INILAH DIRIKU YANG SEBENARNYA
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke
Pairing: SasufemNaru
Rated : T (Bisa jadi M bila ada adegan kekerasan dan kata-kata kasar)
Genre : Romance, family
Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, OC, Typo berserakan dimana-mana, gaje, alur tak menentu, tak sesuai dengan cerita aslinya
Chapter 5
Di Konoha
Kediaman Namikaze pagi ini begitu tenang, tidak ada teriakan dari Kushina yang memarahi Naruko atau sebagainya. Kushina hanya diam dan menyiapkan sarapan bagi mereka(Minato dan Naruko) dan sarapan pun berjalan dengan hening tanpa celotehan dari Kushina.
"Kaa-san baik-baik saja kan?"Tanya Naruko khawatir
"Ya, Kaa-san baik-baik saja"Jawab Kushina tak minat
Naruko tak bertanya-tanya lagi karena dia tak ingin Kaa-san nya marah, Minato yang melihat Kushina sedari tadi diam dan seperti memikirkan sesuatu merasa khawatir walau tidak dia ucapkan.
"Aku selesai, kalau kalian sudah selesai tinggalkan saja piring kotor itu di meja nanti akan aku cuci"Ucap Kushina yang telah beranjak menuju lantai 2 a.k.a kamar Naruto.
"Ada apa dengan Kaa-san, Tou-san?" Tanya Naruko selepas perginya Kushina
"Tou-san juga tidak tau Ruko-chan"Jawab Minato sedih
Dilain tempat Kushina sedang termenung memikirkan putri bungsunya yang telah tiada(menurutnya dan para penduduk lainnya)
"Apa yang harus aku lakukan? "Tanya Kushina pada dirinya sendiri
.
.
.
Diruang Hokage
Minato yang disibukan dengan tumpukan kertas di atas meja kerjanya yang tak pernah berkurang.
Swuss
Muncul seseorang dari jendala
"Yo Minato"Sapa orang itu
"Ah Sensei"Sapa baliknya "Ada apa Sensei kesini? "Tanya Minato
"Aku membawa ramalan dari tetua katak"Jawab Jiraiya
"Ramalan? tentang apa? "Tanya Minato
"Anak yang membawa perdamaian"Jawab Jiraiya
"Bukannya Naruko anak dalam ramalan itu?"Tanya Minato heran
"Kan aku tidak menyebutkan siapa dan itu belum tentu Naruko bisa saja orang lain, yang jelas tetua katak berkata'Anak dalam ramalan itu akan muncul di saat dimana keadaan berpihak pada kejahatan, dia dikelilingi oleh kegelapan namun dia tak terjerumus dalam kegelapan itu malah dia berteman dengan kegelapan itu'Hanya itu yang di katakannya"Ucap Jiraiya
"Jadi bukan Naruko? lalu siapa?"Tanya Minato
"Entahlah kita lihat saja nantik"Jawab Jiraiya
.
.
.
Ditempat lain
Kushina sedang berhadapan dengan Kakashi
"Ada apa Kushina-sama mencari saya?"Tanya Kakashi sopan
"Kakashi kau dekat bukan dengan Naruto? tolong beritahu aku semua tentang Naruto"Pinta Kushina dengan tatapan sedih
Kakashi yang melihat tatapan itu mengetahui bahwa Kushina telah sadar dan menyesali perbuatannya.
"Maaf lebih baik anda tanyakan pada keluarga Uchiha karena mereka lebih mengenal Naruto dari pada yang lain"Saran Kakashi
"Keluarga Uchiha? kenapa mereka?"Tanya Kushina heran
"Karena selama ini Naruto-hime lebih sering tinggal di sana karena mereka merupakan KELUARGA bagi Naruto-hime"Jawab Kakashi dengan penekanan pada kata keluarga
Kushina yang mendengar itu begitu terpukul dan juga senang karena putrinya masih memiliki seseorang yang menyayanginya.
"Terima kasih Kakashi" Ucap Kushina tulus dan langsung pergi
"Yare yare, Syukurlah kau sudah sadar Kushina-nee"Gumam Kakashi sambil tersenyum tulus.
Kushina berjalan dengan langkah cepat menuju Komplek perumahan Klan Uchiha untuk menemui Mikoto dan bertanya tentang Naruto padanya
Tok
tok
tok
Sreet
"Kushina? ada apa kau kemari? "Tanya Mikoto sedikit terkejut karena Kushina datang kerumahnya
"Aku ingin bertanya sesuatu pada mu Mikoto, ini penting sangat penting"Jawab Kushina serius
"Kalau begitu ayo masuk kita bicara didalam"Ajak Mikoto
"Baik"
Mereka pun masuk kedalam rumah menuju ruang tamu dan berbicara di sana, Itachi datang dan membawa teh hijau untuk Kushina dan ibunya.
"Kau duduk disini dulu Itachi-kun"Ucap Mikoto
"Baik Kaa-san"
"Jadi kau mau tanya apa Kushina" Tanya Mikoto
"Ini soal Naruto, bisakah kau beritahu aku semua tentang Naruto?"Harap Kushina dengan tatapan sedih
Mikoto dan Itachi saling pandang cukup lama lalu menganggukan kepala kompak
"Kami bisa memberitahukan mu tentang Naru-chan tapi tak semua hanya yang perlu kau ketahui saja"Ucap Mikoto
"Tidak apa-apa"Respon Kushina cepat dan sedikit bersemangat
Mikoto dan itachi pun menceritakan tentang Naruto pada kushina dan sampai pada sebuah kata yang di ucapkan oleh Mikoto membuat Kushina termenung.
"Naru-chan dia di kelilingi oleh kegelapan namun dia tidak terjerumus dalam kegelapan itu karena dia menjadikan kegelapan itu temannya, teman yang selalu ada untuknya kapan pun dan dimana pun"Ucap Mikoto sambil membayangkan Naruto
.
.
.
Kushina termenung setelah mendengarkan apa yang di katakan Mikoto, yang membuat dia shok adalah bahwa apa yang dikatakan Mikoto sama dengan yang dikatakan Jiraiya tentang anak ramalan itu dan itu berarti Naruto putrinya masih hidup sampai saat ini, tapi dimana dia sekarang? itu yang ada di dalam pikirannya.
"Ada dimana kau sekarang putri ku? "Tanya Kushina sambil menatap langit dari jendela kamarnya "Saat kau kembali Kaa-san akan memelukmu dengan erat dan tak akan Kaa-san lepaskan sampai Kaa-san puas memelukmu"Tekat Kushina penuh tekat
Kushina pun kembali mendapatkan semangatnya dan mulai melakukan aktivitas biasanya, itu membuat Naruko dan Minato menjadi lega karena Kushina sudah kembali seperti sedia kala dan mereka tak perlu khawatir lagi.
Suatu sore Kushina bertemu dengan Jiraiya, Tsunade dan Shizune serta ton ton di pelukannya. Mereka pun berbicara di kedai ramen.
"Jadi ada apa kau membawa kami kesini Kushina?" Tanya Tsunade
"Begini Tsunade-sama, ini menyangkut dengan ramalan yang Jiraiya-sensei bawa kan "Jawab Kushina
"Ada apa dengan ramalan itu? "Tanya Jiraiya heran
"Sepertinya aku tau siapa anak dalam ramalan itu"Jawab Kushina mengejutkan mereka
"Kau serius? bukan Naruko kan yang kau maksud?"Tanya Jiraiya
"Bukan Naruko tapi Naruto"bisik Kushina yang hanya bisa didengar oleh mereka saja
"Tapi bagaimana bisa? bukan nya Naruto sudah tiada"Tanya Shizune terkejut
"Naruto belum mati, dia masih hidup. Apa kalian melihat mayatnya? tidak kan"ucap Kushina
"Mungkin kau benar Kushina, mungkin anak itu Naruto"Ucap Tsunade yakin"Tapi apa dia akan kembali kepada kalian? "Tanya Tsunade"Ya walau kau sudah sadar akan kesalahan mu"Sambungnya
"Entahlah Tsunade-hime"Jawab Kushina lesu
"Kau harus bisa mendapatkan kepercayaan dari Naruto bila ingin dia bersama mu"Nasehat Jiraiya bijak
Kushina hanya diam dan merenungkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya, bagaimana cara mendapatkan kepercayaan itu dari Naruto? apa Naruto akan memaafkannya? begitu banyak pertanyaan yang ada di kepalanya yang tak bisa di jawabnya (Kushina) harus bertanya langsung pada Naruto saat dia kembali nantik, itulah tekatnya sekarang.
.
.
.
Di suatu tempat
Kabuto yang dalam pengaruh Genjutsu sedang menyiapkan semua keperluan untuk melakukan Edo Tensei, di awasi langsung oleh Tobi. Dan Zetsu menyiapkan pasukan Zetsu-zetsu putih yang lain. Mereka sudag memikirkan semuanya secara matang.
Tapi siapa yang tau, apa mereka berhasil atau tidak. Di tempat lain Naruto dengan para Yami bijuu juga sedang bersiap-siap untuk perang ini. Orochimaru dan Sasuke mencari topeng Shinigami di reruntuhan Uzukagure dan pasukan yang lain mencari keberadaan Kabuto dan menyelamatkannya.
.
.
.
Saat Orochimaru dan Sasuke mencari topeng Shinigami di reruntuhan Uzugakure mereka menemukan sebuah gulungan.
"Ini gulungan apa? "Tanya Sasuke sambil menujukan gulungan yang dia temukan ke Orochimaru
"Seperti gulungan Kuchiyose "Jawab Orochimaru
"Tapi tidak bisa dibuka Sensei"Ujar Sasuke
"Itu karena gulungan itu khusus untuk Uzumaki terpilih saja, mungkin itu dulu milik Uzukage"Terang Orochimaru "Lebih baik kau simpan gulungan itu dan berikan pada Naruto, bukan kah dia seorang Uzumaki?" Sambungnya
"Anda benar sensei"Respon Sasuke dan menyimpan gulungan itu didalam tas penyimpanannya
"Ayo kita lanjutkan Sasuke"Ajak Orochimaru yang sudah meninggalkan Sasuke
"Hn"
Sasuke menyusul Orochimaru dan berjalan beriringan mencari topeng Shinigami.
.
.
.
"Naru-hime "Panggil Yami Matatabi(Dalam Mode Human) kepada Naruto yang sedang berlatih bersama Yami Kokuou(Mode Bijuu)
Naruto yang merasa dipanggil menghentikan latihannya dan menoleh pada Matatabi yang membawa sebuah kimono di kedua tangannya.
"Ada apa Mata-Nee?"Tanya Naruto
"Ini aku membuatkan mu kimono yang akan kau pakai saat perang nanti"Jawabnya semangat
"Kimono? tapi itu akan merepotkan saat bergerak Mata-Nee"Ungkap Naruto sedikit heran
"Tidak akan, Kimono ini tidak sama dengan kimono biasa. Kimono ini tanpa lengan dan juga pendek juga di lengkapi oleh celana selutut agar kau bisa bergerak bebas"Terang nya sambil melihatkan kimono yang dia buat
"Iya sih tapi ini terlalu seksi Mata-Nee"Keluh Naruto
"Begitu ya? baiklah aku akan simpan saja, siapa tau kau akan membutuhkannya suatu saat nanti"Ucap Yami Matatabi tak patah semangat
Naruto tersenyum mendengar itu karena Yami Matatabi mengerti dirinya.
"Yo Gaki aku membawakan mu baju untuk perang nanti"Teriak Yami Kurama sambil melihatkan baju yang telah dia buat, baju itu berwarna biru gelap dengan taburan kelap-kelip berwarna kuning, lengan panjang, rok 10 cm di atas lutut dan celana selutuh berwarna senada dengan baju.
"Wow keren Kurama-Nee"Kagum Naruto dengan mata berbinar
"Tentu, karena aku yang membuatnya"Ucap Yami Kurama bangga
Matatabi dan Kokuou yang melihat itu hanya tersenyum geli apalagi Yami Kurama membanggakan dirinya sendiri.
.
.
.
Naruko,Sakura, Kiba, Ino, Hinata, Neji, shikamaru, Choji, Lee, Tenten, Sai dan Shino, mereka berkumpul di tempat latihan Tim 7.
"Apa kalian sudah berlatih? "Tanya Kiba
"Tentu sudah dong"Jawab mereka minus Shikamaru yang tidur dan Sai yang tersenyum palsu
"Oh ya apa kalian melihat Hikari dan Yutta?"Tanya Sakura
"Tidak, mungkin mereka sedang berlatih"Jawab Ino
"Ada yang tau mereka berlatih dimana?"Tanya Tenten
"Tidak ada yang tau, mereka itu sulit di lacak"Jawab Kiba
"Karena mereka itu tim khusus yang bergerak mencari informasi secara rahasia"Ucap Shikamaru
Mereka semua menoleh pada Shikamaru
"Darimana kau tau?"Tanya Ino penasaran
"Naruto, karena dia sering menemaniku tidur saat dia memata-matai Tim kita waktu latihan"Jawab Shikamaru tanpa beban
"What? jadi mereka sering memata-matain Tim lain tanpa kita sadari"Ucap Neji tak menyangka
"Begitulah"
Shikamaru mengingat kembali disaat Naruto memata-matai Timnya, di saat itu dia tidak ikut berlatih malah tidur di sebuah pohon dekat tempat teman setimnya berlatih dan saat itu Naruto datang dan duduk di dahan pohon di atasnya sambil tersenyum dan mengatakan 'Kau pemalas sekali Shika' dan hanya di balas 'Merepotkan' olehnya. Dan Naruto terus mengawasi latihan timnya sampai selesai, saat tim nya selesai berlatih dia pun pergi katanya tugasnya sudah selesai dan lain waktu dia akan menemuinya lagi dan menemaninya tidur sambil mengawasi perkembangan timnya.
Dia (Shikamaru) sangat ingin itu terjadi lagi tapi mau gimana lagi, Naruto tidak ada disini lagi. Naruto merupakan sahabatnya yang harus dia lindungi, sahabatnya yang mengerti dirinya lebih dari orang lain, sahabat yang selalu memperhatikan orang terdekatnya tanpa membedakan yang satu dengan yang lain.
"Hei Shika apa yang kau lamunkan?"Tanya Kiba heran
"Tidak ada"Jawab Shikamaru singkat dan mulai tidur lagi.
"Oh iya, Naruko kau tau Sasuke-kun dimana saat ini? "Tanya Ino
"Tidak"Jawab Naruko murung
"Oh"
Mereka menghabiskan waktu dengan bercerita apa saja dan sedikit menghilangkan kecemasan mereka akan perang dunia shinobi ke-4 ini.
.
.
.
"Akhirnya kita menemukan nya"Seru Orochimaru senang dengan sebuah topeng di tangannya
"Lebih baik kita kembali kemarkas sensei dan menunggu laporan dari pasukan mu"Saran Sasuke
"Kau benar, ayo "
Mereka pun kembali kemarkas Orochimaru dan menunggu laporan dari pasukan yang dikirimnya untuk mencari lokasi Kabuto saat ini.
.
.
.
Di sebuah tempat yang gelap sebuah peti berdiri didepan 3 orang, didalam peti itu ada seseorang yang akan mereka bangkitkan.
"Apa persiapannya telah selesai Kabuto?"Tanya Tobi
"Ya Tobi-sama, semuanya telah siap"Jawab Kabuto yang masih dalam pengaruh Genjutsu
"Bagus, sekarang laksanakan tugas mu"Perintah Tobi
"Ha'i"
Kabuto pun melakukan segel tangan untuk Edo Tensei, setelah selesai segel tangan dia mengucapkan.
"Edo Tensei no Jutsu"
Perlahan-lahan peti itu terbuka dan sosok dalam peti itu beransur-ansur hidup dan menatap mereka dengan datar serta seringai menyeramkan.
"Selamat datang Madara-Sama"Sambut mereka sambil beroji(benar ngk tulisannya?)
Madara tersenyum angkuh sambil berjalan keluar dari peti itu.
"Aku kembali dan akan ku pastikan kalian semua akan hancur, hahahahaha"Tawanya angkuh
.
.
.
.
.
.
Tbc
Akhirnya Madara bangkit juga.
Maaf kalau banyak kesalahan pada chapter ini.
Gami akan balas review dulu:
Tsumiki-nyan: Ini sudah lanjut, Arigato
block66: Ini sudah lanjut
Uhara Uchime: Salam kenal juga Hara-san.
Terima kasih.
Sama, Gami juga kesal dengan mereka.
Tentu dong. Umur mereka 16 tahun rata-ratanya ya kecuali Neji, Lee dan Tenten satu tahun diatas mereka.
Ini sudah lanjut
Harpaairiry: Ini sudah lanjut dan Maaf Gami tidak bisa.
Guest: Ini sudah lanjut
SNCKS: Yap, di chapter ini sudah terjawab kan? Seorang ibu tentu sayang pada anaknya kan? jadi selama ini Kushina itu bisa di bilang lupa akan keberadaan Naruto karena fokus pada Naruko. Amin.
Khioneizys: Ini sudah lanjut. Maksudnya apa ya?
Terima kasih
Uzumaki Prince Dobe-Nii: Di chapter ini sudah terjawabkan kan? Mereka masih lama sadarnya.
Ini sudah lanjut dan Arigato.
vira-hime: Ini sudah lanjut, Arigato.
Aiko Michishige: Ini sudah lanjut
Rais 666: Arigato
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa
Review~~
