Lightsaberhun present
.
.
.
.
Sorry for typo
Chapter 1
Incheon internasional aiport
Disana dengan senyum mengembangnya wanita paruh baya itu menarik kopernya,dan tak lama mengeluh
"uh, dimana baekkie dan chanyeol,anak-anak nakal,kuharap luhanku baik-baik saja bersama mereka"
Beberapa menit kemudian orang yang ditunggupun datang dengan yang wanita mendorong kursi roda dan yang lelaki membawa koper,
Wanita paruh baya itu menghampiri mereka
"Yaampun dari mana saja kalian"
"hehe maaf eomma tadi chanyeol terpanggil 'panggilan alam' jadinya lama,maaf ya kau pasti khawatir" jawab baekhyun
"E-eh enak saja! I-itu tidak benar , aku tidak kena panggilan alam"
Wanita yang dipanggil eomma itu melihat dengan tatapan meminta jawaban,sementara baekhyun dan luhan menahan tawanya
Chanyeol melanjutkan "sungguh!"
"Aish sudah-sudah, sebenarnya tadi saat akan mengambil koper baekhyun bertemu dengan teman lamanya,mereka hanya bertanya kabar,begitu" kata luhan
"Baiklah aku tidak akan membahasnya lagi, sekarang kita harus pulang dan istirahat" kata eomma
"Dimana?" Tanya chanyeol
"Aku baru membelinya, tidak buruk, tidak terlalu kecil ,dan tidak terlalu besar,menurutku rumahnya juga ramah huni"
Mereka bertiga menganggukan kepalanya
"Oh iya eomma,kapan appa menyusul ke korea?" Tanya luhan
"Mungkin minggu depan,ayahmu masih sibuk"
Luhan menggangguk, bibirnya membentuk 'oh'
.
.
.
Mereka sampai di rumah baru mereka,
'eomma benar rumahnya nyaman dan pemandangannya juga indah' batin luhan
bayangkan saja rumah dengan halaman luas,dengan memiliki kolam ikan berwarna putih juga rumah kaca panjang dan besar berisikan berjejeran bunga bunga berwarna warni,rumah ini dominan berwarna putih (bayangin aja rumahnya leeminho yang di the heirs tapi belakangnya kaya bukit gitu, jd kaya rumahnya emang di perumahan tapi paling ujung dan belakangnya bukit ,ngerti ga?engga lewatin aja,terserah readers aja mau ngebayanginnya gimana hehe)
'Setiap lekukan atap nya seperti atap negara eropa tapi rumah ini sepertinya rumah kaca' batin baekhyun
'Rumahnya memang tidak mewah tapi cukup menarik,jika dilihat dari jauh pasti seperti rumah bangsawan' batin chanyeol
chanyeol dan baekhyun adalah teman luhan yang tidak sengaja bertemu saat luhan singgah di china,singgah? Iya sebenarnya luhan dan eommanya berkeliling dunia untuk mengobati luhan
Luhan terapi dibeberapa tempat ,ia membaik tapi itu juga sangat sulit,perlu waktu beberapa tahun,ya walaupun masih belum bisa berjalan tapi berdiri ia sudah mulai bisa
Luhan sering tidak masuk jika ada jadwal terapi,bukannya ia tidak mau sembuh, baginya 'terapi itu sakit,rasanya akan lebih baik jika aku menyerah' tapi baekhyun dan chanyeol memberitahu luhan bahwa ia tidak boleh menyerah baekhyun bilang 'akan lebih baik jika kau tidak menyerah lalu kau sembuh' bagi luhan baekhyun itu adalah motivatornya
Chanyeol dan baekhyun mereka dekat sekali dengan luhan,Chanyeol dan baekhyun adalah tetangga luhan di china,awalnya luhan tidak mengetahui keadaan mereka tapi waktu itu chanyeol berkunjung kerumah luhan untuk menanyakan 'apa baekhyun kemari?' , karena saat itu baekhyun kabur dari rumahnya semenjak tahu perihal orang tuanya yang ditutupi chanyeol,tapi chanyeol itu hanya tidak ingin baekhyunnya sedih.
Orang tua mereka meninggal dan parahnya bangkrut sebelum meninggal,jadi mereka tidak punya siapa siapa,tapi eomma luhan mengangkatnya menjadi anak dan selalu mengajak mereka berdua bila pergi kemanapun mulai saat itu,hitung hitung agar luhan tidak kesepian,lagipula chanyeol dan baekhyun juga anak baik-baik
Mereka terus melihat-lihat keadaan rumah baru mereka,tidak lama eomma mereka memanggil
"Hey! Jika sudah melihat-lihatnya cepatlah masuk aku sudah menyiapkan makan malam, angin diluar juga sedang tidak bagus,jadi cepatlah masuk!
Mereka mengikutinya, Luhan masuk dengan bertanya
"Eomma masak apa? Cepat sekali"
"Nasi goreng kimchi"
"Tak ada makanan special dihari pertama pindah rumah" lanjutnya
"Baik-baik,tahu saja apa yang ada dipikiranku" kata luhan
"Makan saja, kau kan sudah lama tidak makan 'nasi goreng kimchi tapi makannya di korea langsung' " Luhan berpikir 'Benar juga'
Eomma menyiapkan semuanya lalu diberikan ke tiga anaknya
"Jaaaa, ayo cepat makan,Selamat makan"
"E-eh tunggu biar ku foto kalian dulu"
Luhan menepuk dahinya dengan telapak tangannya karena kelakuan eommanya,sementara baekhyun tersenyum dengan tangan membentuk V ,chanyeol hanya terus melanjutkan makannya saja
"Ah selesai,aku akan memasukkannya ke sns ku"
Lalu mereka melanjutkan makan malam mereka,dan setelah itu mereka beristirahat
.
.
.
Di negara yang sama tapi tempat yang berbeda, hanya di pisahkan oleh 'Jarak'
Seorang Pria berkulit hampir albino keluar dari mobil sport warna putihnya lebih tepatnya ia baru sampai dirumahnya dan sedang memarkirkan salah satu koleksi mobil sportnya di halaman rumahnya,asal tahu saja bukannya ia tidak punya bagasi,melainkan bagasinya sudah penuh dengan mobil yang lainnya,sementara halaman rumahnya itu sangat besar,Jika melihat pagarnya saja pasti sudah tertebak bahwa itu adalah rumah konglomerat
Dengan setelan jas hitamnya,membentuk postur tubuh sempurna,seperti model dengan background mobil sport
Kacamata hitam yang bertengger di matanya ia lepas,jika dilihat itu seperti slow motion di drama
Sangat tampan, itu lah kata yang pantas ditujukan untuknya
Ia berjalan menuju pintu rumahnya, kemudian ia masuk kedalam,seorang pelayan datang dan berkata
"Selamat datang tuan muda,apakah anda membutuhkan sesuatu?" Tanyanya sambil menunduk di awal
"Tidak , Eomma ada dimana? Sepi sekali"
Tepat setelah ia mengatakannya dari belakang ada yang menarik telinganya
Pelayan itu kembali membungkuk dan pergi setelah melihat seseorang yang datang itu
"Jadi maksudmu kalau ada aku ramai?berisik?begitu?"
"A-a eomma bukan begitu m-maksudku tidak biasanya rumah ini sepi,ya walaupun eomma sedikit meramaikan suasana,t-tapi maksudku suasananya jadi tambah asik begitu" dengan senyum nya
"Alasan, jam segini baru pulang,dari mana saja kau?!"
Kata eommanya sambil menarik telinganya agak sedikit keras lagi
"Eomma s-sakit, aku baru pulang bekerja sungguh, aku ini harus banyak belajar tentang perusahaan kata ayah,tapi sungguh aku baru pulang bekerja,tadi ada tamu di kantor, ayah menyuruhku melayaninya katanya itu tamu penting dan aku harus belajar,memangnya eomma mau saat aku memimpin perusahaan kita jadi tidak benar?"
Ya dia membantu ayahnya menguruh perusahaan mereka, karena ia adalah anak satu-satunya jadi hanya dia lah pewaris perusahaan keluarganya,Oh Sehun. Seorang pria tampan dengan beribu kharisma, telah diidamkan oleh seluruh pegawai baik di kantornya kantor sebelahnya maupun se-Korea asal tahu saja ia adalah pilihan pria terbaik no.1 di Korea, selain tampan ia juga pembisnis yang sukses,ia juga pintar dalam banyak hal, akan sangat beruntung perempuan yang menikah dengannya, bayangkan saja jika kau adalah istri dari salah satu pria terbaik di dunia bukankah berarti kau juga adalah salah satu wanita terbaik di dunia, banyak yang sudah mencoba mendekatinya tapi sampai sekarang belum ada yang berhasil menempati tempat special dihati Oh Sehun.
Seharusnya di umurnya yang masih 21 tahun ini ia masih berkuliah, tapi ia dan keluarganya sudah sepakat untuk fokus mengurusi perusahaan saja,lagipula ia sudah cukup mahir dalam bidang bisnis
Eommanya melepaskan tangannya dari telinga
"Sudah makan belum?" Tanyanya
"Belum,buatkan ramen ya" dengan tatapan memelas
"Ganti dulu bajumu dan mandi dulu sana oh sehun!"
"Baik-baik" sehun berlari kearah tangga dan kearah kamarnya
Sementara eommanya membuatkannya makanan
Eommanya memasak sambil melamunkan sesuatu tanpa sadar ia bicara lirih "hyemi kapan kau akan kembali"
Sehun yang baru selesai mandi dengan pakaian rumah sederhananya kaos polos putih dengan celana hitam selutut menghampiri eommanya dengan bingung, ia mendengar apa yang eommanya katakan tadi di kepalanya banyak pertanyaan muncul 'hyemi? siapa hyemi?'
"Eomma" ia menepuk pelan pundak eommanya ,eommanya agak tersentak karena awalnya sedang melamun
"Melamunkan apa? dan siapa itu Hyemi? aku tidak pernah mendengar nama itu"
Jitakan pelan sehun dapat setelah mengatakan itu
"Enak saja kau bilang tidak pernah! sudahlah lupakan cepat makan" katanya sambil memberikan mangkuk ramennya dan berlalu meninggalkan sehun sendiri yang masih bingung
"Aku memang tidak pernah mendengar seseorang bernama hyemi" lalu ia berdecak pelan dan menggeleng gelengkan kepalanya dengan mengedikkan bahunya ,dan memakan ramennya
.
.
.
Keesokan paginya di rumah yang berbeda, rumah yang disebut penghuninya dengan 'rumah ramah huni'
Keadaannya sepi hanya kicauan burung saja yang terdengar jelas,disuatu kamar bernuansa sedikit eropa dengan beberapa hiasan berwarna merah muda,jelas sekali ini adalah kamar seorang anak perempuan ,lebih jelasnya ini adalah kamar xi luhan
Xi Luhan gadis itu masih tertidur dengan memakai piama putih polos dan memeluk boneka rusanya yang bisa dibilang ukurannya extra untuk sebuah boneka,boneka favoritenya
Sang surya memantulkan cahayanya di jendelanya,pantulan cahayanya tepat mengenai matanya ,sedikit membuatnya terusik
"Hoam" ia membuka matanya,mendudukan tubuhnya ke kepala ranjang,ia tersenyum mengingat ia sekarang berada dimana
"Aku tidak percaya aku kembali"
Ia bergumam sendiri
"Aku sangat merindukannya"
Lanjutnya
"Bagaimana kabarmu sekarang?"
"Aku penasaran bagaimana wajahmu pasti kau sudah tumbuh menjadi pria tampan,kaukan memiliki rahang yang tegas,biasanya orang berahang tegas itu tampan dan cantik"
"Lihat? aku bahkan mengingat rahangmu" Ia tersenyum mengingatnya
"15 tahun aku pergi,15 tahun juga aku menunggu, tapi sekarang aku kembali,untukmu"
"Apa kau juga menungguku?sehunna"
Ia kembali pada kenangan masa lalunya ia teringat akan suatu hal,ia segera menarik kursi rodanya mendekat ,ia memindahkan dirinya dari kasur ke kursi rodanya ,lalu ia menjalankannya ke arah lemarinya,menemukan tas kecilnya, terdapat kotak putih kecil,bening ia tersenyum melihat isinya,sebuah cincin , memang bukan berlian, tapi baginya berlian termahal pun takkan mampu mengantinya
Ia menaruh nya di atas dadanya,jantungnya berdetak lebih keras mengingatnya,pipinya bersemu merah, mengingat...
Flashback
Luhan pov
Sehun berlari dengan kaki kecilnya menghampiriku saat sampai dihadapanku ia berucap sambil terengah
"Lu! Lihat aku membuatnya untukmu"
Ia membuka telapak tangan kanannya yang menutup,
Sebuah cincin yang terbuat dari batang batang tanaman,melilit dengan sempurna membentuk lingkaran ,aku menatapnya,ia tersenyum
"Ini cincin?" Tanyaku,hanya memastikan
Ia mengangguk lucu kemudian mengambil tangan kananku,memasukan cincinnya ke jari manisku yang kecil ,ia memasang wajah kecewa akan itu
"yah kukira ini cukup di tanganmu,tapi ini terlalu besar,maafkan aku luhannie,aku tidak pintar membuatnya"
kepalanya menunduk,aku baru saja akan mengatakan 'tidak apa akan tetap ku simpan dan lagipula aku menyukainya' tapi ia sudah bicara duluan dan mengatakannya dengan wajah berbinar
"Aha! Tidak apaapa bila tidak cukup,kau kan bisa menunggu ketika jarimu sudah besar,otte?"
"Benar! Akan ku pakai jika aku sudah besar"
"Memangnya ini cincin hadiah untuk apa hun?" Lanjutku
"Ini bukanlah hadiah, luhannie aku sebenarnya..." ia menggaruk tengkuknya dan tersenyum malu
"Ini apa ya namanya hmm" ia berpikir sejenak lalu melanjutkan
"Ini- ini adalah cincin perjanjian!"
"Perjanjian?" aku sudah yakin aku memasang tampang bingungku
"Iya, cincin ini adalah bukti perjanjian"
"Perjanjian apa?"
Ia membawa tangan mungilku kedadanya dan berkata
"Ketika sudah besar nanti hanya akulah yang boleh dan akan menikahimu"
Aku sempat kaget tapi saat itu aku sedang lugulugunya dan aku malah menjawabnya dengan
"Berjanji?" Seolah aku setuju dengannya,kalau boleh jujur sebenarnya aku senang-sangat senang
"Tentu saja!aku ini pria sejati! Kata appa pria sejati harus menepati janjinya"
"Kalau begitu awas saja kalau kau tidak menepatinya,pria sejati"
Aku menggelitiki pinggangnya dan ia tertawa lepas, membuat matanya membentuk bulan sabit,begitu indah
Flashback & Luhan pov end
Dia tersenyum lebar ketika mengingatnya,tapi ada sesuatu yang mengganggu pikirannya
'Apa sekarang sehun sudah memiliki kekasih'
Atau
'Apa dia sudah menikah dengan orang lain'
Senyumnya menghilang perlahan,sudah 15 tahun dia tidak berada disisinya , 'mana bisa aku berharap banyak' batinnya
Luhan memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi,ia memilih untuk pergi keluar kamarnya,ia mencium wangi makanan dari dapur dan menghampirinya ,ia melihat baekhyun di dapur
"Eoh hannie sudah bangun" sapa baekhyun
"Baekhyun sedang apa?"
"Membuat kue beras,mau?"
"ehemm" luhan menganguk polos seperti anak kecil, bagi baekhyun itu lucu sekali
Baekhyun memberinya sepiring dengan berbagai warna kue beras luhan segera mengambilnya dan memakannya dengan lahap,baekhyun tertawa melihat tingkat luhan
"Kau ini sebenarnya berapa tahun?tingkahmu benar-benar seperti anak playgroup"
Luhan sedikit menarik bibirnya
"Enak saja playgroup,aku ini wanita berumur 25 tahun tahu! Sudah besar!"
"Lihat?seperti anak-anak bleee" baekhyun menjulurkan lidahnya diakhir lalu tertawa
"Baiklah terserah saja,lagi pula anak-anak juga tidak buruk,anak-anak itu lucu, kau pasti ingin bilang kalau aku ini lucu hanya saja dengan cara meledekku,yaa aku tahu aku ini lucu,terimakasih" ucapnya bangga
"Yaampun ckckck dasar anak 5 tahun"
"25! Eh iya baek, eomma kemana?belum bangun? Lalu chanyeol?"
"eoh itu eomma sedang ke supermarket,katanya kita kan baru pindah pasti banyak kebutuhan yang harus dibeli,begitu katanya,dan dobi ia ikut dengan eomma, lagipula ia bilang ia bosan dirumah,padahal baru sehari,sudah bosan saja" jawab baekhyun
Luhan menggangguk mengerti
.
.
.
.
Berbeda dengan luhan , Sehun baru saja selesai mandi dengan memakai kaos putih bergaris-garis tipis berwarna biru dengan celana putih selutut ,ia memakai pakaian santai karena hari ini hari minggu dan ia libur,ia sedang mengeringkan rambutnya memakai handuk , setelah rambutnya kering ia melempar handuknya ke kasurnya lalu ia keluar dari kamarnya,menuruni tangga dengan sedikit berlari ke arah dapur
"Eomma" Ia memanggil eommanya ia melihat sekitarnya,
'biasanya jam segini eomma ada disini,kemana eomma' batinnya sambil memutar mutar-tubuhnya untuk melihat dimana eommanya berada ,tapi takkunjung ditemukan
Jangankan eommanya,pelayan yang biasa ada pun tidak muncul
"Kemana semua orang pergi" ia beralih mendekati kulkas, mengambil susu dan meminumnya
"Padahal aku lapar sekali" keluhnya sambil berdecak pelan
Saat ia menutup kulkas ia temukan note kecil berwarna kuning bertuliskan
'Aku sedang ke supermarket untuk belanja bulanan,jika kau mau makan beli saja dulu,para pelayan sedang diliburkan'
"Terpaksa harus membelinya kan,huhft" ia pergi keluar rumah
Saat di luar ia berkata,tersadar
"Mau beli makan dimana,daerah ini sangat private,mana mungkin ada yang menjual makanan" ia menepuk dahinya, ia memutuskan makan di restaurant cepat saji.
.
.
.
Disisi lain seorang wanita bernama oh yuna sedang berbelanja di supermarket di dekat perumahannya, ia sedang belanja bulanan ,keperluan rumah tangga,itu hal yang wajar bukan?mengapa ia tidak menyuruh pelayannya saja? itu karena ia memang sedang ingin melakukannya sendiri ,lagipula ia sudah menyuruh pelannya pulang untuk berlibur,entah mengapa belakangan ini dia ingin melakukan segala sesuatunya sendiri .
Ia mendorong kereta belanjaanya,
"Apa lagi ya yang aku butuhkan?"
"Ah! Keju mozarella! untung masih ingat"
Ia segera berlari mencarinya, ia menemukannya di jajaran keju keju yang lain ketika ia menyentuhnya dengan bersamaan tangan seseorang juga menyentuh keju itu
"Ah maaf ,saya akan mengambil yang satunya lagi saja" kata orang itu
Yuna merasa suara orang ini begitu familiar,ketika ia mendongkakkan kepalanya bersamaan lagi dengan orang itu mereka membulatkan matanya
"YUNA!/HYEMI!"
.
.
.
.
.
TBC
YEAY! Hayolohh ibuibu ketemu,alur nya rada cepet ya,mungkin chapter berikutnya hunfn ketemu (mungkin)
Chapter 1 udah ya buat yang nunggu dan review Makasih banget, maaf kalau gaje, soalnya pertama aku mau ceritain sebenernya luhan itu siapanya sehun dan yang lain"
btw aku pengen nanya,kalian pada ngerti ga sama ceritanya?
kalau yang engga ikutin aja dulu yaa ceritanya,dan kalau kecelakaannya nanti dijelasin di chapter" berikutnya
Dan luhan 15 tahun ga sembuh sembuh,sebelumnya aku udh bilang di cerita ini aku hrs ngarang ttg penyakit, ini buat konflik soalnya,oke;)
Sekian see in next chapter
banyak review=cepet update:)
