Suzume : Ini dia... *tersenyum miring*

Kushina : Ngapain senyum-senyum kayak gitu ttebane?

Minato : Kayaknya ada yang gak betul nih kalau dia sudah tersenyum begitu

Lisa : Pasti ada yang gak beres. Pasti aku jadi orang kejam lagi kan di sini?

Suzume : Begitulah.. Tuh baca aja skripnya siap itu ikutin.

Kushina : Btw, kek mana kamu bisa nyelesaiin chapter 5? Bukannya.. bentar lagi ujian?

Suzume : Hmph! Itulah kehebatan seorang Yuki Suzume! (kayaknya author mau ganti nama oc lagi.. hehehe) Baiklah sekarang mulai saja!

1

2

3

MULAI!


" Kushina ayolah! "
Minato meminta-minta kepada Kushina.
" Aku bilang enggak ya enggak ttebane! " Jawab Kushina sambil berjalan menuju ke kelas sekaligus menjauhi Minato.

" Kamu tinggal pura-pura jadi pacar aku supaya fans-fans itu gak ngejar aku lagi " Pinta minato satu kali lagi.

" Kagak! Emang kamu mau suruh aku pura-pura jadi pacar kamu sampek kapan? " Kushina memutar bola mata.

" Sampai kamu lupa kalo kita lagi pura-pura " Minato tersenyum miring sekedar menggoda Kushina.

" Oh.. Kalo gitu kita bisa gak pura-pura gak kenal ttebane? " Tanya Kushina dengan suara yang di buat-buat menjadi lembut.

" Sampai kapan? " Tanya Minato sambil melihat ke atas seperti berpikir.

" Sampai jumpa! " Ucap Kushina dengan dingin sebelum lagi-lagi berjalan pergi darinya.

" O-oi! Kushina! "

Chapter 5 : Stage Disaster

Kring!

" Baiklah anak-anak! Kalian ingat soal kunjungan sekolah Whirlpool? " Tanya dosen mereka.

Kushina tersentak
'Sial! Aku hampir lupa soal itu ttebane!'

" Jadi kepala sekolah sudah sepakat kalau kita akan mempersembahkan sebuah pentas drama kepada mereka dan kelas kita yang terpilih "

Semua murid mengeluh. Ada yang karena malas ada yang karena gugup.

Minato mengangkat tangannya.
" Dramanya tentang apa bu? " Tanyanya.

" Dramanya adalah... Cinderela! " Seru dosen perempuan mereka.

" Jadi, ibu uda milih siapa saja yang akan ikut serta. Ada 5 orang yaitu Minato, Kushina, Lisa, Aiko, Fugaku "

Kushina hanya menghela nafas karena malas.

" Sekarang saatnya untuk melihat keberuntungan kalian " dosen mereka membawa kotak yang berisi beberapa kertas.

Pertama yang mengambilnya adalah Aiko, lalu seterusnya sampai Fugaku.

" Sekarang baca isi kertasnya di mulai dari Aiko " perintahnya.

Mereka semua membukanya.
" Pixie " Peran Aiko.
" Ibu tiri " di sambung ke Lisa.

" Hahaha! Itu sangat cocok untukmu! " Kushina tertawa di iringi satu kelas.

" Ayah tiri, aku benci ini. Kenapa aku harus menikahinya? " Tanya Fugaku jengkel.
" Pangeran Saphire " Minato tersenyum-senyum sendiri karena ia sudah menebak bagian Kushina.

" Tunggu! Tunggu! Tunggu! Aku sama sekali tidak setuju dengan ini! Aku yang seharusnya menjadi putri karena aku lebih cocok di banding si centil itu! " ProtesLisa tiba-tiba.

" Tapi mereka memilihnya, artinya dia yang cocok " jawab Aiko polos.

" Diamlah kau bodoh! "

" Sudah sudah. Ia sudah di tentukan jadi kalian tidak bisa mengubah peran. Sekarang ini skrip kalian, latihan di rumah, karena besok hari minggu, kita latihan besok. Kita tampil seminggu lagi! " Jelasnya.

" Seminggu lagi?! " Seru ke-empat murid itu kecuali Fugaku yang hanya cuek.

Kushina membaca skripnya lalu melirik ke Minato yang sekarang tersenyum puas, Kushina sweatdrop dan matanya kembali tertuju ke skripnya.

'Ini akan menjadi cobaan terbesar di hidupku ttebane' batinnya kesal.

" Oh tidak aku harus pergi! " Kushina berlari ke arah pintu kamar.

" We! Kau lupa sepatumu " Minato lelah karena latihan. Mereka sudah latihan berulang-ulang dan Kushina terus melakukan kesalahan.

" Ini sudah malam, tidurlah! Besok kalian harus latihan di sekolah "

" Kushina kamu harus banyak latihan ya " Pesan Minato.

" Ya ya " jawabnya singkat.

Di kamar Kushina..

" Kushina kamu harus banyak latihan blablabla " Kushina mengejek-ejek Minato di depan bunganya.
Sekarang bunganya sedang berada di atas meja.

Ia menidurkan kepalanya ke meja pasrah.
" Bagaimana ini? Besok aku pasti akan di permalukan semua orang. Terutama Lisa ttebane " ia bergumam sambil melihat ke arah bunga yang di berikan Minato saat itu, masih seperti bunga yang baru.

" Yosh! Kalo begitu aku akan berlatih hari ini juga ttebane " gumamnya sekali lagi penuh semangat.
Ia menatap bunganya, sekarang itu dia anggap Minato.

" Yang mulia.. "

" Kushina di mana? Kita akan mulai sebentar lagi "

" Tadi pagi saat aku ketuk pintu kamarnya, ia gak menjawab. Kukira dia uda berangkat " jawab Minato.

" Jangan khawatir! Aku dapat menggantikannya! " Lisa tersenyum bangga sedangkan Aiko hanya senyum-senyum polos, ia sama polosnya dengan Kushina.

" Lisa, sudah ibu bilang. Kalian tidak bisa mengganti peran " Kurenai (hhee? Sejak kapan?) Sweatdrop.

Gubrak!

" Ma..maaf.. Aku te..telat " Nafas Kushina terengah-engah.

Ia menyadari sesuatu saat ia melihat ke sekeliling ruangan.

Lisa sudah berpakaian terkesan seperti orang jahat. Begitu juga Fugaku.

Aiko memakai gaun berwarna putih, rambutnya di kepang seperti biasa dan tentu saja tetap memakai kaca matanya. Ia juga terlihat memegang sebuah tongkat sihir.

Sedangkan Minato sudah berpakaian layaknya seorang bangsawan yang tinggal di istana.

Sekarang benar-benar tinggal Kushina yang belum memakai costume.

" Kushina! Ku kira kau tidak datang baiklah sekarang ke ruang ganti, costume mu sudah ada di sana " Kurenai menunjuk ke arah sebuah ruangan.

Tanpa berkata-kata Kushina langsung berlari ke ruangan itu.
Di sana tinggal tersisa dua costume yaitu satunya adalah gaun yang agak kucel dan kotor dan satu lagi adalah..

" Apa aku benar-benar harus memakai itu dattebane? " Kushina mendengus kesal.

Kret

Kushina keluar, ia sudah menggunakan gaun kucel tadi.

" Baiklah! Karena semuanya sudah datang, kita bisa mulai sekarang "

Mereka langsung ke posisi masing-masing.
Kushina membersikan lantai dengan kain lap.
Lisa dan Fugaku mendatanginya.

" Aku mau tempat ini bersih! Setelah kamu bersikan ruangan ini, aku mau kau membersikan kamar kami " Lisa tersenyum iblis.

" Hn "

'Anak itu.. Dia benar-benar tidak mau mengikuti skrip' Kurenai menaikkan satu alis.

" Baik ibu.. " Jawab Kushina sambil menundukkan kepala.

Lisa sedikit terkejut melihat Kushina yang ternyata dapat mendalami karakternya cukup bagus.

'Sial! Bagaimana dia bisa beracting sebagus ini?' Kutuk Lisa.

'Kena kau ttebane' batin Kushina tersenyum miring.

~skip~

Kushina berlagak seperti sedang mencuci baju di sungai.
Minato muncul.
Kushina berbalik dan melihat Minato, ia langsung membungkukkan badan.

" Boleh aku tau namamu? " Tanya Minato dengan lembut.

" Namaku adalah Ruby, yang mulia "

" Uumm.. Ruby. Aku akan membuat pesta di istana 3 hari lagi. Bisakah kau datang ke sana? "

" Tentu saja yang mulia. Bisakah aku mengundang kedua orang tuaku juga? "

" Tentu dan aku mohon jangan panggil aku yang mulia, panggil saja aku Saphire "

" Hai, Saphire "

Minato sedikit terkejut. Hanya dalam waktu semalam, ia bisa menghapal skrip + mendalami karakternya dengan sempurna.

~skip~

" Siapa dirimu? " Tanya Kushina ke Aiko.
" Lah. Aku ya Aiko. Kamu gimana sih? " Tanya Aiko aneh.
" Pst! Skrip " bisik Kushina.

" O-oh, aku adalah seorang Pixie. Kamu ingin ke pesta tapi tidak ada baju yang layak iya kan? Jangan khawatir, sihir Pixie akan segera menyelematkanmu " Aiko menggerakkan tongkatnya ke Kushina layaknya menyihir.

Kurenai datang membawa tirai untuk menukar bajunya.

Dalam seketika pakaiannya sudah berubah gaun kembang berwarna merah dengan sepatu high heels yang juga berwarna merah.
Rambutnya tetap tergerai rapi.

" Hah.. Terimah kasih Pixie " Kata Kushina.

" Kamu harus cepat, pestanya akan segera di mulai. Tapi ingatlah sesuatu, segalanya akan kembali menjadi semula saat jam 12 " pesannya.

" Hai! "

~skip~

" Apa kita pernah bertemu sebelumnya " tanya Minato saat ia berdansa dengar Kushina.

" Tidak, kita tidak pernah bertemu sebelumnya "

" Kau terlihat sangat mirip dengan seseorang "

Ting
Tong
Ting
Tong

Terdengar suara lonceng yang di buat dengan sound effect (atau apalah)

Kushina melihat ke arah jam yang sekarang menunjukkan jam 12.00

" Maaf yang mulia, aku harus segera pergi "

Kushina berlari dan kali ini ia ingat untuk meninggalkan sebelah sepatunya.
Ia berlari agar berlagak seperti akan mengambil sepatu tersebut.
Dan berterima kasih la kepada kecerobohan Kushina yang muncul di waktu yang tidak tepat.

Ia tersandung gara-gara menginjak gaunnya sendiri. Ia mengarah ke Minato dan...

Bruk!

Kushina terjatuh di atas Minato.

" Daijoubu?! " Tanya Kurenai menghampiri mereka.

" Itai.. " Rintih Kushina. Ia mengangkat kepalanya dari badan Minato dan melihatnya dengan wajah memerah dan mata terbelalak.

Minato tersenyum miring dan mengedipkan sebelah matanya.

" Kau menyukainya? Putri Ruby.. " Minato sengaja menggodanya di tempat umum.

" Diam kau bodoh! "

" Kau hebat Kushina! Kau dapat menguasainya hanya dalam satu hari. Ya.. Walaupun kecerobohanmu muncul di saat yang tidak tepat "

Kushina memukul bahu Minato.

" Aku tidak peduli soal itu! Yang pentingnya, aku benar-benar siap untuk drama minggu depan ttebane! " Kushina merasa bangga kepada dirinya sendiri.

Sekarang mereka sedang berjalan pulang. Matahari sudah hampir terbenam membuat langit yang tadinya biru berubah menjadi jingga.

" Tapi aku serius Kushina, kau harus coba untuk mengendalikan kecerobohanmu. Bagaimana kalo sesuatu terjadi sebelum kita mementaskan dramanya? Bisa-bisa drama kacau balau " katanya serius. Ia khawatir saat mementaskan drama, Kushina terjatuh karena ia tidak mau Kushina di tertawakan.

" Jangan takut. Lagi pula aku sangat ingin tampil! Aku berjanji tidak akan ada yang menghentikanku untuk tampil " Kushina tersenyum serius.

Minato mengangguk.
" Tapi itu berarti kamu sangat ingin tampil karena pangerannya aku kan? "

" Yee.. Gr lu! "

Dari belakang pohon..
Ternyata seseorang telah mendengar percakapan mereka.
Tidak lain, tidak bukan (?)
Lisa

Ia terkekeh penuh makna.
" Sayang sekali.. Kelihatannya aku harus membuatmu mengingkari janjimu, Kushina " ia berpaling ke belakang.

" Aiko, aku perlu bantuanmu.. "
Lisa tersenyum miring kepadanya.
" Ok ok.. Apapun akan aku lakukan untukmu " Aiko tersenyum ramah.

" Katakan saja, kau mau membantuku karena ayahku itu orang kaya kan? " Tanyanya sambil berjalan pergi.
Aiko menyusulinya dari belakang.
" Sama sekali tidak. Aku melakukan ini karena kau adalah teman baikku " ia kembali tersenyum.

" Oh.. " Hanyalah yang bisa ia katakan untuk sekarang.

1 minggu sudah berlalu..
Dan setiap hari di habiskan Kushina untuk berlatih drama agar bisa tampil sempurna nanti demi nama baik Universitas.

Hari ini adalah hari besar baginya.
Saatnya untuk tampil.

Ia bangun pagi sekali karena terlalu semangat.
Ia langsung pergi bersiap-siap.
Setelah bersiap-siap, seperti biasa dia akan membangunkan Minato.

Tok
Tok
Tok

" Minato? Aku masuk ke dalam ya.. " Kushina membuka pintunya dan mendapati ia masih tidur dan benar saja tebakannya, kamarnya tidak dapat lihat, kamarnya tembus pandang. Keren kan? (Bercanda.. Maksud author kamarnya berantakkan)

" Oi.. Minato.. " Kushina berbisik ke telinganya.
" Minato bangun.. " Sekali lagi tetapi ia masih belum bangun.
Kushina sweatdrop.
" Woi bodoh! Bangun dattebane! " Jeritnya keras sampai bukan hanya membangunkan Minato, melainkan juga membangunkan Tsunade dan Jiraiya.

Minato langsung terduduk dengan mata terbelalak.
" Hoi! Kau harus siap-siap! Hari ini kita ada hal penting ttebane? "

" Astaga.. Ku kira apa.. Ya sudah sana kau keluar aku mau mandi. Kecuali.. " Minato menggantung-gantung kata-katanya.

Minato mendekati Kushina dan meletakkan mulutnya agak dekat ke telinga untuk berbisik.
" Kau mau melihatku tanpa baju... "
Wajah Kushina memerah dan ia langsung menggeleng-geleng kepala cepat.

Tanpa kata-kata ia keluar dan membanting pintu Minato.

'Kawaii' Minato sedikit terkekeh melihat kelakuan Kushina yang sebenarnya menarik perhatiannya sejak dulu.

" Ayah! Aku berangkat! " Lisa berjalan keluar gerbang. Penjaga membuka gerbang pintu rumahnya dan ternyata temannya sudah berdiri di sana.

" Kau membawanya? " Bisik Lisa.

" Tentu. Aku tidak akan lupa apapun yang kau perintahkan " jawab temannya.

" Bagus.. Dengan begini akulah yang akan menjadi Putri Ruby " Lisa tersenyum iblis.

~back to Kushina~

" Oi Minato! Kamu mau makeup berapa lapis? Atau perlu kupanggil Minato-chan? " Tanya Kushina dengan wajah cemberut.

Tidak lama kemudian Minato keluar dari kamarnya.

" Kok sewot kali sih? Sabar dikit dong, nanti kamu cepat tua gimana? "

" Gak peduli! Ayok cepat kita pergi! " Kushina langsung menarik tangan Minato menuju ke pintu rumahnya.

" Bibi aku berangkat ttebane! " Serunya semangat sambil bergegas keluar meninggalkan Minato.

" I-iya. Dia kenapa bergegas begitu sih? " Tanya Tsunade heran.

" Hehehe.. Dia hanya senang kali soal pementasan hari ini " Minato terkekeh.

" Ya ampun. Sampek sarapan aja lupa bawa " Tsunade memberikan dua tempat makan kepada Minato.

" Baiklah, aku nyusul dia dulu ya. Takutnya nanti aku di ceramahin lagi sama dia " Kata Minato dengan nada mengeluh.

" Mengeluh sih mengeluh. Tapi bilang aja, kamu suka kan di ceramahin dia? "

" Ya pasti su- eh? Enggak la, masak ada orang yang suka di ceramahin "
Karena tidak mau memperpanjang pembicaraan, ia langsung pergi menyusul Kushina.

Tsunade hanya tersenyum melihat Minato yang menyusuli Kushina lalu di omeli.

'Bicaralah sesukamu, tapi aku sudah mengenalmu sejak kamu lahir. Kau tidak bisa membohongiku, Minato'

" Tuh kan lihat. Uda ku bilang kita itu kepagian, sekarang aja yang datang baru kita " keluh Minato.

" Oi Minato, aku lapar " Kushina berbicara seakan Minato tidak berbicara dengannya.

(Kacang goreng! Kacang panggang!)

" Dasar. Kau dengar aku atau tidak? " Minato menghela nafas.

" Eh? Tadi kamu ada bilang sesuatu dattebane? " Tanyanya dengan wajah tidak bersalah.

" Lupakan "
Minato mengeluarkan kotak makan mereka berdua dari tas ranselnya.

" Hehehe " Kushina hanya tertawa.
Saat Minato mengeluarkannya dia baru ingat sesuatu.

" Oh iya! Kita lupa ambil sendok dari rumah "

" Ya ela.. Jadi kita makannya gimana? "

" Um.. Dekat sini ada tempat makan, kita bisa pinjam sendoknya sebentar "

" Oh ok, ayo ttebane! " Seru Kushina.

Mereka berjalan pergi dari belakang panggung.

(Author : Iya mereka tadi itu ke belakang panggung)

Lisa dan Aiko mengintip dari belakang tirai. setelah mereka memastikan kalau Minato dan Kushina sudah pergi, mereka mulai beraksi(?)

Mereka berjalan ke arah kotak makan milik Kushina dan Minato.

" Siapa yang akan jadi Putri Ruby sekarang, Kushina? " Ia tertawa licik sambil mengeluarkan 'sesuatu' yang di ambil Aiko tadi.

" Sebenarnya apa yang mau kau lakukan dengan 'itu'? " Tanya Aiko polos.

" Tunggu dan lihat saja... "

Kushina dan Minato sudah selesai makan. Para pemeran juga sudah datang.
Kushina hanya duduk di kursi dan kepala bersandar di meja.

Kurenai mendekatinya.
" Kushina! Kau belum siap-siap? " Ia menepuk tengan dua kali sebagai signal.

2 orang perempuan datang, merekalah tata artis di sana.

" Astaga! Kau belum di makeup?! Kamu harus di tata sekarang! " Ia dan seorang perempuan di sampingnya langsung menyeretnya ke ruang khusus perempuan.

" Na-nani?! Tunggu sebentar! Seseorang tolong aku! "

Minato hanya senyum-senyum melihatnya.
Dari tadi ia sudah beres. Minato juga sudah membujuknya untuk cepat siap-siap, tapi Kushina menolak.

" Minato " seseorang menepuk pundak Minato dari belakang.
Ia menoleh dan melihat siapa yang ada di belakangnya.

" Oh.. Fugaku. Napa? " Tanyanya singkat.

" Jadi bagaimana soal dia? "

" Dia? Dia siapa? " Minato memasang wajah polos.

" Kushina.. " Fugaku menghela nafas melihat perilaku temannya yang agak aneh ini.

" Oohh.. Hehehe " ia tertawa kecil. Tidak biasa Fugaku bersifat OOC seperti ini, ia jadi sedikit kepo.

" Ya.. Begitu-begitu aja.. Seperti yang kau lihat di rumah setiap hari " jawabnya enteng.

" Kamu kek gak tau aja.. Aku kan jarang kali keluar dari kamar ku "

" oh.. Kalo soal dia dan aku, sekarang kita itu teman baik " katanya.

" Kau menyukainya, semua orang bisa melihatnya. Cara kamu bicara sama dia, cara kamu garain dia.. "

" Aku kan dah bilang! Aku eng- "

Kata-kata Minato di potong oleh salah satu makeup artis yang tiba-tiba membuka pintu dengan wajah khawatir.

" Kamu temannya? " Tanya perempuan itu dengan nada khawatir.

" Ya " ia menjawab singkat.

" Tolong kemari sebentar.. "

Kushina menunduk sambil memegang perutnya. Ia tampak menahan sakit.

" Kenapa bisa jadi begini? " (Tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang)

" Entahlah.. Tadi dia baik-baik saja. Tiba-tiba dia meringis kesakitan "

Minato duduk di kursi yang berada di sebelah Kushina.
Ia sedikit merunduk untuk melihat Kushina.

" Daijobu? " Tanyanya pelan.

" Itai.. " Rintih Kushina.

" Kalau begini kita harus mengganti peran Kushina " kata Kurenai tegas.

" Tapi siapa yang akan dengan cepat menghafal bagian Putri Ruby? " Tanya Fugaku.

" Aku bisa! "

Mereka semua menoleh dan melihat Lisa melipat tangan sambil tersenyum. Aiko hanya tersenyum lugu di sebelahnya.

" Lisa? Tapi kau memainkan peran ibu tiri "

" Kita bisa menghilangkan peran ibu tiri dan menggantinya dengan ayah tiri iya kan? " Jawab Lisa enteng.

" T-tunggu! Jangan ganti perannya ttebane! " Kushina membantah.

" Tapi kau tidak berdaya.. Sudahlah, akui saja.. Kau memang tidak memiliki peluang " kata Lisa dengan nada meledek.

Kushina tertunduk dan terisak.

" Ku-kushina? " Minato melihat Kushina yang sekarang tertunduk dan meneteskan air mata.

'1 minggu aku berlatih. Bahkan aku berlatih sampai tengah malam. Tapi.. Kenapa..?'

" Aku akan telefon bibi Tsunade dan paman Jiraiya " Kata Fugaku sambil mengeluarkan hpnya.

Minato termenung melihat Kushina.
Ia mengangkat tangannya dan membelai lembut rambutnya.

Kushina sama sekali tidak menjawab. Ia hanya menunduk, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang.

" Istirahatlah Kushina.. Kalo perlu apa-apa lagi bilang saja sama bibi " Tsunade tersenyum sambil menutup pintu.

Kushina sekarang berada di atas tempat tidurnya.
Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ekspresi.
Ia menutup matanya dengan lengannya lalu menghela nafas.

" Aku kacau.. " Gumam Kushina pelan. Ingin sekali ia berteriak penuh frustasi.

Ia menoleh ke arah kiri dan melihat bunga pemberian Minato.

" Jangan takut. Lagi pula aku sangat ingin tampil! Aku berjanji tidak akan ada yang menghentikanku untuk tampil " kata-kata itu kembali teringat olehnya.

'Itu benar.. Aku sudah berjanji' ia langsung beranjak dari tempat tidur dan melihat ke jam dinding di kamarnya.

'Pentasnya pasti sudah di mulai'
Pandangan matanya berahlih ke lemari baju.
Ia membukanya dan tersenyum.

'Walaupun dramanya akan sedikit berbeda.. Tapi ini cocok untuk peran mendadak ini' katanya dalam hati.

" Apa kita pernah bertemu sebelumnya? "

" Tidak, kita tidak pernah bertemu sebelumnya "

Minato dan Lisa sudah berada di panggung memainkan bagian paling akhir dari drama itu.
Lisa sudah di beri rambut palsu berwarna merah agar cocok dengan peran Putri Ruby.

" Kau terlihat sangat mirip dengan seseorang "

Ting
Tong
Ting
Tong

Sound effect mulai berbunyi dan Lisa berlari ke arah belakang panggung.
Tetapi sebelum ia sampai ke belakang panggung..

" Onee-chan? " Kushina muncul dari belakang panggung menghadap Lisa.

Semua orang, pemeran, Kurenai, dan termasuk penonton terpelongo terkejut.
Sedangkan Aiko tersungkur ke lantai (lol) Sangat tidak dapat di percayai kalau Kushina dapat sehat secepat itu.

Kushina terlihat memakai gaun biasa berwarna jingga mudah.
Ia melihat ke arah Minato seperti memberi kode.
Karena mengerti Minato menarik rambut palsu Lisa dari belakang dan melemparnya ke belakang pentas.

Lisa mengertakkan giginya kesal.

" Psst! " Kurenai memanggil Lisa dan mendelik tajam kepadanya.
Mau tak mau Lisa harus meneruskan pentas itu.

" Tunggu! Ku kira kau sudah ku kunci di kamarmu! "

" Aku punya seseorang yang membantuku " Kushina tersenyum miring.

Kurenai langsung mendorong Aiko ke panggung.
Aiko hampir jatuh dan para penonton tertawa melihat keluguan Aiko.

" Kembali la ke asal mu! " Serunya sambil mengacuhkan tongkatnya ke arah Lisa.

Terpaksa para kru harus membuat Lisa tampak menghilang dengan effect panggung.

(Kushina : Apaan tuh?
Author : #imagination :D)

Semua orang menepuk tangan.
Lisa kembali muncul, Fugaku muncul dari belakang panggung.
Mereka berbaris lalu membungkuk.

" Sudah ku bilang kan? Tidak akan ada yang menghentikanku untuk tampil ttebane.. " Bisik Kushina sambil.

" Aku tau tidak ada yang bisa menghentikan mu.. " Jawab Minato.

" Ya.. Karna kau tau, kepalamu sekeras batu yang bahkan tidak bisa hancur jika di lempari meja belajarku. Bagaimana orang bisa menghentikanmu? " Sambung Minato.

Kushina tersenyum manis kepada Minato.
Minato menelan ludah, takut melihat malaikat maut di depannya.
Kalau Kushina tersenyum seperti itu, artinya maut akan segera menjemput Minato. (Naseb naseb)

" Ya ampun.. Jadi tadi kamu kabur dari rumah? Kamu ini, buat bibi panik saja.. " Tsunade terlihat sedikit marah.

" Hehehe.. Habisnya aku gak tau harus gimana. Kalo aku permisi pasti bibi gak kasih ttebane " Kushina menggaruk kepala.

" Ya uda gak apa-apa.. Yang penting kamu dah berhasil " ia tersenyum sedangkan Jiraiya dan Minato hanya mengangguk.
Sedangkan, Fugaku hanya diam.

Tok!
Tok!
Tok!

" Aku yang buka " kata Minato sebelum pergi menuju ke pintu.

Minato membuka pintu dan di sana berdiri seorang perempuan yang kelihatannya lebih dewasa darinya dan Kushina.

" Oyasumi.. Aku mencari adikku, Kushina Uzumaki " katanya lembut.

" Ada yang mencariku tteba..ne.. " Ia terpelongo melihat siapa yang ada di pintu.

" Mi.. Mi.. "

TBC

/" Kamu gak bilang kamu mau datang "/" Aku capek jadi model.. Jadi aku di sini untuk 1 bulan. Tidak keberatan kan? "/" Aku bukan Tsundere "/" Jadi kalian saling kenal? "/" Iya, sensei galak "/" Minato tidak membiarkan aku tidur semalam "/

Next Chapter : Back Again


Suzume : Itu dia chapter 5 nya :)

Lisa : Untung Kushina tetap tampil, kalo gak nanti aku di lempari batu

Aiko : Eh, itu Mi apa sih?

Kushina : Mi Ramen!

Minato : Emangnya Ramen bisa bicara?

Kushina : Kalau gitu.. Mi.. Mi.. Minato!

Suzume : Hebat. Minato jadi ada dua *sweatdrop*

Kushina : Ayok ke Ichiraku! *berubah jadi anak kecil*

Suzume : Wih! Kok bisa?

Minato : Kan kita cuma pura-pura jadi orang dewasa karna mau buat film ini, masak kamu lupa? Gimana juga kita itu tetap ninja *ikut berubah*

Suzume : Ye! Jadi kita sama umur *nyeret minakushi ke Ichiraku*

Suzume, Kushina, Minato : Kalau ada pertanyaan silakan tanya di review

Review
Please :)