INILAH DIRIKU YANG SEBENARNYA
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke
Pairing: SasufemNaru
Rated : T (Bisa jadi M bila ada adegan kekerasan dan kata-kata kasar)
Genre : Romance, family
Warning : femnaruto bukan naruko, OOC, OC, Typo berserakan dimana-mana, gaje, alur tak menentu, tak sesuai dengan cerita aslinya,jutsu buatan Author sendiri.
Ket:
"Blabla"Bicara langsung
'Blabla 'Inner
"Blabla"Monster/lainnya
'Blabla 'Inner monster
/blabla/Telepati
"Blabla "Jutsu atau jurus
-Blabla- lokasi/Waktu
Blabla Flasback/ingatan.
Peringatan keras
Bagi yang tidak suka Femnaru atau sebagai macamnya lebih baik keluar dari Fic ini dan perlu di ingat ini bukan BXB atau Gay mengerti!
.
.
.
Chapter 13
Sebelumnya
Hikari dan Yutta menatap Naruto yang terdiam seperti berganti posisi sedangkan Toneri menatap penasaran.
"Khukhukhu "Tawa Yami Kurama
"Eh Yami Kurama? Naru mana? "Tanya Yutta pesanan dan ragu memanggil Yami Kurama
"Khukhukhu Naru-Chan lagi makan ramen masa ngidam nya telah masuk dan Kau hebat Gaki bisa menebakku siapa"Jawab Yami Kurama
"Tentu Aku bisa menebaknya karena kalau Kurama yang keluar maka garis-garis halus di pipi Naruto akan berwarna merah bukan hitam"Kata Yutta santai
"Fufufufu Tim Naru-Chan memang hebat-hebat "Puji Yami Kurama "Dan urusan kita belum selesai Ubanan "Kata Yami Kurama sambil menujuk Toneri
"Hn"Respon Toneri datar
Dapat dilihat tatapan mereka memancarkan listrik dengan warna yang berbeda Toneri Putih dan Yami Kurama Biru gelap.
Saat suasana tegang dan memanas seperti itu muncul suara cempreng khas anak kecil.
"Okaa-Chan ~" Teriak Menma membahana sampai yang ada disana menutup telinga masing-masing
Yami Kurama segera memberikan posisinya kepada Naruto agar dia tidak repot mengurus seorang anak yang kelewat aktif.
"Menma-Kun, ada apa sayang? " Tanya Naruto sambil mensejajarkan tinggi nya dengan Menma
Menma memeluk Naruto erat sambil tertawa gembira
"Tadi Menma cari Kaa-Chan di kantor Anbu dan kata Ji-San yang disana Kaa-Chan pergi ke sini jadi Menma kesini, tau tidak Kaa-Chan tadi Menma bermain bersama Naruko-Baa, Kakek Minato dan Nenek Kushina " Cerita Menma penuh semangat
Naruto, Yutta dan Hikari tersenyum mendengar cerita Menma ya walau dalam kondisi yang salah sedangkan Toneri hanya berwajah bengong dan Hinata tersipu karena keimutan Menma.
"Wah pasti menyenangkan, sekarang Menma harus tidur oke" Kata Naruto dengan Nada yang lembut
Menma menganggukkan kepala dengan semangat
"Yutta tolong antar Menma ke Mansion ku" Perintah Naruto
"Menma ayo ikut paman waktunya kamu tidur" Kata Yutta
Menma segera berjalan menuju Yutta tak lupa memberikan kecupan pada pipi Naruto lalu menghilang bersama Yutta , setelah Menma dan Yutta menghilang Naruto kembali berhadapan dengan Toneri.
"Kalau kau tidak ada perlu lagi, segeralah pergi jangan membuat para Yami dan Bijuu didalam tubuhku mengamuk dan lagi ah Hikari aku ingin Ramen rasa jeruk~" Kata Naruto merajuk pada akhir katanya
Hikari memukul keningnya karena ngidam Naruto saat ini
"Aku akan carikan, lebih baik kau urus ubanan itu" Kata Hikari
"Hmm, Jadi Bisa kau pergi sekarang kalau tujuanmu untuk menjadikan Hinata sebagai istri mu datang dengan cara yang baik dan tentu aku akan membantu mu untuk melamar Hinata karena kau juga bagian dari keluarga ku, jadi pergilah " Kata Naruto panjang lebar
Toneri tertugun sejenak karena perkataan Naruto tadi.
'Keluarga? Dia menganggap ku keluarganya? ' Batin Toneri
Toneri tersenyum lalu menghilang
"Oh kalau kesini lagi datang kerumah ku dulu" Teriak Naruto sebelum Toneri hilang yang di balas senyuman
"Jadi sudah selesai? " Tanya Hikari
Naruto menggelengkan kepalanya
"Belum Hika-Chan, sekarang kita harus membujuk para Hyuuga agar mau menerima Toneri untuk melamar Hinata dan Hinata apa kau bersedia menjadi pasangan Toneri ya walau dia seperti itu namun dia sangat menyayangi keluarganya" Jawab Naruto
Hinata yang ditanya tersenyum malu-malu dan itu sudah menjadi jawaban untuk Naruto dan Hikari
"Bagus selanjutnya membangunkan para Hyuuga yang pingsan dulu" Kata Naruto sambil menatap para Hyuuga yang tergeletak dimana-mana
Hinata dan Hikari menganggukkan kepala bersamaan, mereka pun menghampiri satu persatu Hyuuga tersebut dan membangunkan nya dengan cara masing-masing.
.
.
.
-Kediaman SasuNaru
Naruto sedang merajuk di ruang tamu sesekali mulutnya mengomel tak jelas, Sasuke yang melihat itu hanya mengelus dadanya karena dia tau kalau Naruto dalam fase ngidam entah kepada siapa anak itu meminta sesuatu.
"Menma sama Tou-Chan dulu ya, kita membaca gulungan Jutsu di kamarmu" Ajak Sasuke pada Menma yang sedang bermain dengan Kunai mainan
Menma menatap Sasuke lalu teriak girang sambil masuk dalam gendongan Sasuke, Oh tak lupa bocah mengemaskan itu mengecup pipi Naruto sebelum pergi dengan Sasuke.
Hari masih menunjukkan pukul 7 malam dan Naruto seperti ini sejak selesai makan malam, para Yami dan Bijuu yang ada didalam tubuhnya hanya bisa pasrah mendengar omelan Naruto, mereka sebenarnya bisa saja membuatkan apa yang di inginkan Naruto tapi masalahnya Naruto tidak akan mau kalau bukan orang yang di pinta nya yang membuat atau membawakannya.
" Kapan aku dapat makan Ramen rasa jeruk? "Gumam Naruto "Hikari ini lelet bangat, sudah tau aku ingin Ramen rasa jeruk malah pergi dengan Itachi-Nii kencan sahabat macam apa itu " Omel Naruto
Sedangkan orang yang di omeli sekarang lagi ada di dapur dengan seseorang yang memiliki keriput abadi #plak, maksudnya Itachi
"Bahan-bahannya sudah siap, lalu bagaimana caranya kita membuatnya Itachi-Kun? "Tanya Hikari sambil memiringkan
Itachi yang melihat pose imut Hikari itu mengusap rambut gadis itu gemas
"Kita buat seperti ramen biasa dan sedikit campurkan jeruk di kuahnya tapi jangan terlalu banyak takut menghilangkan rasa ramennya" Jawab Itachi
"Baiklah, ayo kita mulai"Seru Hikari semangat
Mereka sedang memasak di rumah Hikari kalau kediaman Uchiha maka Naruto akan segera mengetahui keberadaannya, apalagi tempat tinggal Naruto dengan keluarga Itachi tidak terlalu jauh hanya terpisah oleh beberapa rumah saja.
"Yo Yutta yang tampan datang membantu " Teriak Yutta dari luar
"Yutta jangan berteriak didalam rumah, kau mengganggu pendengaran Baa-San saja" Tegur Ibu Hikari
"Hehehe Gomen Baa-San "
"Dasar kau ini, sana Hikari dan Itachi ada didapur lagi berperang dengan alat masak" Canda ibu Hikari
"Oke Baa-San "
Hikari dan Itachi yang mendengar keributan mereka hanya tertawa karena sudah biasa melihat atau mendengar Ibu Hikari mengomeli Yutta kalau tu anak lagi semangat nya.
"Ada yang bisa aku bantu disini?" Tanya Yutta
"Tentu, iris semua bahan-bahan itu" Jawab Hikari
"Oke"
Mereka sekarang sibuk dengan kegiatan masing-masing sambil sesekali membahas soal ngidam Naruto kali ini entah ngidam apalagi itu anak kalau yang ini selesai dan siapa yang akan dia repotkan.
"Oh apa Kazekage tau kalau Naru-Chan lagi hamil dan ngidam? " Tanya Itachi
"Sudah, aku yang memberi tahukannya agar dapat bersiap-siap bila sasaran ngidam nya dia" Jawab Yutta
"Waktu hamil Menma dulu semua yang dikenal Naru-Chan kena semua ya Oh kecuali kita bukan begitu Yutta" Kata Hikari mengingat waktu Naruto hamil Menma dulu
"Ya dan yang paling di repotkan ialah Sasuke, dia harus kesana kemari mencari semua orang yang berambut merah untuk di buatkan ramen ada ada saja " Kata Yutta geli
Itachi yang mendengar kan cerita mereka ikut tersenyum bagaimana Naruto begitu di cintai oleh setiap orang walau ada juga yang tidak menyukai Naruto mungkin karena mereka iri atau segala macmacamnya
.
.
.
Akhirnya ngidam Naruto terhadap Ramen rasa jeruk telah terbayar saat pukul 11 malam dimana Hikari, Yutta dan Itachi kerumahnya sambil membawa pesanannya dan saat itu pun Mood Naruto menjadi baik lagi sedangkan Menma sudah tertidur karena kelelahan membaca gulungan jutsu dan Sasuke sedang berbicara dengan Itachi sekarang.
"Ne Naru-Chan bagaimana dengan Toneri? " Tanya Yutta
Oh ketiga sahabat itu sedang berbicara di gazebo milik pasangan Sasunaru itu
"Aku akan membicarakan ini dengan para Hyuuga besok, lebih cepat lebih baik bukan" Jawab Naruto
"Apa mereka akan menerima ini semua? " Tanya Hikari tak yakin
"Kurasa mereka akan menerimanya apalagi Toneri itu bisa disebut sebagai leluhur Hyuuga ya walau itu bukan dia sih, itu juga akan membuat keturunan mereka tetap terjaga bukan dan soal yang lain aku akan mengaturnya apalagi kata Jiji kalau keluarga Otsutsuki itu kaya jadi gampang" Jawab Naruto
"Tapi bagaimana kau mengakses kekayaan nya? " Tanya Yutta
"Aku juga Otsutsuki Yutta walau tidak secara langsung" Jawab Naruto sambil memutar matanya
Yutta cengengesan dan Hikari tertawa geli
"Banyak yang harus segera disiapkan, aku tidak ingin merepotkan Sasuke karena pekerjaannya sebagai Hokage sangat sibuk apalagi berusaha dengan kertas-kertas yang tidak ada habisnya itu serta tetua yang merepotkan itu" Kata Naruto
"Kau benar Naru-Chan, lalu apa yang bisa kami bantu? " Tanya Hikari
"Tingkatkan keamanan desa saja dan kediaman Hyuuga agar tidak membuat gempar " Jawab Naruto
"Laksanakan " Kata kedua orang itu kompak
Mereka pun larut dalam pembicaraan yang menurut mereka penting,
.
.
.
Jauh entah dimana seorang pemuda berambut putih menatap kedepan dengan berbagai ekspresi yang sulit diartikan, dia adalah Toneri. Setelah pergi dari kediaman Hyuuga Toneri berada disini tanpa beranjak sedikit pun, tempat yang tidak akan ada seorang pun yang dapat memasukinya tempat milik dirinya sendiri.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan Tou-Sama? " Tanya Toneri entah kepada siapa
'Apa yang dulu aku cari sekarang sudah aku temukan dan dia menganggap aku keluarga nya, apakah aku dapat untuk melindunginya? Masih banyak musuh diluar sana yang sangat ingin menghancurkan nya, aku akan melindunginya dengan seluruh jiwa dan raga ku, aku Otsutsuki Toneri akan melindungi Uchiha Naruto dengan Jiwa ku sendiri'Janji Toneri
.
.
.
.
.
.
TBC
Gomen pendek dan lama Update ini fic begitu banyak godaan Gami untuk menulis. Apa lagi entah kenapa akhir akhir ini Gami merasakan jenuh akan segala yang Gami lakukan, untuk membaca aja rasanya begitu berat dan tak semangat.
Mungkin Gami terlalu banyak fikiran? Gami gampang stres dan sakit kepala.
Maaf Gami malah Curhat,
Semoga Minna suka dengan chapter ini klau ada kesalahan dan Typo dimana-mana maklumi saja Ne, manusia itu tidak ada yang sempurna.
