Chapter 2

Pair : MinYoon, slight Yongguk x Yoongi, Yongguk x (?)

Warning (s) : boys love, cerita pasaran, alur acakadul, bahasa acakadul, typo acakadul. DON'T LIKE DON'T READ! RnR please

Happy reading readers^^

.

.

.

Break It?

Semakin hari, dua orang itu –Yongguk dan Yoongi- semakin lengket saja. Kemana-mana selalu berdua, tidak pernah terpisah. Dan belakangan beredar gosip bahwa mereka berdua tinggal satu apartemen. Entahlah ini benar atau tidak, yang jelas berita ini membuat Jimin semakin kalut dengan perasaannya sendiri.

Jimin sih inginnya dia menyerah saja, tapi sayangnya rasa cinta Jimin pada Yoongi terlalu besar hingga dia tidak sanggup untuk melakukannya. Hasilnya, Jimin harus menahan rasa sakit saat melihat Yoongi yang begitu mesra dengan Yongguk.

"Jimin-ah, mau sampai kapan kau begini?" tegur Taehyung saat mereka berdua ada di dalam kelas. Keadaan kelas sedikit gaduh karena guru yang seharusnya mengajar sedang sakit jadi tidak bisa masuk. Jimin hanya menatap Taehyung malas.

"Entahlah Tae. Aku bingung". Jimin menghela napas berat.

"Saranku Jim, sebaiknya kau bilang saja tentang perasaanmu itu pada Yoongi sunbae". Jimin melotot.

"Mwo?! Kau gila?! Mau ditaruh mana mukaku, menyatakan cinta pada orang yang sudah punya kekasih!" Jimin sedikit kesal dengan ide absurd sahabat aliennya itu.

"Aigoo, dengarkan dulu, aku belum selesai berbicara kau pabbo! Begini, aku menyarankanmu bukan tanpa alasan. Jika kau begini terus, yang ada kau hanya akan sakit hati melihat mereka berdua. Maksudku adalah, bisa saja kan Yoongi sunbae tergoyahkan hatinya saat mengetahui perasaanmu padanya" jelas Taehyung. Jimin terdiam sejenak, mencoba mencerna saran dari sahabatnya itu.

"Apa mungkin bisa seperti itu?" tanya Jimin kemudian. Taehyung mengangguk mantap.

"Bisa saja Jimin-ah".

"Tapi aku tidak mau merusak hubungan orang lain Tae", Jimin masih mencoba menyangkal saran Taehyung.

"Yak, kau ini! Mereka itu masih berpacaran, belum menikah! Kalau mereka sudah menikah, aku juga tidak mau kau melakukannya. Lagipula aku merasa ada yang janggal pada hubungan mereka" kalimat terakhir Taehyung membuat Jimin menoleh padanya, heran.

"Janggal? Janggal apanya?" Jimin mengernyitkan dahinya.

"Entahlah, aku merasa hubungan mereka hanya dibuat-buat. Tapi aku tidak berani memastikan, hanya dugaanku saja" jawab Taehyung sambil menggedikkan bahunya.

-o-

Yoongi sedang tiduran di kamarnya saat seseorang mengetuk pintu kamarnya yang tertutup.

"Masuk saja, tidak dikunci", jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel miliknya. Dia sudah tahu siapa orang itu. Yongguk.

Yongguk membuka pintu lalu menghampiri Yoongi yang sedang tiduran. Dia mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur milik Yoongi. Yoongi duduk di sebelahnya dan meletakkan ponselnya diatas meja disamping tempat tidur.

"Sedang apa?" tanya Yongguk.

"Ani, hanya menghilangkan kejenuhan saja. Ada apa?" Yoongi balik bertanya. Yongguk menghela napas sejenak.

"Appa menyuruh kita datang besok malam ke rumahku. Ada yang ingin dibicarakan katanya". Yoongi terdiam, sebelum akhirnya tersenyum tipis.

"Apakah sudah waktunya?".

Keheningan menyelimuti mereka berdua. Baik Yongguk maupun Yoongi tidak ada yang berbicara, masih bergelut dengan pikirannya masing-masing.

"Dia bagaimana?" tanya Yoongi lagi.

"Entahlah. Aku tidak mau memikirkannya. Sudah malam, cepat tidur, besok kita harus sekolah. Jaljayo" Yongguk mengelus rambut Yoongi pelan sebelum akhirnya beranjak keluar dari kamarnya.

Setelah Yongguk menutup pintu, Yoongi segera menghempaskan tubuhnya kembali ke atas tempat tidur. Yoongi menenggelamkan wajahnya diantara bantal. Diam-diam, cairan bening meleleh dari kedua manik hitamnya.

"Wae appa, eomma?" lirihnya terisak.

-o-

Yoongi sedang berjalan di koridor saat berpapasan dengan hoobae satu tahun dibawahnya, kalau Yoongi tidak salah ingat namanya Jimin. Yongguk masih ke toilet, makanya saat sampai di sekolah Yoongi jalan duluan ke kelas.

"Annyeong su,sunbae" sapa Jimin saat mereka berpapasan. Jimin membungkuk sopan, membuat Yoongi balas membungkuk. Dan jika Yoongi tidak salah dengar tadi, suara Jimin sedikit, bergetar?

"Annyeong, Jimin", balas Yoongi ramah. Jimin tersenyum kikuk. Demi apapun, dia sangat grogi sekarang!

"Sendirian saja sunbae? Yongguk sunbae kemana?" tanyanya sambil celingak-celinguk(?) mencari keberadaan Yongguk.

"Yongguk sedang ke toilet, aku malas menunggunya, makanya jalan duluan" ujar Yoongi. Jimin mengangguk.

"Habisnya aneh kalau melihat sunbae sendirian, biasanya kan kalian berdua selalu bersama-ah, maafkan aku lancang sunbae", Jimin buru-buru membungkukkan badannya minta maaf sambil terus menepuki mulut lancangnya. Yoongi tertawa.

"Hahaha, gwenchana Jimin. Aku sudah biasa mendapat pertanyaan seperti itu dari anak-anak lain jika sedang sendirian" ucap Yoongi sambil menepuk pundak Jimin halus.

Seketika Jimin terpaku. Darahnya berdesir hebat merasakan sentuhan singkat Yoongi di tubuhnya. Jantungnya tambah berdebar, dan sekarang dia berkeringat dingin, lagi.

"Jimin, gwenchana?" suara Yoongi menyadarkan Jimin.

"Eh, i, iya sunbae, gwenchana, hehe" Jimin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kenapa melamun?" tanya Yoongi lagi.

"Eh, itu, hanya, ah iya, aku lupa belum mengerjakan tugas take home ku sunbae. Kalau begitu, sampai nanti", ucap Jimin terburu-buru lalu segera berlari meninggalkan Yoongi. Yoongi menatap heran kepergian Jimin, lalu setelahnya dia berteriak,"panggil aku hyung saja!".

Jimin yang mendengarnya tersenyum simpul. Dia sangat senang, sudah selangkah lebih dekat dengan sunbae tersayangnya itu.

-o-

"Yongguk-ah" panggil Yoongi saat dia baru saja duduk disamping namja manis itu.

"Wae Yoongi-ah?"

"Kau kenal hoobae kita yang bernama Park Jimin?". Yongguk mengernyitkan dahinya sejenak, berusaha mengingat-ingat.

"Ah, Jimin yang ketua ekskul dance itu. Aku tahu saja, tidak begitu mengenalnya. Wae?".

"Tadi aku bertemu dengannya, hanya saja, sikapnya begitu aneh. Seperti, takut berhadapan denganku. Tadi saja dia tidak menatapku saat berbicara".

Yongguk tertawa ringan.

"Mungkin dia menyukaimu" celetuknya asal, hingga sebuah jitakan 'sayang' menghampiri jidat mulusnya.

"Aduh! Kenapa menjitakku sih?!" protesnya pada sang pelaku, siapa lagi kalau bukan Min Yoongi.

"Kau asal saja berbicara! Mana mungkin?! Dia kan tidak begitu kenal denganku" Yoongi menjawab ketus.

"Hahaha, dasar pabbo! Kau pikir di sekolah ini berapa banyak yang menyukaimu? Sangat banyak Yoongi-ah".

"Mwo?! Jinja?" Yoongi berbinar. Tidak menyangka jika banyak yang suka padanya. *uhuk

"Dasar kau tidak peka. Kasihan sekali mereka yang menyukaimu, ternyata sang pujaan hati tidak menyadarinya sama sekali" Yongguk menggelengkan kepalanya pura-pura prihatin. Yoongi melotot.

"Yak! Memangnya kau, suka kegeeran!" balasnya tak terima.

"Kegeeran apanya? Sudah jelas-jelas aku ini dipuja oleh namja dan yeoja di sekolah ini", Yongguk bersedekap sambil menggoyang-goyangkan pundaknya, mencoba membanggakan diri.

Yoongi menatapnya kesal. Bagaimana bisa dia kenal dengan makhluk macam Yongguk ini. Yoongi berfikir jika Tuhan sudah mengutuknya karena sudah mengenalkan dia dengan orang macam Yongguk.

-o-

Jimin sudah bertekad. Hari ini dia akan mengutarakan perasaannya pada Yoongi. Akhirnya dia menerima saran dari Taehyung, setelah sebelumnya Jungkook juga membujuknya. Jika saja Jungkook tidak ikut membujuknya, mungkin Jimin tidak akan mau. Entahlah, Jimin sepertinya lebih mempercayai kekasih sahabatnya itu dalam hal seperti ini.

Sepulang sekolah, Jimin menunggu Yoongi di koridor tempat mereka bertemu tadi pagi, karena biasanya Yoongi lewat sana. Jimin berharap Yoongi tidak sedang bersama Yongguk. Dan benar saja, sesaat kemudian Jimin melihat Yongguk berjalan sendirian berlawanan arah dengannya. Sepertinya dia sedang terburu-buru. Tunggu, Yongguk sedang berjalan ke arah belakang sekolah sepertinya.

Entah kenapa, Jimin begitu penasaran tentang kekasih Yoongi itu. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengikuti Yongguk terlebih dahulu. Ingin tahu saja apa yang dilakukannya hingga terburu-buru seperti itu dan sampai meninggalkan Yoongi, begitu pikirnya.

Sesampainya di belakang sekolah, Jimin mengendap-endap, mencoba mengintip dari balik tembok didekatnya berdiri. Di depannya, terlihat dua orang yang sedang berdiri berhadapan. Satu dia ketahui adalah Yongguk. Dan yang satunya, Jimin memicingkan matanya, mencoba mencari tahu siapa namja tampan sekaligus manis bersurai cokelat yang sedang berbicara dengan Yongguk tersebut. Jimin tidak dapat mendengar suara keduanya karena jaraknya dan kedua orang itu cukup jauh. Dan Jimin spontan memelototkan matanya saat melihat kedua orang perlahan saling mendekatkan wajah masing-masing, dan sekarang mereka sedang, berciuman?!

Belum habis kagetnya, tiba-tiba seseorang menariknya dari belakang hingga ia nyaris terjatuh. Dan Jimin lebih kaget lagi setelah dia membalikkan tubuhnya, ternyata orang itu adalah Min Yoongi!

TBC

.

.

.

Astagaaaaaa, ceritanya semakin pasaran dan drama T.T

Jangan bosan yah readers, dan terus review biar Rara makin semangat lanjutin FF-nya :D *maksa

Mau minta saran nih, couple nya Yongguk mendingan Hime apa Daehyun? Suka dua-duanya jadi bingung u,u

Yang sudah baca, review, follow dan favorite cerita ini, thanks a lot :) :*:*:*

Finally, review juseyo readers^^