.
.
I Love my boyfriend..
But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..
I Love my boyfriend..
But I can't avoid the fact that you completed me..
I love my boyfriend..
But I love you more than I love him now..
But you are my friend's boyfriend..
It's so...complicated..
.
.
.
Author Ela JungShim presents
An Alternate Universe fanfiction
"Complicated in Love" ch 4
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)
Rate : sementara T
Length : 4 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior
Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu
This is only FanFiction! Fan Fiction=FanFiksi+Cerita fiksi/tidak nyata buatan seorang fans. Jadi buat yang tidak suka couplenya, silahkan angkat kaki, dan jangan jadikan sebuah fanfiksi sebagai dasar untuk memBashing orang, couple ataupun artis yang namanya dipakai dalam fanfiksi ini.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
Berpuluh pasang mata yang ada di kantin kampus itu kembali menatap kagum+heran pada dua orang namja cantik yang —secara tak tertulis— merupakan dua uke highclass di kampus DongBangJunior itu. Habis bagaimana tak heran kalau di meja yang seharusnya muat untuk delapan orang itu hanya di duduki oleh mereka berdua, namun seluruh meja itu penuh sesak dengan makanan dan minuman berbagai jenis. Dan menakjubkannya, dua orang yang tengah menikmati makan siang mereka itu santai saja melahap berbagai makanan yang ada di meja.
Yaah, sebenarnya ini sudah bukan hal yang asing lagi bagi para mahasiswa yang ada di sana. Pemandangan dimana dua uke highclass itu makan dengan porsi seperti orang yang sudah berpuasa satu tahun itu memang setiap hari terlihat. Tapi, tetap saja, orang tak akan bisa tak berhenti untuk tak ter'kagum' kalau melihat bagaimana dengan memakan makanan yang sebanyak itu, dua uke itu tak terlihat bertambah gemuk.
Lihat saja, si Shim Changmin itu, badan tinggi dengan tubuh yang langsing bak model catwalk. Tak terlihat sedikitpun lemak berlebih di tubuh tinggi semampai itu—(meskipun kalau kau coba menelanjanginya, akan ada bagian-bagian yang berlekuk sexy~). Sedangkan yang satunya, si Cho Kyuhyun itu, tubuhnya benar-benar semok(sexy plus montok). Berisi di tempat-tempat yang tepat, dan langsing di tempat yang tepat pula.
Benar-benar 'menakjubkan'.
Dan daripada kita mennggosipkan dua orang itu, bagaimana kalau kita sekalian menguping pembicaraan keduanya.
"Jadi, bagaimana?" tanya Changmin sambil menggulung spaghetti miliknya.
"Kau sendiri bagaimana?" sahut Kyuhyun tak acuh sambil menelan mie jajangmyun favoritnya.
"Tak masalah. Siwon hyung mudah di kelabui." jawab Changmin enteng sambil membereskan piring spaghettinya yang sudah bersih, dan kini beralih pada nasi kotak yang berisikan daging bulgogi, tempura, udang goreng dan juga salad.
"Sama juga. Yunho hyung gampang di bohongi. Jadi tak masalah." Kyuhyun yang sudah menghabiskan jajangmyunnya kini mengikuti jejak Changmin yang memakan nasi kotak yang isinya sama.
Keduanya saling melirik, dan mengangguk puas.
"Jadi, nanti kau akan belanja bahan makanan? Untuk apa?"
Changmin mengambil sepotong bulgogi yang ada di tempat Kyuhyun dan memakannya.
"Yah! Itu dagingku Chwang!" protes Kyuhyun tak terima saat makanan enaknya di ambil.
Changmin memberikan deathglarenya pada Kyuhyun dan membuat si sahabat urung membalas perbuatan Changmin. "Kau ini, kenapa isi kulkasmu kosong, hah?! Isinya cuma nugget dan botol-botol minuman! Aku heran kau masih bisa hidup sampai sekarang." gerutu Changmin yang kembali mengingat kejadian tadi pagi saat ia kebingungan akan membuat sarapan. Bayangkan saja, kalau ia tak kreatif, bisa-bisa tadi pagi ia dan Yunho tak makan apa-apa!
"Yaaa... habis bagaimana lagi. Kau tahu kan kalau kemampuan masakku itu nol besar. Aku cuma bisa memasak ramen, itupun rasanya berantakan. Dan Yunho hyung... huufth... tak akan kubiarkan ia mendekati dapur lagi setelah ia hampir membakar rumah saat mencoba menggoreng telur." jelas kyuhyun tak mau disalahkan. "Jadi yaaaa.. buat apa aku menyimpan bahan makanan kalau jelas akan berakhir di membusuk di tempat sampah.." lanjut Kyuhyun sambil mengedikkan bahunya.
Changmin mendesis kesal mendengar alasan sahabatnya itu. Ia kembali menyuap makanan ke dalam mulut untuk menenangkan dirinya.
Merasa dirinya sudah bebas dari amukan sahabatnya, Kyuhyun kini gantian mengambil sepotong udang goreng milik Changmin dan memakannya tanpa dosa.
"Yah! Yang kau makan itu punyaku!" kesal Changmin yang melihat udang miliknya kini berada di kunyahan mulut sahabatnya.
"Salah siapa kau menolak menemaniku beli baju. Kau tahu kan kalau aku itu kalau membeli baju harus ada kau. Tapi kau malah menolak permintaanku."
Changmin terdiam. "Aku tahu. Aku yang salah karena tak bisa menemanimu." ucap Changmin sambil kini mengambil udang goreng crispy miliknya, dan menyuapkannya pada Kyuhyun.
Kyuhyun mengunyah udang renyah itu sambil mengambil sepotong bulgogi miliknya dan balik menyuapi Changmin.
Kyuhyun mengamati makanannya—tak melihat ke arah Changmin secara langsung— sambil menunjuk sahabatnya itu dengan sumpitnya.
"Jangan khawatir, nanti Siwon hyung akan menemaniku membeli baju. Dia kan model, jadi kurasa selera fashionnya tak akan buruk."
Changmin mengangguk. Ia menepis sumpit Kyuhyun dengan miliknya.
"Aku juga nanti akan ditemani Yunho hyung untuk berbelanja bahan makanan. Kulkasmu akan terisi penuh nanti."
Kyuhyun memutar bola matanya. "Kuharap saat aku pulang nanti, bahan masakan itu sudah habis kau masak semua saja. Daripada busuk dan mengotori kulkasku."
"Sialan kau. Makanya, belajarlah memasak." ucap Changmin yang kini menyingkirkan nasi kotaknya dan beralih ke sup jamurnya.
Kyuhyun mendengus.
"Aku tak tertarik jadi ibu rumah tangga membosankan macam kau, Chwang.—Beri aku supnya, kelihatannya enak."
"—Kemarikan dulu daging makchang itu. Aku juga tak mau kalau jadi istri tukang belanja macam dirimu, Kyu."
"Kuno."
Changmin mendengus tak percaya.
"Boros."
Kini giliran Kyuhyun melotot kesal dan memikirkan balasan untuk Changmin.
"Cacingan."
"Gendut."
"Bibir lebar."
"Hidung besar."
Dan begitulah siang yang dijalani sepasang sahabat paling klop di DongBangJunior itu.
.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
CKIIIITT!
Sebuah mobil ferrari merah berhenti tepat di depan Changmin begitu namja tinggi itu menampakkan diri di gerbang kampusnya.
Nyaris sekali mobil itu menabrak dirinya!
"Changmin-ah, kau sudah selesai?"
Changmin yang masih terkaget dengan kedatangan mobil itu bertambah membulatkan mata bambinya saat menyadari kalau pemilik mobil itu ternyata Jung Yunho.
"Ahahahahahaha... wajah kagetmu lucu sekali Changmin-ah~"
Changmin yang tersadar berkat tawa maskulin Yunho langsung berusaha mengendalikan dirinya. "Yah! Jangan mengagetiku seperti ini Yunho hyung! Dan lagi, kalau saja rem mobilmu tidak cakram, atau aku melangkah lebih cepat, bisa-bisa aku tertabrak mobilmu! Kau itu ingin membunuhku atau bagaimana sih?!" omel Changmin sambil mengelus dadanya yang masih berdetak kencang karena kaget. Yaah, siapa sih yang tak kaget, kalau kau baru saja melangkah keluar, tiba-tiba ada mobil—yang entah datang darimana—berhenti begitu saja di depannya.
"Ahahahahaha, maaf, maaf. Habisnya aku sudah setengah jam menunggu. Jadi begitu melihatmu keluar, aku langsung saja menghampirimu." ucap Yunho sambil keluar dari mobilnya, dan menuntun Changmin menuju ke pintu penumpang dengan cara meletakkan tangan kirinya di pinggang ramping Changmin.
"Aku tak ada niat membunuhmu, dan aku minta maaf karena sudah mengagetkanmu." lanjut Yunho sambil membukakan pintu untuk Changmin.
Changmin yang secara halus di paksa masuk ke mobil Yunho pun akhirnya duduk diam karena memang tak ada pilihan lain. Dan sebelum Yunho menutup pintu mobil untuk Changmin, ia berucap,
"Tapi aku tak minta maaf karena merasa senang bisa melihat wajah kagetmu yang lucu dan menggemaskan itu, Changmin-ah~"
Yunho memberikan kedipan mata menggoda sebelum menutup pintu di depan Changmin—yang sudah akan meledak marah— dan tertawa senang.
.
.
.
"Jangan marah lagi padaku Changmin-ah~~ " bujuk Yunho yang kini mendorong trolley besar di belakang Changmin yang sedari tadi berjalan dalam diam dan memasang wajah kesalnya.
(Sekedar info, Yunho kini sudah memakai masker dan topi untuk penyamaran.)
Jika tadi ia bisa tersenyum dan tertawa menggoda Changmin, kini ia sendiri yang kesusahan karena Changmin itu mengambek padanya. Sedari tadi Changmin mendiamkannya dan itu membuat perasaannya tak enak. Tak suka kalau Changmin tak menampakkan senyumnya dan menatap tepat kedua matanya dengan sepasang bambi eyes yang lucu itu.
"Changmin-ah~~ " panggil Yunho sekali lagi dengan suara yang... err... menjijikkan.
Changmin yang mendengar suara yang coret—menjijikkan—coret memanggil namanya itu menghentikan langkahnya. "Hentikan itu dan diamlah disini daripada kau terus menggangguku, Jung." ketus Changmin yang langsung meninggalkan Yunho dan memilih-milih sayuran.
Yunho yang tak gentar sedikitpun dengan keketusan yang dikeluarkan Changmin, mengekor namja yang lebih muda itu.
"Waaahhhh... ada banyak sayur!" seru Yunho begitu melihat jajaran sayur mayur dan buah-buahan yang berjejer di rak. Jujur saja, selama ini ia hampir tak pernah berbelanja sayuran karena memang ia tak pernah memasak. Dan kalaupun ia ke supermarket, paling ia hanya menuju ke tempat-tempat biasa seperti bagian minuman dan snack.
Dan Changmin yang lebih dulu berjalan di depan Yunho dan tengah memilih sayur, mau tak mau jadi agak menengok ke samping. Dan sungguh, ia bisa dibilang agak tercengang melihat ekspresi yang kini terpampang di wajah Yunho. Karena di wajah pria yang dua tahun lebih tua darinya itu terlihat ekspresi terpana campur kagum khas anak lima tahun yang baru melihat hal baru.
"Changmin-ah, Changmin-ah! Kau mau beli sayur apa saja? Lalu cara memilihnya bagaimana? Bukankah disini ada banyak macamnya?" tanya Yunho yang tanpa sadar kini meraih lengan kurus Changmin dan menariknya ke sampingnya.
"Ini ada banyak kentang. Aku suka kentang, beli yang ini ya~ " ucap Yunho sambil mengambil beberapa buah kentang dan memasukkannya ke dalam kantung plastik yang tersedia.
"Jangan asal memilih seperti itu." cegah Changmin yang segera mengambil kantung plastik tadi dan mengeluarkan isinya.
"Eeehhh? Waeee?" protes Yunho tak terima.
Changmin menghela nafas dan menghembuskannya dengan keras. Menahan diri agar tak mengamuk. "Kentang, harus di cek apakah masih ada bagian kulitnya yang berwarna hijau atau tidak. Kalau ada bagian kentang yang berwarna hijau, jangan di ambil."
"Eh? Wae? Kalau masih hijau berarti masih setengah matang dan bisa disimpan lama kan?"
"Dasar bodoh. Kalau kentang masih ada bagiannya yang berwarna hijau, tandanya kentang itu masih mengandung solanin yang bisa membuat keracunan, arra?"
Yunho mengangguk-angguk mengerti.
"Ooohh..begitu ya. Changmin-ah benar-benar mengerti tentang hal seperti ini ya. Hebat sekali~~" puji Yunho sambil memberikan senyum tampannya pada Yunho.
Changmin terpana sejenak, sebelum akhirnya ia berusaha mengendalikan diri dan detak jantungnya. Ia segera memalingkan muka dan menjauh dari Yunho. "K-kalau kau ingin membeli kentang, p-pilih kentangnya sesuai instruksiku tadi. A-aku akan memilih sayuran yang lain dulu."
"Aigooo, jangan begitu Changmin-ah, jangan tinggalkan aku." Ucap Yunho yang kini meraih jemari Changmin dan menarik Changmin ke arahnya.
BUGH!
"Uph!"
Changmin yang tak siap dengan tarikan kuat tangan Yunho akhirnya hilang keseimbangan, dan kini ia mendapati tubuhnya menabrak Yunho, dengan wajah yang terbenam di dada Yunho. Kedua tangan Yunho refleks berada di kedua lengan Changmin untuk menahan namja manis tadi agar tak terjatuh.
Changmin membelalakkan sepasang mata bambinya, dan begitu sadar, ia langsung menarik diri dari tubuh Yunho.
"A-ah, maaf, t-tadi hyung menarikku dan aku... aku hilang keseimbangan... dan... ukh... a-aku pergi ke bagian sayur saja di sebelah sana!" ucap Changmin yang langsung melarikan diri dari Yunho dengan wajah yang benar-benar memerah.
'Aaaarghh! Bodoh! Kau bodoh Shim Changmin!' maki Changmin dalam hatinya.
Dan Yunho yang tangannya masih mengambang di udara perlahan menggerakkan tangannya di dada kirinya.
Deg!—Deg!—Deg!—Deg!
Jantungnya berdetak keras sekali.
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
Siwon mempercepat laju mobilnya saat jam digital di dashboardnya menunjukkan angka 04.10. Pukul empat tadi ia baru saja menyelesaikan pemotretan dan jarak tempatnya dengan kampus DongBangJunior itu kira-kira 20 menit. Artinya ia akan membuat Kyuhyun menunggu selama itu.
"Aish! Kalau saja model lawanku tidak terlambat, pasti maksimal jam setengah empat tadi pemotretan sudah selesai!" gerutu Siwon yang kini menaikkan kecepatan mobilnya hingga 100km/jam.
Dan tak sampai lima menit kemudian, ia sudah melihat gerbang kampus itu, dan jelas terlihat sosok Kyuhyun yang tengah duduk melamun sambil memperhatikan jalan aspal di bawahnya.
Siwon segera memberhentikan mobilnya tepat di depan Kyuhyun, dan ia cepat-cepat keluar untuk menyapanya.
"Kyuhyun-ah, maaf aku telat. Tadi modelnya terlambat datang sehingga pemotretan jadi mundur. Maafkan aku." ucap Siwon begitu ia sampai di hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya melihat Siwon yang baru sampai. "Siwon hyung telat lima belas menit. Aku jadi menunggu lama sendirian." rajuknya dengan ekspresi wajah yang kesal setengah mati.
"Maaf. Maafkan aku. Jadwalku harusnya cuma sampai am setengah empat. Tapi karena—"
"—karena model satunya datang terlambat, pemotretanya jadi mundur. Ya, ya. Aku sudah dengar tadi." tukas Kyuhyun dengan nada kesalnya. "Intinya kan Siwon hyung telat, dan aku menunggu lama disini."
Siwon menutupi mulutnya dengan kepalan tangannya agar tak terlihat kalau kini ia sedang menahan tawa. Habis bagaimana lagi, Kyuhyun yang tengah mengambek ini terlihat begitu manis! Pipi yang menggembung lucu, bibir yang mngerucut dengan imut, dan sepasang tangan yang bersilang kesal di dada jelas pemandangan yang sangat manis dan membuatnya ingin tertawa. Tapi jangan sampai ia tertawa kalau tak ingin namja manis di depannya ini jadi semakin marah.
Setelah bisa menetralkan ekspresinya, Siwon segera meraih bahu Kyuhyun dan dengan lembut membuat namja itu berjalan ke arah pintu mobilnya.
"Iya. Hyung minta maaf karena sudah membuatmu menunggu lama sendirian. Lain kali kalau kita pergi, tak akan aku ulangi lagi, Ok?" ujar Siwon sambil mendorong lembut tubuh Kyuhyun.
Dan begitu sampai, Siwon membukakan pintu untuk Kyuhyun, dan kembali mendorong lembut agar Kyuhyun masuk dan duduk di mobilnya.
Kyuhyun yang dipaksa masuk begitu akhirnya hanya menghembuskan nafas kesal.
"Tapi aku tak meminta maaf karena sudah membuatmu cemberut seperti itu, karena wajah cemberutmu itu manis sekali Kyuhyun-ah~~"
Siwon memberikan kedipan mata menggoda sebelum menutup pintu di depan Kyuhyun—yang sudah akan meledak marah— dan tertawa senang.
.
.
.
"Kyuhyun-ah~~ Jangan marah lagi padakuuu~" bujuk Siwon yang kini berjalan di belakang Kyuhyun yang sedang memasang wajah kesal. Mereka tengah berada di mall, dan sedari tadi Kyuhyun terus berjalan cepat tanpa menghiraukan Siwon.
(Sekedar info, sekarang Siwon sudah memakai topi dan kacamata untuk penyamaran.)
Jika tadi ia tersenyum dan tertawa karema melihat wajah manis Kyuhyun yang tengah mengambek dengan lucunya, kini Siwon berhadapan dengan wajah kesal dan marah Kyuhyun yang membuat wajah itu jadi berekspresi tajam dan tanpa Siwon tak suka itu. Ia tak suka kalau ia tak melihat binar-binar senang di wajah Kyuhyun, dan tak melihat senyum manisnya.
"Kyuhyun-aahhh~~" panggil Siwon sekali lagi dengan suara yang... err... menjijikkan.
Kyuhyun yang mendengar suara yang coret—menjijikkan—coret memanggil namanya itu menghentikan langkahnya. "Hentikan itu dan diamlah. Aku mau memilih baju!" ketus Kyuhyun yang kini berbelok memasuki sebuah distro dan mulai memilih-milih baju.
Siwon yang tak peduli dengan keketusan Kyuhyun kini mengikuti namja yang lebih muda itu.
"Hmmm, kalau untuk acara resmi, lebih baik cari kemeja saja." ucap Siwon yang mengikuti Kyuhyun, dan kini ia meraih tangan Kyuhyun dan membawanya ke bagian baju kemeja.
"Kurasa, karena ini adalah acara yang berhubungan dengan kampus, akan lebih baik kalau kau memakai jas almamater kampusmu. Jadi akan terlihat kalau kau mewakili DongBangJunior." ucap Siwon saat melihat Kyuhyun memilih-milih baju yang tergantung pada hanger itu.
Kyuhyun terdiam sejenak dan memikirkan ucapan Siwon. Biarpun ia masih kesal dengan namja itu, namun pendapatnya memang masuk akal. Akhirnya ia memilih untuk menyetujui ucapan Siwon dan mengangguk dalam diam.
"Kalau begitu, jangan memilih kemeja yang berlengan panjang. Itu akan membuatmu cepat berkeringat. Lebih baik pilih kemeja yang tanpa lengan saja." usul Siwon yang mengambil satu kemeja putih yang tanpa lengan.
Kyuhyun mengamati kemeja itu dan menggigit bibirnya bingung. "Uh... tapi kalau pakai yang tanpa lengan, nanti kalau kemejanya di lepas dan lenganku terlihat..."
Siwon mengernyitkan alis mendengar ucapan Kyuhyun yang tak selesai itu. "Memang ada apa dengan lenganmu? Apa ada masalah?" tanya Siwon yang secara refleks memegang lengan kanan Kyuhyun.
"Ahh~" Kyuhyun mendesah pelan saat jemari Siwon menekan lengan bagian dalamnya. Dan ia cepat-cepat menutup bibir, dan menarik tangannya dari genggaman Siwon.
Kyuhyun terdiam sambil menggigit bibirnya saat ia tak mendengar kalimat apapun terucap dari bibir Siwon.
"A-ah, maaf. T-tapi lenganku sangat sensitif, dan—umh... dan... dan aku... a-aku akan memilih baju di sebelah sana!" ucap Kyuhyun yang langsung melenggang cepat dengan wajah memerah dan merutuki dirinya yang entah bagaimana meloloskan desahan lirih seperti tadi.
'Bodoh! Cho Kyuhyun bodoh Bagaimana bisa kelepasan begitu? Siwon hyung pasti akan menganggapku orang aneh! Aaaarghhh!' teriak Kyuhyun dalam hati.
Di sisi lain, Siwon yang ditinggalkan Kyuhyun dengan tiba-tiba itu masih memandangi jemarinya... dengan wajah yang juga agak memerah.
.
.
.
.
.
.
~TBC~
Annyyeoooongg~!
Ela kembali bawa ff duet couple ini~~
Karena draft lanjutan ff ini udah agak panjang, dan waktunya udah mepet , akhirnya ff ini duluan yang Ela publish, soalnya Ela sekalian mau ngucapin :
"HAPPY TVXQ 10th ANNIVESARY!"
and Thank you for U-Know Yunho + Choikang Changmin because of you two, TVXQ's name still standing proudly in KPOP+JPOP's world!
From 2003.12.26 "HUG"
to 2013.12.26 with new coming soon album "TENSE"
And BIG THANKS buat semua reader yang sudah mendukung Ela untuk melanjutkan ff ini.
Guest(1), hgetz, , Guest(2), sayakanoicinoe, maxcharm, Kayla Wonkyu, Iekhakyu, BabyNA407, LittleELF, PedoYun, melqbunny, ChaYunnie, junox, Fujoshi203, Guest(3), rikha-chan, bambi minnie, GaemGyu92, , evil kyu, vira, FiWonKyu0201, vhashim, diya1013, miszshanty05, ajib4ff, banzaianime80, Guest(4), shin min hyo.
Tanpa dukungan dan review dari kalian, mungkin ff ini sudah berhenti begitu menginjak chapter dua.
Dan jangan khawatir, bagian HoMin+WonKyu kencan masih berlanjut di chapter berikutnya koq~
So, tinggalkan jejak lagi yaaaaa~ :* :* :*
