Just a Slave ©Just For KaiHun
*~Presents~*
07.00 AM | 10 January 2014 | KaiHun's Bedroom | Kim's Mansion | Seoul, South Korea
Sehun mengerjapkan matanya beberapa kali, membiaskan sinar mentari yang menerobos retina matanya. Ia sedikit meringis kesakitan ketika menggerakan tubuhnya. Dengan susah payah, Sehun mendudukan dirinya, kemudian pria berkulit putih susu itu meletakkan kepalanya pada kepala ranjang yang menjadi sandarannya.
"Maafkan aku, Jongin." Lirih Sehun kembali beremosi. Entahlah, apa yang saat ini ia rasakan. Semua terasa samar baginya. Lagi, Jongin meninggalkannya sendiri seolah ia hanya sebuah mainan yang bisa dimainkan kapan saja.
Aroma yang menjijikan begitu kentara di indra penciuman Sehun. Sehun menatap sprei yang sudah tak terbentuk lagi. Bercak darah dan cairan sprema yang sudah bercampur berceceran di sprei tersebut, hal tersebut membuat Sehun kembali merasa miris pada dirinya sendiri.
Sehun berusaha bangkit, meskipun itu sangat sulit. Ia mengambil sprei serta pakaian yang berserakan di lantai. Lalu, berjalan tertatih ke mesin cuci yang terletak di ruangan khusus pencucian pakaian. Sebenarnya, ia masih dalam kondisi bertelanjang sepenuhnya, sama sekali tak ada benang yang melilit tubuhnya. Di dalam rumah yang serupa dengan istana ini juga hanya dia dan Jongin yang menghuninya, jadi tak masalah jika ia masih dalam kondisi menyedikan seperti ini. Dan, ia tak sungkan lagi berpenampilan seperti ini di depan Jongin. Hei! Untuk apa sungkan pada Jongin? Bahkan, pria tampan itu sudah melakukan hal yang lebih padanya setiap hari.
Eh, Dimana Jongin? Ah, jangan tanyakan, mungkin saja pria tampan dengan kulit tannya itu telah bekerja di kantornya.
Sehun memasukannya satu per satu sembari mengingat kembali persetubuhannya bersama Jongin tadi malam. Sehun memegang kepalanya yang tiba-tiba saja berdenyut sakit. Setelah selesai memasukan seluruh pakaian kotor itu ke dalam mesin cuci, Sehun berjalan gontai ke arah washtafel yang juga berada di dalam ruangan tersebut.
Sehun mematut dirinya di cermin tersebut. Sungguh, penampilannya sangat miris dan menyedihkan. Wajah yang semakin pucat, kantung mata yang bertengger di bawah matanya, dan badan yang semakin kurus. Namun, ada sesuatu yang terlihat aneh dimatanya, terutama di bagian perutnya. Sehun merasakan sesuatu ketika tapak tangannya menyentuh permukaan kulit perutnya, seperti ada sebuah perasaan bahagia yang berlebihan.
Seakan tersadar dari lamunannya, Sehun berbalik dan meninggalkan ruangan khusus pencucian tersebut, kembali ke kamarnya diiringi senyuman yang tak kunjung hilang dari bibir tipisnya.
Just a Slave ©Just For KaiHun
CEKLEK
Betapa terkejutnya ia saat menemukan Jongin setelah membuka pintu kamarnya.
"J-Jongin? Bukannya, kau harus pergi ke kantor?" Tanya Sehun tergagap. Ia benar-benar tak tahu, jika pria berkulit tan itu masih berada di 'istana' ini.
Jongin tak menggubris pertanyaannya, ia memperhatikan sosok rapuh di depannya ini dari bawah ke atas dengan intens, namun perlahan melembut ketika onyx kelamnya menatap hazel caramel milik Sehun. Kemudian, ia mendekati Sehun, membawa pria cantik itu ke dalam dekapannya. Sehun terhenyak, tapi ia menerima perlakuan Jongin.
Perlakuan inilah yang sangat di benci oleh Sehun. Perlakuan inilah yang lebih 'kejam' bagi Sehun. Dimana perasaannya seakan di ombang-ambingkan oleh angin, namun terhempas ketika panggilan menyakitkan bagi Sehun itu terlontar dari mulut Jongin.
"Apa aku menyakitimu lagi, My Sex Slave? Hm?"
Bahu Sehun bergetar hebat. Itu adalah panggilan yang sangat menyakitkan. Tapi, itu semua seolah sudah dapat di prediksi oleh Sehun. Jadi, ia tak terlalu merasa sakit kali ini.
Sehun menggeleng pelan, "Tidak, Jongin."
Akan tetapi, Sehun bersyukur, karena Jongin memperbolehkannya memanggilnya dengan nama. Hanya saat tertentu-lah Jongin menyuruhnya memanggil pria tampan itu dengan panggilan tertentu.
Jongin mendorong tubuh Sehun, hingga tubuh Sehun berada diantara dinding dan tubuh Jongin. Jongin menggenggam kedua tangan Sehun, lalu meletakkannya di kedua sisi kepala Sehun. Perlahan, Jongin mendekatkan wajahnya ke wajah Sehun.
Sehun yang sudah dapat membaca apa yang Jongin inginkan pun menutup matanya, membiarkan pria tampan itu kembali mencumbunya.
Kini, bibir atas dan bibir bawah Jongin mengapit bibir bawah Sehun. Pria berkulit tan itu menyesap bibir merah milik Sehun, pelan namun intens. Benar-benar membuat Sehun terhanyut ke dalamnya. Pria cantik berkulit putih susu itu mencoba untuk mendominasi dan Jongin mengijinkannya untuk lebih mendominasi dalam ciuman ini.
Jongin melepaskan kedua tangan Sehun agar pria cantik itu dapat leluasa mendominasi ciuman ini. Sehun mengalungkan kedua tangannya di leher Jongin dan sedikit memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciumannya. Sedangkan, kedua tangan Jongin sibuk mengelus serta meremas bokong berisi milik Sehun. Sehun semakin mengeratkan kalungannya pada leher Jongin, ia dapat merasakan Jongin tersenyum di celah-celah kegiatan mereka. Tapi, Jongin melepaskan ciuman mereka secara sepihak, tanpa sadar membuat Sehun mengerang tak suka.
"Kali ini giliranku, Sayang." Jongin kembali memagut bibir Sehun, namun kali ini lebih kasar daripada sebelumnya. Ia semakin mengapit Sehun, mengangkat tubuh kurus itu ke atas, membuat Sehun lebih tinggi darinya. Sedangkan, kedua kaki Sehun melingkar di pinggang Jongin.
Keduanya saling memagut satu sama lain. Sehun menyelipkan sepuluh jarinya diantara helaian surai kelam milik Jongin, sesekali meremasnya saat Jongin menggigit gemas bibirnya.
"Enghh~" Sehun melenguh nikmat sekaligus kesakitan ketika Jongin mulai menggoda lubang analnya menggunakan jari telunjuknya. Bibir Jongin berpindah ke bawah, menambah rasa nikmat yang mengalahkan rasa sakit yang ia rasakan.
Jongin menjilat kedua nipple pinkish yang sudah menegang itu dengan beringasnya serupa bayi yang menyusu pada ibunya. Sehun semakin mengeratkan rematannya pada helaian surai Jongin, seolah memberitahukan pria tampan itu untuk semakin memanjakan tubuhnya.
Sehun mengeratkan matanya sembari menggigit bibir bawahnya. Ini semua benar-benar terasa nikmat, sangat bertolak belakang dengan perlakuan Jongin tadi malam. Mungkin saja, Jongin sudah tak bisa lagi mengontrol emosinya pada Sehun dan diakhiri ia menyetubuhi Sehun dengan sangat tak berprikemanusiaan.
"J-Jong… Ughh! Berhenti menggodaku… Ahh~" Sungguh. Sehun sudah tak sabar lagi menanti kedatangan jari telunjuk Jongin berada di dalam lubang analnya.
"Kenapa kau akhir-akhir ini sangat nakal, Sayang? Hm?" Goda Jongin menghentikan kegiatannya pada dada Sehun dan beralih menatap wajah menawan Sehun yang sedang menahan rasa nikmat sekaligus sakit akibat permainan mereka tadi malam.
"Itu semua karena kau!" Tuduh Sehun tak sabaran. Lihat? Ia terlihat sangat jalang sekarang.
Jongin memasukan jari telunjuknya ke dalam lubang anal Sehun, lalu disusul oleh jari tengah dan manisnya. Kemudian, Jongin mengeluar-masukan ketiga jarinya di lubang anal Sehun dengan tempo yang semakin cepat. Tubuh Sehun naik-turun akibat jari-jari yang bersemayam di lubang analnya itu. Sehun juga merasa punggungnya terasa lengket saat bergesekan pada dinding.
Sehun semakin mengeratkan kaitan kakinya pada pinggang Jongin. Sudah tak terhitung banyaknya ia mengeluarkan cairan spermanya hingga mengotori setelan formal yang Jongin kenakan. Jongin persetan untuk hal itu, di lemari khususnya sudah tersusun lebih dari seratus setelan formal lainnya.
"Ah! Ah! Ah! Ah! J-Jong, jari-muuh ahhh! Mereka uhh! Sangat panjang eunghh~" Jongin menyeringai senang. Ia semakin bersemangat mengeluar-masukan ketiga jarinya tersebut. Ia kembali menyambar dada di depannya yang sebelumnya ia telantarkan begitu saja.
Merasa tak nyaman dengan posisi mereka, Jongin menggendong tubuh Sehun ala Koala, tentunya tanpa mengeluarkan ketiga jarinya dari dalam lubang anal Sehun, lalu meletakkannya di atas ranjang mereka yang masih sangat berantakan.
Setelah berada di atas ranjang, tubuh Sehun melengkung, mengekspresikan rasa nikmat yang luar biasa besarnya. Peluh bercucuran dari pelipisnya, bukan hanya di pelipis, bahkan di seluruh tubuhnya mengeluarkan peluh yang cukup banyak sehingga membuat tubuhnya tampak mengilap dan semakin membuat Jongin menegang.
Sehun kembali mengeluarkan cairannya. Sangat banyak dan mengotori tangan dan permukaan jas Jongin. Jongin yang merasa terganggu dengan pakaiannya pun bangkit dan segera melepaskan seluruh pakaiannya. Kemudian bertelanjang sepenuhnya, sama seperti keadaan Sehun saat ini.
Jongin merangkak di atas ranjang, lalu perlahan merangkak ke atas tubuh Sehun. Sehun segera mengalungkan kembali kedua tangannya di leher Jongin. Pria tampan berkulit tan itu menyerang bibir tipis Sehun. Kali ini, ia menlumat bibir tipis itu dengan sangat ganas.
Ia menggigit bibir Sehun cukup kuat saat pria berkulit putih susu itu menggodanya dengan menahan kedua belah bibirnya untuk tidak masuk ke dalam gua hangatnya. Dan, gigitannya pada bibir tipis itu dapat membuat pria cantik itu membuka kedua belah bibirnya. Jongin yang tak mau mengambil kesempatan terlalu lamapun segera memasukan lidah panjangnya ke dalam gua hangat Sehun.
Jongin memiringkan kepalanya agar ia lebih dapat leluasa menjangkau seluruh isi gua hangat Sehun menggunakan lidahnya. Jongin menjilati langit-langit mulutnya dengan gerakan yang menggoda dan itu sukses membuat Sehun tertawa kecil di sela-sela ciuman mereka, pria berkulit tan itu juga tak lupa mengabsen satu per satu gigi rata milik Sehun. Yang jelas, seluruh isi gua hangat Sehun tak luput dari permainan lidahnya.
Kedua tangan Jongin tentu saja tak boleh ada yang menganggur. Keduanya tengah bermain di sekitar perut dan dada Sehun. Ah, Jongin sangat menyukai bentuk pinggang pria cantik yang selalu ia panggil dengan 'Partner Seks' atau 'Budak Seks' ini. Pinggang ini sangat ramping serupa pinggang wanita, bahkan hanya segelintir wanita saja yang memiliki pinggang ramping dan perut rata bagaikan model-model wanita majalah papan atas.
Tanpa Sehun ketahui, Jongin telah mempersiapkan penis besarnya di depan lubang anal Sehun. Jongin langsung saja menyentakkan penisnya ke dalam lubang Sehun, hingga mau tak mau membuat Sehun menitikan air mata di sela-sela ciumannya.
"Hmmpt…Hiks… Hmmppttt!" Jongin semakin beringas menciumi Sehun. Sebelah tangannya beralih mengocok penis Sehun guna membuat pria cantik itu mengalihkan rasa sakitnya. Dan sebelah tangannya tak lepas untuk memelintir nipple tegang berwarna pinkish itu.
Jongin mulai menggerakkan pinggulnya perlahan, lalu semakin mempercepat tempo gerakannya saat hanya ada sebuah desahan nikmat yang terdengar di telinganya.
"Ughhh! J-Jong… Enghh! Ugh! Ahhh! Ahh! Lebih cepat Shhh…" Jongin kali ini menjadikan leher putih tanpa cacat itu sebagai makanan bibirnya. Tak lupa, memberikan banyak tanda kepemilikan di sana. Sehun benar-benar melenguh saat Jongin menghentakkan penisnya dengan sangat kuat bersamaan dengan hisapan Jongin di lehernya. Sungguh, ini sangat nikmat baginya,
"I'm Close, Jong… Ahh! Ahh! Ahh!..." Bahkan, untuk berbicara saja ia sudah kesusahan.
"Together, Baby… Ughhh! Kau begitu menggairahkan, Sayang! Eunghhh!" Jongin menggeram, merasa sedikit kesusahan ketika mengeluar-masukan penisnya dari dalam lubang anal Sehun, lantaran pria cantik itu semakin mengeratkan lubang analnya hingga membuat penis Jongin seolah terjepit di dalamnya.
"Ahhh! Kau juga panas, Jongin Ughhh! Shhh! Ahhh!" Sahut Sehun tak mau kalah. Ia melingkarkan kakinya di atas punggang Jongin. Mencoba untuk mencari titik nikmat yang lebih dalam lagi.
CROT~!
CROT~!
Sehun mengeluarkan cairannya terlebih dahulu, lima detik kemudian barulah Jongin menyusulnya dan itu cairan yang pertama untuk hari ini untuk Jongin dan cairan yang kesekian-kalinya untuknya.
Jongin membalikan posisi mereka hingga Sehun berada di atasnya, tanpa mengeluarkan penisnya dari dalam lubang anal Sehun. Seolah tahu apa yang Jongin inginkan, Sehun mendudukan dirinya di atas Jongin, sedikit melenguh ketika penis Jongin tepat mengenai prostatnya kembali dalam sekali duduk. Ia menurun-naikan dirinya sendiri di atas tubuh Jongin. Jongin memegang pinggang ramping Sehun agar pria cantik itu tetap berada di posisinya.
Bunyi antara kulit mereka terdengar begitu jelas di seluruh penjuru kamar mereka yang sangat luas ini. Sehun menutup matanya, rasanya ia seperti tebang ke nirwana. Kedua tangannya bertumpu pada pergelangan tangan Jongin yang menahan pinggangnya.
"Nghhh… Ahhh… Hmngghh… Shhh… Ughhh…" Peluh Sehun yang berada di ujung rambutnya berjatuhan ke tubuhnya, menambah kesan mengilap nan seksinya.
Jongin menyeringai senang memandang Sehun yang terlihat liar di depannya ini. ia juga tak tahu, mengapa Sehun bisa bertambah liar akhir-akhir ini. ada apa gerangan? Namun ia sama sekali tak peduli dengan hal tersebut, yang penting, ia dapat terus mendapatkan kenikmatan dari Sehun tanpa adanya paksaan darinya. Tentu saja itu hal yang sangat menguntungkan baginya.
CROT~!
Sehun telah mengeluarkan cairannya lagi, tapi pria cantik ini enggan berhenti dari temponya. Ia tak mau Jongin marah padanya, karena belum membuat pria tampan itu orgasme.
"Enghh~ Kau hebat, Sayang… Ughhh… Ahh… Lubangmu sungguh sempithhh dan nakal… Nghh…" Sehun membuka matanya, ia menarik Jongin agar duduk sama sepertinya. Jongin menurut dan mendudukan dirinya dengan Sehun yang masih berada di atasnya. Ia membantu Sehun untuk membuat dirinya orgasme secepatnya. Ia tahu, Sehun sudah sangat lelah, apalagi mengingat kejadian tadi malam yang tentu saja membuat seluruh tenaganya dan tenaga Sehun terkuras.
"Nakal? Eumnghh? Apah maksudmuhh uhhh… ahhh…" Goda Sehun dengan susah-payah. Jemarinya kembali meremat helaian kelam Jongin. Sedangkan, pria tampan itu tengah bermain di leher Sehun.
"Kauhh menggodaku, Sayang? Ahhh~ Maksudku adalah uhhh… lubangmu mengetat hingga membuat penisku terjepit di sanah ahhh… bukankah ia sangat nakal… hmm?" Jongin mengeluarkan dirty talknya. Dan selanjutnya, ia menghentakkan sendiri penisnya ke dalam lubang anal Sehun dengan sangat kuat, membuat Sehun mendesah tak karuan.
CROT~!
CROT~!
Sehun menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Jongin. Jongin tak masalah dengan posisi mereka saat ini. Ia malah sekarang sedang mengelus surai cokelat milik Sehun dengan mata yang tertutup dan jugga nafas yang masih belum stabil. Tak beda dengan Jongin, Sehun juga tengah memejamkan matanya dan mencoba menetralisir jantungnya yang kembali berdegup tak karuan.
Pagi ini, benar-benar pagi yang melelahkan sekaligus pagi yang sangat nikmat. Sehun tersenyum di antara perpotongan leher Jongin. Ia benar-benar senang, saat Jongin sama seklai tak meninggalkannya setelah kejadian tadi malam. Ini untuk pertama kalinya, Jongin tak menyertai barang sialan itu untuk mengerjai tubuhnya. Dan, ia bersyukur untuk yang satu itu.
TBC
Just a Slave ©Just For KaiHun
Just For KaiHun's Note:
Aduh… Ini chap bener-bener parah dan baru pertama kalinya Kay membuat NC dalam satu chapter… Kalau gak panas tinggal siramin air panas aje yee, biar panasnya something gitu hahaha… Maaf kalau terdapat tipos yah… dan maaf kalau ini masih pendek menurut kalian semua… udah asap ini kan hahaha… Aku kaget pas ngeliat reviewnya. Tenyata banyak juga yang minat dengan cerita abal-abal ini hahaha… Reviewmya di tunggu yahhh…
Big Thanks To :
exolweareone9400 | levy95 | titisalviyah | kim eun seob | izzsweetcity | swaggerbubble | Nagisa Kitagawa | Yong Do Jin316 | ohsanie | ohhhrika | daddykaimommysehun | Xing1002 | SUKA PAKE CAPSLOCK | sukha1312 | exobabyyhun | ohhanniehunnie | rytyatriaa | oohSenna | Qiannie26 | babyhunhun94 | sumiya wu | Lovekaihun | hyuashiya | SpringBee | ooh | hunhunie | xohunte | KKnKH | nandaXLSK9094 | Ath Sehunnie | blackforwhite | dialuhane | DWCokroleksono | egatoti | KS | Yehet | kkamjonghun22 | auliavp | kiky Seyeong | KimSch96 | Sebooty | Jonginlaaf | KaihunSyndrome | asdfghjkl | Guest | xiaorita oktavia | Sehunskai | YunYuliHun | asdindas | XX | bubble | myname | 94 x 94 | anaknya kaihun | kimoh1412 | kaihunluv | Renakyu | Killa8894 | nisa wonkyu | kaihunlovelove | jongiehunnie | Siti409 | KaiHunnieEXO
Maaf kalau ada kesalahan nama atau ada yang gak masuk…
KEEP SUPPORT AND LOVE KAIHUN!
Just a Slave ©Just For KaiHun
*~Just For KaiHun~*
