NB : maaf sebelumnya, tetapi sebelum kalian membaca kelanjutan FF saya, saya berharap kalian membaca unek-unek saya terlebih dahulu.

Sejujurnya saya sempat terkejut ketika membaca salah seorang reviewer tanpa acc bernama TATAN yang berkata bahwa ff buatan saya PLAGIAT. Saya mau bertanya kepada Mr/Mrs TATAN dari segimana anda bisa berkata bahwa FF saya PLAGIAT? Secara FF ini baru chap satu, baru introduction atau pengenalan, belum sampai klimax apalagi finish.

Perlu saja jelaskan bahwa FF ini Benar inspirasi dari film India yang di bintangi oleh syahruk khan yang berjudul Rab Ne Banani Jodi Itulah kenapa di chap satu kemarin saya kasih clue dengan pertanyaan "Ada yang tahu nanti bagai mana jalan cerita mereka? Ada yang bisa nebak karakter Yunho?" saya sengaja tidak memberi tahu di WARNING kalau ff saya inspirasi agar viewer dapat menebak clue dari saya, bahkan beberapa ff saya yang lain pun saya berkata seperti itu contohnya seperti " Magical Love" dan kemudian di Chap 2 saya jelaskan bahwa FF itu adaptasi dari Manga. tetapi sesungguhnya cerita ini agak sedikit berbeda atau bahkan sangat berbeda dari film tersebut. Jadi bagaimana anda (Mr/Mrs TATAN) bisa berkata bahwa FF saya PLAGIAT bahkan sebelum anda membaca FF saya sampai akhir? Dari segimananya sama persis? Bahkan jika boleh jujur sungguh saya memang sering nonton film india ini tetapi saya tidak pernah tahu awal film ini dimulai karena setiap saya nonton film ini selalu sudah di tengah-tengah sampai akhir ( selalu nonton DI TV) jadi Chap satu kemarin merupakan hasil buatan saya berdasarkan cerita singkat dari sahabat saya yang pecinta india. Dan berkat anda saya sampe buka dan mengubek-ubek youtube untuk melihat awal film ini, tetapi saya tidak menemukannya. Sinopsis di om google pun tidak lengkap karena ini film lama. so? Jadi bisa anda jelaskan bagian mana saya memPLAGIAT? Karena yang namanya plagiat adalah meniru semua adegan bahkan tidak ada yang di edit sama sekali.

Kata-kata PLAGIAT hampirmembuat saya sedikit Down dalam menulis, tetapi saya berpikir kembali kenapa saya harus down jika jalan ceritanya saja berbeda dari film tersebut? Untuk itu saya akan persembahkan FF ini UNTUK MAS/MBA TATAN YANG TERHORMAT.

~~Happy Reading~~

Brakk

Terdengar suara bantingan pintu di ruangan yang cukup luas dengan dinding kaca di belakang meja kerja yang berpapan nama CEO Jung di atasnya. Namun sayang sang pemilik ruang tersebut seolah tak terusik dengan suara dentuman pintu yang cukup menggema.

"Yak Tuan Jung yang terhormat, kenapa kau tidak mengundangku ke acara pernikahanmu eoh? Apa kau sudah tidak menganggapku sebagai sahabat mu lagi?" cerocos namja cassanova yang baru saja membanting pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu kemudian masuk dengan seenak jidat lebarnya. Sedangkan pemilik ruangan hanya meliriknya sekilas kemudian kembali fokus kelembaran-lembaran kertas di hadapanya.

" Ayolah Yunho, tidak ada kah pembelaan dari mu mengenai berita yang baru saja aku terima tadi pagi eoh?"

Yunho memutar kedua bola matanya jengah, menutup lembaran-lembaran tersebut kemudian menatap sahabatnya yang bernama Yoochun.

" Apa yang kau inginkan?"

" oh ho... sabar kawan, aku hanya ingin tahu seperti apa kakak ipar ku. Hanya itu!"

Helaan nafas berat terdengar dari bibir kecil yunho sebelum menjawab pertanyaan yang sesungguhnya ingin di hidarinya saat ini.

" Namanya Jaejoong dan Dia cantik" Ujar Yunho sambil membalik Pas Photo berukuran 3R di hadapanya. Photo yang di ambilnya diam-diam saat Jaejoong tengah melamun di halaman belakang rumah mereka saat senja sambil menunggu makan malam.

" Sudah? Hanya itu saja? Tidak adakan yang lain? Seperti apa pesta pernikahan kalian, malam pertama kalian?"

Tuk

" yak! Aku berlum selesai bicara! Hais!" Yoochun mengusap Jidatnya yang baru saja terkena lemparan pulpen dari Yunho. " Kenapa kau menganiayaku?"

" Kau terlalu cerewet dan terlalu mesum karena itu kau pantas untuk di aniaya dasar Jidat lebar!"

" Heeii, Kau kenapa? Baru saja menikah tapi masih saja dingin dan irit kata seperti ini? Apa kau tidak dapat jatah dari kakak Ipar?" Yoochun menaik turunkan kedua alisnya menggoda Yunho namun Pria berkulit tan tersebut sama sekali tidak tergoda yang ada hanya ekspresi kesal sambil berniat melemparkan pulpennya lagi dengan mengankat tangan kanannya namun tidak jadi. Yunho hanya dapat bergumam " Bagaimana mau dapat jatah jika tidur saja terpisah" yang langsung di tangkap oleh telingan sensitif Yoochun

" Mwo? Jadi benar kau tidak dapat jatah?" Yunho menggeleng tanda setuju

" Apa kalian bertengkar?"

" Aniyo?"

" Kalian benar-benar tidur terpisah?"

" Ne"

" Apa kalian saling jatuh cinta?"

" Aniyo, hanya Aku"

" Apa kalian saling bertegur sapa?"

" Aniyo?"

" Apa kalian Menikah karena terpaksa?"

" Ne"

" Berapa usianya?"

" 22 Tahun"

" Ini GILAAAAA!" Teriak Yoochun sekencang-kencangnya beruntung ruangan tersebut kedap suara, jika tidak sudah di pastikan para staff HRD dan sekertaris yang berapa di depan ruangannya pasti berbondong-bondong masuk saking kagetnya.

" Apa kau sudah gila, yun! Bagaimana bisa eoh?"

Yoochun tak habis pikir, bagaimana sahabat popoknya yang dia kenal dari lahir bisa menjalani pernikahan yang sangat absurd menurutnya. Tidak ada cinta, tidur terpisah, tidak tegur sapa, bahkan mereka menikah secara terpaksa apalagi usia mereka cukup jauh yaitu 8 tahun. Apa semua itu tidak gila? Ah tidak, itu bukan gila tetapi sinting!

" Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Bisakah kau ceritakan S-E-M-U-A-N-Y-A" Ujar Yoochun dengan penuh penekanan di kata terakhirnya. Yoochun menatap Yunho tajam dan penuh penekanan kemudian melirik Jam tangan di tangannya lalu bangkit berdiri dari kursi yang berada didepan meja kerja yunho " Sudah waktunya makan siang, Kita cari tempat makan setelah itu Kau bisa meneritakan semuanya padaku" lanjutnya sambil melangkah keluar dari ruangan Yunho.

Yunho menatap sendu pria cassanova tersebut kemudian mengikutinya. Begitu tiba di Antique Food dan mengambil private room serta memesan makanan, Yoochun langsung meminta Yunho menceritakan semua yang dia alami dari awal hingga akhir tanpa terlewatkan sedikitpun. Dan dengan nafas berat akhirnya Yunho menceritakan semuanya sedetail-detailnya.

.

.

.

.

.

" Lalu Apa yang akan kau lakukan sekarang?"

" Entahlah, aku sendiri bingung."

" Oh C'mon sobat, Apa kau tidak berniat merebut hatinya eoh? Kenapa tidak kau tunjukkan bahwa kau mencintai dia saat pandangan pertama!" Yoochun Jengah mendengar cerita Yunho. Ingin sekali menjitak atau mungkin menguliti Yunho karena ketidak agresifan sang sahabat.

" Kenapa kau melihatku seperti itu?" Yunho risih dengan tatapan menelisik Yoochun yang tengah memeperhatikan dirinya layaknya investigator. Di perhatikannya sang sahabat dari ujung rambut sampai ujung kepala kemudian berdecak kesal.

" Bagaimana istrimu bisa mencintaimu jika penampilanmu seperti ini eoh? Lihat kacamata ini, rambut klimis ini, jas kebesaran seperti ini. Kau pikir ada perempuan cantik yang akan menerima cintamu jika berpenampilan seperti ini perempuan jelek saja belum tentu minat."

" Ayolah Yoochun~ah, Kau tau sendiri kenapa aku berpenampilan seperti ini eoh!" melas Yunho yang di balas helaas nafas panjang dari yoochun.

Yoochun mengerti dan paham kenapa Yunho berpenampilan seperti ini. Ingatannya seolah memutar kembali kejadian naas yang membuat pria bermata musang tersebut trauma dengan wajahnya sendiri saat mereka masih mengenyam bangku Senior High School. Yunho ketika itu sebenarnya tumbuh seperti remaja pada umumnya, berpenampilan modis, wajah tampan, memiliki sifat yang ramah bahkan supel dan mudah bergaul dengan semua teman-temannya meski memiliki wajah tampan yang rupawan, namun seketika semua itu berubah hanya dalam waktu sehari ketika kejadian naas itu terjadi, membuat Yunho seperti sekarang yang sangat tertutup , dingin, dan canggung bila bertemu dengan orang baru bahkan untuk penampilan Yunho lebih memilih berpenampilan yang tidak terlalu mencolok agar semua kejadian itu tak terulang kembali

.

#FlashBack On

" Kyaaa... Yunho Oppa... aku mencintaimu muach..."

" Yunho seunbae i love you"

" kya.. kya ... Oppaaaa"

Teriak-teriakan dari murid perempuan menggema di gerbang setinggi delapan meter sambil membawa spanduk serta poster-poster wajah Yunho, gerbang sekolah tersebut dipenuhi oleh murid-murid wanita yang tengah menyambut kedatangan senior sekaligus pemilik sekolahan Bigeast School.

Dengan mobil Audi A6 miliknya, Yunho melintasi kerumunan yeoja-yeoja yang memujanya disusul dengan beberapa mobil dibelakangnya yang dikendarai oleh bodyguardnya.

Yunho merupakan Murid Kelas 3 di sekolah elit Bigeast High School, sekolah yang dipenuhi oleh orang-orang kaya dan berpengaruh dikorea. Yunho sendiri merupakan Anak Tunggal dari keluarga Jung yang memiliki aset terbesar di Asia, bahkan hampir 80 pendapatan negara didapat dari export import perusahaan milik keluarga Jung.

Bisnis Keluarga Jung ada diberbagai bidang, dan sekolah Bigeast salah satunya. Maka tak heran jika Yunho sangat di elu-elukan oleh wanita-wanita di sekolah tersebut. Tidak hanya fans yang di miliki Yunho, tetapi Musuh pun banyak. Maka dari itu keluarga Jung sangat memproteksi Yunho dengan memberinya beberapa Bodyguard yang mengikuti kapan dan dimanapun yunho berada –kecuali kamar mandi- .

" hei Bro, seperti biasa. Selalu menjadi bintang sekolah eoh!" sapa seseorang sambil merangkul pundak yunho ketika dirinya berada dikoridor sekolah. Yunho tersenyum tipis kemudian memukul pelan perut orang tersebut.

" Kemana saja Kau tiga Hari ini eoh? Padahal aku berniat mengajakmu menonton pertandingan basket kemarin."

" Seperti biasa Yoochun~ah, Appa memintaku menggantikkannya untuk mengunjungi cabang perusahaannya yang berada di Jepang."

" Seperti biasa, si jenius yang selalu dimanfaatkan oleh ayahnya hahahaha... ahjussi pasti beralasan sedang menangani masalah di cabang Gwangju yang sudah selesai bulan lalu biar bisa bulan madu kesekiankalinya dengan Ahjumma, ya kan?"

"Lalu dimana para pengawal mu?"

" Sebagai ganti aku mau menuruti kemauan mereka, orang tuaku setuju untuk mengurangi jumlah bodyguard dan juga jarak jaga mereka jadilah sekarang mereka aku suruh pulang karena hari ini aku ingin kencan"

Mereka pun tertawa bersama sepanjang koridor, hingga tiba-tiba yunho berhenti ketika melihat punggung wanita yang sangat dikenalnya di sudut koridor.

" Yoochun~ah sepertinya aku harus pergi, aku ingin memberikan sekejutan kepadanya"

"Ck, hei sudah kubilang. Dia itu sama seperti mantan pacarmu sebelumnya yang hanya memanfaatkan dirimu" sindir Yoochun yang dibalas senyum tipis di bibir tipis Yunho. Tanpa membalas sindiran Yoochun, Yunho memilih melangkah pergi sambil melambaikan tangan ke sang sahabat.

" Dia berbeda Yoochun~ah, dan aku sangat mencintainya"

Sungguh jika boleh jujur dia sama sekali tidak habis pikir, padahal sudah beberapa kali Yunho dibohongi oleh yang namanya perempuan. Dan Ahra salah satunya, beberapa kali Yoochun memergoki Ahra tengah beradegan panas dengan lelaki lain dan sudah beberapa kali juga dia memberitahukannya kepada yunho tetapi teman baiknya tersebut justru tidak pernah percaya.

Yunho memang tampan, kaya, dan juga mampu menebar pesona meski hanya lewat lirikkan matanya. Akan tetapi jika berhubungan dengan yang namanya perempuan, dia pasti akan lemah dan mudah tergoda. Tergoda bukan dalam artian negatif, tetapi sering di manfaatkan sebagai ATM berjalan. Sifat yang terlalu baiknya lah yang sering di manfaatkan oleh para kaum hawa tersebut.

.

.

.

.

.

.

Langkah Yunho terhenti seketika saat dirinya baru saja sampai di ujung koridor, matanya memanas melihat melihat adegan mesra dua insan yang tengah berciuman panas. Pria dan wanita tersebut tengah asik saling menghisap dengan kedua tangan sang wanita yang mengalung indah di leher sang pria.

" Ahra~ah"

Seketika pangutan bibir tersebut terhenti, sang wanita menoleh karena merasa namanya di panggil. Kedua bola matanya melebar sempurna saat pelihat Yunho.

"Op-oppa?!"

" Wae Ahra~ah?" tangan Yunho terkepal erat menahan amarah yang siap meledak. Bagaimana dirinya tidak marah jika melihat kekasih yang sangat di cintai sedang berciuman dengan lelaki lain di hadapannya.

" Op-Oppa biar aku jel..." Yunho pergi begitu saja meninggalkan Ahra tanpa mengindahkannya.

Yunho terus berjalan menuju parkiran sekolah menghiraukan panggilan Yoochun dan beberapa teman juga fansnya tanpa menyadari bahwa ada mobil kijang hitam membuntutinya.

Mobil tersebut terus mendekat sambil membuka pintu kanan mobil penumpangnya. Yunho yang masih di landa amarah dan juga kecewa tidak menyadari bahwa mobil tersebut semakin medekat hingga akhirnya hanya kegelapan yang ia rasakan saat sebuah tangan menutup mulutnya dengan sapu tangan.

.

.

.

.

.

Perlahan kelopak mata musang saat merasakan ada sesuatu yang menyentuh kulitnya. Samar-samar dia melihat sesosok wanita tengah menjiliati... tunggu...

" Igemoya?" Yunho melebarkan matanya begitu melihat sosok dihadapannya dengan jelas. Sosok dihadapannya bukan seorang wanita, melaikan seorang pria bersurai panjang. Pria yang tengah asik menjilati wajah yunho langsung terhenti ketika melihat yunho telah sadarkan diri.

" APA YANG SEDANG KAU LAKUKKAN PADAKU?" Teriak yunho sambil mencoba menggerakkan tangan dan kakinya. Namun sia-sia, kedua tangan dan kakinya terikat keras di semua sisi yang membentuk huruf X.

" Yunho sayang, aku sangat mencintaimu" ujar pria yang menurut yunho gila itu. Pria tersebut melanjutkan aksinya, bahkan sekarang tengah berusaha membuka kancing seragam yang yunho kenakan. " Aku ingin memiliki mu yunho~ah."

"KAU GILA, AKU INI lAKI-LAKI!" Tubuh yunho menegang saat pria gila tersebut mulai menjilati tubuhnya. Tangan pria itu juga tengah berusaha membuka ikat pinggal Yunho.

" AKU TIDAK PEDULI, KAU MILIKKU" teriak pria yang telah menculik Yunho. Tubuh Yunho gemetar, kedua pergelangan tangan dan kakinya memerah akibat berusaha melepaskan diri dari ikatan tali yang cukup kuat.

"Kau milikku Yunho~ah" ucap lembut pria itu kemudian meraih kedua pipi Yunho dan langdung mencium bibir Yunho dengan ganas.

Tubuh Yunho menegang, pandangannya menggelap kosong saat pria penculik itu menciumnya. Di tengah-tengah kesadarannya dia mendengar pintu di ruangan tersebut didobrak paksa sebelum akhirnya kegelapan menyelimuti dirinya.

#Flashback Off

Beruntung Bagi Yunho saat itu ketika Yoochun yang mengejar Yunho melihat sang sahabat di culik, kemudian bergegas membuntutinya sambil menelfon polisi. Jika tidak entah apa yang terjadi.

Menurut penuturan polisi, pria penculik itu merupakan salah satu fans fanatic Yunho yang memiliki kelainan sexual.

Selama tiga bulan Yunho setelah kejadian tersebut Yunho mengurung diri dikamar. Tidak mau bertemu dengan siapapun bahkan orangtuanya. Dan selama itu pula, jika Yunho bertemu dengan perempuan atau laki-laki dia akan berteriak histeris karena menderita syok berat.

Syok berat yang dialaminya cukup sulit di sembuhkan, baru setahun setelah melakukan berbagai terapi Yunho kembali normal meski memilih berpakaian Nerd agar kejadian dahulu tidak terjadi lagi.

.

.

.

"Apa kau sudah mengenalkannya kepada kedua orang tuamu?"

" Aniyo, aku takut mengecewakan mereka" Yunho menjawab dengan wajah sendu. 'Kasihan sekali sahabatku ini' pikir Yoochun.

"Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?"

" Entahlah, aku sendiri bingung" wajah yunho terlihat bingung memikirkan nasib pernikahannya yang baru seumur jangung. " Kau sendiri ada apa kesini eoh? Tidak mungkin kau datang keruanganku sambil mendobrak pintu berhargaku hanya untuk bertanya mengenai pernikahanku!"

" ah, hampir saja lupa." Ujar yoochun sambil menepuk jidatnya yang lebar karena baru teringat tujuan awalnya keruangan yunho. " ini!" lanjutnya sambil menyerahkan brosur berukuran sedang berwarna biru yang bergambar berbagai macam masakan.

" apa ini?" kedua alis yunho menyatu melihat selebaran brosur tersebut.

" Itu brosur Ballons Caffe, salah satu cabang perusahaan kita yang baru saja buka. Untuk menarik minat pembeli tim Marketing mengajukan untuk mengadakan lomba memasak selama tiga tiga hari secara berpasang-pasangan dengan berbagai tema setiap harinya dengan paket liburan ke Bali sebagai hadiahnya."

" Ku pikir itu ide yang cukup menarik, aku menerima ide tersebut. Urus semua dan handle sebisa mungkin."

" Baiklah" setelah memberikan laporannya, Yoochun memohon ijin keluar pada Yunho.

Beberapa saat Yunho melirik brosur tersebut. Kemudian teringat akan sesuatu.

" Apa dia akan mengikutinya?" Gumam yunho pada dirinya sendiri. Yunho tahu bahwa Jaejoong sangat menyukai memasak, hasil masakkannya pun tak kalah seperti chef setidaknya itulah yang dia tahu mengenai Jaejoong yang dia ketahui dari Mr Kim.

TBC

NB: masak berpasangan aku inspirasi dari Running mang dengan episode kompetisi memasak 2015 hahahahahaha gegara kemarin aku baru nonton episode tersebut. Clue yang saya kasih kemaren ternyata banyak yang nebak dan benar semua hahahahah :*. Maaf ne pak yono disini aku mendustaimu, habis biasanya umma yang diperkosan. Sekali-sekali buat bedalaaaah hohohogogi

Rani : terima kasih. Masa sih mirip hahaha.. Saya padahal belom pernah liat awal nih film loh meski sering nonton, habis telat mulu sih sayanya.. Tenang beda kok jalan ceritanya... Cm inspirasi aja wkwkwkwkwk

Jungsister: terima kasih udh review ^^. Moga berkenan dihati yaah ceritanya. Ini udh lanjutkok.

Guest: terimakasih udh review ^^

Zee Rasetsu : mudah2an , tapi saya belom memikirkan endingnya ^^ hahahahahaha

Buat yang memiliki acc saya balas langsung ke PM kalian masing masing yaaaa ^^

Salam hangat Ayana Jung ^^