IT'S NOT SWEET
Main Pair : KaiHun
Genre : I don't know. Maybe hurt.
Author : Yesi
Dis : FF ini milikku. Castnya milik Tuhan dan keluarga.
Rate : M
DLDR!
TYPO MENYERTAI KALIAN SEMUA
Exo's fiction
Sekali lagi aku cuma mau bilang kalau ini fic rate m. No Children yah.^^ kalau emng jijik sama pairingnya silahkan klik tanda (x) berwarna merah di sudut kanan atas atau bisa close tab aja. Aku terima kritik yang pedes. Tapi aku gak terima bash. Apalagi jika kalian bash tentang castnya atau pairingnya.
Untuk yang suka plagiat. Kalo memang ingin mengcopy bisa minta izin. Jika tidak minta ijin berarti kalian gak punya perasaan.
.
.
.
Selama beberapa hari ini kai selalu datang kekamar ini tapi ia tidak pernah 'menyentuh' sehun. Ia hanya datang membawakan makanan kepada sehun. Kalau kai datang dengan senyumana diwajahnya, maka ia hanya datang dan menyapa sehun lalu pergi, kalau kai datang dengan wajah datarnya maka kai tidak akan segan-segan untuk menyiksa sehun. Kai pernah datang lalu memukul sehun, bahkan kai pernah menyayat sehun dengan pisau. Tubuh sehun sudah tidak semulus dulu lagi, di lengannya penuh dengan bekas sayatan yang belun mengering, wajahnya lebam, dan kulitnya tidak secerah dulu.
Setiap pagi sehun selalu bangun dengan kepala pusing dan rasa mual yang sangat menyiksa. Mungin ini efek karena sehun tidak pernah memakai baju, dikamar ini hanya tersedia selimut dan handuk, selain itu tidak ada kain jenis apapun yang sehun temui.
Jadi jika sehun menginginkan sesuatu ia hanya akan menangis sendirian dikamar itu. Jika perutnya sakit atau mual ia hanya akan bersabar menunggu keajaiban datang dan membuatnya terbebas dari tempat ini.
Sehun terlarut dalam pikirannya hingga ia tidak sadar kalau kai sudah datang dan berdiri di depan sehun.
"Ambil ini." Ucap kai tenang
Sehun terkejut mendengar suara kai. Ia mendongak dan melihat kai. "Apa ini?"
"Testpack" ucap kai lalu pergi dari hadapan sehun. "Kau harus mencobanya sehun aku melihat perubahan pada tubuhmu."
.
.
.
Dua garis. Positive. Sehun hanya bisa menangis sekarang, masa depannya hancur. Ia masih berumur tujuh belas tahun. Bagaimana caranya ia membesarkan anaknya nanti?. Perlahan ia berjalan ke arah nakas. 'Oh Tuhan aku tak sanggup lagi.' Sehun menangis. Namun airmatanya sudah tidak mau menetes, tapi hatinya seperti diremas, sakit sekali rasanya. Ia memcahkan gelas tempat airminum yang dibawa kai tadi. Ia mengambil serpihan kaca gelas itu dan mengarahkannya ke pergelangan tangannya, tepatnya di urat nadi.
'TIDAK! KAU HARUS KUAT SEHUN. BERTAHANLAH, SETIDAKNYA HINGGA ANAK INI LAHIR.' Batin sehun tiba-tiba berteriak. Ia sadar bahwa ada kehidupan lain yang mencoba bertumbuh di dalam tubuhnya. Jika ia bunuh diri itu sama saja ia membunuh janin yang ada di dalam tubuhnya
Tubuhnya perlahan merosot ke lantai. Ia mengusap perutnya yang masih rata. 'Setidaknya hingga anak ini lahir.'
.
.
.
"Apa hasilnya?" kai bertanya dengan wajah tenang.
"Positif"
Kai menghela nafasnya. "Gugurkan." Sehun menggeleng. "Tidak! Biarkan dia hidup. Aku tidak mau membunuh janin yang tidak bersalah ini." Ucap sehun dengan derai airmata yang menghiasi pipinya.
"Tidak sehun. Kau harus menggugurkannya. Ia akanmenjadi masalah dalam hubungan kita."
Sehun tertawa miris. "Hubungan kita? Sejak kapan kita punya hubungan kai?"
Kai menatap marah kearah sehun.
PLAK.
Sebuah tamparan melayang ke pipi sehun. "Kau milikku, tentu saja kita punya hubungan." Ucap kai menahan amarah. Wajahnya memerah sampai ketelinga. Ia memang sensitif jika sudah menyangkut hubungannya dengan sehun. Dan jika ia sudah marah seberti ini maka sehun akan menerima akibatnya.
"Pergi ke ranjang sekarang." Ucap kai rendah.
"U..untuk apa k..kaii?" Sehun takut sekarang.
"Pergi saja kesana sehun." Kali ini kai menunjukan senyuman manisnya. Namun bagi sehun senyuman itu seperti neraka.
Akhirnya sehun pergi ke ranjang dan duduk ditepi ranjang.
"Jangan pernah beranjak dari tempat itu yah. Nanti aku kembali. Aku akan membawakan kejutan untukmu. Setelah menyelesaikan kata-katanya kai keluar dari kamar itu.
.
.
.
Sehun mengikuti apa yang kai katakan. Dari tadi ia tidak beranjak dari tempat tidur.
Cklek. Kriieet *Backsound gagal*
Tiba-tiba pintu terbuka. Kai datang dengan membawa kardus.
'Kardus lagi?' Sehun mempunyai trauma terhadap kardus. Lebih tepatnya isi kardus. Karna biasanya yang berada di dalam kardus yang dibawa kai itu adalah benda-benda aneh.
Kai menaruh kardus itu di kasur dan mengeluarkan isinya satu-satu.
Benar dugaan sehun. Isi kardus yang dibawa kai memang benda-benda aneh. Sehun beringsut ke pinggiran ranjang. Ia tidak mau memakai benda-benda laknat itu. Benda-benda itu adalah benda kesukaan kai.
Sex toys. Sehun menatap benda-benda itu dengan tatapan ngeri.
"Kau tahu ini kan?" Kai bertanya tanpa melihat kearah sehun. Tanpa menunggu sehun menjawab, kai melanjutkan lagi kata-nya. "Kau harus mendapatkan hukuman sayang."
"Tapi aku salah apa kai?"
"Kau tak tahu? Salahmu yaitu tidak mengakui hubungan kita."
"Tapi kita memang tidak punya hubungan kai. Alasan aku berada disini karena kau menculikku dan menyekapku dan aku tidak tahu cara keluar dari tempat ini." Entah darimana sehun mendapat keberanian untuk berkata seperti itu kepada kai.
Wah rupanya sehun memang berniat membuat amarah kai naik hingga ke ubun-ubun. Tanpa berkata apa-apa kai menindih sehun dan mencium sehun dengan ganas. Sehun yang kaget atas perlakuan kai langsung saja berontak. Tapi kekuatan lelaki berbeda dengan kekuatan perempuan. Sehun tidak dapat melawan kekuatan kai. Airmata sehun jatuh lagi. Kai melecehkannya lagi.
Kai dapat merasakan bahwa sehun menangis. Ia bukannya merasa bersalah malahan merasakan bahwa adik kecil dibawa makin mengeras. Ia makin terangsang melihat sehun menangis? Sebut saja kai sakit. Ya, dia sakit karna sehun.
Tangan kai meremas kasar payudara sehun. Ia mencubit nipple sehun tanpa perasaan. Ia kemudian melepaskan ciuman sehun dan mengambil dildo yang berukuran sangat besar, bahkan lebih besar dari penisnya sendiri. Mata sehun terbelalak. Ia sangat takut saat ini. Sangat sangat takut hingga tubuhnya menegang. Bagaimana mungkin benda sebesar itu bisa masuk kedalam lubangnya?
Kai mengambil lube dan melumurinya pada dildo itu. Ia mengarahkan dildo itu kelubang sehun. Tepatnya dilubang belakang sehun. Yup, di anus sehun yang masih perawan.
Tanpa pemanasan lebih ia memasukan dildo itu.
"ARRRGH! BANGSAT! SAKIT KAIII!" Seakan tuli dengan teriakan sehun, kai terus melanjutkan kegiatannya dengan dildo itu hingga dildo itu tertanam sepenuhnya dilubang sehun.
Bau amis mulai tercium. Rupanya lubang belakang sehun robek. Bagaimana bisa tidak robek jika lubang sekecil itu dimasukan benda yang sangat besar.
Kali ini sehun sudah tidak berteriak. Ia hanya mendesis dan meracau tidak jelas karna menahan sakit.
Perlahan kai mengelus payudara sehun. Ia mengecup pusar sehun dengan lembut. Tangannya mulai turun kebawah hingga sampai ke daerah kewanitaan sehun. Ia menggesekkan jari-jarinya pada klirotis sehun. Setelah bosan dengan perlakuannya tadi akhirnya kai perlahan memasukan penisnya ke 'dalam' sehun..
.
.
.
Neraka! Itu yang sehun bayangkan sekarang. Rasa sakit yang tidak ada tandingannya. Badannya bukan hanya seperti dibelah dua, tapi seperti dimutilasi. Kedengarannya memang hiperbolis tapi itu yang sehun rasakan sekarang. Kai memasukinya tanpa perasaan dan meninggalkannya dalam keadaan terikat, vibrator yang bergetar dalam vaginanya dan dildo didalam anusnya. Kai juga memasang gagball pada mulutnya dan nipple clamp. Bayangkan saja bagaimana tersiksanya seorang oh sehun saat ini.
.
.
.
Kai kembali beberapa jam setelah itu.
Ia membawakan sehun makanan lalu melepaskan semua sex toys yang ada di badan sehun. Ia juga membersikan tubuh sehun dari bekas sperma dan darah. Sehun hanya diam, tidak merespon apa-apa. Ia hanya menatap kai dengan tatapan penuh luka.
"Apa kau mencintaiku kai?" Sehun bersuara sangat pelan tapi kai masih bisa mendengarnya. Kai berhenti membersikan tubuh sehun. Ia menatap sehun.
"Kenapa kau tidak membiarkan aku mati." Ucap sehun lagi.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati."
.
.
.
Kriuuuk..
Bunyi perut sehun terdengar jelas. Sehun ingin sekali memakan makanan yang dibawa kai tadi. Tapi ia tidak mau. Ia ingin mati sekaran, kenapa ia harus makan? Bukankakh makan akan membuatnya lebih lama mati?
Tapi kemudian ia mengingat bahwa di dalam tubuhnya ada kehidupan lain. Dengan enggan ia mengambil makanan yang dibawa kai tadi dan mulai memakannya.
Sementara ia memankan makanannya tiba-tiba kai datang. Kai melihat sehun memakan makanan yang ia bawa. Ia tersenyum senang, sangat senang bahkan matanya berbinar-binar.
"Kau memakannya, lalu kau membunuhnya" Ucap kai dengan nada senang.
Sehun yang tidak mengerti hanya mengerutkan keningnya lalu meneruskan acara makannya. Kemudia sekelebat ingatan tentang kai yang memerintahkannya agar mengugurkan janinnya muncul. Ia melempar makanan itu.
"Apa yang kau lakukan?"
.
.
.
TBC
.
.
.
Big Thanks To:
KrisHo12, MinnieWW, Kim Sohyun, HilmaExotics, AwKaiHun, ohsanie, , luharawr.
Makasih yang udah nyempetin review fic ini. :)
chap kemaren ada kesalahan sedikit :v maaf yah. aku juga sebenarnya agak gak ngerti kenapa chap kemaren bisa kayak gitu. sekali lagi aku minta maaf.
oh ya, aku cuma mau bilang kalo fic ini cuma sampe sekitar 5 atau 6 chapter. yah paling panjang yah 7 chapter. aku gak bisa buat fic yang panjang, nnti ceritanya malah kayak sinetron. fic ini aja udah sealay ini :D
oke sekian^^
sampai jumpa di chap selajutnya :*
Dont forget to RnR
