IT'S NOT SWEET

Main Pair : KaiHun

Genre : I don't know. Maybe hurt.

Author : Yesi

Dis : FF ini milikku. Castnya milik Tuhan dan keluarga.

Rate : M

DLDR!

TYPO MENYERTAI KALIAN SEMUA

Exo's fiction

Sekali lagi aku cuma mau bilang kalau ini fic rate m. No Children yah.^^ kalau emng jijik sama pairingnya silahkan klik tanda (x) berwarna merah di sudut kanan atas atau bisa close tab aja. Aku terima kritik yang pedes. Tapi aku gak terima bash. Apalagi jika kalian bash tentang castnya atau pairingnya.

Untuk yang suka plagiat. Kalo memang ingin mengcopy bisa minta izin. Jika tidak minta ijin berarti kalian gak punya perasaan.

.

.

.

5 Jam kemudian kai kembali dengan membawa makanan. Ia tidak mungkin membiarkan sehun mati. Ia sangat menyayangi sehun bukan? Kai melihat keadaan sehun lalu tersenyum senang. Bagaimana tidak senang? Keadaan sehun sangatlah menarik perhatian kai. Diseluruh tubuhnya terpasan sex toys, tubuhnya tidak bergerak tapi, matanya masih terbuka. Menatap kosong kedepan. Sehun terlihat seperti boneka yang sangat cantik.

"Kau harus makan sayang. Aku tidak mau repot nanti jika kau sakit." Kai mengelus rambut sehun perlahan. Dan membuka gag ball sehun.

Sehun menoleh dan menatap tepat dimata kai. "Makan yah" Kai kembali berucap.

Tidak ada respon dari sehun. Ia hanya menatap kai dengan mata lelahnya. Padahal seharusnya sehun sudah menangis meraung-raung karna sakit di seluruh tubuhnya karena begitu banyak sex toys.

Akhirnya kai membuka semua benda yang terpasang ditubuh sehun secara perlahan. Ia membuka ikatan sehun dan membiarkan sehun terbaring.

"mungkin kau harus istirahat." Setelah selesai kai langsung pergi. Tak lupa untuk mengunci pintu.

Cklek..

Mata sehun langsung terbuka ketika merasa bahwa kai sudah pergi. Ia mencoba berdiri walaupun sangat sulit karna pergelangan kaki dan selangkangnya sakit. Sehun berusaha mencari jendela atau lubang agar ia bisa keluar dari tempat yang mengerikan itu. 'Sialan.. Tidak ada celah sama sekali.' Rutuk sehun dalam hati.

Karna lelah tidak mendapat apa-apa akhirnya sehun duduk di tepi ranjang. Airmatanya menetes lagi.

"Jahat. Kau jahat kai." Ucap sehun sangat pelan seperti berbisik. Bahu sehun bergetar hebat. "Hiks. Kau jahat. Bagaimana bisa kau setega ini pada perempuan yang kau cintai." Sehun jatuh terduduk dilantai.

.

.

.

Cklek.

Kai masuk kek kamar dimana ia menyekap sehun. Ia kaget ketika melihat sehun tidak ada ditempat tidur. Perlahan ia berjalan mendekati tempat tidur itu dan terbelalak melihat sehun tertidur dilantai disebelah tempat tidur dengan keadaan telanjang. Badan sehun menggigil kedinginan.

Kai mengangkat sehun dan menidurkannya di tempat tidur. Ia mengusap rambut sehun dengan lembut lalu tiba-tiba menjambak rambut sehun. Sehun terbangun dan meringis sakit. "akhh sakit."

"Siapa yang menyuruhmu tidur dilantai?" Kai berucap datar dan dingin.

"ah..aku hanya mencoba men..c-cari air minum."

Kai menangkat sebelah alisnya. "Mencari airminum? Siapa yang mengijinkanmu untuk minum?"

"Ma-maaf." Cicit sehun pelan.

"Kau ingin makan?" kai bertanya dengan lembut. Sehun hanya menganggukan kepalanya. Melihat reaksi sehun akhirnya kai beranjak mengambil makanan dan minuman. Ia duduk ditepi ranjang dan menaruh makanan itu di nakas dekat tempat tidur. Ia memerintahkan sehun untuk berjongkok didepannya menghadap tepat didepan kejantanannya. Awalnya sehun enggan tapi dengan sedikit paksaan dari kai, akhirnya sehun berjongkok didepan kai.

Kai tersenyum. "Kalau begitu puaskan aku dulu."

"Apa maksudmu?"

"Puaskan aku sayang. Buat aku 'keluar' dan kau akan ku beri makan."

Mendengar itu sehun menggeleng keras. Ia tidak mau 'dimasuki' lagi. lubangnya masih sakit.

"Kenapa tidak mau?" Geram kai.

"Lubangku masih sakit."

"Siapa bilang aku akan memasukan penisku kedalam lubangmu?" Wajah sehun memerah malu. "Pakai mulutmu saja."

Kai membuka resleting celananya dan menunjukan kejantanannya yang masih tidur. Ia mengusap pelan rambut sehun. "Kulum sayang. Buat dia berdiri." Dan dengan setengah hati sehun menjilat kejantanan kai. Perlahan ia mulai memasukan kejantanan kai kedalam mulutnya dan mulai mengulum.

"Good girl. Ahmm.." Kai mendesah dengan suara seksinya. Merasa tidak puas dengan blowjob sehun, akhirnya kai menjambak rambut sehun dan menggerakan kepala sehun maju mundur, pinggunya juga ia gerakan berlawanan arah dengan kepala sehun.

Sehun tersedak karna perlakuan kai yang tiba-tiba. Ia kesulitan bernapas. Mulutnya kaku dan tenggorokannya sakit.

"uhhuk.. mmhh.. ahmmhh"

"Yeshh. Ahh.. ahh.."

Paru-paru sehun seperti diremas-remas. Sakit sekali. Tiba-tiba kai mengeluarkan kejantanan kai dari mulut sehun lalu mengambil makanan sehun dan crot.. crot.. crot.. Kai mengeluarkan benihnya tepat dimakanan dan minuman sehun. Mata sehun terbelalak. Jika makanannya sudah seperti itu dia tidak mau memakannya.

"Nah.. makanan sudah siap. Makanlah. Aku sudah menambahkan vitamin yang baik dimakanan ini." Kai berucap senang dan memberikan makanan itu kepada sehun. Sehun menggeleng. Ia tidak mau makan makanan menjijikan seperti ini.

"Makan sehun. Aku susah payah membelinya. Aku tidak mau membuang uangku."

"Tidak. Tidak mau!" sehun bersuara keras.

Plak. Plak. Plak.

Tamparan keras mendarat dipipi sehun beberapa kali. "KUBILANG MAKAN. ATAU KUJAIT MULUTMU AGAR KAU TIDAK USAH MAKAN DAN MATI MENGENASKAN DISINI." Ucap kai dengan nada tinggi.

Dengan perasaan takut akhirnya sehun memakan makanan itu walaupun perutnya terasa mual. Kai tersenyum senang karna sehun menuruti permintaannya. Tiba-tiba sehun berdiri dan lari ke arah kamar mandi.

Hoek hoek..

Sehun sudah tidak tahan lagi. akhirnya ia memuntahkan semua makanan tadi.

Kai menggeram marah. Dia menarik sehun dan menidurkannya di ranjang dan menindihnya. "Siapa yang menyuruhmu memuntahkannya."

"Ma.. maaf kai.. makanan itu membuatku mual" Cicit sehun takut-takut.

"Ohh jadi begitu yah. Kau tidak mau makan, tapi ingin bercinta denganku? Oke. Dengan senang hati aku akan memuaskanmu princess." Ucap kai serak. Nafsunya sudah berada di ubun-ubun.

Kai langsung mencium sehun kasar. Suara kecipak dan desahan tertaha terdengar jelas dikamar itu. Keadaan sehun yang memang sudah tidak berpakaian dari tadi mempermudah kai untuk meraba-raba seluruh tubuh sehun. Tangan nakal kai meremas payudara sehun dengan keras sehingga tanpa disengaja sehun menggigit lidah kai yang sementara mengeksplorasi mulutnya. Mata kai melotot marah pada sehun, tapi ia tetap tidak melepaskan ciumannya, dan tangannya meremas payudara sehun lebih keras. Kai mencubit kasar punting sehun, menarik, mencubit, menekan. Punting sehun seperti ingin terlepas dari payudaranya. Nafas sehun mulai habis, ia memukul dada kai dan menggelengkan kepalanya kekiri dan kekana agar ciuman itu terlepas. Seolah mengerti dengan keadaan sehun akhirnya kai melepaskan ciumannya dan menuju ke leher sehun. Ia mengendus leher sehun lalu mengigit leher sehun hingga mengeluarkan darah. "Akkhh.. Sa..kiit kai" Sehun berteriak. Kai tidak perduli. Kai menjilat darah yang keluar dari luka dileher sehun.

Perlahan kepalanya turun hingga sampai dipayudara sehun. Kai meremas payudara sebelah kiri sehun sedangkan yang sebelah kanan ia kulum. Putingnya ia gigit dan ia tarik dengan giginya hingga mengeluarkan darah. Sehun sudah tidak bisa berteriak lagi, ia hanya diam sambil menangis. Karna merasa tidak ada penolakan dari sehun. Kai semakin kasar menggigiti punting sehun. Kepalanya berpindah ke payudara sebelah kiri sedangkan tangannya menuju ke kewanitaan sehun. Kai perlahan menggesek, mencubit dan menyentik klirotis sehun.

"Ukhhh" Sehun meleguh. Tiga jari kai langsung melesat kedalam kewanitaannya yang masih lecet karena sex toys tadi. Airmata sehun mengucur lebih deras.

Dan selama beberapa jam mereka menikmati permainan mereka. Ah tidak, hanya kai yang menikmati permainan itu. Sehun tidak sama sekali. Selangkangnya sakit, badannya remuk karena kai selalu memukulnya, menamparnya, manjambak rambutnya, bahkan kai hampir saja mematahkan tangan sehun tadi. Tapi yang lebih sakit dari itu semua adalah hati sehun. Hatinya hancur, harga dirinya di injak-injak. Ia bahkan merasa bahwa dia sudah tak pantas hidup.

Setelah selesai membersihkan tubuhnya akhirnya kai pergi meninggalkan sehun dengan keadaan yang mengenaskan. Dan tanpa sehelai pakaian.

.

.

.

Sudah berhari-hari sehun disekap kai. Berarti sudah berhari-hari pula baekhyun mencari keberadaan sehun. Baekhyun benar-benar merasa kesepian tanpa sehun.

.

Baekhyun mendesah bosan, ia benar-benar merasa kesepian sekarang. Entah mengapa sahabanya itu sudah tidak bisa ditemui lagi. Baekhyun sudah mencoba menghubungi nomor ponsel sehun tapi selalu hanya opreator yang menjawabnya. Ia pergi ke flat sehun tapi sudah kosong, tak berpenghuni. Baekhyun bahkan selalu menunggu sehun ditempat kerjanya, tapi sehun tidak ada.

'Huh.. Sehun kebiasaan. Setiap kali berpergian pasti tidak akan mengajak.' Rutuk baekhyun dalam hati.

Baekhyun mencoba bertanya pada kris, chanyeol atau orang-orang yang kenal dekat dengan sehun, tapi mereka selalu bilang tidak tahu dimana sehun.

Baekhyun bahkan sampai bertanya pada kai. Siapa tau kai menculik sehun karna sehun menolak pernyataan cinta kai. Dan kalian tahu apa jawaban kai ketika mendengar pertanyaan baekhyun? Ia hanya tersenyum dan mengatakan "tanya saja pada dirimu sendiri. Apa aku terlihat seperti penculik manusia?" Jawaban yang aneh bukan. Tapi sudahlah. Baekhyun tidak mau menuduh kai sembarangan.

Baekhyun hanya tidak tahu bahwa tuduhannya memang benar. Bukankah kai pandai bersandiwara?

.

.

.

Sehun POV

Kata orang cinta bisa datang karna biasa. Kenapa aku tidak?

Setiap kali melihatnya bukannya jatuh cinta aku malah semakin membencinya.

Aku mencoba menerimanya tapi kenapa tidak bisa?

Dia jahat dan aku membencinya. Aku menyukai bentuk tubuhnya, bentuk wajahnya, aku menyukai semuanya. Tapi, aku tidak bisa. Perasaanku tidak bisa kupaksa.

.

.

.

TBC

.

.

.

Aku minta maaf soal kemaren. Ada kesalahan. Ini aku udah update lagi.. maaf yahh semuanya..