~ happy Reading~

Suasana makan malam di kediaman Jung nampak begitu hening dan canggung, hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring yang saling berbenturan. Kedua manusia yang terikat dalam suatu hubungan suami istri tersebut nampak dalam pikiran mereka masing masing.

" Ehem" tersengar suara Yunho memecah keheningan " Jadi, apa yang ingin kamu katakan?" tanyanya hati-hati dengan suara pelan dan terdengar sedikit sukar.

Jaejoong menatap datar sang suami, kemudian menghela nafas perlahan.

Jaejoong Pov On

Aku melirik sekilas arah depan dimana suami ku tengah duduk sambil sesekali melirik takut padaku. Ku hela nafas secara perlahan melihat tingkah kakunya, bukan maksud hatiku bersikap dingin terhadapnya sehingga membuatnya nampak canggung dalam hubungan kami. Namun beginilah sifat dan wajahku jika bertemu dengan orang baru, aku bukanlah tipikal orang yang dapat langsung akrab dengan orang lain apalagi dengan orang yang baru saja aku kenal.

Jaejoong memang tidak mencintai pria kaku di hadapannya itu, tetapi Jaejoong sadar bahwa pria yang tengah duduk didepannya tersebut merupakan suaminya secara sah. Sebagai istri, Jaejoong tahu akan kewajiban dan tanggung jawabnya meski sampai saat ini dirinya belum menjalani sebagai mestinya seperti memasak, menyiapkan keperluan suami bahkan melayaninya di atas ranjang tetapi sampai kapan semua ini berlangsung dan itulah yang sekarang yang ingin dia sampaikan kepada Yunho.

Dia memang suamiku, suami sah ku. Tetapi aku sama sekali tidak mengenalnya dan sama sekali tidak mencintainya. Bagaimana aku dapat bersikap hangat padanya jika aku sendiri canggung untuk memulai percakapan dengannya yang terlihat lebih tua dariku.

" Lebih baik anda terlebih dahulu Tuan" aku fikir lebih baik Yunho terlebih dahulu yang mengungkapkan ke inginan yang ingin di sampaikan karena melihat betapa semangatnya Yunho ketika pulang kerja sampai-sampai mengetuk-ngetuk pintu kamarku dengan tergesa dan memaksa untuk makan bersama. Seumur-umur pernikahan kami, baru hari ini aku melihat sorot mata penuh harap di mata Yunho karena biasanya hanya ada tatapan canggung di mata kecil miliknya.

" Baiklah... ehem.. ini" ucap Yunho sambil menyerahkan brosur berwarna biru.

" Apa ini Tuan?"

" Itu.. anu... brosur. Bacalah"

Ku lihat brosur yang ia berikan kemudian membaca setiap kata-kata yang tercetak di dalamnya. Mataku seketika terbelalak saat melihat tulisan " Audisi masak berpasangan" .

" Tuan ! ini!?"

" N-Ne, Maukah kau mengikuti Audisi tersebut bersama ku?" Tanya Yunho dengan mata berbinar. Terlihat lucu bagiku karena Yunho tampak seperti anak Anjing yang tengah merengek manja pada majikannya. Aku hanya diam dan tak berkata apapun meski dalam hati ingin sekali aku tertawa. " ah.. Kau pasti berfikir aku tidak bisa memasak. Tenanglah, meski itu hanya Omelet tetapi aku bisa memasak dengan sempurna" lanjutnya lagi sambil memainkan ke 10 jarinya di atas meja.

" Bisakah aku memikirkannya ?" pintaku.

" Baiklah." Jawab Yunho lesu begitu mendengar jawabanku. Maafkan aku Yunho, bukan maksud untuk menolak tetapi aku hanya belum yakin untuk mengikuti Audisi tersebut meski aku sebenarnya berminat sekali. Tetapi keadaan yang sekarang tidak memungkinkan untuk mengikutinya.

Kulihat Yunho pun kembali menikmati makannya tanpa berkata apapun lagi dan kemudian pergi meninggalkan meja makan dengan menyisakan hampir setengah masakan yang telah di buat oleh asisten rumah tangganya. Aku hanya bisa melihat dan menatapnya dengan wajah sendu dan hati tidak tega melihatnya kemudian ikut pergi meninggalkan meja makan.

Jaejoong POV Off

Yunho Pov On

Gagal, lagi-lagi aku gagal. Apa yang harus aku lakukan untuk bisa dekat dengannya. Sekarang aku tengah berdiam diri menatap langit-langit kamarku. Terdiam memikirkan perkataan sahabatku Yoochun tadi siang. Apakah aku harus berubah? Apakah aku sanggup untuk berubah? Tapi aku ingin dia mau menerimaku apa adanya, tak bisa kah dia melihatku seperti ini saja?

Memikirkan kembali sikapku saat ketika meminta untuk makan malam bersama membuat ku malu sendiri. Apalagi ketika melihat Jaejoong hanya diam dan menatap tak berminat pada lembaran brosur yang kuberikan kepadanya, Kurasa Mr. Kim salah mengenai kesukaan memasak putrinya tersebut. Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan untuk mengubah pernikahan kaku ini menjadi lebih hangat dan penuh rasa saling menyayangi.

Drrt..Drrrttt

Getaran di saku kanan celanaku membuat ku menghentikan lamunan kemudian merogoh benda bersegi panjang dimana layarnya menampilkan nama sahabat sekaligus bawahanku, Yoochun. Dengan sedikit malas akhirnya ku geser layar berbentuk telp ke arah kanan untuk menjawab panggilannya.

Yunho Pov Off

" Yeoboseyo?"

" Yunho~ah"

" Ne?"

" Kau tahu! Ternyata istrimu merupakan sahabat kecil dari kekasihku"

" Ne?" Yunho terdiam beberasa saat kemudian " MWO? JINJA?"

" Aish, Bisa tidak kau kecilkan suaramu. Hampir saja telinga indahku hancur mendengar teriakanmu" keluh Yoochun sambil mengusap-usap telinganya saat mendengar kekagetan dari Yunho. Jika saja saat ini Yunho ada di hadapannya, sudah pasti tangannya akan melayang untuk menjawil bibir kecil sahabatnya itu agar tidak berteriak . Hampir saja gendang telinganya hancur mendengar teriakan 3 oktaf Yunho.

" Bagaimana bisa? Bukankah kau bilang Junsu lahir di Gyeonggi?" Yunho bangkit berdiri dan menggengam erat hanphonenya sambil mendengarkan dengan seksama informasi yang baru ia dapatkan.

Setahu Yunho, Kim Junsu, kekasih Yoochun lahir di Gyeonggi dan baru pindah ke Seoul beberapa tahun yg lalu untuk kuliah. Jadi bagaimana bisa Junsu kenal dengan Jaejoong istrinya yang jelas-jelas tinggal di Chungnam?

" Bukankah aku pernah cerita kepadamu bahwa dulu saat kekasihku berusia lima tahun dia pernah tinggal di rumah sanak saudaranya selama beberapa bulan?"

" Maksudmu?..."

" Kebetulan bibi dari Junsuiku rumahnya bersebelahan dengan rumah keluarga Jaejoong noona di Chungnam. "

" Dari mana kau tahu jika Jaejoong yang Junsu kenal? Bukankah foto yang junsu berikan kepadamu itu foto gadis kecil berusia 5 tahun? "

" Tadi, saat aku sedang berkunjung kerumah Junsu, dia bilang bahwa dia baru saja bertemu dengan sahabat lamanya sambil memperlihatkan foto Jaejoong yang tengah menggunakan dress yang sama persis dengan foto yang ada di atas meja kerja mu"

~ flashback ~

Yoochun Pov On

Ah! Suasana malam ini begitu dingin. Aku rapatkan matel tebal berwarna putih ke tubuhku. Ck! Apa yang dilakukan oleh my baby Suie~? Sudah hampir 30 menit aku menunggu tetapi pintu apartmentnya belum juga terbuka. Bukankah dia sendiri yang tadi menelpon untuk segera ke apartmentnya untuk menceritakan sesuatu.

Ceklek

" Chunnie?"

" Aish! Kenapa kau lama sekali eoh? Aku sudah hampir mati membeku di sini." Gerutuku ketika melihat kepala mungil kekasihku yang muncuk dari balik pintu.

" Ah! Mianhae, tadi aku habis dari kamar mandi. Cepat masuk! Ada yang ingin aku ceritakan!" ucapnya penuh semangat sambil menarik lengan kananku. Dasar pantat bebek kesayanganku yang tidak sabaran.

" Jadi? Apa yang ingin kau ceritakan padaku, love?" tanyaku sambil duduk di sofa ruang tamu disamping Junsu. Dengan mata berbinar, junsu langsung menggenggam kedua tanganku dan tersenyum bahagia.

" Kau tau Yoochunie! Aku baru saja bertemu dengan sahabatku"

" Benarkah? Sahabatmu yang mana? Bukankah sahabatmu itu banyak?" aku mengerutkan keningku dan berfikir. Buat apa dia menelpon dan mengirim pesan ratusan kali untuk segera kesini jika hanya untuk memberitahukan hal yang tidak penting seperti ini.

" Aduh, Chunnie! Kau tahu bukan jika aku hanya punya satu sahabat yang meski terpisah jarak dan waktu tetapi tetap saling berhubungan." Ucap Junsu sambil memutar bola matanya. Kemudian pergi kedalam kamarnya kemudian kembali keruang tamu sambil membawa sesuatu di tangannya.

" Ne. Aku tahu. Yang sering kau panggil Joongie-Joongie itu kah?"

" Benar. Tadi siang saat aku sedang berbelanja di supermarket tidak sengaja bertemu dengannya. Dan kau tahu! Betapa cantiknya dia sekarang." Jawab Junsu sambil menyerahkan selembar foto seseorang. Tunggu! Aku seperti pernah melihat foto ini! " Aigooo. Aku tidak tahu jika sekarang Jaejoongie tinggal disini. Terakhir kami saling bertukar email dia bilang jika calon suaminya itu akan bertugas ke pulau jeju, tetapi mengapa dia malah tinggal di Seoul. Bahkan sudah lebih dari beberapa minggu. Aku..."

" Tunggu! Kau bilang siapa tadi nama temanmu?"

" Jaejoongie, Kim Jaejoong. Memangnya kenapa? Apa kau pernah bertemu dengan Joongie? " mataku terbelalak begitu mendengar nama yang di sebutkan oleh Junsu. Pantas saja aku seperti penah melihatnya. Ternyata dia adalah istri dari sahabatku sendiri.

" Aku belum pernah bertemu dengannya secara nyata. Hanya saja aku pernah melihat fotonya di atas meja kerja Yunho."

" Benarkah? Memangnya Yunho Oppa kenal dengan Jaejoongie?"

" Dia suaminya. Mereka telah menikah beberapa minggu yang lalu, karena itulah Jaejoong berada di Seoul sekarang."

" Jinjja? Setahuku nama suaminya Minwoo, bukan Yunho. Aku aku salah dengar yah! Ah, sudahlah. Biar Besok aku tanyakan sendiri."

" Besok?"

" Ne, Besok. Aku dan Jaejoong sudah buat Janji besok.

" Bukannya besok Kau...?"

" Ne, aku mau kesana. Tadi siang aku bilang pada Jaejoongie ingin kesana dan aku mengajaknya kesana sekalian biar kami bisa punya waktu untuk saling bertemu setiap hari." Mendengar pernyataan Junsu, tiba-tiba saja seperti ada lampu hijau di atas kepalaku.

Yoochun Pov Off

~ Flashback Off ~

" Ahh.. Jinja?."

" Ne" sahut Yoochun dengan semangat. " Kau bisa memanfaatkan kesempatan emas ini Yunho!"

" Apa maksudmu?"

" Aku Punya rencana. Besok Jam 10 pagi aku tunggu kau di Ballons Caffe! Kita bicarakan mengenai rencana yang aku maksudkan" perintah Yoochun dan langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak membuat Yunho menggerutu sebal. Bukankah dia Bosnya? Kenapa malah bawahan yang memutuskan seenak jidat lebarnya, untung saja besok hari minggu.

~ ke esokkan~

Cling.. cling..

Terdengar suara gemerincing bel pintu Ballons caffe ketika Yunho memasukinya. Semua karyawan baik itu kasir, waiters bahkan chef di caffe tersebut langsung membungkukkan kepalanya untuk menghormati kedatangan sang pemilik. Pasalnya, baru kali ini sang majikan bermata musang tersebut mengunjungi Caffe mereka sehingga hampir semua karyawan berbondong-bondong untuk memberikan pelayanan terbaik mereka terutama para waiters wanita yang sudah siap dengan pakaian ketatnya karena mendengar bahwa pemilik perusahaan Jung Corp merupakan orang tertampan se asia. Namun sayang, mereka harus menelan kekecewaan ketika melihat ke aslian bentuk dari pimpinan mereka.

Dengan wajah kecewa mereka pun kembali ke aktifitas masing-masing setelah Yunho memerintahkan mereka untuk tidak bersikap berlebihan dan anggap saja jika dia sedang tidak berada disana.

" Yo, Yunho hyung!" teriak Yoochun dari tempat duduk yang berada tepat di samping jendela Ballon Caffe ketika melihat Yunho berjalan masuk.

Begitu mendengar teriakan Yoochun, Yunho pun melangkah pelan mendekati pria berjidat lebar tersebut.

" Apa rencana yang kau maksud?" tanya Yunho to the point kemudian menaruh pantatnya di kursi depan Yoochun. " dan untuk apa kau mintaku bertemu disini?"

" Hahahaha kau ini sungguh tidak sabaran. " Yoochun terkekeh kemudian melanjutkan perkataannya. " Lihatlah ke arah luar jendela!" Lanjutnya sambil menggerakkan kepalanya pelan ke kanan sebagai arah tunjuk agar yunho melihat keluar. Yunho pun menurutinya, mata musangnya memperhatikan pemandangan di depannya. Nampak beberapa kendaraan berlalulintas melewati jalan raya yang tepat berada di luar, sedangkan di sebrang jalan terdapat beberapa bangunan yang mana sebagiannya merupakan beberapa toko serta toserba. " Lihatlah arah bangunan bercat Kuning dengan spanduk berwarna peach di sebrang sana" lanjutnya.

" Memangnya ada apa disana?" tanya Yunho sambil matanya beralih menatap Yoochun penasaran.

" Sudahlah, lihat dan perhatikanlah. Beberapa menit lagi juga kau akan tahu" Yoochun memegang kedua pipi Yunho dengan satu telapak tangannya kemudian membalikkan wajah Yunho agar tetap fokus melihat kearah yang di maksud.

Beberapa menit memang nampak biasa. Namun beberapa saat kemudian nampak seorang wanita yang Yunho kenal tengah berdiri di depan gedung yang Yoochun maksud. Dengan baju dress biru dan cardigan putih, wanita mungil berkulit salju nampak melangkah memasuki gedung tersebut.

" Apa yang sedang dia lakukan disana?" tanya Yunho tanpa mengalihkan perhatian dari wanita yang sudah menghilang dibalik pintu kaca di sebrang jalan tersebut.

" Aku tidak tahu pasti, tetapi Junsui~ku bilang kalau Jaejoong Noona berniat mendaftar untuk ikut kursus memasak disana"

" Bukankah Mr Kim bilang bahwa Jaejoong pandai memasak. Jadi untuk apa dia disana?"

" Entahlah" jawab Yoochun sambil mengangkat bahunya kemudian menyeringai menatap Yunho. " Bagaimana jika Kau cari tahu sendiri"

" Hah?"

" Kau cari tahu sendiri sedang apa ia disana."

" Caranya? "

" Ayo ikut denganku. Aku akan kasih tahu caranya!?"

Yoochun pun menarik tangan Yunho, menariknya paksa meninggalkan Ballons Caffe. Kemudian membawa Yunho kesuatu tempat yang membuat Yunho terperangah tidak percaya.

" I-Ini! Jangan Bilang?!"

TBC

Hayooo kira-kira Yoochun bawa Yunho kemana?

Tempat apa coba yang di datangi Jaejoong?

Ada yang masih penasarankah?

Maaf jika part ini mengecewakan.

Sampai jumpa dua minggu lagi untuk cerita wedding touble .

~Ayana Jung~