A SUPER JUNIOR FANFICTION

Title : I'M YOUR MOMMY

Cast : Kyumin, Child! Henry and other Super Junior member

Warning : Genderswitch. Typo(s). gajeness. Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. If you don't like my otp, just go out from here!

.

.

.


PREVIOUS CHAPTER


Kedua orang itu duduk berhadapan dalam sebuah café yang menyajikan menu utama berupa kopi. Keduanya masih larut dalam fikiran masing-masing sampai sang namja berdehem memecahkan keheningan diantara mereka.

"langsung saja pada inti pembicaraan kita kali ini." ujarnya.

Sang yeoja menoleh dan memperhatikannya. "apa yang akan kau bicarakan?"

Namja berambut coklat terang itu menatap yeoja dihadapannya dengan senyum separuhnya. "kita bekerja sama untuk membuat kedua orang itu berpisah. Bagaimanapun caranya."

Sang yeoja memutar bola matanya. "tidak akan berhasil. Kyuhyun sangat percaya pada Sungmin bagaimanapun gossip yang beredar diluar sana tentang kalian."

Namja itu mengeluarkan iphonenya, mengutak atik ponsel keluaran terbaru itu sebentar dan menunjukan hasil temuannya kedepan sang yeoja. "apa dengan foto ini, kau masih tidak percaya pada ideku?" ujarnya.

Mata yeoja itu membulat sempurna melihat potret tersebut. Potret yang dimana pemuda dihadapannya ini memeluk Sungmin yang terlihat sedang, mabuk?

Tiba-tiba bibir kissable itu menyunggingkan senyum separuhnya. "ini akan sangat-sangat berhasil Donghae-sshi. Kyuhyun akan kecewa dan pasti akan meninggalkan Sungmin."

Namja berambut coklat terang itu—Lee Donghae membalas senyuman yeoja dihadapannya. "itu pasti. Kita harus secepatnya melaksanakan rencana ini, Eunhyuk-sshi."


~CHAPTER 5~


Kyuhyun tidak berhenti tersenyum sembari mengelus perut Sungmin yang mengeras. Bayi mereka, sosok yang dinanti-nantikannya sedari dulu. Ya, meskipun Henry sudah melengkapi kebahagiaannya. Dia hanya ingin memiliki seorang putri yang mewarisi segala kecantikan istrinya.

"Kyu, sudah malam. Aku ingin tidur."

Kyuhyun mengangkat kepalanya yang sedari tadi rebahan diatas paha Sungmin. Memandangi wajah cantik itu dengan senyum lembut yang masih bercetak dibibirnya. "baiklah, kau dan baby pasti sudah lelah. Selamat tidur." Sebuah kecupan hangat didapat Sungmin didahinya.

"selamat tidur, Daddy~"

Ucapan Sungmin barusan membuat Kyuhyun tertawa pelan. Tangannya kembali mengelus perut istrinya dengan lembut. "selamat tidur baby~"

.

.

.

.

"hei Kyuhyun-ah."

Mendengar nada berat itu membuat Kyuhyun menoleh. Senyuman tipisnya diberikan pada sosok Donghae yang berjalan kearahnya dengan gaya super modelnya. "annyeonghaseo." Sapa Kyuhyun.

Donghae membungkukan badannya. "annyonghaseo."

"duduklah."

Donghae memposisikan dirinya diseberang sofa yang sedang diduduki Kyuhyun. Terlihat beberapa berkas berserakan diatas meja, laptop yang masih menyala. Dan sebuah tas tangan berwarna merah berada disamping Kyuhyun menyita perhatian namja dengan wajah komikal itu. "kau bersama Sungmin?"

Perhatian Kyuhyun teralihkan dengan pertanyaan Donghae. "aniya. Aku bersama asistenku."

Donghae mengangguk mengerti.

"ada yang ingin kau bicarakan padaku?" ujar Kyuhyun memecahkan keheningan diantara mereka.

Senyuman melengkung sempurna dibibir tipis milik Donghae. "kau sangat tepat. Aku ingin bertanya, apakah kau bahagia dengan Sungmin?"

Kyuhyun melempar senyum pada Donghae. "tentu saja. Dia sudah memberikan Henry untuk pelengkap diantara kami, dan juga anak kedua kami yang sedang dikandungnya."

"kau sangat percaya pada Sungmin ternyata." Ucap Donghae.

"apa maksudmu?"

Donghae masih salut dengan Kyuhyun yang masih bisa berbicara tenang sekarang. Mungkin kalau dirinya sudah meledak-ledak tidak karuan. "kami sangat dekat sewaktu di London."

Senyuman tipis Kyuhyun berikan pada sosok didepannya ini. "ya. Wajar saja. Sungmin sering mengeluh padaku dia rindu berbicara bahasa Korea. Bahkan tahun pertamanya sewaktu kami berpisah dia menghubungiku hampir setiap hari."

Sial. Decak Donghae dalam hati. Namja itu sedang memikirkan beberapa cara agar bisa membuat amarah Kyuhyun terlihat.

"kami sering menghabiskan malam bersama sewaktu di London."

Dan sepertinya umpan Donghae kali ini berhasil. Terlihat dari senyuman yang terpajang diwajah Kyuhyun menghilang. "apa maksudmu menghabiskan malam bersama?"

Donghae tersenyum karena ucapannya membuat ketenangan Kyuhyun tadi menghilang. "ya, kau tau kehidupan London sangat berbeda dengan Korea. Apalagi dunia modeling. Clubbing, mabuk, have some sex party."

"she's not like that. I know her!" seru Kyuhyun. Dia sangat yakin, Sungmin selalu memegang janjinya untuk selalu menjaga diri dari keras dan bebasnya kehidupan dunia modeling.

Donghae tersenyum puas. "you trust her so much Cho!" pria kelahiran Oktober itu berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Kyuhyun yang sedang bergulat dengan batinnya.

Dalam langkahnya, pria itu berpapasan dengan Eunhyuk yang barusaja kembali dari toilet. Donghae memberikan sebuah senyuman penuh kemenangan dan dibalas senyum tipis oleh Eunhyuk.

"Kyuhyun-ah, sesuatu terjadi?" tanya Eunhyuk setelah sampai dimeja yang ditempati Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng dan membereskan berkas-berkas dan laptop serta ponselnya dengan cepat. "ayo kita pulang."

Eunhyuk menyerengit bingung. "pulang? Kita akan membahas masalah proyek dengan investor dari China jika kau lupa." Yeoja itu mengingatkan.

"ck. Aku lelah, ingin cepat pulang dan istirahat. Maaf aku tidak bisa mengantarmu kembali ke kantor." Selesai berujar demikian, Kyuhyun meninggalkan Eunhyuk yang masih terdiam ditempat. Sampai sebuah senyuman tipis merekah disudut bibirnya.

.

.

.

.

Suara pintu yang dibuka dengan kasar membuat Sungmin yang sedang menemani Henry menonton serial kesukaannya menoleh. Kyuhyun masuk tanpa meliriknya sedikitpun dan langsung menaiki anak tangga menuju kamar mereka dilantai dua.

Kerutan tipis muncul didahi Sungmin. Mengapa Kyuhyun mengacuhkannya seperti itu? Apa ada masalah dikantor? Batinnya bertanya-tanya.

"baby, Mommy tinggal kekamar sebentar. Gwenchana?" tanya Sungmin pada Henry yang masih serius dengan serialnya. Tanpa sadar bahwa ayahnya sudah kembali kerumah.

"ne."

Sungmin mengelus kepala Henry sebelum bangun dari duduknya. Dia meniti setiap anak tangga dengan langkah pelan sampai didepan kamar mereka.

Didorongnya pelan pintu tersebut. Kosong. Hanya ada ransel kerja milik Kyuhyun diatas kasur. Jadi, dimana pemiliknya?

"Kyu?"

Sungmin hampir menjerit saat dia berbalik tiba-tiba Kyuhyun sudah memeluknya dengan erat. Tanpa ruang gerak untuknya sama sekali. "Kyu! Kau mengagetkanku!" serunya.

Sungmin menyerengit karena Kyuhyun tidak menjawabnya. Dia barusaja ingin melonggarkan pelukan Kyuhyun tetapi ditahan olehnya. "biarkan dulu seperti ini."

"wae?" tanya Sungmin saat hampir lima menit Kyuhyun memeluknya seperti ini.

Helaan nafas terdengar ditelinganya. Sungmin mengecup dada Kyuhyun sekilas. "aniya."

Sungmin tau Kyuhyun berbohong. Dia begitu mengenal sikap dan prilaku Kyuhyun jika tiba-tiba memeluknya seperti ini. Pasti ada sesuatu yang menganggu fikirannya.

Dengan perlahan Kyuhyun merenggangkan rangkulan tangannya. Hanya merenggangkan, tidak melepasnya sama sekali. "aku sangat percaya padamu, jangan mengecewakanku." Ucapan Kyuhyun barusan membuat Sungmin semakin tidak mengerti apa yang terjadi dengan suaminya itu.

Barusaja bibirnya akan melontarkan sebuah pertanyaan, lengkungan tipis itu sudah terlebih dahulu dibungkam oleh bibir Kyuhyun.


o0o—


Sungmin menyapa beberapa pegawai Kyuhyun saat dirinya berjalan disepanjang lorong ruangan suaminya. Hari ini Kyuhyun memintanya membuatkan makan siang. Supir yang menjemput Henry selama masa kehamilannya juga sudah menuju kemari.

Eunhyuk yang sedang duduk dibalik meja kerjanya tepat didepan pintu ruangan Kyuhyun langsung bangkit saat melihat siluet tubuh Sungmin yang berjalan mendekat. "Sungmin-sshi." Ucapnya pelan sambil berdiri.

Wanita mantan model itu memberikan senyuman manis pada sekertaris suaminya. "apa suamiku ada didalam, Eunhyuk-sshi?" tanyanya.

Kepala Eunhyuk mengangguk canggung. "ne," mendengar jawaban itu, Sungmin berpamitan pada Eunhyuk lalu masuk kedalam ruangan Kyuhyun.

Meninggalkan Eunhyuk yang masih bingung dengan situasi yang ada. Apa mereka tidak bertengkar? Hubungan mereka berdua seperti tidak pernah terjadi apapun. Bahkan semakin terlihat mesra.

Dengan segera dia mengambil ponselnya dan menghubungi satu nomor yang belakangan ini sering dihubunginya. Pada deringan ketiga saluran telpon itu baru terangkat. "Donghae-sshi…"

.

.

.

"woah, masakan Mommy memang selalu enak!" pujian itu terlontar dari mulut Henry entah untuk keberapa kali siang ini. Kyuhyun hanya terkekeh sembari memasukan sup daging kesukaan kedalam mulutnya.

"ne, terima kasih baby." Sungmin mencium gemas pipi Henry yang serupa dengan miliknya.

Kyuhyun meminum air putih yang ada didepannya lalu berujar. "kau tidak makan sayang? Kau hanya minum sedari tadi."

"perutku tidak enak Kyu. Pasti aku mual sehabis memakan nasi." Jawabnya.

Kyuhyun jadi keingat dengan kehamilan Sungmin dulu. Istrinya itu selalu mual dan pucat diawal-awal kehamilannya. Apakah pada kehamilan kedua juga Sungmin demikian? Tapi beruntunglah sekarang mereka di Korea, ada kedua orangtuanya yang lebih berpengalaman dan dengan senang hati memantau Sungmin selagi dirinya sibuk dikantor atau ada urusan ke luar negeri.

Dia baru ingat. Kebiasaannya untuk memaksa Sungmin waktu kehamilan Henry dulu jika ingin makan. Dia akan melakukan cara itu, tetapi dia kembali mengurungkan niatnya saat melihat Henry berada ditengah mereka.

"Henry." Panggilnya.

"ne, Dad?"

"kau mau menolong Daddy kan? Mengambilkan satu kaleng jus jeruk untuk—

Henry langsung menggeleng kencang. "tidak mau! Daddy saja yang mengambilnya." Bantahnya.

Sungmin sudah tertawa geli melihat wajah merengut Kyuhyun. "Henry, jus jeruk itu untuk Mommy dan adik bayi. Apa kau masih tidak mau menolong Daddy? Ah kasian sekali adik bayi, kakakmu tidak mau menurutimu." Ujarnya sok sedih sembari mengelus perut Sungmin perlahan.

Henry mengembungkan pipinya. "baiklah! Baik! Daddy jangan membuatku terlihat buruk didepan adik bayi." Ujarnya sebal.

Bocah berumur 7tahun itu bangkit dari sofa dan berjalan keluar dari ruangan ayahnya lalu menghampiri Eunhyuk untuk menemaninya mengambil jus jeruk dimesin minuman didekat lift sana.

"aku tidak ingat pernah bilang ini jus jeruk, Kyu." Ucap Sungmin.

Kyuhyun tersenyum lalu mengambil sebuah jeruk, mengupas dan membersihkan sulurnya kemudian mengangsurkannya kedepan mulut Sungmin. "buka mulutmu."

Sungmin patuh dan memakan jeruk itu dengan lamat-lamat. Masih menerka-nerka apa yang akan Kyuhyun lakukan selanjutnya.

"sudah habis?"

Sungmin mengangguk.

Kyuhyun mengambil sesendok nasi berikut lauknya lalu memasukan kedalam mulutnya, mengunyahkan sebentar dan mendekatkan dirinya pada Sungmin.

"Kyu hmpp,"

Namja itu langsung memangut bibir Sungmin dan mengetuk bibir itu mengunakan lidahnya menyuruh Sungmin untuk membuka mulutnya. Saat bibir itu terbuka, Kyuhyun memasukan sedikit demi sedikit makanan yang ada dimulutnya untuk berpindah.

Nafas Sungmin terengah saat tautan bibir mereka terlepas. Yeoja itu memandang Kyuhyun dengan pandangan sengit. "jadi ini yang ingin kau lakukan dengan menyuruh Henry mengambil jus jeruk?" tanyanya sebal.

Kyuhyun menaikan kedua bahunya. "kau tidak akan mual dengan cara seperti ini kan?" namja itu mengambil piring dan sendok lalu memasukan makanan kedalam mulutnya, kemudian mendekati Sungmin.

Sekarang Sungmin mengerti. Dia hanya membuka bibirnya dan membiarkan makanan itu masuk kedalam tubuhnya.

Beberapa suapan sudah berhasil masuk kedalam perut Sungmin. Kyuhyun mengelus bibir Sungmin dengan gerakan lembut. "kebiasaanmu sewaktu hamil Henry tidak berubah sayang." Ucapnya.

Sungmin hanya tersenyum dengan pipi yang bersemu merah.

Kyuhyun kembali mendekatkan tubuhnya pada Sungmin. "dan sekarang saatnya dessert." Bisiknya dan kembali menautkan bibir keduanya. Lengan Kyuhyun merengkuh perut Sungmin dan mengelusnya dengan lembut.

Derap langkah kaki yang terdengar mendekat membuat keduanya melepaskan tautan bibir mereka. Beberapa detik selanjutnya, Henry masuk kedalam ruangan dengan sekaleng jus jeruk ditangannya, juga sosok Eunhyuk yang mengikutinya dari belakang.

"Mommy! Ini untuk Mommy dan adik bayi." Henry duduk tepat disamping kiri Sungmin yang kini diapit oleh namja kecil itu sendiri dan Kyuhyun.

"terima kasih baby." Yeoja itu memberikan helusan lembut pada kepala Henry.

"ada apa Eunhyuk-ah?" tanya Kyuhyun kepada sosok dihadapannya.

Eunhyuk yang sedari tadi memperhatikan posisi intim kedua orang itu langsung terkesiap dengan pertanyaan yang dilontarkan Kyuhyun. "ah aku ingin memberitahumu, meeting dengan Hyundai Corp ditunda sampai besok. Perwakilan Hyundai Corp mengatakan, Tuan Choi sedang ada urusan keluarga di Amerika."

Kyuhyun mengangguk mengerti. Mungkin ada urusan dengan keluarga Kibum—sang istri. "baiklah, kau boleh kembali ketempatmu."

Eunhyuk membungkuk singkat dan berlalu setelah mengucapkan salam. Sebelum benar-benar keluar, yeoja itu bisa mendengar tawa bahagia yang mengalun dari ketiga sosok yang berada didalam sana karena lelucon yang dilontarkan Kyuhyun.

"kalian terlalu sempurna untuk menjadi satu keluarga. Bukan begitu?" lirihnya diikuti sebuah senyum aneh dibibirnya.

.

.

.

.

Jam enam sore. Matahari sudah terlihat hampir tenggelam dibalik kaca ruangan Kyuhyun yang berada dilantai 13 kantornya. Namja itu menyisihkan beberapa berkas yang sudah diperiksa atau belum olehnya menjadi dua tumpukan yang rapi.

PIP.

Nada notifikasi email masuk terdengar dari iphonenya. Dia mengambil ponselnya. Bergumam tidak jelas saat melihat subject email dan alamat sang pengirim. Kyuhyun merasa dunianya runtuh diatas kepalanya saat melihat apa yang terlihat dilayar ponselnya. Foto Sungmin yang terlihat mabuk berada dalam pelukan pria berambut coklat madu dengan background sebuah klub malam.

"Sungmin… kau. Damn it!" tangan Kyuhyun terangkat dan ingin membantingnya. Tetapi dia mengurungkan niatnya dan meremas ponsel dengan logo apel itu dengan kencang. Seolah ingin meremukannya.

Kyuhyun menarik nafas berkali-kali untuk sekedar menenangkan hatinya yang panas. Dia butuh penjelasan Sungmin secepatnya. Ya. Dia harus meminta penjelasan tentang foto yang dilihatnya tadi.

.

.

.

.

"Daddy!" Henry menghampiri Kyuhyun yang baru saja tiba. Namja itu memberikan senyum separuhnya. "dimana Mommy?"

"dikamar."

Kyuhyun menyuruh Henry untuk kembali melanjutkan game yang ditinggalkannya tadi dan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Sungmin menoleh saat suara debuman pintu terdengar. Dia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan wardrobe lalu menghampiri Kyuhyun yang tampak kusut. "kau sudah pulang." Sapanya.

Kyuhyun hanya diam memperhatikan Sungmin. "bisa kau jelaskan apa maksudnya ini." namja itu menyerahkan ponsel yang sedari tadi dipegangnya pada Sungmin.

Yeoja itu menerimanya dengan bingung. Tetapi matanya membulat saat melihat foto dirinya sedang dipeluk oleh Aiden. "Kyu, ini…" ucapnya lemah.

"kau menghancurkan kepercayaanku Sungmin." namja itu berbalik dan membuka pintu kamar mereka.

Sungmin berlari mengikuti Kyuhyun. Tidak dihiraukannya pusing dan denyutan diperutnya makin menjadi saat berlari menuruni anak tangga. "Kyuhyun! tunggu—akh." Sungmin jatuh terduduk diakhir tangga. Tangannya dengan gemetar meremas ujung bathrope yang digunakannya.

"Mommy!" Sungmin masih mendengar teriakan Henry dan beberapa langkah yang mendekatinya. Sebelum kegelapan benar-benar menenggelamkannya, dia bisa merasakan cairan hangat keluar dari kewanitaannya.

.

.

.

.

TO BE CONTINUE

.

.

.

.

Hello guys, I'm your mommy coming! Gak terlalu lama kan ya? Hehe. Mumpung kuliah saya lagi libur (tapi kerjaan saya enggak ._. ). Gimana sama chapter ini? makin ngebosenin dan drama ya? Ah sudahlah. Thankseu buat yang masih mau baca cerita saya, sampai ketemu dichapter selanjutnya. I love you guys~~

.

.

Keep support and love Kyumin

-Thania Lee-

.