A SUPER JUNIOR FANFICTION
Title : I'M YOUR MOMMY
Cast : Kyumin, child! Henry and other Super Junior member
Warning : Genderswitch. Typo(s). Gajeness. Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. If you don't like my otp, just go out from here!
.
.
.
Previous Chapter
Namja tampan dengan surai keemasan itu duduk tenang didalam sebuah café yang berada dalam area hotel tempatnya bermalam. Ditemani dengan secangkir latte dan laptop dihadapannya. Jemarinya mengelus bibir tipis miliknya dengan gaya yang terlihat sangat seksi. "Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin? hm…"
"kalian hebat sekali dalam bersandiwara." Gumamnya.
~CHAPTER 4~
Sebuah suara langkah kaki yang mendekat membuat namja itu menutup aplikasi di laptopnya dan menoleh. Bibir tipisnya mengembangkan senyuman tampan saat melihat sosok itu melambai kearahnya. "hei,"
"Ai, kenapa tidak memberitahuku jika kau akan kembali?" Sungmin mendudukan dirinya tepat didepan namja tampan itu.
Sang namja tersenyum tipis. "ini Korea Sungmin, panggil nama Korea-ku, Lee Donghae." ujar sosok itu.
"baiklah, Lee Donghae-sshi. Kenapa tidak memberitahuku kau kembali kesini?"
Namja itu. Lee Donghae tersenyum tipis. "kejutan."
Sungmin mendecih pelan. "tidak lucu. Eh, apa yang membawamu kemari? Aku kira kau cukup sibuk di London, apalagi ini sudah masuk musim dingin. Kau tidak ada fashion show?"
Donghae menatap Sungmin lekat. "sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku juga ingin menanyakan sesuatu." Sungmin menaikan alisnya menyuruh Donghae melanjutkan ucapannya. "apa yang membuatmu kembali dan berhenti tiba-tiba dari dunia modeling?"
Raut terkejut itu membuat Donghae tertawa pelan. "kenapa? bingung darimana aku mendapatkan kabar itu?"
"Ai—maksudku Hae, aku sudah berjanji akan melepaskan karirku ketika waktunya tiba. Pihak manajemen sudah tahu dan mereka setuju." Jelas Sungmin.
Donghae menatap Sungmin lekat. "waktumu untuk mengurus suami dan anakmu?" tebaknya tepat sasaran.
"Hae, darimana kau tahu?"
Tawa kecil keluar dari bibir tipisnya saat melihat reaksi terkejut Sungmin. "berita tentang dirimu menjadi headline news Min, di sini maupun di London sana."
"benarkah?"
Donghae menganggukan kepalanya.
"hah, berarti aku tidak harus menggelar jumpa pers lagi. Cukup jalani hidupku yang menyenangkan mulai sekarang." Gumam Sungmin.
Senyum datar Donghae terlihat sekilas setelah mendengarkan gumaman Sungmin barusan. "selamat atas kebahagiaanmu, Alice."
"Sungmin! Cho Sungmin! kau harus memanggilku Sungmin mulai sekarang. Hehe." Donghae mengangguk.
Deringan yang berasal dari ponsel Sungmin membuatnya teralih. Senyum cantiknya mengembang saat melihat id caller yang tertera dilayar datar ponselnya. "hallo, Kyuhyun-ah."
Sungmin terlalu larut dengan perbincangan bersama Kyuhyun tanpa mempedulikan sosok Donghae yang hanya melihat wajah cantik yang mengisi hatinya itu dengan pandangan yang sulit diartikan.
"I love you too, Kyu."
Yeoja itu mematikan sambungan teleponnya dan kembali menatap Donghae dengan seksama. "Hae, aku senang sekali kau kembali kesini. Kapan-kapan aku akan memperkenalkanmu dengan suami dan anakku, kau mau?"
"boleh, kau atur saja waktunya."
Deringan yang terdengar kembali dari ponsel Sungmin membuat pembicaraan keduanya terhenti. Yeoja itu menerima panggilan tersebut dengan cepat. "yes baby? Waeyo?"
"Mommy~~ sekolahku sudah selesai. Songsaenim sedang mengikuti rapat jadi kami dipulangkan cepat. Daddy susah aku hubungi, bisakah mommy menjemputku. Pleaseeee~" Sungmin terkekeh mendengar ucapan Henry, pasti anaknya itu sedang beraegyo disana.
"neeee, Mommy akan menjemputmu. Tunggu didalam dan jangan keluar dari gerbang sekolah, arra?"
"Yes Mom!"
Yeoja itu tersenyum kembali. "ne, sekarang tutup telponnya. Mommy akan menjemputmu,"
"Mommy,"
"ne?"
Jeda sebentar. "saranghae muuuuaaachh."
Dan sambungan itu langsung diputus secara langsung oleh Henry. Sungmin terkikik pelan dibuatnya. "nado saranghae, Henry-ah." Gumamnya.
"anakmu?"
Sungmin memandang Donghae dan mengangguk mengiyakan. Tangannya tergerak untuk memasukan ponselnya kedalam tas. "Hae, aku harus menjemput anakku. Tidak apa-apa aku tinggal?" tanyanya hati-hati.
Donghae tersenyum. "ne, pergilah. Hati-hati dijalan."
"bye, sampai bertemu nanti." Yeoja itu melambaikan tangannya dan berlalu keluar dari restaurant hotel. Meninggalkan Donghae yang duduk termenung memikirkan sesuatu.
—o0o—
"bacalah." Eunhyuk menyerahkan sebuah majalah gossip terkenal kehadapan Kyuhyun yang sedang memeriksa beberapa berkas perusahaan. Namja itu menoleh sebentar dan menggeleng pelan. "aku tidak tertarik."
"benarkah? Apa perlu aku bacakan judul headline-nya untukmu? Sang top model Alice Lee tertangkap kamera sedang berkencan dengan Aiden Lee disebuah hotel di Korea." Ujarnya.
Kyuhyun menghentikan kegiatannya sebentar. Hanya beberapa detik, lalu namja itu kembali melakukan pekerjaannya, seolah ucapan Eunhyuk barusan adalah angin lalu.
"kau tidak curiga pada mereka berdua? Mereka dikabarkan punya hubungan special sewaktu di London." Ucap Eunhyuk lagi.
"aku percaya pada Sungmin." balasnya singkat.
Eunhyuk mengeraskan rahangnya melihat tingkah Kyuhyun yang bisa dikatakan tenang dengan berita yang beredar itu. Sebegitu cinta dan percayakah namja ini pada Sungmin? batin kecilnya berujar. Yeoja itu langsung berlalu dari ruangan Kyuhyun tanpa mengucapkan apapun lagi.
.
.
.
Kyuhyun memasuki rumah besarnya saat jam besar diruang tamu menunjukan pukul 7 malam. Dia berjalan kearah ruang santai, bibirnya tertarik simetri saat melihat Sungmin yang sedang membantu Henry mengerjakan tugas sekolahnya itu. "aku pulang."
Kedua orang yang paling berharga untuk Kyuhyun itu menoleh secara bersamaan. "Daddy!" Henry berdiri dan meninggalkan tugasnya lalu menghampiri ayahnya. Kyuhyun membungkukan badannya dan Henry langsung mengalungkan lengannya keleher ayahnya—meminta digendong.
"uhh, boy kau semakin berat saja." Candanya dengan wajah keberatan.
Henry mempoutkan bibirnya. "DADDY!"
Kyuhyun tertawa melihat wajah menggemaskan Henry. Sungmin menghampiri keduanya, setelah mendapatkan kecupan mesra dibibirnya, yeoja itu mengambil jas dan tas milik Kyuhyun. "kau ingin mandi dulu atau langsung makan, Kyu?"
"ayo kita langsung makan saja. Aku lapar."
Ketiganya berjalan menuju ruang makan. Disana beberapa hidangan yang terlihat menggiurkan tertata rapih untuk siap disantap. Sungmin dengan cekatan mengambil piring Kyuhyun dan menyendokan nasi serta pelengkapnya. Setelah untuk Kyuhyun, dia kembali mengambilkan makan malam untuk Henry.
"sayang, kau tidak makan?" tanya Kyuhyun disela makan malamnya.
Gelengan kepala Sungmin berikan. "aniya, aku tidak lapar."
Kyuhyun berdecak sebal mendengarnya. "ayolah, aku tidak mau kau sakit nantinya. Apalagi beberapa hari lagi Henry akan berulang tahun."
Sungmin mengenggam lengan suaminya itu dengan erat. "perutku sedang tidak enak, Kyu. Nanti jika sudah membaik aku akan makan."
"apa perlu kita periksa kedokter?" tanya Kyuhyun khawatir.
"tidak perlu, Kyu. Aku baik-baik saja."
Dan namja itu hanya bisa mengangguk mendengar ucapan Sungmin.
—o0o—
Sabtu malam dikediaman keluarga Cho Kyuhyun. Rumah bergaya minimalis itu dipenuhi oleh beberapa anggota keluarga dekat dan pegawai perusahaan LKM Corporation. Beberapa orang datang dan membawa sebuah bingkisan ditangan mereka masing-masing. Ya ini adalah pesta ulangtahun Henry.
Kyuhyun berserta Sungmin dan Henry menjamu tamu mereka dengan suasana hangat. Begitu juga kedua orangtua mereka yang menyempatkan hadir disana.
"Henry-ah."
Eunhyuk datang dengan sebuah bingkisan berukuran sedang ditangannya. Yeoja itu tersenyum dan memberikan ciuman hangat dipipi chubby Henry. "selamat ulangtahun sayang." Ujarnya.
Henry. Bocah kecil itu tersenyum lima jari. "terimakasih aunty."
Semua orang yang berada disana menoleh serempak kesuatu arah. Para wanita yang kebanyakan adalah karyawan di LKM Corporation menoleh pada sosok berambut coklat keemasan yang melenggang santai kearah sang pemilik pesta.
Sungmin tersenyum dan menyambut tamu istimewanya itu dengan ramah. "selamat datang Hae. Perkenalkan ini Kyuhyun suamiku," yeoja itu menarik lengan Kyuhyun dan keduanya berjabat tangan dengan senyum seadanya. "dan ini jagoan kami yang sedang berulang tahun, Henry." Bocah kecil itu tersenyum melihat sosok tampan Donghae dihadapannya.
Donghae tersenyum pada Henry dan memberikan sebuah kotak kado berukuran sedang pada bocah itu. "for you, birthday boy."
"thank you, uncle." Balas Henry.
"nice boy." Tangan Donghae bergerak mengacak halus rambut Henry.
Heechul berjalan menghampiri kerumunan kecil itu dengan Hangeng dalam rangkulan tangannya. "baby, saatnya memulai acara puncak."
Kyuhyun menghela Henry dan Sungmin untuk ketengah ruangan dimana sebuah kue tart besar berwarna biru berada. Sambutan kecil yang diberikan Kyuhyun dan nyanyian khas pesta ulangtahun menggema. Setelahnya, Kyuhyun meminta Henry untuk memotong kue ulangtahunnya.
"dan kue pertama untuk?" ujar Kyuhyun.
Henry mengamati wajah kedua orangtuanya yang berdiri dikedua sisinya. Dia memotong sedikit kue yang sudah berpindah pada piring kecil ditangannya. "untukku~" dan bocah itu memakan kue potongan pertamanya untuk dirinya sendiri.
Semua hadirin yang berada disana tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan Henry. Begitu juga Kyuhyun yang tertawa sambil menggeleng disamping anaknya itu.
Sang MC yang memandu berlangsungnya acara tersebut mengatakan tentang acara selanjutnya yaitu acara buka kado. Henry bertepuk tangan kesenangan dan mengulurkan tangannya kearah Kyuhyun.
"wae?" tanya Kyuhyun dengan menahan tawanya.
"hadiahku."
Kyuhyun mengisyaratkan salah satu pelayan untuk mengambil kotak kado dengan ukuran yang lumayan besar ketengah mereka. Dengan tidak sabaran, namja kecil itu merobek bungkus kadonya. Mulutnya membulat saat melihat hadiah yang diberikan Daddy-nya.
"bagaimana?" tanya Kyuhyun.
"Daddy! Kaset game terbaru limited edition yang bahkan baru akan rilis bulan depan! Cool!" seru Henry dengan wajah menggemaskannya.
Sedangkan Heechul berusaha meredam emosinya dengan memutar kedua bolamatanya. Disampingnya, Hangeng berusaha menahan tawa melihat wajah kelam istrinya. Heechul sangat tidak senang Kyuhyun mewariskan hobby autisnya kepada Henry.
"apapun untukmu."
Henry menaruh hadiah dari Kyuhyun dengan hati-hati diatas meja. Lalu dia menghadap kearah Sungmin yang tersenyum padanya. "hadiah dari Mommy?" pintanya.
Sungmin mengelus rambut Henry dengan pelan. "Mommy tidak tau kau akan senang atau tidak dengan hadiah yang akan Mommy berikan padamu."
Henry mengerutkan dahinya. "apa itu? apa Mommy memberikan adik bayi untukku?" pertanyaan Henry membuat Kyuhyun terbatuk entah karena apa.
Sungmin menoleh sekilas pada Kyuhyun dan kembali focus pada Henry. Dia memberikan senyuman cantiknya dan mengangguk pelan. "ne, Mommy memberikan adik bayi untukmu."
Semua tamu yang berada disana bertepuk tangan memberikan selamat untuk hadirnya anggota baru keluarga Cho.
"sayang, apa kau benar-benar hamil?" tanya Kyuhyun dengan wajah bingung.
Sungmin mengangguk dengan senyum terpajang dibibirnya. "ne, Kyu."
Namja itu dengan segera membawa Sungmin kedalam dekapannya. Berkali-kali juga dia memberikan kecupan cinta penuh kasih didahi indah istrinya. "terima kasih sayang, terima kasih." Ucapan itu diakhiri dengan sebuah kecupan manis dibibir Sungmin.
Ternyata tidak semua tamu yang berada dipesta itu berbahagia dengan kabar yang disampaikan oleh Sungmin tadi. Kedua orang berbeda gender itu menatap pemandangan bahagia ditengah sana dengan pandangan penuh arti. Antara kekecewaan, keputusasaan, dan kilat kemarahan?
.
.
.
Kedua orang itu duduk berhadapan dalam sebuah café yang menyajikan menu utama berupa kopi. Keduanya masih larut dalam fikiran masing-masing sampai sang namja berdehem memecahkan keheningan diantara mereka.
"langsung saja pada inti pembicaraan kita kali ini." ujarnya.
Sang yeoja menoleh dan memperhatikannya. "apa yang akan kau bicarakan?"
Namja berambut coklat terang itu menatap yeoja dihadapannya dengan senyum separuhnya. "kita bekerja sama untuk membuat kedua orang itu berpisah. Bagaimanapun caranya."
Sang yeoja memutar bola matanya. "tidak akan berhasil. Kyuhyun sangat percaya pada Sungmin bagaimanapun gossip yang beredar diluar sana tentang kalian."
Namja itu mengeluarkan iphonenya, mengutak atik ponsel keluaran terbaru itu sebentar dan menunjukan hasil temuannya kedepan sang yeoja. "apa dengan foto ini, kau masih tidak percaya pada ideku?" ujarnya.
Mata yeoja itu membulat sempurna melihat potret tersebut. Potret yang dimana pemuda dihadapannya ini memeluk Sungmin yang terlihat sedang, mabuk?
Tiba-tiba bibir kissable itu menyunggingkan senyum separuhnya. "ini akan sangat-sangat berhasil Donghae-sshi. Kyuhyun akan kecewa dan pasti akan meninggalkan Sungmin."
Namja berambut coklat terang itu—Lee Donghae membalas senyuman yeoja dihadapannya. "itu pasti. Kita harus secepatnya melaksanakan rencana ini, Eunhyuk-sshi."
.
.
.
.
TO BE CONTINUE
.
.
.
FINALLY! CHAPTER 4 IS COMING GUYS. Hahaha. Pendek? Iya saya juga ngerasa kok huhu~ tapi gapapa dong ya. Kelamaan updatenya? Masalah ini gaakan pernah lepas dari saya kayaknya sih. thankseu buat kalian yang masih baca cerita saya, mari ramaikan lagi ffn dengan otp kita tercinta ini. And last, sampai ketemu dichapter selanjutnya, I love you guys~~
.
.
Keep love and support Kyumin
-Thania Lee-
.
