Chapter 3

Pair : MinYoon, slight Yongguk x Yoongi, Yongguk x (?)

Warning (s) : boys love, cerita pasaran, alur acakadul, bahasa acakadul, typo acakadul. DON'T LIKE DON'T READ! RnR please

Happy reading readers^^

.

.

.

Break It?

"Su,sunbae, i, itu tadi-"

Tanpa kata-kata, Yoongi segera meraih lengan Jimin lalu menariknya menjauh dari tempat itu. Hingga sampai di depan gerbang sekolah, Yoongi baru melepaskan tangan Jimin. Yoongi berdiri dihadapan Jimin, menatapnya tajam. Jimin menunduk, berusaha menghindari tatapan Yoongi. Dalam hati dia bertanya-tanya, kenapa Yoongi malah menariknya pergi, setidaknya dia kan harus marah pada Yongguk yang nyata-nyata sudah berselingkuh di depan matanya.

"Tadi kau sedang apa?" tanya Yoongi, ada nada ketus dalam suaranya. Mendengarnya Jimin langsung keder pemirsah(?).

"I, itu, aku tadi, tadi tidak sengaja mengikuti Yongguk sunbae" jawabnya takut-takut.

"Mengikuti Yongguk? Jadi, kau sudah tahu semuanya?". Jimin mengangkat kepalanya menatap Yoongi bingung.

"Ne? Maksud sunbae-eh, maksudku, maksud Yoongi hyung?" Jimin buru-buru meralat panggilannya sesuai dengan permintaan Yoongi tadi pagi.

"Kau, tahu tentang aku dan Yongguk?" Yoongi mengulangi pertanyaannya. Jimin menggeleng, raut mukanya menjadi tambah bingung sekarang.

"Apa hyung? Tahu tentang apa?" tanya Jimin. Yoongi menatap Jimin sebentar.

"Benar tidak tahu apapun?" Yoongi memastikan. Jimin menggelengkan kepalanya lagi.

"Aku tidak tahu. Sebenarnya ada apa?". Yoongi menghela napas. Kedua telapak tangannya diusapkan ke wajahnya secara kasar.

"Tapi tadi kau lihat Yongguk dan Himchan?" Yoongi bertanya dengan hati-hati.

"Eh, aku, emm, iya. Mereka. Berciuman. Begitu" Jimin menjawabnya terbata. Yoongi kembali menghela napasnya. Dia memijit keningnya, kesal dengan semua yang terjadi, terlebih hari ini.

"Dasar Bang Yongguk pabbo!" Yoongi menggerutu sendiri. Dia tidak habis fikir, kenapa Bang itu begitu ceroboh sih?!

"Hyung, kau baik-baik saja?" Jimin menepuk pundak Yoongi pelan. Dia sedikit mengangguk menjawab Jimin.

"Sekarang aku tanya. Kenapa kau mengikuti Yongguk sampai ke belakang sekolah?"

Mati kau!

Jimin bingung harus menjawab apa sekarang. Padahal dia tadi hanya iseng saja kan, kenapa jadi rumit begini?

"Baiklah-baiklah, kau tidak perlu menjawabnya" Yoongi yang melihat wajah bingung Jimin segera mengerti.

"Tapi kau harus berjanji satu hal, jangan katakan kepada siapapun tentang hal ini, termasuk pada orang-orang terdekatmu, tak terkecuali, arraseo?" tambah Yoongi. Jimin segera mengangguk mantap.

"Ne hyung, aku janji tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun" janji Jimin.

"Aku percaya padamu".

"Tapi hyung, kenapa kau, membiarkannya?" tanya Jimin hati-hati. Dia tidak mau Yoongi kesal padanya karena bertanya tentang hal 'itu'.

Belum sempat Yoongi menjawab, tiba-tiba Yongguk sudah berdiri disamping Yoongi. Yoongi langsung melotot dan memukul punggung Yongguk bertubi-tubi, membuatnya harus membungkuk dan berusaha menghindari pukulan dari Yoongi.

"Yak! Kau! Dasar pabbo!" teriak Yoongi sambil terus memukuli Yongguk.

"Ya, ya, kenapa ini?! Berhenti memukuliku. Hei kau, bantu aku, hentikan Yoongi! Aishh!" Yongguk menunjuk Jimin yang sedang ternganga melihat adegan kekerasan(?) didepannya. Buru-buru dia merangkul Yoongi dari belakang *ehem* agar Yoongi berhenti memukuli Yongguk.

"Hyung, sudah hyung" ucap Jimin, dan akhirnya Yoongi pun menghentikan aksi brutalnya pada Yongguk.

"Yak! Kau ini kenapa tiba-tiba memukuliku sih?!" Yongguk sedikit kesal. Yoongi baru saja akan memukul Yongguk lagi kalau saja Jimin tidak menahan tangannya.

"Hyung, sudah-sudah, tenangkan dirimu" ucap Jimin lagi, berusaha menenangkan emosi Yoongi yang begitu meledak sekarang.

"Kau! Bisa-bisanya kau melakukan hal bodoh di sekolah?! Jika 'dia' melihatnya, kau mau bilang apa pada orang tua kita eoh?!" marah Yoongi. Yongguk mendongak. Seketika dia sadar. Lalu buru-buru menghampiri Yoongi, berdiri dihadapannya dan sedikit mendekatkan wajahnya pada Yoongi.

"Yak! Kau ini, lupa jika masih ada orang lain disini?!" ucapnya setengah berbisik. Yoongi memutar bola matanya malas.

"Justru dia yang sudah memergokimu Bang Yongguk-ssi" jawab Yoongi sinis, membuat namja tampan dihadapannya terkejut setengah mati.

"Mwo?! Jadi, dia tahu?!"

Yoongi tidak menjawab, hanya melihat malas pada Yongguk. Ingin rasanya menenggelamkan Yongguk ke laut sekarang juga, batin Yoongi kesal.

"Kau, bagaimana bisa kau tahu?!" Yongguk ganti menunjuk Jimin. Jimin hanya bisa nyengir, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Jangan salahkan dia, kau saja yang bodoh, bertindak sesukamu tidak tahu tempat, dasar kau!" marah Yoongi lagi.

"Aku tidak akan bilang siapa-siapa sunbae, aku sudah berjanji pada Yoongi hyung tadi" tambah Jimin.

"Yoongi hyung?" Yongguk sedikit heran. Jimin mengangguk.

"Ne, Yoongi hyung yang meminta dipanggil begitu. Ada yang salah sunbae?".

Yongguk terdiam sejenak. Sebuah ide tiba-tiba terlintas di benaknya.

"Tidak. Hanya saja, aku jadi memikirkan sesuatu. Yoongi, bagaimana kalau kita ajak dia ke apartemen kita?"

"Mwo?! Mau ngapain?" Yoongi semakin heran saja pada makhluk tampan tapi bodoh –menurutnya- didepannya ini. Sementara dalam hati, Jimin berkoar-koar, ternyata mereka benar tinggal satu apartemen! Jimin jadi iri kan?! *uhuk

"Aku punya rencana bagus. Aku telepon Himchan dulu, nanti aku jelaskan semuanya di apartemen".

Setelah itupun Yongguk langsung menghubungi Himchan.

"Hyung, sebenarnya ada apa sih?" tanya Jimin. Dia benar-benar bingung dengan yang terjadi dihadapannya sekarang.

"Sudahlah, jangan tanya dulu. Lebih baik kau ikut kami sekarang. Aku juga tidak tahu apa yang dipikirkan Bang bodoh itu" jawab Yoongi seolah putus asa, membuat Jimin bungkam dan akhirnya menuruti kata-katanya untuk ikut ke apartemen mereka berdua.

-o-

Di apartemen Yongguk dan Yoongi, sudah ada empat orang namja disana, yaitu penghuni apartemen dan dua orang lainnya, Jimin dan Himchan. Mereka duduk berhadapan di ruang tamu apartemen tersebut.

"Jadi Bang Yongguk-ssi, bisa kau jelaskan situasi ini?" Yoongi yang memulai pembicaraan. Dia memang selalu memanggil nama lengkap Yongguk jika sedang kesal padanya.

"Baiklah. Sebelumnya aku ingin minta maaf dulu atas kejadian di sekolah tadi, Yoongi-ah. Aku tahu memang aku ceroboh tadi" Yongguk sedikit menyesal sekarang. Yoongi hanya bergumam menanggapinya. Sementara Himchan menunduk, ada sedikit rona merah di wajahnya sekarang.

"Jadi begini, aku punya rencana agar kita berdua bisa bebas dari perjodohan bodoh ini Yoongi-ah" ucap Yongguk lagi, membuat Jimin kembali ternganga.

"Ja, jadi kalian berdua?!" Jimin gantian menunjuk Yongguk dan Yoongi. Yongguk mengangguk sebagai jawaban.

Akhirnya Yongguk menjelaskan semuanya pada Jimin. Tentang persahabatan orang tua mereka hingga berujung pada dijodohkannya mereka berdua, tentang orang suruhan Tuan Bang yang selalu mengawasi dan membuat mereka terpaksa harus berpura-pura mesra dihadapan semua orang, dan juga hubungan tersembunyi Yongguk dan Himchan yang ternyata sudah berjalan selama 2 tahun lamanya.

Jimin tercengang. Ketiga orang dihadapannya begitu hebat menyembunyikan semuanya selama ini, pikirnya.

"Lalu apa rencana sunbae?" tanyanya kemudian.

"Sebaiknya panggil dia hyung saja, Jimin-ah" saran Yoongi. Jimin mengangguk mengiyakan.

"Nanti malam, aku dan Yoongi akan pergi ke rumah orang tuaku. Mungkin mereka akan membicarakan tentang tanggal pertunangan kami" Yongguk menghentikan pembicaraannya, dia melihat Himchan yang duduk di sampingnya begitu gelisah. Yongguk segera meraih tangan Himchan dan menggenggamnya lembut.

"Kalau misalnya nanti kalian berdua juga ikut bagaimana, nanti kami akan memperkenalkan kalian berdua sebagai kekasih kami" jelas Yongguk lagi.

"Mwo?! Kau tidak gila kan Bang?!" Yoongi begitu terkejut mendengar ucapan Yongguk, begitu juga dengan Jimin dan Himchan.

"Tidak Yoon. Aku sudah memikirkan ini. Aku tidak mau kita terus-terusan terjebak dalam rencana bodoh orang tua kita. Sebelum semuanya terlambat Yoongi-ah".

Yoongi terdiam, dalam hati dia membenarkan ucapan Yongguk. Sebelum semuanya terlambat, karena orang tua mereka berencana menikahkan keduanya tepat setelah kelulusan SMA mereka, dan itu berarti 4 bulan lagi!

"Jimin, kau mau kan membantu kami? Berpura-pura menjadi kekasih Yoongi?" Yongguk bertanya pada Jimin. Jimin menunjuk dirinya sendiri, sekali lagi dia terkejut.

"Aku?!"

"Ya, kau. Kau kan sudah tahu masalahnya, jadi hanya kau yang bisa membantu kami. Please Jimin" kali ini Yoongi yang memohon. Jimin bisa apa sekarang, dia tidak mungkin tega melihat wajah Yoongi yang memelas bak anak kucing terbuang *plak* dihadapannya saat ini.

"Eh? Baiklah, hyung" jawabnya kemudian menyanggupi permintaan hyung tersayangnya itu. Membuat Yongguk dan Yoongi tersenyum mendengarnya.

"Baiklah, kalau begitu nanti malam kita berempat pergi ke rumah orang tuaku" putus Yongguk kemudian yang diamini oleh ketiga namja lainnya.

-o-

Plak!

Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus sang pemilik wajah semanis gula. Tuan Min yang melakukannya kalau mau tahu.

"Kau! Apa-apaan kau Yoongi! Sengaja ingin membuatku malu, membuat malu keluarga eoh?!" bentak Tuan Min. Sementara Yoongi, Jimin, Yongguk dan Himchan hanya bisa menunduk. Meski sudah bisa diprediksi sebelumnya, tetap saja mereka takut kan?

"Sudah-sudah Min, jangan begitu, lihat dia jadi takut", Tuan Bang berusaha menenangkan suasana.

"Tidak bisa! Bagaimana bisa dia lebih memilih namja tidak jelas macam dia!" Tuan Min menunjuk Jimin sekarang. Jimin semakin menundukkan kepalanya, sumpah dia takut setengah mati sekarang!

"Appa! Kau tak berhak berkata begitu! Aku mencintainya, mencintai Park Jimin!" balas Yoongi tak kalah keras, membuat kemarahan Tuan Min berada di ubun-ubun sekarang.

Plak!

Sekali lagi, tamparan itu mendarat di pipi mulusnya, membuatnya semakin memerah dan terlihat sedikit darah di sudut bibir Yoongi. Jimin yang awalnya takut, karena melihat sang pujaan hati begitu menderita dihadapannya, tiba-tiba mendongakkan wajahnya.

"Tuan, hentikan itu! Aku mencintai putera Anda, dan aku jamin dia akan bahagia bersama denganku!" ucapnya lantang, entah mendapat keberanian dari mana hingga Jimin bisa berkata begitu.

"Kau!" Tuan Min tidak sanggup meneruskan ucapannya, dia menatap tajam Jimin sebelum akhirnya pergi dari rumah Yongguk diikuti oleh Nyonya Min sang istri.

"Yongguk, pulanglah, temui aku lagi besok pagi" ucap Tuan Bang dingin lalu dia juga segera bangkit dari duduknya meninggalkan ruang makan menuju ke lantai atas diikuti oleh istrinya.

Sepeninggal para orang tua, terlihat raut gusar pada wajah keempatnya.

"Hyung, maafkan aku, aku tidak bermaksud" ucap Jimin, menyesal. Yoongi menggeleng.

"Gwenchana Jimin-ah. Aku justru berterima kasih, kau berani mengatakan hal seperti itu pada appaku" jawab Yoongi.

'Taukah kau hyung, itulah perasaanku yang sebenarnya padamu' batin Jimin.

"Lalu sekarang bagaimana hyung?" tanya Jimin. Yoongi menoleh pada Yongguk.

"Besok aku akan coba bilang pada appa. Semoga saja dia mau menerima semua ini".

-o-

Keesokan paginya, Yongguk pun pergi menemui sang appa di kantornya. Benar dugaan Yongguk sebelumnya, appanya dan appa Yoongi sudah menentukan tanggal pertunangan mereka, tepatnya akan dilaksanakan dua minggu lagi. Yongguk sudah berusaha menolak keras, namun yang didapatnya hanyalah tamparan dari sang appa.

Dia segera pulang kembali ke apartemennya karena Yoongi, Jimin dan Himchan sudah menunggu disana.

"Appa sudah menentukan tanggal pertunangan. Apa yang harus dilakukan sekarang?" ucap Yongguk gusar.

"Apakah tidak ada cara lagi untuk membatalkannya?" gumam Yoongi. Dia menatap kosong kedepan.

"Kenapa tidak kalian hancurkan saja pesta pertunangannya?" ujar Jimin asal, namun segera mendapat respon dari keduanya, lihat saja wajah mereka berdua berbinar sekarang.

"Bingo!" teriak Yoongi senang. Buru-buru dia memeluk Jimin, maksudnya sih karena dia merasa senang, namun yang ada hal itu membuat Jimin langsung kaku ditempat.

"Gomawo Jimin-ah, jeongmal gomawo!" pekik Yoongi senang. Jimin tidak segera menjawab, dia terlalu grogi sekarang.

"Yoongi lepaskan dia, lihat dia jadi seperti patung sekarang" peringat Yongguk sambil tergelak melihat ekspresi Jimin. Yoongi pun melepaskan pelukannya.

"Gomawo ne" ucapnya sekali lagi sambil tersenyum mengusak pelan rambut Jimin, membuat Jimin tersadar dari lamunannya.

"Eh? Ne, ne, sama-sama hyung" jawabnya terbata.

"Lalu, apa yang akan kalian lakukan untuk menghancurkan pertunangan itu?" tanya Himchan kemudian.

Sebuah smirk muncul dari wajah manis seorang Min Yoongi.

"Aku sudah memikirkannya" ucapnya yakin.

TBC

.

.

.

Akhirnya update, walaupun jadinya seperti inih(?), membosankan! Bang! *ikut-ikutan iklan*

Maapkeun yaa, namja semanis gula punya Rara seorang *duagh!* a.k.a Min Yoongi agak disiksa disinih, haghaghaghaghag xD *tawa epil *ditampol

Ceritanya tambah pasaran dan gampang ditebak, tapi apalah daya, masih segini kemampuan Rara xD

Terima kasih untuk yang sudah review, follow dan favorite sampe sekarang, kalian adalah semangat Rara :*:*:*:*

Finally, review juseyo readers^^