Rupa Nusantara
A Hetalia Fanfiction
Hetalia milik Hidekazu Himayura
Main Chara: Hindia Belanda (Indy Sanjivani)
Rated: K
Genre: Hurt/Comfort, Friendship, more Hints
Warning: OC, OOC, Semi-Historical, Hindia Belanda POV
Summary: Awalnya Indonesia hanya ada satu. Namun setelah Belanda menggantikan Inggris, terbentuklah diriku. Akulah yang menyambut Jepang saat datang ke tanah nusantara. Sekarang aku adalah nusantara.
.
.
.
.
Ini aku. Aku tak tahu namaku. Namun dia, Indonesia, memenggilku Hindia Belanda. Dia juga memberiku nama lain Indy Sanjivani. Dia bilang kalau aku "Indonesia yang saat ini". Dia awalnya menemukanku di pedalaman Sumatera. Menannyakan segala yang aku tahu. Di mana tak satupun yang bisa aku jawab. Indonesia membawaku pergi. Dia membawaku pada lelaki itu. Lelaki berambut pirang nge-jegrak yang katanya bernama Belanda.
Ini aku. Aku terbentuk beberapa saat setelah Belanda mengubah nama Indonesia. Di mana saat itu Indonesia langsung kabur dari hadapan Belanda dan pergi hingga ke Sumatera dan menemukanku. Dia, Indonesia, menyerahkanku pada Belanda. Lelaki itu menamaiku Nederlands-Indiƫ, di mana ia memanggilku Indie(Hindia). Belanda menyuruhku melakukan berbagai perkejaan, dan aku melakukan semua perkerjaan itu sendiri. Tak hanya sekali dua kali lelaki itu memanggilku hanya untuk tidur bersamanya. Yang langsung kutolak mentah-mentah, karena Indonesia mengajarkanku untuk menolak bagaimanapun caranya ketika ada lelaki yang akan menyentuhku. Sebab katanya itu akan berpengaruh pada alam nusantara nantinya.
Indonesia mengajariku banyak hal. Hingga hari itu datang. Jepang datang, mereka mendatangi pelabuhanku. Jepang tidak menemui Indonesia, namun menemuiku. Jepang melindungiku dari Belanda. Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang, setelah diancam dengan ujung katana Jepang. Jepang menjanjikanku kemerdekaan. Aku mengiyakan tawarannya. Meski aku bukan Indonesia, aku akan membantu Indonesia memerdekakan dirinya.
Aku tak serta merta membawa Jepang pada Indonesia yang sebenarnya. Indonesia tengah mengurusi segala-gala untuk mempersiapkan kemerdekaan dan urusan lainnya setelah aku memberitahunya tentang kedatangan Jepang di tanah nusantara.
Namun tak lama, Jepang menunjukkan taringnya. Ia menyiksa banyak orang di segala penjuru nusantara. Namun begitu, ia pada akhirnya pergi karena "bom atom Hiroshima-Nagasaki" yang sesungguhnya aku tak tahu apa itu bom atom, atau di mana Hiroshima dan Nagasaki.
Indonesia tak tinggal diam dan mengurusi segala merta setelah kepergian Jepang. Indonesia merdeka dengan cepat. Dia menemuiku, menyarankanku berkeliling nusantara bahkan dunia untuk mencaritahu seperti apa rupa tanah dunia. Aku mengiakan, lalu pergi sementara Indonesia sibuk mengurusi segala-gala pemerintahan barunya.
Aku sudah hidup selama 350 tahu lebih saat Indonesia merdeka. Indonesia lebih tua dariku saat itu. Namun dia menganggapku kakak karena aku yang punya lebih banyak pengalaman dalam penjajahan dan penjelajahan nusantara. Aku mengetahui keadaan seluruh penjuru dunia. Dari Sabang sampai kembali ke Sabang, aku pernah mengunjungi semua tempat yang ada di atas bumi dunia.
Indonesia berkembang dengan pesat selama kepergianku mengelilingi nusantara. Lalu dalam Era Reformasi aku kembali padanya. Tepat saat Tri Sakti terjadi. Di mana kerusuhan yang terjadi menewaskan lebih dari 1000 orang. Di mana aku terluka terkena tusukan belati di pinggulku. Dan di saat itu juga Indonesia menyadari keberadaanku di tanah nusantara.
.
Dan sekarang, nusantara telah damai sejahtera. Tekhnologi berkembang pesat, di mana aku mempelajari tekhnologi hingga menjadi ahli cyber. Dan hingga sekarang, aku masih perawan.
Pernah dengar istilah "Nusantara masih perawan"? Yang dimaksud sebagai nusantara di situ bukanlah Indonesia. Namun aku, Hindia Belanda, yang dimaksud sebagai nusantara. Karena Indonesia sebagai seorang personifikasi bukan lagi seorang perawan. Tak tahu saja mereka kalau Indonesia itu sudah menikah.
.
Sesungguhnya aku terlahir dari keinginan Indonesia yang tak ingin terjajah. Namun sampai sekarang, nusantara masih terjajah. Terjajah dalam peradaban zaman dan perubahan mental anak negeri. Selama ini nusantara tak pernah terjajah sedemikian hebat. Namun nusantara tak pernah melawan penjajah yang ini. Mereka justru menikmati apa yang seharusnya disebut sisi gelap dunia.
.
.
.
.
END
.
.
.
.
A/N: Story ini dibuat atas request Yumi Murakami. Di mana saya lupa ngabarin atau konfirmasi ke dia soal macam mana si Indie ini. Dan jadilah cerita ini. Diketik setelah membuka FFN jam 12 tadi siang, dan baru selesai pukul 14.27 setelah makan siang. Maafkan saya Yumi kalau tidak sesuai harapanmu! I do apologize!
Kalau ada kesalahan teori, boleh kasih tahu saya? Ah, intinya begitulah. Ada yang mau request lagi? Sebisa mungkin aku kerjakan, kok...
Akhir salam,
Mind to review?
ON: 25-02-2016
