Title : Eternal Sunshine Chapter 2
Genre : Brothership, Friendship and Family
Rate : K
Cast
Cho Kyuhyun ( 17 tahun )
Park Jungsoo / Leeteuk ( 28 tahun )
Lee Sungmin ( 26 tahun )
Choi Siwon ( 26 tahun )
Kim Ki Bum ( 23 tahun )
Choi Kyusoo (OC)
Changmin & Minho ( 17 tahun )
And other cast
Summary : Setelah kau pergi, setiap kesempatan yang datang pasti tentang dirimu. Aku ingin menghapus mu, tapi juga masih ingin mengenang mu.
Warning : Typos, Gaje, OOC, if read dont bash and review after read.
DONT PLAGIAT!
Disclaimer : All them belong to them selves and God, iam just a fan who use their name for my story.
Story by asmawi97
.
.
Eternal Sunshine Chapter 2
.
.
.
''Kakak pertamanya bernama Park Jungsoo, dia bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah restoran.'' Siwon hanya mengetukan jari-jari nya pada meja di depannya, saat sekertaris nya membacakan tentang keluarga Kyuhyun.
''Kakak kedua nya bernama Park Sungmin, dia bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan kita.''
''Tunggu dulu, kau bilang Kyuhyun pernah menjalani operasi transplantasi jantung, dari mana mereka mendapat kan biaya untuk operasi tersebut?''
''Ah! mereka mendapat pinjaman yang cukup besar dari bank sajangnim. Ini berkas-berkas lengkap nya sajangnim.''
Siwon lalu melihat berkas-berkas yang diberikan padanya. Disana tertulis berapa banyak hutang keluarga Park.
''Sepertinya aku bisa menggunakan ini agar dia mau menjadi 'adik' ku.'' ucap Siwon sambil menyeringai.
.
.
.
''MWO?!''
Kyuhyun memandang orang di hadapan nya dengan heran, dia masih belum mengerti. Kenapa orang kaya seperti dia ingin memiliki adik sepertinya?
''Tidak sebagai adik ku yang sesungguhnya, kau hanya akan berpura-pura sebagai adik ku.'' ucap Siwon mengacuhkan tatapan aneh Kyuhyun padanya. Siwon lalu menggeser sebuah map kearah Kyuhyun.
''Lihatlah..'' Kyuhyun menurut dia mengambil map tersebut meskipun agak ragu.
Kyuhyun melihat berkas-berkas yang berada ditangannya, dia membelalakan matanya saat membacanya. Kertas tersebut berisikan berapa banyak hutang hyungdeul pada bank dan juga pemakaian uang tersebut.
Hyungdeul menggunakan uang tersebut untuk biaya perawatan nya.
'apa benar hyungdeul punya hutang sebanyak ini dan itu semua, karena aku?
''Jika kau.. bersedia menjadi adik ku. aku akan membayar mu. Perhari, Perjam, permenit. Kau tinggal sebutkan berapa bayaran yang kau inginkan.''
''Jadi Kyuhyun-ssi, anggap saja kau membantu kedua hyungdeul mu untuk melunasi hutang-hutang mereka.'' lanjut Siwon dengan senyum angkuh nya.
''Lalu, kenapa tiba-tiba kau ingin aku menjadi adik mu?'' Siwon langsung menghentikan senyum nya saat bukannya mendapat jawaban dari Kyuhyun melainkan pertanyaan.
''Aku, ingin ibuku kembali seperti dulu. Dia sangat merasa kehilangan karena adik bungsu ku meninggal. Mendiang adikku, punya kemiripan wajah dengan mu.'' Kyuhyun membulatkan matanya, apa benar ada seseorang yang sangat mirip dengan nya?
'bagaimana ini, apa yang harus ku lakukan?'
Kyuhyun lalu mengangkat kepalanya dan memandang Siwon.
''Bo... bolehkah aku memikirkan nya lebih dulu?''
''Baiklah, tapi jangan terlalu lama. Pikirkan juga kedua hyungdeul mu Kyuhyun-ssi... Mereka bekerja keras demi dirimu.'' Siwon menghela nafasnya, tapi untuk sekarang dia tidak akan terlalu terburu-buru. Anak ini pasti membutuhkan waktu untuk berpikir.
''Antar dia kembali ke tempat tadi.'' ucap Siwon pada seluruh ajudan nya.
''Nde sajangnim..'' mereka lalu kembali membawa Kyuhyun, hanya saja tanpa paksaan dan juga dengan cara yang tidak kasar seperti tadi.
.
.
.
Changmin dan Minho masih berada di tempat yang sama. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena mobil yang membawa Kyuhyun sudah menghilang.
Tiba-tiba sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti di depan mereka, dan mereka sangat terkejut saat melihat Kyuhyun yang keluar dari mobil tersebut.
''KYUHYUN-AH...!'' mereka berteriak dan langsung menghampiri Kyuhyun.
''Kyuhyun-ah... neo Gwenchana?'' Kyuhyun tidak menjawab dia seolah kehilangan tenaga nya badannya juga sangat lemas.
''Apa yang mereka lakukan padamu?'' Changmin bertanya lebih dulu dengan nada cemas yang sangat kentara.
''Kalian berdua tidak usah mengkhawatirkan ku, nan gwenchana..'' jawab Kyuhyun sambil mencoba tersenyum didepan kedua sahabat nya.
''Bagaimana mungkin kau baik-baik saja?! mereka baru saja menculik mu?!'' Changmin langsung melabrak Kyuhyun. sahabat nya ini selalu bilang baik-baik saja, padahal sebenarnya dia tahu Kyuhyun pasti tidak baik-baik saja.
''Mianhae aku pasti membuat kalian berdua khawatir...'' ucap Kyuhyun lesu sambil menundukan kepalanya. Tenaga dan juga pikiran nya seolah terkuras habis, karena percakapan nya dengan orang asing tadi.
Minho lalu menghampiri nya sambil mengusap bahu Kyuhyun.
''Gwenchana.. kau masih kuat berjalan?''
''nde.''
.
.
Kyuhyun merasakan kepalanya sangat pusing sekarang. Tubuhnya seolah tidak mempunyai energi untuk berjalan lagi.
'sebentar lagi, sebentar lagi aku akan sampai, bertahanlah Park Kyuhyun jangan selalu membuat orang-orang disekitar mu menjadi cemas.' jarak rumah nya memang sudah dekat, jadi mereka semua, Kyuhyun Changmin dan Minho memilih untuk berjalan kaki.
Tapi sekarang Kyuhyun benar-benar merasa tidak kuat.
.
.
.
Minho melihat wajah Kyuhyun yang terlihat sangat pucat, lebih pucat dari biasanya. Kyuhyun juga berjalan dengan lunglai membuat Minho yakin Kyuhyun sedang tidak
baik-baik saja.
Minho berhenti di depan Kyuhyun dan memberi isyarat pada Kyuhyun untuk naik ke punggung nya. Mereka berdua, Changmin dan Minho memang mengantar Kyuhyun sampai rumahnya. Changmin sangat khawatir tentang penculik yang tadi menculik Kyuhyun.
''Naiklah.'' ucapnya sambil menepuk punggung tegap miliknya.
''Aniyo... Aku..masih kuat.'' tepat setelah dia mengatakan masih kuat tubuhnya langsung limbung dan akan menyentuh tanah kalau saja Changmin tidak memegangi nya. Tubuhnya terlihat lemas dengan mata yang tertutup.
''Kyuhyun-ah... Ireona''
''Changmin-ah naikan dia di punggung ku!'' Changmin menurut dan langsung menaikan Kyuhyun ke punggungnya.
.
.
Minho merebahkan tubuh lemas Kyuhyun di ranjang yang berada di kamar Kyuhyun.
Changmin lalu meraba dahi Kyuhyun.
''Badannya sangat panas Minho-ah, sebaiknya kau menghubungi dokter.'' Minho mengangguk dia lalu mengambil ponsel nya yang berada di saku blazer sekolah nya dan menghubungi seorang dokter kenalan nya.
''Apa sebaiknya kita menghubungi Teuki hyung atau Sungmin hyung?'' Minho menggeleng, Kyuhyun sudah di periksa dan dokter bilang Kyuhyun hanya mengalami demam biasa karena kelelahan.
''Mereka sedang bekerja Changmin-ah. lebih baik kita menunggu Kyuhyun sampai Sungmin hyung atau Teuki hyung pulang.'' Changmin mengangguk.
''Aish Kyuhyun-ah sebenarnya apa yang mereka lakukan padamu?''
''Mianhae hyungdeul... Jeongmal mianhae..hiks'' Changmin dan Minho langsung menghampiri Kyuhyun yang tiba-tiba menangis dan terus meminta maaf.
Changmin lalu berpindah kesisinya. Dan mencoba menenangkan Kyuhyun dengan cara mengusap kepala Kyuhyun.
''Gwenchana Kyuhyun-ah... uljima nde...''
Minho tersenyum melihat Changmin yang terlihat sedang menenangkan Kyuhyun yang terlihat tidak tenang dalam tidurnya.
Changmin, meskipun kadang wataknya sedikit keras, tapi jika dia berurusan dengan Kyuhyun dia akan menjadi namja yang lembut dan penuh perhatian.
Dia lalu meletakan baskom berisikan air es di nakas dekat tempat tidur Kyuhyun. dokter bilang untuk mengurangi suhu badan Kyuhyun, mereka harus mengompres nya dengan air dingin.
''Kau... benar-benar namja yang lembut Changmin-ah..'' ucap Minho sambil mengompres Kyuhyun.
''Aku hanya melakukan yang terbaik untuknya, kita hampir kehilangan dia dua tahun lalu, jangan sampai hal tersebut terulang lagi.''
Changmin dan Minho melihat Kyuhyun yang tertidur dengan sendu, Kyuhyun mempunyai kehidupan yang berbeda dengan mereka.
Berbeda dengan Kyuhyun, orangtua Changmin dan Minho merupakan orang yang cukup berada. Tapi mereka tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, bagi mereka persahabatan adalah hal yang paling penting.
.
.
Siwon masih bergeming di tempat duduknya dia masih melihat kursi yang baru saja di tempati Kyuhyun beberapa menit lalu.
''Aku harap, kau bisa menjadi adik ku untuk selamanya.. Kyuhyun-ssi.''
.
.
.
''Kyuhyunie hyung pulang..'' Sungmin membuka pintu rumahnya dan langsung membulat kan matanya saat melihat kedua teman baik Kyuhyun berada di rumahnya.
''eoh Changmin... Minho, Kyuhyunie dia dimana?'' Changmin dan Minho bangkit dari duduknya dan sedikit membungkukan badan mereka pada Sungmin.
''Anyeong haseyo Sungmin hyung...'' Sungmin membalas sapaan tersebut dengan senyum manisnya.
''Mana Kyuhyunie?''
''Kyuhyunie, dia sakit hyung...''
''MWO?!'' Sungmin langsung menjatuhkan barang yang di bawanya dan melesat ke kamar yang dihuni adiknya.
Sungmin langsung menghampiri dongsaeng dan mengecek keadaan adiknya tersebut. Badannya cukup panas, membuat Sungmin langsung cemas tingkat tinggi.
.
.
Merasa ada yang memegang nya,
Kyuhyun membuka matanya dia lalu menurunkan tangan Sungmin yang masih bertengger di keningnya.
''Kau... Demam Kyuhyunie..'' Sungmin memandang Kyuhyun dengan cemas, membuat Kyuhyun merutuk lagi-lagi dia membuat cemas hyung nya.
''Gwenchana.''
''Kita ke rumah sakit nde?'' Kyuhyun langsung menggeleng dia benar-benar membenci rumah sakit. Dua tahun lalu dia sering sekali bolak-balik rumah sakit.
''Sungmin hyung, aku bilang aku baik-baik saja. Aku tidak mau dibawa ke rumah sakit.. Jebbal eoh?'' Kyuhyun memohon dengan puppy eyes nya sambil memegang ujung baju milik Sungmin.
''Tapi... Badanmu sangat panas!'' Kyuhyun tetap menggeleng membuat Sungmin menghela nafasnya.
''Shireo! Aku hanya perlu istirahat Sungmin hyung...''
Kyuhyun melihat Sungmin yang terlihat menghela nafasnya karena dia tidak mau di bawa ke rumah sakit. Tapi tekadnya sudah bulat, dia tidak mau di bawa ke rumah sakit. Lagipula dia hanya demam biasa.
Bukannya dia tidak merasa bersyukur karena memiliki kedua hyung yang sangat perhatian. Tapi, dia hanya tidak ingin menyusahkan mereka berdua. Apalagi Sungmin baru saja pulang bekerja, hyung nya pasti sangat lelah.
''Sungmin hyung tenang saja seorang dokter tadi kemari dan memeriksa keadaan Kyuhyun. Kami juga sudah menebus obatnya.'' ucap Changmin mencoba menenangkan Sungmin.
''Jinja?!''
''berapa yang kalian keluarkan? biar hyung ganti.''
''Aish hyung tidak perlu.''
''YA sudah kalau begitu kami pamit dulu Sungmin hyung. Kyuhyun-ah kau harus cepat sembuh.'' Kyuhyun mengangguk pada kedua teman nya.
.
.
.
''Kenapa kau tidak mau di bawa ke rumah sakit?'' Leeteuk bertanya pada Kyuhyun sambil sesekali menyuapi Kyuhyun dengan bubur yang di buatnya.
Saat dia pulang, Sungmin langsung memberi tahunya kalau Kyuhyun demam tinggi dan bersikeras tidak mau ke rumah sakit.
''Aku sudah terlalu sering masuk rumah sakit hyung, pasti itu memakan biaya yang cukup besar. Aku tidak mau menambahkan beban hyungdeul.''
''Mwo?'' Leeteuk menghentikan pergerakan tangannya yang sedang memegang sendok.
''Aku benci tubuhku yang seperti ini, karena aku, Teuki hyung dan Sungmin hyung harus bekerja sangat keras.'' Leeteuk meletakan mangkuk yang sedang di pegangannya dengan kasar.
Dia lalu menangkup wajah Kyuhyun dan memaksa kedua mata dongsaeng nya untuk menatap nya, tapi Kyuhyun menghindar .
''Kenapa kau berpikir seperti itu Kyuhyunie?!''
''Aku hanya merasa menjadi orang yang tidak berguna untuk kalian berdua.'' ucap Kyuhyun sambil menghindari tatapan Leeteuk padanya.
Leeteuk langsung memeluk dongsaeng nya erat. Dia tidak habis pikir, dari mana adiknya punya pemikiran seperti itu?
''Jangan pernah memikirkan hal-hal aneh arraseo..?!'' Kyuhyun hanya mengangguk dalam pelukan Leeteuk.
.
.
''Sungmin hyung, hyung akan bolos bekerja hari ini, karena aku?'' Kyuhyun bertanya pada Sungmin yang terlihat sedang membereskan meja belajarnya.
''Tentu saja, hyung harus menemani mu disini.'' Kyuhyun mempoutkan mulutnya
''Pergilah hyung,..'' Sungmin menghentikan tangannya yang sedang membereskan buku-buku Kyuhyun.
''Apa maksud mu Kyuhyunie?'' jawab Sungmin tanpa melihat Kyuhyun.
''Masih belum terlambat, pergilah bekerja, aku akan beristirahat sebaik mungkin disini.''
''Hyung... aku akan baik-baik saja disini. Sungguh..'' Sungmin menghela nafasnya, kenapa adiknya tiba-tiba tidak mau di temani? Padahal biasanya Kyuhyun tidak suka sendiri.
''Baiklah... kau harus istirahat sebaik mungkin di rumah, jangan coba-coba melakukan hal aneh. Arraseo?!'' Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum manis.
Sungmin lalu beranjak menggantikan pakaian nya untuk pergi bekerja. dia lalu mengecup kening Kyuhyun yang masih terasa hangat.
''Hubungi hyung kalau ada apa-apa arraseo?!''
''Aku akan mengantar hyung sampai depan.''
Sungmin memandang Kyuhyun dia lalu membentuk tanda hati diatas kepalanya dan mengucapkan 'saranghae' tanpa suara
Kyuhyun tersenyum dia lalu melakukan hal yang sama dan sedikit menggoyang-goyang kan tubuhnya, dia terus tersenyum sampai hyung nya menghilang.
Namun senyum nya langsung hilang saat mengingat beban yang di pikul kedua hyung nya sangat berat. Dan itu, terjadi karena dirinya.
Ring ~
Kyuhyun langsung mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.
''Kyuhyun-ssi, apa kau sudah membuat keputusan?''
''Be... belum.'' terdengar helaan nafas dari sebrang sana dan panggilan tersebut langsung terputus.
Kyuhyun juga menghela nafasnya dia lalu memandang langit seoul.
''Hyungdeul, aku sangat ingin membantu meringankan beban kalian.''
.
.
Siwon membanting ponsel nya,
''Apa aku harus menggunakan cara kasar agar dia mau melakukan nya?'' dia lalu mengacak rambut nya kasar. eomma nya semakin hari semakin mengkhawatirkan, bahkan dokter yang biasa merawat eomma nya menganjurkan agar dia memasukan eomma nya ke panti rehabilitasi.
''aku akan melakukan apapun agar eomma kembali seperti dulu.''
.
.
.
''Kyuhyun-ah... Kau tidak akan sekolah?'' Kyuhyun sedang mengutak-ngatik remote tv saat Changmin menghubungi nya.
''Tentu saja, pabbo! Sungmin hyung dan Teuki hyung melarang ku.''
''Kau seharusnya memang tidak sekolah dulu. Ah! Apa kau sendirian di rumah?'' Kyuhyun mengangguk padahal jelas-jelas Changmin tidak melihat nya.
''Nde aku sangat kesepian sekarang.'' ucap Kyuhyun sambil melihat acara televisi yang terlihat membosankan.
''begitu ya?''
''Changmin-ah kalau aku bilang aku membutuhkan mu sekarang. apa kau bersedia datang kemari?''
''Aku pasti akan datang.''
.
.
Kyuhyun melihat Leeteuk yang terlihat membawa pesanan pelanggannya, sesekali hyung nya tersebut terlihat menyeka keringat nya.
'Teuki hyung pasti sangat lelah. Kau berjuang sangat keras seperti itu.. apa karena aku hyung?' Kyuhyun memandang Leeteuk dengan sedih. Dia lalu menundukan kepalanya, dia benar-benar merasa seperti beban sekarang.
''Teuki hyung dan Sungmin hyung akan membunuh ku jika tahu apa yang ku lakukan!'' Kyuhyun langsung menghentikan kegiatan nya dan memandang Changmin yang berdiri disamping nya. sahabat nya tersebut tidak berhenti mengeluh sepanjang jalan kemari.
''Apa, maksud mu?!'' ucap Kyuhyun sambil memandang Changmin tajam.
''Kyuhyun-ah... Seharusnya sekarang kau beristirahat, lagipula sejak tadi kau hanya mengamati Teuki hyung. Kita pulang nde?'' Changmin mencoba membujuk Kyuhyun.
''andwaeyo... Changmin-ah jebbal eoh?'' Kyuhyun merengek pada Changmin membuat Changmin luluh.
Aish kenapa Kyuhyun harus merengek, dia benar-benar luluh jika sahabat nya sudah melakukan hal-hal seperti itu.
''Baiklah kau tidak usah melakukan hal seperti itu.'' Kyuhyun tersenyum manis pada Changmin.
''setelah ini aku ingin melihat Sungmin hyung...''
''Kyuhyun-ah... ''
''wae? Akukan menaiki motor mu jadi aku tidak akan lelah.''
''angin... debu ..'' ucap Changmin sambil menggerakan tangannya. ''Itu semua tidak baik untuk mu.'' Kyuhyun mempoutkan mulutnya dan memandang Changmin dengan tajam.
''baiklah aku akan pergi sendiri saja.''
''Aish Kyuhyun-ah Kajja..''
.
.
.
Kibum menaiki bukit tersebut dengan pelan. dia lalu berhenti di depan makam kedua orang yang sangat di sayanginya.
''Kyusoo-ah... Appa Anyeong...'' ucap Kibum sambil tersenyum.
Kemarin, saat dia melihat namja yang sangat mirip dengan adiknya membuat dia merindukan adiknya dan memutuskan untuk mengunjungi Kyusoo.
Dia lalu meletakan rangkaian bunga pertama di atas makam appa nya, dan bunga kedua di makam adik bungsu nya.
Tanpa sadar Kibum menangis mengingat Kyusoo yang seolah tidak pernah bahagia selama masa hidup nya dulu. dan mengingat kejadian sembilan tahun lalu,awal dari semua musibah ini, saat itu Kyusoo masih berumur sepuluh tahun.
Flashback
''Appa Jebbal eoh?'' Kyusoo memandang appa nya yang terlihat sedang berkutat dengan laptop dan juga berkas-berkas yang memenuhi meja sang appa.
Sang appa melihat putra bungsu nya sebentar, lalu kembali pada kegiatan nya semula.
''Saat ini appa sedang sibuk, kyu. Besok saja nde?''
.
''ada apa Kyu?'' Kibum bertanya pada Kyusoo yang terlihat menekuk wajahnya.
''Kyusoo ingin pergi ke taman hiburan dengan appa hyung...'' Kibum menghampiri adiknya lalu mengacak rambut adiknya.
''Tapi appa bilang appa sedang sibuk Kyusoo..''
''hyung Appa jarang sekali ada di rumah seperti sekarang...''
''Tapi... sekarang Appa sedang sibuk kyu.'' Kyusoo mempoutkan mulutnya, dia lalu menaiki tangga rumahnya sambil menghentakan kakinya tanda dia benar-benar kesal.
Kibum menghampiri appa nya sambil memberikan secangkir kopi untuk sang appa.
''Karena appa jarang meluangkan waktu untuk Kyusoo, dia sering berfantasi jika ada appa, dia akan mengajak appa ke taman hiburan. Hanya appa dan juga Kyusoo.'' Tn. Choi menghentikan pergerakan tangannya saat mendengar putra keduanya membicarakan Kyusoo.
''Kibum-ah... Sepertinya appa harus berhenti sejenak dari kegiatan ini. Dan membuat maknae kita tidak uring-uringan lagi.'' Kibum tersenyum mendengar penuturan appa nya.
.
.
''Kyusoo-ah... '' Tn. Choi mendekati putra bungsunya yang terlihat tidak memperdulikan nya Kyusoo berbaring menyamping sambil membelakangi Tn. Choi.
''Kyusoo-ah... Mianhae appa pasti sering sekali membuat Kyusoo kecewa.'' Kyusoo menaikan selimut nya sampai menutupi seluruh tubuhnya, membuat Tn. Choi tersenyum.
Dia lalu mengelus rambut putranya.
''Kyusoo-ah... Kajja..''
''Kyusoo-ah... Ayo kita pergi ke taman hiburan, hanya kita. Tidak ada eomma dan juga hyung hanya Kyusoo dan juga appa.''
Kyusoo langsung bangkit dan memandang Tn. Choi dengan mata yang berbinar. ''Jinja?!'' Tn. Choi mengangguk membuat Kyusoo bersorak karena gembira.
''Eomma... Kibum hyung... Siwon hyung.. Anyeoooong..'' Kyusoo terlihat melambaikan tangan nya pada eomma dan juga hyungdeul nya.
''benar-benar kekanakan.''ucap Kibum sambil tersenyum melihat dongsaeng nya yang terus melambaikan tangannya, sampai mobil sang appa tidak terlihat lagi.
''itu wajar Kibumie, Kyusoo hampir tidak pernah ada waktu untuk berlibur dengan appa.'' ucap Siwon sambil tersenyum.
''geurae, adik bungsu kalian benar-benar sangaaat manja.''
.
.
Ny. Choi sedang memakan makan malam nya bersama kedua putranya saat telpon di rumah mereka berbunyi.
''Yeobeoseo...'' Kibum memandang wajah eomma nya yang terlihat sangat kaget. Eomma nya terlihat lemas bahkan telpon rumahnya terjatuh begitu saja dari tangan sang eomma.
'apa terjadi sesuatu?'
Ny. Choi dan juga kedua putranya berlarian di lorong rumah sakit tersebut dengan perasaan cemas luar biasa.
''Bagaimana keadaan suami dan putraku?'' Ny. Choi bertanya pada dokter yang menangani putranya.
''Putra anda, dia hanya mengalami gegar otak ringan. Dan saya rasa dia sudah baik-baik saja. Tapi seperti nya dia tidak akan mengingat kecelakaan ini lagi.''
''Tapi...''
''Tapi apa?''
''Nyawa suami nyonya tidak tertolong..''
''MWO?!''
Keluarga Choi sempat mengalami kendala dalam perusahaan nya karena kematian Tn. Choi. Namun itu hanya sebentar karena Ny. Choi dan juga putra sulung nya, Choi Siwon kembali membuat perusahaan tersebut berjaya.
Namun sejak saat itu, mereka seolah menyalahkan Kyusoo atas semua yang terjadi pada appa mereka, dan memperlakukan Kyusoo dengan buruk. Benar-benar alasan yang sepele.
.
.
''Bahkan Kyusoo mengalami amnesia setelah kecelakaan tersebut. Kami benar-benar berdosa karena sudah menyalahkan nya atas semua yang terjadi dengan Appa.''
''Harusnya kami bersyukur, kau tidak ikut meninggal dalam kecelakaan tersebut. Tapi,kami justru membenci mu seolah kau penyebab semua musibah ini.'' ucap Kibum sambil menangis di depan makam adiknya.
''Kyusoo-ah... Kau pantas membenci kami.''
.
.
.
Leeteuk sedang membersihkan meja, saat dia mengingat percakapan nya dengan adik bungsunya semalam.
Dia lalu membuka ponsel nya dan menuliskan pesan pada seseorang.
'Sungmin-ah... Apa kau merasa ada yang berbeda dengan Kyuhyunie?'
'nde hyung aku rasa Kyuhyunie menyembunyikan sesuatu.'
Leeteuk menghela nafasnya, pekerjaan nya di restoran cukup melelahkan. Tapi dia tidak akan pernah menyerah.
'apapun akan hyung lakukan untuk mu Kyuhyunie'
''Kyuhyunie... sebenarnya ada apa dengan mu?'' gumam nya sambil kembali membersihkan meja tersebut.
.
.
.
Sungmin dan Leeteuk membuka pintu rumahnya dan melihat Kyuhyun yang terlihat sedang menonton tv. Tapi, pandangan Kyuhyun seolah tidak mengarah pada televisi tersebut. tatapan nya kosong, seperti dia punya beban yang sangat berat.
Sungmin dan Leeteuk lalu duduk disisi kiri dan juga kanan dongsaeng nya, membuat Kyuhyun cukup terkejut. Seperti nya dia memang menyembunyikan sesuatu.
''Kyuhyunie apa kau punya masalah di sekolah?'' Leeteuk langsung bertanya pada intinya pada Kyuhyun. Kyuhyun sendiri hanya menggeleng dengan kepala yang terus menunduk.
Sungmin lalu berjongkok di hadapan adik bungsunya dan menggenggam tangan dongsaeng nya tersebut dengan erat.
''Aigoo Kyuhyunie sebenarnya ada apa dengan mu?'' Leeteuk bertanya pada Kyuhyun yang mulai terisak. Dongsaeng nya tersebut benar-benar terlihat tertekan.
Kyuhyun lalu memandang Sungmin dan juga Leeteuk dengan airmata yang masih membasahi pipinya.
''Teuki hyung... Sungmin hyung apa selama ini, aku membebani kalian?''
''Mwo?!'' Sungmin dan Leeteuk langsung terkejut mendengar penuturan dongsaeng mereka.
''Aigoo siapa yang berbicara seperti itu padamu?!'' Sungmin langsung memandang Kyuhyun dengan heran.
''Kami rela melakukan apapun untuk mu, jadi jangan pernah merasa menjadi beban untuk kami, arraseo?!'' ucap Leeteuk sambil memandang Kyuhyun tajam.
''arraseo?!'' Kyuhyun mengangguk membuat Sungmin dan Leeteuk menghela nafasnya. Ternyata itu permasalahan nya. Mereka lalu saling memeluk satu sama lain.
.
.
Kyuhyun terlihat merebahkan kepalanya pada meja di kelasnya, dia tidak begitu memperhatikan guru yang sedang menjelaskan pelajaran yang sangat dia sukai, matematika.
'meskipun hyungdeul sudah mengatakan kalau aku bukanlah beban. Tapi aku tetap memikirkan apa yang di katakan si sajangnim tersebut. Aku bisa membantu hyungdeul.'
Kyuhyun terus memikirkan hal-hal aneh dalam pikiran nya.
''...ssi.. KYUHYUN-SSI!''
''NDE SAJANGNIM! ( presdir )...'' jawab Kyuhyun sambil otomatis menegakan duduknya dia benar-benar kaget.
HAHAHA
Kyuhyun terlihat bingung saat melihat seluruh teman sekelas nya tertawa atau lebih tepat nya mentertawakan nya. 'apa ada yang lucu?'
''Sonsaengnim menyuruh mu untuk mengerjakan soal nomor dua.'' bisik Minho pada Kyuhyun yang terlihat masih bingung, dia lalu memberikan kertas jawaban yang sudah dia buat pada Kyuhyun.
Kyuhyun lalu bangkit dari duduknya, mencoba mengabaikan seluruh temannya yang masih tertawa dan mengerjakan soal yang berada di depan.
''Apa ini? seorang number one membawa contekan untuk mengerjakan soal.'' Kyuhyun terkejut saat guru tersebut mengambil catatan kecil miliknya, biasanya guru tersebut selalu baik padanya dan menyebutnya number one. Karena Kyuhyun yang selalu menjadi juara kelas.
''Sonsaengnim Kyuhyun-ssi dua hari ini tidak masuk sekolah karena sakit, jadi wajar kalau dia tidak mengerti.''
'lagipula caramu mengajar matematika benar-benar kuno' lanjut Changmin dalam hatinya.
''Tetap saja dia ini number one, seharusnya kau bisa mengejar ketertinggalan mu. Kyuhyun-ssi keluar dari kelas ku!''
''Sonsaengnim, kalau kau menghukum Kyuhyun hukum juga aku.'' Changmin berdiri dari duduk nya dan memandang guru yang terkenal killer itu dengan tegas.
''YA Shim Changmin..''
''Aku juga.. aku yang memberinya contekan.'' Minho ikut berdiri membuat guru tersebut semakin geram ternyata mereka adalah 'tiga serangkai'
''Baiklah... Kalian bertiga pergi dari kelas ku, sekarang!'' Minho dan Changmin langsung menghambur dari kursi nya masing-masing dan membawa Kyuhyun yang masih terlihat bingung.
Mereka bertiga. Changmin, Minho dan Kyuhyun duduk di salahsatu koridor sekolah sambil mengacungkan kedua tangan mereka di atas bahu mereka.
''Kalian berdua seharusnya tidak ikut-ikutan di hukum!'' Kyuhyun mengeluh, lagi-lagi kedua temannya selalu berada disisi nya, padahal sekarang dia sedang mendapat hukuman. Dan mereka ikut-ikutan mendapat hukuman.
''Wae?'' tanya Changmin
''Aku yang bersalah, aku tidak memperhatikan Sonsaengnim.''
''geurae.. Sekolah memang tempat untuk belajar bukan melamun pabbo!'' ucap Minho sambil menyentil dahi Kyuhyun dengan pelan.
''YA Choi Minho, neomu appaseo..'' Kyuhyun memandang Minho sebal, tapi seperti biasa Minho melanjutkan kegiatan nya seperti tidak pernah melakukan apapun.
''Aish ini sangat menyenangkan.. mengangkat tangan ku seperti ini aku merasa sedang mengangkat beban agar bentuk tubuh ku jadi bagus.'' ucap Changmin sambil bergaya seperti sedang di gym.
''Apanya yang menyenangkan, tangan ku pegal sekali harus terus diangkat keatas seperti ini.''
''Kalau begitu turunkan saja tangan mu.'' ucap Changmin sambil menurunkan tangan Kyuhyun.
''YA Shim Changmin, bagaimana kalau ada guru yang melihat?!'' ucap Kyuhyun sambil mempoutkan mulutnya dan kembali menaikan tangannya.
''Aish! Bisakah kalian diam.'' ucap Minho dengan wajah yang sangat serius.
''Aigoo uri Minho benar-benar serius, nde?''
''Itu salahsatu daya tarik ku sebagai namja.'' ucap Minho datar tanpa memandang Changmin dan juga Kyuhyun.
''YA Changmin-ah... Kyuhyun-ah.. Geumanhae!'' Minho menanggalkan wajah cool nya saat Kyuhyun dan Changmin sama-sama menggelitiki nya dari sisi kiri dan kanannya. Dia tertawa sekencang-kencang nya Dia benar-benar sensitif jika sudah di perlakuan seperti itu.
.
.
.
Kyuhyun melihat kedua hyung nya yang baru saja pulang olahraga, hari ini memang libur jadi kedua hyung nya berada di rumah.
''Teuki hyung... Sungmin hyung.. bolehkah hari ini aku bermain dengan Changmin dan Minho?''
Leeteuk dan Sungmin memandang nya cukup lama membuat Kyuhyun waswas.
''Tentu saja boleh..'' ucap Sungmin sambil tersenyum pada Kyuhyun.
''Kalau begitu aku pamit hyung, Anyeoooong..''
Kyuhyun memandang siwon yang terlihat dari kejauhan, dia mengepalkan tangan nya erat, lalu menghampiri Siwon yang terlihat bersandar di mobil mewah nya.
''Jadi apa jawaban mu Kyuhyun-ssi?'' Kyuhyun memandang Siwon dengan ragu. Tapi dia tidak boleh mundur, ini demi hyungdeul yang juga sudah berjuang sangat keras demi dirinya.
'aku harap jalan yang ku pilih sudah benar.' batin Kyuhyun.
''Siwon-ssi, aku... aku bersedia menjadi dongsaeng mu.''
.
TBC
.
Kyuhyun dan Kyusoo disini bukan kembar ya,
tapi mereka punya hubungan 'khusus'
hehe
hubungan khusus apa yang dimiliki Kyusoo dan Kyuhyun?
Review nya ya pleeaaasee..
