INILAH DIRIKU YANG SEBENARNYA

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke

Pairing: SasufemNaru

Rated : T (Bisa jadi M bila ada adegan kekerasan dan kata-kata kasar)

Genre : Romance, family

Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, OC, Typo berserakan dimana-mana, gaje, alur tak menentu, tak sesuai dengan cerita aslinya,jutsu buatan Author sendiri.

Ket:

"Blabla"Bicara langsung

'Blabla 'Inner

"Blabla"Monster/lainnya

'Blabla 'Inner monster

/blabla/Telepati

"Blabla "Jutsu atau jurus

-Blabla- lokasi/Waktu

Blabla Flasback/ingatan.

Peringatan keras

Bagi yang tidak suka Femnaru atau sebagai macamnya lebih baik keluar dari Fic ini dan perlu di ingat ini bukan BXB atau Gay mengerti!

.

.

.

Chapter 12

Hikari terus menatap layar didepannya yang melihatkan situasi dan keadaan di Mansion Hyuuga, Yutta menemaninya sambil memakan cemilan yang dibawanya dari rumah sebelum ke markas Anbu ini.

"Tidak ada sesuatu yang menganjal kan? "Tanya Yutta saat melihat ke layar

"Malah ini terlihat ganjal Yutta "Jawab Hikari"Yutta panggil Naru kesini segara"Perintah Hikari

Yutta segera menghilang tanpa menjawab Hikari,sedangkan Hikari sedang fokus melihat ke layar dan Dia masih melihat alat deteksi pada gelang yang di berikan pada Hinata masih berkedip normal Namun ada sesuatu yang membuatnya heran.

Shingg

Muncul lubang hitam didepan Hikari dan keluarlah Naruti dan Yutta

"Ada apa Hikari? "Tanya Naruto cepat sambil melihat kelayar

"Kau lihat"Kata Hikari ambigu

"Aneh"Gumam Naruto"Yutta bisakah kau kesana dan selidiki apa yang terjadi"Pinta Naruto

"Tentu"Respon Yutta lalu segera menghilang dari sana

"Hikari coba kau periksa alat deteksi itu dengan teliti"Perintah Naruto

"Laksanakan"Respon Hikari

'Ini aneh, sangat aneh. Kenapa di layar tidak ada satupun pergerakan yang terjadi? seperti ada sesuatu yang membuat cctv tidak bekerja semestinya'Batin Naruto

Deg

"Hikari"Panggil Naruto dengan ekspresi serius

"Ya"

"Dia disini Aku merasakan Chakra nya walau tipis "Kata Naruto lalu wajahnya menjadi horor mengingat sesuatu "Astaga Yutta dalam bahaya"Pekik Naruto

"Astaga"Pekik Hikari baru sadar

Mereka pun menghilang dengan lubang hitam yang dibuat oleh Naruto

-Mansion Hyuuga

Yutta sedang terdesak karena serangan benda hitam yang tidak Dia ketahui itu apa, semua serangannya selalu diserap oleh benda hitam itu.

"Sial, semua seranganku diserap oleh benda hitam sialan itu"Gerutu Yutta yang gosgosan karena kelelahan menggunakan chakra yang terlalu banyak'Naru, Hika cepatlah datang'Harap Yutta

Manik Yutta menatap Para Hyuuga yang tidak sadarkan diri disekitarnya, Dia dapat melihat Hinata dalam keadaan sadar Namun matanya menunjukkan ketiadaan kehidupan seperti kena hipnotis.

"HINATA SADARLAH WOI"Teriak Yutta kesal"Kau membuat repot kami Baka"Marah Yutta

"Yutta kau berisik"Tegur Naruto yang sudah berada dibelakang Yutta

Yutta mendengar suara Naruto segera menatap kebelakangnya lalu segera menghamburkan diri kedalam pelukan Naruto

"Hwaaa Syukur lah kau datang"Tangis Yutta

"Kau terlalu lebay Yutta "Kata Hikari jijik

"Kau tak berubah Yutta "Gumam Naruto saat sahabatnya ini masih tetap sama saat pertama mereka bertemu dan berkenalan dulu

Naruto menatap ke depan dan melihat Toneri menatapnya seksama, melepaskan pelukan Yutta dengan pelan lalu berjalan lebih dekat ke Toneri.

"Ootsustsuki Toneri, putra dari Otsutsuki Hamura"Kata Naruto datar

"Darimana kau tau? "Tanya Toneri datar

"Jiji ku Otsutsuki Hagaromo"Jawab Naruto cepat

Mata Toneri membulat saat mendengar nama Otsutsuki Hagaromo

"Apa hubunganmu dengan Hagaromo? "Tanya Toneri

"Dia adalah Guruku dan suamiku serta Aku adalah Rikudo Sennin generasi terakhir"Jawab Naruto

"Hahahaha tidak mungkin"Kata Toneri

"Kenapa tidak mungkin? Juubi ada didalam tubuhku beserta 9 Bijuu yang lainnya"Kata Naruto sambil mengeluarkan chakra Yami Juubi beserta dengan Chakra Yami Bijuu dan Bijuu.

Deg

Deg

Deg

Toneri merasakan jantungnya terasa berdebar tak karuan karena merasakan chakra yang besar itu.

"Egh apa yang terjadi ini? "Tanya Hinata yang tersadar dari Genjutsu karena tekanan Chakra dari Naruto

Yutta dan Hikari yang berlindung didalam Kekkai untuk menghindari tekanan chakra dari Naruto segera menatap ke Hinata yang sadar dari Genjutsu itu, Hikari keluar dari Kekkai lalu menarik Hinata memasuki Kekkai agar aman sambil menceritakan apa tancap terjadi.

"Otsutsuki Toneri, Saya ingin berbicara baik-baik dengan Anda apa tujuan Anda terhadap Hyuuga Hinata?"Tanya Naruto

"Bukankah kau sudah tau tujuanku? "Tanya Toneri

"Tidak terlalu karena Aku memiliki dua pendapat, pertama Kau ingin mengambil Mata Hinata dan Kedua Kau ingin menjadikan Hinata sebagai pasangan hidup mu"Jawab Naruto sambil menunjukkan dua jarinya

Hinata yang didalam Kekkai sedikit memerah karena pendapat Naruto yang kedua, Hikari dan Yutta melihat itu saling pandang lalu tersenyum geli.

"Bila aku bilang yang pertama bagaimana? "Tanya Toneri main-main

"Neraka menanti mu"Jawab Naruto sambil menyiapkan sebuah jutsu

"Hahahaha kau menarik sangat menarik"Tawa Toneri"Sayang Aku bukan mencari mu "Kata Toneri berekspresi datar

"Aku juga tak tertarik dengan mu tu"Kata Naruto dengan ekspresi yang sulit diartikan "Hentikanlah ini"Kata Naruto pelan

Toneri yang dapat mendengar itu menatap remeh Naruto

"Aku tidak mau ada nyawa yang menghilang lagi, sudah cukup"Sambung Naruto sambil menatap mata Toneri

Deg

Toneri dapat merasakan perasaan yang dirasakan oleh Naruto, sedih, marah, putus asa dan banyak lagi.

Deg Deg deg

Toneri juga merasakan sebuah detak jantung yang berirama didalam tubuh Naruto dan itu bukan jantung Naruto, mata Toneri menatap kearah perut Naruto yang masih terlihat datar itu dan Dia begitu terkejut saat melihat ternyata disana ada janin dan lebih mengejutkan janin itu di lindungi oleh berbagai energi baik itu negatif maupun positif.

"Cahaya didalam kegelapan"Gumam Toneri

.

.

.

Di sebuah tempat yang jauh, seorang anak laki-laki usia 6 tahun sedang duduk di pangkuan seorang pria.

"Otou-Sama apa di dunia ini yang saling berlawanan dapat bersama dan berdampingan di jalan yang sama? "Tanya Toneri kecil pada Hamura

Hamura tersenyum dan mengelus rambut anak nya yang sudah panjang itu.

"Bisa, tidak ada yang didunia ini yang mustahil "Jawab Hamura

"Benarkah? apa Toneri dapat melihat itu ?"Tanya Toneri polos

"Ya suatu saat Kau akan melihat itu, dimana cahaya berada didalam kegelapan"Jawab Hamura

Toneri menatap tak mengerti pada Hamura yang di balas dengan senyuman

"Saat Kau besar nanti Kau akan mengerti yang Otou-Sama katakan, sudah ayo kita kedalam"Kata Hamura sambil menggendong Toneri masuk kedalam sebuah rumah yang sederhana

"Otou-Sama kalau Toneri dapat melihat itu maka Toneri berjanji akan melindungi orang itu atau apapun itu karena pasti berat berada didalam kegelapan dan Kau sendiri cahaya disana"Kata Toneri yakin

Hamura awalnya terkejut dengan apa yang didengarnya lalu tersenyum

"Ya Otou-Sama percaya itu"Kata Hamura lembut.

'Otou-Sama sangat berharap kau akan melindungi nya walau apapun yang terjadi, beban yang akan dihadapi olehnya akan sangat berat dan penuh dengan rintangan'Batin Hamura sambil menerawang

Toneri menatap wajah Otou-Sama nya yang menatap kosong kedepan, entah apa yang di pikirkan oleh Otou-Sama nya itu.

"Otou-Sama "Panggil Toneri

"Ya? "

"Apa yang Otou-Sama pikirkan?"Tanya Toneri

"Otou-Sama berpikir apa suatu hari nanti kau akan dapat hidup sendiri didunia yang kejam ini? yang penuh dengan kegelapan? "Jawab dan tanya Hamura

Toneri memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti dan Hamura mengusap rambut anaknya penuh sayang.

.

.

.

Kepingan ingatan masalalu nya dulu berputar di kepalanya dan membuat nya terduduk, Naruto, Hikari dan Yutta yang melihat itu menatap heran apa yang terjadi dengan Toneri.

"Apa yang terjadi? "Tanya Hikari yang dijawab gelengkan dari Yutta

"Kau tidak apa-apa Ne Toneri ?"Tanya Naruto tersirat kekhawatiran

Naruto merupakan tipe yang tidak bisa melihat seseorang tak berdaya didepannya karena alasan tak jelas, Toneri tertegun mendengar nada kekhawatiran dari suara Naruto.

Dia tak percaya kalau Naruto baik kepadanya walau Dia awalnya ingin berbuat Jahat.

'Dia adalah cahaya didalam kegelapan, cahaya yang menerangi kegelapan tanpa kehilangan cahayanya sendiri '

Suara Otou-Sama nya terdengar dikepalanya membuatnya tersenyum tipis

"Hahahaha sepertinya aku kalah dari mu "Kata Toneri sambil tertawa

"Apa? "Tanya Naruto heran

"Kau mengalahkanku bukan dengan jutsu tapi dengan hati mu, kau bagaimana teratai di lumpur dan bagaikan cahaya di dalam kegelapan, Kau tau? Aku telah berjanji kepada Otou-Sama ku untuk melindungi sang cahaya yang berada didalam kegelapan dan ternyata kaulah cahaya itu Uchiha Naruto"Kata Toneri

"Cahaya dalam kegelapan? "Tanya Hinata tak mengerti

"Naruto dikelilingi oleh kegelapan, dari lahir Naruto telah di kelilingi oleh para Yami yang merupakan energi negatif namun Naruto tidak pernah terjerumus dalam kegelapan itu malah Dia menjadi cahaya di dalam kegelapan itu"Jawab Hikari

"Dia menjadi petunjuk bagi mereka(Yami) dan membimbing mereka agar mengikuti cahaya nya walau kecil namun terlihat terang dalam kegelapan itu"Sambung Yutta

"Naru"Gumam Hinata sedih

Naruto menatap Toneri yang berjalan mendekatinya dengan pelan, perlahan mata Naruto berubah menjadi mata Rubah namun gelap.

"Berhenti disana"Suara Naruto berat

"Kurama "Kata Toneri

"Bukan tapi Yami Kurama"Balas Naruto masih di kuasai oleh Kurama

"Wah kau dapat mengambil alih tubuh Jinchuuriki mu kenapa tidak keluar saja di tubuh itu? "Tanya Toneri

"Untuk apa Aku harus keluar dari disini? Perlu Kau tau Toneri, walau kami disegel didalam tubuh Naruto tapi kami tidak tinggal disana namun didimensi yang diciptakan khusus untuk kami oleh Naruto"Jawab Yami Kurama "Lebih baik kau pergi dari sini jangan membuat keadaan emosi Naru terganggu dan itu akan membuat kondisi kandungan Naru tidak stabil "Sambung Yami Kurama

"Eh? kau pikir aku akan menyakiti Jinchuuriki mu? kau salah"Kata Toneri"Bagaimana bisa Aku menyakiti seseorang yang harus Aku lindungi, seseorang yang berada ditengah-tengah kegelapan"Sambung Toneri

"Kau mengetahui ramalan itu? "Tanya Yami Kurama terkejut

"Ya Otou-Sama menceritakan semuanya saat masih hidup dulu"Jawab Toneri sambil menatap langit

"Toneri"Suara Naruto berubah menjadi lembut

"Juubi?"Kata Toneri terkejut

"Bukan namun Yami Juubi"Koreksi Yami Juubi"Kau anak yang baik walau jalan yang Kau pilih selalu salah namun Kau akan selalu mendukung cahaya yang menurut mu benar"Kata Yami Juubi

Toneri hanya menatap Naruto yang sedang dirasuki oleh Yami Juubi dengan pandangan sulit diartikan.

- Didimensi buatan Naruto-

Naruto sedang duduk dikursi yang indah dengan jus jeruk diminumnya dengan pelan, para Yami dan Bijuu sedang dalam Mode Human menatap jengkel kewajah Toneri.

"Grrr apa-apa bocah ubanan itu"Kata Ichibi kesal

"Grrr biar Aku saja yang berhadapan dengan nya"Kata Yami Ichibi

"Kalian diamlah atau aku kurung didalam air ku"Ancam Yami Isonade yang kesal

Apa menurut Mereka berdua kalau Dia dan yang lainnya juga kesal dengan Toneri tapi yang bijak dan dapat mengatasi ini tanpa pertarungan hanya Yami Juubi, Yami Kurama hanya dapat menahan kesalnya karena Yami Juubi dengan seenaknya menariknya kembali ketempat ini sebelum Dia memberikan pelajaran pada bocah ubanan itu.

"Dan Yami Kurama sudah hentikan aura hitam mu ini disini ada ibu yang sedang hamil"Tegur Yami Matatabi

Mendengar itu aura hitam Yami Kurama hilang karena tidak ingin menyakiti Naruto dan bayi didalam kandungan nya itu.

"Ne Matatabi tolong buatkan jus jeruk lagi yang ini sudah habis Oh serta ramen juga"Kata Naruto innocent

"Oke "Respon Matatabi dan Yami Matatabi

"Masa ngidam nya sudah mulai"Gumam Yami dan Bijuu yang lain

'semoga ngidam yang sekarang yang serepot yang dulu'Batin mereka bersaman

"Kalau kalian lupa Aku dapat mendengar apa yang kalian pikirkan "Kata Naruto tanpa bersalah

Serentak mereka menepuk kening masing-masing sambil mengumamkan kata bodoh berulang kali, Naruto melihat itu tersenyum.

"Naru-Chan /Naru-Hime pesanan telah siap"Seru Yami Matatabi dan Matatabi bersamaan

Mata Naruto langsung berbinar melihat ramen dan jus jeruk pesanannya, dengan cepat Naruto mengambil kedua pesanannya itu dari Yami Matatabi dan Matatabi.

Mereka yang melihat itu tersenyum, walau Naruto sudah dewasa namun sifat kekanak-kanakan nya masih ada itu yang membuat mereka senang plus terhibur.

"Gantikan Aku"Kata Yami Juubi yang baru datang dan langsung duduk disamping Naruto yang menatapnya heran

"Yo saatnya Aku beraksi "Teriak Yami Ichibi sambil melangkah menuju ke lubang dimensi yang menjadi penghubung dengan alam bawah sadar Naruto

"Lambat "Ejek Yami Kurama yang mendahului Yami Ichibi

Yami Ichibi mematung sesaat

"RUBAH BULUK SIALAN"Teriak Yami Ichibi marah

"Hahahaha "Tawa yang lain

"Hei rakun disini juga ada rubah yang lain tau"Tegur Isonade sambil menunjuk Kurama yang pundung di belakang tempat duduk Naruto

"Dia yang salah kenapa aku juga kena dasar rubah tak tau diri awas saja kalau Dia kembali akan aku bakar Dia"Gumam Kurama

Mereka yang mendengar itu Sweetdrop dan satu pikiran mereka

'Keduanya sama-sama sadis dan aneh'

"Sesama Rubah tidak baik saling bertengkar "Kata Naruto yang masih asik memakan ramennya dengan nikmat

Kurama yang di bilang hanya terduduk

"Khukhukhu kalau begitu aku dan Yami Kurama akan memberikan pelajaran berharga untuk Yami Ichibi Fufufufu"Tawa jahat Kurama

Yami Ichibi berkeringat dingin melihat ekspresi Kurama yang begitu mengerikan

'Mati lah aku'Batinnya

'Tidak berubah'Batin Naruto

-Di luar-

Hikari dan Yutta menatap Naruto yang terdiam seperti berganti posisi sedangkan Toneri menatap penasaran.

"Khukhukhu "Tawa Yami Kurama

"Eh Yami Kurama? Naru mana? "Tanya Yutta pesanan dan ragu memanggil Yami Kurama

"Khukhukhu Naru-Chan lagi makan teman masa ngidam nya telah masuk dan Kau hebat Gaki bisa menebakku siapa"Jawab Yami Kurama

"Tentu Aku bisa menebaknya karena kalau Kurama yang keluar maka garis-garis halus di pipi Naruto akan berwarna merah bukan hitam"Kata Yutta santai

"Fufufufu Tim Naru-Chan memang hebat-hebat "Puji Yami Kurama "Dan urusan kita belum selesai Ubanan "Kata Yami Kurama sambil menujuk Toneri

"Hn"Respon Toneri datar

Dapat dilihat tatapan mereka memancarkan listrik dengan warna yang berbeda Toneri Putih dan Yami Kurama Biru gelap.

.

.

.

.

.

TBC

Chapter ini selesai, maaf kalau pendek karena Gami susah membuat chapter yang panjang tapi kalau chapter awal(1) mungkin bisa agak panjang karena itu baru awal dari cerita.

Maaf membuat Minna menunggu terlalu lama#membungkuk, Fic Gami terlalu banyak bukannya Gami ingin selalu buat fic baru namun mau gimana lagi karena ide-ide untuk fic baru beterbangan di kepala Gami jadi nggak tahan untuk membuatnya hehehe.

Jangan lupa Review nya Ne~ °.*\( ˆoˆ )/*.°