.
.
I Love my boyfriend..
But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..
I Love my boyfriend..
But I can't avoid the fact that you completed me..
I love my boyfriend..
But I love you more than I love him now..
But you are my friend's boyfriend..
It's so...complicated..
.
.
.
Author Ela JungShim presents
An Alternate Universe fanfiction
"Complicated in Love" ch 3
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)
Rate : sementara T
Length : 3 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior
Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu
This is only Fan Fiction! Fanfiction=FanFiksi=Cerita fiksi/tidak nyata buatan seorang fans. Jadi buat yang tidak suka couplenya, silahkan angkat kaki, dan jangan jadikan sebuah fanfiksi sebagai dasar untuk memBashing orang, couple ataupun artis yang namanya dipakai dalam fanfiksi ini.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
Siwon sedari tadi terus melirik namja manis yang terus bergumam lucu di sebelahnya itu. Perhatiannya mengemudi sedikit terpecah karena ia terus-terusan dibuat tersenyum oleh tingkah sahabat kekasihnya itu.
Bagaimana tidak, beberapa detik yang lalu, wajah itu terlihat sangat keruh, dengan kedua alisnya yang mengerut lucu, serta bibir yang mengerucut dengan imutnya.
Dan di detik berikutnya, semua ekspresi itu hilang, berganti dengan wajah yang penuh semangat, dengan bibir yang tersenyum lebar, membuat pipi yang putih itu agak menggembung dengan manisnya.
Tapi baru sekejap senyum itu datang, ekspresi wajah itu berganti dengan raut kesal, dengan pipi yang digembungkan dengan lucunya dan juga tangan yang di lipat di depan dadanya. Tak lupa dengan sepasang bibir penuh yang sedari tadi terus bergerak-gerak kecil menggumamkan sesuatu yang tak bisa ia dengar.
Ya Tuhan, namja seribu wajah di sampingnya benar-benar menggemaskan!
"Kyuhyun ssi?" panggil Siwon yang tak tahan lagi melihat pemandangan di sampingnya itu. Kebetulan lampu lalu lintas sedang menyala merah, seolah mendukung Siwon untuk mengobrol dengan Kyuhyun.
Namja yang disebut namanya itu sontak menoleh ke samping. "Ung? Wae Siwon hyung?" tanyanya dengan ekspresi polosnya.
"Kau sedang ada masalah?" tembak langsung Siwon.
Kyuhyun diam sejenak, sebelum ia menggeleng. "Aniya. Ini bukan masalah besar." jawab Kyuhyun. "Hanya saja... aku bingung.." sambungnya lirih.
"Hmm? Apa yang membuatmu sebingung itu, Kyuhyun ssi?" tanya Siwon penasaran.
Kyuhyun menatap Siwon sejenak. Menimbang-nimbang, haruskah ia bercerita pada Siwon hyung ini? Yah, mungkin tak apa sih... hanya saja... "Tapi hyung janji tidak akan menertawaiku?"
Siwon menatap Kyuhyun bingung, sebelum akhirnya ia mengangguk saja. "Oke, aku berjanji. Jadi, sebenarnya apa yang membuatmu bingung?"
"Uumm... sebenarnya besok siang aku diminta mewakili kampus mengikuti pertemuan antar Universitas. Aku bingung, harus memakai baju apa..." curhat Kyuhyun pada akhirnya.
Siwon menatap Kyuhyun cukup lama. Setelah ia rasa Kyuhyun tak akan berbicara lagi, akhirnya ia bersuara "Sudah? Cuma begitu saja?"
Kyuhyun mengangguk tanpa berani menatap Siwon.
"Oh, hahahahaha.. Ya Tuhan, kupikir kau ada masalah apa, sampai sedari tadi wajahmu keruh dan cemberut seperti itu! Ternyata cuma masalah baju... hahahahahaha "
"Yah! Hyung tadi berjanji tak akan menertawaiku kan? Kenapa sekarang malah tertawa seperti itu?!" kesal Kyuhyun yang kini langsung memasang wajah cemberut+kesalnya yang imut itu.
"Hahaha... maaf, maaf. Habis kukira kau ada masalah pelik. Tak tahunya cuma tentang baju."
"Yah! Tapi besok kan acaranya resmi. Di acara itu juga akan hadir dosen-dosen dan bahkan Kepala Dekan masing-masing kampus juga akan datang." bela Kyuhyun kesal. "Selain itu, rasa-rasanya baju-bajuku semuanya sudah pernah kupakai semua. Jadi aku bingung harus pakai baju apa. Aku kan juga ingin terlihat pantas untuk menghadiri acara itu!"
"Kenapa tidak beli saja?"
Kyuhyun memajukan bibirnya. Cemberut.
"Tadinya juga ingin begitu. Tapi aku tak suka beli baju sendirian. Tak ada yang bisa dimintai pendapat. Huuufth... biasanya sih aku akan menyeret Changmin. Tapi..."
"Tapi saat ini Minnie sedang mengikuti workshop di luar kota, jadi kau tak bisa mnegajaknya. Begitu kan?" tukas Siwon yang tahu kelanjutan kalimat Kyuhyun itu.
Kyuhyun mengangguk. "Huufth... bagaimana ini?" gumam Kyuhyun dengan suara yang sarat akan kebingungan.
"Hmm.." Siwon terdiam sejenak sambil bergumam kecil. Dan ia kembali menjalanakan mobilnya saat lampu lalu lintas berubah hijau.
Kyuhyun sendiri kini kembali terdiam sambil merenungkan masalahnya sendiri.
"Acaranya kapan?" tanya Siwon tiba-tiba.
"Besok siang. Sekitar jam sebelas."
"Lalu, hari ini kau pulang jam berapa?"
"Jam empat sore."
"Ya sudah. Kalau begitu aku akan menjemputmu di kampus jam empat sore, dan nanti kutemani beli baju."
Kyuhyun langsung menolehkan kepalanya dengan cepat. "Jeongmal?" tanya Kyuhyun dengan wajah yang berbinar-binar penuh harap.
Siwon menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang kampus DongBangJunior itu. Ia menoleh ke arah Kyuhyun dan memberikan senyum terbaiknya dan mengangguk. "Ya. Aku akan menemanimu beli baju untuk acara besok."
Kyuhyun terdiam. Hanya saja kini sepasang kelopak matanya mengerjap, dan detakan sang pusat kehidupannya itu kini mulai tak beraturan.
.
..
...
...'Siwon hyung...tampan...'
"Kyuhyun ssi?" panggil Siwon sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Kyuhyun yang malah terdiam tiba-tiba.
"A-ah, go-gomawo Siwon hyung. Jeongmal gomawoyo."
"Hahahaha... tak usah sungkan begitu Kyuhyun ssi. Kan aku cuma mengantarkanmu membeli baju saja. Tak masalah." jawab Siwon sambil mengacak rambut Kyuhyun yang kini terlihat... cemberut? Eh? Apa yang sudah dia lakukan?
"Siwon hyung menyuruhku biar tak sungkan, tapi hyung malah memanggilku 'Kyuhyun ssi, Kyuhyun ssi' terus. Apa aku ini orang asing untuk hyung?" ucap Kyuhyun merajuk.
"A-ah, maaf, aku hanya merasa tak enak kalau langsung bersikap sok akrab denganmu, Kyuhyun-ah. Boleh kupanggil begitu?"
Kyuhyun langsung mengangguk senang. "Ne. Kalau begitu aku pergi dulu hyung. Jangan lupa, hyung menjemputku jam empat tepat, Ok?" ucap namja manis itu sambil keluar dari mobil Siwon.
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
"Ah, jeongmal gomawo, Yunho hyung. Aku merasa tak enak membuatmu harus mengantarku ke kampus." ucap Changmin yang kini berada satu mobil dengan Yunho. Mobil yang kini berhenti di gerbang besar Universitas DongBangJunior itu.
"Ah, santai saja Changmin ssi. Aku juga biasa mengantarkan Kyunnie ke kan selalu merengek minta diantarkan ke kampus." ucap Yunho sambil tersenyum kecil mengingat betapa manjanya kekasihnya itu.
Ah, ngomong-ngomong soal kekasih, bagaimana ya kabar si Kyunnie-nya itu. Katanya ia ada seminar di kota lain. Mungkin habis ini ia akan meneleponnya.
"Ah, uum... Yunho hyung, kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih tumpangannya." pamit Changmin pada Yunho yang masih melamun sendiri itu.
"A-ah. Jangan sungkan begitu Changmin ssi."
Changmin menghentikan gerakan tangannya yang akan membuka pintu mobil Yunho, dan menatap kekasih sahabatnya itu.
"W-waeyo Changmin ssi?" gugup Yunho yang di pandangi dengan aneh oleh sahabat kekasihnya itu.
"Kalau aku tak boleh sungkan, harusnya Yunho hyung juga begitu. Kenapa hyung memanggilku dengan suffiks 'ssi' seperti itu?" protesnya sambil menatap Yunho dengan tajam. Dan kemudian tatapan itu langsung berubah menjadi tatapan sendu. "Harusnya Yunho hyung cukup memanggilku dengan Changmin saja kan.." rajuknya.
Yunho menatap tak percaya pada namja didepannya ini, sebelum tawa kecil lolos dari bibirnya. "Hahaha. Maaf, maaf. Baiklah Changmin-ah, selamat belajar di kampus, dan nanti kau pulang jam berapa? Akan kujemput." tawar Yunho dengan ramahnya.
Changmin mengerjap-kerjapkan matanya melihat wajah Yunho yang kini tertawa lepas seperti itu. Apalagi setelah tertawa, namja itu tersenyum ke arahnya...
.
..
...
...'Tampan sekali..' batin Changmin sambil mengelus dada kirinya, tempat sang penggerak kehidupannya yang kini berdetak lebih kencang.
"Um, Changmin? Changmin-ah? Kenapa malah melamun?" tanya Yunho sambil mengibas-kibaskan tangannya di depan wajah melongo Changmin.
"A-ah, ti-tidak apa-apa hyung. Um, aku nanti mau belanja bahan makanan dulu sehabis pulang kampus, jadi tak perlu dijemput segala." jawab Changmin sambil menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Yah, siapa yang tak akan malu kalau ketahuan sedang bengong memandangi wajah tampan Yunho? Aisshh! Kenapa pula sedari tadi otaknya menghubungkan kata 'tampan' dengan Yunho?
"Hmm? Belanja bahan makanan? Untuk apa?"
"Tentu saja untuk mengisi kulkas di rumah hyung yang isinya hanya soju dan nugget beku." sahut Changmin kesal karena mengingat isi kulkas di rumah yang ia tumpangi itu. Bayangkan, cuma soju dan nugget beku! Tak ada sayur, daging ataupun telur! Selain itu juga tak ada bumbu masak! Ckckck, entah apa yang selama ini orang itu makan dengan isi kulkas yang seperti itu.
"Ahahahaha... habisnya aku dan Kyu sama-sama tak bisa masak. Jadi kami biasa makan di luar." jawab Yunho sambil mengusap tengkuknya dengan malu. "Ah, kalau begitu nanti aku akan menemanimu belanja, Changmin-ah. Kan kau akan mengisikan kulkasku, jadi aku akan mengantar dan menemanimu."
"Eh? Jeongmal? Apa tidak menyusahkan?"
Yuno menggeleng. "Sama sekali tak menyusahkan. Lagipula hari ini aku cuma datang ke agensi untuk rapat sebentar membahas jadwal. Setelah itu aku tak ada kegiatan lain. Jadi, kau pulang jam berapa Changmin ah?"
"Nanti aku pulang jam 3 sore, hyung." jawab Changmin sambil beranjak turun dari mobil.
"Oke, jadi nanti aku akan menjemputmu jam 3 sore tepat."
"Um. Gomawo hyung. Aku masuk dulu, hyung."
.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
"Kyuuuuuuu!"
"Minnieeeee!"
Kedua sahabat itu saling meneriakkan nama saat melihat sosok masing-masing. Setelah itu keduanya bersalaman dengan cara mereka, dan akhirnya tertawa bersama sambil berjalan di lorong kampus.
"Bagaimana kau dengan Yunho hyung?" tanya Kyuhyun.
Changmin tak menjawab dan malah balik bertanya. "Kau sendiri, bagaimana dengan Siwon hyung?"
Keduanya berhenti melangkah bersamaan, dan akhirnya Kyuhyun meletakkan tangan kanannya di pundak Changmin, bersamaan dengan tangan kiri Changmin bertengger di pundak kirinya.
"Menyenangkan!" ucap keduanya berbarengan sambil tertawa riang.
"Pulang kampus nanti kau ada acara, Min?" tanya Kyuhyun saat mereka berjalan.
"Yup. Aku mau belanja bahan makanan."
Kyuhyun memutar bola matanya dengan bosan. "Ck. Changmin sang Ibu Rumah Tangga. Menggelikan."
Changmin memberikan tinjunya pada bahu Kyuhyun.
"Kau sendiri?"
"Aku nanti mau beli baju."
Changmin memasang wajah malasnya. "Ck. Kyuhyun sang Istri Gila Belanja. Mengerikan."
Kali ini giliran Kyuhyun yang memberikan tinjunya ke bahu Changmin.
Baru Kyuhyun akan membalas Changmin, ponselnya bergetar tanda panggilan masuk. Begitu pula dengan ponsel milik Changmin.
"Yunnie hyung Calling" , pemberitahuan yang tertera di ponsel Kyuhyun
dan
"Wonnie hyung Calling" , pemberitahuan yang tertera di ponsel Changmin.
"Kyu, kau ingat kalau dari kemarin aku sedang ada workshop di Busan kan?"
Kyuhyun mengangguk.
"Dan kau sendiri tak lupa kalau dari kemarin aku ada seminar di Ulsan kan?"
Changmin juga mengangguk.
"Oke, kalau begitu nanti siang kita bertemu di kantin." ucap Changmin yang berbelok ke arah lain dan menerima telepon dari Siwon.
Kyuhyun sendiri juga berbelok ke arah yang berlawanan dengan Changmin, dan mengangkat telepon dari Yunho itu.
"Yoboseyo Yunnie/Wonnie hyung.".
.
.
.
.
.
.
.
~TBC~
Annyeooooongg~!
Ela kembali dengan membawa kelanjutan ff Homin+Wonkyu ini~!
Mianhae buat semua readers yang menunggu kelanjutan ff ini..
Ini semua karena Ela sebel banget n jadi hilang mood buat ngetik kelanjutan ff ini.
Kenapa Ela sebel? Karena ada review seperti ini
"YUNJAE SHIPPER
ff sampah, liatkan wonkyu shipper katanya ini ff homin & wonkyu tp apah banyakan adegan homin doang, authornya emang mihaknya ke homin jadi nggak usah baca ff ini lagih dech, ceritanya juga jelekkkkkkkk bgt bgt bgt bgt kok." (Ini beneran ada di bagian review, bisa di cek kalau nggak percaya)
Huufth, ini bikin Ela jadi sebel, trz hilang mood. Ela ini HoMin n WonKyu shipper. Bisa cek di ff Kyuhyun Love Story, karena di sana juga ada 3 ff WonKyu(juga ff uke-kyu yg lain sih), dan Ela minta maaf yang sebesar-besarnya kalau ternyata ada juga yang merasakan perbedaan porsi antara bagian WonKyu dan Homin. Karena Ela itu manusia, dan Keadilan yang mutlak itu cuma milik Tuhan, dan Ela akan berusaha biar perbedaan porsi WonKyu dan HoMin tidak terlalu banyak.
Nah, sudah cukup bagian keluh-kesah dan permintaan maaf Ela. Mood Ela sudah oke lagi, dan ff ini sudah hadir buat para reader~
Terima kasih buat semua reader yang sudah baca ff ini dan sudah sudi memberikan review buat ff Ela. Jujur aja, ini Ela ngetik lanjutan ini juga sambil baca ulang semua review dan masuk(pengecualian buat review kyk diatas) dan semua review kalian bener-bener bisa bikin Ela semangat ngetik ff ini. Love you all :* :* :*
Buat yang sudah PM Ela(Kayla Wonkyu), dan juga adek kembar kesayanganku yang sesama WonKyu+HoMin shipper dan lagi kumat tipesnya, Ela ucapkan makasih yg sebesar-besarnya karena kalian juga yang bikin Ela semangat lagi ngetik ff ini.
Dan sekedar bocoran nih, chap depan bakal ada kencannya WonKyu dan HoMin~!
Yang mau chap depan cepet apdet, silahkan tinggalkan jejak ya~ Love you all~~ :* :* :*
