Yuki : Chapter 2 akhirnya selesai!

Kushina : Bukannya belajar, malah bikin fanfiction. Padahal kan kamu ada ujian agama, untung aja tadi gak jadi ujian dan di ganti jadi minggu depan.

Minato : Seharusnya kamu belajar dengan giat

Yuki : Aku jadi di demo habis-habisan T_T Kalian kek mama ama bapa wa aja.

Kushina : Ogah punya anak kek kamu

Yuki : Sakit T_T

Minato : Ya udah mana skripnya? Mulai aja yok!

Yuki : Okay!


Pagi di kediaman Namikaze..

Sinar matahari masuk ke kamar gadis bernama Kushina Uzumaki, burung berkicauan seperti memanggil gadis itu bangun. Dengan perlahan ia membuka kelopak matanya. Ia merenggangkan otot-ototnya dan berjalan ke kamar mandi dengan mata tertutup.

Baru nyampek di depan kamar mandi aja uda tdi samperin tembok.

Duk!

" Adu! Tembok bodoh! " Kushina memukul tembok tersebut lalu pergi mandi.

Yuki : Sendiri yang salah salahin tembok.
Kushina : Yang bikin cerita kan kamu -,-

Chapter 2 : Interesting

Ia menggosok giginya dan pergi mandi, ia tidak mencuci rambutnya. Saat ia keluar Kyuubi sudah tidak ada, ia sudah di bawa Haruka untuk di mandikan.

Kushina menghela nafas dan mengambil baju kemeja berwarna putih polos dan celana jeans selutut. Ia memakai celananya dulu lalu ia memakai bajunya. Tiba-tiba..

Kret!

Pintu Kushina terbuka, padahal Kushina belum berpakaian sepenuhnya. Masih ada beberapa kancing yang belum terkancing.

" MESUM! " Kushina langsung mengambil apapun yang bisa di ambilnya dan melemparkannya kepada Minato. Sialnya.. Ternyata yang terambil Kushina adalah hairdryer yang semalam di berikan oleh Minato sendiri.

" Tunggu sebentar! Ini bukan seperti yang kau pi- AU! " Ia tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, kepalanya sudah terbentur hairdryer itu.

" Sshh.. " Minato meringis kesakitan saat Kushina berusaha menutupi jidat nya dengan handyplas (atau apa la namanya)

" S-siapa suruh kamu masuk ke kamar ku tampa permisi ttebane! " Kushina berusaha mengatakan pada dirinya sendiri kalau ia tidak bersalah.

" Kamu tidak mengunci pintumu tau! " Minato juga ikut berusaha untuk merasa tidak bersaalah.

" Dasar bodoh! " Kushina mendelik tajam ke arah Minato, Minato juga melakukan hal yang sama.
" Dasar ceroboh! "

Minato berjalan ke arah pintu. Saat membuka pintu dan hendak keluar, Kushina membalas nya lagi.

" Jelek! "
Minato menoleh ke belakang dan kembali mendelik tajam kepada Kushina.
" Kamu juga jelek! "
" Ih! Kamu lebih jelek! "

Kushina menjulurkan lidahnya, Minato melakukan hal yang sama.
Sekarang mereka benar-benar terlihat seperti anak 5 tahun yang sedang bertengkar.

Minato menututup pintunya. Kushina berjalan menuju ke cermin untuk menyisir rambutnya.

Ia terlihat senyum-senyum sendiri mengingat pertengkaran mereka.
'Ya ampun! Kok aku bisa sih berantem sampek kek gitu? Kek anak tk aja ttebane'

Kushina menuruni tangga menuju ke bawah untuk sarapan. Minato sudah duduk di meja makan, dan sama sekali tidak mau melihat ke arah Kushina, berlagak seperti sedang merajuk. Jiraiya tampak menahan tawa.

" Apa yang kamu lemparkan ke Minato sampai kepalanya bisa.. Seindah ini? " Jiraiya kembali menahan tawanya. Kushina menggaruk belakang kepalanya sambil tersenyum gugup.

" Hairdryer.. " Kushina terkekeh pelan sambil tersenyum gugup ke arah Minato, sedangkan Jiraiya tertawa terbahak-bahak. Minato mendengus kesal, kepalanya masih terasa sakit. Kushina berjalan ke meja makan dan duduk untuk memakan sarapan bersama.

" Kita berangkat dulu! " Mereka berangkat ke sekolah dengan berjalan, kampus tidak terlalu jauh dari rumahnya. Minato menutup pintu dan langsung berjalan sedikit cepat. Kushina sedikit berlari untuk mengejarnya, tapi sampai tengah jalan Kushina tersandung batu dan jatuh.

" Adu! Kakiku.. " Rintih Kushina pelan, Minato menoleh ke belakang dan segera menghampiri Kushina.
" Kamu tidak apa-apa? " Minato tampak khawatir, lalu Kushina tertawa.
" Kamu harus melihat wajah mu tadi ttebane! Hahaha! " Kushina kembali tertawa. Minato berdiri dan melihat ke arah lain.

" Eh, jangan gitu dong! Iya deh.. Aku minta maaf, memang salahku karena lupa mengkunci pintu kamar ku ttebane "
" Boleh saja aku memaafkan mu, tapi ada satu syarat " Minato tetap tidak melihat ke arah Kushina.

" Syarat apa? "
Minato akhirnya melihat ke arah Kushina dan tersenyum licik, lalu menunjuk pipi kirinya.
" Cium dulu.. "
" Apa?! Enak aja! He! Aku kenal kamu baru 1 hari ya, uda sesuka jidat mu minta di cium! " Seru Kushina di tengah jalan sampai beberapa orang yang lewat melihat ke arahnya.

" Kalo gak mau ya sudah.. " Jawab Minato santai sambil berjalan pergi, Kushina berlari mengejarnya dan berhenti di depannya.
" Dasar! Ya sudah la! " Jawab Kushina sambil cwmberut, sedangkan Minato tersenyum.

Kushina sedikit menjinjit karena Minato lebih tinggi dari padanya. Kushina mencium pipi kiri Minato singkat dan langsung berjalan pergi dengan kesal.

Minato tertawa geli melihatnya, di otak nya ia sudah mempunya cara lain untuk menjahili perempuan berambut merah tersebut. Minato mengejarnya dan berjalan di sampingnya, Kushina memalingkan muka tidak mau melihat Minato.

" Lah.. Kushina mau aku cium juga? " Minato tersenyum miring, Kushina menatap Minato dengan warna terbelalak, mukanya sudah semerah wajahnya.

" OGAH! " Suara cetar(?) Kushina membuat semua orang menutup telinga mereka termasuk Minato.

Saat sampai di depan gerbang Konoha High School, Kushina tampak berhenti berjalan, ia tampak gelisah. Kushina hanya menatap ke bawah tidak berani melihat orang-orang di sekeliling mereka.

" Bagaimana kalau tidak ada yang mau jadi teman ku? Bagaimana kalau mereka semua membenci ku ttebane? " Tanya Kushina dengan suara yang terdengar gelisah. Minato tersenyum lembut kepada Kushina dan memegang kepala Kushina.

" Tak apa.. Cepat atau lambat kamu akan mendapat teman.. " Minato berkata lembut kepada Kushina. Kushina mengangkat kepalanya dan menatap Minato yang sedang tersenyum kepadanya, Kushina membalas senyuman Minato. Mata violet Kushina menatap mata biru Minato cukup lama sampai-sampai..

" MINATO! " Teriakan dari segerombolan perempuan terdengar dari kejauhan menghancurkan momen mereka. Kushina tersentak dan melihat ke arah sumber suara lalu melihat ke arah Minato. Minato tiba-tiba menarik tangan Kushina.

" Lari! " Minato langsung berlari sambil menarik Kushina.
" Ha?! Apa-?! " Kushina langsung di tarik Minato dengan paksa. Mereka berdua berlari sampai ke suatu ruangan. Minato langsung menarik Kushina masuk dan mengunci pintu nya.

Minato mengintip dari jendela kecil di pintu ruangan itu.
" Yokata.. (Untunglah) " Minato menghela nafas.
" Sugoi! (keren!) "
Minato menoleh ke belakang dan mendapati Kushina sedang melihat-lihat ruangan itu, padahal mereka berada di gudang berdebu yang biasanya tempat paling di benci para perempuan.

" Kamu perempuan pertama yang mengatakan itu.. " Minato tersenyum sambil sweatdrop, Kushina melihat ke arah Minato.
" Tadi mereka siapa? Fansclub ya? " Tanya Kushina dengan wajah polos. Minato menghela nafas lagi.
" Ya.. Mereka sangat mengganggu.. " Minato menggaruk belakang kepalanya.
" Baiklah! Ayok antar aku ke kelas! Aku sudah tidak sabar mau melihat kelas yang aku masuki ttebane! " Kushina langsung keluar dari ruangan dengan penuh semangat, Minato tersenyum pasrah dan mengikutinya.

" Kelasku di lantai berapa? " Kushina bertanya saat mereka berdua berjalan.
" Di lantai 2, sama dengan ku.. " Minato tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu.
" Apa senyum senyum ttebane? " Kushina sewot.
" Bah! Senyum aja gak boleh? "
" Gak ada yang bilang gak boleh! " Kushina kembali sewot dan terus berjalan.

Akhirnya mereka berhenti di depan suatu kelas, pintu nya tertutup, pintu geser.

" Ini kelas ku? " Tanya Kushina saat berhenti.
" Kelas kita.. " Jawab Minato santai. Kushina terkejut.
" Apa?! Sama kelas denganmu ttebane?! " Kushina langsung menunjuk Minato dengan jari telunjuknya.
" Kenapa? Senang? " Goda Minato sambil tersenyum miring.
" Gak la yau " Kushina langsung membuka pintu kelas, semua orang melihat ke arah Kushina. Kushina tersentak dan menunduk.

" Kamu duduk dengan ku saja ya.. " Minato langsung menarik tangan Kushina ke tempat duduk paling sudut belakang dekat jendela. Kushina mendapat delikan tajam dari para fans Minato.

Satu meja di duduki 3 orang. Di samping tempat duduk Minato terdapat Fugaku, mereka adalah teman yang baik. Minato duduk di tengah, Fugaku di sebelah kiri sedangkan di kanan dekat jendela tidak ada orang.

" Sana berkenalanlah dengan nya.. " Minato berbisik kepada Kushina.
" Apa?! Aku tidak bisa.. Aku gugup.. ttebane " Jawab Kushina masih dengan bisikan. Minato langsung mendorong Kushina dari belakang dan akhirnya Kushina pasrah.

" Hai "
" Hn " Fugaku ternyata tidak seramah yang di kira Kushina.
" Uumm.. Namaku Kushina Uzumaki, namamu? " Kushina tersenyum gugup, sedangkan Fugaku sama sekali tidak menoleh ke dia.
" Fugaku Uchiha " jawabnya singkat. Kushina mengangkat satu alisnya.

" Baiklah.. Senang bertemu dengan mu.. " Kushina mencoba sekali lagi.
" Hn " tetapi ia kembali mendapat jawaban yang gak jelas dari Fugaku.

Kushina duduk di samping Minato dan berbisik kepadanya.
" Sebenarnya dia bisa bicara atau tidak ttebane? "
Minato tersenyum, ia mengerti bagaimana perasaan Kushina saat ini, dulu ia juga mengalami apa yang di alami Kushina sekarang dulu.

" Tak apa.. Bersabarlah.. Dia baik jika kamu sudah mengenalnya lebih jauh. Jika kamu sudah di anggap teman baginya, dia akan berbicara lebih banyak "
Kushina hanya mengangguk dan akhirnya bel berbunyi.
Sensei mereka memasuki kelas. (Gak tau mau kasih nama apa -")

" Hari ini kita kedatangan murid baru.. Kushina bisakah kamu memperkenalkan dirimu? " Tanya sensei berambut panjang itu.
Kushina tersentak saat mendengar kata-kata dosen mereka. Ia meremas tangan Minato sampai ia meringis.

" Adu adu.. Perkenalkan saja.. selow selow " Minato berusaha menenangkan perempuan bertenaga besar itu. Akhirnya Kushina melepaskan genggaman nya dan berdiri, semua orang melihatnya.

" Halo semuanya.. Namaku Kushina Uzumaki, aku datang dari Whirlpool dan sekarang.. Aku tinggal di sini.. " Kushina sedikit menunduk, suaranya agak kecil dan ia melirik ke semua orang yang melihatnya

" Terima kasih nyonya Uzumaki.. Minato! Bawalah Kushina untuk berkeliling di Universitas ini! " Sensei menunjuk Minato, Minato berdiri dan mengangguk. Ia berjalan duluan ke pintu dan menoleh untuk melihat Kushina masih berdiri di sana.

" Apa yang sedang kamu pikirkan Kushina? "
Kushina tersentak.
" Eh? Iya iya.. ttebane " Ia langsung keluar dari tempat duduk nya untuk menghampiri Minato. Tetapi sampai di tengah jalan, Kushina kembali tersandung dan jatuh ke lantai.

Semua murid tertawa, Minato juga ikut tertawa pelan oleh kecerobohan Kushina. Kushina kembali berdiri dan berjalan ke arah Minato.

Saat mereka sudah berada di luar kelas, Kushina mengehela nafas. Minato melihatnya sambil tersenyum licik ke arah Kushina.
" Kushina benar-benar kikuk " Minato tertawa. Kushina memukul bahunya sekuat tenaga.
" Minato no baka! (Minato bodoh) " seru Kushina saat mereka berjalan.

" Oh gitu? Jadi mau ku cium nih? "
" KAGAK! "

Mereka sekarang sudah berada di lantai 3, Minato memperlihatkan ruangan-ruangan satu demi satu sampai ada satu pintu yang membuat Kushina penasaran.

" Ini ruangan apa? " Tanya Kushina dengan penasaran.
" Ini? Ini ruangan khusus club musik "
Kushina mengangguk dan menunjuk pintu di sampingnya.
" Kalau itu? "
" Club Acting "

" Kushina mau daftar? " Minato benar-benar ingin Kushina mendaftar.
" Aku? Daftar Club Musik? Hahahaha! Jangan bergurau! Menyanyi saja aku tidak pernah ttebane! " Kushina tertawa terbahak-bahak.

" Mana tau suaranya mu bagus.. "
Sebenarnya Minato sangat yakin kalau suara Kushina bagus.
" Hhmm mungkin lain kali ttebane " Kushina mengangkat bahu nya.

KRING!

Ternyata tidak terasa lonceng istirahat sudah berbunyi. Kushina turun ke lantai 1 dan berhenti di depan mesin minuman. Ia memasukkan uangnya dan hendak menekan sebuah tombol untuk minuman kesukaannya, jus cherry.

Tetapi sayangnya, akibat kecerobohannya, Kushina salah menekan tombol. Ia menekan tombol minuman kopi, minuman yang paling di bencinya.

" Alamak! Malah kopi pulak adu ttebane! " Kushina membungkuk untuk mengambil kopi itu, Kushina membukanya.
" Sedikit saja tidak apa-apa " gumamnya pelan dan meminum sedikit kopi itu.

Matanya terbelalak dan dia memuntahkan isi mulutnya pada 'tempatnya' yaitu lantai. Kushina melihat ke kopinya pasrah, tidak mungkin ia buang, Kushina bukan orang yang boros. Jadi bagaimanapun caranya kopi itu harus habis diminum.

Minato melihat Kushina sedang bersandar di dinding dari kejauhan.
" Kushina! " Minato melambaikan tangan ke arah Kushina dan mendekatinya.
" Oh Minato! Kamu baru dari mana? " Tadinya Kushina ingin turun bersamanya, tetapi ia di panggil guru.

" Tadi aku di suruh bantuin angkat barang "
" Oh.. " Kata Kushina sambil kembali meminum kopi nya, kali ini ia berhasil menelannya. Minato tidak dapat menjelaskan betapa imutnya wajah Kushina saat menahan pahitnya kopi itu.

" Pahit ttebane.. "
Minato tidak menjawab, ia hanya tersenyum lembut ke arahnya. Kushina cemberut.
" Senyam senyum! Nih bantuin aku minum aja! " Seru Kushina.
" Eh tapi kan- " Mulut Minato sudah di masukan minuman kopi itu, matanya terbelalak. Sedangkan Kushina tertawa melihat ekspresinya, Kushina masih sangat polos sampai tidak mengerti apa maksud ekspresi Minato.

'Ciuman tidak langsung..' Wajah Minato sedikit memerah saat memikirkan itu.

" Hari yang melelahkan.. " Minato menghela nafas.
" Tepatnya hari yang sial.. " Sambung Kushina.
Sekarang mereka sedang berjalan pulang, jam tangan Minato menunjuk pukul 03:00.

" Aku salah menekan tombol sampai harus menghabiskan kopi yang rasanya pahit itu, aku jatuh di kelas dan yang paling sialnya aku di tertawakan orang-orang. Tidak bisakah lebih sial lagi ttebane? " Jelas Kushina panjang lebar, Minato hanya mengangguk setuju.

Tiba-tiba jawaban Kushina terjawab, dari belakang seorang laki-laki menabraknya dan membuat ia jatuh, satu kali lagi. Tapi kali ini, tas ranselnya juga ikut terjatuh dan terpijak laki-laki itu.

" Hei! Apa-apaan ini?! Ini bukan jalan nenek moyang mu! Uda nabrak orang! Tas ku kau pijak lagi ttebane! " Kushina benar-benar sudah habis kesabaran dan berubah menjadi Habanero mode.

" Maaf.. K-kabur! " Laki-laki itu lari. Minato membantu Kushina dengan mengambil tas, lalu ia membungkuk untuk membantu Kushina berdiri.
" Ya.. Setidaknya keadaan tidak bisa semakin buruk ttebane "

Di saat itu juga mereka mendengar gemuruh dan turun hujan.
" Agh! Tentu saja bisa.. " Keluh Kushina.

Mereka berdua berjalan menuju halte bus di dekat mereka.

Beberapa menit sudah berlalu tetapi hujan masih belum berhenti.
Hujan terus turun deras, mereka tidak dapat melihat jalan dan suhu sangat dingin. Terutama mereka masih basah.

Kushina mengigil dan terus menghembuskan nafas yang hangat ke tangannya.
" Hujan nya tidak berhenti-berhenti ya.. " Minato membuka percakapan.
" Ya.. Sungguh menyebalkan ttebane! " Kushina memandang lurus ke depan. Ia tiba-tiba berdiri.

" Aku mau pulang! Tidak mungkin kita terus di sini iya kan? " Kushina langsung berjalan menuju rumah dengan perlahan.
" Kushina.. "
Minato mengikutinya dari belakang untuk berjaga-jaga, mana tau ada bahaya.

Akhirnya mereka sampai ke rumah, dengan keadaan basah kuyup.

" T-t-tadai-m-ma "
Mereka berdua gemetaran karena dingin.
" Astaga! Ada apa kalian? " Jiraiya terlihat kaget melihat mereka berdua basah kuyup.
" Aku lupa bawak payung " Minato menggaruk belakang kepalanya.

" Kalau begitu sekarang pergi dan ganti baju! " Seorang perempuan muncul entah dari mana membuat Minato kaget.
" Bi..bi? "
" Sudah lama ya bocah, sekarang kamu sudah tumbuh besar " dialah bibi Minato, Tsunade. Ia pergi ke luar negri untuk bekerja beberapa tahun lalu. Tetapi satu minggu yang lalu ia di pecat dari pekerjaannya, ia memutuskan untuk kembali tinggal bersama mereka.

Jiraiya sudah menjelaskan segalanya soal kedatangan Kushina.

" Ya.. Akan sangat menyusahkan kalau kalian sakit " muncul lagi seseorang yang membuat Minato tambah melongo, Fugaku.

" F-fu-fugaku? "
" Mulai hari ini aku tinggal di sini.. " Jawab Fugaku santai.
" APA?! " Seru Minato dan Kushina bersamaan.

" Oh.. Wakata (Aku mengerti) " kata Kushina.
" Baguslah.. "

Fugaku sudah menjelaskan semuanya. Jiraiya mengajak Fugaku untuk tinggal bersama karena Fugaku tinggal sendirian di apartemen. Kamar di rumah Namikaze masih tersisa 2 di lantai 3, jadi mulai sekarang kamar Fugaku berada di lantai 3.

Minato dan Kushina juga sudah menukar baju menjadi pakaian biasa. Sekarang mereka sedang duduk di sofa, di ruang tamu. Kyuubi dan Kiiroi juga berada di sana, mereka sedang bermain-main.

" Akhirnya anjing mu mendapat jodoh juga " suara Fugaku terdengar datar seperti mayat hidup.
" Jodoh? Entahlah.. Itu pilihan Kyuubi " Minato menjawab dengan santai.
" Keren juga kalau anjingku benar-benar berjodoh dengan Kiiroi! Aku ingin mempunya anjing-anjing kecil ttebane " Kushina menyeringai.

Mereka berbincang-bincang cukup lama. Tak terasa waktu sudah malam.

" Tuan. Makan malam sudah selesai " Hikaru membungkukkan badan, ia adalah kembarannya Haruka. Mereka berdua masih berumur 19 tahun.

Mereka bertiga berjalan ke meja makan dan makan malam bersama. Setelah selesai mereka semua langsung pergi ke kamar masing-masing.

Di kamar Kushina..

Sudah cukup lama Kushina mencoba untuk tidur, tapi tidak berhasil-berhasil. Ia melihat ke arah hp nya, entah kenapa ia sangat ingin mengirim sms kepadanya.

Kushina meraih hp nya yang cukup sederhana yaitu hp flip, tanpa kamera. (Gak bisa selfie dong). Ia menekan.
'Mina-kun. Kamu sudah tidur?'
Kushina melihat kembali sms nya dan merasa aneh, entah dari mana kata 'Mina-kun' bisa terlintas di kepalanya. Ia hendak menghapusnya, tapi kalo gak ceroboh namanya bukan Kushina(?), ia malah menekan tombol send.
'bagus' Kushina sweatdrop

Tidak lama kemudian..

(A/N : Hp Minato itu uda yang bagus ya.. Hp samsung lol)

Minato Namikaze
Belum.. Kushina main singkat-singkat namaku segala, aku juga singkat ni ya, Shina

Kushina mengangkat satu alisnya.
'Apa-apaan ini?'

Kushina Uzumaki
Apaan tu?! Norak kali! Gak mau!

Minato Namikaze
Itu kamu juga nyingkat-nyingkat nama gua

Kushina Uzumaki
HE! Itu salah tulis! Gak sengaja ke sent

Minato Namikaze
Pokoknya sekarang aku manggil kamu Kushu-chan ya:p

Kushina Uzumaki
Gak tau la! Suka hati kepala durian mu la!

Kushina langsung menutup hp nya dan membanting dirinya ke kasur.

Ting!

Hp Kushina kembali berbunyi. Dengan terpaksa Kushina melihat kelayar hp nya, terdapat notification.

New message from Minato Namikaze : Oyasumi, Shina :)

Kushina membuka message tersebut dan membalasnya.

to : Durian Jelek
Oyasumi jelek:p

Ternyata nama contact Minato sudah di ganti oleh Kushina. Padahal sebenarnya ia tidak tau kalau nama contact nya juga sudah di ganti dengan Shina-chan

Dan ternyata hal menarik yang di katakan Minato memang benar. Hari ini.. Sangat banyak hal menarik yang telah terjadi.

My life was dull until you make it colorful
~Kushina Uzumaki diary


Yuki : Selesai sudah chapter 2!

Kushina : Author kita pantang di tiru! Masak ujian dah dekat gak tau mati!

Minato : Ntah. Nanti dah keluar hasil ujian baru banting kepala ke dinding

Yuki : Hidup itu harus banyak tantangan bro

Minato : Ini mah cari mati namanya

Kushina : Cepat sana belajar!

Yuki : Please review! Yuki kabur dulu! Jaa nee! *kabur*

Kushina : Heh! kembali kau! *ngejar*

Minato : Astaga..