Chapter 6

Pair : MinYoon, slight Yongguk x Yoongi, BangHim

Warning (s) : boys love, cerita pasaran, alur acakadul, bahasa acakadul, typo acakadul. DON'T LIKE DON'T READ! RnR please

Happy reading readers^^

.

.

.

Break It?

Seketika Yoongi menghentikan langkahnya. Dahinya berkerut bingung mendengar ucapan Jimin.

"Maksudmu?" ucapnya sambil berbalik menghadap Jimin.

Jimin tidak langsung menjawab. Dia menatap lekat Yoongi, tepatnya ke kedua manik yang selalu dikagumi dari sosok didepannya tersebut. Entah kenapa, Yoongi sedikit berdesir dibuatnya. Buru-buru dia memalingkan muka, merasa tidak nyaman dengan tatapan Jimin, atau mungkin dia merasa malu.

"Hyung" panggil Jimin. Dia mengambil satu langkah mendekat ke arah Yoongi, sehingga mereka berdua kini hanya terpaut beberapa senti saja.

"W- wae?" suara Yoongi terdengar gugup sekarang, membuat Jimin tidak tahan untuk mengulum senyum melihat tingkah Yoongi yang begitu menggemaskan.

Jimin meraih kedua pergelangan tangan Yoongi, menggenggamnya lalu mengangkatnya hingga setinggi dada.

"Aku tanya sekali lagi, bagaimana jika ini tidak lagi pura-pura, hmm?".

Yoongi menatap Jimin takut-takut. Sejujurnya, dia sudah tahu kemana arah pembicaraan Jimin. Hanya saja, Yoongi masih ragu, takut namja yang berdiri dihadapannya itu tidak serius. Dan selain itu, appanya adalah kekhawatiran terbesar Yoongi.

"Hyung?" suara Jimin membuyarkan lamunan Yoongi.

"Eh, ne? Mian aku tadi sedikit melamun Jim" jawabnya kikuk. Jimin tersenyum maklum.

"Kau memikirkan apa hyung?"

Sekali lagi Yoongi hanya terdiam, tidak menjawab pertanyaan Yoongi.

"Apa kau meragukanku?" pertanyaan Jimin tepat sasaran. Jimin yang melihat perubahan di raut wajah Yoongi segera mengetahui jawabannya.

"Hyung, aku ingin jujur, sebenarnya aku sudah lama menyukaimu, bahkan jauh sebelum kita bisa kenal dan sedekat ini. hanya saja aku sama sekali tidak berani mendekatimu, yah, karena, siapa juga seisi sekolah yang tidak tahu namja yang telah memiliki seorang Min Yoongi" Jimin menghentikan sejenak pembicaraannya. Yoongi menatapnya lekat, seolah menunggu perkataan Jimin selanjutnya.

"Hingga akhirnya takdir membawa kita seperti saat ini hyung. Kau tahu sesuatu hyung, aku sungguh bahagia saat mengetahui fakta bahwa kau dan Yongguk hyung hanya pur-pura, terdengar jahat bukan? Tapi memang begitu kenyataannya hyung" Jimin mengakhiri ucapannya dengan seulas senyum di bibirnya. Mau tak mau, Yoongi juga tersenyum mendengarnya. Dan perasaan Yoongi jauh lebih menghangat sekarang.

"Jadi, bagaimana hyung?" tanya Jimin sekali lagi.

Jimin dapat melihat senyum Yoongi yang tidak pudar di wajahnya, lalu dalam sekejap, Yoongi telah menjatuhkan dirinya ke pelukan Jimin. Jimin terkejut, namun dia segera membalas pelukan Yoongi. Dia merasa menang, telah memenangkan hati Min Yoongi, Min Yoongi yang telah jadi miliknya sekarang. Yoongi mengeratkan pelukannya di leher Jimin, mencoba mencari kenyamanan dari namja itu.

"Saranghae Jim" bisiknya lirih.

-o-

"Woa, benarkah? Jadi kalian sekarang resmi sebagai sepasang kekasih?!" Himchan tidak dapat menyembunyikan raut senangnya saat mengetahui hal yang baru saja terjadi pada dua sahabatnya itu.

Jimin segera mengangguk dan tersenyum, tak lupa dia menggenggam erat tangan Yoongi dan mengangkatnya, menunjukkan pada kedua namja dihadapannya.

"Selamat kalau begitu kalian berdua" giliran Yongguk memberi selamat pada mereka. Senyum tak bisa lepas dari wajah mereka berdua.

"Lalu Yoon, bagaimana dengan orang tua kita? Maksudku, aku ingin serius membicarakan hal ini dengan kalian berempat, agar hubungan kita bisa segera disetujui oleh mereka" Yongguk menjelaskan. Bagaimanapun, dirinya tidak ingin hubungannya dihancurkan oleh keegoisan orang tua mereka, dan Yoongi pasti punya pikiran yang sama dengannya.

Yoongi mendengus. Dia masih bingung jujur saja. Yongguk jadi menyesal mengatakannya.

"Mianhae Yoonie-ah. Aku hanya ingin masalah ini cepat selesai, ne?"

Yoongi mengangguk, dipaksakannya untuk tersenyum. Jimin yang duduk disampingnya menepuk bahunya lembut, memberinya ketenangan.

"Aku masih bingung harus bagaimana Gukie, aku juga takut appa akan melakukan sesuatu yang pada Jimin, kau tahu kan?"

Yongguk mengangguk mengerti. Bagaimanapun juga, dia juga adalah saksi bagaimana namja-namja yang mencoba mendekati Yoongi diperlakukan oleh Tuan Min.

"Aku tidak akan tinggal diam Yoon. Kita akan hadapi ini bersama. Lagipula sepertinya Jimin begitu gigih memperjuangkanmu, apa kau akan menyerah, hmm?".

Yoongi menggeleng cepat, membuat Jimin bernafas lega. Setidaknya perjuangannya hingga sekarang tidak sia-sia. Tinggal selangkah lagi –dan ini yang terberat- maka hubungannya dengan hyung manis tersayangnya itu akan lancar tanpa hambatan.

"Bagaimana kalau minta tolong pada Nyonya Min? Sepertinya dia sangat menyukai Yoongi" ujar Himchan memberi ide.

"Eomma? Benar juga sih. Tapi apa appa mau mendengarkan eomma?" ucapan Yoongi terdengar ragu.

"Kita kan belum mencobanya Yoon. Jangan pesimis dulu, siapa tahu ini jalan kalian berdua lewat ahjumma. Bagaimana?" kini Yongguk membujuk Yoongi.

Setelah berpikir dan menimbang-nimbang sejenak, akhirnya Yoongi mengangguk.

"Aku akan selalu memperjuangkanmu hyung, percaya padaku, ne?" ucap Jimin tulus. Dia membawa tangan Yoongi untuk digenggam, dan dengan itu Yoongi semakin yakin bahwa namja tampan dihadapannya itulah yang terbaik untuknya.

-o-

Akhirnya rencana pun dijalankan. Yoongi dan Jimin bertemu dengan Nyonya Min di sebuah kafe. Awalnya Nyonya Min memaksa mereka untuk datang ke rumahnya , maksudnya biar Yoongi pulang. Namun jelas ditolak mentah-mentah oleh Min Yoongi. Dia tidak ingin kalah dari sang appa sepertinya.

Dan setelah menjelaskan rencana mereka pada Nyonya Min, sesuai harapan ternyata Nyonya Min setuju untuk membantu hubungan putera semata wayangnya dengan Jimin. Nyonya Min sangat antusias malah. Dia sebenarnya kurang setuju Yoongi dengan Yongguk, bosan melihat Yongguk sejak kecil katanya.

Selain itu pula, Nyonya Min dapat melihat bahwa Jimin sangat tulus menyayangi Yoongi, dilihat dari cara Jimin menatap Yoongi saat mereka bicara. Dan Nyonya Min yakin bahwa Jimin bisa menjaga Yoongi dengan baik dan dia bisa mempercayakan Yoongi pada Jimin.

Nyonya Min mengatakan pada Yoongi dan Jimin bahwa dia akan membujuk suaminya a.k.a Tuan Min agar mau merestui *halah* hubungan mereka berdua. Dan diam-diam, dia ternyata sudah mempunyai rencana sendiri jika sang suami nantinya masih tetap tidak mau dibujuk.

"Yeobo, aku ingin bicara".

"Ada apa?" Tuan Min duduk disebelah istrinya yang sedang menonton TV di ruang keluarga mereka.

"Ini soal anak kita"

"Kenapa lagi dengan dia?"

"Ya, dia itu anakmu! Bagaimana bisa kau bicara begitu pada putera kita satu-satunya?!" Nyonya Min agak terpancing emosinya mendengar ucapan suaminya yang sepertinya masih marah pada Yoongi.

"Ya, ya. Kenapa lagi dia sekarang?"

"Tidak bisakah kau memaafkannya?" suara Nyonya Min sedikit merendah sekarang, mencoba menahan emosinya agar suaminya itu mau memaafkan Yoongi.

"Tidak! Sebelum dia datang kemari dan meminta maaf sendiri dihadapanku" tegas Tuan Min. Nyonya Min menatap jengah suaminya, tahu jika suaminya tidak akan semudah itu Min dihadapan rekan-rekannya saat acara tunangannya dengan Yongguk.

"Jika dia datang kehadapanmu, apa kau mau memaafkannya?" Nyonya Min melunak lagi.

"Tergantung. Jika dia sungguh-sungguh dan mau memperbaiki kesalahannya, aku mungkin akan memaafkannya".

"Memperbaiki seperti apa yang kau maksud?"

"Kembali pada Yongguk tentu saja".

'Masih saja keras kepala!' batin Nyonya Min kesal.

"Yeobo, kau tahu kan mereka berdua sudah membuat keputusannya sendiri, kita tidak bisa memaksakan kehendak-"

"Jika kau ingin bicara tentang namja yang sudah menghancurkan pertunangan Yoongi dan Yongguk, lupakan saja" potong Tuan Min, lalu dia beranjak ke kamarnya meninggalkan Nyonya Min yang terperangah dengan kelakuan seenaknya suaminya itu.

'Aku tidak akan diam saja, lihat saja nanti kau Tuan Min yang terhormat!' makinya kesal dalam hati pada sang suami.

-o-

Karena tidak berhasil membujuk suaminya, akhirnya Nyonya Min kembali menemui sang putera Yoongi. Dia bermaksud menjalankan rencana keduanya dan akan memberi tahu Yoongi mengenai hal ini.

"Jadi appa masih tetap keras kepala?" Yoongi menerawang. Tidak habis fikir dengan sifat appa nya itu.

Nyonya Min menatap sendu puteranya dan mengusap punggung Yoongi lembut.

"Gwenchana chagi, eomma kan sudah janji akan membantumu dan Jimin. Lagipula eomma punya seribu cara untuk membantu kalian kalau kau mau tahu"

"Jinja eomma? Eomma mau membantuku?" tatapan Yoongi seketika berbinar, membuat Nyonya Min tersenyum melihatnya. Dia mengangguk.

"Gomawo eomma" Yoongi memeluk wanita dihadapannya itu. Dia bersyukur, setidaknya wanita paling berharga dalam hidupnya itu mau membantunya memperjuangkan hubungannya dengan kekasih hatinya Jimin.

"Jadi apa rencana eomma?" tanya Yoongi setelah melepaskan pelukannya dari sang eomma.

Kau dan Jimin hanya perlu menunggu eomma mempersiapkan semuanya. Eomma sudah mempersiapkannya dengan matang chagi, hanya tinggal menjalankannya saja"

"Rencana apa itu eomma?"

Nyonya Min tersenyum penuh arti pada Yoongi, sebelum akhirnya berkata,"kita bertiga pindah dari kota ini"

"Mwo?!"

TBC

.

.

.

Readers, sebelumnya Rara mau ngucapin beribu-ribu(?) maaf, karena sudah sekian lama baru update lagi, mianhae T.T

Rara harap readers sekalian masih ingat dengan ff yang satu ini, kalo ga inget baca dari awal lagi aja *emang ada yang mau?* xD

Kayanya 1 sampe 2 chapter lagi Rara bakalan nyelesein ini ff *horeee*

Yasudah, Rara gak mau banyak bacot lagi, takut pada kabur semua xD

Review juseyo :)))))))))))))))))))))))))))))))))))))