Caption : My Geeky Boy (Chapter 3)

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Xi Luhan, Oh Sehun, Kim Yerim (RV), and other cast

Pairing : CHANBAEK (Chanyeol x Baekhyun)

Genre : Drama, Romance, School life, Smut

Rating : M

Playing : R5 - Fallin' For You

Haiiiiiiiiiiii! i'm back!^^ saya udah janji mau fast update (karna saya udah mulai libur panjang hampir 2 bulan) dan inilah jadinya (?) adakah yang nungguin? /celingak celinguk/ sumpah liat review kalian saya senyum2 sendiri XD pada nanya 'Kenapa cepet banget chanbaek jadian?' atau 'Kok chanyeol sweet banget siiiiih' jangan pada baper ;-( saya juga gatau alasan dari dua pertanyaan itu. Mungkin bisa kalian tanya ke salah satu orang yang ngereview ff ini yang dinyatakan sbg 'tersangka' nya (?) Saya ngetik chapter2 sebelumnya juga senyum2 sendiri gara2 nostalgia #ea XD

POKOKNYA THANKS A LOT YEOREOBUUUUUN T.T aku tanpamu bagaikan butiran upil deeeeh kkkkk

Oke langsung aja, chapter ini bercerita tentang masa2 'pasca' mereka jadian, gimana perasaan pcy kok tiba2 dia nembak baek, gimana mereka saling jatuh cinta dan ngeliat baek nya mulai klepek2 ama si pcy XD

Happy reading and enjoy guys!^^


"You might be crazy, but baby, i'm fallin' for you.."

.

.

.

.

.

Kebanyakan orang mengatakan 'masa-masa paling indah adalah masa saat pendekatan sebelum pacaran'. Masa dimana penuh perjuangan dan jutaan perasaan tak menentu kepadanya.

Jantungmu akan berdegup seribu kali lipat saat berpapasan dengan orang yang kau sukai, membuat dirimu sesak seperti orang pengidap asma.

Telapak tangan dan kakimu berkeringat dingin, perutmu mulas, dan rasanya ingin menghilang dari bumi saat berbicara dengan nya.

Wajahmu akan memerah, pikiranmu tak fokus, badanmu gemetaran bahkan hanya karena melihat orang yang kau suka dari kejauhan.

Kau bisa menjadi orang paling tolol dan gila se-alam semesta jika sudah menyangkut orang yang kau suka.

Namun semua perasaan itu justru Baekhyun rasakan setelah resmi terikat oleh Chanyeol. Gosh, lihat saja penampilannya pagi ini yang terlihat aneh. Ia mengenakan masker putih yang hampir menutupi setengah wajahnya. Jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger di tulang hidungnya saat ini. ia berjalan mengendap-ngendap di lorong kelas 2 seperti akan mencuri sebuah artefak kuno di dalam sebuah museum. Semua siswa dan siswi yang saat itu berjalan menuju kelas mereka masing-masing menatap Baekhyun bingung.

Penampilan Baekhyun pagi ini bukan semata-mata untuk cari sensasi, tapi ia ingin menghindari seseorang. Seseorang yang membuatnya gugup untuk pergi sekolah dan berakhir dengan buang-buang air besar tadi pagi. Baekhyun ingin menghindari Chanyeol, yang notabenenya adalah kekasihnya sendiri. Sungguh, pernah kah kau merasa malu dan ingin musnah sehari setelah kau memutuskan untuk berpacaran dengan seseorang?

"Baekhyun?" ucap Sehun sambil menahan bahu laki-laki mungil yang sedang melangkah masuk ke dalam kelas. Laki-laki tinggi itu mengernyit heran, memandangi penampilan Baekhyun dari ujung kaki ke ujung kepala. Sementara perempuan mungil di sampingnya mencoba menarik kacamata hitam dari wajahnya.

"Sialan, kalian mengenaliku?!" pekik Baekhyun kaget. Yeri memutar bola mata malas dan menarik-narik rambut Baekhyun. "Kau pikir kami buta, oppa? Rambutmu terlalu mencolok, lain kali jika ingin menyamar pakai hoodie saja sekalian"

"Dan.. sebenarnya apa yang kau lakukan sih? Kau dikejar sasaeng fans?" tanya Sehun tak mengerti, namun Baekhyun hanya menjitak kepalanya kencang. Sulit menjelaskan kepada orang yang tak pernah jatuh cinta, batin Baekhyun kesal.

"Ah sudahlah oppa, kau terlalu bodoh dan tak peka. Oh iya, Baek oppa, kemarin kau pergi kencan dengan Park Chanyeol yang culun itu? Kau serius, oppa? Kau sedang dalam tahap rehabilitasi?"

Plak

"Aww" Baekhyun menyentil jidat Yeri kesal. Sementara Sehun tetap menjadi orang paling dungu di antara keduanya. Melihat tatapan bingung Sehun, Yeri menyerahkan ponselnya kasar di depan wajah Sehun.

'Sedang memetik strawberry bersama si culun Chanyeollie~ aku hebat kan? Kkkk'

Mata Sehun nyaris melompat keluar melihat foto yang ditunjukkan Yeri di grup kakao mereka. Salahkan saja Sehun mengapa ia terlalu malas mengecek ponselnya sehingga tidak mengetahui kisah cinta sahabatnya. Keduanya meminta penjelasan dari laki-laki mungil itu, kenapa seorang Byun 'binal' bisa pergi dengan laki-laki culun bermarga Park itu.

"K-kami.. r-resmi berpacaran kemarin" ucap Baekhyun menunduk malu persis seperti anak perempuan.

Refleks Yeri dan Sehun saling berpandangan dan menganggukan kepala, lalu membalikkan tubuh Baekhyun kasar. Sehun menampar pantat Baekhyun dengan kencang, membuat si empunya pantat berteriak mengeluarkan sumpah serapah untuk mereka berdua.

"Dia tidak kesakitan"

"Tumben sekali jalannya tidak mengangkang"

Baekhyun membulatkan matanya kaget, mengerti kemana arah pembicaraan Sehun dan Yeri. Ia sedikit tidak terima jika kedua anak setan itu menganggap Chanyeol berbuat macam-macam. Kontak fisik yang paling jauh hanyalah sebuah kecupan di bibir Chanyeol.

"KAU PIKIR CHANYEOL MENIDURIKU, HAH? APA AKU SEBINAL ITU? DIA TIDAK MENUNGGANGIKU! DASAR SAHABAT KURANG AJAR!"

.

.

.

.

.

Selama jam pelajaran berlangsung, Baekhyun menghela napasnya berkali-kali. Ia terlihat tidak baik dan sangat gugup. Ia terus menggigiti kuku-kuku cantiknya sampai nyaris habis. Ia tidak mau bertemu Chanyeol, ia takut dan malu. Bagaimana jika Chanyeol tidak mau menemui Baekhyun untuk menjaga citra 'anak teladan'nya? Atau bagaimana jika Baekhyun akan mati sesak napas saat melihat senyuman lembut Chanyeol saat menyapanya di cafetaria?

Baekhyun lebih tidak habis pikir dengan mulutnya. Kenapa bisa-bisa nya ia menerima Chanyeol?

Tetapi Baekhyun melihat kesungguhan di setiap kata-kata Chanyeol. Lihat saja cara Chanyeol memperlakukan dirinya kemarin. Siapa yang tidak akan meleleh dan luluh jika caranya seperti itu?

KRIIIIING

"Oh shit..."

Semua siswa di kelas 2 D berhamburan keluar menuju cafetaria saat bel istirahat berbunyi. Mereka begitu beringas dan tak sabar setelah pelajaran kimia yang menguras isi otak dan menggangu jiwa-jiwa mereka. Tidak terkecuali Sehun. Ia melirik Baekhyun dan mengajak si mungil itu makan di cafetaria. Baekhyun menggeleng pelan, menyuruh Sehun menemani Yeri di cafetaria. Yeri masih kecil, kalau makan harus ada yang menemani paling tidak salah satu dari mereka. Lagipula Baekhyun sudah menyiapkan bekal dari rumah, ia sudah merencanakan akan menetap di kelas sampai pulang nanti. Selain itu perutnya mendadak bergejolak antara mual dan mulas. Kalau jatuh cinta dengan cara Chanyeol begitu menyiksa seperti ini, lebih baik kemarin aku tunggangi dia saja agar tidak gugup seperti ini, batin Baekhyun merana.

Tokk.. tokkk.. tokkk..

"Baekhyun.."

Tiba-tiba sebuah suara berat menghampiri gendang telinga Baekhyun. Sedetik itu juga Baekhyun ingin menghilang dari dunia ini. Tangannya mendadak berkeringat dan jantungnya mulai turun ke ulu hati. Ia melambaikan tangannya gugup dan menyuruh laki-laki berkacamata itu masuk ke kelasnya. Tidak sopan kan mengusir pacar sendiri?

"Kau sakit, sayang? Kenapa tidak makan di luar? Aku mencarimu kemana-mana"

Baekhyun menutup mulutnya, menahan isi perutnya yang berontak keluar saat mendengar kata-kata 'sayang'. Ia menggeleng lemah dan menunjukkan sebuah kotak bekal berwarna biru berisi 3 potong sandwich. Chanyeol mendudukkan dirinya di kursi milik Sehun. Ia menatap lekat-lekat pacar mungilnya itu dan mengelus rambutnya penuh sayang.

"Bolehkah aku makan bersamamu? Hmm.. aku minta sandwichmu ya? Aku sangat lapaaaar" ucap Chanyeol sambil mencomot sandwich ukuran paling besar milik Baekhyun. Ambil saja semuanya, aku seperti ibu hamil yang tidak mood makan, batin Baekhyun.

Melihat Baekhyun sedari tadi diam Chanyeol menghela napasnya. Apa jangan-jangan Baekhyun menyesal dengan keputusannya? Apa Baekhyun hanya menerimanya sebagai bentuk balas budi?

"M-maafkan aku.. perutku mual. A-aku hanya gugup, Yeol" Baekhyun berbisik lemah seakan bisa menjawab pertanyaan Chanyeol. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. Baekhyun selalu menjadi sosok yang berbeda ketika bersama Chanyeol, penuh kepolosan dan harus dillindungi. Chanyeol mengambil tangan mungil Baekhyun dan menggenggamnya erat, berbagi kehangatan tubuhnya agar pacarnya merasa lebih baik. Ia mengelus-elus punggung tangan Baekhyun mencoba menenangkannya.

"Tak apa, mungkin aku terlalu terburu-buru. Maafkan aku, sayang. Aku akan membuatmu nyaman" ucap Chanyeol diiringi senyuman. Ia mencondongkan badannya ke arah Baekhyun, merangkul bahunya dan mencium puncak kepala laki-laki berambut ungu itu dengan lembut. Ia mendekap erat tubuh mungil Baekhyun, tanpa penolakan bahkan Baekhyun menyandarkan kepalanya di dada bidang Chanyeol. Chanyeol tahu jika 'obat' terbaik adalah sebuah pelukan hangat dari orang yang kau sayangi.

"Aku mau pulang, kepalaku pusing, Yeol.." ucap Baekhyun merajuk, tanda ia sudah agak membaik sekarang. Chanyeol mengangguk dan melepaskan pelukannya. Ia dengan cekatan membereskan buku-buku Baekhyun di atas meja dan mengambil barang-barang di laci, lalu memasukkan semuanya ke dalam tas Baekhyun. Chanyeol menyampirkan tas Baekhyun di pundak dan melingkarkan tangannya di pinggang Baekhyun untuk membantu Baekhyun berjalan.

Semua pasang mata menatap mereka heran, terkejut, aneh, bingung jadi satu. Bahkan Sehun dan Yeri yang sedang berjalan menuju kelas menganga lebar saat berpapasan dengan Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol berkata pada Sehun bahwa pacarnya kurang enak badan sehingga ia harus mengantar Baekhyun pulang. Ia juga sudah mengirimkan pesan pada Luhan mengatakan izin pulang untuk mengurus beberapa berkas kepindahannya yang belum selesai. Chanyeol berbohong agar bisa menghabiskan waktu merawat pacarnya.

Walaupun Baekhyun mengalami gejala aneh luar biasa yang sangat menyiksa, ia bersyukur mempunyai Park Chanyeol sebagai pacar barunya yang selalu bersikap manis dan gentleman. Mungkin itu semua yang membuat Baekhyun luluh dan mulai jatuh cinta pada Park Chanyeolnya.

.

.

.

.

.

Sesampainya di rumah Baekhyun, Chanyeol segera membawa Baekhyun ke kamarnya. Mata Chanyeol terbelalak saat melihat isi kamar Baekhyun.

Boneka rilakkuma?

Sprei merah muda dengan motif strawberry?

Sandal rumah berbulu berwarna biru muda?

"Baek, serius ini kamarmu? Maksudku.. ini semua terlalu imut" ucap Chanyeol bingung sambil menidurkan Baekhyun di kasur. Pagi itu tidak ada siapa-siapa di rumah Baekhyun, kakaknya kuliah dan sang ibu pergi arisan dengan teman-teman sejawatnya.

Baekhyun hanya tersenyum tipis sambil memejamkan matanya. Diam-diam Chanyeol tersenyum penuh kemenangan. Ternyata pacar barunya memiliki dua sifat yang berbeda. Chanyeol tidak tahu apakah siswa di sekolah mereka mengetahui pribadi Baekhyun yang sebenarnya. Dalam hati Chanyeol juga bertanya-tanya kenapa pacarnya menjadi dua sosok yang berbeda seperti saat ini.

Chanyeol menghela napas. Ia mengambil tempat duduk di samping kasur mungil Baekhyun dan mengelus rambut ungu Baekhyun dengan lembut. Ia memandangi laki-laki mungilnya dengan tatapan penuh sayang, memandangi bagaimana polosnya wajah Baekhyun yang terlelap dalam tidurnya. Wajahnya sedikit pucat, namun bibir mungil –yang juga pucat itu masih terlihat menggairahkan.

Ia jadi teringat ciuman singkat yang diberikan Baekhyun. Sungguh Chanyeol bisa merasakan lembut dan kenyalnya bibir mungil itu. Tak lupa juga dengan rasa manis dan harum strawberry yang membuat Chanyeol tak sabar untuk meraup bibir itu. Namun Chanyeol harus menahan itu semua.

Memandangi Baekhyun sedekat ini membuat hatinya menghangat dan diliputi jutaan kebahagiaan. Akhirnya ia bisa mendapatkan apa yang selama ini ia cari. Ia masih ingat betul saat pertama kali ia melihat laki-laki mungilnya dari celah pintu kelas. Hari dimana Chanyeol pindah ke sekolah Baekhyun, hari yang sama saat Baekhyun di hukum di lorong kelas. Saat itu Luhan izin pergi ke kamar mandi, saat Luhan berhenti di bibir pintu, nampaklah sesosok laki-laki berambut ungu kehitaman nyentrik yang menyita perhatiannya. Wajahnya sangat menggemaskan ketika terkejut akan keberadaan Luhan.

Belum lagi setelah itu, di cafetaria, saat Baekhyun menabraknya dari belakang. Chanyeol yang awalnya mengira Baekhyun adalah adik kelasnya yang menggemaskan –karena tinggi badannya terhenyak mendengar sumpah serapah yang Baekhyun lontarkan padanya. Lalu kejadian saat perempuan yang tidak Chanyeol ketahui namanya itu menyiram tubuh pacarnya dengan soda.

Chanyeol bisa melihat awalnya tubuh Baekhyun bergetar dan matanya menyiratkan rasa kaget dan takut, namun itu hanya sepersekian detik lalu Baekhyun seperti memasang tameng dan berubah menjadi Byun Baekhyun si mulut pedas yang binal. Entah kenapa rasanya Chanyeol ingin merengkuh tubuh mungil Baekhyun dan melindunginya, yang walau Chanyeol tahu ia pasti akan menendang kemaluan Chanyeol jika Chanyeol benar-benar melakukan itu.

Setelah itu Chanyeol bergegas mencari keberadaan Baekhyun di kamar mandi. Baekhyun begitu menggemaskan saat mengeramasi rambutnya sendiri dengan susah payah. Rambut ungunya itu membuat Chanyeol tak tahan untuk menyentuhnya, apalagi Baekhyun menggunakan shampoo rasa strawberry. Namun lagi-lagi Baekhyun membalas perlakuan Chanyeol dengan ketus dan galak.

Chanyeol benar-benar tak mengerti kenapa Baekhyun berani beronani di sekolah. Maksudnya, walaupun onani adalah hal yang wajar dilakukan siswa, sekolah mereka termasuk ke dalam jajaran sekolah unggulan di Seoul. Pasti hukumannya akan sangat berat jika Baekhyun benar-benar kepergok.

Mendengar desahan parau Baekhyun membuat Chanyeol tidak bisa berhenti memikirkan laki-laki itu seharian. Sampai tiba saat Baekhyun memberikan nya soda sebagai permintaan maaf. Itu membuat Chanyeol menyeringai dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenal Baekhyun lebih jauh. Karena ia melihat ada sorot mata memelas dan butuh perhatian di kedua mata Baekhyun yang selalu memancarkan amarah. Ia yakin ia akan menemukan sosok lain itu.

Selama empat hari itu Chanyeol memikirkan Baekhyun. Melihat tawa menggemaskannya saat berjalan bersama Sehun dan Yeri, sikap galaknya dan ketusnya saat beberapa siswi centil lewat di hadapannya, juga desahannya. Argh! Memikirkan hal yang terakhir benar-benar membuat Chanyeol frustasi karena libidonya akan meningkat drastis. Beberapa malam terakhir Chanyeol terus berfantasi bagaimana jika Chanyeol berada di bilik kamar mandi yang sama dengan Baekhyun. Melihat Baekhyun yang berpegangan pada pinggiran toilet dan menungging dengan tatapan nakal menyambut kedatangannya. Lalu Chanyeol akan menunggangi Baekhyun dengan jantan dan liar, memegangi pinggul seksi itu dan menusuk-nusuk lubang merah Baekhyun dengan penis besarnya sampai Baekhyun gemetar keenakan.

Intinya, Chanyeol benar-benar tertarik pada semua yang ada pada Baekhyun. Secara kepribadian dan seksualitas.

"Eunghh" Chanyeol terlonjak mendengar Baekhyun bergumam yang lebih terdengar seperti desahan. Oh astaga Chanyeol sedang berusaha menidurkan penis kebanggaan nya, namun yang ia dengar malah semakin membuat penisnya memberontak. Ia melihat bibir Baekhyun terbuka sedikit, matanya terpejam, dan mau tidak mau Chanyeol berfantasi kotor lagi.

Tidak mungkin kan ia membangunkan Baekhyun untuk mengurus penisnya?

Baekhyun pasti akan menganggap Chanyeol sama dengan laki-laki lain yang mendekati Baekhyun hanya untuk memanfaatkan tubuh nya. Ia tidak ingin melukai perasaan Baekhyun, ia ingin membuat Baekhyun merasa dihargai dan dicintai dengan tulus.

Chanyeol memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada pinggiran kasur Baekhyun sembari membuat tubuh dan penisnya rileks. Tanpa sadar ia ikut menyusul Baekhyun ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

"Yeol.. bangun, badanmu pasti pegal jika tidur duduk seperti itu" Baekhyun mencoba menggoyangkan bahu Chanyeol. Keadaannya sudah jauh membaik bahkan sekarang ia sedang mengemut-emut sendok es krim yang dibawanya dari dapur. Chanyeol mengerjapkan matanya pelan dan mengangkat kepalanya.

Wow

Ia langsung memakai kacamatanya saat melihat penampilan Baekhyun. Ia hanya mengenakan kaus kebesaran berwarna putih dan boxer super mini berwarna biru. Poni nya dikuncir ke atas menyerupai air mancur, matanya bersih dari olesan eyeliner. Chanyeol meneguk liurnya kasar melihat pacarnya yang berpenampilan sangat polos ini. Entah Chanyeol mempunyai sedikit kelainan, libidonya akan semakin naik jika melihat seseorang berpenampilan polos tanpa dosa, bukan yang seksi dan suka mengumbar aurat.

Chanyeol bangkit dan duduk di sebelah Baekhyun. Ia mengulurkan tangannya mengelus pipi putih Baekhyun. "K-kau sudah baikan, sayang?" tanyanya. Mati-matian ia mengatur suaranya yang bergetar menahan nafsu. Baekhyun mengangguk imut dan mengeluarkan 'eyesmile'nya.

"Kau tidak ke sekolah? Kau membolos? Bagaimana siswa teladan sepertimu membolos? Apa kau tidak tak- mmphh"

Chanyeol tidak tahan dengan ocehan Baekhyun dan membungkam bibir mungil itu dengan bibirnya. Ia melumat sedikit dan memberi hisapan kecil pada bibir bawah Baekhyun. Tangannya yang besar menekan tengkuk Baekhyun agar semakin memperdalam ciuman mereka.

Baekhyun memejamkan matanya kaget, ia meremas kuat-kuat sendok di tangannya. Chanyeol begitu terampil bermain dengan bibirnya. Kedua tangan hangat Chanyeol kini merambat menangkup pipi Baekhyun. Lidah Chanyeol seakan menari-nari di atas bibir Baekhyun, terkadang memberi hisapan dan gigitan kecil.

"Anghh.."

Desah Baekhyun saat lidah Chanyeol berhasil memasuki rongga mulutnya. Oh Tuhan, Chanyeol kini bisa merasakan rasa manis strawberry yang menempel di lidah Baekhyun dan itu membuat kepalanya pusing. Chanyeol semakin menekan tengkuk Baekhyun, berulang kali memiringkan kepalanya menikmati bibir Baekhyun dari beberapa sudut dengan rakus. Sungguh ia tak pernah tahu jika bibir mungil Baekhyun bisa seadiktif ini. Bahkan saliva Baekhyun menjadi cairan termanis yang pernah Chanyeol cicipi, lebih dari sekedar madu. Merasakan bibirnya saja sudah membuat dirinya menggila, bagaimana dengan bagian tubuh Baekhyun yang lain?

Ingin rasanya ia membiarkan telapak tangannya menjalar ke seluruh tubuh Baekhyun, merasakan kulit lembutnya yang bisa membuat libido setiap laki-laki naik dengan hanya menyentuhnya. Namun tak secepat itu, ia tidak ingin menyakiti laki-laki mungilnya.

Tapi persetan dengan menyakiti, siapa yang bisa menolak sensualitas yang ditawarkan tubuh Baekhyun?

Siapa yang bisa menolak laki-laki dengan dua sisi –polos dan binal secara bersamaan itu?

Itu membuat Baekhyun oh-so-goddamn-hot!

"Y-yeolhh.."

Baekhyun mendorong dada Chanyeol sekuat tenaga untuk melepaskan kontak di antara kedua bibir mereka. Napasnya terengah-engah, bibirnya terbuka meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Chanyeol menghapus saliva yang berlumuran di bibir dan dagu Baekhyun dengan jempolnya.

"Maafkan aku.. aku kelepasan" ujar Chanyeol bersalah. Baekhyun menggeleng dan mengusap kedua pipi Chanyeol. Laki-laki mungil itu memberi kecupan singkat yang manis pada bibir merah Chanyeol. Ia berbisik dan membuat pertahanan Chanyeol nyaris runtuh.

"Tidak apa-apa, aku menyukainya.. sayang"

.

.

.

.

.

Setelah ciuman (panas) pertama mereka, Baekhyun seperti menemukan 'chemistry' dengan Chanyeol. Mulai saat itu, ia semakin melihat bahwa Chanyeol benar-benar sosok yang menarik. Seiring pertemuan mereka setiap hari, perasaan itu semakin tumbuh di hati Baekhyun. Bagaikan pertumbuhan bunga yang masih kuncup, semakin hari kuncup itu semakin membesar, dan... boom! Tinggal tunggu waktu yang tepat untuk bunga itu mekar dengan sangat indah.

Memang pertemuan mereka bisa dibilang secepat kilat dan terburu-buru. Namun Chanyeol berhasil menepati janjinya. Baekhyun semakin nyaman dan tenggelam ke dalam sosok laki-laki tinggi itu. Chanyeol membuat Baekhyun jatuh cinta padanya setelah mereka berpacaran. Sedikit aneh bukan? Namun itulah yang benar-benar terjadi karena mereka melakukan pendekatan dan saling mengenal satu sama lain setelah resmi berpacaran, bukan pada sebelumnya.

Seperti saat ini, di pagi hari pukul 9, Baekhyun tengah asyik berpangku tangan di pinggir jendela. Ia tersenyum dan tertawa seperti orang idiot membuat Sehun di sampingnya bergidik ngeri. Sehun sangat tahu apa yang membuat sahabatnya akhir-akhir ini menjadi orang idiot yang mabuk cinta. Ya, Park Chanyeol si laki-laki dengan kacamata tebalnya itu. Sehun bahkan tak habis pikir dari mana Baekhyun bisa menyukai laki-laki culun itu.

"Baek, kau menyeramkan.." ujar Sehun di sela-sela kegiatannya mencatat rumus di papan tulis.

Biasanya Baekhyun akan langsung mengomel dan memukul kepala Sehun. Tapi untuk kali ini ia memaafkan sahabatnya itu. Ia masih sibuk mengapresiasi pemandangan di luar jendela, tepatnya di bawah sana. Kelas 2 A sedang berolahraga, kali ini siswa laki-laki bermain sepak bola dan yang perempuan bermain volly.

Baekhyun melihatnya, ya Park Chanyeol yang bermain sepak bola dengan kacamata besarnya itu. Walaupun menurutnya Chanyeol itu culun, namun ia bisa menemukan sisi menarik pacarnya itu. Baekhyun nyaris terjungkal karena tertawa saat melihat betapa canggungnya Park Chanyeol bermain sepak bola. Apakah ini efek kaki-kakinya yang terlalu panjang sehingga membuat sistem geraknya sedikit tidak stabil?

Apapun itu, Chanyeol tetap seceria biasanya. Walaupun ia tidak mencetak gol, namun senyum lebarnya tak pernah lepas dari wajahnya. Kadang ia melontarkan semacam lelucon dan tertawa sangat kencang sampai memukul-mukul punggung temannya. Baekhyun baru tahu jika Chanyeol adalah pribadi yang ramah dan terbuka pada teman-temannya.

"Aigoo Park Chanyeol.."

Baekhyun kembali terkikik seperti perempuan saat melihat Chanyeol yang berkeringat sedang mengacak-acak rambut basahnya yang sudah mulai memanjang. Chanyeolnya lumayan tampan, pikirnya. Apalagi saat Chanyeol mengambil botol air nya dan menyiramkan isinya ke dagu dan badan nya untuk menghilangkan panas. Bagaikan gerakan slow motion di mata Baekhyun, itu terlihat sangat seksi! Gosh, bahkan ini bukanlah adegan dari sebuah CF, tapi kenapa Chanyeol sangat menarik?

"Astaga, Byun Baekhyun ayo kita pergi ke klinik. Kau menunjukkan gejala gangguan jiwa" ujar Sehun dengan nada sarkatis. Ia melirik meja Baekhyun yang bahkan bersih dari buku dan alat tulis. Mereka memang berada di kelas 2 D, namun mereka selalu rajin mencatat walaupun sesampainya di rumah mereka tak pernah menyentuh catatan-catatan itu sama sekali. Formalitas kata mereka.

"Bawa aku ke kelas Park Chanyeol, tuan Oh... dia adalah obatku, obat cinta. Ya Tuhan..." jawaban Baekhyun membuat Sehun ingin muntah. Seumur hidupnya baru kali ini ia melihat Byun Baekhyun mabuk cinta, dan menurutnya tak ada bedanya seperti gejala rabies. Menggelikan.

KRIIIIIIIIIIIIINGGGGG

Tanpa menghiraukan Sehun, Baekhyun segera kabur menuju kelas yang sekarang menjadi 'pelabuhan'nya saat istirahat. Ia berjinjit mengintip dan tidak menemukan pacar kesayangannya itu. Ia lekas berlari secepat kilat menuju kamar mandi. Tempat sakral bagi mereka berdua.

"Tadi itu keren, Minho! Kau mencetak banyak gol dan aku ingin belajar darimu.."

Baekhyun sayup-sayup mendengar suara bass yang sudah ia rindukan itu. Ia menunggu di luar kamar mandi. Ketika Minho –teman sekelas Chanyeol keluar dan memberikan senyuman pada Baekhyun, laki-laki mungil itu langsung berlari dan melompat memeluk Chanyeol nya dari belakang. Persetan dengan keringat Chanyeol, ia benar-benar ingin memeluk pacarnya sekarang.

"Permainanmu bagus, Yeol! Walaupun kau tak sehebat Minho dalam sepak bola, tapi kau hebat dalam menaklukkan hatiku" kata Baekhyun sambil tersenyum dan menyenderkan kepalanya di punggung tegap itu.

Chanyeol melepaskan tangan Baekhyun dari pinggangnya, dan membawa Baekhyun ke hadapannya. "Jadi Byun Baekhyun yang binal itu memperhatikanku dari tadi? Kau mulai jatuh cinta padaku ya hahaha" Chanyeol tertawa dan mencubit hidung Baekhyun gemas. Baekhyun memerah dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"T-tidak kok... uhh"

Chanyeol berdecak dan menyingkirkan baju seragam gantinya, mengangkat tubuh Baekhyun untuk duduk di meja westafel. Ia memandangi wajah Baekhyun. Semakin ia memandanginya, semakin yakin lah ia jika Baekhyun adalah orang yang dirinya cari selama ini. Yang membuat hatinya kembali nyaman dan jatuh cinta lagi setelah kejadian masa lalunya. Chanyeol tersenyum dan memegang kedua kaki Baekhyun, melingkarkannya ke pinggang Chanyeol.

Chanyeol menarik pinggang Baekhyun dan mencium bibir mungil itu lembut. Ini kedua kalinya mereka berciuman. Baekhyun tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Chanyeol, membawa ciuman mereka semakin dalam. Lumatan Chanyeol begitu lembut dan intens, tidak jarang ia mengemut bibir bawah Baekhyun yang semanis permen. Tangan Chanyeol sedikit bermain di tulang leher Baekhyun dan turun menelusuri rentetan tulang belakang Baekhyun yang menonjol. Seakan-akan mengabsen bentuk keindahan ciptaan Tuhan yang terdapat di dalam tubuh Baekhyun.

Baekhyun merasakan sensasi geli dari ulah Chanyeol, namun ia merasa sesak karena bahagia. Chanyeol mengapresiasi tubuhnya, bukan sekedar menjadikannya pemuas nafsu. Baekhyun tersenyum dan menghisap bibir atas Chanyeol dengan lembut. Mengecupi bibir tebal Chanyeol dan menyelipkan jari-jarinya di rambut hitam Chanyeol. Ia mengelus rambut hitam itu seakan berkata 'kerja bagus, Park Chanyeol. Kau membuatku frustrasi karena cinta'. Baekhyun merasa 'bunga' di hatinya sedang memberontak untuk mekar karena semua perlakuan Chanyeol.

"Aku benar-benar mencintaimu.." bisik Chanyeol di antara kedua belah bibir Baekhyun. Napas Chanyeol yang hangat menyapu permukaan kulit Baekhyun dan membuat seluruh wajahnya berwarna merah padam.

Ciuman mereka semakin intim namun tidak bernafsu. Chanyeol membawa tangan Baekhyun ke dalam genggamannya dan semakin memperdalam ciuman mereka. Baekhyun mengeratkan kakinya, menarik tubuh tinggi itu semakin menempel dengan tubuhnya.

Lalu kedua lengan kokoh Chanyeol memeluk pinggang mungilnya posesif seakan tak mau berbagi keindahan Baekhyun pada orang lain. Jari-jari lentik Baekhyun mengelus-elus bahu lebar Chanyeol, lalu turun mengusap-usap otot bicep laki-laki tinggi itu. Tidak mempedulikan bahwa kamar mandi adalah tempat umum, mereka terlalu sibuk mengekspresikan perasaan mereka.

"Waw.. Byun Baekhyun dan Park Chanyeol berciuman mesra di tempat umum?"

Mendengar sebuah suara yang sedikit nyaring, membuat mereka tersentak dan melepaskan ciuman mereka. Chanyeol menoleh dan mendapati Kim Jongdae –ketua kelas 2 D bertengger manis di pintu. Yang Chanyeol tahu dari pacarnya, laki-laki di depannya ini seorang jelmaan perempuan. Mulutnya tidak bisa dikontrol dan perbuatannya tidak bisa diprediksikan. Benar-benar super menyebalkan.

"Aku tidak tahu bagaimana reaksi Kyuhyun seonsaengnim jika mengetahui siswa kebanggaannya melakukan pelanggaran. Ingat kau baru 3 minggu berada disini, siswa TELADAN! Dan kau sangat hebat Byun Baekhyun, kau bisa mempengaruhi siswa teladan dengan kebinalan dan sifat burukmu yang menjijikan itu"

Chanyeol melepaskan pelukan dari tubuh Baekhyun dengan kasar. Baekhyun mencelos, apakah ia tampak menjijikkan di mata Chanyeol? Apa Chanyeol setuju dengan kata-kata Jongdae?

"Jaga ucapanmu, Kim Jongdae. Laporkan saja sesukamu, tapi satu hal.. jika kau menyakiti Baekhyun dengan kata-katamu, aku tidak akan segan-segan menghajar rahang kotakmu itu!" ucap Chanyeol menggeram sambil menarik kerah seragam Jongdae. Matanya besarnya yang tertutup kacamata berkilat-kilat marah. Ia menghempaskan tubuh kecil Jongdae dengan tidak ber-pri kemanusiaan. Melihat pemandangan di depannya, Baekhyun hanya berdiri mematung.

What? Menghajar? Dia benar-benar Park Chanyeol, kan? Batin Baekhyun.

.

.

.

.

.

to be continued


Ada apa sebenarnya dengan Chanyeol? Apa dia bener bener laki-laki culun kayak yang dikira Baekhyun?

Ngahahaha apa yang saya tulis ini... /facepalm/ ;-(( i thought this chapter sounds soooooo cheesy :(( kkk maaf masih amatiran...

CHAPTER DEPAN AKAN PENUH KEJUTAN! APAKAH BAKAL ADA NC CHAPTER DEPANNNNNN?!'-')/ makasih banyak yang udah review, favorite, sama follow!^^ mungkin saya bakal update seminggu sekali (insyaallah)

Thanks to : aquariusbaby06 | pponyy| fazfazira44| .39 | hunhan's bubble | dearpanda | xolovebaekie| Vanilla92 | nabila | ooh | oksi | deva94bubletea | kaiXoo1214 | RanjangChanBaek | vherakim1 | luphbepz | realbaekhyunne2 | Panda AnaknyaChanBaek | parkchu | rabielaaa | kurokuroninja | Maple Fujoshi2309 | | MinJiSu | nuraenim10 | byunyeolliexo | Sehuna | Anonymouseu | cheonsarang614 | metroxylon | edifa | ThatXX94 | .37819 | Sniaanggrn | rhenaaakifa | lailaexola |

DON'T FORGET TO REVIEW^^ ayo berbagi ide, kritikan, respon dan masukan di kotak review! ^^ /gives you hearteu emoji/