IT'S NOT SWEET
Main Pair : KaiHun
Genre : I don't know. Maybe hurt.
Author : Yesi
Dis : FF ini milikku. Castnya milik Tuhan dan keluarga.
Rate : M
DLDR!
TYPO MENYERTAI KALIAN SEMUA
Exo's fiction
Sekali lagi aku cuma mau bilang kalau ini fic rate m. No Children yah.^^ kalau emng jijik sama pairingnya silahkan klik tanda (x) berwarna merah di sudut kanan atas atau bisa close tab aja. Aku terima kritik yang pedes. Tapi aku gak terima bash. Apalagi jika kalian bash tentang castnya atau pairingnya.
Untuk yang suka plagiat. Kalo memang ingin mengcopy bisa minta izin. Jika tidak minta ijin berarti kalian gak punya perasaan.
.
.
.
"Hanya memberi pelajaran kepada anak nakal." Ucap kai.
"Apa yang kau lakukan pada anakku kai?" Mata sehun mulai berair. "Kau menaruh apa dimakananku?"
"Aku tidak tahu namanya." Kai mengedikkan bahunya.
"Teganya.."
Tes..
Tes..
Tes..
"Tega sekali."
Tes..
"Dia juga anakmu kai. DIA ANAKMU! DEMI TUHAN DIA DARAH DAGINGMU KAI!." Sehun berteriak keras dengan mata merah dan berair.
Kai berjalan mendekati sehun. "Dengar sehun. Aku melakukan ini demi kebaikan kita. Aku tidak mungkin bisa 'menaikimu' jika kau hamil. Jadi sebelum terlambat lebih baik kita mengeluarkannya dari dalam perutmu." Ucap kai tenang sambil menatap mata sehun.
Sehun menunduk dan menggeleng keras. Ia tidak menyangka kai akan setega itu.
Tes..
Tes..
"Kenapa?" Sehun berucap lirih.
"Apanya yang kenapa hmm?" balas kai sambil mengusap rambut sehun dengan lembut.
"…"
Perlahan kai mendekatkan kepalanya berniat mencium sehun. Tapi ketika bibir kai tepat didepan sehun. Sehun mengucapkan sebuah kalimat dengan suara yang sangat lirih.
"Kenapa kai?"
.
"Kenapa kau melakukan ini padaku?"
Kai menjauhkan kepalanya.
.
"Bukankah kau mencintaiku?"
Tes..
Tes..
Tes..
Airmata sehun jatuh. Ia menatap kai dengan airmata yang mengalir deras.
"Kenapa kau tidak membiarkan aku mati saja hiks." Sehun terisak pelan.
.
"Tidak sehun. Aku mencintaimu. Aku tidak perduli seberapa bencinya dirimu padaku, aku tetap mencintaimu." Balas kai dengan senyum.
Kai beranjak dari tempat itu. Mungkin ia tidak kuat melihat sehun yang menangis ingin mati karena perlakuannya. Ya, mungkin saja iya.
Tapi tidak lama setelah kai pergi terdengar teriakan memilukan dari sehun..
"ARRRGGGHHH" teriakan sehun terdengar jelas sekali.
'Anakku. Hikss.. Ya Tuhan. Selamatkan anakku.' Doa sehun dalam hati.
Darah terlihat mengalir pelan di kaki sehun.
"Hikss. Jangan.. Anakku, hiks."
.
.
.
.
Kenapa?
.
.
Kenapa kai?
.
.
.
Kai masuk ke dalam ruangan itu dan mendapati sehun dengan keadaan yang mengenaskan. Tidak tega dengan keadaan sehun akhirnya kai menelepon ambulans.
.
"Keadaan pasien cukup buruk, pasienmengalami tekanan yang berat saat mengandung dan mengakibatkan ia drop dan tidak bisa mempertahankan janinnya. Dan juga ia diracuni, memang racunnya tidak akan membunuh pasien tapi racun itu membunuh janin yang ada di kandungannya. Tubuhnya juga banyak luka lebam, sepertinya pasien banyak mendapat pukulan sebelumnya,
Ia membutuhkan istirahat total selama seminggu, ia tidak boleh stress, karena jika ia stress mungkin saja ia bisa membahayakan dirinya sendiri. Aku memberikan sudah memberikan obat tidur dengan dosis sedikit. Mungkin ia akan terbangun sejam atau dua jam lagi. Jika ia terbangun maka anda harus menjelaskan keadaan ini secara perlahan pada pasien, ada kemungkinan ia tidak bisa menerima dan mengamuk, jadi usahakan agar kata-kata yang anda ucapkan tidak terlalu membebani pasien." *duh ngaco* ucap dokter cantik itu panjang lebar pada kai. Dan kai hanya membalasnya dengan anggukan.
.
.
.
Cklek..
Kai masuk kedalam ruangan sehun, sehun sedang tidur. Perlahan kai mendekat dan duduk di dekat tempat tidur.
Sungguh kecantikan sehun memang tidak diragukan lagi. Walaupun selama kai menyekapnya sehun tidak pernah mengurus dirinya tapi, wajahnya masih cantik, masih bersinar walaupun tidak secerah dulu.
Kai mengusap pelan wajah sehun. Terlihat senyum miris diwajah kai. "Aku tau, kau tidak mencintaiku." Airmata kai menetes.
"Aku tau."
Tes
Tes
Tes
"Karna itu aku tida membiarkan buah cintaku tumbuh di dalammu. Aku tidak akan sanggup melihat tatapan bencimu pada anakku sehun."
"Maaf"
.
.
.
"Eungh." Mendengar suara dari sehun kai langsung mendekat kearah sehun.
"Sehun? Sehun-ah?"
"Sa-sakit. Kaiii"
"Apa yang sakit?"
"Hikss.. Perutku.. hiks.. PEMBUNUH!" sehun berteriak histeris.
Wajah kai terlihat sedih beberapa saat tapi kemudian wajahnya berubah datar. "Itu untuk kebaikanmu sehun. Anak itu akan menjadi pembawa sial nantinya."
Sehun terdiam dan menatap tajam kearah kai. Pandangan sehun menyiratkan Kesedihan, kebencian dan kekecewaan yang sangat dalam. "Haaaaah.." Sehun menghembuskan nafas panjang. "Pembawa sial huh?" Sehun kemudian tertawa miris. "Tapi dia juga anakmu kai. DEMI TUHAN KAI, DIA ANAKMU!"
Lalu kemudian sehun menangis. "Dia anakmu kai hiks.." Sehun menangis sesunggukan.
Kai tidak bersuara. Dia hanya menatap sehun datar.
.
.
.
Selama beberapa hari ini sehun tidak pernah berbicara. Kali terakhir dia mengelarkan suaranya pada saat dia menangis dihadapan kai. Setelah itu tidak ada lagi suara yang dikeluarkannya. Bahkan keadaannya lebih buruk sekarang, sehun bukan hanya diam, dia bahkan hanya tidur di ranjang, tidak mau makan, tidak mau minum, bahkan untuk bergerak saja ia enggan.
.
"Hun-ah.. Ayo makan." Pinta kai lembut sambil menyodorkan makanan.
Tidak ada respon.
"Sehun. Kumohon, makanlah. Kau tidak akan sembuh jika kau seperti ini terus."
Masih tidak ada respon.
Kai menghela nafasnya kasar. "Terserah, lakukan semaumu sehun. Aku tidak perduli."
Ternyata ucapan kai membuat sehun merespon, ia menatap kai dengan pandangan sedihnya lalu meneteskan airmata. Melihat itu kai bukannya luluh, ia malah pergi dan tidak memperdulikan sehun.
.
.
.
"Kai.." Sehun memanggil kai dengan suarah serak. Kai tentu saja kaget, sudah lama ia tidak mendengar sehun bersuara. "Aku ingin pulang." Pinta sehun pelan.
"Pulang? Oh, tidak bisa sehun."
"Kumohon kai. Kau sayang padaku kan? Kumohon, ini permintaan terakhirku kai."
Kai menatap sayang pada sehun. "Baiklah jika itu maumu."
.
.
Setelah perdebatan yang cukup panjang dengan dokter akhirnya sehun diperbolehkan pulang. Sehun sekarang lebih sering tersenyum. Tapi entah mengapa kai merasakan keganjilan dengan senyum sehun. Senyum sehun tidak terlihat seperti dulu lagi, pancaran matanya berbeda, seperti ada yang disembunyikan.
.
.
Sekarang sehun dan kai tinggal di apartemen kai. Kai memang sengaja menyuruh sehun untuk tinggal di apartemennya karna menurutnya jika kamar yang dulunya sehun tempati itu banyak menyimpan kenangan buruk. Hati kai mungkin sudah mulai tergerak, dan mungkin saja ia ingin memperbaiki hubungannya dengan sehun. Sehun juga tidak menolak untuk tinggal di apartemen kai, bahkan sehun terlihat lebih relax di apartemen kai.
Sehun dan kai sedang tiduran di ranjang, kepala sehun bersandar didada bidang kai. "Kai.."
"hmm?" Balas kai lalu menatap sehun. Tangannya bergerak mengusap sayang rambut sehun.
Sehun mengangkat kepalanya dan menatap kai.
"Bisakah kau tersenyum untukku?"
"Tentu sayang" Lalu kai tersenyum sangat tulus, senyum yang belum pernah ia berikan kepada siapapun. Kai tersenyum hingga mantanya berbentuk seperti bulan sabit. Melihat senyuman kai, sehun juga ikut tersenyum sangat cantik, namun senyuman itu tidak bersinar. Senyuman kai perlahan menghilang.
"Kau kenapa sehun?"
"Aku? Aku tidak apa-apa kai." balas sehun dengan senyumannya.
.
.
.
"Sehun."
"Ya kai."
"Aku akan membeli persediaan makanan dulu yah. Aku kembali dalam 30 menit oke."
"Oke"
Akhirnya kai pergi dan meninggalkan sehun sehun sendiri.
Sehun tersenyum sangat cantik, kali ini matanya juga bersinar. Jika kai melihat senyum ini pasti kai akan jatuh cinta lebih dalam lagi kepada sehun.
Perlahan sehun mengambil tali yang sudah ia siapkan beberapa hari yang lalu.
.
.
.
Kai kembali tepat waktu. Ia memanggil sehun tapi tidak ada jawaban. Ia berjalan menuju kamar lalu terpaku melihat keadaan sehun kamarnya. Matanya memanas dan perlahan mengeluarkan airmata. "Sehun."
.
.
.
TBC
.
.
.
Big Thanks to:
KrisHo12, ohsanie, AwKaiHun, Kim Sohyun, fuckyeahSeKaiYeol, MinnieWW, qtpoop, , HilmaExotics.
Makasih udah mau baca + review^^
aku cuma mau bilang kalo sebenarnya fic ini tercipta karena sebuah kalimat 'Cinta datang karena terbiasa'
Happy Birthday Luhan^^
And the last is..
Don't forget to RnR
