Author : Konichiwa... Hehehe... Gomenasai.. Author sibuk soalnya lagi ujian kenaikan kelas, author gak mau cari mati

Kushina : Sok-sokan kali kamu! Emangnya kamu bisa ujian Mandarin sama Agama hari ini?

Author : Mandiri gak bisa, tapi agama mudah kali

Minato : Di chapter ini kita bakal ketemu sama kakak Kushina kan?

Author : *ngangguk kepala*

Lisa : Di sini aku gak jadi orang jahat kan?

Author : Kita lihat saja nanti :p Karna gak ada lagi yang mau kita katakan ayok kita mulai saja

1

2

3

MULAI!


" Mi.. Mi.. Mikoto? " Kushina ikut terpelongo melihat siapa yang berada di depan pintu.

" Lama tidak berjumpa, Kushina-chan " ia tersenyum.

Chapter 6 : Back Again

Mikoto bersama yang lainnya duduk di meja makan. Fugaku sudah berada di lantai 3. (Wow. Cepat amat)

" Kamu gak bilang kamu mau datang ttebane " Kushina tersenyum senang.

" Jadi kau punya kakak perempuan yang umurnya hanya lebih besar 1 tahun darimu? " Tanya Tsunade sekali lagi.

" Ya! Dia tinggal di Tokyo sendirian karena ada pekerjaan "

" Jadi kenapa kamu kemari? " Tanya Minato.

" Aku capek jadi model.. Jadi aku di sini untuk 1 bulan. Tidak keberatan kan? " Tanya Mikoto.

" Tentu tidak apa-apa! " Jawab Tsunade dengan ramah.

" Arigatou "

" 1 pertanyaan. Di mana Mikoto akan tidur? " Tanya Kushina.

" Di lantai 3 masih ada satu kamar " jawab Minato.

Fugaku berjalan turun ke bawah dan berjalan ke dapur untuk minum air.
Mikoto melihat Fugaku dan matanya terbuka lebar.

" Fugaku?! " Serunya tiba-tiba.

Fugaku melihat ke belakang.
Pertama ia menaikkan satu alisnya. Saat ia sudah melihat Mikoto ia langsung membelalakan matanya dan memuntahkan air yang ada di mulutnya.

'Ini mimpi buruk' kutuk Fugaku dalam hati.

Mikoto langsung berlari ke sana dan memeluk Fugaku.

" Astaga sudah lama aku tidak bertemu denganmu! Dan.. Wow.. Sekarang kamu sudah sedikit lebih tinggi dariku " kata Mikoto.

" Jadi, kalian tau satu sama lain? " Tanya Kushina heran.

Mikoto mengangguk.
" Dulu kita satu SMP. Tapi aku harus pindah saat SMA "

" Hei lepaskan aku! " Perintah Fugaku.
Kushina dan Minato sweatdrop melihat Fugaku yang OOC

" Dan dia itu selalu bersikap Tsundere " kata Mikoto.

Fugaku men deathglare Mikoto.
" Aku bukan Tsundere " katanya sambil berjalan ke atas.

Mikoto mengambil kopernya dan ikut berjalan ke atas.

" Onee-chan! Emangnya kamu tau yang mana kamarmu? " Tanya Kushina.

" Tidak apa-apa! Fugaku akan menunjukkannya! " Jawabnya.

Kushina berdiri.
" Baiklah! Aku juga sudah mau tidur! Besok kan ada sekolah ttebane! " Kata Kushina sambil berjalan ke arah tangga untuk ke kamarnya.

" Aku juga sudah mau tidur. Btw, paman Jiraiya kok jadi hilang? " Tanya Minato.

Tsunade melihat ke sekeliling ruangan.
" Dia pasti tertidur di kamar mandi lagi. Jangan takut! Aku atasi saja, kamu pergi tidur "

" H-hai.. " Jawabnya sambil sweatdrop.

Keesokan hari nya..

Hari sedang sore, saatnya untuk pulang ke rumah masing-masing. Kushina kali ini tidak pulang dengan Minato, ia malah langsung kabur saat pulang. Ia berjalan menuju ke rumah sambil melihat ke kiri, ke kanan, dan belakang berulang-ulang kali dengan waspada seperti sedang bersembunyi dari seseorang.

Akhirnya ia sampai ke rumah, Kushina langsung masuk ke dalam dan menutup pintu di belakangnya.
Kushina menghela nafas.

" Yokata.. " Guman Kushina pelan.

" Kenapa? " Minato muncul secara tiba-tiba. Ia menyadari ada yang aneh dengan Kushina, ia langsung melarikan diri dari Minato saat pulang tadi. Jadi, Minato sembunyi-sembunyi mendahului Kushina.

Kushina langsung menyembunyikan tangannya di belakang punggung.

" Apa yang kau sembunyikan itu? " Minato mengangkat satu alis dan mendekatinya.

" Co-cotto! " Kushina mundur tetap menyembunyikan tangannya.

" Coba sini ku lihat "
Baru saja Minato akan menyentuh tangan Kushina, kertas itu sudah terjatuh.
Minato mengambil kertas itu dan melihatnya.

Kushina mengendap-endap berjalan ke lantai.

" Kushina.. " Panggil Minato.

" H-hai? " Jawab Kushina melihat ke belakang dengan sedikit bergetar ketakutan.
" Apa ini? " Tanya Minato.

" Kertas? " Kushina tersenyum gugup.

" Kenapa nilai mu bisa jelek begini?! " Minato memarahi Kushina.

" Ikut aku ke kamar mu! Cepat " Minato langsung menarik tangan Kushina.

" Ujian remedial tinggal 3 hari lagi. Kau harus punya persiapan! Sekarang kamu belajar ini semua! " Perintah Minato sambil memberikan buku yang sangat banyak.

" Tapi apa perlu banyak sekali? Kapan siapnya ttebane? " Tanya Kushina sambil mengeluh.

" Pokoknya kalau belum siap kamu tidak boleh tidur! "

" Tapi saat kamu pergi tidur nanti aku kan bisa tidur secara diam-diam "

" Tidak. Aku juga tidak akan tidur. Kalau kau tidak melewati nilai di atas rata-rata saat ujian nanti. Mungkin kau bisa di keluarkan dari sekolah " jelas Minato.

Sebenarnya penyebab Minato sangat bersikeras untuk melakukan ini karena, ia tidak mau Kushina di keluarkan. Ia ingin Kushina tetap sekolah di sana.

" Wakata wakata ttebane " jawab Kushina malas-malas lalu mengambil satu buku dan mulai membacanya.

Sedangkan Mikoto..

" Tidak kau tidak boleh masuk! " Seru seseorang dari kamar lantai 3, tepatnya dari kamar Fugaku yang terkunci.

" Kenapa? " Tanya Mikoto.

" Kau menggangguku! "

" Emangnya apa yang sedang kamu lakukan? " Tanya Mikoto.

" Bukan urusanmu! "

Mikoto hanya memasang raut pasrah. Karena tidak mau mengganggunya lagi, Mikoto berjalan ke lantai 2 untuk menemui adiknya.
Tapi sebelum ia membuka pintu kamarnya..

" Salah lagi! Ulangi dari awal! "

" Apa?! Dari awal ttebane?! "

Mikoto membuka pintunya dengan perlahan untuk mengintip ke dalam.

" Aku bukan tipe orang belajar! " Seru Kushina sambil memalingkan wajah.

" Ya. Dan aku yakin kau akan membuat dirimu menjadi tipe orang yang di keluarkan dari kampus " jawab Minato sambil menaikkan satu alis.

" Boleh aku masuk? " Tanya Mikoto pelan.

Mereka berdua melihat ke arah pintu.
" Oh.. Mikoto-san. Tentu saja boleh " Minato tersenyum ramah.

Mikoto masuk dan duduk di tempat tidur Kushina.
" Kalian sedang apa? " Tanyanya.

" Nilai Kushina hancur semua. Jadi, ujian remedial tinggal tiga hari lagi. Aku harus mengajarinya supaya tidak di keluarkan dari sekolah " Jawabnya.

" Mentang-mentang pintar.. " Guman Kushina pelan.

" Kamu bukan bodoh. Kau hanya malas. Kalau kamu belajar lebih rajin pasti bisa dapat nilai yang bagus! "

Mikoto hanya bisa tersenyum gugup sambil sweatdrop melihat mereka.

Mereka semua sedang duduk di meja makan.
Kushina makan dengan perlahan.

" Kushina, ingat apa yang ku bilang. Kau tidak akan lolos. Aku tidak akan membiarkan kamu tidur sampai semuanya siap " kata Minato.

" Wow... " Gumam semua orang kecuali Fugaku, Minato dan Kushina.

Sedetik kemudian wajah Minato langsung berubah warna.
" Bukan itu yang ku maksud! Maksudku aku tidak akan membiarkan dia tidur sampai dia selesai belajar! "

Minato berdiri dan berjalan ke arah Kushina lalu menarik tangannya.
" Pokoknya awas kalau nilaimu merah lagi " Minato menyeretnya ke kamar meskipun makanan yang di makan Kushina belum habis. (Di seret bah)

~Di kamar Kushina~

Sekarang jam 9.00 PM.
Kushina melihat ke belakang menghadap Minato yang sedang duduk membaca buku.
" Eto.. "

" Kamu sudah siap? Selanjutnya ini " Minato memberikan buka yang di pegangnya ke Kushina.

" Bukan. Um.. Kamu tidak perlu mengawasi ku sampai selarut ini, besok kan ada sekolah " Kata Kushina.

" Kalau aku gak ngawasi kamu, pasti kamu gak bakalan belajar " Minato mengangkat satu alis.

" Tidak kok " jawabnya dengan wajah tidak bersalah.
'Gagal' Tapi batinnya sweatdrop.

" Emangnya kamu kenapa sih tiba-tiba bantu aku ttebane? " Tanya Kushina.

Minato sedikit tersentak mendengar kata-kata Kushina. Entah apa yang harus ia bilang.
(Gak mungkin kan dia bilang terang-terangan 'Aku ingin tetap bersamamu'? #jawlogic)

" Aku hanya mau kamu mendapat nilai yang bagus " jawab Minato.
Kushina mengangkat sebelah alis menunjukkan ketidak percayaan.

" Sudah. Sambung saja pelajaranmu, nanti gak selesai "

Kushina menggembungkan pipinya.
" Ya sudah "
Kushina kembali membalikkan badannya untuk belajar.

Minato diam-diam menghela nafas lega.
'Selamat..'

Kushina menguak.
" Sepertinya aku akan ketiduran di kelas hari ini " katanya dengan malas.

" Jangan! "
Minato juga ikut menguak.
" Setidaknya tahan sedikit.. Aku juga ngantok " kata Minato.

~Di kelas, jam pelajaran~

Minato melihat papan tulis dengan dagu mersandar di tangannya. Matanya berkali-kali hampir tertutup.
'Astaga.. Aku benar-benar mengantuk'
Ia menoleh ke arah kiri dan mendapati Kushina dengan kepala di meja dan buku menutupi kepalanya.

'Dia sudah tidur..' Minato sweatdrop.

" Kushina! " Panggil dosen dengan keras. Semua murid menoleh ke arah sudut melihat Kushina.

Minato tersentak dan langsung memegang bukunya yang sebenarnya terbalik.
Kushina menaikkan kepalanya dengan perlahan.
" Hm? " Hanya yang ia katakan dengan mata setengah tertutup-setengah terbuka.

(Minato : Gimana tu?
Author : Ya begitu)

" Kenapa kamu tidur? " Tanya laki-laki tua itu sambil menahan emosi.

" Aku mengantuk.. " Jawab Kushina singkat.

" Kenapa bisa? " Tanyanya lagi.

" Kemarin Minato tidak membiarkan aku tidur dattebane.. " Kata Kushina.

" HEE?! " Jerit satu kelas.
Minato melihat ke mereka semua dan mukanya memerah.

" Bukan itu maksudnya! Maksudnya-" Minato melambaikan tangannya, tapi kata-katanya di potong Kushina.

" Padahal semalam aku sudah bilang aku tidak bisa melakukannya dengan benar. Tapi dia menyuruhku untuk terus mencoba.. " Jawabnya lagi sebelum menutup mata.

" Bisa kau diam dulu?! " Seru Minato ke Kushina yang membuatnya kembali membuka mata tetapi masih terlihat mengantuk.

" Kau yang diam! " Jerit salah satu murid.

" Kenapa jadi aku? " Tanya Minato.

" Badanku juga pegal semua karena kita terus terjaga sampai pagi... " Kata Kushina lagi.

" Minato-kun?! " Jerit Lisa.

" Maksudnya belajar! Dia tidak bisa melakukan soalnya dengan benar, jadi kita belajar sampai jam 3 pagi. Kushina, tolong bantu a- Malah tidur! " kata-katanya terpotong saat ia menoleh ke kiri dan melihat Kushina sudah tertidur kembali dengan posisi duduk.

Minato menggemgam bahu Kushina dan mengguncang-guncangnya.
" Oi bangun! Kalau tidak aku mati! Bagun! " Perintahnya dan akhirnya ia terbangun.

" Minato " panggil dosennya.
Dengan gemetar Minato melihat ke arah dosennya.

" Apa kalian benar-benar melakukan..? " Tanya dosen mereka dengan wajah terkejut.

" Tidak bukan seperti itu. Ini benar-benar salah paham! "

" Minato.. "

" Apa? " Tanya Minato menoleh ke samping.

Kushina memegang perutnya.

" Perutku mual.. Rasanya aku mau muntah.. "

Hening. Kelas hening sampai terdengar suara jangkrik yang entah dari mana datangnya (?)

" Minato menghamilkan perempuan! " Seru salah satu murid laki-laki di kelas.

" Dan perempuan itu Kushina " Tambah Aiko dengan wajah innocent.

Kushina masih tidak mengerti apa yang mereka katakan. Sedangkan, wajah Minato sudah tidak bisa di jelaskan lagi bagaimana jadinya.
Minato langsung menarik Kushina keluar kelas.

Minato berdiri di depan toilet perempuan menunggu Kushina yang memuntahkan isi perutnya.

" Apa yang kau makan sih? " Tanya Minato heran melihat Kushina. Padahal kemarin Kushina tidak makan yang aneh-aneh.

" Aku makan sushi yang ada di atas meja tadi pagi dattebane " jawab Kushina sambil keluar dari toilet.

Minato facepalm.
" Bibi sudah akan membuang makanan itu karena sudah basi. Malah kau makan. Kamu sudah cuci muka? " Tanya Minato.

" Sudah.. Sudah.. " Jawabnya.

" Ya sudah ayok kembali ke kelas "

Mereka berdua berbalik dan secara tidak sengaja melihat orang sedang berpacaran di kelas kosong, lalu pasangan itu berciuman. Tampaknya mereka tidak menyadari kalau ada orang yang sedang melihat mereka.

Entah apa yang merasuki mereka berdua, mereka hanya terdiam sambil melihat mereka. Secara bersamaan mereka melirik ke satu sama lain dan langsung melihat ke arah lain lagi dengan bersamaan.

'Kenapa aku malah membayangkan kita berdua yang pacaran dattebane?' Wajah Kushina sudah sama merahnya dengan rambutnya.

'Jangan pikir yang aneh-aneh, Minato. Kamu bukan paman Jiraiya' Wajah Minato juga sama merahnya dengan wajah Kushina.

Akhirnya, mereka berjalan pergi. Keduanya hanya diam tidak ada yang mau membuka suara dan berusaha untuk mengembalikan warna wajah mereka yang asli.

Setelah beberapa saat, Kushina membuka suara.

" Um.. Ngomong-ngomong, kenapa Fugaku hari ini gak datang ke sekolah dattebane? " Tanya Kushina.

" Entahlah.. Dari tadi pagi dia gak muncul.. Mungkin dia sakit " jawab Minato.

Memang sejak tadi pagi Minato tidak melihat Fugaku keluar dari kamarnya. Biasanya, ia akan duluan berangkat atau membiarkan Kushina dan Minato berangkat duluan.

" Hhmm.. Kira-kira sekarang dia sedang apa ya? "

Yang sebenarnya sedang terjadi di rumah sekarang..

" Ayolah biarkan aku masuk " Mikoto sedang duduk di depan pintu Fugaku yang di kunci.

" Tidak " jawab Fugaku dingin yang sedang membaca bukunya di depan komputer yang sedang di nyalakan. Lampu kamarnya di tutup.

" Kenapa? " Tanya Mikoto sambil memiringkan kepalanya.

" Pertama, kau ribut, kau bisa mengganggu ku belajar. Kedua, aku tidak pernah memperbolehkan orang masuk ke kamarku " jawab Fugaku tidak peduli dengannya.

" Kamu dingin sekali " kata Mikoto. Lalu di otaknya muncul ide yang bagus.

" Ya sudahlah.. " Jawab Mikoto dengan nada pasrah lalu membuat hentakan kaki dan bersembunyi di belakang tembok di samping kamar Fugaku.

Fugaku membuka pintunya dan mengintip keluar.
'Apa dia sudah benar-benar pergi?'
Fugaku berjalan ke luar rumahnya dan untuk memastikan Mikoto sudah tidak ada.

Fugaku kembali masuk ke dalam dan mengunci pintunya.
" Akhirnya aku bisa sendiri.. " Gumam Fugaku.

Tek!

Lampu kamar Fugaku terbuka dan yang membukanya adalah Mikoto.

" Tidak benar-benar sendirian " Mikoto melipat tangannya dan tersenyum.

" Tidak baik membaca dengan lampu tertutup " tambah Mikoto.

" Argh.. Keluarlah, jangan ganggu aku belajar " ia berjalan ke meja belajarnya. Ia mengambil pensilnya dan tampak berpikir, ia sedang mengerjakan pr yang di berikan sensei mereka.

" Bukan begitu buatnya. Sini.. " Mikoto mengambil pensil dan mengerjakan soal itu.

" Aku bilang kelu- " Fugaku berhenti sejenak melihat hasil kerja Mikoto. Ia langsung mengambil buku itu dan melihat cara kerjanya dengan mata sedikit terbelalak tidak percaya.

" Baiklah.. Aku akan keluar sekarang.. " Kata Mikoto sambil tersenyum miring berjalan ke pintu kamar Fugaku.

" Tunggu! "

Mikoto berhenti dan berpaling ke belakang.

" Kenapa Fugaku-kun? " Tanya Mikoto dengan senyuman terbaiknya.

" Tolong.. jadi guruku untuk ujian remedial nanti.. " Fugaku melihat ke arah lain dengan wajah yang sedikit memerah, sekarang muncullah sikap Tsundere Fugaku seperti dulu saat mereka berdua baru bertemu.

Mikoto berjalan ke meja belajarnya dan mulai menjelaskan tentang beberapa soal yang Fugaku tidak mengerti.

" Mikoto, kau bilang kau jadi seorang model, jadi kenapa aku gak tau? " Tanya Fugaku, ia tidak pernah mendengar tentang Mikoto menjadi model sebelumnya.

" Hmm.. Sebenarnya aku masih belum terkenal. Tapi aku sedikit jenuh dengan pekerjaanku yang gak bawa hasil ini. Jadi, aku kabur.. " Mikoto tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya.

" Baka " kata Fugaku dingin.

Mikoto memalingkan wajah sambil melipat tangannya.
Tanpa sadar Fugaku tersenyum tipis.

Dan kembali lagi ke Minato dan Kushina.
Sekarang sedang lonceng istirahat dan Minato dan Kushina sedang berjalan di lorong... dengan gugup :D

Faktor pertama, karena kejadian yang baru mereka lihat tadi.
Faktor kedua, semua orang melihat mereka. Gossip beredar sangat cepat bahkan saat mereka sudah menjelaskan apa maksud sebenarnya.

" Kok mereka lihat kita terus dattebane? " Bisik Kushina ke Minato.

" Ini semua kan gara-gara kamu.. " Jawab Minato.

Di sepanjang jalan mereka terus di lihat yang lalu berbisik ke teman mereka. Mungkin sekarang kalian bertanya sebenarnya mereka mau ke mana iya kan? Mereka sedang berjalan menuju ke kantor kepala sekolah. Yup, seperti yang aku katakan, gossip beredar cepat dan untuk sekedar informasi pengedar gossip itu adalah Aiko. Ini bukan perintah Lisa, tapi Aiko bukan menyimpan rahasia yang baik.

Tok
Tok
Tok

" Masuk! "

Kushina masuk duluan lalu di susuli Minato, lalu Minato menutup pintu kantor kepala sekolah itu. Minato dan Kushina berdiri di depan meja kepala sekolah itu.

(A/N : masih ingatkan kepala sekolah mereka obito? Kita ganti aja jadi... Kakashi bagaimana?)

Kakashi terus menatap Kushina dan Minato datar. Kushina dan Minato juga sesekali melirik satu sama lain. Tidak ada yang membuka mulut selama beberapa menit sampai para readers bisa mendengar suara jangkrik peliharaan author (?)

" Umm... Sensei? " Tanya Kushina karena tidak yakin kenapa mereka di panggil kemari.

" Apa yang kalian lakukan?! " Kakashi memarahi mereka.

" Nani? " Tanya mereka berdua aneh.

" Kalian tau reputasi sekolah bisa menurun drastis jika seseorang mengetahui ini! " Sambung Kakashi frustasi.

Minato dan Kushina bertatapan sebentar lalu kembali ke depan.

" Gomenasai sensei! Kita tidak bermaksud melempar semua buku di perpustakaan tapi saat itu Minato yang memulainya dattebane! " Kushina langsung menunjuk Minato.

" Aku? Kamu yang mengambil buku biologi itu " bantah Minato.

" Aku yang mendapatnya duluan ttebane! " Seru Kushina sambil melipat tangan.

" Cukup! Bukan itu yang ku maksudkan! " Potong Kakashi.

" Bukan itu yang ku maksudkan! Yang ku maksudkan itu, tentang apa yang kalian tadi malam " Kakashi mencoba untuk menurunkan emosi.

" Nani?! Kita tidak melakukan apa-apa! " Jawab Minato.

" Semuanya itu salah paham dattebane! "

" Jadi bagaimana kau menjelaskan ini? " Kakashi mengeluarkan sebuah poster bertuliskan :

Perhatian semuanya!
Kushina menghamilkan Minato!

Dari : Akio

Saat Minato dan Kushina melihat tulisan yang bersalahan semua di poster itu mereka langsung tau siapa yang menulis itu. Itu adalah..

" Aiko! " Seru mereka berdua.

Di depan ruangan Aiko tertawa kecil.

Setelah di tegur kepala sekolah mereka keluar dari kantor itu dan menghela nafas. Padahal mereka belum makan siang tetapi malah di panggil ke kantor kepala sekolah dan di tegur sampai lonceng istiragat berakhir.

" Aku lapar dattebane " Keluh Kushina.

" Emangnya kau kira siapa yang salah di sini? " Tanya Minato sweatdrop yang sebenarnya juga kelaparan.

Kring!

Bel pulang sekolah berbunyi.

" Baiklah sampai jumpa besok. Ingat ujian remedial tinggal 2 hari lagi. Belajar yang baik "

Murid-murid berhamburan keluar dari kampus menuju ke rumah masing-masing meninggalkan Minato dan Kushina di kelas. Minato menyimpan buku-bukunya ke tas dan menoleh ke samping, ke arah Kushina yang sedang tertidur dengan wajah damai.

Minato menggerakkan tangannya ke arah Kushina hendak membangunkannya, tetapi berhenti, ia sudah cukup banyak memarahinya akhir-akhir ini. Bahkan sekarang ia merasa kalau sebenarnya apa yang terjadi hari ini salahnya. Ia mendorong Kushina terlalu tegas sampai tidak membiarkan ia tidur.

Minato hanya duduk di sampingnya dengan aneh. Cahaya matahari menyinari kelas dengan warna jingga dari langit sore, membuat Kushina terlihat lebih cantik di mata Minato. Kalau menurut Minato, Kushina perempuan yang sangat cantik, bahkan lebih cantik dari pada Lisa yang selalu di kejar-kejar laki-laki di kampus.

Minato menyukai segalanya tentang Kushina. Penampilannya, Kushina perempuan yang simple, tidak suka memakai make up. Ia hanya tampil natural dan itulah yang sebenarnya membuat Kushina cantik. Matanya memiliki pandangan yang terkesan galak padahal sebenarnya di dalam ia baik. Senyumnya juga bisa mengubah perasaan Minato dari suram menjadi senang.

Ia juga memiliki sifat yang baik, sedikit Tsundere tetapi lucu. Tetapi ada satu yang benar-benar menangkap perhatian Minato, yaitu rambutnya, rambut merahnya. Sejak pertama kali ia melihat Kushina, ia tau ada sesuatu yang berbeda tentang dirinya. Dialah satu-satunya perempuan yang bisa membuat ia bahagia. Dialah yang bisa membuatnya memiliki berbagai perasaan aneh ke Minato.

Minato menyingkirkan sedikit rambut yang menutupi wajah cantik Kushina dan membelai rambutnya dengan lembut agar tidak membangunkannya.

'Apa aku benar-benar..' Minato menatap Kushina dengan lembut.
Minato segera menarik kembali tangannya.
'Tidak. Tidak. Aku hanya temannya, tidak ada yang lebih, dia itu seperti adikku sendiri iya kan?' Pikirannya muncul pertanyaan-pertanyaan aneh.
'Tapi kalau begitu, perasaan apa ini..?'

Kelopak mata Kushina sedikit bergerak dan dengan perlahan, ia membuka matanya melihat Minato yang duduk di sebelah nya, berusaha untuk bersikap normal.
Kushina mengangkat kepalanya dari meja dan mengusap matanya sambil melihat ke luar jendela. (Karna dia duduk di sebelah jendela)

" Ini sudah jam berapa? " Tanya Kushina.

" Jam 6.00 " jawab Minato sambil melihat ke jam tangannya. (Biasanya mereka pulang jam 5)

" Ha?! Oh tidak! Kita harus cepat pulang! Aku belum belajar accounting! Dan soal-soal yang kamu berikan semalam belum aku kerjakan dattebane! Kita harus cepat pulang dattebane! " Seru Kushina dengan keras, rasa ngantuknya langsung hilang begitu saja.

Minato tersenyum.
" Tidak.. " Ia menutup matanya.

" Tidak?! Kenapa?! "

" Ayok kita pergi makan ramen dulu " Minato berkata lembut ke Kushina.

Kushina terpelongo tidak percaya mendengar kata-kata Minato.
" Hontouni? "

Minato menggangguk.
Kushina tersenyum senang.
Mereka berdua berjalan menuju ke gerbang pintu keluar. Karena terlalu senang mereka sampai lupa kalau jam 6.30 pintu gerbang sudah di tutup.

Mereka berhenti di depan pintu gerbang.
" Jadi sekarang kita harus gimana? " Tanya Minato ke Kushina.

" Aku tidak tau kalau kamu, tapi aku bisa melewati gerbang ini dengan mudah dattebane " Kushina berjonkkok dan tampak menarik celana leggingnya sampai berada panjang ke bawah lutut.

" Sejak kapan kamu menggunakan itu? " Tanya Minato sweatdrop.

" Sejak awal aku masuk sekolah ini. Hanya untuk jaga-jaga ttebane " Kushina tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya.

Ia berdiri dan berjalan mendekati gerbang dan mulai memanjatinya.
" Oi Kushina, hati-hati, nanti kamu jatoh "

Kushina tidak terlihat kesulitan saat memanjat gerbang itu. Ia sampai ke atas gerbang dan meloncat ke bawah dengan mudah. Ia berbalik dan tersenyum bangga.

" Sekarang giliranmu dattebane! "

" Ummmm... "

Hari sudah malam, sekarang mereka sedang berada di warung ramen kecil bernama Ramen Ichiraku.

" Itadakimasu! "
Kushina melahap ramennya.

Minato melihatnya dengan wajah datar seperti -_-

" Do shita no? " Kushina bertanya dengan wajah polos.

" Kenapa kamu tidak bilang ada kunci? " Tanya Minato masih memasang wajah polos.

Flashback

Kushina bersandar ke gerbang, ia bermain handphonenya sambil menunggu Minato.

Duk!

" Argh.. " Rintih Minato.

" Eh? Nekat kali kamu manjat gerbangnya ttebane? " Kushina memasang wajah heran.

" Lagi pula aku juga gak punya pilihan lain " Minato berdiri dan membersikan debu dari celananya.

" Tentu saja kamu punya pilihan lain. Kamu bisa memakai kunci yang ada di samping gerbang itu dattebane " Kushina mengangkat satu alis.

" Nani?! "

Flashback end

" hehehe... " Kushina menggaruk belakang kepalanya.

Minato menghela nafasnya dan mulai memakan ramennya. Setelah selesai makan, mereka- tunggu...

(Author : Kushina! Berapa kali harus aku katakan jangan ubah apa yang aku tulis di skrip)

Setelah selesai makan, Minato membayar makanan mereka dan berjalan pulang. Di sepanjang jalan, Kushina berkomat-kamit tentang sesuatu. Minato berusaha untuk merespon ke setiap pertanyaan Kushina yang sebenarnya tidak ia mengerti.

Akhirnya mereka sampai ke rumah, Minato membuka pintu.

" Tadai.. "
Minato di potong oleh Kushina yang langsung berlari ke dalam ruang.
" Tadaima ttebane! "

Ia langsung melempar tasnya dengan sembarang dan melihat ke sekeliling ruangan, sama sekali tidak ada orang di sana, suasana sangat sunyi.

" Di mana semua orang dattebane? " Tanya Kushina tidak jelas ke siapa. (Baiklah mungkin sekarang para readers akan berkata 'di mana dua main bersaudara itu? Di mana Haruka dan Hikaru?)

" Paman dan bibi bilang mereka punya kerjaan tambahan, jadi hari ini mereka pulang lebih malam. Fugaku mungkin lagi ngurung diri di kamar seperti biasanya. Kalau Mikoto mungkin sudah tertidur.. " Minato memelankan suaranya.

" Tertidur? Mana mungkin! Ini saja baru jam tujuh " jawab Kushina dengan suara keras seperti biasanya.

" Terserahlah.. Sekarang bawa ini ke kamar mu, pergi siap-siap. Nanti aku akan datang ke kamarmu, kita sambung pelajaran " Minato memberikan Kushina tas ranselnya kembali. Walaupun sebenarnya kamarnya sendiri sering berantakan tetapi ia tidak mau itu juga terjadi ke Kushina. Minato berjalan ke lantai dua di susuli Kushina.

Kushina masuk ke kamarnya. Ia meletakkan tasnya di samping Kyuubi yang sedang bermain dengan bola yang di belikan Kushina dulu. Kushina melihatnya dan berjongkok.

" Aku masih harus memandikanmu.. Kamu sudah makan kan? Tentu saja sudah, pasti dan 'pageranmu' sudah makan bersama ttebane " Kushina tau kalau Kyuubi menyukai Kiiroi. Walaupun ia selalu bersikap tangguh di depannya, Kushina tau kalau ia hanya ingin tidak terlihat baik di depan Kiiroi.

Kushina berjalan menuju ke kamar mandi, ia memandikan Kyuubi, memandikan dirinya sendiri, memakai baju tidurnya, blablabla dan akhirnya ia hanya duduk di kasurnya sambil mengeringkan bulu Kyuubi. Bahkan setelah ia mengeringkan bulunya, Minato belum muncul.

'Argh! Di mana dia dattebane? Dia bilang mau belajar, tapi dia malah gak muncul-muncul!' Keluh Kushina.

Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi mengecek apakah Mikoto sudah tidur atau belum. Ia membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju ke atas, Kyuubi hanya duduk di sana melihat Kushina dengan aneh.

Kushina sampai di depan pintu kamar Mikoto dan hendak mengetuknya, tetapi terhenti karena terdengar suara berbicara dari dalam. Ia mendekatkan telinga ke pintu kamarnya untuk mendengar apa yang sedang di bicarakan.

" Apa? Tapi dari mana kamu tau aku di sini? "

Kushina dapat menebak kalau ia sedang berbicara dengan seseorang lewat telephoneonnya karena ia tidak mendengar suara orang lain, ia tidak bisa mendengar apa yang di katakan orang di telephone itu.

" Seseorang melihatku? T-tapi tunggu, kamu tidak bisa datang kemari, orang-orang akan terganggu dengan kedatangan kalian "

Minato mengintip dari balik tembok dan mendapati Kushina di depan pintu kamar Kushina.

" Kamu sedang apa..? " Tanya Minato.

Kushina hanya membuat isyarat untuk menyuruhnya datang. Minato berjalan ke tempatnya sambil melihatnya dengan aneh. Kushina menunjuk pintu kamar Mikoto lalu kembali mendekatkan telinganya ke pintu itu, Minato hanya mengikutinya.

" 1 minggu lagi?! Oh tidak tidak.. Aku mohon jangan "

'Tidak. Aku harus datang ke rumah itu minggu depan, bagaimana kamu bisa menjadi terkenal kalau kamu tidak mau bekerja keras?' Terdengar suara laki-laki dari telephone, tetapi tidak bisa di dengar Minato dan Kushina.

" T-tapi- "

Tut...

Mikoto menghela nafas sambil melihat ke bawa.

Minato menarik Kushina dari sana.
" Kira-kira siapa itu? Kedengarannya serius ttebane " tanya Kushina.

" Mana aku tau.. Yang penting sekarang kita belajar dulu "

Mereka menghabiskan waktu di kamar Kushina (tidak menghabiskan waktu seperti 'itu') untuk belajar, tetapi kali ini hanya sampai jam 9 dan mereka pergi tidur (tentu saja di kamar masing-masing)

Kesokan harinya..
Mereka sedang berjalan menuju ke kelas. Hari ini mereka datang setengah jam sebelum pelajaran di mulai. Saat sampai di depan kelas.

" Aku ke toilet sebentar " Kushina langsung berlari.

Lisa sedang meminum sekaleng minuman kopi sambil duduk di sebuah kursi. Tiba-tiba Kushina berlari melewatinya.
'Hmph! Anak itu! Aneh sekali, bagaimana Minato-kun bisa menyukai orang seperti dia?' Lisa melihatnya berlari menuju ke toilet perempuan dan hampir menabrak dinding saat hendak masuk.

'Dasar anak buta' Lisa akan meminum kopinya lagi hanya saja ia di dorong seseorang dari belakang, kopinya jatuh ke lantai. Ia akan segera memarahi siapapun yang ada di belakangnya. Ia berbalik ke belakang dan melihat Aiko berdiri di sana.

" G-gomenasai! "

" Argh! Kamu sama butanya dengan anak itu! " Lisa membungkukkan badan hendak mengambil kaleng minuman itu tetapi tiba-tiba berhenti. Ia melihat ke kopi yang membasahi lantai itu dan tiba-tiba terkekeh. Aiko melihatnya aneh.

" Lisa-chan? Ada apa? "

" Oh! Tidak apa-apa.. Hanya saja.. aku mendapat ide " Lisa kembali terkekeh.

Minato duduk di mejanya bosan sambil melihat ke arah pintu kelas yang terbuka. Di sebelahnya ada Fugaku yang sudah sampai bahkan lebih cepat dari Minato.

'Di mana dia? Seharusnya sekarang dia sudah kembali'

Tiba-tiba matanya menangkap 2 orang yang tidak asing. Ia melihat Aiko dan Lisa sedang membawa 1 baskom air yang cukup besar. Lisa tidak sadar kalau Minato sedang melihatnya. Minato menatapnya dengan tatapan curiga, bisanya Lisa paling tidak suka bersih-bersih karena ia tidak suka dengan kotoran, jadi apa yang ia lakukan membawa sebaskom air seperti itu.

Setelah mereka berdua sudah lebih jauh dari pintu kelas, Minato memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang.

Kembali ke Kushina..

Akhirnya ia keluar dari toilet perempuan dan langsung di hampiri Aiko.

" Kushina-chan! Ikut aku! Aku mau menunjukkan sesuatu yang keren! " Aiko berkata dengan wajah ceria.

Kushina melihatnya sebentar.
'Dia teman Lisa, mungkin dia lagi merencanakan sesuatu. Tapi dia kan polos ttebane.. Akan aku coba ikuti saja..' Kushina hanya mengangguk.

Mereka berjalan sampai dekat dengan tangga menuju ke lantai 3. Kushina melihat ke kiri lalu ke kanan, tidak ada apa-apa.

" Apa yang mau kamu tunjukkan? " Tanya Kushina.

" Kamu tunggu di sini sebentar ya.. " AIko berlari menuju ke tangga dan berlari ke atas. Kushina hanya berdiri di sana menunggu dengan sabar. Tiba-tiba dari berlakang seseorang mendorongnya.

Splash!

Kushina terjatuh ke lantai, ia langsung menoleh ke belakang dan mendapati Minato yang basah kuyup. Kushina melihatnya dengan mata terbelalak tidak tau apa yang terjadi, itu terjadi terlalu cepat.

" M-M-Minato-kun! " Seru Lisa. Ia langsung berlari ke bawah.

" G-gomen! Aku tidak bermaksud untuk menyirammu.. " Lisa melihat ke bawah. Sedangkan, Aiko tidak berani turun saat melihat raut wajah Minato.

" Jadi maksudmu, kamu bermaksud untuk menyiram Kushina? " Tanya Minato dengan wajah dingin.

" T-tidak! Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu! "

Kring!

Minato menarik Kushina menuju ke kelas.

" Minato kamu basah kuyup dattebane! Kamu harus tukar bajumu dulu! Kalau gak nanti kamu sakit ttebane! "

" Daijobu.. " Jawab Minato singkat.

Kushina hanya melihat ke bawah merasa bersalah.

Akhirnya mereka kembali ke kelas, belajar, makan siang, belajar lagi, bla ^"*#!?/
Setelah itu mereka berjalan pulang ke rumah. Di jalan Minato bersin beberapa kali dan Kushina juga sedikit memarahinya karena tidak mendengarkannya, tetapi ia hanya tetap mengatakan 'tidak apa-apa'

Hari sudah malam.. (Cepat kale..)
Mereka semua baru selesai makan malam. Semua orang langsung menuju ke kamar masing-masing kecuali Kushina yang masih duduk di meja.

Minato mengumpul piring-piring kotor di meja, itu memang sudah kebiasaannya sehari-hari di rumah.

Kushina melihat ke Mikoto sekejap. Sejak Kushina mendengar pembicaraannya di telephone kemarin, Mikoto bersikap agak aneh, ia menjadi sedikit pendiam dan tidak mengejar-ngejar Fugaku seperti biasanya.

Prang!

Kushina langsung menoleh ke arah sumber bunyi. Ia melihat Minato yang tergeletak di lantai.

" Minato! "

" Suara apa itu?! " Tanya Tsunade.

Tsunade langsung berlari turun dan berjongkok di sebelah Minato. Ia meletakkan tangannya ke kening Minato.

" Dia deman tinggi! Jiraiya! Bawa dia ke kamarnya "
Rasa bersalah Kushina bertambah.

Jiraiya turun ke bawah dan membawa Minato ke kamarnya, ia membaringkan Minato ke kasurnya. Tsunade mengambil termometer digital dari laci di samping kasur Minato lalu mengecek suhu badan Minato. Ia melihat ke termometer itu.

" Demamnya cukup parah.. Tapi dia hanya perlu sedikit istirahat " jelas Tsunade singkat. Ia memang tau banyak dengan ini karena ia juga bekerja sebagai dokter di rumah sakit Konoha.

Mikoto masuk ke kamar membawa seember air dan kain lalu, memberikannya ke Tsunade. Tsunade sedikit membasahi kain itu, memerasnya dan meletakkannya di dahi Minato.

" Ayuk.. Biarkan dia tidur.. "

Mereka semua keluar dari kamar kecuali Kushina yang masih berdiri di sebelah Minato yang masih tidur. Ia berjongkok dan melihat ke Minato dengan raut wajah cemas.

" Gomene.. Aku tau ini salahku.. Kalau aku tidak sebodoh itu, kamu tidak akan basah. Sekarang kamu jadi deman tinggi... " Ia berhenti berbicara sebentar.

" Aku bodoh berbicara dengan kamu.. Kamu aja tidur. Sekarang aku saja belum belajar.. Tapi.. " Kushina berdiri.

" Arigatou.. Aku akan mencoba semampuku untuk tidak di keluarkan ttebane " Kushina berjalan keluar dari kamar Minato.

Beberapa detik setelah Kushina keluar, Minato membuka matanya dan melihat ke pintu kamarnya. Ia tersenyum senang.

'Dasar anak aneh.. Kenapa aku tertarik kepadamu?' Minato tersenyum sambil menutup matanya.

Keesokan harinya..
Kushina sudah berangkat tadi pagi, hari ini libur, hanya perserta ujian remedial yang datang ke sekolah.

Minato sedang duduk bersandar di kasurnya. Ia masih gelisah tentang Kushina. Walaupun dia percaya dengan Kushina, tapi siapa yang tidak khawatir kalau 'teman' mu akan di keluarkan kalau tidak mendapat nilai yang bagus.

Tok!
Tok!
Tok!

Minato menoleh ke arah pintu kamarnya, tanpa sadar ia berharap itu Kushina dan benar saja. Kushina berdiri di sana melihat ke bawah, rambut merahnya menutupi wajahnya. Minato menggigit bawah bibirnya sambil melihat Kushina dengan wajah cemas.

" Jadi bagaimana? " Tanya Minato.

Kushina tidak menjawab tapi berjalan mendekati Minato. Ia bersujud dan menyandarkan kepalanya ke kasur Minato. Minato menepuk pelan kepala Kushina.

" Maaf aku gak bisa ngajarin kamu.. Seharusnya kemarin aku me- "

" Aku tidak di keluarkan dattebane! " Seru Kushina secara tiba-tiba.

" Nani? " Minato tidak yakin dengan apa yang ia dengar.

" Aku tidak jadi di keluarkan dari sekolah dattebane! " Kushina berdiri dan melempar kertas ujiannya ke wajah Minato. Minato melihat hasil ujian Kushina, tidak terlalu bagus dan tidak terlalu buruk, cukup bagus untuk tidak di keluarkan.

" Bagus! Lihat? Aku bilang kamu pasti bisa melakukannya " Minato tersenyum ceria.

" Hmph! Mungkin aku mempunyai bakat dalam belajar dattebane " Kushina tersenyum miring sambil menutup matanya.

" Emangnya kalau aku tidak sakit semalam apa kamu bakal belajar? " Minato mengangkat satu alis.

Kushina menggaruk belakang kepalanya.
" Hehehe.. Gomen.. Saatnya untuk memberitahu Mikoto dan Fugaku! " Kushina langsung berlari keluar dari kamarnya.

Awalnya Minato melihat ia dengan tatapan bosan, tapi berubah menjadi senyuman.

'Setidaknya kamu berusaha dengan usahamu sendiri. Tidak salah aku menolongnya kemarin..'

/" Apa yang kau bawa itu "/" Kelihatannya Lisa ada saingan "/" Apa aku harus membaca ini semua dattebane? "/" M-Mikoto, aku tidak bisa membuat coklat "/" Kita perlu model lain yang lebih cocok untuk tema ini, kita perlu pasangan yang cocok "/

Next Chapter : Kushina's Day



Author : Itu dia chapter 6! Author tau.. memang jelek..

Kushina : Walawe, ternyata Mikoto. Tandanya Fugaku dah punya pairingnya

Fugaku : Diam

Minato : Ku kira entah siapa *sweatdrop*

Lisa : Walah... Kena lagi gue
Aiko : Peran kita di chapter 6 gak banyak ya? Baguslah.. karna aku mau tidur..

Kushina : Btw, maksud dari chapter 7 apa? kok judulnya Kushina's Day?

Author : Mau tau aja :P Okay.. sekali lagi hontoni gomenasai..

Please
Review :)