"Kami akan menikahkan putra kami, Choi Siwon, dengan putri sulung keluarga Cho, Cho Ahra."
"Ah, berita yang sangat menyenangkan! Keluarga Jung juga akan menjalin hubungan keleuargaan dengan keluarga Shim. Kami akan menikahkan putra sulung kami, Jung Yunho, dengan putri keluarga Shim, Shim Sooyeon."
.
.
.
.
I Love my boyfriend..
But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..
I Love my boyfriend..
But I can't avoid the fact that you completed me..
I love my boyfriend..
But I love you more than I love him now..
But you are my friend's boyfriend..
It's so...complicated..
.
.
.
Author Ela JungShim presents
An Alternate Universe fanfiction
"Complicated in Love" ch 8
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)
Rate : sementara T
Length : 8 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior
Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu
This is HOMIN-WONKYU Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN dan WONKYU. Bagi yang tidak suka, silahkan agkat kaki dari fanfic ini.
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
.
"TIDAK BISA!"
Delapan pasang mata milik namja dan yeoja paruh baya disana hanya bisa terbelalak kaget saat melihat empat putra penerus dinasti keluarga mereka itu serentak berdiri dan langsung meneriakkan dua kata tadi.
"Apa maksud kalian tidak bisa?" tanya kepala keluarga Jung yang bisa langsung mengatasi perasaan kagetnya melihat putranya juga langsung menolak perjodohan yang sudah mereka rencanakan.
"Appa, kau tahu sendiri kan kalau aku ini gay?" ucap Yunho yang langsung melontarkan alasan paling mudah yang bisa di pikirkan oleh otaknya. "Shim Sooyeon-ssi, maaf, kau memang cantik sekali, tapi sekali lagi maaf, kau punya gender yang salah." ucap Yunho pada putri sulung keluarga Shim itu.
"Yunho!" seru Ibu Yunho yang langsung memarahi putranya karena berkata seperti itu di depan orang banyak.
Namun lain dengan sang Ibu, kepala keluarga Jung itu terdiam sejenak, dan dengan mata penuh pemikiran ia mengalihkan pandangan dari putri sulung keluarga Shim itu ke lelaki muda di sebelahnya. Putra pertama keluarga Shim. Shim Changmin. Setelah terdiam sejenak sambil memandangi Changmin—membuat empunya yang punya nama agak menggeliat tak nyaman darena di pandangi seperti itu—Jung Kangho mengangguk dengan puas.
"Kalau begitu, kita ubah rencananya." ucap Jung Kangho yang langsung membuat perhatian semua orang tertuju kepadanya.
"Apa maksudmu kita ubah rencana, Kangho?" tanya Shim Jaemin, kepala keluarga Shim. "Bukankah kita sudah berjanji untuk menikahkan putra-putri kita?"
Jung Kangho mengangguk mengamini perkataan sahabatnya. "Iya, kita memang berjanji untuk menikahkan putra-putri kita. Tapi karena putraku ini gay, bagaimana kalau kita ubah rencananya menjadi menikahkan putraku dengan putra sulungmu itu? Shim Changmin kan namanya?"
Uhukk! Uhukk!
Suara batuk yang terdengar dari dua tempat langsung membuat semuanya menoleh. Jung Yunho, dan Shim Changmin. Dua namja yang tengah dibicarakan itu sama-sama tersedak air minumnya dan kini sedang berusaha mengendalikan batuknya.
"Nah, lihat saja, reaksi keduanya saja sama begitu. Ini berarti memang kita harusnya menikahkan Yunho dengan putra sulungmu itu,Jaemin. Apa kau setuju?"
Shim Jaemin, kepala keluarga Shim itu memperhatikan putra sulungnya. Dan demi melihat ada semu merah yang mulai terlihat di telinga putranya itu, mau tak mau ia mengulum senyum dan mengangguk. "Benar Kangho. Kurasa kedua putra kita juga tak keberatan sama sekali dengan perubahan rencana kita kali ini. Benar kan Changmin? Yunho?"
Kedua namja muda yang namanya di sebut itu sama-sama menatap ayah mereka masing-masing, sebelum keduanya bertatapan langsung.
"Aku tak keberatan, Appa. Amat sangat tidak keberatan." ucap Yunho tanpa sadar ketika ia memandang namja manis yang belakang ini sudah memenuhi hati dan pikirannya. Dan saat orang tua-nya akan menjodohkan ia dengan Changmin yang sudah membuatnya gila ini, tanpa disuruh otaknya, bibirnya langsung mengatakan persetujuan.
Ucapan yang keluar dari bibir Yunho sontak langsung membuat pipi Changmin ikut bersemu seperti telinganya. Ia menggigit bibirnya, dan akhirnya menundukkan wajahnya karena tak sanggup lagi kalau terus di tatap Yunho seperti itu.
"Yunho sepertinya sangat tak keberatan. Kalau begitu, bagaimana denganmu sendiri nak Changmin?" tanya Jung Kangho yang sepertinya merasa beban berat dihatinya agak terangkat karena sepertinya janji yang ia buat dengan sahabatnya dulu itu akan bisa terlaksana tanpa ia harus memaksa putranya.
Namja muda yang namanya disebut itu langsung mengangkat kepalanya dan menemukan sepasang mata Jung Kangho terarah padanya. Ia kembali menggigit bibirnya karena rasanya ia tak yakin kalau ia bisa bersuara saat ini. Jadi akhirnya ia mengangguk pelan sebelum kembali menundukkan wajahnya yang sekarang sudah merona cantik.
.
.
.
"Appa, aku juga seperti Yunho. Bisakah kalau aku di jodohkan saja dengan Cho Kyuhyun?" ucap Siwon yang langsung membuat semuanya mengalihkan perhatian ke namja tampang berlesung pipi itu.
"Siwon, apa maksudmu?" tanya Choi Kiho, kepala keluarga Choi.
"Appa dan Umma juga tahu kan kalau aku ini gay? Dan aku sudah mengenal Kyuhyun-ah. Aku tak keberatan dengan perjodohan ini hanya kalau aku di jodohkan dengan Kyuhyun-ah." jelas Siwon yang sebenarnya mendapatkan ide ini begitu melihat interaksi keluarga Jung dengan keluarga Shim. Mungkin perjodohan ini tak akan bisa ia elakkan, tapi kalau memang ia harus menikah dengan anak keluarga Cho, dibandingkan dengan Cho Ahra, ia akan lebih senang jika ia bisa menikah dengan Cho Kyuhyun. Dan sepertinya bukan hanya senang, tapi juga ia akan sangat bahagia jika dengan perjodohan ini ia bisa mendapatkan Kyuhyun.
Cho Kyuhyun, namja manis yang membuatnya pikirannya berantakan beberapa hari ini semenjak ia pergi dari rumahnya. Cho Kyuhyun, yang sudah membuatnya selalu merasa bersalah setiap kali ia bertatap muka dengan Changmin, karena ia tahu kalau hatinya itu kini sudah dipenuhi dengan seorang Cho Kyuhyun.
Dan omong-omong soal Changmin, sepertinya setelah acara malam ini, mereka berempat—ia, Kyuhyun, Changmin dan Yunho—harus berkumpul untuk membahas mengenai benang kusut yang sepertinya ada pada hubungan mereka.
"Selain itu, kalau aku dijodohkan dan di nikahkan dengan Cho Ahra, aku tidak bisa menjamin kalau aku bisa membahagiakannya. Kalau dengan Cho Kyuhyun, aku berjanji akan selalu berusaha untuk membahagiakannya selama dia bersamaku." tambah Siwon lagi yang langsung menatap langsung sepasang mata sewarna karamel di hadapannya itu.
Cho Yeonghwan terdiam mendengar ucapan putra sahabatnya itu. Memang sebenarnya ia agak ragu saat akan menjodohkan putri semata wayangnya itu dengan putra sahabatnya. Ahra adalah putri pertama dan putri satu-satunya. Jadi ia sangat memikirkan kebahagian putrinya itu. Awalnya melihat betapa tampannya putra Kiho, ia berharap kalau Siwon bisa membahagiakan putrinya. Namun begitu mendengar kalau Siwon gay, ingin sekali ia membatalkan perjodohan ini.
Tetapi yang paling mengagetkan dirinya adalah saat Siwon menyebutkan nama putranya. Namja itu memanggil nama putranya dengan panggilan 'Kyuhyun-ah' , seolah ia sudah mengenal Kyuhyun dengan dekat...dan ucapan terakhir Siwon yang akan terus berusaha untuk membahagiakan Kyuhyunnya...
"Ahra, apakah tidak apa-apa kalau perjodohan ini terjadinya antara Choi Siwon dengan Kyuhyun?" tanya Cho Yeonghwan pada putrinya itu.
Putri sulungnya itu tersenyum manis dan ia malah mengacak surai sewarna karamel milik adik lelakinya. "Jelas aku setuju, Appa. Apakah Appa tidak lihat kalau babyKyu kita ini sedari tadi sudah tersenyum bahagia sambil tersipu-sipu begini?" ucap Ahra yang satu tangannya kini mecubit pipi chubby adik lelaki kesayangannya itu.
"Noonaaaa~" rengek Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya—meskipun bagi siapa saja yang melihat, jelas sekali bahwa putra keluarga Cho itu memang wajahnya tersipu malu.
Cho Yeonghwan sendiri ikut mengusak rambut halus putranya, dan akhirnya menatap pada namja muda yang sudah membuat putranya tersipu malu itu. "Baiklah, aku sendiri tak akan keberatan kalau perjodohan ini berpindah jadi antara Choi Siwon dengan Cho Kyuhyun. Apa kau juga setuju, Kiho?"
Choi Kiho yang semula sudah ingin menggeplak kepala putranya yang melontarkan kalimat-kalimat aneh itu akhirnya mengurungkan niatnya. "Kalau memang perjodohan ini bisa terjadi dengan dua orang yang sama-sama mau, akupun juga setuju, Yeonghwan."
PLOK! PLOK!
"Nah, kalau sekarang berita yang menyenangkan ini sudah benar-benar menjadi berita membahagiakan bagi semua pihak, ayo kita memulai makan malamnya."
Dan dengan itu, ke-empat keluarga itu akhirnya menikmati hidangan makan malam mereka sambil mengobrol akrab.
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
"Changminnie...sepertinya kita harus bicara." ucap Siwon saat mereka berdua pulang ke tempat mereka tinggal berdua.
Tubuh Changmin menjadi kaku sekejap. Namun ia berusaha mengatur perasaan bersalah, bahagia, bingung dan senang yang berkecamuk di dalam hatinya, dan berbalik.
"Wonnie hyung, kurasa sekarang waktunya belum tepat. Ini sudah larut malam, bagaimana kalau kita istirahat dulu. Kalau memang ingin bicara, kurasa dalam hal ini kita harus juga berbicara dengan Kyu dan Yunho hyung." ucap Changmin dengan lembut, tapi terselip nada dingin di sana.
Siwon menatap kekasihnya—masih pantaskah ia menganggap Changmin kekasih, sementara hatinya selalu memangil dan berkiblat pada Kyuhyun? Masih pantaskah ia memanggil Changmin kekasihnya sementara dalam benaknya selalu terbayang wajah manis Kyuhyun?...dan sepertinya hati Changmin bukan miliknya lagi?—dan mengangguk.
"Baiklah, sepertinya memang kita perlu meluruskan semua masalah ini, bersama dengan Kyuhyun-ah dan Yunho." ucap Siwon mengamini kata-kata Changmin.
Namja yang lebih muda itu menghembuskan nafas lega. "Terima kasih pengertianmu Wonnie hyung. Nanti aku akan mengatur waktu untuk kita berempat bertemu." ucap Changmin seraya berbalik ke arah kamarnya sendiri.
Siwon pun ikut berbalik untuk berjalan menuju kamarnya sendiri.
"Oh iya Wonnie hyung," panggil Changmin yang membuat Siwon menolehkan kepalanya ke arah Changmin. Namun namja yang lebih muda itu tak berbalik menghadap Siwon, sehingga Siwon hanya bisa memandangi punggung Changmin.
"Terima kasih...dan maafkan aku Wonnie hyung..." ucap Changmin dengan suara lirih, sebelum ia berjalan cepat dan masuk ke kamarnya sendiri.
Meninggalkan Siwon yang hanya bisa terdiam mendengar kalimat lirih yang Changmin ucapkan.
"Terima kasih juga Changminnie...dan Maafkan aku.."
.
.
.
.oOHoMinWonKyuOo.
.
.
.
"Yunnie hyung.." panggil Kyuhyun dengan lirih.
Yunho yang sedang bermain game dengan ponselnya langsung menoleh ke arah Kyuhyun yang duduk di sebelahnya.
"Wae, Kyuhyunnie?"
"Um...soal pertemuan tadi..dan, um.. tentang kita.."
"Sudahlah Kyuhyunnie. Ini sudah malam. Kita berdua juga sama-sama sudah lelah. Lebih baik sekarang kita tidak membahas masalah tadi dengan kondisi kita yang sama-sama lelah begini." potong Yunho yang merasa moodnya tiba-tiba menjadi drop. Ia mematikan game-nya dan berdiri dari duduknya.
"Selain itu, kurasa masalah tadi juga menyangkut dengan Siwon dan Changmin-ah. Jadi kurasa kalau kita ingin membicarakan tentang hal yang tadi, lebih baik kalau kita juga mengikut sertakan mereka berdua. Benar kan?"
Kyuhyun terdiam sejenak, sebelum ia mengangguk.
"Kurasa ucapan Yunnie hyung benar. Um..tapi soal bertemu berempat..." Kyuhyun tak menyelasaikan kalimatnya.
Yunho yang tahu apa maksud dari kalimat Kyuhyun yang tidak selesai itu kembali membuka ponselnya.
"Kalau besok aku tak bisa. Besok ada pertemuan membahas tentang drama baru. Mungkin lusa atau besoknya lagi. Dua hari itu aku free."
Kyuhyun mengangguk. "Baiklah Yunnie hyung. Kalau begitu aku akan berbicara dengan Changmin dan mencocokkan waktu kita berempat."
Demi mendengar nama Changmin terlontar dari bibir Kyuhyun, mau tak mau ia jadi teringat dengan namja tinggi dengan mata Bambi itu. Changmin...sahabat dari kekasihnya ini.
Heh, kekasih? Apakah ia masih berhak memanggil Kyuhyun sebagai kekasihnya? Sementara ia sendiri beberapa hari ini seolah gila karena merindukan kehadiran sosok manis yang tinggi itu di kehidupannya? Apakah ia masih berhak memanggil Kyuhyun sebagai kekasihnya sementara ia akan dijodohkan dengan namja impiannya, dan Kyuhyun sendiri akan di jodohkan dengan Siwon? Apakah ia masih berhak menganggap Kyuhyun kekasihnya saat tadi ia melihat bagaimana tatapan Kyuhyun pada Siwon?
Oh Tuhan, sepertinya mereka berempat berada pada hubungan yang sekusut benang.
Yunho mengacak rambutnya dengan kasar. "Baiklah kalau begitu. Aku sudah lelah, aku mau langsung istirahat saja." ucap Yunho yang langsung berjalan menuju kamarnya.
"..Yunnie hyung.."
Panggilan lirih itu membuat Yunho mengentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Di sana, di sofa tempat mereka biasa bercanda bersama, Kyuhyun duduk dan menundukkan kepalanya.
"Yunnie hyung terima kasih...dan.. Maafkan aku.."
Yunho tertegun mendengar ucapan Kyuhyun.
"Jangan bicara aneh-aneh Kyuhyunnie. Aku mau tidur dulu. Selamat malam."
Dan tanpa mendengar balasan dari Kyuhyun, Yunho langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu. Namun tanpa sepengetahuan Kyuhyun, Yunho bersandar di pintu kamarnya sendiri dan dalam gelap ia bergumam, "Terima kasih juga Kyuhyunnie...dan Maafkan aku."
.
.
.
.oOWonKyuHoMinOo.
.
.
.
Hari Jum'at yang bagi para mahasiswa adalah hari yang membahagiakan karena setelah hari ini lewat, mereka tak perlu lagi ke kampus karena sabtu dan minggu adalah hari libur mereka. Hari Jum'at yang penuh keceriaan, dan seolah mengetahui hal itu, matahari brsinar dengan penuh semangat dan burung-burung berkicauan bersaht-sahutan dengan riang.
Namun sepertinya keriangan itu tak bisa menembus hawa muram yang menyelimuti dua uke highclass di universitas DongBangJunior itu. Disaat semua kelas sudah selesai dan para mahasiswa lain pulang dengan semangat tinggi, keduanya berjalan berdampingan dengan wajah muram menuju pintu gerbang kampus mereka.
Dan suasana muram itu jadi semakin terasa menyesakkan saat keduanya melihat ada dua mobil familiar yang sudah menunggu mereka di pintu gerbang.
"Kita bertemu di Babtol Restaurant." ucap Changmin yan di angguki oleh Kyuhyun. Keduanya berpisah dengan Changmin berjalan menghampiri mobil Audi A4 warna putih, sedangkan Kyuhyun berjalan menghampiri mobil AudiA6 berwarna hitam.
Tak perlu menunggu waktu lama sebelum kedua mobil itu berjalan beriringan menuju restaurant mewah yang menyediakan tempat privat yang cocok untuk pembicaraan yang akan mereka lakukan.
Di dalam dua mobil itu, masing-masing penumpangnya tak ada yang berusaha untuk saling memecah keheningan pekat yang menyelubungi. Masing-masing terlalu berkutat dengan pikiran dan hal-hal yang akan terjadi saat akhirnya ke-empatnya berkumpul dan membahas topik sensitif yang menyangkut masa depan mereka berempat.
Keheningan yang sama juga masih menemani keempatnya saat mereka sudah sampai di restaurant itu dan di antar pelayannya ke ruangan VIP yang sudah dipesan oleh Changmin.
Dan saat mereka berempat akhirnya sudah duduk bersama di ruangan yang sama...masih belum ada juga yang bisa memecah atmosfer hening tapi menyesakkan itu. Sampai...
"Maafkan aku karena aku sekarang ini menyukai Yunho/Siwon hyung!"
..dua suara berbeda jenis itu memecah keheningan dengan kalimat yang membuat dua orang lain disana tertegun.
.
.
.
TBC~
Anyyeeeoongg~~ #sok imut #dilempar sendal sama reader
MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA KARENA UPDATE-NYA LAMA #berlutut minta maaf ke para reader
Karena Ela kemarin sudah kombek dengan ff baru, sekarang sepertinya sudah waktunya Ela meneruskan ff-ff Ela yang dari kemaren ikut hiatus~
WonKyu! HoMin!
Yeaayyyy~ Perjodohan kacau ini akhirnya balik ke jalan yang lurus...dan chapter depan adalah waktunya pembahasan serius antara Yunho-Changmin-Siwon-Kyuhyun!
Semoga kalian suka dengan update-an yang butuh waktu berbulan-bulan ini yaaaa..
Semoga update-an berikutnya bisa lebih cepat~
(atau kalau reviewnya banyak, besok mungkin bisa langsung Ela ketik nih kelanjutannya, hihihi)
Sampai jumpa di chapter berikutnya~~
