.

.

I Love my boyfriend..

But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..

I Love my boyfriend..

But I can't avoid the fact that you completed me..

I love my boyfriend..

But I love you more than I love him now..

But you are my friend's boyfriend..

It's so...complicated..

.

.

.

Author Ela JungShim presents

An Alternate Universe fanfiction

"Complicated in Love" ch 5

Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)

Rate : sementara T

Length : 4 of ?

Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior

Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu

This is HOMIN-WONKYU Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN dan WONKYU. Bagi yang tidak suka, silahkan agkat kaki dari fanfic ini.

.

.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

.

.

.

"Ahh~" Kyuhyun mendesah pelan saat jemari Siwon menekan lengan bagian dalamnya. Dan ia cepat-cepat menutup bibir, dan menarik tangannya dari genggaman Siwon.

"A-ah, maaf. T-tapi lenganku sangat sensitif, dan—umh... dan aku... a-aku akan memilih baju di sebelah sana!" ucap Kyuhyun yang langsung melenggang cepat. Meninggalkan Siwon yang memandangi jemarinya dengan wajah yang agak memerah.

.

.

.

'Lengan Kyuhyun... halus dan lembut, juga kenyal sekali...' batin Siwon sambil menatap tangannya yang tadi menyentuh lengan Kyuhyun. 'Aish! Apa yang kau pikirkan Choi Siwon!' tegur Siwon pada dirinya sendiri yang malah memikirkan mengenai kejadian barusan. Seharusnya yang ia pikirkan saat ini adalah membantu Kyuhyun mencari baju. Titik. Karena itulah kini Siwon celingukan mencari sosok manis berpipi chubby-nya itu.

Dan tak perlu waktu lama bagi Siwon untuk mendeteksi keberadaan namja manis yang cute-nya sangat overdosis itu. Melangkah dengan cepat untuk menghampiri si manis, tangan Siwon bergerak menyambar satu kemeja yang menarik perhatiannya.

"Kyuhyun-ah! Kalau kemeja ini bagaimana menurutmu?" tanya Siwon begitu ia sampai di samping Kyuhyun.

Kyuhyun yang akhirnya sudah bisa menenangkan dirinya itu menoleh ke arah Siwon, dan pandangannya tertuju pada sebuah kemeja yang di sodorkan Siwon. Kemeja berwarna merah marun gelap yang memiliki aksen garis-garis vertikal berwarna hitam. Cukup simpel dan menyenangkan, apalagi dengan warnanya yang sangat sesuai dengan warna jas kampusnya. Ditambah dengan lengan yang hanya sampai siku, tak akan membuatnya terlalu gerah dan berkeringat. Tapi...

"Uh, tapi Siwon hyung, bukannya kemeja itu akan kekecilan untukku?" tanya Kyuhyun yang mengamati ukuran kemeja itu. Bukan berarti ia suka memakai baju yang sangat longgar, tapi kalau melihat ukuran baju itu, pasti akan terasa sesak dan terlalu ketat di tubuhnya.

Siwon mengernyitkan alisnya. Ia menatap bergantian pada Kyuhyun dan kemeja yang ia bawa. "Kekecilan bagaimana? Ini kan pas. Kalau tak percaya, ayo coba langsung bajunya." putus Siwon yang langsung meraih tangan Kyuhyun dan menggandengnya berjalan menuju kamar pas.

"E-eh? T-tunggu hyung! Siwon hyung!" panggil Kyuhyun panik. Bukan panik karena harus mencoba baju, tapi panik karena jantungnya entah kenapa memilih waktu yang sangat tidak tepat untuk berdebar cepat, hanya karena Siwon menggandeng tangannya dengan cara yang sangat natural, seolah mereka sudah terbiasa bergandengan tangan seperti ini.

Namun seolah tak mempedulikan panggilan Kyuhyun, Siwon terus saja berjalan sambil tangannya semakin erat menggandeng tangan halus Kyuhyun. Senyum terlukis di wajah tampan Siwon merasakan ada rasa hangat yang menyenangkan menjalar ditubuhnya saat ia menyadari tangannya menggenggam erat tangan Kyuhyun. Dan dengan sengaja, Siwon memilih untuk berjalan memutar-mutar di distro yang lumayan besar itu meskipun sebenarnya ada jalan yang lebih dekat untuk menuju kamar pas.

Dan dengan sangat tak rela, Siwon melepaskan tangan Kyuhyun ketika mereka sampai di depan kamar pas tersebut.

"Ayo. Cobalah baju itu. Pasti akan bagus kalau kau pakai." ucap Siwon sambil mendorong Kyuhyun memasuki kamar pas.

Kyuhyun yang tak punya pilihan lain akhirnya menggantung kemeja itu, dan mulai melepas bajunya. Dan entah bagaimana, ternyata baju itu memang pas di tubuhnya. Tak kekecilan seperti perkiraannya tadi.

"Uhm, Siwon hyung, bagaimana?" tanya Kyuhyun sambil membuka pintu yang tadi ia kunci, dan menemukan Siwon yang tengah duduk menunggunya.

Siwon yang mendengar suara Kyuhyun langsung mendongak dan menatap sosok di depannya. Dalam diam ia meneliti penampilan sosok di depannya, dan kedua alisnya langsung menukik tajam.

"U-uhm, apa ada yang salah, hyung?" tanya Kyuhyun saat melihat ekspresi tak puas di wajah Siwon. "A-apa memang kekecilan?" tanya Kyuhyun lagi sambil menarik-narik kemejanya. Tak sadar jika tingkahnya itu terlihat begitu imut di mata Siwon.

"Bukan. Baju itu tidak kekecilan, hanya saja..." Siwon tak meneruskan kalimatnya dan malah memutar kepalanya seolah mencari sesuatu.

"Ah! Nona! Bisakah kau kemari?" panggil Siwon pada pekerja di distro itu.

"Ya tuan? Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan toko itu setelah ia menghampiri Siwon.

"Ya. Tolong carikan kemeja seperti itu...," tunjuk Siwon pada kemeja yang sedang di coba oleh Kyuhyun, "...dengan satu ukuran lebih kecil dari yang dia pakai."

"A-apa?!" Kyuhyun menyuarakan ketidak percayaannya dengan ucapan Siwon sambil membulatkan kedua mata indahnya.

"Ah, baiklah tuan. Mohon tunggu sebentar." pamit si pelayan toko setelah ia sekali lagi melihat kemeja yang tengah Kyuhyun kenakan.

"S-Siwon hyung!"

"Wae Kyuhyun ah?" tanya Siwon balik dengan polosnya.

"Kenapa kau meminta ukuran yang lebih kecil? Baju ini saja kan sudah pas!" protes Kyuhyun pada namja yang lebih tua darinya itu.

"Pas dari mana? Baju itu masih kebesaran untukmu, Kyu. Lihat saja, dibagian sini masih longgar begini." tunjuk Siwon sambil tangannya menuju ke pinggang Kyuhyun dan menggenggam sisa kain yang tak melekat dengan pas di badan Kyuhyun. "Harusnya kan kemeja ini terpasang dengan pas di tuuhnya. Bukan longgar begini." lanjut Siwon sambil tangannya masih berada di pinggang Kyuhyun, tak menyadari kalau kini namja yang tengah ia grepe-grepe itu mulai menggeliat tak nyaman.

"O-oke S-Siown hyung, apapun katamu... tapi bisakah tanganmu..." ucap Kyuhyun terbata sambil berusaha melepasakan tangan Siwon dari pinggangnya.

Siwon yang melihat gelagat aneh Kyuhyun menaikkan sepasang alisnya, sebelum akhirnya ia mengerti. Dan senyum usil langsung terkembang di wajah tampannya. "Kyuhyun ah~~" panggil Siwon dengan nada menggoda, sebelum tangannya bergerak-gerak ganas di pinggang Kyuhyun.

"Kyaa!" pekik Kyuhyun kaget, sebelum— "Kyahahahahahahaaa... ahh, hyung—hahahahaha..!"

Tawa keras langsung meluncur dari bibir Kyuhyun merasakan tangan Siwon menggelitik tubuhnya yang sensitif itu. Ia langsung menggeliat kuat untuk menjauh dari tangan nakal Siwon, namun tak berhasil karena tiba-tiba saja tubuhnya sudah berada dalam dekapan Siwon. Punggungnya menempel erat dengan dada bidang Siwon, dan sepasang lengan kekar Siwon melingkari tubuhnya.

"Kau tak akan bisa lari dariku Kyuhyun-ah~" bisik Siwon tepat di telinga Kyuhyun, membuat Kyuhyun langsung menahan nafasnya dan jantungnya terasa berhenti sejenak. Ia tak sempat mengenali perasaan yang muncul dihatinya karena tangan Siwon kembali menggelitiki pinggangnya.

"Ahahahahaha... hyung.. please—hahahaha... hyung.. stop—hahahahaha...!" pinta Kyuhyun di sela tawanya yang terus meluncur akibat pergerakan tangan Siwon di tubuhnya. Tubuhnya terus menggeliat sampai melengkung ke depan karena Siwon terus menggodanya.

"Aku tak akan berhenti sampai aku puas, Kyuhyun ah~" sahut Siwon dengan tega-nya terus menggelitiki tubuh Kyuhyun, dan ia tertawa senang melihat reaksi Kyuhyun.

"Ehem, permisi tuan. Ini pesanan anda sudah saya bawakan." sela si pelayan toko itu sambil menyodorkan kemeja yang ia bawa.

Siwon langsung menegakkan tubuhnya dan menghentikan kelitikannya pada Kyuhyun. "Terima kasih nona. Taruh di kursi saja dulu, nanti kami akan mencobanya."

"Baiklah. Jika nanti anda butuh seusatu, silahkan panggil saya atau penjaga yang lain tuan." pamit si pelayan toko sebelum beranjak pergi. "Uhm, dan tolong jangan bermesraan disini, karena akan mengganggu pembeli yang lain."

Ucapan terakhir pelayan toko itu membuat baik Siwon maupun Kyuhyun langsung terpaku di tempat.

Siwon berusaha mengabaikan ucapan pelayan toko itu dan mengalihkan perhatiannya pada sosok yang terlihat lemas dalam dekapannya. "Kau baik-baik saja Kyuhyun-ah?" khawatir Siwon karena sosok dalam dekapannya itu sepenuhnya menyandarkan berat tubuhnya pada lengan Siwon. "Ucapan pelayan tadi jangan kau pikirkan."

"Aku tak memikirkannya, hanya saja kau jahat hyung! Aku jadi lemas sekali..." lirih Kyuhyun sambil mendekap kedua lengan Siwon yang melingkar di tubuhnya. Kakinya saat ini benar-benar lemas dan perutnya sakit karena kebanyakan tertawa.

"Ahahaha... mian Kyuhyun-ah, habis kau lucu sekali sih. Aku jadi tak tahan jadinya.." maaf Siwon sambil mengusap rambut coklat karamel milik Kyuhyun dengan sangat lembut. Siwon terpaku senejan merasakan betapa halusnya rambut Kyuhyun di tangannya. Dan entah dorongan dari mana, Siwon ikut melengkungkan tubunya, dan mendekatkan wajahnya pada belakang kepala Kyuhyun. Aroma vanilla manis yang samar-samar tercium oleh hidungnya itu membuat Siwon membenamkan wajahnya pada rambut kyuhyun.

Degg!

"Rambutmu wangi sekali Kyuhyun-ah..." puji Siwon dengan suara beratnya, dan Siwon mulai bergerak turun menuju tengkuk putih Kyuhyun yang terpampang di depannya.

"H-hyung..." panggil Kyuhyun dengan suara yang bergetar. Tak hanya suaranya, tubuhnya pun ikut merinding merasakan Siwon yang terasa begitu... intim.

"Hmmm.." gumam Siwon yang kini menempelkan bibirnya pada tengkuk halus Kyuhyun.

Entah mendapat kekuatan darimana, Kyuhyun langsung menyentakkan tangan Siwon dari tubuhnya. Setelah terbebas, Kyuhyun langsung masuk ke kamar pas dan mengunci pintunya. Ia menyandarkan tubuhnya di pintu...dan perlahan tubuhnya merosot ke lantai.

"A-apa itu tadi..." lirih Kyuhyun dengan wajah yang kini seolah terbakar. Merah, dan terasa panas.

Deg! Deg! Deg!

Kyuhyun lalu memegang dada kirinya yang berdebar hebat. "Apa yang terjadi padaku..."

.

.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

.

.

Setelah kejadian yang memalukan itu, Kyuhyun mengurung diri di kamar pas dan membuat Siwon khawatir. Setelah mengetuk-ngetuk beberapa kali, akhirnya pintu terbuka dan menampakkan Kyuhyun yang wajahnya sudah kembali seperti semula, meski namja itu sekarang tak berani menatap Siwon.

"H-hyung, kemarikan bajunya. A-aku akan mencobanya." pinta Kyuhyun dengan suara yang lirih.

Siwon pun langsung memberikan kemeja yang masih terbungkus plastik itu pada Kyuhyun. Namun sebelum Kyuhyun kembali masuk ke kamar pas, Siwon menahan tangan Kyuhyun.

"Maafkan aku tadi. Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi tolong anggap saja hal tadi tidak terjadi."

Kyuhyun hanya mengangguk sebelum menyentakkan tangan Siwon dan masuk ke kamar pas. Ia mencoba kemeja itu, dan langsung berusaha menetralkan segala hal aneh yang ada di hati dan pikirannya. Dengan memantapkan diri, Kyuhyun langsung memasang ekspresi sebal di wajahnya.

"Hyuungg! Ini kekecilaaannnn~!" protes Kyuhyun sambil membuka pintu dan menunjukkan dirinya. Sekarang ia berdiri dengan kemeja yang sama dengan yang tadi, hanya saja saat ini kemeja itu benar-benar menempel di kulitnya dengan sangat pas. Membuat lekuk tubunya terlihat dengan sangat jelas, dan itu membuat Kyuhyun merasa tak nyaman.

Siwon meneliti penampilan Kyuhyun, dan tersenyum puas. "Ambil yang ini saja. Baju ini lebih pas dari yang tadi. Sekarang ganti bajumu, dan ayo kita makan."

"Hyung! Tapi ini kekecilan!"

"Kekecilan apanya? Itu namanya pas. Sudah, cepat ganti baju lagi sana." perintah Siwon sambil memberikan gestur mengusir.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan mengikuti ucapan Siwon dengan setengah hati. Ia kembali keluar dari kamar pas dengan wajah yang masih cemberut.

"Sudah, jangan cemberut lagi. Percayalah pada model yang mengerti fashion sepertiku. Jadi sekarang hapus wajah cemberutmu, karena aku akan mentraktirmu makan." bujuk Siwon yang kembali meraiih tangan Kyuhyun dan menggandengnya secara kasual. "Ayo."

Dan akhirnya Kyuhyun hanya bisa menuruti kemauan Siwon. Membiarkan namja itu membayar kemejanya—tanpa protes karena siapa sih yang tak mau kmeja gratis?— dan membiarkan Siwon menggandengnya sampai ke depan restaurant Pizza yang terkenal.

"Aku suka pizza. Kau tak keberatan kan?" tanya Siwon sebelum mebawa Kyuhyun masuk.

"Aku juga sangaaat suka pizza! Jangan kaget kalau nanti dompetmu menipis karenaku, hyung." goda Kyuhyun sambil melemparkan smirk-nya pada namja yang lebih tua darinya itu.

Dan kali ini berakhir dengan Siwon yang di tarik masuk oleh Kyuhyun yang sangat antusias jika menyangkut makanan. Tak menyadari sama sekali kalau di belakangnya, Siwon memegangi dada kirinya yang terus berdegup kencang setelah melihat smirk Kyuhyun tadi.

"Imut sekali..." gumam Siwon dengan sangat lirih.

"Hmm? Kau bilang apa hyung?" tanya Kyuhyun yang tadi seolah mendengar suara dari belakangnya.

"A-ani. Aku tak bilang apa-apa kok." kilah Siwon dengan cepat.

"Hmm, mungkin hanya perasaanku saja. Ya sudahlah, ayo kita pesan hyung!" ucap Kyuhyun yang kini menatapi menu bergambar berbagai macam pizza itu dengan mata berbinar senang. "Aku mau yang pinggirannya ada sosisnya!" seru Kyuhyun sambil matanya tak lepas dari menu di depannya.

Sementara Kyuhyun mengucapkan berbagai pesanannya, Siwon terus memandangi sosok di depannya tanpa berkedip.

"..won hyung? Siwon hyung? Kenapa kau malah melamun begitu?"

"A-ah! Ma-maaf. Tadi kau bilang apa, Kyuhyun-ah?"

Kyuhyun menghela nafas dan mengulangi ucapannya. "Aku bilang, aku sudah selsesai memesan. Ada lagi yang mau kau tambahkan, hyung?"

"U-uhm, memangnya kau pesan apa saja, Kyuhyun-ah?"

"Aku tadi pesan Italian Super Supreme, Stuffed Crust Tuna Melt, Italian BBQ Meat Feast, Cheesy Bites Sizzler, masing-masing ukuran Large saja, dan dengan sosis untuk pinggirannya. Dessertnya Chicken&wedges Combo dan Nachos. Minumnya cola saja. Ada yang mau kau tambahkan hyung?"

Siwon hanya mampu berkedip dengan wajah bodohnya mendengarkan semua pesanan Kyuhyun itu.

"K-Kyuhyun-ah, apa kau yakin sanggup menghabiskan itu semua?" tanya Siwon tak percaya.

Kyuhyun mengangguk mantap. "Tentu saja bisa. Apalagi kan ada kau hyung. Tadinya aku masih mau tambah pasta juga, tapi lain kali saja." sahut Kyuhyun dengan santainya.

"Uh, kalau begitu, cukup itu saja pesannya. Aku tak mau tambah apa-apa lagi."

Senyum senang terkembang di wajah Kyuhyun yang langsung memanggil pelayan dan mengulangi pesanannya tadi.

"Kyuhyun-ah, apa memang makanmu biasanya banyak begitu?" tanya Siwon heran. Yah, bagaimana tak heran, pasalnya bagaimana mungkin tubuh seperti Kyuhyun mampu menampung semua makanan itu?

"Yup! Tapi biasanya dalam sehari, cuma makan porsi besar sekali atau dua kali saja dalam sehari. Yang pasti, kalau sarapan memang tak pernah banyak." jelas Kyuhyun sambil tanpa sadar tubuhnya terus bergerak-gerak tak sabar di kursinya.

Siwon tertawa kecil melihat Kyuhyun yang sepertinya sudah sangat tak sabar menunggu pesanannya datang.

"Wae, hyung?" tanya Kyuhyun yang mendengar tawa Siwon.

"Aniya." sahut Siwon sambil menggelengkan kepalanya.

"Yah! Jangan kaget begitu dengan porsi makanku!" marah Kyuhyun yang mengira Siwon menertawakan mengenai nafsu makannya yang besar. "Aku kan masih dalam masa pertumbuhan!"

"Iya, iya. Aku mengerti, Kyuhyun-ah." ucap Siwon dengan lembut.

.

.

Tak perlu menunggu lama sampai pizza-pizza pesanan mereka datang.

Wajah Kyuhyun langsung berseri-seri mendapati banyak pizza yang tersaji dan siap untuk ia makan.

"Ayo Kyuhyun-ah, langsung dimana." Ucap Siwon yang mengambil potongan pertama, dan menyuapkannya pada Kyuhyun.

"Henyak hhungg (enak hyung)" ucap Kyuhyun dengan mulut yang masih mengunyah pizza.

"Telan dulu baru bicara Kyuhyun-ah. Nanti kalau kau tersedak bagaimana?" ucap Siwon yang langsung menyodorkan minum pada Kyuhyun.

Kyuhyun menelan pizzanya dan menerima minuman itu dari Siwon.

"Hehehehe, gomawo hyung. Habis aku sudah lama tidak makan pizza."

"Kalau begitu makan yang banyak, Kyuhyun-ah."

Kyuhyun mengangguk senang. "Itu rencanaku, hyung! Kalau saja Changmin juga disini, pasti tak ada sepuluh menit, makanan ini sudah bisa kami habiskan!" tambah Kyuhyun penuh semangat.

Namun semangat itu langsung luntur saat melihat wajah Siwon yang langsung mengeras saat mendengar nama Changmin.

Ya, Changmin. Namjachingu dari seorang Choi Siwon.

Dan meja makan yang tadinya penuh celotehan itu langsung senyap dalam sekejap.

'Changmin...' batin kedua orang itu dengan perasaan yang sama kacaunya.

.

.

.

.oOHoMinWonKyuOo.

.

.

.

"Ooohh..begitu ya. Changmin-ah benar-benar mengerti tentang hal seperti ini ya. Hebat sekali~~" puji Yunho sambil memberikan senyum tampannya pada Yunho.

Changmin terpana sejenak, sebelum akhirnya ia berusaha mengendalikan diri dan detak jantungnya. Ia segera memalingkan muka dan menjauh dari Yunho. "K-kalau kau ingin membeli kentang, p-pilih kentangnya sesuai instruksiku tadi. A-aku akan memilih sayuran yang lain dulu."

"Okay, Changmin-ah~~"

.

.

Changmin dari jauh mengamati tingkah kekanakan Yunho yang kini dengan senang hati memilih kentang dengan cara yang sudah ia ajarkan tadi. Ia memegangi dada kirinya yang tadi terasa brgemuruh saat melihat senyum tampan Yunho.

'Aish! Jangan bodoh Changmin! Kau kesini hanya untuk berbelanja sayuran! Jangan memikirkan hal lain seperti betapa tampannya Yun—Aish! Jangan pikirkan hal lain selain berbelanja Changmin!' marah Changmin pada dirinya sendiri yang kini langsung larut dalam acara memilih sayuran di depannya. Melihat sayur-sayur segar di depannya ini benar-benar membuatnya agak kalap, apalagi mengingat kalau kulkas mereka hampir tak ada isinya sama sekali. Dan bisa dilihat, dalam sekejap saja, trolinya sudah hampir penuh dengan segala jenis sayuran yang bisa ia temukan.

"Changmin-ah, Changmin-ah! Lihat kemari! Aku menemukan nugget yang lucu-lucu!" ucap Yunho tiba-tiba yang langsung meraih tangan Changmin dan menariknya menuju ke bagian kulkas pendingin.

"Lihat ini Changmin-ah! Ada banyak nugget yang lucu-lucu! Ayo kita beli!" seru Yunho penuh semangat.

Changmin menggelengkan kepalanya takjub, dan mengambil plastik yang disediakan.

"Ini. Pilih nugget yang hyung mau, dan masukkan kesini." ucap Changmin sambil membuka plastik itu dan menyodorkannya pada Yunho.

"Oke!" sahut Yunho penuh semangat, yang langsung mengambil berbagai nugget yang tersedia di situ dan memasukkannya ke kantung plastik yang di pegangi Changmin. Setelah puas memilih nugget, Yunho memasukkannya ke troli belanja Changmin, dan mengambil alih untuk mendorongnya.

"Changmin-ah, habis ini beli apa lagi?"

Changmin berpikir senenak sebelum berkata, "Aku masih ingin membeli jamur, sosis, fillet ayam dan juga daging. Ah, juga membeli berbagai macam bumbu masakan pastinya."

"Kalau begitu, ayo cepat!" ucap Yunho sambil menggenggam erat tangan Changmin dengan penuh semangat.

Changmin merasakan tubuhnya kaku sekejap merasakan genggaman tangan Yunho pada tangannya. Ia adalah tipe yang tak terlalu suka skinship, tapi tak tahu mengapa, rasanya hangat sekali saat Yunho menggenggam tangannya. Jadi karena itulah Changmin membiarkan Yunho menggenggam tangannya selama berbelanja.

"Changmin-ah, biar aku saja yang membayar." ucap Yunho menahan uang yang di sodorkan Changmin pada kasir itu. Ia membuka dompetnya sendiri dan mengeluarkan sebuah kartu emas.

"Pakai kartu ini saja nona."

"Yu—Hyung! Aku saja yang membayar!" kukuh Changmin yang kini menarik tangan Yunho yang memegang kartu itu. "Aku yang belanja, tentu saja aku yang membayar semuanya!"

"Tapi kau belanja untuk mengisi kulkasku kan? Tentu saja aku yang harus membayarnya." tolak Yunho yang menarik tangannya dari cengkeraman Changmin.

"Aish! Tapi kan aku juga nanti akan memakan apa yang kubeli kan? Jadi yang harus membayarnya itu aku!" tolak Changmin yang memaksa ingin membayar belanjaannya itu. "Hyung mau mengantarku saja aku sudah senang, jadi biar aku saja yang membayarnya."

Yunho menggunakan satu tangannya yang lain untuk menepuk-nepuk kepala Changmin dengan penuh sayang. "Changmin-ah, kau belanja untuk menmgisi kulkasku. Dan nanti kau juga yang akan memasak dan menghidangkannya untukku. Jadi yang bisa kulakukan hanya mengantarmu dan membayarkan ini untukmu, Oke?"

"Tapi hyung—"

"Ehem! Tolong cepat karena kami masih antri disini." ucap seseorang yang ada di belakang mereka. "Dan biarkan saja suamimu yang membayar belanjaanmu, anak muda. Tugas suami itu memang menanggung semua belanjaan istrinya." lanjut orang itu sambil menganggukkan kepalanya.

Yunho dan Changmin langsung membeku di tempat.

"Ah, enaknya kalau masih jadi newlywed begitu. Masih terlihat mesra dan bertengkar mesra untuk hal-hal yang kecil."

"Iya, apalagi suaminya terlihat penuh tanggung jawab. Menyenangkan sekali melihat pasangan muda ini. Bayangkan, suamiku saja sekarang tak mau aku ajak belanja."

Wajah dan telinga Changmin langsung memerah mendengar semua ucapan itu. Semua niatan untuk kembali membantah Yunho langsung surut seketika.

Dan seolah mengerti, Yunho melepaskan tangannya dari puncak kepala Changmin, dan ia menarik Changmin agar menyembunyikan wajahnya yang memerah di bahunya.

"Bayar pakai kartu ini saja nona." ucap Yunho yang kembali menyodorkan kartu kreditnya ke ke petugas kasir.

.

.

.

"Aish! Tadi memalukan sekali!" gerutu Changmin begitu ia duduk di dalam mobil Yunho.

"Begitukah? Tapi kurasa tadi menyenangkan." sahut Yunho sambil mulai menghidupkan mobilnya.

"Menyenangkan apanya?! Memalukan tahu!" sebal Changmin sambil menggembungkan pipinya karena sebal. "Bagaiamna bisa orang-orang itu mengira kita ini sepasang suami-istri?! Huh!"

Yunho melirik sosok di sampingnya dan tangannya tanpa sadar terulur untuk mengelus pipi kenyal Changmin.

"Menyenangkan sekali karena orang-orang itu berpikir aku adalah suami dari namja manis sepertimu." ucap Yunho.

"A-apa maksudmu, hyung?"

Yunho yang sudah akan menekan pedal gas menghentikan dirinya. Ia memfokuskan diri untuk mengamati wajah manis dari sosok di sampingnya.

"Kau manis Changmin-ah. Sangat manis. Membuatku jadi tak keberatan sama sekali jika menjadi suamimu." ucap Yunho sambil jemarinya tak berhenti mengelus pipi Changmin yang kini mulai terasa hangat.

Degg!

"Dan biarpun dari luar terlihat tegar dan galak, kau benar-benar orang yang sangat pemalu. Dan aku sangat suka saat melihatmu malu begini."

Ucapan Yunho langsung membuat rona merah yang tadi sudah hilang, kembali muncul di wajah Changmin yang mulai menghangat.

"Aku sangat menyukai saat melihat telingamu ikut memerah saat kau merasa malu seperti ini dan juga seperti tadi Changmin-ah. Membuatku jadi ingin..."

Yunho tanpa sadar mengeliminasi jarak diantara mereka.

"H-hyung..?"

Haup!

"Kyaaa!"

Suara pekikan dari Changmin langsung membuat Yunho sadar dan langsung menjauhkan diri dari Changmin. "Ma-maafkan aku Changmin-ah! Maafkan aku!"

Changmin langsung menutupi telinga kanannya yang semakin mmerah karena tadi Yunho melumat dan menggigit daun telinganya.

"S-sudahlah. Yang penting ayo kita cepat pulang." ucap Changmin terbata sambil satu tangannya yang lain bergerak untuk menghidupkan musik.

Dan selama perjalananan pulang, hanya ada suara musik yang memenuhi mobil.

.

.

.

.oOHoMinWonKyuOo.

.

.

.

Begitu sampai, Yunho dengan sigap langsung membantu Changmin membawa belanjaan mereka yang banyak itu.

"Bantu aku menatanya di dalam kulkas, hyung."

Yunho langsung menghembuskan nafas lega mendengar Changmin yang sudah mau berbicara lagi padanya.

"Apapun untukmu, Changmin-ah." sahut Yunho yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari mata bulat lucu itu.

"Hahaha. Ayo kita tata ini di dalam kulkas~" ucap Yunho yang langsung mengambil sekantung belajaan dan mulai menatanya ke dalam kulkas sambil bersiul-siul.

Beruntungnya seorang Jung Yunho memiliki kulkas besar yang memiliki pintu kanan-kiri yang bisa di buka lebar, sehingga sebanyak apapun belanjaan Changmin, masih bisa masuk ke dalam kulkas.

Changmin tersenyum puas saat semua belanjaannya sudah tertata dengan rapi di dalam kulkas. Dengan begini, ia tak akan kesusahan kalau nanti ia akan memasak sesuatu.

"Uhm, Changmin-ah, kalau snack ini masukkan kemana? Mau kau bawa ke kamarmu atau bagaimana?" tanya Yunho yang masih mmegang satu bungkusan yang setelah ia lihat, semuanya berisi camilan ringan.

"Masukkan saja ke lemari biasanya, hyung. Nanti kalau aku atau Yunho hyung ingin camilan, bisa langsung ambil."

"Oke!" sahut Yunho cepat sambil menata camilan-camilan itu.

"Oke. Semuanya sudah selesai. Kalau begitu, aku akan memasak dulu." ucap Changmin yang langsung bersiap memasang apron di tubuhnya.

"Kau mau masak apa Changmin-ah?" tanya Yunho antusias.

"Aku akan masak Dakbokkeumthang." ucap Changmin sambil membuka kulkas untuk menyiapkan bahan-bahannya.

"Waaah! Ayam! Kentang!" seru Yunho senang sambil mengikuti Changmin ke dapur.

Dan Changmin yang melihat Yunho mengikutinya, akhirnya memilih untuk memberikan kentang dan alat pengupas pada Yunho.

"Eh?" tanya Yunho bingung.

"Karena hyung tak bisa memasak, lebih baik hyung membantuku mengupas kentang saja." ucap Changmin yang langsung berbalik dan mencuci ayam yang akan ia masak. Dengan gerakan orang yang sudah terbiasa memasak, tak perlu waktu lama bagi Changmin untuk mencuci ayam itu. Begitu selesai. Ia langsung menyiapkan bumbu untuk ayam itu, dan merebus ayam beserta bumbunya. Sementara menunggu, Changmin menyiapkan bumbu-bumbu lain dan membuat saus.

"Changmin-ah! Aku sudah selesai mengupas kentangnya!" ucap Yunho sambil menunjukkan hasil karyanya pada Changmin.

Changmin terdiam menatap kentang yang ukurannya entah bagaimana hanya tinggal separuh dari ukuran aslinya itu.

"Uh, oke. Terima kasih banyak hyung." ucap Changmin yang langsung mengambil kentang itu dan memotong-motongnya dengan ukuran yang agak besar, dan merebusnya bersama garam.

"Hyung, tolong kalau sudah lima menit, saring kentangnya ya." instruksi Changmin pada Yunho yang daritadi menatapnya penuh minat.

"Oke Changmin-ah." ucap Yunho yang berdiri di samping rebusan kentang sambil mengamati jam tangannya.

Melihat Yunho yang bisa ditinggal, Changmin bergerak untuk mencuci daun bawang dan cabai merah, kemudian memotong-motongnya dengan ukuran yang agak besar. Tak lupa juga ia mengiris bawang bombay untuk penyedapnya.

"Changmin-ah, sudah lima menit."

"Oke hyung, angkat panci, dan saring kentangnya." ucap Changmin yang kini memperhatikan ayam rebusannya.

"ARGHH!"

Changmin langsung menoleh ke asal teriakan itu, dan menemukan tangan Yunho yang memerah.

"Dasar bodoh!" seru Changmin yang langsung mengulum jari Yunho yang memerah.

Yunho yang tadinya akan protes karena dikatai 'bodoh' langsung kicep di tempat. Sirkuit otaknya langsung putus begitu ia melihat jemarinya menghilang di dalam mulut Changmin, bersamaan dengan sesansi lidah Changmin yang melingkari jarinya terluka.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Yunho langsung berdetak tak karuan, dan kali ini ia merasakan wajahnya mulai memanas.

Sementara itu, Changmin yang hanya berpikir mengenai jari Yunho berjalan membawa Yunho ke wastafel. Ia melepaskan kulumannya pada jari Yunho dan meletakkan jari Yunho pada air dingin yang mengalir.

"Dasar hyung bodoh! Mana ada orang yang memegang panci panas dengan tangan kosong! Jarimu jadi terluka kan!" marah Changmin yang terus memperhatikan kondisi jari Yunho. "Sudah, hyung disini saja dan mendinginkan tangan hyung. Aku saja yang akan meneruskan memasaknya."

Yunho hanya sanggup menganggukkan kepalanya dalam diam. Pikirannya masih tak bisa berjalan dengan normal karena efek lidah Changmin tadi. Jadi lebih baik ia diam saja disini dan mencoba menenangkan dirinya.

.

.

Tak perlu waktu lama, dan Yunho bisa mencium aroma lezat dari masakan Changmin. Dan dengan apron yang sudah terlepas, Changmin menghampiri Yunho.

"Bagus. Ini tak akan meninggalkan bekas karena atadi langsung cepat didinginkan. Aku punya salep luka bakar di tasku, nanti akan kuberikan padamu. Tapi sekarang makan dulu, hyung." ajak Changmin yang ternyata sudah menyiapkan segalanya di meja makan.

"Nah, ini Dakbokkeumthang buatanku. Semoga rasanya sesuai dengan seleramu, hyung." ucap Changmin yang kini menyendokkan nasi beserta lauknya untuk Yunho. "Ini hyung."

Yunho menerima piring itu dengan senyum dan langsung bersiap untuk menyendok makanannya.

"Enak sekali Changmin-ah!" seru Yunho senang saat merasakan masakan buatan Changmin.

"Syukurlah kalau cocok untukmu hyung. Tadi memang kubuat tak terlalu pedas, karena aku pernah dengar dari Kyuhyun kalau kau tak terlalu kuat makan makanan pedas."

Dan demi mendengar nama Kyuhyun, percakapan di meja makan itu langsung berhenti seketika. Eskpresi wajah Yunho langsung berubah menjadi dingin dan tanpa emosi.

Kyuhyun. Ya, Kyuhyun. Kekasih dari seorang Jung Yunho.

Atmosfer yang tadinya ringan itu tiba-tiba terasa menekan.

'Kyuhyun...' batin kedua namja itu dengan perasaan yang berantakan.

.

.

.

.

.

.

~TBC~

Ela datang lagi~!

Dan maaf buat yang nungguin Domestic Life of Pedophillia, itu sudah jadi separuh, dan tiba-tiba mood WonKyu Ela kembali meluap-luap. Dan karena ff ini juga ud lama banget gak di apdet, jadi demia melampiaskan hormon WonKyu-nya Ela, Ela lanjutin ff nyang ini dulu deh~

Maafin ya, buat yang sudah lama nunggu ff ini.. Kali ini Ela buat sampai 4200wordcount biar puas deh~

Last, review kalian selalu jadi penyemangat Ela buat ngetik lagi biarpun lagi sibuk, jadi jangan ragu-ragu buat ninggalian jejak ya~