Ne, untuk 4 fic yang Gami ingin buat itu, tidak semuanya Gami buat dalam satu waktu, tapi tahap demi tahap.

Gami mau selesaikan fic Gami yang terbengkalai terlebih dahulu, jadi Gami harap Minna semua bisa menunggu fic Gami dengan sabar.

Selamat membaca ~

INILAH DIRIKU YANG SEBENARNYA

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke

Pairing: SasufemNaru

Rated : T (Bisa jadi M bila ada adegan kekerasan dan kata-kata kasar)

Genre : Romance, family

Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, OC, Typo berserakan dimana-mana, gaje, alur tak menentu, tak sesuai dengan cerita aslinya

.

.

.

.

.

Chapter 10

2 tahun kemudian

Naruto menatap kedua sahabatnya dengan heran, kenapa mereka saling memberi kode dengan tatapan mata seperti itu? ini aneh, pasti ada yang mereka sembunyikan, itulah kira-kira yang ada di pikiran Naruto.

"Ekhm, bisakah kalian menceritakan apa yang terjadi? "Tanya Naruto dengan penuh ancaman

Yutta dan Hikari saling menyenggol lengan masing-masing, Naruto yang melihat itu kesal.

Brak

Suara meja di pukul, Yutta dan Hikari pun terdiam dan sang pelaku pemukulan menatap mereka berdua penuh selidik.

"Jadi?"Tanya Naruto lagi

"B-begini Naru, beberapa tahun belakangan ini mata-mata kita merasakan chakra asing namun juga tak asik dalam waktu bersamaan"Hikari pun menjawab walau di awal gugup

"Kenapa kalian baru menceritakannya sekarang"Kata Naruto kecewa

Mendengar nada kecewa dalam suara Naruto membuat Yutta dan Hikari merasa bersalah.

"Kami tidak ingin kau banya pikiran Naru, dan waktu itu kalau masih dalam keadaan hamil dan kami tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada Menma"Jelas Yutta

Naruto menghembuskan nafas lalu tersenyum

"Arigato kalian sudah mengkhawatirkan ku, tapi lain kali kalau ada suatu masalah segera beri tahu aku"Kata Naruto lembut namun tegas

"Ha'i" Respon Mereka serentak

Oh mereka bertiga sekarang ada di markas Anbu tepatnya Anbu Khusus yang mengawasi dan melindungu Hokage.

"Huf aku akan menyelidiki chakra asing itu, kalau gitu aku pulang dulu"Kata Naruto

"Ya"

Naruto menghilang dengan lubang hitamnya menuju rumahnya, Dia ingin segera bermain dengan jagoan kecilnya.

"Aku pulang"

Tap

tap

tap

Suara langkah yang pelan namun penuh semangat terdengar di telinga Naruto yang membuat Dia tersenyum.

"Celamat datan Kaa-chan"Sambut suara anak kecil yang masih belum lancar bicara

Naruto yang gemas segera mengedong jagoan kecilnya itu dan menghadiahi kecup-kecupan dipipinya yang masih penuh lemak bayi itu.

"Theheehe" Menma tertawa senang mendapat kecupan dari Kaa-chan nya

Mikoto yang tadi membantu Menma berjalan tersenyum

"Apa jagoan Kaa-chan ini tidak nakal, eh? "Tanya Naruto masih mengendong Menma dan membawanya keruang keluarga sebelum itu memberi kecupan dipipi Mikoto yang di balas Mikoto dengan usapan sayang dirambutnya

"Ndak, Menma ndak nakal Kaa-chan" Jawab Menma sambil menatap Naruto dengan mata bulatnya itu

"Anak Kaa-chan memang pintar"Puji Naruto

Menma tertawa senang lalu turun dari pangkuan Naruto dan mengambil mainannya.

"Naru kau tau Menma-kun itu benar-benar hiperaktif seperti Sasuke-kun saat masih kecil"Kata Mikoto yang membawakan minuman untuk Naruto dan untuk dirinya sendiri

"Arigato Kaa-san"Kata Naruto menerima minuman yang dibawa Mikoto "Kaa-san benar, Naru cuma berdoa agar Menma tidak memiliki sikap dingin Tou-chan nya"Harap Naruto

"Hehehe kau benar Naru"Kata Mikoto "Tapi itu mungkin tidak akan terjadi karena yang kita lihat sikap dan sifatnya kebanyakan sama dengan mu Naru"Sambung Mikoto

Naruto tersenyum menanggapi perkataan Mikoto lalu menatap buah hatinya yang bermain menyusun gambar dengan ekspresi yang serius namun lucu. Naruto tertawa melihat itu.

"Oh iya, Tou-san mana Kaa-san?"Tanya Naruto yang sedari tadi tidak melihat Fugaku

"Oh Tou-san mu sedang tidur, tapi pinggangnya sakit karena Menma mengajaknya bermain kuda-kudaan"Jawab Mikoto terkekeh

"Uff Tou-san itu tidak tau di umur"Kata Naruto mengembungkan pipinya

Mikoto tertawa

"Mau bagaimana lagi Naru, Tou-san mu itu sangat menyayangi Menma, apa lagi Tou-san mu tidak akan bisa menolak tatapan Menma yang memelas itu"Kata Mikoto

Naruto jadi ingat saat Menma lahir Fugaku begitu OOC dan selalu luluh dengan tatapan Menma.

Di kantor Hokage

Sasuke menatap tumpukan-tumpukan laporan didepannya dengan Sharingan yang telah aktif, ingin sekali Dia membakat semua laporan ini dengan Amaterasu.

Shikamaru yang ada diruangan itu hanya mengelengkan kepalanya.

"Bisakah kau berhenti menatap laporan itu dengan Sharingan, Merepotkan"Kata Shikamaru malas

Sasuke mengalikan tatapannya ke Shikamaru yang membuat sasaran tatapan maneteskan keringat dingin.

Tok

tok

tok

"Masuk"

Sasuke mengembalikan matanya kesemula dan menatap kearah pintu yang perlahan terbuka itu.

"Tou-chan ~"Tetiak super cempreng dari sang buah hati menyambut pendengaran Sasuke

"Merepotkan"Gumam Shikamaru sambil mencongkel telingannya yang berdenging

Sasuke beranjak dari tempat duduknya dan mengendong Menma sambil mengecup pipinya yang dibalas tawa senang dari Menma.

"Entah kenapa aku berharap ada sedikit sifat Uchiha yang diwarisinya"Gerutu Naruto yang berada di balik pintu

"Merepotkan, aku setuju"Kata Shikamaru

"Oh kau disini Shika, bagaimana keadaan Temari?"Tanya Naruto

"Baik, sejak Dia hamil Kankuro dan Gaara menjadi begitu posesif. Aku binggung jadinya"Jawab Shikamaru

"Yang sabar"Kata Naruto

Mereka melupakan ayah dan anak yang sedang bermain bersama di sofa diruangan itu. Naruto duduk dimaja Hokage serta melihat laporan-laporan yang belum diperiksa oleh Sasuke dan Shikamaru menyusun laporan-laporan itu dengan rapi.

.

.

.

Hikari dan Yutta sedang berjalan berduaan sambil bergosip ria, orang-orang yang melihat mereka biasa saja karena sudah terbiasa dengan keanehan Tim 12 itu.

"-lalu kau tau Kakashi-san dilempari sendal oleh Anko-san saat Kakashi-san tidak sengaja melihat Anko-san ganti baju"Kata Hikari

"Wow, kasihan sendalnya"Kata Yutta berwajah sedih

"Kau benar, setau ku sendal itu baru dibelinya loh"Kata Hikari sok prihatin

Err sepertinya mereka tak sadar kalai orang yang gosipkan oleh mereka tak jauh berdiri dari mereka.

"Yamato mereka beneran muridmu?"Tanya Kakashi sangsi

"Ya, walau mereka agak blak blakan"Jawab Yamato sambil tersenyum

"Kau tau aku rasanya ingin membakar mereka dengan katon no jutsu ku"Kata Kakashi

"Sebaiknya kau urungkan niat 'mulia' mu itu, karena kekuatan mereka itu setara Kage kalau kau belum tau"Nasehat Yamato

Glup

Kakashi meneguk salivanya gugup, sambil menatap Yamato horor. Yamoto hanya cengegesan tak jelas.

"Hika-Chan"Panggil seseorang

Itachi yang memanggil Hikari menglihkan Kakashi dan Yamato, disana Itachi menghampiri Hikari sambil tersenyum dan pipi Hikari merona sedangkan Yutta tertawa mengoda sepasang kekasih itu. Kakashi dan Yamato saling pandang lalu tersenyum.

"Mereka akan manis disaat-saat tertentu"Kata mereka bersamaan

Tak jauh dari mereka, Kiba dan Shino menatap mereka heran.

"Kedua orang itu aneh"Kata Kiba

"Ya, seperti pasangan-"Kata Shino mengantung dan memandang Kiba

"YAOI"Teriak mereka sambil berlari menjauh

Mereka yang disana menatap kearah teriakan lalu menatap KakaYama yang sedang saling tatap menatap.

"Kita kejain"Kata Yutta

"Okey"Respon Hikari sambil menyeringai

Itachi sedikit menjauh karena tidak mau kena masalah.

"Ihh Yamato-sensei dan Kakashi-sensei berpacaran"Kata Yutta menatap KakaYama kecewa

"Makhlumi Yutta merekakan Jones, Dari pada tidak dapat cewek mereka jadi makan cowok aja"Kata Hikari

"Kau benar, betapa memalukannya mereka. Kau lihat jarak mereka terlihat bergitu intim"

"Dan lihat tatapan mereka satu sama lainnya penuh cinta"

Orang-orang disekitar itu menatap KakaYama penuh selidik dan kecewa.

"Aku tak menyangkau kau menyimpang Kakashi"Kata Anko kecewa

Kakashi menatap horor ke Anko yang berlari menjauh dan tak lama Kakashi mengejar Anko, Yamato menatap mereka datar sambil mengangkat bahunya acuh dan menatap kedua muridnya yang nakal itu.

"Kalian ini"Kata Yamato tak habis pikir

"Hehehe"Tawa mereka senang

Itachi hanya mengelengkan kepalanya dan membatin 'Apa anak ku akan jail juga kalau menikah dengan Hikari? ah tapi tidak masalah kan jadinya Uchiha tambah heboh, khukhukhu'

.

.

.

Menma berjalan tertatih-tatih menyelusuri rumahnya, Dia baru pandai berjalan tau. Kushina memperhatikan dari jauh takut Menma jatuh dan terluka, disamping Kushina ada Minato yang menatap waswas ke Menma yang sesekali akan jatuh.

"Kaa-san, Tou-san kalian jangan berlebihan seperti itu, Menma tidak akan jatuh"Tegur Naruko geli

"Tapi Ruko-chan kau lihat Menma rapuh"Kata Minato mendramatiskan

"Ya Ruko-chan, kalau Menma terluka gimana"Kata Kushina ikut-ikutan dengan Minato

Naruko memutar matanya malas

"Hah menyesal aku membawa Menma kesini"Guman Naruko masih didengar oleh sepasang suami istri itu

"Jangan Ruko"Kata Mereka bersamaan

Menma mendengar itu acuh dan terus melangkah menuju mainannya ada di ujung ruangan dan dengan bangga mengangkat mainannya itu sambil tersenyum riang.

"Yeee"Teriak Menma senang

"Wah Menma berhasil, anak pintar"Puji Naruko

"Theeee"Tawa Menma senang

Naruko menghampirinya dan mengendongnya dengan lembut, Menma menguap dan mengosok matanya.

"Menma mengantuk?"Tanya Naruko

"Humm"

"Baiklah kalau gitu Ruko-baa akan mengatarkan mu pulang"Kata Naruko

Menma tak menjawab karena telah tertidur, Naruko pun membawa Menma kembali kerumahnya. Saat menuju rumah Sasunaru banya para Uchiha menatap kearahnya(tepatnya Menma) dengan tatapan lembut.

"Eh? Ruko-chan"Sapa Mikoto yang kebetulan diluar rumah Sasunaru

"Mikoto-baa"Sapa Naruko

Mikoto melihat Menma tertidur digendongan Naruko terkekeh geli dan mengambil alih Menma.

"Bocah satu ini mudah sekali dekat dengan semua orang"Kata Mikoto gemas

"Ya, wajahnya yang imut juga membuat semua orang betah dengannya"Kata Naruko

"Perpaduan Sasu-kun dan Naru-chan benar-benar memikat hati siapa saja"Kata mereka bersamaa lalu tertawa geli

Naruto yang ada dibalik pintu mendengar pembicaraan mereka tersenyum lalu menghampiri Sasuke yang sedang meminum teh hijau diteras belakang.

"Kau terlihat senang Naru-chan"Kata Sasuke tersenyum lembut

Naruto mengambil duduk disamping Sasuke dan menyandarkan kepalanya di bahu Sasuke manja.

"Aku bahagia dengan ini semua, Kaa-sama dan Tou-sama serta Ruko-chan telah menerimaku, dan seorang malaikat kecil hadir melengkapi hidup kita. Bukan kah itu sudah cukup membuatmu bahagia? "Kata Naruto

Sasuke tak membalas tapi membelai rambut Naruto sambil menciumi pipinya.

"Kaa-chan~, Tou-chan~"

Teriakan cembreng Menma membuat sepasang suami-istri itu tertawa senang dan tak lama malaikat kecil bagi mereka telah datang sambil masuk kedalam pelukan hangat kedua orang tuanya.

Keluarga yang bahagia, apa kebahagian ini akan bertahan lama? apa kebahagian ini akan bertambah?

"Oh Menma-Chan, Kaa-chan ada kabar bagus untukmu"Kata Naruto saat mereka telah melepaskan asik pelukan

Sekarang Menma duduk di pangkuan Sasuke sambil memakan biskuit yang ada didepannya, Menma menatap Kaa-chan nya penasaran. Naruto yang melihat itu tersenyum dan mencium pipi anaknya itu.

"Tapi Menma harus janji akan jadi anak yang baik okey"Kata Naruto

"Okey"Kata Menma

"Menma akan menjadi kakak"Kata Naruto sambil mengelus perutnya yang masih datar

Menma meringkan kepalanya tanda tak mengerti sedangkan Sasuke melotot tak percaya lalu memeluk Naruto dengan Menma ditengah-tengah pelukan mereka.

"Sudah berapa lama?"Tanya Sasuke senang

"Sekitar 1 minggu"Jawab Naruto tersenyum lembut

"Kaa-chan, Tou-chan"Panggil Menma

Naruto dan Sasuke menatap Menma yang sedang menatap mereka dengan tatapan yang paling mengemaskannya.

"Disini"Tunjuk Sasuke keperut Naruto "Ada adik Menma"Sambungnya

Menma menatap Perut Naruto dan lalu menatap wajah Naruto

"Benalkah Kaa-chan?" Tanya Menma

"Ya sayang, jadi Menma ingin adik perempuan atau laki-laki?"Jawab dan tanya Naruto

"Pelempuan"Jawab Menma cepat

"Kenapa? kenapa perempuan?"Tanya Sasuke

"Kalena Menma ingin melindunginya kalau laki-laki dia bisa melindungi diri sendiri"Jawab Menma polos

Sasunaru yang gemas dengan anaknya memeluk anaknya gemas.

Di balik pintu Mikoto mendengar semuanya sambil tersenyum namun Dia menginggat satu hal.

"Ah, Kalau Fuga-kun tau pasti OOCnya kumat lagi"Gumam Mikoto saat menginggat suaminya itu "Tapi tidak apalah, kapan lagi melihat seorang Uchiha Fugaku OOC, anggap aja hiburan"Kata Mikoto nista

Dengan semangat 45 nya, Mikoto segera menuju rumah sambil mengabarkan berita bahagia ini dan benar dugaan Mikoto

Bryuus

Suara air yang di semburkan Fugaku dari mulutnya (lagi minut teh)

"Astaga Fugaku" Pekik Mikoto panik

Kenapa? karena didepan Fugaku duduk Itachi yang menjadi korban dari semburan Fugaku, Fugaku hanya acuh.

"APA? kau serius Mikoto, Astaga Aku akan jadi Kakek yang paling bahagia dibumi ini hahahaha"Tawa Fugaku penuh OOC

"Tou-sama gila"Gumam Itachi sambil membersihkan wajahnya yang jadi korban kenistaan Fugaku

"Hihihi"Tawa Mikoto

Berita kehamilan anak kedua Naruto tersebar begitu cepat sampai kedesa-desa lain, Gaara yang mendengar itu senang juga sedikit was-was karena Dia sedikit takut dengan masa ngidam Naruto dan juga takut kena korban ngidamnya Naruto.

Ada datang secara langsung memberi selamat kepada Naruto dan ada juga yang memberi hadiah, Naruto yang biasanya waktunya dihabiskan dimarkas Root kini sedang duduk dan menghabiskan waktu di kantor Hokage dengan Menma yang selalu menempel seperti perangko katanya ingin melindungi Kaa-chan sampai dedek bayi lahir, anak yang mengemaskan.

Ini belum berakhir karena masih ada yang harus diselesaikan oleh Naruto cs, Seseorang yang membuat Naruto cs resah sampai saat ini, siapakah orang itu?

.

.

.

.

TBC

Gomen pendek chapternya, Gami mohon bantuannya, dari Hamura?

Sampai disini dulu chapter 10nya dan sampai bertemu lagi di chapter 11 ~~