dada kirinya. Merasakan kalau entah mengapa, detakan jantungnya mulai menjadi tak beraturan hanya karena melihat gestur yang sangat simpel itu. Mungkin ada suatu kelainan pada jantungnya. Wah, ini bahaya. Karirnya masih melejit, dan ia belum ingin mati kalau sampai ia menderita kelainan jantung.

"Yunho... hyung?"

Yunho tersentak kaget. Pikirannya yang tadi melantur entah kemana itu, kembali fokus pada namja di depannya. "Apa? O—oh, ya, gwaenchana. Kau kan teman Kyu, dan sedang butuh pertolongan. Jadi, tak usah kau pikirkan, Changmin-ssi."

Senyum yang kembali terpasang di wajah manis itu membuat pandangan matanya silau, dan jantungnya makin tak sehat. Mungkin setelah ini, jadwal paginya adalah pergi ke rumah sakit untuk mengecek apakah ia menderita kelainan jantung atau tidak.

"Kalau begitu, aku akan kembali meneruskan memasakku. Hanya tinggal menunggu sup-nya matang saja kok hyung. Sementara menunggu, Yunho hyung bisa cuci muka atau mandi sekalian dulu. Umm, mau kubuatkan teh, atau kopi hyung?"

"A-ah, kopi saja tak apa-apa. D-dan kurasa aku akan cuci muka saja karena jadwalku hari ini agak siang."

sahut Yunho sambil mengusap tengkuknya dengan agak gugup. Bagaimana lagi, selain di rumahnya dulu, baru kali ini ia merasa dimasakkan dan dilayani seperti ini. Karena itulah, langkahnya ke kamar mandi agak sedikit seperti robot linglung.

.

.oOHoMinWonKyuOo.

.

"Ah! Yunho hyung! Ayo cepat, mumpung masakanku masih hangat." seru Changmin semangat sambil meletakkan sepiring nugget ayam yang sudah ia goreng. Menu sarapan yang ia buat saat ini hanya nasi, nugget dan sup ayam. Habis bagaimana lagi, hanya sedikit bahan makanan yang ia temukan di kulkas rumah ini. Jadi yaaaa, ia memasak seadanya saja.

"A-ah, gomawo Changmin-ssi." ucap Yunho yang kini menempatkan diri. Ia menatap makanan yang sudah tersedia, dan perutnya langsung berbunyi saat aroma sup ayam itu memasuki indra penciumannya.

Mungkin caranya menatap menu makanan dimeja disalah artikan oleh Changmin, karena namja yang Yunho yakin lebih muda darinya itu memasang ekspresi bersalah. "Maaf Yunho hyung, aku hanya bisa membuat masakan sederhana seperti ini. Aku tak sempat membawa bahan apapun, jadi aku hanya memasak dari bahan seadanya yang tersedia disini. Nanti sepulang kuliah aku akan berbelanja agar bisa membuatkan makanan yang lebih layak."

Yunho tertegun mendengar ucapan namja itu, sebelum tangan kanannya tiba-tiba saja bergerak tanpa ia kendalikan. Tangan itu bergerak ke seberang meja, menuju puncak kepala namja yang lebih muda, dan mengusapnya dengan lembut.

"Tak apa-apa. Dengan kau menyiapkan sarapan untukku saja aku sudah sangat berterima kasih. Ayo makan." ucap Yunho yang meskipun ia berucap dengan lembut, namun pikirannya agak berantakan karena sebenarnya ia tak bermaksud bersikap seperti ini.

Yunho segera melepaskan tangannya dan meraih piringnya. Mengambil nasi dan lauk yag ada. Tanpa sepatah kata, ia ia mengambil sendok untuk mencicipi sup ayam yang aromanya sangat enak itu. Ia sudah akan menyesap supnya, saat ia merasakan ada seseorang yang menatapnya.

"Wae, Changmin ssi?"

"A-Ah! A-aniya. A-aku hanya senang melihat ada orang yang memakan masakanku."

'Aneh,' batin Yunho dalam hati, sembari kini ia mulai menyesap sup ayam tersebut.

.

..

...

"B-bagaimana rasanya... Yunho hyung?" tanya Changmin dengan harap-harap cemas. Meskioun tadi ia sudah mencicipinya, dan merasa kalau sup buatannya rasanya sudah lumayan, tapi kan ia tak tahu selera orang dihadapannya ini. Dan jujur saja, ia tak pernah memasak untuk orang lain. Jadi, ia benar-benar merasa cemas sekarang. Apalagi wajah Yunho hyung di depannya itu terlihat termenung cukup lama sesudah menyesap sup buatannya.

'Aigoooo, bagaimana ini? Bagaimana kalau Yunho hyung tak menyukainya?' panik Changmin sambil terus menatap Yunho.

"Enak sekali." ucap Yunho sambil kembali membuka mata, dan memberikan senyuman terbaiknya. "Masakan rumah memang paling enak. Tak apakah kalau nanti aku makan agak banyak?"

"Te-tentu saja tidak apa-apa!" seru Changmin dengan penuh semangat dan senyum yang merekah. Saat ini, baik otak maupun pikirannya tengah sangat bahagia karena masakannya di puji."Yunho hyung, ayo makan yang banyak~ " seru namja itu dengan senyum yang sedari tadi tak pernah terhapus dari wajahnya. Ia sendiri pun mengambil makanan dengan amat sangat semangat.

Sungguh pagi yang sangat menyenangkan.

.

..

...

'Hmm..sepertinya ada yang terlupa...apa yaa?' batin Yunho dan Changmin saat mereka menikmati sarapan bersama. 'Tapi...ah, sudahlah. Nanti juga ingat sendiri.'

(=_=")

.

.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

.

.

Tok Tok Tok

"Kyuhyun ssi? Ini sudah pagi, apa kau tidak bangun?" panggil Siwon lembut sambil mengetuk pintu kamar dimana Kyuhyun tidur.

Ia menunggu sebentar sebelum pintu kamar itu terbuka dan menampakkan Kyuhyun yang dalam keadaan...luar biasa. Rambut coklat pendek itu terlihat mencuat kesana-kemari. Kaus tidur yang besar dan longgar itupun kini berantakan ke satu arah. Membuat bahu kiri namja itu terlihat karena kausnya tertarik ke sebelah kanan. Bahu yang terlihat putih dan sangat mulus itu terpampang dengan begitu saja. Putih. Mulus. Terlihat lembut.

Menggoda.

Siwon segera mengerjapkan kedua matanya dan berusaha mengalihkan pandangan ke arah lain. Dan ia harus sedikit menahan tawanya saat melihat namja didepannya itu menguap, dan mengucek sebelah matanya.

Lucu.

"Mmhh.. Siwon hyung? Ada-hoaahmm..apa?"

Siwon tertawa kecil melihat namja itu, dan tangan besar Siwon langsung mengacak lembut surai berantakan milik Kyuhyun. "Ini sudah pagi. Bangun dan ayo sarapan. Aku sudah membuat makanan." ucap Siwon sambil terus tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.

Grrruukkk~

Siwon menaikkan satu alisnya, dan Kyuhyun langsung tersenyum meringis sambil memegangi perutnya. "Hehehe, sepertinya perutku setuju dengan tawaranmu, hyung." ucapnya sambil menelan rasa malu yang kini membuncah.

"Hahahahaha. Ya sudah, ayo sarapan. Tapi cuci muka dan gosok gigimu dulu. Kutunggu di meja makan." ucap Siwon sambil berjalan meninggalkan Kyuhyun.

"Neeee~ Siwon hyung~" seru namja itu dengan lucu sambil berjalan menuju kamar mandi.

Sedangkan Siwon sendiri, tak bisa menahan tawa kecilnya melihat tingkah Kyuhyun yang sangat imut itu.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

"Whoaaaa~! Baunya enak~ " seru Kyuhyun semangat saat ia sampai di meja makan dan menemukan dua piring nasi goreng panas yang aromanya membuat cacing-cacing di perut Kyuhyun langsung berdisko senang.

"Ayo duduk. Kita sarapan." ajak Siwon yang sudah sedari tadi duduk di sana menunggu Kyuhyun.

Kyuhyun yang notabene memang sudah lapar, langsung emngambil tempat duduk dengan semangat. Namja itu mengendus-endus aroma masakan itu sambil memejamkan matanya."Hmmm... baunya saja sudah enaaaakk~"

Siwon mengulum senyumnya yang sedari tadi terus ingin terkembang melihat tingkah Kyuhyun. Lucu. Segala tingkah Kyuhyun benar-benar lucu. Apalagi dengan pipi putihnya yang tembam itu, membuat wajah manis itu makin menunjang kelucuan tingkahnya.

"Jangan Cuma dicium aromanya saja. Ayo segera dimakan mumpung masih hangat." ucap Siwon sambil tangannya kembali tak tahan untuk tak mengusap surai ikal Kyuhyun.

"Umm! Jalmokkae semunida~ " ucap Kyuhyun senang sambil mengangkat sendok dan mulai menyendok butiran nasi goreng yang dimasak oleh Siwon.

"Haaaaaaaa... ehnhak sekhalih.." ucap Kyuhyun yang langsung berkomentar dengan mulutnya yang penuh dengan nasi.

"Aigoooo, Kyuhyun ssi, habiskan dulu makanmu baru bicara." ucap Siwon yang mengambil tissue dan membersihkan butiran nasi yang terlempar keluar dari mulut Kyuhyun dan menempel di dagu kiri namja itu.

Kyuhyun yang melihat tindakan Siwon langsung menutup mulutnya dan tersenyum malu-malu.

Degg!

Siwon cepat-cepat menarik tangannya saat ia melihat senyum Kyuhyun yang seperti itu. Pikirannya langsung terpaku pada jantungnya yang.. bagaimana bisa kini berdetak tak karuan begini?

"Ah, makanannya enak sekali. Gomawo Siwon hyung." ucap Kyuhyun setelah ia mengunyah dan menelan makanannya. Ia menunjukkan senyum tulusnya, dan lagi, jantung Siwon seakan diajak lari marathon, berdegup dengan sangat kencang. Membuat telinganya agak tuli karena suara dentuman jantungnya yang tak biasa itu.

"Siwon hyung?" panggil Kyuhyun pada Siwon yang malah terdiam.

"A-ah. Y-ya Kyuhyun ssi. Tak masalah. Ayo dihabiskan makanannya." ucap Siwon cepat saat ia sadar kalau tadi ia mendiamkan Kyuhyun.

"Hehehehe, aku habiskan yah." ucap Kyuhyun sambil kembali fokus ke sarapannya. "Hmmm~ enaaaakk~ " seru Kyuhyun setiap ia menghabiskan satu suapan.

Yang pastinya langsung membuat lesung pipi Siwon terus muncul di wajah tampannya.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

"Ah! Biar aku saja yang mencuci piringnya, hyung. Tadi kan Siwon hyung sudah membuatkanku sarapan, padahal aku cuma tamu sementara disini." cegah Kyuhyun saat melihat Siwon mulai menggulung lengan bajunya dan berada di depan tempat cuci piring.

"Tak apa, Kyuhyun ssi. Kau kan tamu disini, mana mungkin aku membiarkanmu malah bersih-bersih disini. Lagipula, ini memang kebiasaanku kok." sahut Siwon sambil mulai mencuci piring dan peralaan masak yang ia pakai.

Kyuhyun mempoutkan bibirnya di belakang tubuh Siwon. Namun saat ia melihat ada sebuah kain lap, sebuah ide mampir di otaknya, dan senyumnya langsung merekah.

"Kalau begitu, aku yang akan membantu Siwon hyung mengeringkannya." seru Kyuhyun yang langsung menempatkan diri di sebelah kanan Siwon. Mengambil gelas yang sudah dicuci Siwon, dan mengelapnya hingga kering.

Meletakkan gelas itu, Kyuhyun menoleh ke arah Siwon, dan tersenyum senang."Setidaknya aku bisa membantu hal-hal kecil seperti ini, hyung. Oke?"

Siwon tersenyum dan mengangguk. "Baiklah kalau itu maumu."

Kyuhyun tersenyum senang dan terus mengeelap kering alat-alat yang dicuci Siwon. Hmm~ menyenangkan~!

.

..

...

'Hmm..sepertinya ada yang terlupa...apa yaa?' batin Siwon dan Kyuhyun saat mereka mencuci piring bersama. 'Tapi...ah, sudahlah. Karena tidak ingat, berarti bukan hal penting.'

(=_=")

.

.

.

.

.

.

~TBC~

Annyeooonggg~!

Author balik secepat author bisa nih~

Shock waktu liat review nyampe 63! #cium satu-satu

Mian, author cuma bisa apdet seminggu sekali, habis kepentok kerja. Maunya pengen cepet apdet cz banyak yg review. Tapi mian, apalah dayaku~ #lebai

Dan buat chap ini, masih soal hari pertama Changmin di rumah Yunho, sama Kyu di rumah Siwon~

Para uke sih seneng2 aja, tapi gak lebih. Sedangkan para seme...hmmm...jantung mereka udah mulai pada nggak sehat tuh.

Itu, ada yang bisa menebak kah, apa yang dilupain sama HoMinWonKyu?

Last, yang masih berkenan dan mengharap kelanjutan ff ini, silahkan kembali mereview~