.

.

.

I Love my boyfriend..

But I can't deny that you starts to gain your place in my heart..

I Love my boyfriend..

But I can't avoid the fact that you completed me..

I love my boyfriend..

But I love you more than I love him now..

But you are my friend's boyfriend..

It's so...complicated..

.

.

.

Author Ela JungShim presents

An Alternate Universe fanfiction

"Complicated in Love" ch 10

Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin) and WonKyu (Choi Siwon X Cho Kyuhyun)

Rate : sementara T

Length : 10 of ?

Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK-SuperJunior

Warn : TYPO's! , broken!WonChang , broken!YunKyu

This is HOMIN-WONKYU Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN dan WONKYU. Bagi yang tidak suka, silahkan agkat kaki dari fanfic ini.

.

.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

.

.

.

Lovely.

Adalah satu kata yang bisa menggambarkan kondisi kedua uke pemegang nilai tertinggi di DongBangJunior University. Kedua namja berparas manis itu sedari pagi terus dan terus saja menebar senyuman ke semua orang. Sampai-sampai namja dan yeoja yang berkuliah disana, beserta para dosen, semuanya berlomba-lomba meyapa kedua namja manis itu. Semuanya demi apa? Demi mendapatkan balasan dari salam mereka, diikuti dengan senyuman sejuta watt yang membuat wajah manis itu terlihat sempurna. Jika ada malaikan di bumi, mungkin dua orang itu adalah jelmaan dari mereka.

Tak tahu dan tak mengerti apa yang terjadi, namun para penghuni kampus DongBangJunior itu jelas tak menolak perubahan sikap kedua namja jenius berparas manis itu. Yang biasanya mereka berdua memasang wajah angkuh dan tanpa ekspresi, ditambah dengan ucapan dan kata-kata yang cukup menusuk hati, kini penuh senyum dan begitu ramah.

Namja-namja tak tahu malu yang kembali jatuh hati pada dua uke highclass itu merasakan harapannya melambung tinggi saat sapaan mereka di balas dengan senyum manis. Namun di sore harinya, saat banyak namja mengerubungi dua uke manis dan berlomba-lomba mengajak dinner Kyuhyun dan Changmin, harapan mereka langsung terhempas jatuh ke bumi dengan kerasnya saat kedua namja manis nan imut dan sexy itu menjawab bersamaan,

"Tidak. Malam ini kami sudah ada janji, dan setelah ini kami akan di jemput tunangan kami."

.

.

.

.oOWonKyuHoMinOo.

.

.

.

**Satu Minggu Kemudian**

.

.

.

"Ummaaaaaa, apa menurutmu persiapanku sudah cukup? Uuurrgghhhh...aku tak tahu lagi apa yang harus aku bawa..." keluh namja bertubuh tinggi bak model itu.

Sang umma yang dipanggil dan akhirnya memasuki kamar, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keadaan kamar putranya yang menuruni sifat neat freaknya itu kini seperti kapal pecah. Baju-baju, topi, syal dan semua isi kamar putranya berserakan dengan kreatifnya di dalam kamar yang biasanya super bersih dan super rapi. Bola mata sang umma melebar tak percaya melihat dua buah koper besar yang disiapkan putranya, dan masih ada satu tas koper lagi dalam keadaan terbuka dan sudah terisi setegahnya.

"Minnie-ah, apa kau tak berlebihan? Kau kan hanya diajak keluarga Jung menginap selama weekend saja. Paling hanya 2 atau 3 hari saja. Untuk apa kau bawa barang sebanyak itu?"

Namja yang dipanggil Minnie-ah itu melihat kembali tas-tas koper yang dia siapkan. Memang berlebihan sih...tapi...

"Tapi kan aku tak tahu bagaimana nanti keadaan disana, Umma... Nanti kalau ternyata ada acara yang ternyata harus memakai baju resmi, aku membawa 3pasang baju dengan warna berbeda untuk menyesuaikan waktunya. Selain itu aku membawa beberapa pasang baju aku juga bawa beberapa pasang baju yang agak bagus kalau-kalau nanti pergi keluar. Dan aku siapkan 3piyama dan baju tidur. Lalu aku juga siap-siap bawa baju training kalau nanti diajak olahraga, membawa celana renang kalau nanti tiba-tiba saja aku diajak berenang, dan aku juga—"

"Shim Changmin!" potong sang Umma yang mendengarkan rentetan penjelasan super tak penting dari putra sulungnya itu."Demi Tuhan, kau ini kan cuma menginap paling lama 3hari saja. Dan disana itu juga ada Yunho kan? Kau cukup bawa baju paling banyak 6pasang pun pasti sudah berlebih."

"Tapi Umma, kalau nanti aku diajak berenang.."

"Tinggal pinjam celana renang Yunho, atau kau cukup duduk-duduk di samping kolam renang saja cukup kan?"

"Tapi Umma, nanti kalau ternyata aku di ajak makan malam keluar bagaimana? Di bawa ke restaurant dan harus pakai baju formal?"

"Ya sudah, cukup bawa jas luar satu. Dalamnya kan bisa pakai kaus biasa dan celana jeans. Begitu saja juga sudah semi formal dan pantas. Tak perlu bawa kemeja, dasi dan segela perlengkapannya kan?"

"Uuuuhhh...tapi, tapi, nanti bagaimana kalau pagi-pagi di ajak olahraga pagi, lari-lari pagi, atau ke gym, atau bahkan diajak naik gunung? Aduuuhhh, aku perlu bawa sepatu kets dan sepatu gunung juga—"

"—Itu tak perlu Minnie. Percaya pada Umma, kau cukup bawa satu sepatu yang kau pakai itu saja cukup. Sepatu kets semi formalmu itu kan bisa dipakai di berbagai suasana. Lagipula, kau ini kan mau pakai apapun juga selalu bisa terlihat bagus. Tak perlu bawa berlebihan."

"Tapi Umma..." rengek Changmin dengan tak tahu malunya.

"Minnie-ah, ini kan cuma menginap 3hari saja. Kenapa kau sebingung ini sih? Dulu waktu liburan sekolah berhari-hari juga kau cma membawa baju satu ransel saja cukup kan? Lagipula, kau ini kan biasanya selalu bilang, mau pakai baju seaneh apapun, asal kau percaya diri kan pasti akan tampak bagus. Tapi kenapa kali ini kau seperti mau membawa semua baju dan aksesorimu hanya untuk menginap 3 hari saja sih?" kesal sang Umma yang tumben-tumbennya menghadapi sikap putra sulungnya sebegini membingungkannya.

Putra sulungnya itu, yang biasanya mandi dengan super cepat, tadi menghabiskan waktu lebih dari satu jam hanya untuk mandi. Selain itu, jika biasanya setelah mandi ia akan membantu menyiapkan sarapan di dapur, pagi ini Changmin setelah mandi benar-benar mengurung diri di kamar. Hanya keluar untuk masuk ke kamar adiknya dan keluar membawa dua buah tas koper...yang ternyata...aigoooo...

Changmin mengerjapkan kedua matanya, dan langsung menundukkan wajah untuk menyembunyikan rona merah yang mulai menjalar di wajahnya. "...habis...ini kan aku...menginap dengan keluarga Yunho hyung...aku...tak ingin terlihat buruk dan mengecewakan..."

Sang Umma hanya bisa menghembuskan nafas mendengar jawaban putranya.

'Jadi...karena ini tentang Yunho dan keluarganya...' batin sang Umma sambil menggeleng-gelengkan kepala tak percaya. Namun akhirnya senyum usil muncul dan menghiasi wajah paruh baya yang masih terlihat cantik itu.

"Nah, kau sudah dengar sendiri kan Yunho-ah, alasan kenapa sampai kau datang pun, Minnie masih belum selesai bersiap-siapnya."

Sontak saja Changmin langsung mengangkat wajah dan melihat ke arah Ummanya...dan dari belakang pintu kamarnya, menyembul wajah tampan Yunho yang kini terlihat makin menawan karena senyum lebar terpampang disana.

"Bagiku, kau selalu terlihat sempurna dengan baju apapun Changmin-ah. Tapi aku senang sekali karena ternyata kau begitu memikirkan semua ini."

Dengan wajah super memerah, Changmin langsung melempar benda di sekitarnya ke arah pintu kamarnya sambil berterak,

"YAH! KELUAARR!"

.

.

.

.oOHoMinWonKyuOo.

.

.

.

"Ummaaaaaa... aduuhh, ini bagaimana caranya menghidupkan vacuum cleanernya?" rengekan putra bungsu keluarga Cho itu menggelegar hingga ke sudut-sudut rumah mereka. "Ahra-noona, jangan malah santai-santai saja, ayo bantu akuuuuu..."

"Kyu, noona kan tadi kau minta tolong buat mencuci piring, memang noona cuma berdiri, tapi apa kau tak lihat kedua tangan noona terus bergerak daritadi?"

"Noona lamban. Daritadi mencuci piring saja tak selesai-selesai..." gerutu Kyuhyun sambil mengulik-ulik mesin vacuum cleaner di tangannya. "Aduuuhhh, sedari tadi sudah kupencet tombol on-nya, tapi kenapa tak mau menyala?"

Ahra menarik nafas panjang mendengarkan gerutuan-gerutuan yang terus keluar dari bibir adik semata wayangnya itu. Dari tadi pagi adiknya yang super pemalas dan paling tak bisa untuk membersihkan rumah sudah membangunkan seisi rumah dengan misi membuat rumah mereka bersih sebersih bersihnya.

Namun memang dasar adiknya itu ceroboh dan memang tak bisa membersihkan rumah, yang ada dia malah mengacaukan segalanya. Sang Appa kini sedang di garasi untuk mencuci mobil karena adiknya berusaha mencuci mobil keluarga, dan berakhir dengan kaca mobil mereka rusak. Sang Appa yang melihat mobil kesayangannya menjadi korban putranya, akhirnya mengusir sang anak dan mengambil alih tugas mencuci mobil.

Ingin meyapu dan membersihkan taman, yang ada salah satu bunga mawar kesayangan sang Umma terpangkas, dan Kyu di usir masuk ke dalam rumah menjauh dari tanaman-tanaman yang setiap hari dirawat sang Umma dengan telaten.

Dan ia sendiri, harus terpaksa berdiri dan mencuci semua piring dan gelas—yang sebenarnya tidak kotor, tapi adiknya yang keras kepala itu bersikeras ingin mencuci ulang piring dan peralatan makan, yang akhirnya ia ambil alih setelah mendengar suara piring ketiga yang pecah dalam kurun waktu satu menit.

Dan kini adiknya itu masih mengeluh... oh Tuhan... Ia menoleh melihat keadaan adiknya, dan hanya bisa menggelengkan kepala.

"Tentu saja vacuum cleanernya tak bisa menyala. Kabelnya saja belom kau tancapkan ke stopkontak, Kyu."

Namja yang sedari tadi membuat geger orang serumah itu menatap ujung kabel yang tergeletak di tanah dengan tatapan polos. "Ah, jadi belum aku tancapkan ya kabelnya. Hehehehehe, gomawoyo noona~"

Dan demi melihat wajah polos adiknya yang tersenyum riang itu, rasa kesalnya langsung menguap begitu saja.

'Aigoooo...aku masih saja tak bisa marah pada Kyu...' batin sang noona dengan pasrah.

"Hati-hati, Kyu. Jangan ceroboh dan menjatuhkan barang-barang, oke?"

"Oke noona~"

Lima menit berjalan dengan damai, dan pintu rumah mereka terbuka. Kyuhyun yang sedang tekun dan berhati-hati menjalankan vacuum cleaner itu membelakangi pintu masuk, namun ia tahu kalau itu pasti Ummanya yang masuk.

"Umma, tolong jalannya berjinjit, oke? Bagian sana baru saja aku bersihkan. Aku maunya nanti waktu Siwon hyung datang, semuanya terlihat bersih dan rapi. Aku kan mau menyambut Siwon hyung disini dengan sebaik-baiknya."

"Ah, aku jadi terharu mendengarnya Kyuhyun-ah."

Demi mendengar suara bariton rendah—yang sangat tak mungkin kalau itu suara Ummanya-Kyuhyun langsung membalikkan tubuhnya dengan tiba-tiba. Namun ia yang tak memperhatikan sekelilingnya berakhir dengan menyenggol lemari hias, dan tiba-tiba saja tubuhnya disambar tubuh kekar dan terdengar suara benda yang terjatuh dan pecah.

"Oh Tuhan, untung saja. Kau tak apa-apa kan, Kyuhyun-ah?"

Satu detik..

.

Dua detik...

.

.

Tiga—

"YAH! Menjauh! Menjauh! Aku masih bau dan berkeringat!" teriak namja bungsu keluarga Cho yang langsung melepaskan diri dari dekapan Siwon dan berlari ke kamarnya. Meninggalkan Siwon yang datang sambil membawa satu koper kecil untuk persiapannya menginap selama weekend ini di rumah keluarga Cho.

.

.

.

.

.

.

~TBC~

Annyeeeeoooongg~~

Jam 3 pagi, dan Ela ini lagi kerja shift malem... Ngetik fanfic di sela-sela waktu yang ada nih..

Maaf ya kalau agak pendek.. ini memang digantug disini buat permulaan chap berikutnya yang isinya pasti di jamin seru~

Dan karena memang Ela paling suka menggantung kalian semua sebelum keseruan-keseruan yang bakal terjadi di rumah keluarga Jung dan keluarga Cho~

Last, review ya semuanya~~

Biar InsyaAllah hari Rabu atau Kamis fanfic ini bisa update~