.

Saat mereka berempat akhirnya sudah duduk bersama di ruangan yang sama... masih belum ada juga yang bisa memecah atmosfer hening tapi menyesakkan itu. Sampai...

"Maafkan aku karena aku sekarang ini menyukai Yunho/Siwon hyung!"

..dua suara berbeda jenis itu memecah keheningan dengan kalimat yang membuat dua orang lain disana tertegun.

.

.

.

I Love my boyfriend..

But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..

I Love my boyfriend..

But I can't avoid the fact that you completed me..

I love my boyfriend..

But I love you more than I love him now..

But you are my friend's boyfriend..

It's so...complicated..

.

.

.

Author Ela JungShim presents

An Alternate Universe fanfiction

"Complicated in Love" ch 9

Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)

Rate : sementara T

Length : 9 of ?

Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior

Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu

This is HOMIN-WONKYU Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN dan WONKYU. Bagi yang tidak suka, silahkan angkat kaki dari fanfic ini.

.

.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

.

.

.

Satu menit...

.

.

.

Lima menit...

.

.

.

Hingga lima belas menit berlalu... belum ada satupun orang yang kembali bersuara semenjak pernyataan yang di ucapkan oleh kedua namja berparas menggemaskan disana. Dua namja lain yang sama-sama terkenal di dunia entertainment itu masih belum bisa jelas memproses ucapan pacar dan tunangan mereka masing-masing.

Sedangkan dua namja manis yang barusan mengungkapkan pernyataan mengagetkan secara bersamaan itu hanya bisa tertunduk cemas menunggu reaksi dua lelaki yang lain.

.

.

.

Karena masih belum juga mendapatkan tanggapan, kedua uke manis itu saling melirik-dengan kepala masih menunduk—dan memutuskan untuk menaikkan pandangan mereka...

.

.

.

...dan keduanya hanya bisa melongo dengan wajah bodoh saat mendapati kalau Yunho dan Siwon, kedua namja tampan itu balas menatap mereka dengan seringai sombong terpasang di wajah gorgeous mereka.

Mendapati kalau kedua namja feminin itu sudah berani menatap mereka, seringai Yunho menghilang dan tergantikan dengan wajah serius yang nampak begitu garang di wajah tampang itu. Lelaki pemain berbagai film itu meletakkan kedua sikunya di meja dan mencondongkan tubuhnya ke arah dua uke itu dengan aura mengintimidasi yang sangat pekat.

"Sedari tadi aku dan Siwon menunggu lanjutan dari pengakuan kalian. Karena kurasa, masih ada satu persoalan penting lagi yang harus kalian beritahukan kepada kami."

Changmin dan Kyuhyun—kedua uke manis itu hanya bisa mengerjapkan kelopak mata mereka dengan raut bingung tercetak jelas di wajah mereka.

"A-ap-apa?" tanya kedua uke ber-IQ tinggi itu degan tergagap tidak elit.

Kali ini giliran Siwon yang membuka suara. Ia berdecak dan menyedekapkan kedua tangannya sambil bersandar di kursinya.

"Seperti yang Yunho katakan, kurasa ada satu pengakuan lagi yang harus kalian lakukan. Dan kami berdua... menunggu."

Kyuhyun menatap kekasih—atau mantan?— dan juga tunangannya—calon—secara bergantian. Melihat ekspresi wajah keduanya, perlahan-lahan ia menoleh ke arah sahabatnya yang teryata juga melakukan hal yang sama.

Tanpa kata, keduanya saling berkomunikasi, dan masing-masing hanya sanggup menelan ludah dengan sulit, karena mereka tahu, sepertinya situasinya jadi semakin berada di luar kendali mereka.

"Ah... umm... a-apa Siwon hyung dan Yunnie hyung... um... sa-saling mengenal?" tanya Kyuhyun takut-takut.

Seringai yang kemudian muncul diwajah kedua seme tampan itu membuat kedua uke itu terpikirkan kata-kata yang sama :

'Gawat! Gawat! Gawat!'

"Se-sejak kapan kapan ka-kalian saling mengenal?" tanya Changmin dengan lirih. Pasalnya, ia dan Kyuhyun benar-benar tak tahu kalau kekasih-kekasih mereka saling mengenal. Yunho adalah aktor pemain film, sedangkan Siwon adalah seorang model, pastinya mereka tak pernah saling bertemu karena masalah pekerjaan, dan tak mungkin mereka saling mengenal. Karena itulah mereka berani bertukar kekasih. Tapi... mungkinkah...?

"Kami sama-sama pelaku dunia entertainment. Biarpun tidak satu lingkup pekerjaan, tapi tentu saja semua pelaku dunia hiburan saling mengenal satu sama lain." ucap Siwon sambil melirik Yunho.

Namja yang di lirik itu kemudian ikut menambahkan, "Apalagi jika tiba-tiba saja ada teman dari kekasih mereka muncul di depan rumah mereka sambil membawa koper."

CRAP!

Changmin langsung meoleh ke arah Kyuhyun, dan saat tatapan sahabat kental itu bertemu, satu kalimat yang sama muncul di benak mereka :

'MATILAH KITA!'

.

.

.

.oOHoMinWonKyuOo.

.

.

.

*Dua minggu sebelumnya*

Di sebuah bar khusus yang memang hanya bisa di masuki oleh orang-orang yang berduit dan juga oleh para pelaku dunia hiburan, di satu sudut ruangan, di sofa-sofa empuk dan meja penuh camilan ringan dan minuman, berkumpullah beberapa icon pengisi majalah dan layar televisi.

Yunho, namja yang sedang asyik menikmati minumannya sambil memperhatikan orang-orang itu langsung menegakkan tubuhnya saat ada sosok tinggi dengan tubuh sempurna memasuki bar.

"Siwon! Hey, Choi Siwon!" teriak Yunho dengan suara keras untuk menyaingi kebisingan di bar tersebut.

Siwon yang mendengar namanya di panggil itu mengedarkan pandangannya, dan menemukan Jung Yunho-lah yang memanggilnya. Ia mengerutkan alis saat berjalan ke arah Yunho—mengingat kalau Cho Kyuhyun, kekasih lelaki itu sedang ada masalah dengan Yunho dan sekarang tinggal di rumahnya. Apa Yunho tahu kalau Kyuhyun sedang tinggal di rumahnya, karena itu ia memanggilnya?

"Yo, Yunho. Ada apa?" tanya Siwon saat ia sudah duduk di sebelah lelaki itu.

"Changmin. Shim Changmin, itu nama kekasihmu kan? Teman dari Kyu." Saat melihat Siwon mengangguk, Yunho langsung melanjutkan, "Apa kau sedang ada masalah dengan Changmin? Karena sekarang dia tinggal bersamaku."

"Hah? Apa maksudmu? Aku sedang tak ada masalah dengan Changmin. Bukannya malah kau yang sedang ada masalah dengan Kyuhyun, makanya sekarang ia tingal denganku?" sahut Siwon dengan wajah bingungnya.

Yunho mengerutkan alisnya mendengar ucapan Siwon. Ia tak sedang ada masalah dengan Kyuhyun. Sedangkan Siwon sendiri juga sedang tak ada masalah dengan Changmin. Lalu kenapa kekasih mereka..?

"Tunggu, tunggu. Jadi, sekarang Kyuhyun menginap di tempatku, dan Changmin menginap di tempatmu?" konfirmasi Siwon saat ia bisa menangkap keanehan yang berkutat di sekitar mereka.

Yunho mengagguk mengiyakan ucapan Siwon. Ia menggelengkan kepala dan meraih gelas minumannya. "Perasaanku jadi tak enak mendengar tindakan mereka berdua. Tak tahu lagi apa rencana aneh mereka berdua sampai berbohong dan malah tinggal berbalik dengan kita."

Siwon ikut meraih minuman di meja dan mengisi gelasnya. "Benar sekali. Kalau mereka berdua sedang berbuat aneh-aneh begini, yang bisa kita lakukan hanya diam dan mengikuti apa yang mereka rencanakan sambil melihat perkembangan satu sama lain."

"Yup. Mari kita lihat perkembangan dari tindakan-tindakan mereka." ucap Yunho yang mengacungkan gelas minumannya ke arah Siwon, yang langsung di sambut oleh dentingan suara gelas beradu.

.

.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

.

.

Changmin dan Kyuhyun kembali saling bertatapan, dan raut wajah bersalah jelas terpampang di wajah manis mereka berdua.

"Maafkan kami.." gumam keduanya yang lagi-lagi hanya bisa menundukkan wajah.

Sebenarnya, mereka berdua tak tega, namun sekarang ini masalahnya bukan lagi pada Kyuhyun dan Changmin yang melakukan permainan bertukar tempat tinggal. Masalahnya sudah lebih rumit, karena ini sudah berhubungan dengan empat keluarga beserta niat pertunangan mereka, serta yang lebih penting... ini berhubungan dengan hati mereka yang sudah merasakan perubahan drastis.

"Jadi, bisakah sekarang kalian jelaskan permainan apa yang sedang kalian mainkan?"

Changmin dan Kyuhyun terlonjak dari duduknya saat mendengar pertanyaan bernada dingin itu.

"Aku... kami... umm.. maksudku, aku dan Changmin, ka-kami tidak melakukan permainan apapun.."

Tanggapan berupa naiknya alis di wajah Yunho dan Siwon membuat Changmin ingin memukul kepala sahabatnya yang lebih tua lima belas hari darinya itu. Kyuhyun memang yang lebih tua diantara mereka, namun seriously, kadang-kadang Changmin merasa kalau ia yang lebih tua, jika melihat dari betapa tidak taktisnya Kyuhyun menghadapi persoalan penting menyangkut hidup-matinya mereka ini.

"Bukan begitu, tolong jangan dengarkan perkataan orang bodoh di sebelahku ini." ucap Changmin yang langsung disambut dengan—

"Yah! Apa maksud ucapanmu itu Chwang?"

—seruan tak terima dari Cho Kyuhyun.

"Aku tak bermaksud apa-apa. Aku hanya akan menjelaskan pada Yunho hyung dan Wonnie hyung agar jangan mendengarkan ucapanmu yang tak jelas itu." jelas Changmin dengan nada kalem.

"Ucapanku yang tak jelas? Bagian mana dari ucapanku yang tak jelas, hah?" tuntut Kyuhyun tak terima.

Changmin menghela nafas. "Semuanya. Semua kalimatmu benar-benar tak jelas. Aku sampai heran bagaimana kau bisa diterima di kampus kita yang memiliki standar ujian yang sangat sulit."

"Yah! Aku ini cerdas! Juara olimpiade matematika, dan IQ-ku tak kalah denganmu, tuan sok pintar."

"Sok pintar itu hanya digunakan kalau aku tidak benar-benar pintar. Tapi mengetahui nilai IQ-ku yang di atas rata-rata, jelas membuktikan kalau aku ini benat-benar pintar."

"Ha! Kalau kau benar-benar pintar, bagaimana bisa kau seringkali kalah bermain game denganku?"

"Yah! Aku hanya kalah darimu kalau bermain game perang, dasar kau pelaku kekerasan."

"Jangan banyak alasan, kalah tetap saja kalah."

Yunho dan Siwon hanya bisa menghela nafas mendengar Changmin dan Kyuhyun yang malah ribut sendiri. Kadang-kadang... kekasih mereka berdua ini...

"...kau ini yang tak jelas. Bagaimana bisa kau bilang pada Yunho hyung dan Siwon hyung kalau kita tak melakukan permainan apa-apa?"

Telinga Yunho dan Siwon mendengar itu dan akhirnya memutuskan untuk benar-benar mendengarkan cekcok tak jelas kekasih mereka, siapa tahu dari situ mereka bisa mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.

"Aku ini kan hanya berkata jujur. Kita tak melakukan permainan apa-apa. Kita kan waktu itu hanya memutuskan untuk saling merasakan bagaimana rasanya bertukar kekasih karena saat itu kita sedang merasa bermasalah dengan kekasih masing-masing."

"Nah, itu kau sebut apa kalau bukan permainan?"

"Permainan itu kalau kita hanya berniat untuk main-main saja dan mendapatkan candaan dan tawa lucu. Tapi tidak, kita kan tidak begitu. Kita hanya berniat bertukar kekasih selama dua minggu, dan kembali ke kehidupan kita yang biasanya. Tapi..." sampai disini Kyuhyun menghela nafas dan terdiam. Keduanya seperti melupakan kalau selain mereka berdua, ada dua orang lain di sekitar mereka.

Changmin sendiri juga ikut menghela nafas dan terdiam. "Iya. Kita sama sekali tak ada niat untuk malah saling merasakan rasa suka saat bertukar. Aku menyayangi Wonnie hyung. Sungguh. Tapi hanya dalam beberapa hari bersama Yunho hyung, aku malah dengan bodohnya tak bisa menjaga hatiku, dan akhirnya jatuh cinta pada kekasihmu, Kyu."

Kyuhyun meraih tangan Changmin, dan meremasnya pelan. "Aku sendiri juga sama Chwang. Tak bermaksud, tapi tak bisa juga menahan diri untuk tak jatuh cinta pada kekasihmu, Siwon hyung. Haaahhh, kita ini benar-benar pembuat masalah."

Siwon dan Yunho disana ikut mengangguk meng-amini kalimat terakhir Kyuhyun. Ya, kedua kekasih mereka memang pembuat onar. Namun biarpun begitu, senyum kecil tak urung akhirnya menghiasi wajah kedua namja tampan itu. Jadi, ucapan mereka berdua pertama tadi itu sungguhan? Kyuhyun benar-benar suka pada Siwon, dan Changmin benar-benar suka pada Yunho?

Benar-benar deh...

"Hey, ini kan bukan salah kita. Kita kan hanya berniat bertukar kekasih dua minggu, setelah itu selasai. Tapi Siwon hyung malah membuatmu bertekuk lutut, dan membuat ini semakin rumit."

Kyuhyun yang tak terima mendengar ucapan Changmin, menghempaskan tangan Changmin yang tadi ia genggam. "Yah! Kau sendiri juga tak bisa menolak pesona Yunho hyung. Kau yang membuat semua masalah ini jadi membuat tak jelas."

"Auch! Hey, sakit tahu!" keluh Changmin sambil mengelus-elus tangannya. "Bukan kita yang membuat masalah jadi rumit. Kita kan sudah menghentikan pertukaran kita dan kembali pada kekasih masing-masing dan melupakan masalah ini. Tapi kedua orang tua kita malah..."

"Ah! Benar sekali! Orang tuaku malah mau menjodohkan Siwon hyung dengan Ahra-noona! Keterlaluan!" kesal Kyuhyun sambil menggembungkan pipinya dengan kesal—tindakan yang tanpa sadar membuat Siwon gemas sekali dan ingn mencubiti pipi putih itu dan kemudian mengecupinya dengan sayang.

"Iya, Yunho hyung juga mau di jodohkan dengan Sooyeonnie. Apa-apaan orang tua kita itu. Mengherankan sekali." tambah Changmin yang kini mempoutkan bibirnya tak senang. Tak menyadari kalau bibirnya yang mengerucut imut membuat satu namja bermata tajam disana harus ekstra menahan diri untuk tidak langsung menyerang dan mencumbu sepasang bibir meggoda itu.

"Tapi untung saja kan, saat itu aku dan Yunho menolaknya." ucap Siwon tiba-tiba menyela percakapan tak jelas Kyuhyun dan Changmin.

"Benar sekali! Untung saja saat itu Yunho hyung langsung menolak, dan akhirnya di jodohkan dengan Changmin. Dan jadinya Siwon hyung juga ikut menolak dan akhirnya di jodohkan denganku!" sahut Kyuhyun penuh antusias. "Aaahh...itu moment yang memalukan, tapi juga sangat membahagiakan bagiku."

Changmin tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, karena ia sendiripun juga merasakan hal yang sama. Malu, tapi merasa begitu senang dalam hati.

Tapi tunggu!

Tadi... suara bass yang barusan itu...

Changmin meraih tangan Kyuhyun dan menggoyang-goyangkannya. "K-kyu, hei, kita daritadi mengoceh... apa kita lupa kalau kita... tidak sendiri?"

Kyuhyun yang akhirnya menyadari maksud ucapan Changmin meremas jari-jari sahabatnya itu.

"Aisshhh... memang kurasa...s epertinya kita memang tak sendiri...Aigooooo...ini memalukaaann..." balas Kyuhyun dengan wajah yang mulai memerah.

Dan dengan perlahan, keduanya melirik ke depan mereka...dan melihat Siwon dan Yunho yang hanya menatap mereka berdua dengan wajah tanpa ekspresi, dengan satu alis yang terangkat tinggi. Membuat warna merah sepenuhnya memenuhi wajah Kyuhyun dan Changmin, bahkan hingga ke telinga mereka.

'Oh Tuhan... ini memalukan sekaliiiii...'

.

.

.

.

.oOHoMinWonKyuOo.

.

.

.

"Jadi, benar sekali. Kalian berdua ini memang pembuat onar." ucap Yunho sambil mulai memakan makanan yang akhirnya sudah tersaji di hadapan mereka. Sedang kedua orang yang ia sebut hanya sanggup menggigiti sumpit mereka, tanpa berani menatap langsung padanya.

Yunho dan Siwon sudah memaksa mereka berdua untuk mengakui penyebab awal yang membuat mereka nekat bertukar pasangan, dan kedua uke itu merasakan perasaan bersalah saat mereka sadar sendiri, kalau tindakan bodoh yang mereka lakukan itu mereka lakukan dengan alasan yang benar-benar tidak bermutu.

"Sudahlah Yunho, niat mereka kan tidak buruk. Lagipula, lihat sendiri kan. Mereka sendiri yang kena batunya."

"Mereka berdua beruntung. Tapi apa yang membuatmu berpikir kalau mereka tak akan mengulangi perbuatan mereka lagi, huh? Apa kau mau, kalau setiap kali mereka merasa jenuh atau ada masalah dengan kita, mereka akan kembali melakukan hal itu? Bertukar pasangan dengan kekasih orang lain?" lanjut Yunho dengan ekspresi keras.

Dua orang berstatus uke itu tersentak, dan semakin menundukkan kepala mereka.

"Mi-mianhae hyung..." bisik kedua orang itu dengan suara bergetar. "Ka-kami tak bermaksud seperti itu..."

Benar sekali, saat itu Changmin maupun Kyuhyun tak ada satupun yang memikirkan konsekuensi tindakan mereka. Keduanya sama sekali tak berpikir, apa yang mereka lakukan itu adalah salah satu bentuk pengkhianatan yang mereka lakukan pada kekasih mereka. Dan saat ini, baik Siwon maupun Yunho—kedua orang yang mereka cintai—mengetahui hal buruk yang mereka lakukan... dan mungkin... mereka Yunho dan Siwon tak akan memaafkan mereka...

Ini benar-benar mengerikan... tindakan impulsif mereka, benar-benar berakhir dengan buruk. Tidak hanya mereka mengkhianati kekasih mereka, keduanya malah jatuh cinta pada kekasih sahabat mereka... dan mungkin, keduanya akan berakhir dengan sama-sama patah hati...

...karena, siapa yang akan mau menerima mereka? Dua orang bodoh yang tak memikirkan perasaan orang lain...

Setidaknya, meskipun keduanya tak lagi bisa menggapai cinta Siwon dan Yunho, yang mereka berdua inginkan saat ini adalah maaf dari keduanya...

"..ma-maafkan kami...

Yunho sudah akan kembali berbicara, namun Siwon mengentikannya. Ia melihat bahu Kyuhyun dan Changmin bergetar, dan menghampiri keduanya.

"Hey, hey... jangan menangis," ucap Siwon, sang gentleman sejati. Ia tak sangup melihat Changmin—orang yang dulu pernah ia cintai— dan juga Kyuhyun—orang yang sekarang mengisi hatinya— menangis seperti itu. Ia tahu maksud baik Yunho, dan ia pun menyetujui semua kalimat Yunho. Ada pesan penting yang harus disampaikan kepada dua namja muda ini, dan cara Yunho menyampaikannya pasti akan benar-benar masuk ke hati dan memori mereka. Hanya saja, melihat Kyuhyun dan Changmin menangis, ia jadi tak tega.

"Changminnie, Kyuhyun, kalian tahu kan, apa yang kalian lakukan ini tidak benar? Kalau memang kalian mencintai seseorang, ketika ada hal yang tak kalian sukai dan itu membuat kalian jenuh dan sebal, bicarakanlah semua itu dengan baik-baik. Bukannya malah memutuskan untuk bertukar kekasih dengan diam-diam. Mengerti?"

Kedua uke manis itu mengangguk. "Ne. Ka-kami mengerti...Ma-maafkan perbuatan kami be-berdua..."

Siwon melirik Yunho, dan lelaki bertubuh kekar itu mengangguk dengan ekspresi wajah yang melembut. Dan saat itu Siwon tahu, Yunho sudah mengakhiri aktingnya, dan ini waktunya mereka benar-benar berbicara. Bukan berbicara mengenai hal yang telah lalu, tapi berbicara mengenai masa depan mereka.

Kyuhyun memekik kaget saat tiba-tiba saja tangan kekar Siwon meraih dan mengangkat tubuhnya hingga kini namja bertubuh montok itu berada di pangkuan namja tampan berlesung pipi itu.

"Changmin sudah suka dengan Yunho, dan aku sendiripun sudah tak ada rasa dengan Changmin. Jadi, Kyuhyun-ah, tunanganku yang barusan saja bilang kalau kau mencintaiku, apa kau berjanji tak akan mengulangi dan melakukan perbuatan nakalmu itu lagi?"

Kyuhyun menatap namja tampan di yang memangku tubuhnya, dan tanpa bisa ia tahan lagi, air mata Kyuhyun mengalir dengan deras. Ia memeluk erat leher Siwon dan berbicara di antara tangisnya.

"..hiks... a-aku tak akan... hiks... me—melakukannya lagi... a-aku benar-benar... me—hiks... menyukaimu, Siwon hyung..."

"Baguslah, karena kali ini aku benar-benar tak ingin kalau sampai tunangan manis yang sudah memaksa masuk ke dalam hatiku ini berpindah ke lain hati lagi. Jadi, kalau ada sesuatu yang mengganggumu, selalu diskusikan semuanya dulu denganku, oke?"

"..N-ne... ma-maafkan aku...maafkan aku... a-aku berjanji akan se-selalu mengatakan se-semuanya padamu, hyung..."

Dan demi melihat Kyuhyun yang terlihat begitu imut degan air mata berleleran di pipi manis itu, Siwon akhirnya menangkup wajah Kyuhyun, dan mengecup lembut bibir sintal menggoda itu.

.

.

.

"Changmin-ah.."

Tubuh kurus Changmin tersentak saat mendengar suara Yunho memanggilnya. Perlahan ia menatap ke arah namja yang memanggilnya, dan secara refleks bibirnya bergumam, "Mian... maafkan aku..."

Yunho menghela nafas, dan mengulurkan satu tangannya ke arah Changmin. "Kemarilah."

Dengan ragu-ragu, Changmin meraih tangan Yunho, dan ia hanya bisa memekik kaget saat Yunho menariknya dengan sangat kuat, dan membuatnya terjatuh... tepat di pangkuan Yunho.

"..uljimma.." ucap Yunho sambil mengusap air mata yang mengalir dari mata bulat Changmin.

Namun namja termuda yang ada disana itu tetap saja tak berhenti menangis dan terus menggumamkan kata maaf berkali-kali.

'Mungkin aku tadi terlalu keras..' batin Yunho yang tak tega melihat Changmin terus menangis sesenggukan itu. Menghela nafas, Yunho akhirnya mengambil tindakan ekstrim dan langsung meraup bibir Changmin dan melumatnya keras.

"Nah, akhirnya kau berhenti menangis." ucap Yunho setelah melepaskan bibir Changmin.

Sedangkan namja yang barusan di cumbu itu hanya bisa melongo bodoh sambil memegang bibirnya yang agak membengkak.

"..Yunho hyung... menciumku..?" gumamnya tak percaya.

"Ya. Dan aku akan menciummu lagi dan lagi kalau kau tak berhenti menangis. Jadi sekarang dengarkan aku, oke?"

Changmin hanya bisa mengangguk dengan wajah bodohnya.

"Kau bersalah pada Siwon, sama seperti Kyuhyun yang bersalah padaku. Tapi kita semua bukan anak kecil yang akan berkutat pada satu kesalahan. Jadi, berjanjilah padaku kalau kau tak akan mengulangi perbuatanmu ini lagi, dan jadilah tunangan yang setia padaku, bisakah kau melakukannya?"

Changmin langsung menghapus raut wajah tak percayanya, dan mengangguk dengan penuh kesungguhan hati. "Aku berjanji, hyung."

"Baguslah. Jadi, apakah kau harus menangis lagi agar aku bisa menciummu, atau—hmphh.."

Dan Yunho sama sekali tak protes ketika Changmin menempelkan bibirnya pada bibir Yunho.

.

.

.

.

~TBC~

Hellooo~

Yuhuuuuu~ Spadaaaa~ Ada orang yang masih ingat dan membaca fanfic ini?

*ditimpuk batu rame-rame*

Oke, oke.. I know I havent update this fanfic for 6-7 month... but I promise I will not discontinued this story, right?

Kmaren-kmaren Ela nyelesein satu-per-satu fanfic Ela biar nggak campur aduk dan feel-nya ngambang..

Dan sekarang, giliran fanfic ini yang akan Ela urus sampai nanti tamat—yang entah akan tamat di chap berapa..

Thanks berat buat semua yang membaca (fanfic ini 30.604 kali dibaca), buat semua yang berbaik hati dan meninggalkan review (fanfic ini sudah mendapatkan 334 review), juga yang memfavoritkan (59fav) dan memfollow (76followers) fanfic ini.. I Love You All Soooo Much and your reaction to this fanfic makes me never think to abandon this fic..

So, wanna give me some words in review box?