Caption : My Geeky Boy (Chapter 2)

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Xi Luhan, Oh Sehun, Kim Yerim (RV), and other cast

Pairing : CHANBAEK (Chanyeol x Baekhyun)

Genre : Drama, Romance, School life, Smut

Rating : M

Playing : Hong Dae Kwang - I Feel You

Foreword : ANNYEEEEEEEEEEEEOOOOOOOOONGGGG ADAKAH YANG MENUNGGU FF INI? GA ADA YA? OKE BHAY (?) /tabok/ ngga deng... maaf ya rada lama updatenya, baru selesai uas soalnya :') ga nyangka kalo ff karya amatiran gini ternyata ada yang baca hehehe big thanks! /laughs nervously/ ;') oiya chapter pertama emang dibikin lebih panjang karena kan itu semacam penjelasan pertemuan si caplang dan si byun jadi ya butuh banyak kata2 untuk menjelaskan(?) kkk chapter ini nyeritain gimana acara 'janjiannya' Chanyeol dan Baekhyun... so happy reading!^^


'You greet me with a sweet smile.. listen to my confession, i love you'

.

.

.

.

.

Ini gila

Sungguh gila

Laki-laki itu gila

Sumpah, demi Tuhan!

Bagaimana laki-laki itu mengatakan hal seperti itu setelah ia memergokki Baekhyun onani di kamar mandi?! Oh jangan lupa Baekhyun pernah menendang tulang kering Park Chanyeol dan membentak laki-laki itu tepat di wajahnya! Bagaimana bisa? Terlebih Chanyeol baru mengetahui namanya hari ini! Batin Baekhyun bertanya-tanya. Laki-laki mungil itu kini sedang berguling-guling di kasurnya sambil mengacak-acak rambutnya.

"Arghhh.. kenapa tadi aku menerima ajakannya? Bodoh kau, Byun!"

Baekhyun benar-benar tak mengerti semua perilaku anak baru itu tiga hari belakangan ini. Sungguh, bukannya terlalu percaya diri, tapi untuk apa seorang laki-laki mengatakan 'Jangan berikan hatimu untuk siapa-siapa' jika ia tidak menyukai orang tersebut? Apakah anak baru itu tidak tahu siapa Baekhyun, bagaimana tabiatnya di sekolah, dan apa saja yang pernah Baekhyun lakukan? Oh jelas, dia baru pindah tiga hari yang lalu.

Baekhyun sudah lupa caranya mengencani laki-laki semenjak putus beberapa bulan yang lalu, terlebih lagi dengan Chanyeol sepertinya kali ini dia akan menjadi pihak yang 'dipimpin'. Akh percaya diri sekali kau, Byun! Memangnya Chanyeol ingin mengencanimu sungguhan? Ucap Baekhyun dalam hati frustrasi.

"Astaga! Bahkan aku tidak tahu nomor ponselnya! Bagaimana aku bisa janjian dengannya?!" Baekhyun menepuk jidatnya cukup keras mengingat ketololannya. Chanyeol tidak mengatakan dimana dan jam berapa mereka akan bertemu.

Sial!

Bodoh!

Terlalu percaya diri!

BRAKK

"BABY BYUNNIE APA YANG KAU LAKUKAN MALAM-MALAM BEGINI, HAH?" teriakkan Eomma Baekhyun menyadarkan lamunannya. Ia meringis memegangi bokongnya yang mendarat bebas mencium lantai kamarnya. "T-tidak apa-apa, Eomma! Ugh.." pekik Baekhyun sambil mencoba berdiri.

Ia melihat pantulan dirinya di cermin. Mengamati setiap detail wajah dan tubuhnya, tak ada yang menarik. Apa benar-benar si Chanyeol itu menyukainya? Darimana nya?

Baekhyun memang binal dan tukang onar, tapi ia cukup tahu diri semua itu hanya bermodal kenekatannya saja untuk menjadi buah bibir di kalangan siswa sekolah. Ia memegang rambut hitam-keunguannya yang basah setelah keramas. Lalu tangannya menelusuri setiap bagian di wajahnya. Baekhyun tidak mempunyai mata yang indah seperti Luhan, senyumnya tak semanis Yeri, dan tubuhnya tak setinggi Sehun. Ia hanya siswa berpenampilan sangat biasa. Untuk itu ia sengaja mengecat rambutnya dan memakai eyeliner di matanya. Setidaknya itu adalah satu-satunya cara menutupi penampilannya yang biasa saja.

"Kau yang menabrakku, kenapa kau mengumpat seperti itu pada sunbae-mu?"

Oh..

"Y-ya s.. sejak tadi, aku hanya ingin buang air sungguh. Aku tidak mendengar suara yang aneh-aneh, percayalah"

My

"Jangan berikan hatimu untuk siapa-siapa"

God

Baekhyun ingin menenggelamkan tubuhnya ke inti bumi saat semua kata-kata Chanyeol berputar-putar di otaknya. Suara bass rendah itu menggema tepat di telinganya dan sukses membuat bulu kuduk Baekhyun meremang. Baekhyun baru menyadari kalau laki-laki berkacamata itu mempunyai suara yang cukup –ehm seksi.

"Apa yang ku pikirkan?! Dia hanya bocah culun, Baek! Tak ada yang menarik!"

Kedua mata Chanyeol memang termasuk besar untuk ukuran orang Korea, tapi laki-laki itu menyembunyikan mata besarnya dibalik kacamata kotaknya yang besar. Kedua telinganya lebar dan berbentuk lucu menurut Baekhyun. Rambutnya yang hitam dengan potongan pendek memberikan kesan 'good boy' pada dirinya. Namun satu yang paling membuat Baekhyun lemas adalah suara berat Chanyeol yang keluar dari bibir tebalnya. Bibir itu sangat menarik, pasti akan sangat menyenangkan untuk berciuman. Bayangan bibir tebal Chanyeol meraup bibir kecil Baekhyun dan melumatnya lembut sekarang menghantui pikiran laki-laki mungil itu.

"TIDAAAAAAAAK! PARK CHANYEOL, SINTING!"

.

.

.

.

BRUKKK

BRAAKKKK

BLAMMM

"Sial! Aku terlambat!" rutuk Baekhyun yang masih memakai handuk di pinggangnya. Matanya masih setengah terpejam mengantuk karena semalam ia tidak bisa tidur memikirkan 'kencan dadakan' si culun itu. Laki-laki mungil itu mengeluarkan hampir seluruh isi lemarinya, mencari pakaian yang tepat. Sweater, kemeja, kaos, jaket, semuanya ia keluarkan. Ia mendesis frustrasi karena tak ada satupun baju yang cocok. Sebenarnya untuk apa dia memilih pakaian yang bagus? Toh ia juga tidak tahu Chanyeol akan membawanya kemana dan apa maksud dari laki-laki culun itu.

Jam menunjukkan pukul 7.30 KST, Baekhyun hampir menjerit dan mengambil bajunya asal. Lalu ia bergegas memakai sedikit bb cream dan tak lupa dengan eyelinernya. Mengambil tas dan ponselnya lalu berjalan melewati sang ibu yang sedang memasak di dapur.

"Ya... Baby, mau kemana kau pagi-pagi seperti ini? Eomma belum selesai masak!" pekik Eomma Baekhyun dari dapur. Baekhyun hanya mencomot roti tawar di atas meja, dan menggeleng cepat –walaupun sang eomma tidak melihat gelengan kepalanya.

"Sialan si Park itu! Untung aku masih bisa bangun pagi!" Baekhyun berlari menuju halte bus dan menaiki bus giliran pertama. Seperti dihantam palu yang sangat besar, Baekhyun tersadar ia sama sekali lupa menanyakan dimana tempat mereka akan bertemu, bodohnya lagi bagaimana jika Chanyeol sudah menunggunya dari tadi atau malah masih bergelung di bawah selimutnya?!

Laki-laki mungil itu kemudian memutuskan untuk turun di halte depan sekolah mereka, tempat terakhir kali ia bertemu dengan Chanyeol. Ketika ia sampai, tak terlihat adanya tanda-tanda kehidupan dari seorang Park Chanyeol. Hari ini hari libur, belum banyak orang yang berlalu-lalang di jalanan. Ia mendengus pelan merasa telah dibodohi laki-laki tiang itu. Bagaimana jika Chanyeol hanya ingin mengerjainya?! Shit.. Byun Baekhyun memang bodoh!

10 menit

20 menit

30 menit

"SIALAN KAU PARK CHANYEOL, JIKA AKU BERTEMU DENGANNYA AKU AK-"

TIIIIIINNNNNN...

Baru saja Baekhyun akan beranjak dari bangku halte, terdengar suara klakson mobil yang memekakkan telinga. Baekhyun yang ingin mengumpat harus mengurungkan niatnya karena melihat sesosok laki-laki berkacamata keluar dari mobil ferrari hitam tak jauh dari tempatnya berpijak.

"Maaf, kau sudah menunggu lama ya?" laki-laki itu mendekati Baekhyun. Ia menahan tawanya melihat ekspresi Baekhyun yang melongo seperti orang tersambar petir.

"Baek?"

"Ah! Y-ya! Apa yang ku pikirkan.. aish.. ah kau telat 30 menit, sialan! Untung saja aku tidak benar-benar ingin pulang tadi!" cerca Baekhyun diikuti rasa bersalah yang terpatri di wajah Chanyeol. Ia menggaruk-garuk tengkuknya sambil tersenyum dan menarik tangan Baekhyun menuju mobilnya. Mobilnya begitu mewah dan keren untuk ukuran laki-laki culun seperti dirinya. Chanyeol lalu membukakan pintu untuk Baekhyun –dengan sangat gentleman dan mendudukkan tubuh mungil yang sedari tadi mematung di jok empuk mobilnya.

"I-ini mobilmu?" tanya Baekhyun bodoh. Chanyeol sedikit tertawa meihat tingkah aneh Baekhyun dan mencondongkan badannya ke arah Baekhyun. Ia menatap wajah laki-laki berambut ungu itu lekat-lekat, begitu dekat hingga Chanyeol bisa melihat setitik semburat merah di pipi Baekhyun. "Y-YA.. MAU APA KAU DEKAT-DEKAT?" ujar Baekhyun gugup dan memundurkan badannya ke pintu mobil. Ia bertingkah seperti gadis yang akan diperkosa di dalam mobil.

"Aku ingin memasangkan ini.."

Cklek

Baekhyun melirik ke bagian bawah dan mendesah lega. Ternyata Chanyeol ingin memasangkan seatbelt ke tubuhnya. Wajahnya sedikit memanas dengan perlakuan Chanyeol. Ia melirik Chanyeol dari ekor matanya. Sial, kenapa laki-laki itu tersenyum seperti itu?! Apa aku terlihat bodoh seperti anak perempuan? Batin Baekhyun.

Sedikit kagum dengan penampilan Chanyeol yang tidak mengenakan seragam. Rambut cepaknya dibiarkan sedikit berantakan. Kacamatanya yang berbeda dengan kacamata yang ia kenakan di sekolah, sedikit lebih kecil namun tetap berbingkai kotak. Ia mengenakan jaket baseball keluaran Supreme dan sepatu basket Adidas. Baekhyun tak pernah tahu jika Chanyeol sedikit –ehm good looking.

"Aku tahu aku tampan, tidak usah curi-curi pandang begitu, Baekhyun-ah"

"Siapa yang memandangimu? Cih percaya diri sekali! Kita mau kemana? Apa kau mau menculikku dan memperkosaku? Kalau penismu besar dan memuaskan aku dengan senang hati diperkosa olehmu, Tuan Park Chanyeol" cerocos Baekhyun kesal. Apa itu 'Baekhyun-ah?' memangnya dia sudah mengenalku? Batin Baekhyun. Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya mendengar kata-kata kotor Baekhyun.

Lalu keadaan hening seketika. Baekhyun yang sedari tadi hanya memainkan ponselnya, melirik keluar jendela.

"Omo... sebenarnya kita mau kemana?" ucapnya kagum melihat hamparan padang rumput dan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Ia berpikir sejenak, tidak familiar dengan pemandangan di hadapannya. Sepertinya mobil Chanyeol akan mengarah ke dataran tinggi atau bahkan gunung. Chanyeol sedikit bersenandung dan mencuri pandang ke arah Baekhyun. Ia tersenyum melihat penampilan Baekhyun yang sedikit berantakan. Rambut ungunya sedikit berantakan, matanya sayu terlihat mengantuk namun sekaligus menggemaskan. Belum lagi kaus biru muda garis-garis putih dengan celana pendek di atas lutut. Chanyeol tidak menyangka laki-laki imut di sampingnya itu adalah siswa binal yang ia temui kemarin, sangat berbeda.

Tiba-tiba mobil Chanyeol berhenti tanpa Baekhyun sadari. Chanyeol kembali mencondongkan badannya pada Baekhyun untuk membukakan seatbelt –sekaligus memandangi wajah Baekhyun. "Aku tidak pernah tahu kalau kau begitu imut. Kajja, kita keluar!" kata Chanyeol sambil melepaskan tali di pinggang Baekhyun, lalu ia berlari keluar mobil membukakan pintu untuk laki-laki mungil itu.

Baekhyun terpaku saat mendengar kata 'imut' dari bibir tebal Chanyeol. Baru kali ini ada laki-laki yang mengatakan dirinya imut, padahal mereka baru saling kenal. Ia mengerjapkan matanya pelan dan keluar dari mobil. Baekhyun mengernyit melihat sebuah pagar raksasa (seperti pagar sebuah kastil) menjulang tinggi di hadapannya. Jangan-jangan Chanyeol ingin membawanya ke rumah nenek sihir dan menjadikannya persembahan? Pikir Baekhyun ngelantur.

Melihat Baekhyun yang kebingungan, Chanyeol langsung merangkul bahu Baekhyun dengan tangan kanannya dan menuntun Baekhyun memasuki pagar itu. Betapa terkejutnya Baekhyun melihat apa yang ada di dalam sana. Hamparan dedaunan hijau yang tingginya tidak lebih dari lutut mereka dihiasi butiran-butiran berwarna merah segar yang menggantung di sekitar daun-daun tersebut. Baekhyun menghela napasnya pelan dan memejamkan matanya menghirup udara sejuk yang berhembus. Pemandangan dan udara disana benar-benar menakjubkan.

"Kau pasti bingung mengapa aku membawamu kesini." Kata Chanyeol, tersenyum lalu mengambil tangan kanan Baekhyun dan membawanya ke dalam sebuah genggaman hangat. Baekhyun terkejut sampai ke ubun-ubun melihat tindakan semena-mena Chanyeol, namun tak dipungkiri lagi kedua pipinya memanas. Ia mencoba melepaskan genggaman tangan Chanyeol dengan gugup. Namun Chanyeol menghujaninya dengan tatapan yang tajam dan dalam hingga Baekhyun menunduk pasrah, membuat Chanyeol menggenggam lebih erat tangan mungil itu dan mengelus punggung tangan itu dengan ibu jarinya.

"Ku mohon, biarkan seperti ini." Ujar Chanyeol setengah berbisik. Keduanya terdiam sambil menatap lurus pemandangan yang tersaji di depan mereka. Kemudian Chanyeol membuka suara.

"Pertama aku melihatmu, ku pikir kau benar-benar pribadi yang 'menyeramkan'"

"Namun setelah aku melihat matamu, aku tahu kau punya sisi imut yang tidak pernah kau tunjukkan ke orang banyak. Bukannya laki-laki imut biasanya menyukai strawberry? Aku tebak pasti kau juga begitu dan aku mengajakmu memetik buahnya langsung. Bukankah menyenangkan datang ke perkebunannya langsung?" sambung Chanyeol panjang kali lebar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berada di otak Baekhyun dengan santai.

Baekhyun berhenti dan terpaku. Terpaku dengan jawaban Chanyeol dan tangan besar Chanyeol yang menggenggam tangan mungilnya. Laki-laki tinggi itu berbalik dan tersenyum lembut. "Hey, kenapa melamun? Ayo kita memetik buahnya, Bekhyun-ah"

Kemudian mereka mengambil dua buah keranjang beserta gunting khusus pemotong strawberry. Mereka berjongkok di antara tanaman-tanaman starwberry disana. Baekhyun menyentuh dengan takjub salah satu buah strawberry yang sudah matang dan berwarna merah segar. Mulutnya tak pernah berhenti menyebutkan kata 'omo', 'oh my god', atau 'aigoo'. Matanya yang sipit berbinar senang, membuat Chanyeol gemas dan beberapa kali mengacak rambut keunguan itu dengan lembut.

"Kau lucu sekali! Apa kau tak pernah ke kebun seperti ini?" tanya Chanyeol sambil memilih mana buah yang sudah matang lalu mengguntingnya pelan. Baekhyun menggeleng cepat persis seperti anak kecil yang menolak makan sayur. Semua tingkah laku Baekhyun hari ini membuat Chanyeol harus menahan untuk tidak melayangkan tangannya pada rambut atau pipi Baekhyun.

Baekhyun berlari menjauhi Chanyeol dan mencari spot tanaman-tanaman itu yang sedang berbuah banyak dan merah. Ia mengambil ponselnya, mengarahkan ponselnya 45 derajat ke atas dan berpose 2 jari memperlihatkan pemandangan di belakangnya. Ia terkikik geli melihat tubuh Chanyeol yang sedang berjongkok di belakang ikut masuk ke dalam frame.

"Akan ku kirim pada Sehun dan Yeri, pasti mereka iri hahaha" tangannya yang terampil mengetikkan sesuatu dan mengunggah foto tersebut ke grup kakao mereka bertiga.

'Sedang memetik strawberry bersama si culun Chanyeollie~ aku hebat kan? Kkkk'

Lalu Baekhyun melanjutkan memetik strawberry-strawberry di hadapannya sesekali bersenandung kecil. Terkadang ia mengelus-elus buah itu dengan sayang seperti anaknya sendiri. Baekhyun benar-benar suka strawberry! Ibunya selalu memasok buah strawberry segar dan susu strawberry di kulkas setiap minggunya. Baekhyun pun heran darimana Chanyeol tahu dan mengerti apa yang dia suka, padahal tak pernah sekalipun Baekhyun mengonsumsi hal berbau strawberry di sekolah.

"Chanyeol-ah! Lihat, aku sudah dapat banyak!"

Setelah merasa mendapat cukup banyak strawberry yang ia idamkan, Baekhyun berlari pelan dan menghampiri Chanyeol dengan setumpuk strawberry segar di dalam keranjangnya. Wajahnya berseri-seri, matanya tak henti membentuk bulan sabit yang menggemaskan. Chanyeol bangkit dan mengelus rambut laki-laki mungil itu pelan. Ia sangat bersyukur Baekhyun menikmati apa yang ia rencanakan, dan nyatanya Baekhyun sangat menyukai ini semua.

"Aigoo, kau hebat! Ayo kita bungkus semua strawberrynya dan bawa ke rumah"

"I-ini semua untukku?! Kau yang membayar kan? Ah aku tidak bawa dompet karena tadi terburu-buru"

Tanpa sadar bibir Baekhyun membentuk kerucut dan suara merajuknya yang menggemaskan. Chanyeol tertawa melihat tingkah Baekhyun yang benar-benar diluar dugaan dirinya–bahkan semua orang, jika mereka melihatnya. "Iya, aku yang membelikan ini semua untukmu, tak perlu sungkan" kata Chanyeol sambil mengacak rambut Baekhyun dan merangkul bahu mungil itu. Kemudian mereka pergi ke tempat pengemasan dan membayar beberapa won untuk strawberry mereka.

Matahari sudah semakin meninggi, perut Baekhyun tak henti-hentinya meronta minta diisi. Chanyeol tak henti-hentinya menarik lengan Baekhyun tanpa rasa bersalah.

Kruyuuukk

"Ya.. Chanyeol-ah kita mau kemana? Perutku perih dari tadi mereka berteriak-teriak apa kau tak mendengarnya?!" Baekhyun mendengus dan melepaskan tangan Chanyeol. Chanyeol lalu membukakan pintu dan menyuruh Baekhyun masuk. Kadang Baekhyun berpikir bahwa Chanyeol benar-benar ingin menculiknya.

Chanyeol segera memacu mobil mewah hitamnya dengan kecepatan tinggi dan membuat tubuh mungil Baekhyun terhentak. Si mungil itu ingin membuka suara dan menghujani Chanyeol dengan umpatan, namun Chanyeol dengan cepat berkata, "Kau lapar dan aku tidak mau kau sakit perut karena aku lambat mengendarai mobil. Kita akan ke restoran di dekat sini, Baek" ucap Chanyeol tanpa melihat ke arah Baekhyun. Namun Baekhyun bisa melihat sebuah senyuman hangat terukir di bibir tebal Chanyeol.

"Ummm" gumam Baekhyun sambil menggigiti kuku-kuku jarinya. Ia membuang muka ke arah jalanan di sampingnya. Baekhyun tak pernah membayangkan akan pergi ke tempat impiannya selama ini. Terlebih lagi seorang laki-laki yang baru ia kenal yang mengajaknya, memperlakukan dirinya dengan sangat baik dan hangat. Entah kenapa Baekhyun melupakan imej 'binal' dan 'onar'nya di depan Chanyeol.

Apa dia sudah nyaman dengan Chanyeol?

Apa dia menyukai semua perlakuan Chanyeol padanya?

Tapi semua itu terlalu cepat bagi Baekhyun. Perasaan ini pasti hanya sekedar perasaan senang karena sudah terlalu lama Baekhyun tidak menerima perhatian dari laki-laki lain. Baekhyun benci bagaimana hati kecilnya seringkali terlalu percaya diri dan mudah jatuh cinta pada orang lain. Walaupun orang itu mungkin hanya ingin sekedar berteman dengannya. Baekhyun benci pada dirinya yang terlalu 'gampangan'.

"Park Chanyeol.."

"Iya? Kenapa hm?"

Baekhyun menggigit bibirnya dan memberanikan diri menanyakan hal yang sedari tadi mengganjal di pikirannya. "Kenapa kau melakukan ini semua? M-maksudku.. kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini?"

Baekhyun menundukkan kepalanya dalam-dalam, bersiap mendengar penuturan Chanyeol. Jika Chanyeol hanya ingin main-main atau melampiaskan rasa bosan nya di akhir pekan, Baekhyun bersumpah tidak akan sudi melihat wajah Chanyeol lagi.

Seketika keheningan melanda. Baekhyun melirik ke arah laki-laki di sampingnya itu. Namun Chanyeol hanya tersenyum simpul dan menarik tuas gigi di tengah-tengah mereka sambil mematikan mesin mobil.

"Sudah sampai, nanti saja aku ceritakan. Kau harus makan dulu." Suara Chanyeol terdengar lebih berat dari sebelumnya. Ia membukakan seatbelt Baekhyun dan menatap lekat-lekat kedua pasang mata sipit itu. Mata Baekhyun bergerak-gerak mencari jawaban di kedua mata Chanyeol, namun Chanyeol hanya memberikan senyuman tipis yang menyiratkan sejuta arti.

.

.

.

.

.

"Kau mau pesan apa?" tanya Chanyeol pada Baekhyun yang masih sibuk memandangi seluruh penjuru ruangan restoran dengan tatapan takjub. Kini mereka berdua berada di sebuah restoran yang bertemakan strawberry. Semua ornamen restoran sampai menu makanan semuanya mengandung strawberry.

"Baek.." tanpa sadar Chanyeol menggenggam punggung tangan Baekhyun. Rasa hangat yang menjalar dari telapak tangan Chanyeol menyadarkan Baekhyun. "Samakan saja denganmu, terserah apapun ku makan" jawab Baekhyun singkat. Kemudian Chanyeol mengembalikan buku menu pada pelayan dan menyampaikan pesanan mereka.

Sepeninggal sang pelayan, keduanya terjebak dalam suatu keheningan. Sebuah keheningan yang nyaman. Tanpa sadar keduanya saling memandangi wajah satu sama lain.

Chanyeol menikmati bagaimana kedua mata sipit Baekhyun yang bereyeliner tipis memandang ke arahnya dengan tatapan mirip anak anjing yang menggemaskan. Ia terus mengingat bagaimana penampilan Baekhyun ketika di sekolah, benar-benar berbeda 180 derajat. Baekhyun yang di depannya adalah sosok laki-laki penurut, manis, dan penyayang. Baekhyun yang sekarang tak jauh berbeda dengan adik sepupunya yang berumur 9 tahun. Chanyeol tersenyum simpul, berati ia benar. Chanyeol berhasil menemukan sosok lain itu walaupun hanya dari kedua mata sipit laki-laki mungilnya. Sosok lain yang membuat dirinya terjerat masuk ke dalamnya.

"K-kenapa menatapku s.. seperti itu?!" pekik Baekhyun galak, namun suaranya bergetar tanda kegugupan. Suaranya yang meninggi tak sejalan dengan rona merah yang menjalar di kedua pipi mulusnya.

"Tidak ada, hanya ingin memandangi wajahmu saja"

Oh shit, laki-laki sialan tukang gombal! Rutuk Baekhyun dalam hati. Rasanya ia ingin melarikan diri dari sana dan mengunci diri di kamar agar perasaan bodoh itu tak muncul lagi.

"Pesanan anda, Tuan"

Pelayan itu meletakkan sepiring kue sus isi krim strawberry, cake roll isi strawberry, dan nasi goreng berwarna pink dengan hiasan strawberry. Belum lagi segelas strawberry milkshake dan segelas jus strawberry membuat liur Baekhyun sudah memenuhi rongga mulutnya. Ia menyentuh ujung krim kue sus dengan sangat pelan. Matanya berbinar-binar."Ini untukku? Semuanya?" tanya Baekhyun diiringi kekehan dari bibir Chanyeol.

Baekhyun segera menyerbu kue sus itu dengan lahap dan memakannya dengan penuh nafsu seperti orang yang belum makan 7 hari. Muoutnya tak berhenti mengunyah, entah makanan apa yang sudah masuk ke mulutnya. Melihat pemandangan di depannya, Chanyeol hanya tertawa sambil memandangi wajah Baekhyun.

"Kwauu.. twidak.. makwaann?" (Kau tidak makan?) tanya Baekhyun sambil mengunyah kue sus di mulutnya. Saking penuhnya, krim dan selai strawberry kue-kue itu memenuhi bibir mungilnya. Chanyeol menggeleng, menopang dagunya dengan tangan kiri. Tatapannya terplester pada laki-laki mungil di depannya. "Aku sudah kenyang melihatmu makan" ucapnya sambil tersenyum manis.

"Ani, kau harus makan! Sesuap saja, oke? Kau pasti lapar seharian menyetir" ucap Baekhyun cepat sambil menyodorkan potongan cake roll ke bibir Chanyeol. Refleks Chanyeol memegang pergelangan tangan Baekhyun dan menuntun jari-jari Baekhyun memasukkan kue ke mulutnya. Chanyeol terkesiap merasakan lembutnya jari Baekhyun di bibirnya. Tanpa sadar ia mengecup jari-jari lentik itu dengan lembut sambil menggenggamnya.

"Aku menyukaimu.."

Baekhyun terperanjat bukan main, menelan kue-kue di mulutnya dengan susah payah. Ia segera menarik tangannya dan menatap Chanyeol horror. Pikirannya belum bisa mencerna dua kata yang dikatakan Chanyeol. Baekhyun sebenernya sudah megira bahwa Chanyeol akan mengatakannya cepat atau lambat, namun ia tidak pernah tahu jika rasanya seperti ini. Ia pikir ia bisa tertawa menanggapi omongan Chanyeol, tetapi sebaliknya jantungnya berdetak sangat cepat, dadanya sesak, dan tubuhnya berkeringat dingin. Baekhyun mau muntah saking gugupnya.

"Aku tahu ini terlalu cepat, bahkan kau pasti menganggap ini sebuah lelucon, tapi aku serius. Sangat sangat sangat serius"

"T-tapi kita baru saling kenal. Aku tidak punya perasaan apapun padamu. Seharusnya kau... berusaha, aku menunggu usahamu." Kata Baekhyun ragu sambil menggigiti kuku-kuku jarinya. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam berharap bisa pulang ke rumah dan bersembunyi dari si culun Park.

"Tanpa kau sadari aku sedang berusaha, Baek" ucap Chanyeol sambil tersenyum dan menghapus sisa krim di sudut bibir Baekhyun dengan jempolnya.

Ummaaaaaaa... tolong akuuuuuuuuuu! Beberapa lama lagi anakmu akan melepas status singlenyaaaaaa! Pekik Baekhyun norak dalam hati.

Kemudian mereka terdiam menyelesaikan makanan masing-masing. Chanyeol bangkit dan meninggalkan Baekhyun menuju kasir untuk membayar tagihan mereka, sementara Baekhyun bergegas keluar bertengger di pintu mobil Ferrari hitam Chanyeol. Ketika Chanyeol kembali dan ingin membukakan pintu untuk Baekhyun, Baekhyun dengan kecepatan cahaya membuka pintu tersebut untuk dirinya sendiri. Baekhyun menghindari segala kontak dari Chanyeol dan memalingkan wajahnya memandang ke arah luar jendela.

Chanyeol berdehem pelan dan mulai menyalakan mesin nya, ia melupakan kegiatan 'memasangkan seatbelt' Baekhyun karena kegugupan yang melanda dirinya. Ia meirik sekilas laki-laki mungil di sebelahnya dan menghela napas berat. Bingung memulai pembicaraan dari mana. Ia sedikit menyesali pengakuannya tadi, tidak seharusnya ia terburu-buru. Namun ayolah, Park Chanyeol bukan tipe laki-laki yang bisa menunggu ketika ia menyukai seseorang. Telat sedikit Baekhyun bisa dimiliki orang lain, pikirnya.

Sepanjang perjalanan tak ada yang berani membuka suara. Chanyeol berpikir apakah Baekhyun benar-benar tidak menyukainya dan menganggap ia hanya seorang 'player' atau malah laki-laki mungil itu sedang memikirkan sesuatu? Semacam jawaban untuk Chanyeol mungkin?

"Baek.. sudah sampai." Ucap Chanyeol sambil menyentuh punggung tangan Baekhyun pelan. Baekhyun tersadar dari lamunannya dan melihat ke luar jendela. Halte bus depan sekolah. Laki-laki mungil itu langsung membuka seatbeltnya dengan gerakan sangat cepat dan membuka pintu mobil. "T-terima kasih untuk hari ini.. a-aku pulang dulu" kata Baekhyun tergagap.

Namun laki-laki bernama Chanyeol itu adalah orang yang sigap, ia menahan lengan Baekhyun dan menutup kembali pintunya rapat-rapat. "Kita perlu bicara, Byun Baekhyun" bisik Chanyeol memohon. Baekhyun menatap mata besar itu dengan tatapan penuh tanya dan pipi yang memerah.

"Aku tahu kau belum mempunyai perasaan itu. Tapi aku bersumpah, Baekhyun, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Mau kah kau menjadi kekasihku? Maafkan aku, tapi aku benar-benar menginginkanmu."

Chanyeol menatap sepasang mata sipit itu lembut dan dalam, ia menggenggam tangan Baekhyun dan menciumi jari-jari lentik itu sebagai pembuktian atas perasaannya. Baekhyun merasa udara di sekitarnya dipenuhi oleh karbon dioksida sehingga dadanya terasa sangat sesak. Ia menunduk malu.

Ternyata pemikiran nya pada semua perlakuan Chanyeol adalah benar. Tak pernah sekalipun terbesit di kepala Baekhyun ia akan mendapat sebuah kencan dan pengakuan cinta yang klasik seperti ini. Dulu ia melihat kencan seperti ini hanya dalam drama-drama kesukaan sang ibu. Tapi siapa sangka Byun Baekhyun mendapatkan hal kecil namun romantis seperti ini? bahkan tanpa hubungan badan sekalipun!

Tak dipungkiri lagi sejak kejadian 'onani' waktu kemarin, Baekhyun mulai memikirkan Chanyeol. Keberadaan laki-laki tinggi itu, kata-katanya, semua perlakuannya, juga senyum canggungnya yang selalu muncul saat mereka bertemu tanpa Chanyeol sadari. Sejak Baekhyun menginjakkan kakinya di kebun strawberry, hatinya terus berperang.

Di satu sisi ia tidak mau terlalu mudah untuk terlena akan semua tingkah laku Chanyeol, juga 'skinship' yang laki-laki itu berikan. Namun sisi yang lain mulai menaruh harapan pada Chanyeol. Selama ini laki-laki yang memperlakukan dirinya dengan manis hanyalah laki-laki yang sedang terangsang dan menginginkan lubang sempitnya untuk ditunggangi. Jadi tidak ada salahnya kan Baekhyun sedikit berharap jika Chanyeol berbeda? Laki-laki itu datang secara tiba-tiba ke kehidupannya kurang dari seminggu dalam pertemuan mereka yang aneh –bahkan memalukan. Baekhyun sendiri masih belum mengetahui sisi mana dari dirinya yang membuat Chanyeol menyukainya. Pikirannya masih terlalu sibuk berkecamuk sampai sebuah suara berat menginterupsi kegiatannya.

"Hey.. bagaimana jawabannya?"

Baekhyun menggigit bibirnya dan mengangkat kepalanya mencoba menatap manik Chanyeol. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menjemput bibir tebal Chanyeol dengan miliknya. Hanya sekedar menempel dan tak ada lumatan apapun. Ia memejamkan mata, memantapkan hatinya dan menjawabnya melalui sebuah ciuman singkat.

"Ya.. aku mau, Chanyeol"

Selama enam belas tahun hidupnya, Baekhyun baru mengetahui bahwa hal-hal yang klasik dapat membuatnya jatuh pada laki-laki culun bernama Park Chanyeol. Baekhyun tidak pernah tahu jika hal-hal yang romantis dalam sebuah drama rasanya akan se-luar biasa ini untuknya.

"Terima kasih, Baekhyun-ah. Aku berjanji tidak akan membuatmu menyesal dengan keputusanmu"

.

.

.

.

.

to be continued


Kenapa tiba-tiba Baekhyun ga binal di depan Chanyeol? kenapa Chanyeol suka sama Baekhyun? kenapa Baekhyun nerima pernyataan cinta Chanyeol?

muehehehehe maaf ya kalo ceritanya aneh dan abal, but seriously, saya itu orang yang punya krisis kepercayaan diri dan gampang ngedown.. jadi seneng banget liat review kalian kayak terasa disemangatin^^ walaupun cuma kata2 'ditunggu next chapternya ya' itu udah precious bgt buat saya! apalagi sampe ada yang nebak2 next chapternya bikin saya seneeeeng bgt! BIG THANKS TOOOOO 3 :

ChanBaekLuv | rhenaaakifa | devrina | loohaaann|rivalAL | luphbepz | Vanilla92 | parklili | gia | Mhrs826 | DahsyatNyaff | kurokuroninja | MinJiSu | winter park chanchan | Mihun | nuraenim10 | princecho | baekichu | kacangpolongman | mingguki | Coila | B-Lady | comebaekhome | dearpanda| indaaaaaahhh | oasana | andddd daddy :3

Ayo yang lain masa kalah sama nama2 di atas yang udah ngereview XD saya pengen liat respon kalian, kritikan, bahkan masukkan kalian yang siapa tau bisa saya pake di next chapternya^^ ff ini viewersnya hampir 1000 loh masa yang ngereview cuma 28 :((( ga nyampe 10% nya... so don't forget to REVIEW, FOLLOW, AND FAVORITE! luv u all!