Sebelumnya Gami mohon maaf karena Gami sudah lama tidak Up date, Gami tau Minna semua kecewa sama Gami. Jadi Gami minta maaf.

Sebenarnya Gami mau Up date kalanjutan semua fic Gami dalam bulan ini, namun cobaan itu selalu menghampiri Gami dari berbagai arah. Dari tanggal 7 Gami sudah memesan laptop namun belum juga dapat dan juga Uang Gami di pinjam sama Kaa-san Gami jadi Uang Gami tak lengkap untuk membeli laptop dan juga tugas makalah menumpuk dan itu membuat Gami sibuk putar balik kewarnet dan tugas dari dosen berupa resume yang harus di kumpulkan sebelum ujian serta di tulis dengan tangan tanpa di ketik dan yang terakhir Gami akan ujian semester dibulan ini juga tepatnya tanggal 27 dan itu membuat Gami harus berfokus pada ujian, err terlalu banya 'dan' hehehe.

Jadi Gami hanya sempat membuat fic ini saja dan fic yang lain akan menyusul bila Gami ada waktu luang.

Dan selamat membaca~

INILAH DIRIKU YANG SEBENARNYA

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke

Pairing: SasufemNaru

Rated : T (Bisa jadi M bila ada adegan kekerasan dan kata-kata kasar)

Genre : Romance, family

Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, OC, Typo berserakan dimana-mana, gaje, alur tak menentu, tak sesuai dengan cerita aslinya

.

.

.

.

.

Chapter 9

Kantor Hokage

Sasuke di sibukan oleh tumpukan kertas yang tidak ada habis-habisnya, mau mengeluhpun percuma karena dia yang memilih menjadi Hokage. Sekilas dia menatap wanita berambut kuning yang di biarkan terurai, kulit tan dan tak lupa kumis kucingnya A.K.A Naruto. Kenapa Sasuke menyebutnya WANITA? karena Naruto telah menjadi ISTRINYA tekan kan itu baik-baik di pikiran kalian.

Mereka menikah setelah 1 minggu Naruto kembali dan pesta pernikahan pun di hadiri oleh para Kage dan Ninja-ninja dari berbagai desa, dan pernikahan mereka telah berjalan 3 bulan. Dan perlu kalian tau Naruto hamil 2 bulan, sekali lagi HAMIL. Pasti banya yang bertanya kenapa mereka baru menikah, Naruto cepat hamil? salahkan lah Sasuke dengan kemesumannya.

Tok

tok

tok

"Masuk"

Chlek

Suara pintu dibuka dan masuklah sesosok rusa -err- Maksudnya seseorang dengan wajah malas khasnya A.K.A Shikamaru.

"Ada apa Nara-san?"Tanya Sasuke dengan ekspresi datarnya

"Houum merepotkan, lapor Hokage-Sama, kelompok Genin saya telah selesai melakukan misi rank-D"Lapor Shikamaru

"Hn, kalau gitu kau boleh pergi"Usir Sasuke

Twhing

'Merepotkan'Inner Shikamaru, dan langsung pergi.

"Suke~"Panggil Naruto dari sofa yang sedari didudukinya

"Hn?"

"Aku pengen ramen~"Kata Naruto penuh harap

"Aku akan minta Anbu membelikannya untuk mu"Kata Sasuke lembut

"Suke~, Naru ingin ramen yang di buat oleh orang-orang dengan rambut merah dan ramennya harus pedas"Kata Naruto innocent

'Rambut merah? 'Inner Sasuke khawatir

"Naru, apa Gaara juga?"Tanya Sasuke ragu

"Yap, Gaara juga~"Jawab Naruto dengan mata berbinar-binar

'Mampuslah aku'

.

.

.

Disinilah Sasuke sekarang, Kantor Kazekage. Gaara menatap heran pada Sasuke yang ingin berbicara pribadi dengannya, sedangkan Sasuke menyiapkan mentalnya, hei dia itu UCHIHA dan Uchiha tidak ada yang melakukan hal senista ini.

"Jadi? "Tanya Gaara ambigu

"Hn, kau tau Naruto sedang hamil?"Tanya balik Sasuke

Gaara menaikan alisnya (err Gaara ngak punya alis ya? jadi anggap aja dah ada, hehehe), Gaara benar-benar tidak mengerti maksud Hokage didepannya ini, apa hubungan Naruto yang hamil dengan kedatangan Hokage ke kantornya?

Sasuke yang tau ketidak mengertian Gaara, menarik napas lalu menghembuskannya pelahan dan menatap Gaara serius.

"Naruto ingin kau membuatkannya ramen"Kata Sasuke dalam sekali tarikan napas

Pelipis di kening Gaara berkedut beberapa kali untuk menangkap maksud dari perkataan Sasuke, lalu matanya terbelalak dengan OOCnya.

"WTH, kau jangan berjanda Uchiha"Teriak Gaara OOC

"Aku serius "Kata Sasuke tegas

"Dia ngidam? "Tanya Gaara penuh selidik

"Hn"Jawab Sasuke

"Baiklah, aku akan membuatkan Dia ramen"Kata Gaara membuat Sasuke menghebuskan napas lega

"Hn, arigato"Kata Sasuke penuh syukur

Kenapa? karena bila Sasuke tidak berhasil membawakannya ramen yang dibuat oleh orang-orang yang dikenalnya yang berambut merah maka dia akan disiksa selama 1 minggu (Siksaannya beneran loh, malah para Yami Bijuu akan membantu penyiksaannya)

"Kalau begitu kau tunggulah disini, aku akan memintak Nee-san membantuku membuat ramen"Kata Gaara memecahkan lamunan Sasuke

"Hn"Respon Sasuke

Gaara pun meninggalkan kantor Kazekage menuju rumahnya untuk membuat ramen, kalau bukan untuk Naruto yang sudah dianggapnya Sahabat dan Saudaranya sendiri mana mungkin dia akan melakukan hal senista ini.

.

.

.

Temari yang sedang sibuk membersihkan kipas raksasanya di ruang santai tiba-tiba di nganggu dengan kedatangan Gaara di depan wajahnya dan membuatnya terjengkang dengan tak elitnya.

"ASTAGA GAARA"Teriak Temari yang kaget

Gaara hanya tersenyum kecil, lalu sedikit menjauh dari Temari.

"Nee-san, aku butuh bantuan mu"Kata Gaara serius

"Bantuan apa yang kau butuhkan?"Tanya Temari yang sudah duduk dengan benar

"Bisakah Nee-san mengajariku membuat ramen? jangan menatapku seperti itu, ini permintaan Naruto. Nee-san tau dia sedang hamilkan? jadi Nee-san mau membantuku kan? "Jelas Gaara saat Temari menatapnya geli

"Ngidam? okey"Kata Temari

Mereka pun menuju dapur untuk membuat ramen.

.

.

.

Di Konoha

Naruto duduk dimeja Hokage mengantikan tugas Hokage yang sedang melakukan misi darinya, anehkan masa Hokage melakukan misi kan seharusnya Hokage yang memberikan misi.

"Selesai"Seru Hikari dan Yutta bersamaan

Sepertinya Naruto meminta bantuan dari sahabatnya.

"Letakan diatas meja" Kata Naruto berupa perintah "Oh ya Yutta apa kau tidak ada misi bersama tim mu?"Tanya Naruto

Yutta disini mempunyai tim genin sendiri yang harus di didiknya.

"Begitulah, mereka sepertinya masih lelah karena misi dua hari yang lalu"Jawab Yutta sambil duduk di sofa dengan santai

Naruto hanya membuat O dengan mulutnya, lalu matanya menatap Hikari yang sedang menerawang sambil menatap keluar jendela. Senyum tulus tercipta di wajah cantik Naruto melihat itu, lalu menghanpiri Hikari. Yutta yang melihat itu juga ikut bergabung dengan mereka (Posisinya Hikari di tengah, Naruto di sebelah kanan dan yutta sebelah kiri).

"Semuanya terasa begitu tenang dan damai, eh?"Kata Hikari membuka pembicaraan

"Ya, tenang dan damai"Respon Yutta

"Namun kita tetap harus waspada karena di luar sana masih ada orang-orang yang ingin menghancurkan ketenangan dan kedamaian ini, walau entah kapan itu terjadi"Kata Naruto penuh dengan wibawa

"Kedamaian yang sementara, eh? "Kata Hikari

"Ya, dan kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin sebelum kehancuran yang sesungguhnya datang"Kata Naruto "Jadi Hikari kapan kau akan kencan dengan Itachi-nii" Goda Naruto

Bluss

Wajah Hikari memerah sampai ketelinganya, Yutta tersenyum jail dan Naruto tertawa.

"Hikari wajah mu memerah, kau demam~ apa perlu aku hubungi Itachi-san agar merawat mu~"Goda Yutta dengan nada yang manis

Wajah Hikari sudah memerah seutuhnya

"Oh~ itu tak perlu Yutta~, Hika-chan~ pasti tak mau merepotkan Itachi-nii~. Lebih baik kita saja yang membawa Hika-Chan ke Itachi-nii ~"Goda Naruto membuat Yutta tertawa lepas

Ya mereka kalau sudah berkumpul seperti ini maka akan saling menggoda anggota tim yang lain.

Tok

tok

tok

Suara ketukan pintu menghentikan tawa Naruto lalu menuju meja Hokage.

"Masuk"Seru Naruto

Clek

Pintu di buka dan masuklah Uchiha Itachi, Yutta yang melihat itu tertawa semakin lepas dan Naruto tersenyum geli, sedangkan Hikari sepertinya sudah mau pingsan. Itachi menatap mereka bertiga heran, dan saat melihat Hikari sang Uchiha sulung itu menaikan alisnya.

"Hika-Chan kau baik-baik saja? wajah mu memerah, apa kau deman? "Tanya Itachi penuh perhatian

"Itachi-San tenang saja Hikari tidak deman kok, Namun dia lagi hmhmhmh"Sebelum Yutta menyelesaikan Ucapannya Hikari telah menutup mulut Yutta dengan tanganya serta memberi Yutta tatapan mematikannya yang di balas cengiran Yutta.

"Ekhm, Jadi ada perlu apa Itachi-nii kesini? dan abaikan saja mereka"Tanya Naruto

"Oh itu, Minato-Sama datang kerumah untuk menemui Tou-sama"Lapor Itachi

"Untuk apa Tou-sama menemui Tou-chan?" Tanya Naruto heran

"Entahlah mungkin dia sudah sadar sepenuhnya dan ingin tau tentang mu dari Tou-sama "Jawab Itachi seadanya

Naruto hanya tersenyum begitu juga Yutta dan Hikari yang sudah berhasil mengkontrol wajah memerahnya.

"Apa hanya itu saja yang ingin Nii-san sampaikan? "Tanya Naruto

"Ya"Jawab Itachi" Oh bolehkan Nii-san meminjam Hika-Chan, Naru-Chan?"Tanya Itachi

"Oh~ Tentu~, kalau tidak di kembalikan juga ngak masalah kok~"Jawab Naruto dengan nada mengodanya

Yutta segera mendorong Hikari dan dengan sigap Itachi menangkap Hikari agar tak jatuh.

"Selamat bersenang-senang~"Kata Yutta dengan nada menggoda seperti Naruto

Itachi melihat interaksi mereka tersenyum kecil, lalu pamit pergi bersama Hikari yang menatap kedua sahabatnya tatapan mematikan ala Hikari.

"Lalu kau bagaimana Yutta-Kun~?"Tanya Naruto menggoda Yutta

"Aku?"Tanya Yutta sambil menunjuk dirinya sendiri, lalu mengeleng "Aku masih ingin sendiri dan menjaga kalian berdua"Kata Yutta penuh dengan keyakinan

Naruto tersenyum lalu mengusap rambut Yutta.

"Arigato"Ucap Naruto tulus

Yutta membalasnya dengan senyuman, baginya kedua sahabatnya lah yang paling berarti dalam hidupnya. Merekalah yang memberikan Yutta kehidupan dengan tujuan melindungi mereka selamanya apa pun yang terjadi, Mereka adalah keluarga Yutta setelah orang tuanya meninggal karena perang.

Hanya melihat kedua sahabatnya tersenyum dan bahagia itu sudah cukup baginya, dan Sahabatnya juga ada saat dia butuhkan dan hanya Sahabatnya itu yang tau dimana mencari nya bila dia membutuhkan mereka.

Naruto telah mengajarkannya arti kehidupan, keluarga dan persahabatan. Naruto merupakan sosok Ibu dalam keluarga kecil mereka (Tim), sosok ibu yang selalu memperhatikan anak-anaknya, memarahinya kalau salah, memberi nasehat bila dia butuhkan dan selalu memberikan dukungan kepadanya dan juga Hikari.

Sedangkan Hikari sudah sepertu sosok adik yang harus dia jaga agar terhindar dari bahaya yang mengancam keselamatannya, Sosok Hikari yang cerewet dan manja selalu membuat Yutta tersenyum. Dia seperti mempunyai adik yang ingin selalu di perhatikan dan di manja, selama ini Yutta adalah anak tunggal dan saat melihat Hikari dia seperti punya seorang adik yang tak pernah dimilikinya selama hidup di dunia ini.

" ta"

"YUTTA"Teriak Naruto kesal sambil mengembungkan pipinya

Yutta terkejut dan terbangun dari lamunannya lalu menatap Naruto yang menatapnya kesal namun lucu, dan itu membuat Yutta tersenyum geli.

"Hehehe gomen"Kata Yutta menyesal

"Uhh, kau ini sudah dipanggil dari tadi hanya melamun. Ayo apa yang kau lamunkan~"Kata Naruto yang moodnya sudah baik kembali

"Hmm"Yutta bergumam sambil meletakan jari telunjuknya di dagu seperti berfikir

Naruto menatap Yutta penasaran, Yutta yang melihata itu menahan tawanya.

"Apa ya? Ah R.A.H.A.S.I.A"Kata Yutta jail

"YUTTA NO BAKA"Teriak Naruto kesal sambil menjitak kepala Yutta kesal

"Ouch Ittai"Rintih Yutta sambil mengusap kepalanya yang sakit

"Rasakan itu"Kata Naruto acuh, namun didal hatinya dia tertawa senang

Para Anbu yang menjaga Ruang Hokage yang melihat dan mendengar interaksi persahabatan mereka tersenyum dan terharu karena mereka belum pernah melihat persahabatnya seperti mereka, yang bertahan walau banya rintangan yang telah mereka lewati bersama. Persahabat yang mengerti satu sama lainnya, persahabatan yang seperti keluarga, persahabatan yang penuh dengan warna. Siapa yang tidak akan iri dengan mereka?

.

.

.

Naruto berjalan sendirian menuju komplek perumahan Uchiha dimana dia dan Sasuke tinggal disana, sesekali Naruto membalas sapaan dari shinobi atau pun penduduk biasa yang berpapasan atau bertemu dengannya. Naruto tau sepasang mata violet menatapnya dari balik rumah-rumah penduduk selama dia berjalan sendirian (pisah jalan dengan Yutta), tapi Naruto membiarkannya saja.

Pemilik mata Violet itu adalah Namikaze Naruko, Naruko sebenarnya ingin menghampiri Naruto langsung dan sedikit berbicara namun dia masih merasa takut kalau-kalau Naruto belum memaafkannya.

-Naruko Pov On

Aku dapat melihat Naru-nee berjalan dengan hati-hati menuju perumahan Uchiha, aku sedikit heran kenapa Naru-nee begitu baik kepada setiap orang? Dia sama sekali tidak memiliki dendam kepada yang telah menyakitinya malah dia tersenyum kepada mereka (termasuk Naruko sendiri).

'Naru-nee, kapan aku berani menghampiri mu?'Batin ku sedih saat Naru-nee telah memasuki perumahan Uchiha.

Aku pun segera berbalik arah menjauh dari tempat persembunyianku, berbahaya bila bersembunyi di tempat para Uchiha.

-Naruko Pov Off

Saat Naruko telah menjauh dari persembunyiannya, tiba-tiba suara Naruto menghentikan langkahnya dan membuat tubuhnya membeku sesaat.

"Kenapa pergi? ayo kerumahku dulu, kau pasti lelah ,Ne" Kata Naruto lembut sambil tersenyum, walau Naruko tidak melihat senyuman itu.

Naruto yang tau kalau Naruko terkejut tersenyum penuh arti lalu menghampiri Naruko dan menepuk bahunya pelan.

"Ayo~"Ajak Naruto sambil menarik tangan Naruko mengikutinya

Naruko yang di tarik oleh Naruto tidak dapat berbuat apa-apa, dia hanya menatap tangan Naruto yang berada di pergelangan tangannya.

'Hangat dan lembut'Batin Naruko

Dan tidak disadari olehnya kalau sedari tadi dia tersenyum, para Uchiha yang melihat mereka hanya tersenyum.

"Aku pulang"

"Selamat datang"

Tidak terasa mereka sudah sampai dan Mikoto yang menyambut mereka, kebetulan Mikoto menginap di kediaman Sasunaru untuk menjaga Naruto sampai Sasuke kembali.

"Ara Naruko-chan juga ada, ayo masuk"Kata Mikoto lembut dengan senyuman keibuan

"Ya Mikoto-san"Kata Naruko sesopan mungkin

Mereka pun masuk kedalam rumah dan menuju ruang keluarga kecuali Mikoto yang menuju dapur untuk melanjutkan memasak makan malam.

"Ruko-chan, Kau tunggu disini dulu ya. Aku mau mandi dulu"Kata Naruto

"Ya"Respon Naruko

Naruto pun menuju kamarnya di lantai dua tak lama Mikoto datang membawa minuman dan beberapa cemilan berupa buah dan kue kering, lalu kembali kedapur lagi.

15 menit kemudian

Naruto telah selesai mandinya dan sekarang duduk berdampingan dengan Naruko di teras samping rumah sambil menatap langit sore yang berwarna jingga.

Naruko menatap Naruto dengan penuh arti, dia (Naruko) dapat melihat Naruto begitu tenang dan bersinar disaat apa pun. Dia mengagumi Naruto, baik, cantik, lembut, hebat, pintar, semua yang ada pada Naruto membuatnya merasa kecil namun dia tidak iri melainkan bangga memiliki Nee-san yang hebat seperti Naruto.

"Suasananya begitu tenang, kan?"Penyataan Naruto lembut

"Ya?"Respon Naruko tidak menggerti

Naruto melirik Naruko dan tersenyum lembut, lalu mengusap puncak kepala Naruko penuh kasih. Naruko yang di perlakukan seperti itu membeku dan tak lama kembali tenang.

"Tidak perlu kau pikirkan, jalani saja apa yang telah terjadi. Masa depanmu masih panjang"Kata Naruto penuh kasih

Naruko tambah tak mengerti apa yang Naruto katakan namun dia hanya tersenyum, ini sudah cukup untuknya.

'Aku akan menjadi adik yang baik untukmu Nee-san'Tekat Naruko didalam hatinya.

Mikoto menatap kedua anak kembar itu dengan senyuman di wajahnya, lalu menatap seseorang yang berdiri disampingnya.

"Kushi-chan, sepertinya mereka lebih dekat dari sebelumnya jadi kau tak perlu khawatir lagi"Kata Mikoto pada Kushina

"Ya kau benar Miko-chan"Kata Kushina membalas perkataan Mikoto

'Aku harap kami dapat berkumpul bersama di satu ruangan dan aku akan menganti waktu yang telah aku sia-siakan selama ini'Batin Kushina

.

.

.

Itachi berjalam berdua bersama Hikari yang sedari tadi memalingkan pandangannya dari Itachi, Itachi hanya tersenyum lalu menggenggam tangan Hikari dan itu membuat Hikari terkejut dan merona seketika.

"Sekarang kita kemana?"Tanya Itachi

"T-terserah Itachi-san saja"Jawab Hikari gugup

"Kalau gitu kita danau dekat komplek Uchiha, bagaimana?"Tawar Itachi

"Hmm"Angguk Hikari

Itachi tersenyum lalu membimbing Hikari menuju danau yang dimaksudnya.

"Oh ya, jangan panggil aku Itachi-san tapi Itachi atau Ita-kun boleh juga"Kata Itachi dengan sedikit mengoda Hikari yang wajahnya yang semakin memerah.

' Itachi-san ketularan mereka berdua'Gerutu Hikari didalam hatinya sambil mengutuk kedua sahabatnya itu

"Cieh cieh lagi kencan ni"Goda Yutta sedikit keras, kebetulan dia berpapasan dengan kedua sejoli itu

"Y-yutta"Gagap Hikari terkejut plus malu

"Kenapa Hikari~, Oh aku tau pasti aku mengganggu kencan~ kalian ya~, ah kalau gitu aku pergi saja dan selamat bersenang-senang~"Goda Yutta sambil melambaikan tangannya main-main

"Kalian begitu dekat ne? dan sepertinya Yutta sangat menyayangimu begitu juga Naru-chan"Kata Itachi

Hikari mendengar perkataan Itachi menoleh pada Itachi lalu melihatkan senyum termanisnya dan itu membuat wajah Itachi sedikit memerah malu.

.

.

.

Disuna

Gaara belajar memasak kilat dengan Temari berlangsung selama 5 jam lebih walau hasilnya tidak terlalu buruk juga tidak terlalu bagus, yang penting bisa dimakan.

"Huff akhirnya berhasil juga, ya walau tidak terlalu bagus"Kata Gaara senang sambil melihat ramen buatannya

"Ya, kau benar Gaara"Kata Temari "Apa tidak sebaiknya kau memberikan ramen ini ke Sasuke, kasihan Naru-chan yang menunggunya di Konoha"Sambung Temari

Gaara pun tersadar dan langsung memasukan ramen buatannya pada gulungan penyimpanan agar aman lalu segera menuju kantornya dimana Sasuke menunggunya disana, kasihan juga Sasuke menunggu terlalu lama.

Temari melihat adiknya yang pergi seperti orang kesurupan hanya mengelengkan kepalanya namun senyuman tak lepas dari wajahnya.

Sasuke menanti Gaara dengan sabar karena dia tau kalau memasak itu bukan sesuatu yang gampang.

Clek

"Gomen, kau harus menunggu lama"Sesal Gaara dengan wajah datarnya

"Hn" Hanya itu respon Sasuke dengan wajah datar juga

Gaara pun menghampiri Sasuke lalu memberikan gulungan penyimpanan dimana dia telah menyimpan ramen didalamnya, dan Sasuke menerimanya dengan senang hati.

"Apa aku yang terakhir? "Tanya Gaara ambigu

"Tidak, karena yang lainnya ada di Konoha jadi aku menghampirimu dulu baru ke yang lainnya"Jawab Sasuke

Gaara hanya ber'Hn'ria

"Baiklah kalau gitu aku akan kembali keKonoha"Kata Sasuke

"Hn, Sampaikan salamku untu Naruto"Pesan Gaara

"Tentu"Respon Sasuke lalu segera menghilang dengan meninggalkan kobaran api

Gaara melihat itu berkeringat dingin

"Kalau dia menghilang seperti itu terus makan akan terjadi kebakaran dengan cepat"Gumam Gaara saat melihat bagaimana Sasuke menghilang

.

.

.

Diruang makan kediaman Sasunaru

Keluarga besar Uchiha yakni Mikoto, Fugaku serta Itachi yang telah selesai dengan kencannya serta Naruto dan Naruko yang menjadi tamu dadakan, sedang melangsungkan makan malam dengan tenang.

"Naru-Chan"Panggil Fugaku dengan nada suara yang lembut

"Ya, Tou-chan?"Respon dan Tanya Naruto

"Kau mau ikut Tou-chan dan Kaa-chan kekuil? "Tanya Fugaku

"Kuil? kapan?"Tanya balik Naruto penasaran

"Besok"Jawab Fugaku

"Okey Naru ikut"Kata Naruto semangat

"Apa Tou-sama kekuil untuk berdoa? "Tanya Itachi

"Ya, aku ingin berdoa untuk cucu pertamaku"Jawab Fugaku senang

Naruko melihat Fugaku diluar karakternya agak sedikit terkejut, dia tidak menyangka kalau para Uchiha dapat berubah menjadi lebih hangat bila berhubungan dengan Naruto atau apa yang mereka senangi.

"Oh ya, Naru-chan apa Sasu-Kun sudah mengabarimu? "Tanya Mikoto

Naruto yang sedang sibuk memakan buah-buah segar yang sudah di kupas dan dipotong oleh Fugaku, segera menatap Mikoto lalu tersenyum.

"Sudah, tadi saat Naru selesai mandi ada seekor elang yang membawa surat dari Suke-kun dan didalam surat itu dia bilang kalau urusannya dengan Gaara sudah selesai"Jawab Naruto senang karena apa yang diinginkannya akan segera terpenuhi

Fugaku dan Itachi memaklumi Naruto yang membuat Uchiha keluar dari kharakter aslinya, dan Mikoto tersenyum sedangkan Naruko menatap heran mereka.

.

.

.

Hikari menatap langit malam dengan tatapan menerawang, dan tidak disadarinya ada seorang laki-laki duduk disampingnya sambil menatap Hikari dengan senyum kecilnya.

"Apa yang kau pikirkan Hika-chan?"Tanya Yutta lembut

Hikari mendengar suara Yutta terkejut bukan main, sampai-sampai dia hampir terjatuh dari atap rumahnya.

"Astaga Yutta kau membuatku terkejut dan HAMPIR mati"Kata Hikari sedikit kesal

Yutta hanya tertawa lalu mengusap rambut Hikari lembut. Hikari tau Yutta sudah banya berubah setelah mereka masuk dalam Tim 12, Yutta yang dulu cerewet, hipeaktif dan tak sabaran, sekarang menjadi lebih tenang dan dapat melakukan sesuatu dengan tenang dan penuh pemikiran. Yutta menjadi Dewasa, melebihi dia.

"Yutta, kau tau-"

"Tidak"Potong Yutta watados

Twing

Persimpangan muncul di kening Hikari

"Jangan memotong ucapanku Yutta no Baka "Kesal Hikari "Kau tau, waktu begitu terasa cepat berlalu. Dulu kau kekanakan dan sekarang kau lebih dewasa dari kami, aku senang sangat senang dapat bertemu dengan kalian berdua. Kalian sudah seperti keluargaku sendiri, yang selalu ada untukku"Kata Hikari sambil mengenang masa lalu mereka yang penuh tantangan

Yutta tersenyum

"Ya, kau benar"Kata Yutta setuju

Hikari menyandarkan kepalanya dibahu Yutta dan Yutta mengudap rambut Hikari. Situasi mereka berdua begitu tenang dan nyaman.

"Hika-Chan, ayo masuk kedalam hari semakin malam"Teriak Kaa-san Hikari dari dalam rumah, Kaa-san Hikari hanya warga biasa.

"Sebentar lagi Kaa-san, Hika tidak sendiri disini"Teriak Hikari merespon Kaa-san nya

"Oh ada Yu-Kun ternyata, ya sudah kalau Yu-kun sudah pergi kau segera masuk kedalam. Udara malam tidak baik"Teriak Kaa-san Hikari

"Okey"

Yutta hanya mengelengkan kepalanya melihat interaksi ibu dan anak yang begitu aneh.

"Kau ini, suka sekali berteriak seperti itu. Tak sopan"Kata Yutta menasehati Hikari

"Hehehe"Tawa Hikari

Singgg

"Wah sepertinya kalian bersenang-senang dan tidak mengajak ku"Kata Naruto yang muncul dengan lubang hitamnya sambil mengembungkan pipinya.

"Naru-chan kenapa kau malam-malam berkeliaran diluar, itu tidak baik untuk bayimu"Kata Hikari khawatir dan Naruto hanya tersenyum dan Yutta mengelengkan kepalanya "KAA-SAN, SIAP KAN MINUMAN HANGAT"Teriak Hikari lebih keras

"HIKARI, kecilkan suara mu. Dan untuk apa minuman hangat? "Tegus dan tanya Kaa-san Hikari

"Gomen Kaa-san, disini ada Naru-chan juga"Jawab Hikari

"Okey, cepat bawa mereka kedalam"

"Okey"

Hikari pun menari kedua tangan sahabatnya itu kedalam rumahnya dan ternyata Kaa-san Hikari sudah menyiapkan mereka minuman dan beberapa cemilan.

"Arigato Baa-san/ Baa-chan"Kata Yutta dan Naruto bersamaan

Kaa-san Hikari hanya tersenyum lalu pamit tidur duluan.

"Jadi Naru-Chan kenapa kau sampai keluar malam-malam seperti ini? "Tanya Yutta mewakili Hikari

Hikari menganggukan kepalanya tanda sependapat dengan Yutta, Naruto yang sedang asik makan cemilan yang disediakan oleh Kaa-san Hikari segera menghentikan makannya.

"Oh itu, kebetulan tadi aku mengantarkan Ruko-Chan kerumahnya"Jawab Naruto

Hikari dan Yutta menatap Naruto menuntut penjelasan lebih lengkap

"Tadi dia makan malam dirumahku, ya dia mengikutiku saat aku berpisah jalan dengan Yutta saat kembali kerumah dan aku ajak saja sekalian dia kerumahku"Jelas Naruto

"Oh"Respon mereka berdua

.

.

Skip hime

Sudah dua hari Sasuke melakukan misinya dan sekarang Sasuke sudah ada di kantor Hokage dengan beberapa gulungan yang berisi ramen dan juga beberapa kontak bekal.

"Ne Suke apa kau sudah mendapatkannya? "Tanya Naruto dengan mata yang berbinar-binar

"Sudah, ini"Jawab Sasuke sambil menunjuk gulungan-gulungan itu "Didalamnya sudah disegel ramen dari perorang"Sambung Sasuke

"Wow, kau hebar Suke"Kata Naruto kagum pada suaminya "Kalau begitu Naru ambil ya"Sambung Naruto

"Hn"

Naruto pun mengambil semua gulungan dan beberapa bekal, memasukan itu semua kesegel penyimpanan yang ada di telapak tangan kanannya.

"Oh iya, karena Suke telah memenuhi keinginan Naru jadi-"Kata Naruto mengantung sambil mendekati Sasuke

Chu~

"-itu hadiah untuk mu"Kata Naruto sesudah mengecup bibir Sasuke sekilas "Jaa"

Sasuke memandang kepargian Naruto dengan ekspresi datarnya, namun bila dilihat dengan teliti ada roma merah di pipi Sasuke. Hehehehe, Sasuke merona.

"Ekhm, wajah dan pipimu tidak bekerja sama ne Sasuke-kun"Tegur Hikari yang sedari tadi diruangan itu sambil membaca beberapa gulungan

Sasuke gelagapan dan segera memalingkan mukanya dari Hikari

"Kau dengan Aniki, gimana? "Tanya Sasuke mengalihkan pembicaraan

"Mengalihkan pembicaraan eh? hubungan kami baik-baik saja dan sedikit berkembang dari sebelumnya"Jawab Hikari dengan mengejek Sasuke pada awal katanya

"Hn"Respon Sasuke

"Oh kau tau Sasuke-kun, Naru-chan sudah dekat dengan Naruko. Ya bisa dibilang Naruko sudah mengetahui kesalahannya"Kata Hikari

"Itu bagus kan?"Kata Sasuke

"Ya"

Sasuke kembali menekuni pekerjaannya dan Hikari melanjutkan membaca gulungan di tangannya. Sesekali mereka berbicara membahas ini itu untuk membuat suasana menjadi lebih hidup.

Tok

tok

tok

"Masuk"

Clek

Pintu dibuka masuklah Yutta

"Lapor Hokage-sama, Tim 2 berhasil melaksanakan misi tingkat C, mengawal seorang pembuat pedang"Lapor Yutta

"Bagus, Tim 2 aku beri libur 2 hari"Kata Sasuke

Yutta hanya menganggukan kepalanya lalu menuju Hikari yang sibuk dengan dunianya sendiri, Sasuke hanya membiarkannya saja karena dia sudah terbisa dengan kedua sahabat istrinya itu dan juga sahabatnya.

"Kau serius bangat, apa sesuatu yang menarik?"Tanya Yutta

Hikari menoleh pada Yutta lalu menganggukan kepalanya sambil menepuk ruang kosong disampingnya, mengisyaratkan Yutta duduk disampingnya.

"Ada apa? "Tanya Yutta yang sudah duduk

"Ini laporan dari mata-mata kita"Jawab Hikari

"Lalu apa isinya?"Tanya Yutta

"Ada beberapa hal yang ganjil didalam laporan ini dan aku sedang menyelidikinya, kau tau asal usul klan Hyuuga? "Tanya balik Hikari

"Hmm kalau tidak salah saudara dari Rikudo sennin, lalu apa masalahnya? "Jawab dan tanya Yutta

"Itu masalahnya, aku merasakan Chakra yang mirip dengan Rikudo sennin namun masih dibawah Rikudo"Jawab Hikari

"Apa kau sudah memberitahukan ini pada Naru-chan?"Tanya Yutta

"Belum, aku tidak ingin dia banya pikiran. Kau tau sendirikan kalau Naru-Chan lagi hamil"Jawab Hikari

"Kau benar juga, laku apa yang harus kita lakukan sekarang? "Tanya Yutta

"Menunggu"Jawab Hikari singkat

Sasuke yang juga ada didalam ruangan itu tidak dapat mendengar pembicaraan dua orang itu, seperti ada penghalang yang tak kasat mata.

Sepertinya masalah yang baru akan segera menghampiri mereka, dan apakah mereka bisa mengatasi masalah baru itu? apa yang akan dilakukan Naruto? Nantikan di chapter selanjutnya~

.

.

.

Tbc

.

.

Gomen Gami mengecewakan kalian semua (Membungkukkan badan),

Beberapa bulan ini Gami mendapat beberapa ide untuk membuat fic baru dan Gami memintak pendapat dari Minna semua.

1) Naruto anak dari dua dewa yang hebat, namun dia tak dianggap oleh kedua orang tuanya karena suatu alasan. Namun disuatu peristiwa orang tua Naruto pun sadar dan menolong Naruto. Naruto sudah hidup lebih lama bahkan sebelum Rikudo lahir, Naruto tidak memiliki chakra yang harus dimiliki seorang Ninja. Naruto terlahir anak Hokage keempat, namun tetap tidak memiliki chakra yang membuatnya di sebut aib.

2) Naruto dibuang sejam setelah dia lahir karena minato tidak ingin memiliki anak yang tidak memiliki chakra, Ryuu anak tertua dari minato berumur 5 tahun yang juga tidak memiliki chakra melihat itu semua dan 5 tahun kemudian dia di usir oleh minato. Tanpa ada yang tau Naruto yang dibuang kelaut di selamatkan oleh sekelompok burung api(Apa sih namanya? gami lupa) dan Ryuu ternyata memiliki chakra yang sangat besar itu yang membuat chakranya tidak dapat dirasakan. Kedua kakak-adik itu bertemu dan berkelana bersama-sama, untuk membuat perdamaian.

3) Naruto bertunangan dengan Sasuke, tapi Sasuke sama sekali tidak menyukai Naruto. suatu hari mantan kekasih Sasuke memasuki kehidupan Sasuke dan Sasuke ternyama masih mencintai Mantan kekasihnya itu. Nauto pun mengalah dan pergi walau hatinya terasa sakit, 8 tahun kemudian Naruto kembali dan saat itu juga Sasuke tau kalau hatinya sudah berpaling kelain hati.

4) Negeri ini dihuni oleh orang orang yang memiliki kekuatan yang berasal dari sayap, dan sayap itu sendiri akan muncul pada seseorang atau seseorang yang mencari sayap itu. Dan sayap yang langkah dan sulit didapatkan muncul pada seseorang yang dianggap lemah dan selalu dihina.

Okey hanya itu, dan gami mintak bantuan minna

Untuk no 1 gami ingin mintak saran tentang Naruto, P/L. kalau L maka kemungkinan Yaoi.

Untuk no 2 pairing untuk Naruto(P) dan Ryuu (L),

Untuk No 3 pasangan Naruto selain Sasuke

Untuk No 4, nama sayap yang langkah dan hebat

Mohon bantuannya ~