Previously on the last chapter

'GUE NORMAL GAAAAHHHH'

"...Gue takut harus milih diantara EXO dan Bomi..."

"Karena cinta adalah adiksi, candu, dan racun. We'll do anything to someone we love the most. Its overdose."

"My entire universe is you"

"Lalu disana gue bisa ngajarin Dio gimana cara ngeluarin susunya-"

.

.

.

11 kisses and I

Chapter 6

Ace

Pairing: everyonexkyungsoo (kaisoo baeksoo chansoo hansoo hunsoo krisoo susoo taosoo laysoo minsoo chensoo )

Rated: T...terserah author :P

Disclaimed: I own nothing but the story

Genre: comedy, humor, fluff, romance.

Warning! EYD ga baku, typos, OOC, bahasa gawl, emot bertebaran, humor garing and more importanly its a boyxboy fic, if u dont like feel free to click the back button juseyo:)

Enjoy~

.

.

.

-0oo0oo0oo0oo0oo0-

Author's pov

Pada hari minggu kuturut ayah ke kota~

Naik delman istimewa~

Pagi yang cerah di Korea saat dua mobil van EXO melewati jalanan ibukota.

Mengendarai kuda supaya baik jalannya~

Tuk tik tak ti- "-HOEEEEEKKK"

Chen mematikan cd yang dia pinjem dari abang odong-odong setelah ngedenger suara mistis, kenapa seketika ada suara ibu-ibu hamil yang lagi muntah-muntah di kasetnya?

Bomat ah

Chen mengencangkan sabuk pengaman sambil pake kacamata item bernuasa unicornya.

Lanjut dugem~

Dia mengencangkan volume radio di van exo dan siap-siap menjadikan sisir Luhan sebagai mic untuk dia konser.

"TUK TIK TAK TIK TUK SUARA SEPATU UNIC- KAI!"- dan konser perdananya pun gagal di saat abang kesayangan kita menumpahkan 'aset'-nya di plastik tepat di sebelah Lay, Kai segera ngambil sisir yang dipegang sama dinosaurus (Chen) itu buat nakol Mang Mus yang lagi asyik memperagakan gerakan pa delman.

"HOEKK"

Kai mabok berat bro.

Biasa penyakit anak dorm, masuk angin.

Jomblo sih, jadi pas dingin ga ada yang ngerokin.

"To..lon..g hentikan mobilnya dulu..."

Menurut perkiraan dari hasil penelitian ahli fisika geomatika statiska sesuai dengan hukum integral turunan cosinus yang di jabarkan oleh ahli sunat .Mr. Zyang Yixing, Spd, . M.s Semes, perubahan kimia pada tubuh Kai yang sakit mengubah kulitnya dari item dekil ke biru zamrud.

Yah perubahannya rada berkelaslah.

"Mang Mus tolong ke pinggir dulu" Mang Mus yang abis keselek karena di lempar sisir ama si item itu langsung mendrive /asek/ alias muter-muterin van exo di tempat lalu berhenti dengan mulusnya di pinggiran jalan.

Hu Mang Mus pamer.

Biasanya ge nyampu ah.

TUNGGU

NGAPAIN MANG MUS DISINI

"Mang, ko lu tetiba ada disini?" tanya Dio ketika ngeh kalo yang nyetir selama ini Mang Mus yang ganteng bin alibaba.

Mang Mus nengok ke Dio sambil senyum pepsodent.

'Edan silau men' sungut Dio dalem hati.

"Mau sekalian ngapel mas. Kecemcem mang rumahnya deket sama rumah Mas Suho" Mang mus ngedip manja ke Dio dengan membuat tangan lope-lope yang menandakan dia telah dilanda asrama.

Duileh.

Gile yah mang mus aja punya gebetan holang kaya, kita bisa apa broh.

"Ha ngepel?" sahut Yixing dari belakang. "Mang Mus ngapain ngepel di rumah Suho? Kan ga ada sapunya..."

"CICING MANEH ICING" (diem lo icing) Semua member nyorakin Lay.

Gagal paham udah biasa di kalangan kaum unicorn.

Sang leader yang paling putih nan muluz dengan segara turun dari mobil dengan anggun bak malaikat tanpa sayap. "Gue turun dulu yah beli obat, kalian di mobil aja." Dia lalu berjalan keluar untuk nyari minimarket terdekat. "Eh hyung gue ikut!" Dio ikut keluar dari mobil dan ngintilin dari belakang.

Abisnya kalo keluar bareng Suho itu artinya...

'Dijajanin!"

Hmm bisa juga taktik lu Soo.

Sebelum keluar dari van Dio ngeliat lagi anak-anak EXO yang lagi tepar tak berdaya. Hampir semua orang disana kayak abis ngeliat nilai ujian sekolah.

Ga ada semangat hidupnya bung.

Namun pandangan Dio terhenti ke arah orang paling nyebelin di sebelahnya yang sudah menyerupai vampir. "Lu ga apa-apa Hun?" tanya Dio khawatir ke Sehun yang terduduk di jok van dengan tidak nyaman, walaupun dia tidak ikut muntah masal bersama Kai tapi dia kelihatan lebih pucat.

Macem edward cullen versi rainbow hair.

Kepala albino itu berbalik menatap Dio "Kelihatannya?"

"Orang kayak lu bisa sakit juga" bales Dio dengan (pura-pura) cuek.

Dan walaupun Sehun adalah orang yang paling nyebelin sejagat raya ragunan –versi Kyungsoo- tapi kalau keadaan dia sakit gini, rencana Dio buat ngelemparin dia ke kebun binatang harus ditunda dulu.

"Bukan urusan hyung"

Kret.

Kerutan segitiga udah keliatan di kepala Dio pemirsah menandakan dia mulai kzl bin zbl.

"Apa yang sakit?" Dio mendengus mengabaikan kalo undang-undang kekerasan di bawah umur itu ada (?) karena dia serasa pengen gantungin Sehun di pohon toge. "Nanti gue beli obat"

Sehun tampak berpikir sejenak,'Hati gue' "Ga butuh"

Hmm

You are such a beutiful liar, Mr. Oh

Dio yang dasarnya buta kode cuma nahan nafas bentar lalu natep mahluk tak berperasaan disampingnya. "Gue serius"

"Gue Sehun."

Sarcams like always.

"..."

Ini orang.

Belum pernah kena civokan sepatu adidas yak.

"Gue ngantuk mau tidur, jangan berisik" dengan itu Sehun menutup kepalanya dengan jaket yang ada di pangkuannya dan benar-benar mengabaikan uke disebalahnya itu.

Kreeett

Kerutan itu berubah bentuk menjadi segiempat.

Dan hampir menyerupai jajar genjang.

Hello, hari gini ada yang nyuekin Dio?

Lu siapa?

Ohiya Oh Sehun.

Tangan Dio udah ga tahan buat ga bergerak mengeluarkan senjata-senjatanya (baca: alat masak) yang ada di bagasi lalu nyiapin keripik ma icih buat dilempar ke mata si cadel.

"Dio jadi ikut-? GYAAA DIO JANGAN BUNUH SEHUN" Hampir aja Dio jadi tersangka pembunuhan seorang anak di bawah umur sebelum Suho datang lalu menyelamatkan nyawa si maknae.

"OH SEHUUUUUN!"

.

.

.

Tap tap tap

Dio menghentak-hentakan kakinya di pinggir jalanan bak anak paskibra sambil ngedumel, Suho yang ada di sampingnya mulai sweat drop. "Kenapa sih Sehun gitu terus ke gue."

"Gitu gimana Kyung?" Tanya Suho dengan lembut. "Yah gitu, nyebelin kuadrat cos sinus kali x tambah 2y sama dengan Oh Sehun" Dio menjawab sambil melirik Suho tajam. "Dan itu cuma ke gue! Ke member yang lain dia biasa aja. Emang gue salah apa hyung?"

Suho cuma senyum nanggepin lirikan maut Dio yang ampe apal rumus mtk un. "Perasaan lu doang kali Soo, kalian berdua kan member terakhir yang gabung EXO jadi wajar aja kalo belum akrab. Malah pas pertama kali ketemu si maknae kan ga mau bicara selain sama Luhan"

"Huuuh~ Pokoknya sampai kapanpun dia nyebelin" Dio mempoutkan bibirnya imut.

Awas diabetes.

"Udeh-udeh ntar juga kalian akrab sendiri" Suho mengalihkan pandangnnya. "Sekarang yang penting kita harus cari supermaket karena si kamjong sama Xiumin hyung lagi berlomba-lomba mabuk di mobil"

"Oh iya padahal sebelumnya mereka ga pernah kayak gitu yak" jawab Dio megingat-ingat kapan terakhir kali dia melihat mereka sakit. "Kecapean maybe. Mereka latihan sampai larut malam terus minggu ini. Sehun juga tumben bisa sakit kayak tadi"

"Hehehe, makanya hari ini kita break seharian. Biar refreshing bentaran lah." Dio cuma manggut-manggut setuju, sebenernya dia juga masih penasaran kenapa liburannya pada milih di rumah Suho yang emang rada jauh dari dorm mereka.

"Hyung baik banget sih, kebalikannya dari maknae" Kata Dio secara tiba-tiba membuat wajah Suho menjadi merah.

"Well, gue cuma melakukan apa yang gue bisa buat kalian" Suho tersenyum manis ke Dio.

Kalo di liat dari takaran senyumnya Suho udah pantes jadi uke.

"Tapi hyung emang kita ga ngeganggu keluarga lu? Kita emang selusin tapi berisiknya bisa sampai berlipat-lipat kek utang lho"

'He? Keluarga yah...'

Suho tersenyum miris mendengarkan perkataan Dio tentang keluarganya, dia aja lupa kapan terakhir kali mendengar kata itu. "Keluarga gue lagi ga di rumah ko Soo, cuma ada pembantu sama satpam disana."

'Yeah, ga dirumah. Karena mereka engga pernah pulang' Lanjutnya dalam hati dengan terus berjalan ke depan mencari supermarket.

Btw ini nyari supermaket atau nyari jodoh sih? Susah amat.

Tidak puas dengan jawaban dari sang leader namja mungil di sebelahnya mendadak kepo. "Bukannya hyung punya kakak?"

Wadeh kenapa Kyungsoo malah jadi petugas sensus dadakan yang lagi razia.

"Yeah tapi dia jarang di rumah kek Bang Toyib pacarnya mang mus" Suho jadi ngeh kalo kemungkinan sekarang mang mus bakal 'meet up' sama Bang Toyib -yang katanya- udah ga ketemuan selama 3 bulan, 90 hari, 2160 jam-

"-seperkian menit dan berjuta-juta detik itu mereka tak bertemu." Dio menambahkan. Bukan cuma Suho dan Dio yang apal betul kapan terakhir kali mang mus ketemuan ma belahan jiwanya, tapi hampir seluruh anggota SM sampe engko dan cicit-cicit Lee Soo Man juga udah hatam kelakuan si mang mus.

Maklum namanya juga anak muda.

"Diskon! Diskon! Ibu-ibu yuk mari kemari lagi ada disko gede-gedean lho~ 50% jas for tudei! Khusus buat duren unyu unyu emesh dapet bonus ketjupan hangat dari saya Susi~ "

Tiba-tiba aura disekitar Suho dan Dio berubah menjadi pink bunga-bunga karena suara misterius tersebut.

"Banci paling seksi, bodi paling asik, kalo nyanyi kicik-kicik, apalagi kalau di taxi~"

Telinga Dio dan Suho hampir aja punah saat mendengar suara cempreng bin british seorang banci yang dandannya menyerupai Elvis lagi ngegempor-gemporin diskon sebuah minimarket yang ada disana. Yang menambah sakit mata lagi wig kribo yang dia pake itu warnanya udah kayak kemoceng.

Wait.

Kemoceng = rambut warna-warni

Rambut warna-warni = Oh Sehun

"BUAHAHAHA KEMBARAN SEHUN" Dio tidak bisa menahan tawanya pas ngeliat warna wig si banci yang mirip rambut rainbow Sehun. "Gue harus foto dan mempertemukan mereka!" Dio yang kelewat semangat buat balas dendam ke Sehun langsung menarik tangan Suho untuk masuk ke minimarket itu.

"Soo i dont think this is a good idea-" Suho mencoba menghentikan Dio tapi tidak ada yang bisa mengentikan si main vocal dari 2 hal: Diskon dan bahan bullyan untuk si maknae.

Suho begidik ngeri ketika melewati sang banci yang tersenyum malu-malu saat Suho masuk.

'Did he just wink at me?!'

.

.

.

"Hahaha gue udah dapet foto Susi si saudara kandung Sehun yang telah ilang" Dio tidak bisa berhenti menahan tawanya melihat pose yang diberikan Susi saat Dio memintanya untuk selfie di hpnya dengan note:

'Aa Hunnie, ade uci udah siap dilamar'

Dio kembali ngakak.

Revenge never been this sweet.

Entah kenapa Dio masih gemes aja sama maknae EXO yang tiap hari selalu mengetes keperawa- maksudnya kesabarannya.

Karena terlalu sibuk melihat foto di hp-nya dia tidak melihat ada seorang pria besar dihadapannya yang sedang berjalan terburu-buru.

BRUG

Prang prang!

"Adow..."

Dio terjatuh secara mulus dengan pantatnya yang mencium lantai toko dan barang bawaan si pria yang berserakan, dia membuka matanya lalu mendapati sesosok pria tinggi besar yang memakai jas coklat terlihat panik ketika sadar siapa yang dia tabrak. Tangan besar namja itu buru-buru mengambil baranng yang ikut terjatuh tadi.

Barang itu adalah-

"-Eh? Album EXO XOXO?"

O_O

Dio membulatkan trademark mata bulatnya ketika melihat si pria itu ternyata hendak membeli 5- bukan 8- tidak. Sekitar 20 CD EXO men!

Ga kebayangkan harganya berapa.

Mending sumbangain buat kite.

Eh jangan-jangan dia sengaja beli banyak biar dapet diskon?

Dio mendongkakakn kepalanya dan pandangan mereka bertemu.

Bak senetron kesukaan emak-emak.

Wah.

Leh ugha nih cowo.

Mukanya kayak rada arab-arab onta gimana gitu.

"Biar saya bantu-" Dio yang baru sadar dan hendak membantunya membereskan benda yang berjatuhan malah membuat si namja besar itu buru-buru mengambil semua CD, memasukannya ke keranjang dan melarikan diri dengan secepat kilat dari tempat itu.

Kringggg.

Suara pintu toko yang tertutup mendadakan si pria itu sudah keluar dari toko.

"Soo ada apa?" Suho datang dari arah yang berlawanan dengan pria tersebut dan sempat memandangnya heran. "Siapa orang tadi? Kayaknya buru-buru amat"

Selain main golf dari dulu Suho udah suka banget ama basket bro, jadi jangan heran kalo sekarang doi lagi nenteng banyak banget plastik yang isinya bola basket sama kaos-kaosnya

Maklum, Suho baru saja menemukan apa arti kehidupan setelah mengenal kata 'diskon', jadi dia memborong hampir seluruh isi dari supermarket ini.

Dio melihat Suho dengan mata yang berbinar-binar lalu memasang pose layaknya seorang fans yang bertemu dengan idolanya.

I know yu so well~ Girl i need u girl i heart u~

Suara cd Smash berputar di toko tersebut.

"Lah lagu saudara lu ko diputer Soo?" Komentar Suho, "Gimana kabar morgan-"

Btw organ alias morgan semes itu sepupunya Dio

Perkataan Suho terpotong saat Dio mengajaknya buat loncat-loncat di tempat.

Ini pertama kalinya Dio bertemu dengan seorang fanboys exo sedekat tadi.

Mirip sama aktor paporit dia lagi.

"GUE KETEMU ALIANDO GGS OMG HYUNG GANTENG BANGET-!"

"..."

"MENDING DIA SAMA GUA AJA DARIPADA AMA SI PIRI PIRI ITU"

"..."

"AKKH GUA GA KETINGGALAN EPISODE KEMARIN"

Salah satu playlist film kesukaan Dio selain Cinta di Musin Ceri yah apalagi selain Ganteng Ganteng Seledri.

"..."

Bruk!

Suho memukul kepalanya ke bola basket yang dia bawa.

Plis mak..

Apa ga ada membernya yang normal satu pun?

-0oo0oo0oo0oo0oo0-

A..gila..

'Gue emang tau kalo Suho hyung orang kaya...tapi...'

GA SEKAYA INI JUGA KALI

Dio mengangkat kepalanya ke atas mansion Suho

Tunggu- jangan bilang itu tempat buat landasan helikopter?!

Wuzzz!

Eh bukan helikopter tapi pesawat terbang!

EDAN MAMEN

"Selamat datang Tuan muda Junmyeon dan rekan-rekan tuan muda"

Para maids dan butlers yang jumlahnya melebihi personil Seventeen menyambut mereka di depan gerbang utama mansion Suho dengan beralaskan karpet merah di bawahnya.

Macem penyambutan seleb-seleb gitoe

Beberapa personil exo pada cengo disapa bak putri solo seperti itu, kecuali yah sisanya yang udah biasa jadi holang kaya.

"Pesawat lo ada berapa ho? Punya yang edisi terbaru ga?" tanya Luhan dengan entengnya kayak nanyain koleksi bola basket Suho. "Dikit kalo yang disini han, paling cuma 6 biji lah, sisanya udah kemana tau di simpen di luar sama bokap" jawab Suho. "Ah ga asik lu, padahal gue mau nunjukin gimana caranya balapan pake banyak pesawat di awan"

Dio yang ngedenger pembicaraan SuHan cuma bisa manyun kecut.

Apalah Dio yang sepeda pun masih kredit.

"Dimana sapi-sapinya ho?" cogan-cogan kita sekarang lagi berjalan melewati aula mansion Suho yang sepertinya akan membawa mereka ke negara lain saking gedenya. "Kita tinggal ngelewatin dua lorong udah ini, terus naik gojek atau kalo mau kalian pake motor yang udah disediaan buat pergi ke peternakan khusus sapi di belakang rumah"

Buset. Emang ada peternakan apa lagi selain sapi?

Pake mesen Gojek segala lagi.

Apalah Dio yang pergi-pergi aja masih nebeng ke mang Mus.

"Hyung disini ada warung ga? Tao mau beli sepatu dulu buat ke peternakan, kan sepatu yang Tao pake sekarang ga mecing sama warna sapi yang mau Tao peres (?) nanti"

Ini lagi si Tao ikut-ikutan, mana ada warung di deket mansion Suho yang jualan sepatu? Lu kata nyari warteg yang tiap tikungan ada-_-

Si tuan rumah memencet suatu tombol yang nempel di sebelah pintu besar lalu dengan ajaibnya, pintu itu langsung terbuka dan menampakan sekumpulan gojek-gojek ganteng yang udah siap nganter mereka ke 'belakang rumah Suholang kaya'. "Nanti Tao bilang aja ke abangnya mau nyari sepatu buat ke peternakan, nanti dia langsung anterin Tao ke ruangan khusus sepatu yang ada di rumah hyung" jawab Suho dengan semua kewibaannya dan ke 'holang kayaan'-nya.

"Asik! Udah Tao duga pasti hyung punya kamar buat sepatu, ada koleksi Gucci kan?" tanya Tao ga tau diri, dikira ini swalayan apa. "Kalo ga salah kemarin baru di kirim yang edisi bulan ini"

KO BISA ADA TOKO SEPATU DALEM RUMAH

Jadi ini tuh mansion atau mall?!

Apalah Dio yang di deket rumahnya ada tukang jualan baso aja udah bahagia lahir batin.

'Ajaib bener leader EXO' kata Dio dalem hati udah mulai gondok gara-gara dari tadi jalan ke aulanya aja serasa lari pagi di lapangan gor.

Sekarang aula yang mereka lewati memiliki dekorasi yang berbeda dari sebelumnya, aula ini memiliki nuansa sporty yang kental karena dihiasi oleh macam-macam atribut basket dan foto tim nasional basket kesukaan Suho.

Serius deh ini aula ga ada ujungnya

Tiba-tiba langkah Dio terhenti, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Lukisan besar di dekat tangga yang sedang mereka lewati. Lukisan itu bergambarkan sebuah keluarga yang sedang tersenyum berlukiskan kebahagiaan disana. Dio memperhatikan lebih jelas lukisan itu, rasanya dia tidak familiar dengan orang yang ada disana.

"Hyung ini elo yah?" ucap Dio dari belakang.

Brak!

Pertanyaan Dio membuat si pemilik rumah yang ada paling depan mendadak berhenti lalu menoleh, aksi tindakan Suho ini menyebabakan member yang lain saling bertubrukan dibelakangnya secara berurutan.

Semacem kartu domino yang lagi di berdiri terus dijatohin gitu.

"HYUNG!" semua member sontak berteriak ke arah Suho yang cuma nyengir kuda, untung ganteng. "Hehe sorry-sorry.. kenapa Soo?" Suho melakukan pose nari sorry-sorry Suju sambil senyum 500 watt ke arah Dio, tebar pesona.

Untung ganteng.

"Di gambar ini anak yang ada di tengah hyung ya?" telunjuk Dio menunjuk kepada gambar seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang sedang berpakaian ala pemain basket dan memegang sebuah piala besar disana, dibelakangnya ada seorang pria dan wanita muda berparas di atas rata-rata kkm sekolah sedang ikut tersenyum bangga.

Senyum di wajah tampan Suho memudar seketika, seakan senyuman 500 watt tadi kehabisan listrik dan ngejepret karena belum bayar listrik (tapi ga mungkin juga sih kan dia holang kaya) "Oh, itu bukan gue. Tapi kakak pertama gue..." terbesit nada sedih di akhir kalimatnya. Keadaan di ruangan itu menjadi hening, mereka cukup peka untuk menyadari perubahan mata Suho saat memandang lukisan itu.

Kenapa Suho tidak ada di dalam foto keluarga itu?

"Terus lo nya mana Ho? Lagi pegang kameranya yah?" tapi tidak untuk Lay-la kita ini, bukannya tambah pinter malah tambah derp aja. Semua member exo disana memandang horror ke Lay seakan dia sudah memiliki tanduk unicornnya sekarang.

"Ah itu..." mata Suho berpaling ke arah lain. Dia tidak berani melihat tepat ke mata member exo, terutama Dio yang sudah menatapnya dengan mata bersalah. "Pas foto itu diambil gue lagi ga ikut ke studio haha" jari tangan Suho mengepalkan kuat-kuat ujung baju yang sedang dia pakai. "Yaudah yuk kita cepet ke belakang, gojeknya udah nunggu" dengan itu Suho langsung membalikan badannya dan berjalan menuju pintu keluar tanpa menoleh ke belakang lagi.

"Gue salah nanya ya?" Lay merhatiin Suho yang mulai ngejauh.

Pletak!

Tangan Kris menjitak kepala Lay dengan pelan. "Ada beberapa pertanyaan yang memang tidak memiliki jawaban.." Kris berujar pelan, dia ikut menyusul Suho dengan cepat lalu menepuk pundaknya, giving him a comfort.

Member lain ikut menyusul mereka dari belakang merasa ini sesuatu yang privasi dan tidak dapat dibicarakan lebih dalam lagi. Menyisakan satu namja yang paling mungil di ruangan itu. Dio masih memperhatikan gambar itu dengan seksama.

"Oi buruan Soo ntar ketinggalan lho" Dio mendengar suara Chen dari arah pintu. Dio melihat gambar itu lagi sebentar sebelum ikut menyusul member yang lain.

Dia merasa ada sesuatu yang salah dalam lukisan itu.

.

.

.

"Ayo aa-aa sekalian mau naik gojek yang mana?" tanya salah satu Gojek ganteng nan seksi di depan mereka, rada ngedip genit gitu ke Dio. Ini gojek-gojek ikut tes terus di seleksi tingkat ke keceannya dulu biar bisa kerja di mansion Suho lho.

Dio yang ngerasa kakinya udah kesemutan langsung maju nyamperin gojek itu. "Siapa ajalah yang penting nyampe. Hayati lelah bang..." pasrah Dio ke gojeknya.

"Dio/Hyung sama gue aja!"

Para member exo menghalangi langkahnya menuju tempat gojek berada, gojek yang udah siap-siap manasin motornya langsung menggigit-gigit ban terdekat yang ada karena dia ga jadi dapet ngebonceng uke tjakep.

"Hyung sama aku aja. Kita belanja koleksi Gucci dulu~"- Tao

Ehm itu mah lu yang minta di bayarin belanja Tao-_-

"Sama gue aja Soo, kita naik naga indosiar"- Kris

Ogah nanti jadi wiro sableng

"Gue udah nyiapin unicorn buat ke sana Soo~ Sekarang ada yang baru lho... Udah pake fitur GPS!" - Lay

Unicornnya mabok ga yah?

"Kalo sama gue, gue jamin pas di perjalanan bakal ada backsound macem haik skul musikel"- Chen

Si Chen beneran mo konser tengah jalan?!

"Sama abang aja neng, katanya eneng mau diajarin ngeluarin susu?"

Luhan niat amat ngajarin Dio tentang susunya

"Gue yang lebih tua jadi sama gue"- Xiumin

Wah ngaku juga umin dia udah berumur

"Pokoknya sama gue!"

"Gue duluan"

"Ngalah dong sama yang tuaan!"

"Harusnya hyung yang ngalah ke dede emesh"

Entah kenapa Dio merasa pernah mengalami ini sebelumnya.

Di saat member yang lain lagi sibuk merebutin dia, Dio mengambil kesempatan ini untuk mengendap-endap ke tukang gojek yang sudah melihatnya dengan berharap.

Sreet.

Tapi sebuah tangan menariknya dari samping.

"Lu naik sama gue, ada yang mau gue omongin" Baekhyun memegang tangan Dio dengan erat lalu menyeretnya ke motor kosong yang sudah disediakan. Dio yang ngeliat ini jadi keringat dingin sambil berusaha melepaskan tangannya dari Baekhyun. "Baek-"

"Jangan ambil Dio seenaknya" badan Dio sedikit terjungkal kesamping karena ada tangan lain yang menghentikan langkahnya. Dio menatap cemas kepada Baekhyun dan Kai yang sudah berhadapan langsung dan dirinya seorang diri berada di tengah-tengah mereka.

"Dio sama gue aja Kai, lo kan mabok tadi di jalan"

Dio ngeliat Baekhyun yang matanya udah berapi-api

"Justru hyung ga hapal jalan kan? Sepanjang perjalanan cuma tidur, mending Dio hyung sama gue aja yang lebih berpengalaman"

Dio balik ngeliat Kai yang matanya ada gludug-gludug

"Jangan mau Soo sama Kai nanti lo jadi item lagi"

"Dari pada sama Baekhyun nanti hyung jadi cabe lho"

"Item buduk"

"Cabe kolot"

Haft

'Ini orang pada ngapa sih' ujar Dio dalam hati mulai bingung kenapa hari ini member exo ngebet banget pengen ngebonceng dia, udah kayak gojek sama ojek yang lagi merebutin penumpang aje. Kepala Dio bergerak ke belakang, member yang lain malah main hompimpah (?) buat memutuskan siapa yang bakal ngebonceng Dio.

Sampe Mang Mus debut bareng Shinee juga ga bakal selesai da.

Lalu dia melihat ke Sehun dan Chanyeol yang tumbennya mereka ga ikut-ikutan main dan lagi bersiap-siap menaiki motor di depannya.

'Di bonceng Sehun? Pfft yang benar aja bisa-bisa gue diturunin tengah jalan' Dio ngeliat Chanyeol 'Chanyeol? Hmm apalagi-_- tapi daripada gue harus jalan ampe peternakan'

"Yeol gue sama lu aja yah" Dio melarikan diri dari Kaibaek lalu menghampiri Chanyeol yang seketika gelalapan pas di hampiri namja kesayangannya. "HA? Ke..kenapa sama gue?" ehm Chanyeol malah jadi salting gitu deh. "Abisnya ga ada gojek lain mana si KaiBaek malah perebutan motor. Males liatnya, boleh ya?" (merebutin elo kali Soo-_-) Dio menatap Chanyeol dengan mengerjapkan mata bulatnya sambil tersenyum cerah.

Silau men.

Chanyeol berani bersumpah bahwa dia melihat ada telinga anjing di kepala Dio dan ekor yang bergerak-gerak dari badannya.

Sangatlah distracing.

Sedangkan Sehun yang ada di depan mereka jadi obat nyamuk bakar yang ngeluarin asep melihat duo sejoli Chansoo.

Ga mau ngapain gitu lo hun? Diem aje kek jomblo. (emang iyasih #plakk)

Hanya mendapat respon diam dari si rapper Dio menyimpulkan jika Chanyeol menyetujui ajakannya untuk bonceng-boncengan.

Hop!

"Kajja, ayo kita pergi~" Tanpa aba-aba Dio langsung memegang punggung Chanyeol dan menduduki jok belakang motornya. Chanyeol yang baru sadar dari fantasi liarnya tiba-tiba merasa ada hawa sangat panas yang mulai menjalar ke seluruh badannya, terutama wajah.

Objek dari fantasinya sedang berada di dekatnya.

Di belakangnya.

Dekat.

Terlalu dekat.

Chanyeol bahkan bisa merasakan deru nafas Dio saat berbicara tadi.

Too hot.

'Demi jamban Sooman, cobaan apalagi ini...' dan Chanyeol hanya dapat berharap kejadiaan memalukan seperti tempo hari tidak terjadi.

'Semoga aku bisa bertahan kami-sama'

Breeeeem!

"Dadah semuanyaaa duluan yahh!"

Motor yang dinaiki Chansoo melesit dengan cepat meninggalkan area tempat gojek menuju peternakan sapi Suho. Duo namja yang masih mengadakan perang batin itu seketika sadar jika Dio sudah diembat duluan oleh pesaing baru mereka.

"Udah udah, tuh si Dio udah pergi duluan sama Chanyeol" Luhan datang ke arena perang mereka lalu menyandarkan kedua tangannya ke bahu Kai dan Baekhyun. Kai yang merasa kesal menghempaskan tangan Luhan lalu menatap Baekhyun tajam. "Gara-gara hyung, gue jadi ga bisa nganterin Dio kan" Baekhyun membalas tatapan Kai sambil menyunggingkan senyum. "Gue ga mau Dio deket-deket sama lo"

Drzzzz

"Lu siapanya?"

"Ga ngaca hyung?"

Ada kilatan cahaya dari masing-masing mata KaiBaek

"Waah menarik-menarik. Kalian berdua naksir banget sama Dio?" Luhan menyeringai dengan terus memperhatikan Kai dan Baekhyun yang bergantian menatapnya.

"Jangan bilang hyung juga suka Dio?" tanya Kai mulai mengeraskan pandangannya kepada Luhan.

Luhan hanya tersenyum tipis, sangat tipis. "Well, gue ga akan langsung bilang kalo itu suka sih. Tapi dia menarik, seperti puzzle. Aku ingin memecahkannya."

"Manusia bukan rubik yang bisa seenaknya lo mainin Han." Jawab Baekhyun, dia berjalan melewati Luhan dengan sedikit mengenai bahunya, sengaja menghantam bahu Luhan.

Kai ikut menyusul Baekhyun tidak lupa memberi glare terakhirnya pada Luhan. "Kalo hyung hanya menganggap Dio sebagai mainan gue ga bakal membiarkannya" ucap Kai saat melewatinya.

Mendapat ancaman dari namja yang lebih muda darinya membuat Luhan semakin melebarkan senyumnya lebih lama lagi.

Menarik, pikirnya.

Semakin banyak peserta yang mengikuti permainan, semakin menyenangkan bukan?

"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan mendapat potongan terakhir puzzle-nya..."

.

.

.

Ini tempat apaan...apa ini masih di rumah Suho..

Motor yang dikendarai oleh Chansoo menjadi yang paling pertama sampai ke garis finish, dan setibanya di peternakan mereka dihadiahi sorak sorai dari para sapi yang sedang memperhatikan dengan wajah jahil.

Ini sapi pada kenapa lagi-_-

"Yeol gede sama panjang yah.." sahut Dio. "Apanya?" nih orang masih nanya lagi. "Peternakan sama sapi-sapi disini" "Oh kirain" jawab Chanyeol mengalihkan pandangnya ke sapi-sapi sambil sedang berusaha menutupi sesuatu. "Kirain apa?" tanya Dio mendekatkan kepalanya ke Chanyeol untuk melihat apa yang sedang dia coba sembunyikan sembunyikan.

'Chanyeol akhir-akhir ini aneh bet dah'

Tumben amat ga seberisik sama senyebelin biasanya, kenapa sekarang kalo Dio ngedeketin Chanyeol dia jadi ga mau melihatnya dan rada ngehindar gitu? Udah mirip si Sehun aje.

Apa mungkin

Jangan-jangan!

'Gue...'

"Bau ketek?" pikiran Dio melancang buana mengingat akhir-akhir ini dia sedang kehabisan deodoran jadi minjem punya si Kai mulu, apa deodoran Kai ga cocok sama Dio terus jadi bau?

"Hah?"

"Gue...bau ketek yah?"

Dio mengangkat kedua tangannya atas-atas sambil mencoba mengendus-ngendusnya, kali aja dia beneran burket, kan ga lucu. Sayangnya Dio tidak menyadari kalau dirinya hari ini sedang memakai T-shirt pendek, yang alhasil tindakannya menyebabkan kaosnya terangkat terlalu atas dan mempertontonkan kulit putih susu mulus nan aduhai yang ada di balik kaos itu.

Dasar Dio tukang pancing.

Nafas Chanyeol tercekat, mukanya langsung memerah.

Rezeki mas.

"Emang bau?"

BLUSH

Bukannya menjawab Chanyeol malah loncat dari motornya dan terus mundur, punggungnya tidak sengaja menabrak rumah kayu di belakangnya. "Ja..jangan deketin gue plis! Gue kasih tau ke elo yah, gue..gue..no..nor..norm..al! Iya normal! Dan hentikan gerakan itu!" ucap Chanyeol terbata-bata lalu menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri dengan cepat.

Waduh

'Ajib bener efek dari deodoran si item. Apa karena gue keringetan?'

"Lo napa sih, gue tuh udah mandi tau" Dio merasa kalo dirinya tidak mempunyai bau yang ajaib ko tapi kenapa si Chanyeol mukanya ampe merah gitu? Dio mendekatinya lagi dengan berlahan setelah turun dari motor. "No..no! Jangan mendekat! Gue masih pengen normal!" Chanyeol menyilangkan kedua tanganya tepat di depannya.

Kayak mau di deketin pedopil aja nih orang

Breemm!

Druzz

Brag!

prang

Mooow

Meong~

Saat kaki Dio tinggal selangkah lagi untuk mendekati Chanyeol tiba-tiba motor yang dinaikin member exo satu persatu mulai berdatangan dengan brutalnya seperti di lintasan motor Marquez sama Lorenzo yang lagi berebutan tempat pertama. Lalu mereka segera berhenti tepat di deket Dio sama Chanyeol.

"Hyung! Lu ga apa-apa? Chanyeol hyung tidak berbuat apa-apa kan?" Kai segera turun dari motor yang dia tumpangi bersama Sehun lalu langsung memeluk Diodengan posesif.

"Lo ga lecet kan Soo?" kali ini Kris yang menghampiri Kai yang lagi berusaha membuat Dio koma gara-gara pelukannya.

"Kai lo modus amat sih!" samar-samar suara Baekhyun terdengar dari arah motornya yang baru dateng dari belakang. "Lo masih idup kan Soo?"

Yang ada Dio yang sebentar lagi mati suri karena dikerubunin macem gula kayak gini.

Entah mengapa melihat Dio yang dikelilingi dan dipeluk oleh Kai di depan matanya membuat Chanyeol merasa kesal di ubun-ubun kepalanya dan sesak di sekitar dadanya. "Dio yang ngedeketin gue tau, gue masih mau normal.." tapi Chanyeol sendiri tidak mengerti apa maksud dari perasaan yang tengah di alami saat ini dan masih beranggapan kalo dia normal.

Semuanya terdiam mendengar ucapan Chanyeol lalu balik mandang Dio.

'Tuh kan jangan-jangan mereka udah mulai nyium bau asem juga kayak Chanyeol.." Kalau namja mungil yang sedang menjadi objek tatapan masal member exo ini berasumsi bahwa deodoran Kai sama sekali tidak cocok dengan dirinya.

"Kai lepasin Dio sekarang"

Nada dingin terdengar dari namja yang sedang melihat mereka dari belakang, Kai memandang Sehun tidak suka lalu mendecih pelan, sedetik kemudian dia melepaskan tangannya dari tubuh Dio lalu tersenyum ke arahnya.

'Apa gue segitu baunya sampe Sehun juga marah?' ujar Dio dalam hati, si Kai pasti ngutang pas beli deodorannya ampe baunya jadi oplosan gini.

Ringdingdongringdingdong

Bukan suara lagu Shinee ko tapi suara abang-abang es dung-dung.

"Ayo semuanya masuk! Sapinya udah pada siap" Bukan tukang es dung-dung juga ternyata tapi Suho yang lagi megang lonceng peternakan sambil pake apron pink renda kesayangannya. Member exo segera menyusul langkah kaki Suho untuk masuk ke gerbang pertama.

Dio yang ada di sebelah Kai mengendus-ngendus lagi badannya sebelum ikut masuk, dia takut baunya ntar ngalahin sapi-sapi disini.

Perasaan deodoran Kai wangi-wangi aja ah.

"Eh Kai gue ga bau kan?"

Kai cuma face palm.

.

.

.

Moow moow moow

Dio dkk sekarang sudah sampai di ruangan tempat sapi-sapi berada yang siap untuk di perah susunya, sebelumnya tidak ada yang aneh di ruangan ini. Cuma ada sapi-sapi yang disekat oleh banyak dinding yang memisahkan mereka, makanannya rumput, dan warnanya masih sama putih hitam. Yah masih normal-normal aja

Kecuali-

Sapi-sapinya pada pake kalung emas sama sepatu kaca

GILA

Sapi aja ganteng disini

"Hyung sapi-sapi lo seleb yah, ko ada aura artis-artisnya gitu..." pertanyaan atau pernyataan? Entahlah~ Dio ngerasa martabatnya sebagai seorang artis kalah telak dibandingkan sapi suho yang punya senyum milyuner. Kai yang ngedenger manggut-manggut setuju.

"Gue takut ntar mereka ngalahin Exo kalo dah besar" sekarang aja udah besar kali Xiumin.

Suho yang ngedenger komen temen-temennya cuma ketawa garing segaring kerupuk. "Hahaha sa ae kalian, yodah sono pilih sapi yang mau lu pade perez eh peres"

Jupe kali ah di perez-perez.

"Gue mau cari naga ah" sahut Kris yang langsung keliling di area itu, masih kebawa efek indosiar kayaknya.

Tao yang ngeliat gegenya pergi ikut menyusulnya "Tunggu ge! Tao sekalian mau cari sepatu kaca biar matching sama sapi~"

"Disini ada unicorn ga yah?"

Hazzz

Dio sampe heran kenapa sekarang dia masih mau berteman sama mereka.

"Gue rasa saking gedenya nih rumah sampe bisa cari jodoh..." gumam Baekhyun yang ada di sebelah Dio. "Hahaha jones amat lu Bek" mata Baekhyun melirik ke Dio yang lagi ketawa renyah.

Ah manisnya.

"Oiya gue lupa, jodoh gue kan lagi di sebelah gue" Baekhyun tersenyum ke Dio yang udah berhenti ketawa dan mulai natap dia heran.

Kode woy.

GARIS KERAS

"Lu mau berjodoh sama sapi?"

Gubrak!

Kucing pake konde lewat.

"Maksudnya elo pinter" Capek, Baekhyun lelah mak kalo harus selalu kode ke Dio yang radar kepekaannya udah musnah. Dio ngeliat ke sebelah Baekhyun yang ga ada siapa-siapa, berarti yang ada di sebelah Baekhyun cuma dia aja.

"Ha? Lu mau berjodoh ama gue?"

YA

BISA JADI!

MAKIN JADI!

Mata Baehyun mulai menampakan sinar-sinar kehidupan disana, dia mengangguk antusias mendapati Dio mulai bisa baca kodenya. Dia menunggu kata yang akan dikatakan Dio selanjutnya dan-

"Heh, canda lo bek"

NYESS.

Ada siraman air panas yang menyambar ke kepala Baekhyun.

"Lo ga peka banget sih soo" Baekhyun mengacak-acak rambutnya frustasi, seriusan ini bukan kode morse. Napa si Dio bego amat dah ngebaca perasaannya? Bisa masuk rumah sakit jiwa lama-lama dia. "Garing bek garing~" Dio bersiul menanggapi lelucon Baekhyun yang sama sekali ga masuk akal itu, apa kata dunia kalo dia jodohnya cabe? Orang cuma pernah ciuman sekali doang juga.

Eh tapi

Ciuman pertama sih

Namja manis itu diem seketika...

O/O

Blush

'Kamvret juseyo! Napa gue jadi keinget itu sih!' Muka Dio mulai memerah dan matanya melotot ga woles. Dia ga tau harus bereaksi apa di hadapan bebek setelah keinget itu lagi.

Baekhyun yang ngeliat perubahan sikap Dio serta mukanya yang semerah apel kini menyeringai lalu hendak memojokannya. "Jadi lo akhirnya-"

"DIOOO LO DIPANGGIL KEPALA SUKU"

Kucing pake high heels lewat.

Sekali lagi moment Baeksoonya di ganggu, Baekhyun bakal ngasih Kyuhyun mangkok cantik.

"Iy...Iya! gue kesana Chen!" Dewi penyelamat memang selalu ada disisi orang tersiksa. "Bye Bek gue kesana dulu ye!"

"..."

"Mampuy Hahahah"

Dan Baekhyun sudah bersiap-siap melempar mangkok cantik ke Chen yang tertawa terbahak-bahak.

"Shad ap!"

-0oo0oo0oo0oo0oo0-

Dio's Pov

Duh ini dimana sih

Gue berhenti berjalan saat sampai di perempatan jalan taman lili putih yang membantang luas di sekitaran taman itu, hmm gue yakin udah ngelewatin air mancur yang ada disana tiga kali-_- Gue ngeliat lagi peta yang tadi dikasih sama Chen buat menemui Suho.

Plis deh

Gue bukan Dora, napa di kasih peta?!

Kenapa Suho ga langsung nyusul ke peternakan sih? Udah tau gue ini ga bisa baca peta eh Suho malah nyuruh ketemuan pake beginian.

Nasip nasip

Huss ga boleh durhaka sama leader.

Gue ngambil hp yang ada di kantong gue dan membuka aplikasi yutub.

Mau streaming film Dora the explorer dulu gaes, biar bisa baca peta

-30 menit berlalu-

"Hmm" setelah menonton epidode dora yang mau pergi ke rumah neneknya akhirnya gue bisa menyimpulkan satu hal.

"DIMANA GUE BISA NEMUIN PETA YANG NGOMONG GUSTI" Oke film ini ga masuk akal, mana ada peta ngomong. Dan lagi kenapa pake bahasa spanyol?! Mana gue ngerti.

Setelah menonton episode Dora untuk dapet petunjuk, gue memutuskan untuk masuk ke pintu besar sebuah rumah yang berada tepat di depan air mancur. Gue mau nanya ke maid yang ada di dalem aja dah biar gercep.

Ckleck.

Wussssssssssss.

Oh tidak.

Ternyata ini keputusan yang salah...

BANYAK BANGET PINTUNYA TJOY

MANA GELAP LAGI

Gue ngeliat ke kanan dan ke kiri lorong sambil berusaha mencari tombol lampu yang ada disana tapi ga ada sama sekali!

Jir gue takut ToT kan kalo gelap-gelap gini suka nething gengz hikzu.

Harusnya tadi gue mengikuti saran Dora.

'Jangan pergi ke tempat asing, apalagi kalau ga punya peta yang ngomong'

Tangan gue langsung memutar knop pintu besar itu lagi buat lari dari sini, tapi emang dasarnya gue jadi tokoh yang kena apes mulu ni pntu kagak bisa di buka lagi masa. Apa otomatis ke kunci dari dalem?!

Tap tap tap

Srrrrrrr

Apaan tuh!

Kalian ga denger apa-apa kan?!

UDAH ADA YANG TAU BELUM KALO GUE TAKUT GELAP DAN APA YANG ADA DI DALAMNYA

KALO GITU SELAMAT AKHIRYA KALIAN TAU

#sekilasinfoDoKyungsoo

Tap Tap

Suara makin deket! Ottokhe wat sul ai du!

Ah mana gue ga bawa panci jimat gue lagi

Kalo gue dimakan sama hantu gimana?

Ah gamaoo gue belum nikah atuhlah T...T

"Lho Dio?"

SI HANTUNYA TAU NAMA GUAAA

Mampoz. Gue ga akan selamat.

"GYAAA JANGAN MAKAN GUE!"

Gue terlonjak kebawah sambil terduduk saat dia mengarahkan cahaya senter ke muka gue...

Ha? Senter? Berarti dia bukan-

"Hantu? Ini gue Soo, Luhan"

Kepala gue nengok ke atas buat memastikan sumber dari suara itu dan disana gue bisa samar-samar ngeliat wajah cantik Luhan yang lagi megang senter, syuukurr dah bukan hantu ._. "Lu ngapain disini Soo?" Luhan natep heran ke gue yang sekarang lagi jongkok dengan muka abis dikejar rentenir, kebayangkan komuk gue gimana sekarang. "Hosh...hosh...gue kira lu hantu! Jangan ngagetin gue gitu napa"

"Lagian lu ngapain disini sendirian Soo?" si cowo cantik itu mengulurkan tangannya lalu ngebantu gue buat berdiri. "Kata Chen gue dipanggil sama kepala suku tadi yaudah gue ngikutin peta yang di kasih sama dia terus malah nyasar ampe sini-_-" gue menyodorkan peta yang di kasih Chen tadi ke Luhan, dia diem sebentar lalu mengerutkan keningnya bingung.

Jangan-jangan ada something nih.

"Napa han?"

"Peta ini..."

"Kenapa? Kenapa?"

"Chen dia..."

"Chen kenapa?" nih orang bikin penasaran

"..."

"... tulisannya kayak cacing kepanasan ya pantes aja lu nyasar"

Etdah

Dosa apa gue.

"Ah elu! Gue kira ada apaan-_-" Luhan hanya ketawa lalu naro peta itu di sakunya. "Petanya di gue dulu yah nanti biar gue bisa ngajarin Chen cara bikin peta yang bener" terseraah lo han terserahhh.

Tap tap tap

Lah napa ada suara lagi

"zxcccvbfn"

Jangan-jangan itu hantu beneran! "Han-hmmppp" saat gue mau teriak ke Luhan tiba-tiba dia ngebekam mulut gue dengan tangannya. "Ssst kita harus sembunyi" Luhan menyeret gue masuk ke sebuah ruangan paling pojok di aula itu. Ruangannya gelap banget, gue ga bisa nebak ruangan apa ini.

"zxcvbnm..."

"Shit suaranya mendekat!" Luhan ngelirik ke kanan-kiri lalu pandangannya berhenti saat dia menyadari ada lemari yang cukup besar (oke sangat besar) di sini. Tanpa babibu dia narik gue lagi buat masuk ke lemari itu, Karena gelap gue cuma bisa cengo dan terpaksa ngikutin Luhan.

Braak!

Pintu lemari yang ditutup bersamaan dengan suara pintu yang terbuka itu dengan ajaibnya ikut menyadarkan gue. "Han lu gila! Ngapain kita disini-sfankgaeg" tangan Luhan kembali ngebekam mulut gue lagi, gue cuma bisa ngedengus sambil nyadarin punggung gue ke dinding lemari. Emang sih lemarinya gede tapi kalo dihuni sama dua namja yah sempitlah. Lagian napa si Luhan narik gue ke lemari-_- Luhan hanya ngacangin gue sambil terus mengintip dari celah kecil lemari ini, ekspresinya seketika berubah saat gue denger pintu itu kembali ditutup dan ada suara dua orang yang masuk.

Ada apa sih? Gue pengen liat

"Han whats going on?" gue berbisik dari balik tangan Luhan, si empu cuma menghela nafas lalu ngeliat ke gue.

"Anak kecil ga boleh tau Soo" Luhan menyeringai lalu makin ngedeketin badannya ke gue. "Ish gue bukan bocah! Ngapain lu nyeret gue ke lemari sih?" dengus gue sewot ke Luhan yang cuma natap gue sambil menaikan satu alisnya.

Sumpah ganteng.

Dan lu semua harus tau.

"Tuhkan masih bocah, masa lu ga tau apa yang biasanya orang dewasa lakukan di tempat kayak gini?" Luhan memajukan kepalanya lebih dekat lagi lalu mensejajarkan posisi gue. "Tempat kayak gimana..." gue mengalihkan pandangan gue ke bawah menghindari tatapan Luhan. Entah kenapa gue selalu takut kalo di tatap Luhan langsung kayak gini._. dan mana dia maju-maju terus lagi udah tau ini lemari kecil...

"You know. Tempat gelap, sempit dan sekarang si mangsa terpojokan..." tangan Luhan bersandar ke samping kepala gue, tunggu-

MAYGAT GUE BARU SADAR

GUE BERDUAAN SAMA LUHAN DI LEMARI

DAN GELAP

P.

O_O

"Gimana kalo gue ngajarin lu cara ngeluarin susu disini?" walaupun gelap tapi gue bisa lihat dengan jelas seringai Luhan yang terukir di bibirnya.

Ngeluarin susu disini...

Ha.

Serius lo han.

"Susu? Tapi disini ga ada sapi han" jawab gue datar.

Yaiyalah sape juga yang mau naro sapi di lemari hmpz.

Sampe Sehun udah ga cadel juga ga akan ada yang mau sih.

GGS

Ganteng ganteng sengklek.

Hening seketika.

Masih inget naning kan?

"..."

.

.

.

.

.

"Pfffft huahahaha jadi ini yang bikin dia suka sama lu Soo? Hahah" Luhan berusaha menutup tawanya pake tangan sambil megang perutnya. "Dia siapa han? Emang ga ada sapi di lemari kan?" gue menyipitkan mata gue ke Luhan yang masih ngakak.

Lah gue bener kan readers?

"-kenapa kau membawa pengikutmu kesini?"

Hoo suara dari luar

Brukk!

Kali ini gue yang ngebekem mulut Luhan (bales dendam coy) dan ngedorong dia ke bawah. "Ko lu jadi agresif Soo?" tanya Luhan dari bawah. "Ssst diem!" gue nindihin badan Luhan sambil ngintip keluar biar gue ngeliat siapa yang di balik celah itu, abisnya kalo ga kayak gini gue ga bisa liat dengan jelas.

Luhan? Biarin ae dia suruh menanggung berat gue, siapa suruh nyeret ke lemari.

"Mereka bukan pengikut, tapi teman-temanku hyung."

Deg

O_O

Itukan Suho hyung?!

Dia sedang berbicara dengan seorang pria yang lebih tinggi darinya, rambut coklat gelap dan memakai setelan jas berwarna coklat.

Ko mukanya familiar banget dah. Think Kyungsoo think! Lu pernah liat dia dimana?!

Pria itu duduk di salah satu kursi besar disana lalu menatap Suho dengan dingin. "Aku tidak peduli kau memanggil mereka apa, jika kau punya banyak waktu untuk mengundang mereka kesini lebih baik kau coba untuk mempelajari bisnis keluarga" ujarnya, Suho menunduk dan mengepalkan tangannya pada sebuah kotak yang dia sembunyikan di belakang punggungnya. "Kalau kau terus bergaul dengan orang seperti mereka kau hanya akan menyusahkan Umma dan Appa, Junmyeon."

Gue tersentak, begitupun dengan Luhan.

Apa

Orang seperti mereka?

Suho menarik nafas dalam-dalam lalu menghadapkan kepalanya ke depan "Teman-temanku tidak ada hubungannya dengan sikapku Hyung, Aku belajar banyak hal dari mereka. Dan soal bisnis keluarga hyung tidak usah khawatir karena aku masih melanjutkan kuliahku di Seoul University agar bisa mengurus saham Ayah dengan baik." Jawab Suho mencoba untuk tenang, tapi sepertinya jawaban itu masih belum cukup untuk namja di depannya.

"Hahaha" tawanya menggelegar di seluruh ruangan lalu menatap Suho. "Apa yang kau dapat dari mereka?" tanya seseorang yang dipanggil hyung oleh Suho dengan nada meremehkan.

Gue menggeramkan gigi gue lalu bersiap ingin keluar dari lemari ini tapi tangan Luhan nahan gue. "Belum waktunya Soo..." ujar Luhan pelan mencoba menenangkan gue. Gue ga tahan lagi rasanya pengen ngelempar orang itu ke kolam sebelah biar di makan paus di album Sing For You, dia pikir dia siape berani ngomong gitu grrr.

"Keputusanmu menjadi seorang artis adalah pilihan yang salah, Junmyeon." Lanjutnya dengan tenang, sama sekali tidak menyadari hati seseorang yang sedang ia hancurkan. "Kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri di depan orang-orang disana. Tidak hanya itu, kau juga membawa nama baik keluarga Kim ke level bawah."

Tidak, hentikan.

Ekspresi Suho sudah benar-benar berubah, seperti diselubungi oleh kemarahan sekaligus kesedihan yang mendalam. "Jangan sangkut pautkan nama keluarga kita dengan mimpiku hyung, semua yang aku lakukan di depan orang-orang sekarang adalah bagian dari profesiku sebagai seorang artis. Bukankah Appa selalu berkata untuk bersungguh-sungguh dengan apa yang kita jalani?"

Nama keluarga kita? Jangan bilang kalau sebenarnya pria ini-

"Oh, itu bukan gue. Tapi kakak pertama gue..."

"Aku pernah melihatmu di TV dan yang kau lakukan hanya membuat orang lain tertawa dengan mempermalukan dirimu sendiri. Apa itu yang kau sebut profesi?" dia mendengus sambil terus mengetuk lantai pelan. "Yang kau lakukan sekarang adalah sia-sia"

Hentikan

Suho terdiam di tempatnya, tanpa bisa membalas lagi perkataan kakaknya.

"Appa tidak pernah menyetujuinya dari awal, dia hanya lelah melihatmu terus mengemis meminta persetujuan untuk menjadi seorang artis"

"Kau pikir alasan apalagi yang harus aku lontarkan saat pejabat-pejabat itu menanyakanmu, Junmyeon?"

Hentikan...

Kenapa kau diam saja Suho?

"Bahwa anak bungsu keluarga Kim yang mempunyai hampir seluruh saham di Seoul adalah sebuah kegagalan"

Tolong katakan sesuatu Suho...

'Well, gue cuma melakukan apa yang gue bisa buat kalian'

Brak!

"HENTIKAAAAN!"

Tangan gue bergerak dengan sendirinya membuka paksa pintu lemari lalu segera berdiri keluar dari sana, kedua namja itu menatap gue dengan ekspresi yang berbeda-beda.

"...Soo? ngapain lu di sana? Dan Luhan juga...?" tanya Suho terbata-bata melihat ke gue lalu berhenti ke Luhan yang masih tiduran di lemari dengan posisi awkward. "H-hai hyung..you look great" ujar Luhan sambil nyengir rusa dan mengusap-usap kepalanya yang ga gatel.

Kakak Suho hanya menatap kami dengan datar lalu kembali melihat Suho. "Apa yang kukatakan? Mereka hanya memberikan pengaruh buruk padamu. Berduaan di lemari sekecil itu sungguh tak bermoral"

Cukup! Gue udah muak!

Gue ngehampirin mereka berdua lalu berdiri di antara mereka, tepatnya di depan Suho.

PLAK

Permukaan tangan gue mengenai pipi kakak Suho yang putih mulus kayak pantat bayi dan menggantikannya dengan warna kemerahan ceri.

TANGAN LU KENAPA

Anjir sumveh ini tangan gue bergerak sendiri mulu dari tadi.

"Suho bukanlah sebuah kegagalan..." ucap gue sambil menatap matanya dengan tajam. "Suho adalah leader EXO yang mempunyai tanggung jawab yang besar. Apa yang dia capai hingga saat ini adalah hasil jerih payahnya sendiri, bukan semata-mata untuk mempermalukan dirinya." Gue tersenyum ke Suho yang menatap gue dengan shock."Justru yang dia lakukan sekarang adalah membuat orang lain tersenyum, tertawa, merasa bahagia. Dicintai dan mencintai EXO-L. Bekerja keras untuk membuat orang lain merasa berharga dirinya telah ada di lingkaran hidup kami, itulah kami sebagai member EXO"

Edan speech gue.

Gue menggengam tangan Suho dari belakang. "Dia tidak pernah sekalipun mempunyai niatan untuk menelantarkan tugasnya di keluarga Kim." Ingatan gue menerawang ke kejadian kemarin sore dimana Suho selalu belajar setelah konser kami sambil melihat foto keluarganya, gue tersenyum. Ini jadi lucu kalo gue pikir-pikir lagi.

"Tapi cepat atau lambat lu harus terima kalo tempat Suho bukan disini, tapi di tempat lain"

Yup. Gue yakin 100%. Gue tersenyum mantap ke arah kakak Suho yang sedang menatap gue sama shocknya dengan Suho.

Kakak Suho menggertakan giginya lalu menatap gue nanar. "Kau jangan seenaknya! Jangan berbicara seolah kau tau semuanya tentang keluarga kami-"

"Biarkan..." Suho memotong perkataan hyungnya dengan pelan lalu beralih menatapnya. "...Biarkan aku memilih jalanku sendiri, Minho hyung..." Ujar Suho tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Kemudian dia menarik tangan gue keluar dari ruangan itu. "Ayo pergi Luhan"

Lidah gue serasa kelu mendengarkan semua perkataan Suho di saat dia dengan segera membawa gue pergi secepat mungkin.

Gue ga pernah menyangka kalo Suho punya beban sebesar ini.

Dia selalu memikirkan anak-anak exo, tapi selama ini ternyata banyak hal yang ada di kepalanya.

Luhan yang selama ini diam saja langsung berdiri dari posisinya lalu mengikuti kami dari belakang, dia berhenti sejenak di depan kakak Suho. "Jangan sakiti leader kami" Luhan berkata sebelum benar-benar meninggalkan Minho di ruangan itu.

"..."

Beberapa menit setelah mereka pergi Minho akhirnya duduk di salah satu kursi disana sambil memijat pelipisnya yang terasa sakit. "Apa yang anak itu pikirkan..." Sekarang Minho benar-benar sendirian disana, sepi tanpa adanya suara sedikitpun. Dia menatap kotak biru yang tergeletak di lantai.

Luhan segera keluar dari ruangan itu hingga dia menyadari satu hal. "Dio? Suho?" matanya menatap ke lorong yang gelap gulita dan tidak dapat menemukan satu orang pun disana.

"KALIAN KEMANA WOYY"

.

.

.

Author's pov

"Hosh...hosh...hosh"

Dio tidak pernah sadar sudah berapa jauh mereka berlari hingga akhirnya langkah Suho membawanya ke taman lili yang sejak awal dia lewati. Dio yang masih mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal itu menatap punggung leader yang masih ada di depannya.

"Hyung..." Suho berbalik menghadapnya, dan disana Dio masih melihat nada kesedihan. "Maaf tadi gue nampar kakak lo, abisnya dia nyebelin." Dio mempoutkan bibirnya lalu melipat kedua tangannya. "Masa dia ga tau sih kalo-"

Grep.

Kata yang ingin keluar dari mulut Dio tidak pernah keluar dan badannya membeku saat tiba-tiba Suho memeluknya.

"Maaf lu sama Luhan harus ngeliat kejadian itu..."

Suho berucap sangat pelan, hampir seperti berbisik. "Hubungan gue sama kakak gue berubah sejak gue jadi trainee di SM, gue ga tau apa yang terjadi..."

"Dari dulu Minho hyung adalah kebanggaan Oppa dan Eomma, berbeda dengan gue yang lebih memilih buat jadi artis dibanding dia yang akan meneruskan bisnis keluarga. Dulu dia membimbing gue buat jadi apa yang gue mau tanpa peduli omongan orang. Tapi sekarang dia yang membalikan punggungnya dan pergi"

Dio terdiam mendengar semua yang dikatakan oleh Suho dan mencerna semua kejadian yang dia alami hari ini. Rasanya aneh kalo tiba-tiba kakaknya berubah seperti itu tanpa ada alasan yang jelas, apalagi Dio mempunyai perasaan kalau itu bukan tujuan awal kakaknya.

Entahlah.

Bisnis keluarga yah?

Dio merasa sangat buruk karena tidak pernah tau apa-apa tentang Suho.

Dio yakin bahwa Suho selalu mengedepankan anak-anak exo dibanding dirinya, tapi kenyataannya dialah yang tertinggal di belakang dan sedang mencoba berdiri sendirian.

"Gue pengen Minho hyung nerima gue apa adanya"

Dio membulatkan matanya, dia bisa merasakan Suho terisak kecil di antara bajunya.

"Gue pengen main basket lagi sama dia seperti dulu"

Dia selalu membawa semua bebannya sendirian.

"Hyung..." Kali ini Dio yakin bahwa otak dan hatinya tidak berfungsi secara waras lagi, Dio membalas pelukan Suho lalu membenamkan wajahnya di sela-sela kemeja Suho.

"No matter whats happen, you will always be our ace"

Dio tersenyum di balik punggung Suho.

"Hyung adalah ace kami. Jangan ngebawa beban hyung sendirian, hyung masih punya kita yang ada di belakang hyung, yang akan menompang hyung di saat hyung jatuh. Karena ace bukan cuma ngebawa kemenangan buat timnya, tapi juga mendapat dorongan dari membernya."

Suho merasakan ada perasaan lega yang membanjiri hatinya lalu tergantikan oleh perasaan hangat, Suho melonggarkan pelukannya dan menatap namja mungil di depannya.

"Gue yakin ada Minho punya alasan sendiri kenapa dia berubah, ayo kita cari tahu bersama" Ujar Dio pelan, yakin kalau sebenarnya Minho adalah orang baik.

Dan disana Dio sedang tersenyum penuh arti.

Nafas Suho tercekat, ini pertama kalinya Suho melihat Dio dengan pandangan yang berbeda.

Tangan Suho bergerak untuk menangkup pipi Chubby Dio dan mendekatkan wajah mereka.

Suho tidak tahu apa yang merasuki pikirannya untuk berbuat demikian

Karena sedetik kemudian dia tidak bisa merasakan nafasnya lagi.

.

.

.

.

.

.

.

Chu~

Kedua bibir itu bertemu untuk pertama kalinya.

Dio dont know what to do.

He cant think

He cant think at all

Not when Suho's lips tastes like lily.

Even if author ge gatau rasa bunga lili gimana

Yang penting mah menurut Dio ngenah we (ngenah=enak)

Ciuman itu berlangsung cukuuuup lamaa.

Cukup lama untuk membuat hati seorang anak manusia tergores di balik pohon taman itu.

Yah tanpa Suho dan Dio sadari ada namja yang melihat dan mendengar semua pembicaraan mereka dari tadi, dia memegang bagian dadanya dan memejamkan matanya erat.

"Tidak berdarah, tapi kenapa terasa sakit..." bisiknya lirih.

.

.

.

"Haaaa home sweet home~" ujar Chanyeol pas ngebuka pintu gerbang dorm mereka. "Dorm Yeol dorm" koreksi Baekhyun dari belakang. Duo Chanbaek itu emang saling melengkapi yah sampe-sampe orang yang mereka suka aja sama.

"Soo mau gue bantu?" tanya Suho ketika ngeliat Dio ngebawa kardus yang isinya susu dari peternakan Suho. Dio yang kaget sama kehadiran Suho jadi salting "Eh..eh gausah hyung, gue bisa sendiri tehehe..." yaiyalah gimana ga salting wong abis cipokan di taman tadi.

"Kenapa sih kita cuma sebentar di rumah Suho hyung? Tao kan masih pengen ngeborong Gucci" Tao menggerutu di belakang SuSoo sambil bawa-bawa barang belanjaannya yang bisa kita tebak isinya tas-sama sepatu Gucci yang abis dia colong dari rumah Suho.

"Kalo ga pulang cepet bisa-bisa Suho bangkrut tau" Kris nimpalin dari belakang, kalo dia lagi bawa tas isi daging kambing pemberian pacar Mang Mus. "Buset dah Mang Mus pacarnya siapa sih? Ngasih kita daging udah kayak lagi ada yang sunatan aja" Chen nyerocos disebelah Kris, maklum dia ga suka daging kambing bro.

Ga tega katanya serasa makan embe kesukaannya di shaun the sheep.

Suho cuma ketawa ngeliat tingkah anak exo yang macem-macem kayak gado-gado.

Kali ini tertawa dengan sungguh-sungguh.

"Guys..." semua anggota EXO sedang menunggu Luhan membuka pintu dorm saat dia seketika menjadi ragu. "Ko gue ngerasa ada aura mistis dari sini yah?" Luhan menelan ludahnya. "Gue punya perasaan buruk tentang ini, mungkin seharusnya kita gausah pulang-"

"Ah lama lu hyung" Kai mendorong Luhan ke samping lalu mengambil kuncinya dari tangan Luhan. "Betis gue udah lebih seksi dari ronaldo nih gara-gara jalan terus di istana Suho hyung, ntar kalo gue jadi lebih terkenal dari ronaldo kan kasian doi" lah bang-_-

Ckrek~

"KASUR I MISS YU SO-...mu...much..." Kai keselek sama ludahnya sendiri dan menatap horror pemandangan di ruang tamu mereka.

Ini lebih mistis daripada dunia lain men.

Duduklah di siangsananya seorang pria dengan sayap devilnya.

"Kyu..kyuhyun hyung ngapain disini?" Luhan yang dateng dari belakang Kai langsung nepok jidat Kai seolah dia adalah seekor nyamuk sampe dia bungkem di lantai. "H..hai Kyu! Kita cuma abis jalan-jalan bentar di sekitar sini, iyakan Suho?!" Luhan nyerocos ga nyante takut si epil ngambek gara-gara ga diajak main ke Gangnam Street.

Atuh kalo ngajak si Kyupil ntar mereka disuruh beliin game baru.

"Tenang Han, gue udah ijin ko ke Kyuhyun sebelum kita pergi tadi" Suho dengan santai menaruh beberapa botol susu dari kardus tadi dan nempatin di depan meja. "Mau Kyu? Itu langsung dari sapinya"

Pletak!

Bukannya berterima kasih atau apa Kyuhyun malah memukul kepala Suho dan Luhan secara bergantian pake PSP.

Ke Kai kagak soalnya udah tepar duluan sama tepokan Luhan.

Udah mah olap di jalan, sengsara di rumah Suho dan di siksa di dorm sendiri lagi.

Sabar yah bangKai.

#1000KoinuntukBangKai

"Panggil gue hyung! Dasar ga sopan" Kyuhyun mendengus lalu melirik seorang gadis kecil di sebelahnya. "Ne, Yeri jangan ikuti perlakuan tidak sopan dari oppa-oppa disini yah?" Gadis kecil itu hanya tersenyum malu sambil mengangguk-angguk.

Oh si Kyuhyun bawa cewe toh.

Bawa cewe...

HA BAWA CEWE KE DORM EXO?!

"Hyung kenapa bawa cewe ke dorm kita?! Kalo ada yang liat gimana?!" Baekhyun nunjuk cewe itu lalu menatap Kyuhyun bergantian dengan tatapan seorang Ayah yang memergoki anaknya menghamili seorang gadis. "Lu udah putus sama si-"

Pletak!

Kini giliran Baekhyun yang dapet bogem mentah gratis dari Kyupil.

"Dia keponakan gue bege!" Kyuhyun narik kembali PSP yang dia pake sebagai boomerang buat mukul Baekhyun "Namanya Kim Yerim, dia adalah trainee di SM Rookies"

Gadis itu tersenyum manis ke semua namja di ruangan itu lalu menunduk sopan. "Kim Yerim imnida, panggil saja Yeri hehe"

"Hooo keponakan si epil yah? Ko beda banget? Kamu manis kalo si Kyuhyun sih..."

Hiatz!

Chanyeol berhasil menghindari PSP yang hampir saja mengenai jidat vangsatnya, maklumlah itu asetnya vroh harus dilindungi.

Pletak!

Tapi sayangnya pemirsah! PSP itu balik terbang ke arah dirinya dan mendarat mulus di kepala belakang Chanyeol sampe dia tersungkur ke lantai bersama bangKai dengan jidatnya duluan yang mendarat.

Pantes we makin lebar.

Sekarang kalian tau gimana cara Chanyeol makin me-vangsatkan jidatnya (?)

"EHEM! Gue harap Chanyeol orang terakhir yang ngerasain boomerang gue hari ini" Kyuhyun merapikan jasnya lalu pandangannya berubah menjadi serius. "Ada hal penting yang ingin gue bicarain ke kalian semua."

Mendengar perkataan Kyuhyun, anak-anak exo langsung duduk di ruangan itu dan memasang kuda-kuda kalo Kyuyun tiba-tiba akan berubah jadi hulk.

"Ada apa hyung?" Sehun duduk di sofa paling pojok sambil minum susu dengan santai. Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam sebelum melihat Yeri lalu mengangguk. "Gue mau minta bantuan kalian soal Yeri.. tidak, untuk masa depan SM juga." Hening menyelimuti seluruh ruang tamu ketika Kyuhyun menyebutkan kalimat terakhirnya.

"Ada apa dengan SM?"

Kyuhyun mengeluarkan beberapa kertas dari tasnya lalu menaruhnya di meja. "Yeri bersekolah di SMA Art and Literature School di daerah Seoul, seperti yang dikatakan di kertas ini bahwa SM bekerja sama dengan sekolah tersebut dan selalu memberikan kesempatan kepada beberapa siswi berprestasi disana untuk dijadikan Trainee SM tanpa audisi ulang lagi"

Kyuhyun membuka tumpukan kertas itu sampai dia berhenti oleh satu kertas yang berisi foto-foto seorang yeoja. "Sudah ada 5 nama yang terplih, salah satunya dalah Yeri. Semuanya berjalan lancar sampai 3 gadis itu tanpa alasan yang jelas mengundurkan diri.."

"Mereka jadi berubah pikiran gitu hyung?" Lay bertanya sambil mengacungkan tangannya seperti anak TK yang selalu penasaran. "Mungkin, tapi itu bukanlah hal yang wajar Lay. Biasanya siswi yang mendaftar beasiswa ke SM adalah orang-orang yang siap berlatih di bawah naungan Entertaiment kita, mereka menolak beasiswanya seminggu sebelum mereka diangkat jadi trainee resmi."

Yeri mengangguk dan menggigit bibir bawahnya dengan gemetar. "Dan para unnie yang membatalkan beasiswa tersebut tiba-tiba dipenuhi oleh luka-luka yang mengerikan. Mereka seperti ketakutan sekarang lalu jarang muncul lagi di sekolah..." Yeri menguatkan tangannya pada rok yang dia pakai.

Gadis itu sangat mengingatkan Kris pada Bomi, Kris mengelus lembut kepala Yeri yang ada disebelahnya. "Jadi mereka seperti mendapatkan Bully-an karena terpilih menjadi trainee SM?"

"Gue juga berpikir kayak gitu, karena biasanya akan diadakan audisi terbuka buat semua siswi di sekolah itu jika ada calon trainee yang mengundurkan diri." Kyuhyun menyandarkan punggungnya ke sofa di belakangnya, lalu menatap satu persatu member exo. "Yang gue takutin jika pelaku yang membully mereka terpilih dan benar-benar jadi trainee di SM, gue rasa dia ga akan segan-segan menyingkirkan trainee lain dengan cara apapun." Mata Kyuhyun melirik Yeri yang masih tertunduk.

"Dia akan membahayakan semua orang yang ada di SM Entertaiment untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." Ucap Sehun seketika, mendapati semua pasang mata melihatnya dengan khawatir.

"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk menghentikannya?" sekarang Kai bertanya dengan nada serius.

Kyuhyun tersenyum bangga saat anak-anaknya berhasil mendapat arah dari pembicaraannya. "Permintaan gue ga besar ko, gue cuma mau minta bantuan kalian..." Matanya tertuju khusus ke satu orang yang ada disana dan menyeringai. "Buat menyusup ke sekolah Yeri untuk mengawasi jalannya audisi sekaligus menyelidiki siapa pelaku di balik semua ini."

Mereke semua cengo dan membuka mulut mereka lebar-lebar sampe ada laler yang masuk.

"Woa woa woa hold on' hyung" Xiumin mengangkat kedua tangannya di udara setelah keselek sayap dari laler yang nemplok dimulutnya. "Apa nama sekolahnya tadi? SMA Art and Literature School? Bukannya itu sekolah khusus yeoja?"

'Plis bukan plis bukan..." doa Xiumin dalam hatinya, semoga aja pertanyaan yang dia lontarkan tadi salah, jika tidak-

"Yes, indeed. Sekolah sekaligus asrama khusus untuk yeoja." Crap.

"Jadi gue pengen dua orang dari kalian untuk menyamar menjadi murid yeoja disana."

Kyuhyun berucap tenang, sangat tenang. Sambil meminum susu yang ada di hadapannya.

Crap.

Crap.

Crap.

Crab.

Mr. Crab.

Spongebob.

DOARRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.

WHO LIVES IN A PINEAPPLE UNDER THE SEAAA?

Kamera di zoom 8 kali ke muka para bocah Eksoh.

Ada suara petir yang datang tak diundang pulang tak diantar macem mantan.

"APAA?"

"LU WARAS HYUNG?!

"ANJRIT JANGAN GUA"

"SUARA APAAN TADI"

"SETDAH SIAPA YANG NYALAIN TIPI!"

Chen matiin tipi yang ada di sebelahnya, oh ternyata suara petir itu dari tipi yang dipijit ama Chen toh. "Hehe sorry guys abisnya biar nambah suasana, coba gue ulangin yah" Chen berdehem lalu memegang tenggorokannya menghayati peran yang akan dia mainkan. "APA LO KATA HYUNG?! JANGAN AMP-"

Pletak!

"Akting lo jelek" Kyuhyun memukul rahang Chen dengan keras, sekarang pake tutup botol susu. "Gue lagi serius nih" Gerutu Kyuhyun lalu balik natap ke depan. "Soooo, siapa yang beruntung?"

'Yang sial keleus' semua anggota exo berucap secara bersamaan

Mereka semua terdiam, berpikir keras lagi.

"Kalo jadi cewe kita butuh orang yang postur tubuhnya kecil..." Ujar Kris pelan, menyelamatkan martabatnya sebagai pria sejati.

Oke kalo gitu Kris, Chanyeol, Tao, Kai dan Sehun keluar dari daftar.

Suho menelan ludahnya susah payah dan mulai berkeringat dingin, dia gamau jadi cewe hanya karena tingginya tjoy! "Kita juga butuh orang yang bisa menyelidiki semuanya dari luar sekolah kan?"

Orang yang pinter dapet info-info gitu pastilah yang punya koneksi dimana-mana, so pasti Suholang kaya, Chen dan Lay keluar dari kategori pendek dan masuk ke kategori 'tukang stalk'.

Yang tersisa hanya Xiumin, Luhan, Baekhyun dan Dio.

'Kena lagi lo hahaha' Kyuhyun tertawa epil dalam hati sambil menyeringai.

"Pokoknya gue ga mau!" Dio yang udah peka sama sinyal Kyuhyun berdiri dan nunjuk ke arah manajer tercinta mereka. "Lu ga puas apa ngasih gue penderitaan yang dulu dan sekarang mau nambah lagi?!" kalimat itu keluar dari mulut Dio dalam satu kali nafas.

Kyuhyun cuma tersenyum angelic dan memasang ekspresi watados. "Eh penderitaan apa Kyungsoo? Bukankah kau malah jadi lebih bahagia?" Kyuhyun mengucapkannya dengan nada riang.

"Ba..bahagia apaan! Gue kan..." Dio ngelirik Suho yang baru beberapa jam nyium dia lalu ingatannya melayang lagi dikejadian taman lily, Dio menjadi bungkam kemudian kembali duduk dengan wajah yang merah sempurna.

Semua orang ngeliat Dio yang mukanya bersemu sambil duduk dengan pose imut.

"Hooooo..."

Mereka semua saling bertukar pandang satu sama lain dan mulai bisik-bisik tetangga.

Tao: "Kalo Xiumin hyung yang jadi cewe kayaknya ga mungkin deh, dia kan punya kekuatan kuli ntar yang lain malah curiga"

Kris: "Baekhyun atau Luhan? Lebih cantik Luhan sih walau ngebayangin dia pake rok aja gue udah pen muntah"

Luhan: "Hey! Gue denger itu tiang! Seenggaknya gue ga tonggos weee!" Luhan mengulurkan lidahnya ke Kris.

Baekhyun: "Idih sorry yah malez banget gue jadi cewe, masih cantikan gue sih daripada kebanyakan cewe juga"

Semua orang sweat drop ngedenger Baekhyun yang udah macem cewe-cewe gaulz tukang gosip sekolah.

Kai: "Kalo Baekhyun hyung yang jadi cewe bisa-bisa dia yang bikin onar di sekolah"

Baekhyun: "He! Item daki enak aja lo! Belum pernah dicegat pulang sekolah ha?!" Tuhkan Baekhyun udah menghayati perannya.

Dio: "WOYY KENAPA GA ADA YANG BELAIN GUAA"

Mereka semua menunda rapat akbar 'Menyelamatkan harga diri seorang namja' lalu berbalik menghadap sumber suara itu.

"Dio punya bahu yang sempit kayak cewe" Lay memperhatikan Dio dengan teliti. "Punya lu juga ga lebar-lebar amat hyung!" sanggah Dio.

Chen memperhatikan Dio dari atas sampai bawah. "Not to mention, postur tubuh yang mungil."

"Tinggi lu juga sama kali ma gue elah" Sungut Dio jengkel.

Sepasang tangan putih itu memegang dagu Dio dan menelaah mukanya seksama. "Wajah lu juga manis Soo," lalu dia mendekatkan mulutnya ke telinga Dio. "Gue ga keberatan jadi cewe kalo bisa liat lu pake rok terus." Luhan menyeringai.

Muka Dio memanas mendengar perkataan Luhan.

'Mampus gue..."

"Sehun lu setuju ga?" Luhan bertanya ke Sehun yang dari tadi cuma mainin hpnya seolah ga peduli.

'Sehun plis lu harapan gue satu-satunya...'

"Hm karena gue ga mau jadi cewe, gue setuju aja"

Dasar maknae pengkhianat!

Kyuhyun menepuk tangannya di udara mendapat semua perhatian tertuju padanya.

"Kalo begitu sudah diputuskan yang akan menyamar menjadi yeoja adalah Luhan dan Kyungsoo!" dia mengatakannya dengan nada yang kelewat bahagia.

"Asik bisa liat Dio pake rok~" Seme-seme disana bersorak sorai dengan kemenangan dan bonus dari hasil rapat mereka.

Yaitu ngeliat Dio dandan jadi cewe.

"KALIAN JANGAN SEENAKNYA!"

.

.

.

.

TBC

PLIZ DONT KILL MEH

Udah berapa bulan yah ga apdet *bersihin sarang laba-laba di ff* ila lagi ga ada inspirasi ;;;; maybe writer block? well walaupun Masih jauh dari kata itu kayaknya krn ila msh keitung newbie ._. dan ketahuilah chinguss bahwa aku ga akan ngepost fanfic dgn perasaan setengah hati ngebuatnya ;'3 /curhat/ makanya untuk cerita ini aku rombak lagi dan lagi biar sejalan sama hati aku /EAK (sebenernya udah jadi dari dlu). So thats why Ila harap kalian menikmati chapter ini dan msh trus nunggu kelanjutannya, im really appreciate all of your support really. Oiya dan chapie selanjutnya, sebenernya saat ila pertama kali bikin ff ini yg pertama muncul adalah adegan saat Hunsoo nyamar jd cwe lol. So bisa dibilang beberapa chapter slanjutnya adalah klimaks dan persaingan antar member makin ketat x)

Ah dan soal masalah Suho akan dituntas lebih tajam di chapter2 selanjutnya ~ yg jadi kakaknya minho shinee lho wkwk

Also dont hesitate to pm me i really love to talk with u guys :D

Cuap-cuap author -w-

Sofia Magdalena: boleeh2 tunggu bagian kaisoo yah

EkaOkta3424: haha dio bukan anak pramuka jd ga peka sama kode XD pertanyaan chingu terjawab disini ;3 sehun blm ko ~

Song Soo Ri: huhu blm bisa janji fast update gomen TwT

.1: hoho thxie xD

Flory Khonifa Farez: yaay hiphip hura2 (?)

Kaisoomin: hope u like this one ;) samaa2 xD

Kyungsooyghilang: ngakak nama usernamenya :'D hunsoo ntar lagi muncul wkwkwk bomi Cuma sepupunya kris kooo.. ini udh update xD

Hyunyoung: makasiie udh nunggu TwT dia ultimate uke sih jd kmna aja jadi wkwk hope u like this one ;)

kyung1225: ini udah update xD

UchihaNarufah: waah sama sebenrnya aku jga penasaran ma si hunsoo XD wkwk smoga suka XD

Pooarie3: lolz ilaemg ngejadiin luhan mesum disini wkwkwk XD punya donkz apasih yg ga suholang kaya punya :v

taeyeon sister: sekarang msh lumutan ga? :'3 wkwk gomen ne lama apdet T_T smoga yg ini sukaa yah even tho beda sama yg sbelumnya :'v

ucok part 2: Lol ucoook XD ttp pantengin buat kaisoo yah! XD

KyungiePororo: hahaha thank youu i take it as compliment XD blm bisa janji fast apdet gomen ToT tp aku janji bkl slesain ampe beres ko ni epep (semoga) :'D

Kyungsoo Cutie 12: hahahaa ayo cari susu Dio bareng (?!) /ditimpuk/

Mamik: Lol abisnya klo pisuhannya doggy asa kasar teuing XD OIYAA HAHAHA malu bgt deh eike salah nulis distracing wkwk nanti aku benerin klo inge/ditimpuk/ udh lanjottt hope u laik itt XD

Hayati Pens nya Eksoh: usernamenya aku sukaa wawakakak huaa im glad you like it XD hahaa chapter ini udah panjang blm? Smoga puas bacanya XD polos sama oon emg beda tipis qo :'3 yoshh pantengin trus yaah utk chapie gila slanjutnya ya :v

SHL7810: me too love kyungso milky milky :3 hope u like this one :v

cendol goreng: krisoo bagaikan pasangan om2 sama anak di bawah umur (?)

Guest: aku jga ga sabar wkwk pantengin trus hunsoo yah!

Kaisooyy: sudaah hope u laik it :v

Regichann: gomawo ^^ hope u laik dis wan ;v

Tlms: sbenernya ila jga pengen ada di posisi dio /kabur/ ayoo tebak dio bkl suka ke siapa :v

MaoMafu31: udah lanjut ini :3 wkwk pantengin truss yaah mereka ntar lagi nongol ko XD

Kajegaje: bangkai msh hrs sabar nunggu jatahnya(?) wkwk gomaawo ^^ hope u like dis wan

Guest: HUNSO SHIPPER MERAPAT! Tunggu hunsoo tampl yah XD

Nameless: disini baeksoo nyempil dikit tuh x'D

Song Soo Ri: huhuu aku jga tiap hari menanyakan hal itu kpd diri sendiri T_T gowamo udh nunggu x'D hope u like disss wan x'3

ichikawa haru: udah lanjuttt, hope u like it :3

kkoch11: disini ada hunsoo momenn kan x'D wkwk sabar yah si cadelnya nyebelin sih ;3

Yoshh beress~ selamat malming all ^^

Give me what you thought in the review section jutheyo :3