Caption : My Geeky Boy Chapter 8

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Sohyun, Xi Luhan, Oh Sehun, Kim Yerim (RV), and other cast

Genre : Drama, Romance, School life, Smut

Rating : M

Playing : Toheart - Tell Me Why

Foreword : haiiiii maaf ya late update :( saya udah mulai masuk jadi mungkin update nya bisa 2 atau 3 minggu sekali... T,T

Terus buat yang bingung sama sifat nya pcy... emang gitu dia /? kalo di depan sohyun belagak ga harmonis sama baek, biar sohyun GA mikir kalo chanyeol udah bahagia tanpa dia, orang kayak pcy tu banyak kok di dunia nyata :'D

terus pd bilang baek lemah ;v dia belum mau bertindak gegaba istilahnya, jd dia sabarin dulu wkwk kan udah dibilang chanyeol itu kelemahannya baekhyun.. bukannya org sesangar apapun bakal lemah gara2 cinta? sama kayak uri baek yg binal itu XD namanya udah sayang mah pasti maafin2 aja..

oiya diingetin lagi ini genrenya DRAMA, walaupun ini tentang school life, tp pasti ada sisi dramatisnya jd kalo ada kata2/scene yang berat harap jgn protes, anggep aja lg nonton drakor wkwk

Chapter ini tentang apa? baca aja deh sendiri :3 kkk


"Please tell me why, I want to become stronger..

I don't want to let you go without knowing the reason

I cry, but I believe you'll be back soon

I speak pretending to be so strong,

I get bruised and torn because I'm weak..

if you're gonna go, make sure to comeback"

.

.

.

.

.

Hampir 4 hari ujian berlangsung dan hari ini merupakan hari kelima, yang merupakan hari terakhir dalam jadwal ujian. Terlebih hari terakhir hanyalah ujian praktik pelajaran olahraga, serentak seluruh untuk kelas 2 di sekolah mereka. Karena itulah Baekhyun hanya berleha-leha di rumahnya sepulang ujian.

Namun kali ini ia tidak sendiri, sesosok laki-laki berambut hitam kini sedang bergerumul di bawah selimut dengannya. Mereka berdua hanya merebahkan tubuh mereka sambil memandangi langit-langit kamar Baekhyun, yang berhiaskan tempelan-tempelan bintang yang akan menyala ketika gelap.

Baekhyun merasa sangat beruntung karena ia mempunyai sahabat seperti Sehun dan Yeri yang selalu menemaninya. Meskipun Yeri tidak bisa datang karena harus belajar untuk pelajaran Fisika esok hari. Setidaknya kehadiran Sehun bisa mengobati sedikit perih dan sesak di dadanya karena sikap Chanyeol belakangan ini. Sungguh ia tidak ingin terlihat lemah, ia hanya tidak ingin Chanyeol menganggapnya sebagai pribadi yang pencemburu dan posesif. Maka dari itu yang bisa ia lakukan hanyalah bersabar dan mencoba tersenyum. Chanyeol bilang senyuman Baekhyun seperti sinar matahari, begitu cerah dan hangat. Mungkin hati Chanyeol akan melunak juga membuat laki-laki tinggi itu mencintainya lebih dalam lagi.

"Hun, siapa seseorang yang kau incar di kelas Chanyeol?" tanya Baekhyun sambil meletakkan kepalanya di dada bidang Sehun dan menengadahkan kepalanya menatap Sehun. Ya, mereka memang sudah biasa melakukan hal-hal seperti berpelukan, menginap bersama, bahkan mandi bersama. Sehun adalah sahabat Baekhyun sejak menginjak sekolah dasar, Sehun lah yang menemani Baekhyun hampir di sepanjang usia Baekhyun.

"Ah, aku tidak akan mengatakannya sampai aku berhasil mendapatkan dia. Mulutmu kadang seperti saringan bolong, aku tak mau rencanaku terdengar sampai ke telinganya!" jawab Sehun sambil mengacak-acak rambut Baekhyun. Baekhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya dan memukul dada Sehun.

"Oh iya, sebenarnya ada apa dengan kau dan Chanyeol? Kenapa akhir-akhir ini aku jarang melihatnya?"

Baekhyun menghela napasnya sejenak, lalu bangkit duduk membelakangi Sehun. Ia tidak ingin Sehun melihat kesedihan dan kelemahannya jika menyangkut soal Chanyeol. Baekhyun menunduk dan memainkan ujung kausnya. "Tidak ada apa-apa. Dia... dia hanya sibuk belajar. Kau tahukan bagaimana tipe siswa kelas 2A kan? Chanyeol seperti itu, tidak pernah mau diganggu saat belajar, aku tidak ingin menganggunya dan membuat dia kesal."

Sehun memandangi punggung Baekhyun dengan bingung. Sehun tidak habis pikir masih ada siswa yang sebegitu rajin seperti Park Chanyeol. Ia begitu kagum dengan keuletan Chanyeol belajar, namun ia enggan mencoba seperti Chanyeol. Mendengar Baekhyun yang terus menghela napasnya, Sehun merasa ada sesuatu yang ditutupi dari sahabatnya itu. Sehun ingin menanyakan apa yang terjadi, tetapi Baekhyun selalu berkata bahwa ia baik-baik saja. Mungkin Baekhyun hanya butuh waktu.

"Baek.. apa kau pernah melakukan 'itu' dengan si culun itu?" tanya Sehun mengalihkan pembicaraan. Sehun mengacak rambut keunguan Baekhyun dengan gemas. Ia tak mau merusak mood Baekhyun yang sedang baik hari ini. Mungkin menanyakan hal yang ambigu –kesukaan Baekhyun bisa meningkatkan moodnya.

"Y.. ya.. kenapa menanyakan hal itu?! Dasar cabuuuuul!" Baekhyun mengambil guling kesayangannya dan memukul-mukul badan Sehun dengan gulingnya. Ia tak bisa menahan semburat merah yang muncul di pipinya saat pertanyaan Sehun membawanya kembali pada peristiwa itu. Peristiwa dimana mereka melakukannya untuk yang pertama kalinya.

"Pipimu memerah! Sial, apakah si culun itu bisa memasukkan penisnya dengan benar? Aku ragu..." tanya Sehun tak habis pikir. Terang saja karena Sehun hanya mengenal si culun Chanyeol, jadi ia berpikir jika Chanyeol hanyalah laki-laki kutu buku yang polos, hobi belajar, dan makan rumus.

"OH SEHUN DIAM! PENIS NYA LEBIH BESAR DAN PANJANG DARI PUNYAMU ASAL KAU TAHU! DIA BEGITU ROMANTIS TAPI LIAR SAAT MENUNGGANGIKU!" pekik Baekhyun kesal sambil memukul kepala Sehun. Sehun membelalakkan matanya dan menatap Baekhyun lekat-lekat, mengeluarkan seringaiannya. Ia mendekatkan wajahnya beberapa sentimeter ke wajah Baekhyun, membuat wajah Baekhyun merah padam.

"Apa dia menyentuhmu disini?" ucap Sehun dengan suara rendahnya sambil menunjuk nipple kiri Baekhyun dari luar kaus biru nya. Baekhyun tercekat saat menyadari ujung telunjuk Sehun menyentuh ujung nipplenya yang masih lemas.

"Atau menyentuhmu.. disini?" lanjut Sehun setengah berbisik. Tangan besarnya meraba turun menuju selangkangan Baekhyun, meremas benjolan di selangkangan Baekhyun yang masih melemas. Sehun menyeringai saat Baekhyun memejamkan matanya karena ketakutan. Wajahnya memerah dan ia terus menggigiti bibirnya.

"HAHAHAHAHAHA BYUN LIAT WAJAHMU! KAU SEPERTI PEREMPUAN YANG AKAN DIPERKOSA!"

Tiba-tiba sebuah tawa menggema di seluruh kamar Baekhyun. Baekhyun membuka matanya dan mendapati Sehun tengah memegangi perutnya karena tertawa yang terlampau keras. Menyadari perbuatan jahil Sehun, Baekhyun menindih badan Sehun dan menjambak rambut hitam Sehun tanpa ampun. Apakah dirinya terlihat sangat bodoh? Kenapa dirinya hampir tertipu dengan perbuatan Sehun? Pasti ini karena Chanyeol sudah jarang menyentuhnya. Untung saja Baekhyun tidak terbuai dengan paras tampan nan menggoda sahabat kecilnya itu.

Namun yang lebih membuat Baekhyun kesal adalah Sehun benar-benar sukses membuatnya kembali mengingat Chanyeol. Selama hari-hari ujian berlangsung, Baekhyun terus mencoba mengistirahatkan otaknya sejenak dan berpikir positif tentang laki-laki kesayangannya itu. Tetapi detik ini pertahanannya runtuh. Ia begitu merindukan laki-laki tinggi itu. Merindukan suara rendahnya, tawanya, pelukannya, ciumannya, dan juga sentuhannya.

Persetan dengan apa yang Chanyeol lakukan padanya. Cinta Baekhyun pada Chanyeol begitu memaafkan, laki-laki mungil itu tidak akan ambil pusing dengan apa yang Chanyeol lakukan beberapa waktu lalu. Setiap manusia mempunyai kesalahan dan Baekhyun tahu itu. Mereka berdua hanyalah remaja di bawah umur yang sedang dalam perjalanan menuju kedewasaan, dan Baekhyun bersedia melewati perjalanan itu bersama Chanyeol.

Drrt drrt drrt

My Chanyeollie

Sayang.. aku ingin mengajakmu jalan-jalan besok sepulang ujian, tunggu aku di tempat biasa. Aku merindukanmu strawberry kecilku J

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Baekhyun menjerit sekitar 4 oktaf saat melihat chat yang masuk di ponselnya. Laki-laki culun yang sangat Baekhyun rindukan. Laki-laki yang membuatnya jungkir balik karena sifat kurang pekanya. Laki-laki yang sangat ia cintai...

"Berisik! Ada apa? Apa ada video panas keluaran terbaru?!" kata Sehun kesal sambil membekap bibir mungil Baekhyun. Ia merebut ponsel Baekhyun, melihat nama Chanyeol terpampang disana. Sehun mencibir saat membaca kata 'strawberry kecil' dari Chanyeol. Sebutan itu terlalu menggemaskan untuk seorang Byun Baekhyun.

Baekhyun melompat-lompat di kasurnya seperti anak perempuan yang disapa kakak kelas kesukaannya di kakao talk. Matanya berbinar-binar dan pipinya memerah. Baekhyun memeluk guling kesayangannya lalu menciuminya sambil membisikkan nama Chanyeol. Sehun tidak pernah tahu jika pengaruh si culun itu sangat besar untuk sahabatnya. Lagipula itu hanya sekedar jalan-jalan yang sudah sewajarnya bagi sepasang kekasih untuk melakukan itu.

Namun bagi Baekhyun itu adalah sebuah kemajuan pesat. Mengingat belakangan ini Chanyeol hanya membalas pesan-pesan Chanyeol sebelum tidur karena ia sibuk belajar untuk ujian hari esok. Bahkan ia tak pernah bertemu dengan Chanyeol di sekolah. Keabsenan sementara Chanyeol dari hidupnya selama beberapa hari membuatnya malas belajar. Otaknya selalu dipenuhi dengan bayang-bayang Chanyeol, memikirkan apa yang Chanyeol lakukan seharian, apakah laki-laki itu sudah makan, atau apakah ia masih sering menempel pada Sohyun.

Ya, Baekhyun tahu itu, akhir-akhir ini Chanyeol terus menempel pada Sohyun. Terlebih saat melihat Chanyeol dan Sohyun tertawa bersama pada hari Senin lalu. Itu membuat hatinya mendadak ngilu seperti teriris silet. Jelas ia sangat cemburu dan rasanya ingin sekali menjambak rambut panjang perempuan itu. Baekhyun selalu merasa perempuan itu mengambil keuntungan di antara dirinya dengan Chanyeol.

Namun Baekhyun selalu menanamkan apa yang Chanyeol selalu katakan untuk menenangkan jiwa paranoidnya. Baekhyun harus selalu berpikir positif dan berhenti membuat kesimpulan sendiri. Mungkin saja Chanyeol hanya ingin memperbaiki hubungan pertemanannya dengan Sohyun. Yang jelas, Baekhyun tak mau membatasi ruang lingkup Chanyeol untuk bergaul dengan siapa saja. Walaupun sebagai manusia biasa Baekhyun selalu cemburu dengan siapapun yang berbicara dekat dengan Chanyeol.

"Baek? Kau melamun.." ujar Sehun sambil mencubit pipi gembil Baekhyun. Baekhyun meringis dan mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia menangkis tangan Sehun lalu berlari menuju lemarinya. Membongkar-bongkar isi lemarinya bingung. Sama seperti pertama kali mereka berkencan, Baekhyun tidak tahu baju apa yang harus digunakan untuk pergi dengan Chanyeol besok. Ia selalu ingin memberikan penampilan terbaiknya pada Chanyeol.

Kemudian pandangannya tertuju pada sweater rajut berwarna cream pemberian Chanyeol saat perayaan hubungannya yang ke-2 bulan. Ia menarik sweater itu dan mencari celana pendek berbahan jeans kesukaannya. Lalu dengan cekatan ia memasukkan semua perlengkapannya ke dalam tas ransel miliknya.

"Ayo kita tidur lebih cepat! Aku tidak ingin mempunyai lingkar mata saat pergi dengan si culun itu. Aku harus terlihat imut dan sensual!" ucap Baekhyun sambil merebahkan tubuhnya di samping Sehun yang sedang memainkan ponselnya. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Sehun dan menyandarkan kepalanya di dada Sehun. Ia mencoba memejamkan matanya saat Sehun mulai mengelus-elus rambutnya lembut. Tak lupa Baekhyun berdoa di dalam hati agar besok menjadi hari terbaik dalam hidupnya. Hari yang membuat Chanyeol bersikap seperti biasa dan kembali memanjakan dirinya.

"Selamat tidur, Baek"

.

.

.

.

.

Pagi itu lapangan utama sekolah dipenuhi siswa berseragam olahraga berwarna putih dengan bawahan biru. Semua siswa terlihat bersemangat saat mendengarkan pengarahan langsung dari 4 guru olahraga sekaligus. Pasalnya ini adalah hari terakhir ujian dan ditutup dengan ujian yang terbilang menyenangkan karena berada di luar kelas. Ujian seperti ini adalah ujian yang ditunggu para siswa untuk bisa melihat orang yang mereka sukai dari dekat, terutama orang-orang seperti Baekhyun.

Baekhyun bersyukur saat semua siswa dikumpulkan di tengah lapangan, ia dapat melihat tubuh Chanyeol yang menjulang (walaupun saat duduk) di antara puluhan kepala siswa yang lain. Laki-lakinya begitu tampan, terlebih saat paras Chanyeol bermandikan sinar matahari. Sebenarnya Chanyeol sangat tampan, bahkan wajahnya seperti artis. Namun entah kenapa para siswa tidak menyadari itu.

"Ujian kali ini adalah materi lari sprint 500 meter untuk putra dan putri, dengan waktu yang ditentukan. Semakin cepat mencapai garis finish, semakin besar nilai yang kalian dapat..."

Baekhyun tersenyum simpul saat melihat Chanyeol terus menganggukkan kepalanya dan memperhatikan arahan dari Choi seonsaengnim dengan seksama. Rasanya tak sabar menunggu akhir jam ujian... ia sangat ingin memeluk laki-laki tinggi itu, menghirup aroma keringatnya yang membuat Baekhyun nyaman, dan menceritakan bagaimana hari-hari Baekhyun tanpa Chanyeol.

Kemudian semua siswa berbaris menurut kelasnya maing-masing. Untungnya kelas Chanyeol adalah kelas dengan giliran pertama, otomatis Baekhyun bisa melihat bagaimana wajah Chanyeol ketika berlari dan bermain basket. Apalagi Chanyeol adalah seorang pebasket yang handal.

"Park Chanyeol, Lee Jinki, Kim Joonmyeon, dan Park Jimin untuk kelas 2A! Jung Jaeyong, Bang Mingguk, Lee Jeonsoo, dan Nam Joohyuk untuk kelas 2B"

Satu per satu para guru penguji memanggil nama siswa kelas 2A dan 2B, maka sekarang adalah giliran Chanyeol. Chanyeol berdiri lalu berjalan meninggalkan barisannya menuju titik start. Laki-laki itu berhenti sejenak dan menoleh ke belakang. Pandangannya tertuju pada laki-laki berambut ungu yang sedang memandanginya dari jarak yang lumayan jauh. Baekhyun tersenyum dan mengangkat kedua ibu jarinya, membuat Chanyeol ikut tersenyum dan mengangguk. Laki-laki tinggi itu berdebar karena senyuman Baekhyun yang sudah lama tidak ia lihat.

Priiiiiiiiiitttt

Choi seonsaengnim meniup pluit merah tanda mereka harus memulainya. Bersyukurlah Chanyeol mempunyai kaki-kaki yang panjang, sehingga ia bisa mengungguli ketiga orang itu karena langkahnya yang sangat lebar.

"PARK CHANYEOL KAU HARUS SEMANGAT! AKU AKAN MENARI DI TIANG DENGAN PAKAIAN PEREMPUAN JIKA KAU MENGUNGGULI MEREKA!" pekik Baekhyun tidak tahu malu. Semua siswa dan guru menatapnya aneh, heran, dan jijik. Namun Baekhyun hanya memberikan kedipan matanya dan melambai-lambai bangga pada mereka yang melihatnya. Tak ada yang dapat menjinakkan kebinalan Byun Baekhyun.

Terbukti dengan ucapan semangat dari Baekhyun, Chanyeol mampu mencapai garis finish lebih awal dari ketujuh orang itu. Ia sedikit tersengal, keringat mengaliri wajahnya. Baekhyun hanya menganga dengan pipi yang memerah melihat betapa tampannya Chanyeol.

"Hahhhh..." Bibir Chanyeol terbuka untuk meraup oksigen, ia menengadahkan kepalanya menatap langit untuk menstabilkan kembali detak jantungnya. Sayangnya pikiran Baekhyun menjadi tak terkontrol melihat pemandangan itu. Ia membayangkan Chanyeol mendesah dengan tubuh yang berkeringat saat Baekhyun berjongkok di sela-sela kakinya, menghisap penis besar Chanyeol dengan bibir mungilnya. Apalagi keringat itu membasahi kaus olahraga berwarna putih Chanyeol dan memperlihatkan otot-otot perutnya yang sedang menegang.

Shit... Baekhyun benar-benar ingin menjilati seluruh permukaan kulit Chanyeol...

"Baek, ayo giliran kelas kita." Ucap Sehun sambil menepuk bahu Baekhyun. Laki-laki pucat itu menarik tangan Baekhyun dan berjalan menuju barisan paling depan. Mereka berdua duduk untuk menunggu giliran.

"Lee Hongki, Jang Hyunseung, Kim Jungkook, dan Kwon Jiyoung untuk kelas 2C! Oh Sehun, Byun Baekhyun, Kim Jongdae, dan Kim Myungsoo untuk kelas 2D!" pekik Choi seonsaengnim setelah beberapa lama. Sehun dan Baekhyun bangkit untuk bersiap berdiri di garis start.

Baekhyun menoleh ke belakang, namun ia tidak mendapati senyuman Chanyeol disana. Laki-laki berambut hitam itu sedang asyik bersenda gurau dengan Luhan dan Sohyun. Baekhyun menghela napasnya berat saat melihat Sohyun tertawa bersama Chanyeol. Bahkan Chanyeol lupa menyemangati dirinya. Apakah Chanyeol tidak mendengar nama Baekhyun dipanggil? Padahal Baekhyun ingin sekali mendapat kata-kata semangat dari Chanyeol, mendengar teriakkan Chanyeol yang menunjukkan bahwa mereka memang sepasang kekasih. Menunjukkan bahwa Chanyeol bangga mempunyai pacar seorang Byun Baekhyun tanpa menghiraukan cibiran orang banyak.

Priiiiiiiiiiiittt

Entah karena pengaruh Chanyeol, Baekhyun merasa langkah kakinya begitu berat. Baekhyun memang bukan orang yang suka berolahraga, ia lebih memilih tidur hingga jam 11 siang dibanding pergi lari pagi bersama Sehun. Tetapi tanpa semangat dari Chanyeol, dirinya bukan apa-apa. Baekhyun merasa dadanya sangat sesak, seperti ada sebuah palu yang menghantam dadanya. Ia benar-benar berjuang agar bisa seperti Chanyeol, setidaknya ia ingin dapat unggul dalam satu mata pelajaran. Namun langkahnya semakin melemah, ia berlari hingga terbatuk-batuk untuk mencapai garis finish.

"Baek, kau tidak apa-apa?!" tanya Sehun panik saat melihat Baekhyun membungkukkan badannya. Baekhyun terbatuk-batuk sangat kencang hingga hampir muntah. Baekhyun mencoba bangkit dan mengangguk untuk menunjukkan ia hanya sedikit kewalahan dengan ujian berlari itu.

Sehun membawa Baekhyun keluar barisan, ia mendudukkan tubuh Baekhyun di bawah pohon. Sehun dengan sigap mengambil botol air mineral dan membantu Baekhyun untuk meminumnya. Baekhyun menengadahkan kepala nya dan memejamkan mata. Kepalanya begitu berat, pandangannya juga berkunang-kunang. Terkadang ia berpikir bahwa Sehun benar-benar memperlakukannya seperti seorang pacar. Namun tak pernah terlintas sekalipun di pikiran Baekhyun untuk memiliki hubungan khusus dengan Sehun.

"A.. aku.. t-tidak apa.. Hun.. Chanyeol m-menungguku.." ucap Baekhyun terbata-bata sambil mencoba bangkit. Baekhyun menunggu jam ujian terakhir ini tiba. Ia ingin bertemu Chanyeol dan menagih janji laki-laki tinggi itu untuk mengajaknya ke suatu tempat. Ia benar-benar harus mencari Chanyeolnya.

"Tapi wajahmu pucat, Byun Baekhyun! Jangan keras kepala!" bentak Sehun pada Baekhyun. Ia menekan bahu Baekhyun dan mendudukkan kembali laki-laki mungil itu. Sehun benar-benar geram dengan kekeras kepalaan Baekhyun, lagipula Chanyeol pasti akan menemuinya. Untuk itu mereka berdiam sejenak sambil mengistirahatkan tubuh mereka. Sehun meletakkan tangannya di pinggang dan mengedarkan pandangannya ke seluruh lapangan, mencari laki-laki berkacamata yang harus bertanggung jawab atas sahabatnya itu.

Tiba-tiba matanya menangkap sesosok laki-laki tinggi sedang berjalan bersama seorang perempuan mungil sambil memegang botol air. Sehun bergegas menghampiri kedua orang yang tengah tertawa bersama itu dengan napas yang memburu. Chanyeol menghentikan langkahnya saat menyadari kedatangan Sehun dengan wajah yang kurang mengenakan.

"PARK CHANYEOL!" teriak Sehun sambil menarik kerah jaket Chanyeol. Laki-laki tinggi itu kini sudah mengganti seragamnya dengan jaket sport keluaran merk olahraga terkenal. Chanyeol terperanjat dan mencoba menghempaskan tangan besar Sehun dari lehernya. Ia tidak mengerti apa yang terjadi hingga Sehun datang padanya dengan kilatan marah di kedua matanya.

Sehun mendesis ketika Chanyeol berhasil mendorong tubuhnya, tetapi ia menatap tajam kedua mata Chanyeol yang terhalang kacamata. "Bagaimana bisa kau bersama seorang perempuan sementara pacarmu hampir sekarat?! Apa kau tidak melihat bagaimana sulitnya Baekhyun berlari?! Kenapa kau tidak memberi semangat seperti yang Baekhyun lakukan untukmu?!" pekik Sehun marah.

Chanyeol yang tidak mengerti pun hanya bisa memasang wajah kebingungan. Dengan kesal Sehun menarik tangan Chanyeol menuju tempat dimana Baekhyun berada , tanpa menghiraukan kehadiran Sohyun di sampingnya.

"Sayang?!" ucap Chanyeol kaget saat melihat Baekhyun yang terkapar sedang bersandar pada batang pohon. Tubuhnya bermandikan keringat dan wajahnya sangat pucat. Chanyeol segera berjongkok, menyingkirkan poni basah yang menutupi dahi Baekhyun untuk mengecek suhu tubuh Baekhyun.

"Y-yeol.. ayo kita pergi.. a-aku sudah tidak apa-apa"

Dengan susah payah Baekhyun tersenyum dan mencoba berdiri. Ia tidak mau rencananya dengan Chanyeol hari ini gagal total hanya karena tubuhnya yang manja dan mendadak lemah. Chanyeol membantu Baekhyun berdiri, melingkarkan tangan besarnya di pinggang Baekhyun dan menyampirkan ransel Baekhyun di bahunya. Ia memapah Baekhyun menuju parkiran mobil diikuti dengan Sehun dan Sohyun yang memasang raut cemas di wajah mereka.

Chanyeol membaringkan tubuh Baekhyun di jok mobil di samping kemudi. Ia menurunkan sedikit posisi jok mobil agar Baekhyun bisa beristirahat dengan nyaman. Baekhyun hanya tersenyum lemah dan membisikkan kata 'terima kasih' karena ia merindukan Chanyeol yang seperti ini. Penuh kelembutan dan sangat gentleman. Benar-benar seperti pertama kali mereka bertemu.

"Sehun, terima kasih sudah memberitahuku.. aku benar-benar besyukur Baekhyun mempunyai sahabat sepertimu." Kata Chanyeol setelah menutup pintu mobil. Sehun hanya mendesis dan mengeluarkan tatapan dinginnya. Ia hanya mengangguk lalu berjalan meninggalkan Chanyeol dan Sohyun yang sedang terdiam.

"Apa kau masih ingin pergi ke toko buku? Kau bisa menumpang denganku, lagi pula tujuan kita sama." tanya Chanyeol pada Sohyun dengan sedikit memaksa. Sejak mengobrol tadi, Sohyun mengatakan ia harus pulang lebih cepat untuk membeli beberapa buku. Perempuan itu sudah tertinggal banyak materi, oleh karena itu ia ingin membeli semua buku tentang pelajaran mereka di sekolah.

Mungkin secara kebetulan karena Chanyeol ingin mengajak Baekhyun kencan kecil-kecilan seperti pasangan lain, yaitu menonton film di bioskop yang terdapat di mall yang sama dengan toko buku itu. Karena mall itu terletak tidak jauh dari sekolah mereka, tak ada salahnya kan membantu teman sendiri? Terlebih perempuan itu pasti lelah harus berdesakkan di bus karena ujian lari tadi.

"Ayolah, Baekhyun pasti mengerti, Sohyunnie.." pinta Chanyeol sedikit merajuk. Dengan cekatan ia membuka pintu mobil belakangnya dan mendorong tubuh mungil Sohyun dengan sedikit memaksa. Sohyun hanya bisa pasrah karena jika ia menolak, ia akan terlibat perdebatan sengit dengan Chanyeol yang banyak bicara itu. Lagi pula kaki Sohyun sedikit membengkak karena ujian lari tadi, setidaknya tawaran Chanyeol sedikit membantunya. Namun ia merasa sangat tidak enak dengan Baekhyun, yang notabenenya adalah pacar dari mantannya itu. Chanyeol pasti ingin mengajak Baekhyun berkencan, dan ia tidak mau mengacaukan kebahagiaan Baekhyun.

Terkadang Sohyun menangkap tatapan tidak suka dari kedua mata sipit Baekhyun ketika mereka tidak sengaja berpapasan di lorong atau gerbang sekolah. Sohyun adalah orang yang selalu mawas diri, ia tahu jika Baekhyun tidak suka dirinya berada di dekat laki-laki tinggi itu. Tetapi Chanyeol terus menempelinya seperti perangko dan Sohyun bukan tipikal orang yang bisa beradu argumen dengan Chanyeol. Chanyeol selalu mempunyai sejuta alasan untuk berada di sekitarnya, oleh karena itu pertahanan terakhir yang bisa ia lakukan hanyalah diam dan menjawab sekenanya saja. Meskipun Sohyun terkadang tidak tahan untuk sekedar tertawa karena lelucon bodoh Chanyeol.

"Sayang, kau harus ganti bajumu.. aku tidak mau kau sakit." Ucap Chanyeol lembut sambil mengusap-usap rambut Baekhyun yang basah karena keringat. Untungnya keadaan Baekhyun jauh lebih baik, napasnya lebih stabil dan wajahnya tidak sepucat tadi. Namun dengan lemah Baekhyun menggeleng dan memejamkan matanya. Sedikit lagi, ia hanya butuh waktu sedikit lagi untuk mengistirahatkan paru-paru dan jantung bodohnya yang harus bekerja ekstra (untuk ukuran Baekhyun) hari ini. Sebentar lagi ia akan kembali seperti biasa dan menikmati acara kencan yang Chanyeol beri untuknya.

"Y-yeol.." ucap Baekhyun kaget saat Chanyeol mulai membuka baju seragam olahraganya, hingga ia bertelanjang dada. Baekhyun hanya bisa memalingkan wajahnya, menyembunyikan semburat merah di pipinya saat Chanyeol memandangi tubuhnya dengan tatapan lapar. Chanyeol mengambil selembar tisu yang berada di dashboard mobilnya, dan mulai menyeka keringat yang membasahi dada Baekhyun.

Chanyeol benar-benar salah dalam mengambil keputusan. Sesuatu di selangkangannya mendadak menegang melihat tubuh mulus Baekhyun yang tak henti-hentinya memberikannya godaan. Ia mengusap-usapkan tisu itu ke ceruk leher Baekhyun dengan gerakan pelan, hingga Baekhyun memejamkan mata karena sensasi tangan besar Chanyeol. Merasa tergoda dengan raut wajah Baekhyun, Chanyeol mencondongkan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibir mungil Baekhyun. Chanyeol selalu berpikir bahwa bibir Baekhyun mempunyai semacam magnet yang sangat cocok dengan miliknya.

Maksud hati hanya mengecup, Chanyeol sedikit memberikan lumatan pada bibir bawah Baekhyun. Tangan besar itu tak henti-hentinya mengelus permukaan kulit leher Baekhyun yang terbuka, memberikan sensasi hangat yang semakin menjalar ke bagian sensitif laki-laki mungil itu.

Chanyeol dengan lapar menghisap bibir mungil itu, bahkan ia melibatkan lidahnya. Dengan senag hati Baekhyun membuka kedua bibirnya agar lidah Chanyeol bisa bermain dengan miliknya. Ia benar-benar menginginkan semua ini, ia rindu sentuhan erotis Chanyeol. Tangan Chanyeol dengan lihai menurunkan celana olahraga Baekhyun hingga keadaan Baekhyun telanjang total.

"Mmhh.. yeolhh" desah Baekhyun sambil meremas rambut Chanyeol keenakan saat Chanyeol meraba-raba lembut selangkangannya. Chanyeol benar-benar tahu titik lemahnya dan itu merupakan sebuah keuntungan bagi Baekhyun. Tangan besar itu telah menyelinap ke bagian bawah tubuhnya dan meremas bongkahan pantat kenyal Baekhyun dengan penuh nafsu. Chanyeol sangat memuja keindahan pantat sintal pacarnya yang selalu membuat dirinya terangsang. Sentuhan Chanyeol benar-benar menyihir tubuh Baekhyun, ia merasa tubuhnya sangat ringan dan melupakan keadaannya yang sebelumnya seperti orang sekarat.

Chanyeol terus menarik tengkuk Baekhyun untuk memperdalam ciuman. Lidah mereka beradu, Chanyeol bahkan menghisap lidah Baekhyun dengan nafsu sampai terdengar suara kecipak basah dari saliva mereka. Laki-laki mungil itu ikut mengambil alih permainan dengan membuka resleting jaket Chanyeol secara paksa, lalu membuka jaket itu hingga menyisakan kaus tanpa lengan Chanyeol. Dengan tergesa-gesa Chanyeol membuka ikat pinggangnya. Ia tidak dapat menunggu, dirinya benar-benar merindukan sosok Baekhyun, sebagaimana penisnya merindukan lubang sempit pacar nya itu.

Namun baru saja ia ingin menurukan celana jeansnya, sebuah suara menginterupsi kegiatan panas mereka.

"L.. lebih baik.. a-aku naik bus saja. A.. aku tidak ingin mengganggu kalian."

Chanyeol benar-benar lupa bahwa ada orang lain di mobilnya, dan orang itu adalah Kim Sohyun. Chanyeol benar-benar ingin menenggelamkan dirinya ke Samudera Pasifik saat menyadari bahwa Sohyun melihat semua adegan nya dengan Baekhyun. Ia melepaskan ciuman panasnya dengan Baekhyun dan merapikan kembali ikat pinggang serta jaketnya.

Mendengar ada suara perempuan di jok belakang, Baekhyun segera menengok ke belakang dan mendapati sosok yang begitu mengganggu hubungan mereka tengah duduk dengan kepala menunduk. Sohyun menggenggam pegangan pintu siap untuk keluar dari mobil Chanyeol.

"Kenapa.. kau mengajak Sohyun, Park Chanyeol?!" pekik Baekhyun tidak terima. Di saat fisik nya yang sudah mulai membaik, bisa-bisanya Chanyeol mengajak mantan pacarnya ikut dalam acara kencan mereka. Baekhyun benar-benar merasa seperti dihempaskan ke tanah. Apakah di dalam kepala Chanyeol benar-benar terdapat otak? Kemana kepintaran yang selalu ia agung-agungkan itu? Baekhyun hanya ingin berdua dengan Chanyeol! Kenapa Chanyeol mengajak perempuan benalu itu?

"Yeol!" bentak Baekhyun dengan suara parau karena Chanyeol tak kunjung menjawab pertanyaan nya. Chanyeol hanya memberikan pandangan secara bergantian pada Sohyun dan Baekhyun sambil meggaruk-garuk bagian belakang telinga lebarnya.

"Sohyun hanya menumpang sampai ke toko buku, sayang. Tidak lebih.."

"Apa kaki-kaki nya tidak bisa berfungsi?! Apa dia tidak tahu ada alat transportasi bernama bus atau taksi? Apa kau lebih memedulikan keadannya dari pada nasib hubungan kita? " ucap Baekhyun sarkatis. Ia melirik Sohyun sinis dari kaca.

Chanyeol mencoba menggenggam tangan Baekhyun yang sedang menatapnya marah. Sementara Sohyun hanya bisa menunduk karena tidak tahu harus berbuat apa. Sohyun benar-benar menyesal telah mengikuti permintaan bodoh Chanyeol sehingga membuat pertengkaran di antara sepasang kekasih di hadapannya.

"Aku hanya membantunya, sayang.. ku mohon jangan seperti ini. Apa kau ingin merusak rencana kencan kita?" tanya Chanyeol dengan nada memelas. Baekhyun membelalakkan matanya. Ia kaget mendengar lontaran kata dari bibir Chanyeol. Chanyeol bilang dirinya ingin merusak kencan mereka?! Lalu atas inisiatif siapa untuk mengajak perempuan benalu itu dan merusak suasana mereka?

"Tadi kau hampir memasukkan penismu ke dalam lubangku! Lalu siapa yang kau maksud merusak suasana? Aku atau mantanmu itu, hah?!"

"Baek!"

"Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Apa kau ingin kembali pada cinta pertamamu itu?!"

"Sudahlah, Yeol, aku bisa pergi sendiri.."

Dengan kalut Chanyeol menyalakan mesin mobilnya dan menarik tuas gigi dengan kasar. Ia menginjak pedal gas dengan keras sehingga menimbulkan suara decitan yang memekakkan telinga. Chanyeol benar-benar merasa seperti orang bodoh di antar Baekhyun dan Sohyun. Ia sendiri tidak mengerti kenapa ia bisa mengajak Sohyun dan berlagak memberi tumpangan pada perempuan itu. Namun ia tidak tega melihat Sohyun yang kelelahan harus berdesakkan di dalam bus. Sohyun termasuk berasal dari keluarga berkecukupan, namun kali ini supirnya tidak bisa menjemput karena harus mengantar sang ayah ke bandara.

Baekhyun hanya bisa menggigiti kuku-kukunya kesal, ia berusaha menahan tangisannya agar tidak terlihat lemah di depan Sohyun. Namun air mata itu terus mendesak keluar karena emosi yang menguasai dirinya. Dengan menggigit bibir ia mencoba mengambil sweater dan celana pendeknya dari dalam ransel. Ia memakai semuanya sambil menunduk menahan tangis dan emosinya. Tangannya benar-benar gatal untuk mendorong Sohyun ke tengah jalan raya.

"Tidak usah menangis, Byun Baekhyun. Kau bukan anak kecil lagi." Kata Chanyeol yang tetap terfokus lurus pada jalanan di depannya. Rahangnya mengeras saat mendengar isakkan kecil Baekhyun. Ia tidak suka dengan sifat cengeng Baekhyun, padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun.

Mendengar kata-kata Chanyeol, membuat Baekhyun harus menggigit lengan sweaternya unntuk meredam suara tangisannya. Ia menatap Chanyeol nanar dan tidak percaya. Bukankah tadi ia bersikap lembut padanya? Kemana Chanyeolnya yang dulu? Mengapa setiap Sohyun berada di sekitar mereka, Chanyeol menjadi pribadi yang berbeda? Kenapa Chanyeol tidak ingin menunjukkan sikap manisnya di depan Sohyun? Kenapa ia merasa Chanyeolnya berubah? Seperti Chanyeol ingin menunjukkan pada Sohyun bahwa hubungan mereka tidak semanis yang sebenarnya?

"K-kalau kau.. hiks.. tetap mengajaknya, lebih baik.. hiks.. turunkan aku disini!"

Tangisan Baekhyun pecah. Ia benar-benar kesal dan juga takut dengan sikap Chanyeol seperti ini. Selama ini Chanyeol tak pernah mengomentari ataupun mengeluh dengan sifat Baekhyun. Bahkan Chanyeol bilang ia menyukai wajah Baekhyun yang sedang merengut atau menangis karena terlihat menggemaskan.

Mengapa sejak kehadiran Sohyun semua yang Baekhyun lakukan selalu salah di mata Chanyeol? Haruskah Baekhyun mengambil langkah untuk menjauhkan Chanyeol dari Sohyun?

.

.

.

.

.

Ckiittt

"Apa yang kau bicarakan, Byun Baekhyun?"

Tiba-tiba Chanyeol menginjak pedal rem secara mendadak mendengar ucapan Baekhyun, membuat Sohyun hampir terantuk kepala jok yang didudukki Baekhyun. Chanyeol mengacak rambutnya frustrasi dengan sikap kekanakan Baekhyun. Baekhyun adalah tipikal orang yang tidak pernah berpikir sebelum berbicara, sedangkan Chanyeol adalah kebalikannya. Chanyeol yang dewasa dan Baekhyun yang kekanakan. Terkadang perbedaan itu memberi keuntungan, namun jika Chanyeol sedang lelah, ia takkan segan-segan memarahi Baekhyun. Sama seperti sekarang.

"Aku mau pulang saja! Kenyataannya kau tidak bisa memilih hal yang sekecil ini bukan?" jawab Baekhyun sambil menyampirkan ranselnya di bahu. Walaupun bibirnya berkata demikian, namun berat bagi Baekhyun untuk membatalkan acara yang sudah ia tunggu sejak semalaman. Hatinya terlanjur sakit dengan ketololan Chanyeol. Ia pikir ia akan mendapat kencan romantis seperti pasangan pada umumnya. Ia pikir ia akan melewati malam di dalam dekapan erat Chanyeol. Nyatanya berharap terlalu tinggi membuat Baekhyun menjadi terhempas dan terluka.

BLAMMM

Baekhyun membanting pintu itu dan memandangi sosok Chanyeol dari luar jendela. Membiarkan Chanyeol berdua bersama mantan pacarnya seperti nya bukan hal yang tepat. Tetapi Baekhyun benar-benar tidak bisa dengan kehadiran Sohyun. Chanyeol selalu menyudutkan dirinya di depan Sohyun, dan Baekhyun tidak terima.

Mulai sekarang ia harus kuat. Ia tidak mau tersenyum dan memaafkan kesalahan Chanyeol begitu saja. Baekhyun tahu Chanyeol akan terus bertindak seenaknya dan tidak akan pernah sadar jika Baekhyun hanya menerima semua perlakuan Chanyeol yang keterlaluan.

Ia juga ingin kuat mempertahankan Chanyeolnya, untuk itu ia akan bertindak tegas. Baekhyun tidak ingin kehilangan sosok laki-laki yang membuatnya jatuh cinta sebegitu dalamnya. Ia ingin berusaha. Baekhyun yakin usahanya itu pasti akan membuat Chanyeol lebih mencintainya.

"Kau begitu bodoh, Park Chanyeol.." bisik Baekhyun saat kaki-kakinya mulai meninggalkan mobil Chanyeol. Ia mencoba menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya dan menghela napasnya kasar. Laki-laki mungil itu mengepalkan tangannya mantap, mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa hari ini adalah hari terakhir baginya untuk menjadi lemah.

Baekhyun berbalik dan memandangi mobil hitam Chanyeol yang berjalan semakin menjauh. Baekhyun hanya bisa terdiam dan tersenyum pelan mengingat kata-katanya tadi.

Chanyeol begitu bodoh, memang..

Chanyeol tidak pernah peka dan sadar bahwa ada orang yang sangat mencintainya..

Chanyeol yang terlalu bodoh untuk mendekati kembali orang yang pernah membuatnya terluka..

Namun ternyata orang paling bodoh di antara mereka adalah dirinya sendiri, Byun Baekhyun..

Yang selalu berharap semua akan kembali seperti mereka yang seharusnya,

Yang selalu menunggu dan tersenyum saat Chanyeol menatapnya lembut,

Yang selalu mengerti dengan semua kesibukan Chanyeol,

Yang selalu bersabar dengan ketidak pekaan laki-laki culun itu,

Baekhyun yang tidak pernah berhenti mencintai orang bodoh seperti Chanyeol..

.

.

.

.

to be continued


Apa yang bakal Chanyeol lakuin karna ditinggal berduaan sama Sohyun? Apa Chanyeol bakal dateng buat minta maaf?

semangat baek semangat mempertahankan chanyeol! /bawa pom pom/ saya ngerasa di chapter ini puitis sekali /? wkwk kasian baek udah seneng2 diajak jalan2, ternyata chanyeol malah numpangin sohyun :((

liat di review banyak yang nyaranin putus sama ngata2in chanyeol bikin saya bahagia :''')) terus review ya! bisa juga kasih masukan :3

Oiya yang mau ngobrol2 lebih banyak bisa PM saya XD wkwk /lirik B for C /

DON'T FORGET TO REVIEW, FAVORITE, AND FOLLOW YEAAAAAH :*