.
.
'Changmin...' batin kedua orang itu dengan perasaan yang sama kacaunya.
.
.
'Kyuhyun...' batin kedua namja itu dengan perasaan yang berantakan.
.
.
I Love my boyfriend..
But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..
I Love my boyfriend..
But I can't avoid the fact that you completed me..
I love my boyfriend..
But I love you more than I love him now..
But you are my friend's boyfriend..
It's so...complicated..
.
.
.
Author Ela JungShim presents
An Alternate Universe fanfiction
"Complicated in Love" ch 6
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)
Rate : sementara T
Length : 6 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior
Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu
This is HOMIN-WONKYU Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN dan WONKYU. Bagi yang tidak suka, silahkan agkat kaki dari fanfic ini.
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
.
Kedua namja yang mendapat peringkat satu dan dua di kampus DongBangJunior itu bergerak-gerak resah di atas tempat tidur masing-masing. Keduanya tak sanggup memejamkan mata karena ada begitu banyak hal yang menari-nari di benak keduanya.
Kejadian satu hari ini benar-benar membuat hati dan pikiran keduanya kacau-balau.
Pikiran rasional keduanya menolak memikirkan dan mengartikan sesuatu yang berubah pada diri mereka hari ini. Tetapi hati mereka tak sejalan dengan sang pikiran.
Setiap orang bisa berbohong dengan mulus kepada orang lain. Tapi tak akan ada seorangpun yang bisa berbohong pada hati nurani masing-masing.
Dan saat ini, hati mereka tengah bergolak hebat karena memikirkan seseorang yang asing. Seseorang yang hanya baru sebentar mereka kenal, namun tak ayal mampu memberikan suatu perasaan yang membuat keduanya tersiksa dengan memikirkannya saja.
Dan buruknya, situasi keduanya saat ini dalam keadaan yang cukup rumit. Dan mengingat kenapa keduanya berada dalam posisi yang rumit ini malah membuat keduanya merasa kesal.
"Aish! Chwang sial!" keluh namja berkulit seputih susu itu dengan sepasang bibir yang mengerucut kesal.
"Shit! Dasar Kyu sialan!" kesal namja bertubuh kelewat tinggi itu sambil menautkan kedua alisnya dengan penuh kekesalan.
"Dia harus membayar ini semua!" seru keduanya bersamaan dari tempat yang berbeda, sebelum keduanya menutup tubuh dan kepala mereka dengan selimut tebal.
"Lihat saja besok!" seru keduanya lagi di dalam gulungan selimut masing-masing.
.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
Pagi itu setelah di antar ke kampus dengan sopir pribadi masing-masing(Yunho dan Siwon) dua namja manis berpredikat uke highclass itu menyusuri kampus mereka dengan kepala yang terdongak tinggi dan wajah yang dingin dan tak terbaca. Masing-masing dari mereka berkutat dengan smartphone-nya di tangan kanan, sedangkan di tangan kiri masing-masing namja itu sudah terdapat kantong kertas coklat yang terlihat menggembung dengan isinya yang pastinya banyak.
*ping!*
B by_Kyu88 : Membolos saja hari ini. Aku mau bicara padamu. Tiang listrik.
.
.
*ping!*
Shim_Chw ng88 : Aku memang sudah berniat akan menyuruhmu membolos karena aku mau bicara denganmu. Gendut.
Shim_Chw ng88 : Kau yang duluan mengajakku, jadi kau harus bersiap-siap. Jutawan.
.
.
*ping!*
B by_Ky88u : Kau sendiri juga tadi berniat mengajakku, jadi kau yang harus bersiap-siap. Orang kaya.
.
.
*ping!*
Shim_Chw ng88 : Jangan harap aku mau. Rakus.
.
.
*ping!*
B by_Kyu88 : Kau pikir aku sudi? Perut karet.
.
.
*ping!*
Shim_Chw ng88 : Sudah kau jangan berisik. Aku sudah hampir sampai. Lambat.
.
.
*ping!*
B by_Kyu88 : Kau sendiri yang mulai. Aku juga sudah di dalam lift. Tuan sok rajin.
.
.
*ping!*
Shim_Chw ng88 : Naik lift? Dasar pemalas! Pantas saja badanmu melar disana-sini. Kucing gendut pemalas.
.
.
*ping!*
B aby_Kyu88 : Bilang saja kau iri dengan tubuhku yang sexy dan montok ini. Kerempeng.
.
.
*ping!*
Shim_Chw ng88 : Oh, terima kasih pujianmu. Badanku memang langsing dan tinggi, makanya aku kerja sambilan sebagai model, dan bisa bertemu Wonnie hyung.
.
Degg!
Sosok yang berdiam di dalam lift itu membeku. Jemarinya yang sedari tadi lincah menyahuti ocehan sahabatnya melalui bbm itu kini terpaku dan tak bisa di gerakkan. Sepasang mata sewarna lelehan karamel itu menatap terus-menerus pada layar smartphone-nya yang tengah menampilkan pesan tertulis dari sahabatnya itu. Sementara wajah yang tadi nampak dingin kini mulai hancur .
"Wonnie hyung, huh?" ucapnya dengan nada sinis tingkat akut yang sangat tak sesuai dengan ekspresi wajahnya sekarang ini. " Sialan kau Chwang!"
.
.
*ping!*
B by_Kyu88 : Siapa yg memujimu, orang besar kepala. Setidaknya aku tak perlu bersusah jadi model untuk mendapatkan kekasih. Cukup Yunnie hyung bermain film di lokasi high school-ku dulu, dan voila kami jadi sepasang kekasih.
.
Degg!
Figur yang tadi menapaki tangga dengan cepat namun anggun itu langsung berhenti begitu saja. Tatapannya terpancang pada layar smartphone-nya. Pesan yang dikirimkan sahabatnya itu membuat ekspresi dingin yang hampir terkesan sombong itu langsung pecah. Ekspresi wajahnya kini terlihat sangat kacau.
"Kekasih... Yunnie hyung..." gumamnya lirih. "Kau menyebalkan Kyu!"
.
.
*ping!*
Shim_Chw ng88 : Aku tak butuh mendengar kisah cintamu dengan 'Yunnie hyung'-mu itu. Aku sudah akan sampai. Dasar siput gendut yang lambat.
.
.
.
.
.
Sebuah pintu yang berada di atap gedung rektorat itu terbuka dan menampilkan sosok langsing tinggi bak model yang langsung melangkah ke atap dan menatap sekeliling.
"Kyu benar-benar siput gendut yang sangat lambat!" ejek namja tinggi yang bernama Changmin itu.
"Siapa yang kau panggil lambat kalau sebenarnya malah kau yang telat datang kemari, huh? Naik lift itu lebih cepat daripada jalan kaki naik tangga, bodoh."
Sebuah suara yang familiar itu mengagetkan Changmin yang sudah akan berjalan ke tepi atap untuk melihat pemandangan di sekitar. Kepala namja manis itu langsung berputar dan menengadah, untuk menemukan sang sahabat sudah bertengger manis di atas atap kecil tempat pintu masuk itu.
"Kukira siput lambat sepertimu akan datang telat seperti biasanya Kyu. Lagipula, lebih sehat berjalan naik tangga daripada bermalas-malasan naik lift." remeh Changmin yang kini berjalan ke arah sahabatnya itu dan menaiki tangga besi yang menempel di tembok. Dan setelah ia sampai dan duduk bersila di depan partner in crime-nya itu, ia bisa melihat adanya kantung kertas lain di sana.
"Sepertinya kita akan membicarakan hal yang membuat kita saling merasa bersalah, eoh?" ucap Changmin sambil menyodorkan kantung kertasnya pada Kyuhyun.
Namja manis berpipi gembil itu melirik isi kantung kertas itu, dan kini gilirannya untuk memberikan kantung kertas miliknya pada Changmin. "Sepertinya sih begitu."
Changmin mengeluarkan berbagai makanan kesukaannya yang berlabelkan restaurant-restaurant favorite-nya dari dalam kantung kertas yang di berikan Kyuhyun padanya. "Kau sampai sengaja mampir ke tempat-tempat favorite-ku untuk membelikan macam-macam masakan kesukaanku. Sepertinya kali ini kau sangat merasa bersalah ya." komentar Changmin santai.
"Bercerminlah Changmin." balas Kyu sambil mengeluarkan mangkuk dan piring yang di tutup plastik styrofoam. "Kau bahkan sampai memasakkan sendiri berbagai masakan kesukaanku. Jadi, kau habiskan belanjaanmu kemarin dan memasak ini semua untukku, huh?" balas Kyuhyun sambil menatap sahabatnya itu.
"Tak masalah. Toh kemarin Yunho hyung yang membayar semua belanjaanku..." ucap Changmin santai, yang ternyata malah membuat keduanya akhirnya bungkam.
Kedua sahabat itu saling bertatapan dengan intens, sebelum keduanya saling memalingkan muka.
"Maafkan aku." | "Aku minta maaf."
Wajah yang tadi saling berpaling itu kini kembali bertatapan secepat kilat setelah mendengar ucapan masing-masing yang keluar dari bibir masing-masing, namun dalam waktu yang bersamaan itu.
"Kau.." ucap keduanya bersamaan.
.
.
.
"Aish! Sial! Ini rasanya awkward sekali Kyu!" seru Changmin setelah keduanya hanya berdiam dan saling bertatapan.
"Kali ini aku setuju denganmu. Menjijikkan sekali rasanya mendengarmu minta maaf padaku."
Changmin mendelikkan mata bambinya.
"Kau pikir aku tak merinding disko saat mendengarmu berkata 'Maafkan aku~' " balas Changmin dengan nada mengejek.
Kini gantian mata kamarel itu yang melotot.
"Haaahh, sudahlah. Bertemu denganmu benar-benar membuatku lapar." ucap Kyuhyun sambil meraih mangkuk di hadapannya dan mulai mengambil sumpit untuk mengicipi masakan enak buatan Changmin yang sangat jarang sekali ia rasakan.
"Sama. Aku juga lapar." setuju Changmin sambil membuka label plastik penutup makanan favorite-nya itu.
Dan akhirnya keduanya makan dengan semangat sambil berdiam diri.
.
.
.
.
.
"Hey, Min. Masakanmu memang selalu enak. Apa kau beberapa hari ini memasak untuk Yunnie hyung? Kau tak membiarkannya kelaparan kan?" tanya Kyuhyun tiba-tiba saat ia melahap makanan buatan sahabatnya itu.
Changmin melirik sahabatnya sekilas, dan kembali menunduk untuk berkonsentrasi dengan makanannya.
"Ya. Aku memasak untuknya." jawab Changmin setelah diam beberapa saat. "Kau sendiri? Bagaimana masakan buatan Wonnie hyung? Pasti lebih enak di masakkan olehnya daripada harus membeli makanan dari luar terus kan?"
Kini gantian Kyuhyun yang akhirnya menunduk.
"Chwang." | "Kyu."
Kedua orang itu saling memanggil nama sahabat mereka dalam waktu yang bersamaan.
Keduanya terdiam.
Keduanya saling menatap dengan tatapan yang sama-sama sulit di artikan.
Akhirnya Changmin yang menghentikan suasana akward itu dengan mengusak rambutnya dengan kesal.
"Sudah! Aku duluan saja yang berbicara!" putus Changmin yang akhirnya tak sabar.
Kyuhyun akhirnya mengangguk dan menunggu Changmin untuk berbicara.
Changmin menggigit bibirnya tak yakin, dan tangannya terus mengacak rambutnya sendiri dengan nervous.
"Kyu...aku..."
Changmin berhenti.
Namja kelebihan kalsium itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya demi mengurangi rasa gugup dan rasa bersalah yang berpusar di dalam hatinya.
"KyumaafakusepertinyamenyukaiYunhohyung." ucap Changmin dengan sangat cepat saking gugupnya dia.
Kyuhyun mengerjapkan matanya bingung sambil berusaha mencerna apa maksud ucapan Changmin yang sangat cepat itu. Biarpun ucapan Changmin sangat cepat, tapi sepertinya tadi ia mendengar kata 'menyukai' dan kata 'Yunho hyung'.
.
..
...
Sepasang mata karamel Kyuhyun membulat tak percaya saat ia bisa mencerna apa maksud Changmin.
Dan saat ia melihat sahabatnya itu akan berbicara lagi, Kyuhyun dengan cepat membungkam mulut Changmin dengan kedua tangannya.
"MaafkanakujugakarenaakujugasepertinyamenyukaiSiwonhyung!" ucap Kyuhyun cepat.
.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
"Yunnie, apa kau masih berpacaran dengan kekasihmu yang bernama Kyu itu?" tanya seorang yeoja di seberang line telepon.
Yunho terdiam sejenak saat tiba-tiba Umma-nya itu meneleponnya dan langsung bertanya hal seperti itu padanya.
"N-ne Umma. Aku masih berpacaran dengan K-Kyu." sahut Yunho dengan suara yang agak kaku saat ia menyebutkan nama kekasihnya.
Seharusnya, saat menyebutkan soal kekasih, benaknya harusnya membayangkan mengenai wajah manis berpipi gembil dengan kulit seputih susu. Namun sekarang ini yang terbayang di otaknya kenapa malah wajah manis berhias mata bambi dan berbibir lebar menggoda itu?
"...nie? Yunnie? Apa kau masih disana?"
Panggilan di line seberang itu berhasil mengembalikan pikiran Yunho ke masa sekarang ini.
"N-ne Umma. Ada apa? Kenapa tiba-tiba Umma bertanya begitu?"
"Maafkan Umma Yunnie. Umma tak sanggup membujuk Appa-mu yang keras kepala itu. Jadi Umma mohon, putuskan hubunganmu dengan Kyu itu, karena kau sudah di jodohkan dengan anak dari teman Appa-mu."
"A-apa yang kau katakan, Umma?" tanya Yunho tergagap saat mendengar ucapan Ummanya yang membuat sirkuit otaknya agak kacau.
"Yunnie, Umma bilang kalau kau sudah di jodohkan dengan anak teman Appamu. Jadi Umma mohon, putuskan hubunganmu dengan Kyu itu. Sudah ya Yunnie. Itu saja yang mau Umma katakan kepadamu."
Klik.
.Tut.
Yunho kini hanya bisa terdiam dan menatap ponselnya dengan tatapan bingung dan tak percaya.
"APA-APAAN INI?!" teriaknya bagai orang gila.
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
"Wonnie, apa kau sayang dengan Ummamu ini nak?" tanya Choi Minyeon sambil mengusap surai anaknya yang menyandar manja padanya.
"Tentu saja Umma. Aku akan selalu sayang padamu." jawab Siwon mantap.
"Kalau begitu, bisakah Wonnie kabulkan satu permintaan Umma?"
"Apapun untukmu, Umma." sahutnya menggombali sang Umma sendiri.
Choi Minyeon menghela nafasnya sejenak.
"Kalau begitu, bisakah kau terima pertunanganmu dengan anak rekan kerja Appamu nak?"
Namja berparas tampan yang menjadi model ternama itu terdiam sejenak, sebelum ia menegakkan tubuhnya dan menatap Ummanya dengan tatapan tak percaya.
"Umma! Apa maksud ucapan Umma?" tanya Siwon tak percaya.
"Bukankah kau sudah berjanji akan mengabulkan permintaan Umma, Choi Siwon?"
"Ya aku sudah berjanji, tapi—"
"Dan kau sendiri yang berkata akan mengabulkan apapun permintaan Umma." potong Choi Minyeon cepat.
"Iya Umma, tapi—"
"Berarti tak ada alasan kau menolak mengabulkan permintaan Umma kan?"
Siwon mendesah keras, dan itu membuat ekspresi di wajah Umma Choi itu menjadi penuh rasa bersalah.
"Maafkan Umma. Tapi apa kau masih menjalin hubungan dengan pemuda Changmin itu?"
Siwon mengangguk kaku mendengar ucapan Ummanya. Pikirannya yang tadi kacau jadi semakin kacau.
Kenapa? Kenapa saat mendengar kalau ia akan di jodohkan, hanya wajah manis berpipi bulat menggemaskan itu yang memenuhi bayangnya? Mengapa namja manja berkulit halus seputih susu itu yang membuatnya kalut saat ia mendengar kalau ia akan bertunangan dengan orang lain? Bukankah kekasihnya itu adalah Changmin?
"Maafkan Umma Wonnie. Tapi pertunangan kalian sudah di putuskan. Umma harap kau bisa mengakhiri baik-baik hubunganmu dengan Changmin, dan menerima pertunangan ini dengan lapang dada." ucap Choi Minyeon sambil beranjak pergi dan meninggalkan putranya yang terdiam di ruang keluarga rumah utama Choi.
.
.
.
.
.
.
.
.
~TBC~
Ela kembali bawa lanjutan ff complicated ini~!
Dan makin Ela bikin complicated karena sebelum melihat bagaiaman reaksi Changmin-Kyuhyun tentang pengakuan sahabatnya masing2, ternyata Yunho dan Siwon masing-masing sudah punya tunangan dari perjodohan yang dibuat kedua orang tua!
Soal tunangan YunWon, ela masih mikir cast siapa yang mau ela masukkan disini. Mau anak kpop, atau Original Character macam namanya Umma Choi?
Sudah ah, ela ciao dulu karena langsung mau siap-siap kerja nih~
Jadi kalau sempat, tinggalkan jejak ya, karena ela buat ff ini juga penuh perjuangan loh~
