A SUPER JUNIOR FANFICTION

~I'M YOUR MOMMY~

CAST : Kyumin, Child! Henry. And other Super Junior member

Warning : Genderswitch. Typo(s). gajeness. Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. If you don't like my otp, just go out from here.

.

.

Previous Chapter

TRAAANG

Kyuhyun menegang saat bingkai foto keluarganya jatuh saat dia membereskan map-map penting untuk rapat nanti sore. Dengan cepat dia mengambil bingkai itu, ternyata kacanya sudah pecah dan berhamburan dibawah mejanya.

Kyuhyun memandang foto Sungmin yang sedang mengendong bayi Henry dengan pandangan gusar. "kalian berdua, tidak terjadi apa-apa kan?" gumamnya.

~PART 3~

Deringan dari iphone nya membuat namja itu menoleh. Hatinya benar-benar lega saat melihat contact Sungmin muncul disana. "yeoboseyo, Minnie-ah."

"…"

"NE?"

Kyuhyun merasakan jantungnya berhenti saat itu juga. Dua orang terkasihnya. Istri dan anaknya mengalami kecelakaan.

"Kyuhyun, para investor sudah berada diruang rapat. Kajja!" ucap Eunhyuk saat masuk kedalam ruangan Kyuhyun.

"batalkan."

Eunhyuk mengendus sebal. "Kyuhyun! yang benar saja, mereka tambang emas kita. Kalau proyek ini—

"aku tidak peduli dengan mereka semua! Aku harus melihat Sungmin dan Henry sekarang juga."

Eunhyuk memandang Kyuhyun dengan heran. "kau ini kenapa? hanya karena Sungmin dan Henry kau membatalkan tender dengan perusahaan Mr. Sena,"

Kyuhyun selesai membereskan barang-barangnya lalu berjalan keluar. Tetapi langkahnya terhenti tepat disamping Eunhyuk. "mereka berdua kecelakaan." Ucapnya dan kembali berjalan.

Sedangkan Eunhyuk, yeoja itu membulatkan matanya tidak percaya.

.

SAMSUNG MEDICAL CENTER

Kyuhyun memandang gusar kearah ruang ICU didepannya. Setelah melihat Henry yang tidak mengalami luka parah, dia langsung bergegas ke ruang ICU dimana Sungmin masih berjuang didalam sana.

Menurut polisi yang menjaga Henry tadi, mereka berdua ditemukan dengan posisi saling memeluk—ah tidak Sungmin yang memeluk Henry.

"Min, kenapa harus seperti ini sayang." Gumamnya. Jemarinya saling bertautan dan memanjatkan doa pada Tuhan untuk memberikan kesembuhan bagi kedua orang yang paling berharga dalam hidupnya.

Satu jam

Dua jam

Pintu ruangan ICU terbuka, Kyuhyun segera menghampiri seorang dokter yang baru keluar dari sana. "dokter, bagaimana keadaan Sungmin. istri saya?" tanyanya langsung.

"kondisi Sungmin-sshi sudah stabil sekarang. Kita hanya harus melihat bagaimana kondisinya kedepan. Saya tidak bisa menjamin Sungmin-sshi sadar dalam waktu dekat karena benturan keras pada bagian belakang kepalanya. Kita sama-sama berdoa dan berusaha saja." Dokter itu menepuk punggung Kyuhyun.

"boleh saya melihatnya?"

Dokter mengangguk. "boleh setelah kami memindahkan Sungmin-sshi keruang rawat."

.

Kyuhyun mengenggam jemari Sungmin yang tidak terpasang infuse dengan erat. Dokter menyarankan agar Sungmin tetap dirawat diruang inap khusus agar keadaannya lebih stabil—karena tadinya Kyuhyun ingin mengabungkan kamar Sungmin dengan Henry.

"kita bertiga barusaja berkumpul, jangan tinggalkan kami chagi." Ujarnya lirih. Tidak ada jawaban dari sosok yang masih betah menutup matanya itu, hanya bunyi mesin pendeteksi detak jantung yang memenuhi ruangan khusus tersebut.

"Kyuhyun-ah,"

Sebuah panggilan dari arah pintu membuat namja itu menoleh, disana ada Eunhyuk yang berdiri diambang pintu. "waeyo?"

"Henry baru sadar, dia mencarimu."

Kyuhyun menganggukan kepalanya. "aku akan melihatnya." Namja itu menaruh lengan Sungmin yang digenggamnya dengan hati-hati keatas ranjang. Sebelum keluar, namja itu mengecup pipi dan dahi Sungmin berurutan. "aku keluar sebentar melihat Henry, I love you."

Setelah Kyuhyun keluar, Eunhyuk masih memandang tubuh Sungmin yang masih berbaring tidak sadarkan diri. "beruntung sekali dirimu, dicintai oleh namja sehebat Kyuhyun." setelahnya yeoja itu menutup pintu ruang rawat Sungmin dan menyusul Kyuhyun.

.

Henry tersenyum cerah saat Kyuhyun masuk kedalam ruangan inapnya disusul oleh Eunhyuk dibelakangnya. "Daddy!"

Kyuhyun duduk diatas ranjang Henry yang lumayan besar dan mengelus rambut putranya dengan lembut. "bagaimana keadaanmu? Tidak ada yang sakit bukan?" Henry menggelengkan kepalanya. Namja kecil itu hanya menunjuk beberapa luka baret dilengan dan kakinya.

"kau mau melihat Mommy-mu?" pertanyaan Kyuhyun membuat senyum Henry memudar. "shireo!"

"Henry!"

"Kyuhyun sudahlah! Jangan membentak Henry seperti itu. Biarkan dia tenang dan istirahat sekarang." Eunhyuk mendekat dan memeluk Henry.

"Henry, Daddy mohon setidaknya lihat Mommy-mu. Meskipun untuk sekali ini saja." Bujuk Kyuhyun. Namun reaksi bocah itu tetap sama, mengeleng dalam dekapan Eunhyuk.

Eunhyuk menatap Kyuhyun marah. "biarkan dia beristirahat sejenak Kyuhyun. jangan memaksanya untuk peduli dan menyukai apa yang dibencinya."

Kyuhyun terperangah mendengar ucapan Eunhyuk barusan. "apa maksud perkataanmu itu? Sungmin seperti sekarang juga demi melindungi Henry, dia harus peduli dengan ibu kandungnya sendiri."

"tidak ada seorang ibu yang meninggalkan anaknya Kyuhyun."

"Sungmin tidak meninggalkan Henry. Dia selalu menyayangi Henry." Bela Kyuhyun.

Eunhyuk menatap Kyuhyun. "kalau dia menyayangi Henry, dia pasti meninggalkan karirnya demi Henry yang saat itu masih bayi. Bukankah dia egois? Dia lebih memilih karirnya dibandingkan dengan darah dagingnya sendiri." Ucap Eunhyuk.

Kyuhyun mengibaskan lengannya lelah. "cukup! Kau tidak tau alasan dibalik ini semua. Aku minta tolong kau jaga Henry, aku akan melihat Sungmin."

Kyuhyun keluar dari ruangan Henry tanpa melihat raut wajah terluka Eunhyuk karenanya.

.

Henry memandang bingung ruangan asing disekitarnya. Seingatnya dia ada dirumah sakit. "ini dimana?" gumamnya bingung.

"Kyuhyun! cepat kesini!" Henry menoleh kearah sumber suara yang berasal dari ruangan didepannya. Dengan langkah ragu, namja kecil itu mengikuti suara yeoja yang memanggil nama Daddy-nya itu.

"ada apa?"

Henry bisa melihat. Kyuhyun berjalan dengan segelas susu vanilla dan mendudukan dirinya disamping seorang yeoja yang membelakanginya setelah sebelumnya menaruh segelas susu tersebut diatas meja.

"Henry sedang menendangku sedari tadi, kau mau merasakannya?" suara sang yeoja yang ternyata sedang mengandung besar itu kembali terdengar.

Mendengar namanya disebut, Henry mendekat dan berdiri tepat didepan kedua orang tersebut. Namja itu belum bisa melihat siapa sosok yeoja yang sedang mengelus rambut Daddy-nya itu.

Kyuhyun menempelkan telingannya disamping perut besar sang yeoja dan mengelusnya pelan. Senyum bahagianya merekah saat merasakan tendangan halus dari dalam perut sang yeoja. "dia menendangnya semangat sekali." Gumam Kyuhyun.

"iya, karena dia ingin cepat-cepat keluar dan bermain sepak bola dengan Daddy-nya." Ucap si yeoja.

"terima kasih sudah hadir dalam hidupku, Sungmin." ucap Kyuhyun.

Dan Henry baru melihat sosok yeoja yang bersama Daddy-nya itu adalah Sungmin. Sosok yang paling tidak disukainya saat ini.

Sungmin mengelus pipi Kyuhyun dengan lembut. "kau juga. Dan Henry sebagai penyempurna hidupku."

"I love you." Ucap Kyuhyun dilanjutkan dengan mengecup manis bibir plump Sungmin.

.

Henry memandang kedua orang dewasa dihadapannya itu dengan raut wajah yang tidak biasa. Sungmin sedang mengendong seorang bayi dalam dekapannya dan Kyuhyun yang berada disampingnya.

"dia tampan Kyuhyun." ucap Sungmin.

Kyuhyun tersenyum sembari mengelus pipi bayi yang baru dilahirkan itu dengan lembut. "ya, aku tampan dan kau cantik. Jadi wajar saja."

Sungmin menoleh kearah Kyuhyun dan mengecup pipi namja itu dengan manis. "terima kasih. I love you."

Kyuhyun tersenyum.

Suara tangisan bayi membuat keduanya mengalihkan perhatiannya kembali pada bayi dalam dekapan Sungmin. "aigoo… baby Henry lapar?" ujar Kyuhyun seolah berbicara dengan sang bayi.

Sungmin terkikih geli. "ne, Daddy-Kyu,"

Kyuhyun membantu Sungmin membuka kemeja rumah sakitnya dan mengeluarkan putting payudara nya dan langsung dilahap oleh baby Henry dengan cepat. Sungmin meringis kecil.

"waeyo?" tanya Kyuhyun.

Sungmin tersenyum dan menggeleng. "hanya sedikit geli."

.

"tidak!"

Henry merasakan saat tubuhnya dipeluk oleh Sungmin. Dan setelahnya terdengar suara benturan yang cukup keras. Dia bisa merasakan kakinya terjepit sesuatu. Dan saat membuka matanya, dia melihat sorot mata Sungmin, yang entah kenapa membuatnya merasa aman dan terlindungi.

Dan senyum itu. Henry bersumpah itu adalah senyum tercantik yang pernah dilihatnya.

"sorry, and. I love you, Henry." Ucapan terakhir yang Sungmin katakan sebelum yeoja itu jatuh tidak sadarkan diri.

.

Henry membuka matanya dengan segera. Kilasan kisah-kisah tersebut setiap hari silih berganti masuk kedalam alam mimpinya. Ini sudah hampir seminggu sejak kecelakaan itu dan dirinya sudah diperbolehkan pulang.

Henry membangunkan Kyuhyun yang tidur disampingnya. Tak lama namja itu mengosok matanya yang masih mengantuk. "Henry, ada apa?" tanyanya dengan suara seraknya.

"Daddy, Mommy." Lirihnya.

Kyuhyun semakin bingung saat Henry menubruknya dan memeluknya dengan erat. "waeyo?"

"aku ingin bertemu Mommy."

Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Henry barusan. Akhirnya. Desahnya dalam hati. "ne, besok pagi kita lihat Mommy-mu."

Henry menggeleng tidak setuju. "aku mau lihat Mommy sekarang juga."

Kyuhyun melepaskan pelukan mereka berdua. "baby, Mommy sedang istirahat. Lagipula ini sudah hampir tengah malam, kau harus tidur dan besok pagi-pagi sekali kita lihat Mommy-mu."

"shireo Dad! Aku mau lihat Mommy sekarang." Rengeknya.

"kau ini sebenarnya kenapa baby?" tanya namja itu bingung. Ada apa gerangan yang membuat Henry begitu keras kepala ingin bertemu Sungmin sekarang juga. Pasti ada sesuatu. Batinnya.

"Daddy~ kajja!"

Kyuhyun menganggukan kepalanya.

.

Bibir Henry bergetar saat melihat sosok Sungmin yang masih betah menutup matanya itu. Meskipun dokter sudah melepas beberapa alat penopang untuknya dan menyatakan bahwa Sungmin baik-baik saja, yeoja itu masih betah menutup matanya. Seperti masih nyaman dalam dunia tidurnya.

Perasaan menyesal dirasakan Henry. Dia sadar beberapa waktu belakangan ini sikapnya sangat buruk pada ibunya. Dan pasti membuat ibunya itu sedih bukan main.

"Henry, kesini." Dengan langkah ragu, namja kecil itu berjalan mendekat pada Kyuhyun yang sudah terlebih dahulu berdiri disamping ranjang Sungmin.

Kyuhyun mengangkat tubuh Henry dan mendudukannya diatas ranjang Sungmin yang cukup luas itu. "sayang, ayo bangun. Aku dan Henry menunggumu disini." Ucapnya. Tak lupa namja itu memberikan kecupan mesra dikening sang istri.

Kyuhyun memperhatikan Henry yang masih saja diam memandangi wajah pucat Sungmin. Jemarinya terjulur untuk mengelus kepala bocah itu dengan sayang. "ayo sapa Mommy-mu."

Henry mengambil tangan Sungmin yang tidak dipasang infuse. Mengenggam jemari pucat nan halus itu dengan lembut. "Mommy, annyeong." Sapanya pelan.

Sungmin tidak beraksi apapun. Melihat itu, bibir Henry bergetar hebat dan matanya mulai berkaca-kaca. Namja itu merebahkan dirinya disamping Sungmin. Bibir kecilnya mengecup pipi chubby yang mirip dengannya itu lembut dan berbisik tepat ditelinga sang ibu. "Mommy, mianhae, saranghae."

Kyuhyun tersenyum haru melihat tingkah Henry. Ucapan syukur dipanjatkannya dalam hati ketika Henry sudah bisa menerima Sungmin sebagai ibunya.

Jemari Sungmin yang ada dalam genggaman Henry bergerak pelan. Disusul oleh kelopak mata nan indah itu perlahan terbuka dengan lambat-lambat.

Henry merasakannya, tangan halus yang balik mengenggam jemarinya. "Daddy!"

Kyuhyun memencet tombol merah untuk memanggil dokter yang menangani Sungmin. Namja itu menangkup lengan Sungmin dan Henry yang masih bertautan. "aku bahagia kau bisa membuka matamu. Keluarga kita akan kembali utuh sayang."

Dan Sungmin. Yeoja itu tidak mengatakan apa-apa selain buliran air mata bahagia yang turun ke pipinya.

o0o—

Tidak ada yang paling membahagiakan Sungmin selain bersama dengan keluarga kecilnya. Sejak pulang dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, interaksinya dengan Henry semakin intens dan itu membuatnya senang bukan main.

Sungmin sudah menyiapkan beberapa hidangan diatas meja makan dengan dibantu oleh bibi Kim yang memang dibawa Kyuhyun dari mansion orangtuanya untuk mengurus dirinya dan Henry. "bibi, aku mau mengecek Henry dan Kyuhyun dulu."

Bibi Kim mengangguk mengerti. "ne."

Sungmin masuk kedalam kamar Henry, yeoja itu tersenyum saat melihat buah hatinya sedang mengancingkan seragamnya sendiri. "perlu bantuan?"

Henry menoleh lalu melemparkan cengirannya pada Sungmin. "aniyo, aku bisa sendiri."

"good boy." Sungmin menangkup pipi Henry. Seakan mengerti, bocah menggemaskan itu memajukan bibirnya agar mendapat ciuman semangat pagi. CUP.

Yeoja itu mengecek segala keperluan Henry untuk terakhir kalinya. Keduanya keluar dari dalam kamar menghampiri Kyuhyun yang sudah terlebih dulu duduk santai dikursinya sembari membaca Koran bisnis pagi.

"morning Daddy!" sapa Henry.

"morning, boy!"

Mereka bertiga duduk dikursi masing-masing dan menikmati sarapan pagi dengan penuh kehangatan. Sungmin berharap, kehangatan ini tidak akan pernah berakhir.

"ah, aku sampai lupa. Nanti malam akan ada makan malam dengan relasi bisnisku, aku harap kau bisa siap-siap sayang." Ucap Kyuhyun.

"okay."

.

Sebuah limousin berhenti didepan sebuah mansion bergaya eropa klasik yang sudah disulap sedemikian rupa oleh pemiliknya dengan apik. Seorang pelayan membukakan pintu belakang limousin tersebut. Kyuhyun tampak sempurna dalam balutan jas Armani hitamnya. Disusul oleh Henry yang berpenampilan serupa dengan sang Daddy, dan terakhir Sungmin dengan gaun berwarna peach panjang rancangan Atelier Versace.

Keluarga kecil itu menjadi pusat perhatian karena beberapa hal. CEO muda dan berbakat tahun ini, Cho Kyuhyun, pendiri LKM Corporation sekaligus pewaris tunggal kerajaan CHO Corporation yang sudah mendunia itu menggandeng seorang wanita yang tidak kalah fenomenal.

Bukan rahasia umum lagi kalau Cho Kyuhyun sudah mempunyai seorang putra, tetapi keberadaan Sungmin lah yang menjadi pusat perhatian. Satu-satunya wanita beruntung Korea yang berhasil dalam bidang modeling dikawasan Eropa, yang bernaung dibawah sebuah agensi kemodelan ternama. NEXT LONDON.

"Ya! Cho Kyuhyun!" namja berpostur tinggi menghampiri keluarga kecil itu. Kyuhyun menyambut pelukan ringan dari Choi Siwon, sang pemilik acara.

"Ya! Bagaimana kabarmu, Siwon-ah?" ujar Kyuhyun.

"yah, seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Well, sepertinya ada yang perlu kau kenalkan padaku kawan?" Siwon mengerlingkan matanya kearah Sungmin yang sedang membetulkan dasi kupu-kupu yang dipakai Henry.

Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin untuk meminta perhatian yeoja itu. Sungmin tersenyum kearah Siwon. "annyeonghaseo,Lee Sungmin imnida."

"Lee Sungmin, istriku."

Siwon memperkenalkan dirinya. "Choi Siwon imnida. Wow, kau sungguh beruntung bisa mendapatkan sang super model Alice Lee sebagai istrimu." Puji Siwon.

Sungmin hanya tersenyum mendengarkan pujian dari Siwon. "hello sir, sepertinya kalian harus masuk. Acara akan segera dimulai." Sosok dalam balutan gaun merah itu mendekat dan merangkul lengan Siwon. Dia Kim Kibum, istri Choi Siwon.

"baiklah, kita masuk."

Kelimanya masuk kedalam hall center yang sudah disulap sedemikian mewahnya oleh orang-orang kepercayaan Choi.

o0o—

INCHEON AIRPORT. Seorang namja berjalan sembari menyeret koper berukuran sedang dibelakangnya. Bisikan lirih terdengar saat namja berkacamata hitam itu sedikit menebar senyum kepada para wanita yang berada disana.

"dia, Aiden Lee kan? Aigooo, tampannya."

Namja itu masuk kedalam sebuah taxi yang sudah dipesannya untuk menginap di Hotel yang telah dipilihnya. Dari dalam, namja itu memandang suasana kota Seoul yang sedikit berubah. Saat taxi tersebut berhenti dipersimpangan jalan,namja itu melihat sebuah layar LCD besar yang menempel pada sebuah gedung.

Memang hanya biasa-biasa saja karena liputan itu memuat pertemuan pembisnis kelas atas yang ada di Korea, tetapi yang tidak biasa karena ada satu sosok. Sosok yang membuatnya harus kembali ke tanah kelahirannya ini.

"jadi ini alasanmu pergi dan berhenti dari dunia modeling?" gumamnya.

.

Sungmin membasuh wajahnya yang pucat. Yeoja itu memijit keningnya dengan pelan. "sayang? Kau sakit?" Kyuhyun masuk kedalam kamar mandi dan menemukan istrinya berdiri didepan cermin dengan wajah pucat.

"ani, hanya sedikit pusing."

Sungmin langsung bersender pada Kyuhyun saat namja itu merengkuh pinggangnya. Dengan perhatian, namja itu membantu Sungmin memijat kepalanya dengan pelan. "sebaiknya kau istirahat saja, biar aku yang mengantarkan Henry."

Sungmin hanya menganggukan kepalanya.

Namja itu mengangkat tubuh Sungmin dan kembali membaringkannya diatas kasur mereka. Menyelimuti tubuh itu sampai sebatas dada. "istirahatlah, aku pergi." Kyuhyun mendaratkan sebuah kecupan hangat didahi sang istri dan sedikit kuluman dibibir pinkish nya.

"hati-hati."

Keheningan menyelimuti kamar megah itu setelah Kyuhyun keluar. Sungmin memijit dahinya pelan. "kenapa aku pusing dan mual seperti ini? apa karena banyak minum wine semalam?"

Nada email masuk mengalihkan perhatian Sungmin. Jemarinya terjulur untuk meraih iphone yang ditaruh diatas meja nakas. "Ai?" gumamnya.

.

Namja tampan dengan surai keemasan itu duduk tenang didalam sebuah café yang berada dalam area hotel tempatnya bermalam. Ditemani dengan secangkir latte dan laptop dihadapannya. Jemarinya mengelus bibir tipis miliknya dengan gaya yang terlihat sangat seksi. "Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin? hm…"

"kalian hebat sekali dalam bersandiwara." Sebuah senyum janggal tersungging dibibir tipisnya. "kalian tidak bisa secepat itu mendapatkan kebahagiaan kan?" ucapnya.

.

.

To Be Continue

.

.

Hello, I'm back. Miss me? XD. Maaf yaa saya update baru ff ini aja. saya lagi stuck ide, bener deh. Tapi saya janji bakalan dilanjutin kok semuanya, gak terkecuali—meskipun agak lama ya—hehe.

Oh iya. Selamat tahun baru. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi ditahun ini. Dan gak lupa juga Happy birthday for my beloved bias. Lee Sungmin, semoga selalu sehat dan lancar dalam karirnya. Semoga cepet sadar dan kembali kedalam pelukan Kyuhyun. haha.

Sampai jumpa di chapter depan, I love you guys.

.

Keep love and support Kyumin.

Thania Lee

.