"KyumaafakusepertinyamenyukaiYunhohyung." ucap Changmin dengan sangat cepat saking gugupnya dia.
Kyuhyun mengerjapkan matanya bingung sambil berusaha mencerna apa maksud ucapan Changmin yang sangat cepat itu. Biarpun ucapan Changmin sangat cepat, tapi sepertinya tadi ia mendengar kata 'menyukai' dan kata 'Yunho hyung'.
.
..
...
Sepasang mata karamel Kyuhyun membulat tak percaya saat ia bisa mencerna apa maksud Changmin.
Dan saat ia melihat sahabatnya itu akan berbicara lagi, Kyuhyun dengan cepat membungkam mulut Changmin dengan kedua tangannya.
"MaafkanakujugakarenaakujugasepertinyamenyukaiSiwonhyung!" ucap Kyuhyun cepat.
.
.
.
.
I Love my boyfriend..
But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..
I Love my boyfriend..
But I can't avoid the fact that you completed me..
I love my boyfriend..
But I love you more than I love him now..
But you are my friend's boyfriend..
It's so...complicated..
.
.
.
Author Ela JungShim presents
An Alternate Universe fanfiction
"Complicated in Love" ch 7
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)
Rate : sementara T
Length : 7 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior
Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu
This is HOMIN-WONKYU Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN dan WONKYU. Bagi yang tidak suka, silahkan agkat kaki dari fanfic ini.
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
.
Changmin membulatkan kedua mata bambinya saat mendengar ucapan sahabatnya itu. Ia melepaskan tangan Kyuhyun yang membekap mulutnya, dan menggenggamnya. Tubuhnya terduduk lemas dengan wajah tak percaya.
"Ya Tuhan... apa yang sedang terjadi sekarang ini..." gumamnya Tak percaya.
Kyuhyun membalas genggaman Changmin dengan erat. Wajahnya sama lemasnya dengan wajah sahabatnya itu. "Aku sendiri juga tak tahu.." gumamnya. "Maafkan aku Chwang... maafkan aku..." 'karena sudah dengan lancang menyukai kekasihmu' lanjut Kyuhyun dalam hati, yang tak sanggup ia ucapkan pada sahabatnya itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Ini gila Kyu. Aku masih mempunyai Wonnie hyung, tapi mengapa semudah ini aku bisa... menyukai Yunho hyung?" lirih Changmin yang dibalas dengan remasan lembut dari tangan Kyuhyun.
Changmin mendongak dan mendapati pancaran rasa bersalah di mata Kyuhyun. Perasaan yang sama yang kini tengah di alami Changmin.
"Aku pun sama, Minnie. Aku tahu Siwon hyung itu kekasihmu, dan aku tak bisa menjaga hatiku. Maafkan aku.." ucap Kyuhyun pelan, yang langsung mendapatkan pelukan erat dari Changmin.
Kyuhyun membalas pelukan Changmin, dan membenamkan dirinya dalam pelukan sahabatnya itu.
"Maafkan aku Kyu..." karena sudah berani menyukai kekasihmu sepenuh hatiku, lanjut Changmin di dalam hatinya, yang tak sanggup ia utarakan pada sahabatnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
"...tak bisa begini terus.."
Kyuhyun melepaskan pelukannya dari Changmin saat mendengar dengungan lirih dari partner in crime-nya itu. "Kau tadi bilang apa Chwang?"
"Kubilang, kita tak bisa begini terus. Kalau ini di teruskan, aku takut ini semua akan semakin parah. Baru begini saja aku sudah merasa seolah mengkhianati Wonnie hyung, apalagi jika ini di teruskan."
Kyuhyun terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk. "Aku pikir keputusan nekat kita untuk bertukar pasangan adalah keputusan paling buruk yang pernah kita ambil."
Changmin mengangguk membenarkan.
"Benar. Lebih baik kita akhiri ini sesegera mungkin."
Kyuhyun mengangguk.
"Ya, sesegera mungkin."
.
.
.
.OHoMinWonKyuOo.
.
.
.
"C-Changmin, k-kau mau kemana?" tanya Yunho yang melihat Changmin keluar dari kamarnya dengan membawa koper dan tas ranselnya.
"Ah, Yunho hyung." panggil Changmin dengan senyum palsu yang kini terpampang di wajah manisnya. "Masalahku dengan namjachinguku sudah selesai dengan baik. Jadi sekarang aku akan kembali tinggal bersama namjachinguku. Terima kasih sudah mau menampungku selama ini." bohong Changmin dengan mulusnya sambil membungkukkan badannya ke arah Yunho.
"A-ah, aku ikut senang kalau masalahmu dengan... um... namjachingumu sudah selesai." ucap Yunho dengan agak tidak rela. Apalagi ia tadi merasakan hal tidak menyenangkan di dalam hatinya saat ia seolah di sadarkan kalau namja manis di depannya ini sudah memiliki seorang kekasih.
Sudah ada seseorang yang sudah mengklaim Changmin, dan orang itu bukanlah dirinya.
"Terima kasih hyung. Kalau begitu aku pergi dulu." pamit Changmin sambil mengangkat ransel dan menarik kopernya. "Ah, aku sudah menyimpan sup ayam yang tadi di dalam kulkas. Jika hyung lapar, hyung tinggal memanaskannya saja di microwive. Dan baju kotor hari ini sudah kukirimkan ke laundry yang biasa. Nota-nya sudah kuletakkan di tempat biasa, oke?"
Yunho mengulangi semua ucapan Changmin dalam gumaman kecil, dan Changmin mengangguk puas.
"Baiklah, kalau begitu mungkin ini pertemuan terakhir kita." ucap Changmin sambil tersenyum. "Selamat tinggal, Yunho hyung."
Dan Yunho hanya sanggup membeku di tempat, karena sungguh mati ia tak percaya melihat adanya air bening yang menetes dari sepasang mata bambi yang begitu ia kagumi itu.
'...mungkin ini pertemuan terakhir kita. Selamat tinggal, Yunho hyung...'
Yunho tersentak dari kebekuannya dan langsung berlari keluar menyusul Changmin. Dan naasnya, hanya deru taxi yang berjalan pergi yang bisa ia lihat.
"Changmin!" seru Yunho sambil berusaha mengejar taxi yang berlalu dengan cepat itu. "Changmin! Shim Changmin!" panggil Yunho keras dengan nafas tersengal saat taxi itu semakin lama semakin tak terjangkau dan menghilang dari pandangannya saat berbelok di tikungan yang jauh.
Yunho hanya bisa terduduk lemas dan mengacak rambutnya frustasi. Bayangan air mata Changmin yang mengalir di wajah tersenyumnya itu sungguh mengoyak hati Yunho dalam seketika.
"Changmin... mengapa kau mengucapkan selamat tinggal dan menangis seperti itu?" gumam Yunho dengan wajah keruh.
.
.
.
Changmin mendengarnya.
Ia mendengar Yunho memanggil namanya dengan keras. Namun tak ada yang bisa ia lakukan selain mengacuhkannya.
Ia pikir perasaan sukanya pada Yunho tidaklah sedalam ini. Tapi ternyata, saat ia mengucapkan selamat tinggal, baru ia sadari kalau mungkin yang ia rasakan pada Yunho bukanlah perasaan suka, namun rasa cinta.
Sebuah rasa yang akan menyakiti hatinya saat ia harus pergi meninggalkan Yunho—kekasih dari sahabatnya dan—orang yang ia cintai.
Sebuah rasa yang membuatnya menangis deras tanpa suara di dalam taxi yang membawanya pergi jauh dari seorang Jung Yunho.
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
"Siwon hyung, aku pergi dulu." ucap Kyuhyun pelan sambil menarik kopernya keluar dari kamar yang selama ini ia tempati.
Siwon yang sedang membelakangi Kyuhyun menganggukkan kepalanya. "Hati-hati di jalan Kyuhyun. Kau akan pergi kema—Kyuhyun! Kau mau kemana?!" seru Siwon kaget saat ia berbalik dan melihat Kyuhyun sudah bersiap pergi dengan koper besarnya. Koper yang sama yang digunakan Kyuhyun saat pertama kali ia datang ke tempat Siwon.
"Uhm, aku akan pulang, hyung. Aku hanya menumpang tinggal disini sampai masalahku dengan namjachinguku selesai. Dan kemarin kami sudah berbaikan, jadi aku akan kembali tinggal bersamanya." ucap Kyuhyun dengan alasan bohong yang sama dengan yang sudah ia sepakati dengan Changmin pagi tadi.
Siwon hanya bisa tersenyum kaku dan berucap, "Ah, selamat kalau kalian berdua sudah berbaikan. A-aku turut senang."
Kyuhyun mengangguk dengan wajah yang ia paksakan terlihat senang. "Terima kasih hyung, karena sudah mau menampungku selama ini, memasakkanku makanan yang enak, mengantar dan menjemputku ke kampus, dan lain sebagainya. Aku tak akan pernah melupakan semua kebaikan yang sudah Siwon hyung berikan padaku."
"Kyuhyun..."
"Terima kasih atas semua kebaikanmu Siwon hyung." Kyuhyun membungkukkan badan dan tersenyum pada Siwon.
Siwon terperanjat kaget dan langsung meraih lengan Kyuhyun. Siwon menarik lengan Kyuhyun dan membuat namja manis itu hanya berjarak satu langkah darinya. "Kyuhyun, kenapa kau menangis?" tanya Siwon yang langsung berusaha menghapus tetesan air mata yang mengalir dari mata indah Kyuhyun. Sungguh sakit hatinya melihat mata yang selalu berbinar indah itu kini tergenang air mata kesedihan.
Kyuhyun menepis tangan Siwon dan mengusap pipinya sendiri. "A-aku hanya menangis karena aku orang yang sensitif pada ucapan perpisahan, hyung. Jangan dipikirkan. A-aku pergi Siwon hyung. Selamat tinggal." ucap Kyuhyun yang langsung cepat-cepat beranjak pergi.
"K-Kyuhyun! Kau mau naik apa? Biar aku saja yang mengantarkanmu!" seru Siwon sambil mengejar Kyuhyun yang ia lihat sudah akan memasuki taxi. Tak tahu mengapa, rasanya ia tak rela kalau harus berpisah dengan Kyuhyun sekarang. Ia ingin lebih lama lagi bersama dengan Kyuhyun.
Kyuhyun menggeleng dan menghancurkan harapan Siwon agar ia bisa bersama Kyuhyun lebih lama lagi.
"Tak usah hyung. Aku bisa pulang sendiri. Terima kasih, dan... Selamat tinggal Siwon hyung."
Siwon hanya mampu berdiri terpaku saat ia kembali melihat senyum Kyuhyun yang dihiasi air mata, Hanya sepasang mata tajamnya yang sanggup bergerak mengawasi dan mengikuti setiap gerakan Kyuhyun yang menaiki taxi, dan melaju pergi dari dirinya.
"..Kyuhyun..."
.
.
.
Kyuhyun tersentak kaget. Ia tak tahu dari mana, namun ia seolah mendengar suara Siwon yang memanggil namanya. Dan itu membuat bendungan di matanya runtuh dan kini air matanya mengalir bagaikan air bah.
Kyuhyun tak pernah menduga kalau apa yang ia rasakan pada Siwon bisa sampai sedalam ini. Begitu dalam sampai setiap kali ia mengatakan selamat tinggal, air matanya mengalir tanpa bisa ia cegah.
Ini bukan rasa suka. Perasaan suka tak akan bisa membuatnya menangis sebegini hebat hanya karena ia harus meninggalkan Siwon. Ya Tuhan... ia mencintai Siwon. Seorang Cho Kyuhyun ternyata sudah mencintai Choi Siwon.
.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
"Changminnie, malam ini datanglah ke Restaurant Unamjeong. Berpakaianlah yang rapi, karena malam ini akan ada pertemuan penting dengan rekan kerja Appa."
Changmin mengerutkan keningnya saat mendapatkan pesan dari Umma-nya itu. Sepertinya pertemuan kali ini akan sangat penting, karena Umma sampai menyuruhnya datang dan berpakaian rapi.
Ah, ya sudahlah, tinggal mandi dan memakai baju rapi saja kan? Tidak susah.
"Wonnie hyuuungg, nanti malam aku ada urusan dengan Umma dan Appa. Tidak tahu akan pulang jam berapa. Jika jam sebelas malam aku belum pulang, berarti aku menginap di rumah." teriak Changmin pada Siwon yang tengah mandi setelah memasak sarapan.
"Oke Changminnie." sahut Siwon dengan sama kerasnya.
Changmin menghentikan gerakannya yang sedang menata meja untuk meletakkan masakan yang sudah di buat Siwon.
''Changminnie'...bagaimana rasanya jika Yunho hyung yang memanggilnya begitu?' batinnya sambil melamunkan sesosok orang yang hanya dalam beberapa waktu saja sudah mampu mencuri hatinya. Sesosok orang yang selalu tersenyum riang setiap kali ia mulai mengomel, dan tak pernah berhenti memuji masakannya tiap kali mereka makan bersama.
.
.
.
Siwon yang sudah selesai mandi hanya bisa mengerutkan alis tebalnya melihat Changmin hanya berdiri mematung di sebelah meja makan.
"Changminnie? Apa yang kau lakukan?"
Tubuh ramping Changmin tersentak dan namja manis itu cepat-cepat meneruskan kegiatannya tadi. "A-ah, aku tadi hanya melamun sebentar. Dan Wonnie hyung, jangan terlalu memanjakanku dengan selalu memasak untukku. Aku ini kekasihmu, jadi aku ingin akulah yang memasak untukmu." ucap Changmin sambil tetap membelakanginya.
Siwon hanya terdiam sambil memandangi sosok belakang Changmin. Pikirannya melayang ke kejadian beberapa waktu lalu saat Kyuhyun masih ada disini. Namja chubby nan manis itu pasti akan mengoceh riang sambil menata meja, dan terus-menerus memuji Siwon yang sudah memasakkannya makanan yang banyak.
Sangat berbeda.
Jika Kyuhyun yang ada disini, pasti siluet penuh berisi itu yang tersenyum sambil menata meja. Dan bukan sosok ramping yang terus mengomel dan tak menyukai saat ia memasak setiap hari. Mungkin baginya, lebih menyenangkan saat ia bersama dengan Kyuhyun...
"..hyung? Wonnie hyung? Kenapa kau melamun begitu?"
Siwon mengerjap dan keluar dari lamunannya dan langsung merasa bersalah saat ia melihat Changmin yang menatap khawatir padanya.
"Ah, aku tak apa Changminnie. Aku akan bersiap dan akan mengantarkanmu setelah kita sarapan." ucap Siwon yang langsung berlalu ke kamarnya.
Meninggalkan Changmin yang kini hanya tersenyum sedih. "Bagaimana ini Wonnie hyung? Bahkan aku tak lagi berdebar dan bersemu melihatmu yang hanya memakai handuk."
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
"Kyuhyunnie, nanti malam bersiap yang rapi. Kau ikut pertemuan keluarga kita di restaurant Unamjeong. Jangan sampai terlambat, oke. Umma sayang padamu~"
Kyuhyun menautkan kedua alisnya dan meletakkan kembali ponsel pintarnya sambil kembali bersantai di tempat tidurnya. Tapi ia melirik jam, dan akhirnya memaksakan diri untuk bangun dan keluar dari kamar. Dan moodnya tidak semakin membaik saat ia tak melihat ada makanan apapun yang bisa makan.
Ia menghela nafas dan berkutat di dapur. Bukan membuat makanan, hanya menyeduh kopi untuk keduanya. Kembali ia menghela nafas dan tanpa sadar ia merenung. Merenung mengenai beberapa waktu lalu, dimana setiap ia bangun tidur, sudah ada sarapan yang berbau sedap di dapur. Dan yang terutama, selalu ada Siwon yang tersenyum cerah yang selalu bisa memperbaiki mood buruknya ketika bangun tidur.
.
.
.
Tak sampai satu jam, Yunho sudah berjalan keluar dari kamar mandi. Padahal biasanya ia bisa mandi satu setengah sampai dua jam. Kalau saja tak ingat tentang seseorang yang selalu mengomelinya setiap kali ia mandi berlama-lama, tak mungkin dalam satu jam ia sudah keluar dari kamar mandi.
Dan senyum nya kala ia keluar dari kamar mandi langsung pudar saat ia melihat siluet yang berbeda dari yang ia bayangkan. Yang ia bayangkan setelah keluar dari kamar mandi adalah seorang ramping yang mengenakan apron di tubuhnya, dan nampak serius memasak, tapi tak pernah luput dari mengomel kepadanya. Dan sebut ia aneh, hanya saja, setiap kali mendengar omelannya, ada perasaan bahwa ia benar-benar di perhatikan olehnya, dan itu membuatnya senang.
"..hyung? Yunnie hyung? Kenapa kau hanya berdiri diam di depan pintu kamar mandi?"
Yunho tersentak dari pikirannya, dan mendapati Kyuhyun tengah meletakkan dua cangkir kopi di meja makan yang kosong.
"Ah, tak apa, aku hanya sedikit melamun saja. Kyuhyunnie, cepatlah mandi, nanti kita sarapan di tempat biasa." ucap Yunho sambil berlalu melewati Kyuhyun.
"Ah, hyung, aku lupa. Tadi aku dapat pesan dari Umma kalau nanti malam aku ikut makan malam dengan mereka. Jadi kalau sudah larut malam aku belum pulang, berarti aku menmginap di rumah." ucap Kyuhyun menyampaikan pesan dari ibunya.
"Hm, oke. Tak masalah." sahut Yunho sambil lalu.
Tak menyadari kalau mood Kyuhyun perlahan membaik meski wajah manis itu nampak sangat keruh. "Yunnie hyung, bagaimana ini? Saat kau mempedulikanku, aku merasa sesak, dan saat kau mengacuhkanku begini aku jadi merasa lebih lega?"
.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
"Kyu?"
Namja yang bernama Kyuhyun itu berhenti melangkah dan menoleh. Ia membulatkan mata saat melihat sosok yang ia kenal.
"Chwang?"
"Sedang apa kau disini?" tanya keduanya bersamaan.
"Kyuhyunnie? Waaah, lama sekali ahjumma tak melihatmu!" seru umma Changmin saat melihat sahabat dari putranya itu.
"Aigoo, Changminnie, kau semakin tinggi saja. Ahjumma kangen sekali padamu." Ucap umma Kyuhyun yang langsung menghampiri Changmin dan memeluknya.
Dan begitulah, kedua keluarga yang bertemu di lobby restaurant paling indah yang ada di negeri ginseng itu saling berpelukan dan mengobrol akrab sambil menunggu mereka di antar ke paviliun kecil masing-masing.
"Ah, karena kita sudah bertemu disini, bagaimana kalau kita makan di satu tempat saja? Lagipula acara kami nanti adalah pengumuman berita yang membahagiakan, dan kami ingin membagi kebahagiaan kami bersama kalian." ucap Nyonya Cho sambil menggandeng lengan Nyonya Shim.
Dan jika kedua nyonya itu sudah memutuskan begitu, mana mungkin para suami akan menolak.
Dan kalau sang kepala keluarga saja sudah menyetujui, tentu para putra dan putri mereka akan menurut.
Akhirnya pun bisa di tebak. Tuan Cho dan Tuan Shim duduk berhadapan dengan istri masing-masing berada di sampingnya. Tuan Cho dan Tuan Shim mengobrol mengenai bisnis, dan para istri mulai bergosip. Kedua putra yang seumur jelas duduk berdampingan sambil mengobrol, sementara putri sulung keluarga Cho dan dua putri keluarga Shim akhirnya mengobrol tentang masalah cewek.
Tak perlu menunggu lama, semua makanan andalan restaurant itu sudah di hidangkan, dan dalam waktu yang bersamaan, datanglah dua keluarga yang sama-sama akan memasuki paviliun itu.
"Ah, tamu kami, keluarga Choi sudah datang." sambut tuan Cho yang langsung menyalami rekan kerjanya itu.
"Dan ternyata keluarag Jung juga sudah datang." sambut tuan Shim yang menghampiri kepala keluarga Jung dan mengajaknya untuk duduk bersama.
"Waaah, kita empat keluarga bisa berkumpul di waktu yang sama seperti ini sungguh menyenangkan sekali~!"
Semua terlihat senang dan tertawa ceria, sementara empat putra dari masing-masing keluarga itu hanya sanggup saling bertatapan dengan rasa campur aduk yang berkecamuk di benak mereka.
Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Siwon dan Jung Yunho. Keempatnya terus bertukar pandang dengan tatapan yang tak bisa dipahami dengan gamblang.
Empat namja itu hanya bisa saling berdiam saat empat keluarga itu bercengkrama dan saling mengobrol dengan akrab, sampai suara dari tuan Choi membuat perhatian empat namja itu teralihkan.
"Sebelum kita menikmati makan malam ini, aku ingin mengumumkan bahwa malam ini keluaraga Choi dan keluarga Cho akan berada dalam hubungan kekeluargaan."
Ke-empat namja itu langsung bertatapan tak percaya mendengar ucapan tuan Choi. Empat pasang mata itu menatap tak sabar pada tuan Choi dengan perasaan yang tak bisa diungkapkan.
"Kami akan menikahkan putra kami, Choi Siwon, dengan putri sulung keluarga Cho, Cho Ahra."
"Ah, berita yang sangat menyenangkan! Keluarga Jung juga akan menjalin hubungan keleuargaan dengan keluarga Shim. Kami akan menikahkan putra sulung kami, Jung Yunho, dengan putri keluarga Shim, Shim Sooyeon."
.
.
.
.
.
.
.
.
~TBC~
Annyeooongg~!
Ela kembaliiiiiiii..
Akhirnya setelah mencari-cari waktu di sela-sela akreditasi tempat kerja Ela, Ela bisa ngetik dan update ff ini jugaaaaa~!
Buat yang sudah menunggu-nunggu ff ini(emang ada?) akhirnya ff yang complicated ini updateee~! *tebar foto ChangKyu*
Yaaah, sebenarnya selain karena masalah akreditasi, belakangan ada rasa malas juga karena beberapa waktu lalu ada ff Ela yang di plagiat terang-terangan di ffn ini. Dua kali Ela di beritahu teman mengenai ff Ela yang di plagiat, dan yang kali kedua ini ff teman Ela si El Homin juga kena plagiat. Dan mungkin tanpa sadar itu juga cukup membuat rasa malas itu muncul di dalam hati.
Aaah, tapi ya sudahlah. Karena Ela sudah apdet lagi, berarti Ela sudah cukup bisa mengatasi rasa malas itu, dan bisa mencari waktu lega di sela kesibukan akreditasi. Apalagi tadi waktu ngetik, sambil baca semua review yang masuk, jadi bisa semangat terus~
Buat semua reader yang sudah sudi mereview, Ela mohon maaaaffff yang sebesar-besarnya atas keterlambatan apdetnya ff ini TT_TT Semoga kalian semua masih mau baca dan review lagi ff Ela ini.
Dan maaf ya buat yang minta kalau Yunho-Siwon di tunangkan sama Changmin-Kyuhyun~ Kalau segampang itu kan nggak asyik~ Lebih asyik begini kaannn~ *digamparHoMinWonKyu*
Akhirul salam, yang sudah baca, jangan lupa tinggalkan jejak ya~
Dan buat yang menjalankan ibadan puasa seperti Ela, selamat berpuasa ya teman~
