Yuki : Konichiwa Minna.. Maaf ya kalo Yuki updatenya lama. Soalnya udah mau menjelang ujian PB hehehe
Kushina : Yang pentingnya lu belajar! Nanti kalo nilai mu jeblok gimana ttebane!
Minato : *ngangguk-ngangguk*
Yuki : Iya iya. Kalian aja la yang jadi mama sama papa ku *senyum-senyum*
Naruto : Hoi! Mereka mamaku dattebayo! *nongol secara tibatiba)
Yuki : Bah! Apa-apaan kamu?! Kok kamu nongol kemari? Hus hus pergi sana! Kita sudah mau mulai nih!
1
2
3
Mulai!
Tidak terasa, 2 minggu sudah berlalu sejak kedatangan Kushina ke Konoha, ke kehidupan Minato.
Beberapa hari yang lalu Kushina memasuki club acting, yang sebenarnya di paksa Minato. Dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui kalau Minato adalah ketua club tersebut.
Kushina menjadi semakin akrab dengan Minato. Kushina suka bagaimana Minato tidak suka mengkritiknya dan tidak bersikap fake friend kepadanya. Tetapi, kadang Kushina membencinya saat Minato terus menggodanya.
Fugaku juga sudah lebih adaptasi dengan Kushina. Walau mereka berdua sering bertengkar, Fugaku sudah berbicara lebih banyak ke Kushina.
Sedangkan Minato, ia suka sikap Kushina yang apa adanya di depannya. Kushina juga tidak banyak macam dan selalu berusaha untuk tidak menyusahkan Minato.
Tetapi..
Di samping itu..
Minato masih memendam rasa sakit di hatinya. Rasa sakit saat kedua orang tuanya di bunuh, masih ia pendam sampai sekarang.
Dia selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kematian kedua orang tuanya.
Setiap hari..
Ia hanya memasang wajah ceria di depan orang-orang.
Tetapi setiap malam telah datang..
Di saat itulah penderitaannya di mulai.
Tidak ada bedanya dengan malam ini..
Minato membuka shower di kamar mandinya, ia hanya berdiri tertunduk di sana.
Air hangat membasahi seluruh tubuhnya.
Ia tersenyum pahit mengingat masa-masa bahagia, air mata mulai mengalir di matanya.
Ia mengangis..
Tetapi tidak ada yang pernah menyadari itu.
Setelah makan malam bersama, ia kembali ke kamarnya dan menutup lampu.
Ia duduk di meja belajarnya dengan sebuah buku di tangannya, ternyata kumpulan foto masa kecilnya bersama orang tuanya.
Ia membuka halaman demi halaman.
Air mata kembali berjatuhan..
'Seberapa keraspun aku berusaha melupakan memory pahit ini.. Hati ku akan tetap mengingatkanku kalau.. Aku tidak bisa bersama kalian lagi'
Minato benar-benar hancur di malam yang sunyi itu.
Chapter 3 : Bad Memory
" Tou-san? Kaa-san? " Ucap seorang anak kecil berambut jabrik.
Ia tidak bisa melihat apa-apa, semuanya gelap.
" Minato.. Minato.. " Sebuah suara yang lembut memanggil Minato.
" Kaa-san? "
Cahaya mulai muncul dan Minato dapat melihat kedua orang tua nya berada agak jauh darinya.
Ia ingin berjalan ke tempat mereka tetapi ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
Ayah dan ibunya tampak tersenyum kepadanya.
Tiba-tiba anak itu melihat tiga orang berdiri di belakang orang tuanya dengan pisau di tangan mereka.
Anak itu tidak sempat berkata apa-apa, orang tuanya sudah di tusuk dari belakang.
Darah bercucuran keluar dari punggung kedua orang tuanya, mereka tergeletak tidak berdaya.
Orang-orang itu menusuk belakang punggung mereka berkali-kali di depan mata anak kecil itu.
" Kaa-san! Tou-san! "
Ia terus memberontak untuk bergerak tapi tidak ada gunanya, ia tidak bisa bergerak.
" KAA-SAN! TOU-SAN! "
Minato membelalakkan matanya, ia melihat ke langit-langit rumah.
'Hanya mimpi'
Tetapi mimpi yang ia dapatkan hari ini sangat berbeda, mimpi kali ini terlihat sangat nyata.
Ia lalu berjalan ke kamar mandi.
SSSHHH!
Minato membuka showernya, ia hanya berdiri di sana membiarkan air membasahinya.
'Mimpi itu.. Terasa sangat berbeda. Itu terasa sangat nyata, ada apa dengan diriku?'
Lalu ia menggosok giginya.
Setelah mandi ia menukar bajunya untuk pergi ke sekolah.
Minato berjalan ke bawah dan ternyata semua orang sudah berada di sana.
Minato memaksakan senyumannya, tidak ada yang menyadari kalau itu senyuman palsu.
Hanya Kushina yang merasa curiga kepada Minato.
Mereka memakan sarapan mereka dan berangkat ke sekolah.
Di sepanjang jalan mereka bertiga diam(Fugaku, Minato, Kushina)
Biasanya Minato akan tetap mengjahili Kushina, tetapi dari tadi ia terus melihat ke bawah dengan pandangan kosong.
Kushina menatapnya, mencoba mencari tau apa yang sedang ia rasakan.
Saat di pelajaran di kelas..
Minato tetap saja diam, Kushina mulai tidak sabar.
" Minato "
" Hm? " Minato mencoba memasang senyuman palsu, lagi.
Kushina menatapnya dengan curiga.
" Kamu kenapa sih? Dari tadi pagi kamu diam terus "
" Aku tidak apa-apa "
" Bohong " Kushina menatapnya lekat-lekat.
" Tidak " Minato membalas tatapan matanya.
" Bohong "
" Tidak "
" Bohong! " Suara Kushina menjadi lantang.
" Tidak! " Minato juga melakukan hal yang sama.
" Bohong! " Sekarang Kushina memukul meja dan berdiri.
" Tidak! " Minato juga berdiri.
Fugaku sweatdrop.
" Uzumaki! Namikaze! " Dosen mereka sampai mengamuk melihat kelakuan anak muridnya yang dua ini.
Mereka sudah sangat sering bertengkar saat pelajaran.
Seperti 3 hari yang lalu, mereka bertengkar karena sebuah tomat.
Minato mengatakan kalau tomat itu buahan.
Tetapi Kushina mekatakan kalau tomat itu adalah sayuran.
" I-iya pak? " Kushina gelagapan.
" Bisa kalian ulangi apa yang sudah bapak ajarkan? " Dosen mencoba untuk tetap sabar.
Mereka berdua menggelengkan kepala.
" Keluar kalian dari sini! "
" Puas? " Minato melipat tangannya.
" Jadi kau mau bilang kalau ini salah ku? " Kushina cemberut.
" Memang "
" Tidak "
" Iya "
" Tidak! "
" Iya! "
" Kalian berdua! "
Suara dosen membuat mereka tersentak dan terdiam.
Mereka terdiam beberapa menit..
" Gomen ne " Kushina tersenyum kepada Minato, Minato mengembalikan senyumannya, kali ini senyuman asli.
" Aku juga.. Gomen "
'Hanya kamu yang bisa merubahku dengan sekejap' Minato tersenyum lembut.
Kushina melihat ke arah jam tangan.
" 40 menit lagi.. Lama sekali! Aku bosan " Kushina merengek seperti anak kecil.
Kushina tersenyum ke arah Minato.
" Ayok kita jalan-jalan " Kushina nyengir menunjukkan giginya yang kinclong(?)
" Eh tapi nanti kalo kita ketemu sama dosen yang lain gimana? " Minato itu bukan anak pembuat masalah seperti Kushina.
Kret!
Kushina melihat ke belakang, ternyata dosen mereka.
" Dari pada kalian berbincang-bincang di depan lebih baik kalian membersikan lorong " dosen mereka tersenyum kemenangan.
Kushina mundur satu langkah dan menggenggam tangan Minato.
Minato melihat tangan mereka yang sudah berpegangan sejenak.
" Dalam hitungan 1.. 2.. Lari! "
Kushina langsung menarik tangan Minato, mereka berlari menghiraukan jeritan dosen mereka yang dapat membuat kaca pecah(?)
Mereka terus berlari dan bersembunyi di dalam gudang, tempat mereka bersembunyi saat mereka di kejar fans Minato.
Nafas mereka terengah-engah. Setelah mereka dapat mengatur nafasnya kembali, mereka tertawa.
Setelah itu, mereka keluar dan menuju ke lantai 3 untuk sekedar menghabiskan waktu.
" Ayok ke lab! " Kushina menarik Minato sampai ke depan sebuah pintu.
" Tapi kan gak ada yang pakek, artinya pintunya di kunci "
" Itu mengapa kita akan menggunakan ini! "
Kushina mengeluarkan sebuah kawat yang entah dari mana datangnya(?)
Kushina memasukkan kawat itu ke dalam lubang kunci dan mulai mencoba untuk membukanya.
" Apa kau yakin kau bisa- "
" Shh.. Aku sedang berkonsetrasi.. "
" Oh ayolah, tidak ada yang bisa- "
Cek!
" Berhasil! "
" Ap-apa? "
Minato melihat Kushina dengan terkejut.
" Hmph! Ternyata aku berbakat juga ttebane " Kushina tersenyum bangga.
" Berbakat dalam merampok.. " Gumam Minato sambil sweatdrop.
" Apa kau bilang?! "
" T-tidak! "
Lalu mereka berdua masuk ke dalam..
" Tempat ini keren ttebane! Kalian punya segalanya! " Seru Kushina sampai bergema di ruangan lab IPA mereka.
" Emangnya Kushina suka lab apa? "
" Hmph! Tentu saja lab biologi dan kimia ttebane! "
Minato hanya terus mengangguk di setiap perkataan Kushina.
KRING!
Akhirnya lonceng istirahat berbunyi..
Kushina dan Minato keluar dari lab dengan panik. Kushina segera mengunci kembali pintu lab dan segera berlari turun.
Di ruangan khusus club acting..
Jam menunjukkan 4:00
Mereka semua sedang latihan untuk acting drama yang akan di tampilkan saat pentas seni nanti.
Tapi, Minato malah tidak berkonsentrasi. Ia terus mendadak melamun dan lupa dengan apa yang harus ia katakan.
" Minato? " Salah satu dari anggota club melambaikan tangannya di depan wajah Minato yang lagi-lagi melamun.
" E-eh? I-iya? " Minato gelagapan.
" Kamu kenapa sih? Hari ini kau bertingkah aneh? "
Biasanya Minato adalah yang paling handal dalam hal beracting dan di urutan berdua adalah Kushina.
" Gomen nee.. Kalian lanjutkan saja latihannya tanpa aku, aku mau pulang lebih cepat hari ini " Minato meninggalkan ruangan dan berjalan pulang.
" Minato.. " Guman Kushina pelan.
Minato berjalan menuju rumahnya, ia kelihatan depresi (galau merana)
Saat sampai ke rumah, ternyata masih belum ada yang pulang, hanya terdapat Hikaru dan tengah membersikan rumah.
Minato langsung berjalan menuju ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur.
Perlahan-lahan matanya tertutup dan akhirnya ia pun tertidur.
Kembali ke Kushina..
Kushina sedang berjalan pulang dengan sedikit berlari. Lalu, ia melihat ke arah jam tangannya, 5:00.
'Minato..' Ia kelihatan sedikit khawatir.
'Hari ini dia bersikap aneh sekali, apa yang terjadi sih?' Kushina terus bertanya-tanya.
Akhirnya ia sampai di rumah.
" Tadaima.. " Dengan segera ia membuka sepatunya dan berlari ke dalam rumah.
" Okaeri Kushina-sama " Hikaru berkata dengan tersenyum ceria.
Kushina langsung berlari ke kamar Minato. Ia mengetuk pintunya berkali-kali tetapi tidak ada jawaban.
Ia hendak membukanya, tetapi sedikit gugup karena Minato itu kan laki-laki.
Kushina memegang knob pintu Minato, tangannya gemetaran.
Lalu Kushina mengacak-acak rambutnya.
'AKU TIDAK BISA MELAKUKAN INI!' Batin Kushina meraung-raung.
Lalu ia mengepalkan tangannya.
'Baiklah ini untuknya!'
Ia membuka pintunya dan segera masuk ke dalam.
" Minato! Daij- "
Kushina langsung berhenti berbicara karena melihat Minato yang tertidur di ranjang.
Tapi yang sedang menarik perhatian Kushina itu bukan Minato, kamar Minato berantakkan.
'Apa-apaan ini?! Awas kalau dia bangun nanti!'
Kushina mengepalkan tangannya, rasanya kakinya entah mau di pijakkan ke mana baru bisa kepijak lantai(?), barang-barang bertebaran di mana-mana.
Lalu, mata Kushina menangkap suatu buku. Ternyata, album foto Minato belum di simpan semalam. Kushina duduk di kursinya dan membuka halaman demi halaman.
'K-kawaii..'
Batin Kushina berbicara saat ia melihat sebuah foto di mana Minato menutup sebelah matanya dengan tangan mungilnya, kelihatannya baru berumur 5 tahun.
Lalu ia membuka halaman lain lagi dan melihat sebuah foto ia memeluk boneka teddy bear.
'Kek anak perempuan aja..' Kushina menyeringai.
Saat ia membuka halaman selanjutnya, ia terkejut. Sebuah foto Minato dengan kedua orang tuanya. Mereka tampak sangat bahagia dan lagi-lagi mata Kushina menangkap tulisan kecil di bawa foto itu.
Maaf karena keterlambatan ku..
Detik itu mata Kushina mengeluarkan sedikit air mata, ia teringat soal orang tuanya sendiri.
" Kaa-san.. Tou-san.. "
Kushina membalikkan badan untuk melihat Minato. Ia berjalan ke arah Minato dan melihat wajahnya yang sedang tertidur, ternyata tampan juga bagi Kushina.
'Astaga! Apa yang kupikirkan?!' Batin Kushina mengacak-acak rambutnya.
Tetapi setelah di lihat-lihat lagi, ia baru menyadari kalau mukanya terlihat agak ketakutan. Kushina hanya terus melihatnya, lalu mukanya berubah menjadi pucat dan ia berkeringat dingin.
Kushina menjadi khawatir.
" Minato! Minato! " Kushina mengguncang tubuh Minato untuk membangunkannya.
" Kaa-san! " Minato terbangun dan terduduk secara tiba-tiba sambil memegang tangan Kushina.
Di saat itu juga mereka mendengar suara jangkrik yang entah dari mana datangnya(?)
" Uumm.. Iya anakku? " Kushina tersenyum gugup, aneh dengan kelakuan Minato.
Di saat itu juga kita dapat mendengar suara jangkrik yang entah gimana bisa masuk ke kamar Minato
Minato melepaskan tangan Kushina dan memperbaiki gaya duduk nya yang tadi tidak elite(?)
" Gomenasai Kushina.. Aku hanya mendapat mimpi buruk lagi "
Kushina berpikir sejenak, tadi ia mendengar ia berkata kaa-san dan tou-san. Itu artinya, dia bermimpi sesuatu tentang orang tuanya.
" Emangnya tadi kamu mimpi apa? "
Minato tidak menjawab dan malah melihat ke arah lain agar Kushina tidak bisa melihat wajahnya.
" Minato "
Masih tidak ada jawaban.
" Minato? "
Tetap tidak ada jawaban.
" Minato! "
Kushina mulai mengamuk.
" Mi- "
" Ini tidak ada hubungannya denganmu! " Minato membentak Kushina sampai ia tersentak.
Mereka berdua terdiam sejenak sampai..
" Aku mengerti.. "
Kushina berdiri dan berjalan ke pintu lalu meninggalkan Minato sendirian.
Minato langsung bersalah karena telah membentaknya, entah apa yang merasukinya sampai ia membentak Kushina sekejam itu(hantu-")
'Gomenasai'
Sekarang mereka berada di meja makan. Tidak ada satu pun yang membuka suara untuk berbicara sampai akhirnya..
" Jadi bagaimana sekolah kalian hari ini? " Jiraiya tersenyum kepada mereka.
" Baik " jawab mereka bertiga serempak dengan singkat + padat + gak jelas(?). Jiraiya sudah terbiasa dengan sikap Fugaku yang dingin, tetapi ia pusing melihat sikap kedua orang yang tidak pernah diam tersebut. Mereka bahkan tidak melihat ke arah Jiraiya, mata hanya tertujuh di satu titik yaitu makanan mereka masing-masing(?)
Jiraiya sweatdrop dan mencoba lagi.
" Kushina, Minato bagaimana drama kalian? "
" Baik " jawab mereka serempak.
Gatot (gagal total)
Tsunade juga ikut mencoba.
" Aku dengar drama kalian itu untuk pentas seni ya? "
" Ya " mereka kembali menjawab dengan dingin.
Tsunade melihat ke arah Jiraiya sambil sweatdrop seperti mengisyaratkan 'aku menyerah'
Mereka selesai makan dan langsung ke kamar masing-masing.
Di kamar Kushina..
Kushina tiduran di ranjangnya, rambutnya tergerai dan air mata mengalir. Walaupun ia bukan anak yang cengeng, tetapi ia tetap saja seorang wanita, hatinya rapuh jika di bentak oleh orang dekat seperti Minato.
'Minato no baka. Baka! Baka! Padahal aku mencoba untuk membantunya! Dia kira aku ini apa?!'
Kushina berdiri mengusap air matanya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Saat mandi ia tetap menangis, rasanya ia tidak bisa memaafkan Minato.
Sedangkan di kamar Minato..
Minato mengacak-acak rambutnya, ia sedang duduk di meja belajarnya.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang?! Aku ini memang bodoh! Sepertinya aku tidak punya pilihan selain menjelaskan segalanya' Minato.
Minato pergi ke kamar mandi untuk memandikan dirinya dan tentu saja menangis (lagi?) Tetapi kali ini ia menangiis bukan karena hal yang selalu ia tangiskan, ia menyesali perbuatannya.
" Kita pergi dulu! "
" Jangan pulang telat! "
Mereka berjalan menuju ke universitas. Di sepanjang jalan Kushina sama sekali tidak mau melihat Minato, matanya tidak jelas melihat ke mana.
Saat di kelas..
Mereka sedang mencatat catatan.
Minato salah menulis 'martabat' menjadi 'martabak' (?)
Ia mencari-cari penghapusnya, sial sekali ternyata penghapusnya tertinggal di rumah.
Minato melihat ke kanannya.
" Fugaku, boleh pinjam penghapus? "
Fugaku membuka kotak pensilnya.
" Gak bawa "
Minato benar-benar sial. Dengan sedikit takut ia melihat ke arah kiri, Kushina sedang melihat ke jendela dengan dagu bersandar di tangan kirinya dan tangan kanan memegang pensil, sepertinya ia tidak mencatat apa-apa.
" Kushina, boleh p-pinjam penghapus? "
Minato bertanya dengan sedikit gelagapan.
" Hn " (OOC! Dia jadi kek Fugaku wkwkwk)
Kushina membuka kotak pensilnya dan memberikan penghapus kepada Minato tanpa berkata-kata
Setelah Minato menghapus tulisan yang salah dan mengembalikannya ke Kushina
" Arigatou "
Lonceng pulang..
Kali ini mereka pulang lebih cepat, 3.00
Semuanya meninggalkan kelas kecuali Fugaku, hari ini dia piket.
" Kushina! Kushina! "
Kushina terus berjalan dan tidak menghiraukannya
Lalu Minato menarik pergelangan tangannya dan akhirnya ia berhenti berjalan tetapi masih tertunduk tidak melihat kearahnya.
" Aku mohon Kushina! Aku.. Aku minta maaf! " Masih tidak ada jawaban.
" Aku mohon.. Aku akan melakukan apapun yang kau mau asalkan kau memaafkanku "
Diam beberapa detik..
" Apa yang aku mau? "
Ia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Minato dengan dingin.
" Aku hanya maupenjelasan. Tapi kau, tidak bisa mengabulkan permintaan itu. Jadi, selamat sore Na-mi-ka=ze " Ia menekan kata 'Namikaze' dan berjalan pergi.
Lagi-lagi Minato menarik tangannya.
" Dengarkan dulu.. Aku akan menjelaskannya kepadamu.. "
Kushina meli[ad tangannya.
" Kalau begitu cepat jelaskan "
Minato tersenyum puas.
" Ayokkita pulang dan tukar baju kita dulu. Akan aku antar kamu ke suatu tempat dan akan aku jelaskan saat kita sudah sampai di sana " Minato tersenyum lembut kepadanya, kemarahan Kushina mulai meredah.
Kushina berjalan ke luar rumah. Minato sudah berdiri di sana menunggunya Minato melihat ke arah Kushina. Ia sudah berpakaian rapi + sopan.
" Kau terlihat cantik, Kushina " Minato tersenyum.
" Begitukah? " Kushina mengangkat satu alisnya dengan cuek dan berjalan ke Minato
" Ayok masuk ke mobil "
Kushina hanya melakukan apa yang di katakan Minato kepadanya.
Saat Kushina dan Minato sudah berada di mobil, Minato menjalankan mobilnya.
" Kita mau ke mana sih? "
Minato hanya tersenyum.
" Kita akan ke.. "
Behind a happiness
There is sadness
Behind the sadness
There is happiness
It's according to how you see it
~Yuki Uzukaze
Yuki : Itu dia chapter 3 nya! Coba kita main tebak-tebakan dulu. Kira-kira mereka mau ke mana? Jawab di review, mau jawab berapa kali juga boleh :3
Kushina : Ke mana? Kasih tau la..
Minato : Aku dah tau *senyum senyum*
Kushina : Kasih tau please!
Minato : Syarat seperti biasa *tersenyum miring*
Kushina : Dasar modus. *cium pipi Minato*
Minato : *Bisikin jawabannya kasih Kushina*
Kushina : Ngapain kita ke sana?!
Yuki : Siapa tau? Review please!
