The Bible Of Voodoo.
Pair: HunHan.
Main Cast: Luhan, Byun Baekhyun, Oh Sehun and other. (Seiring bertambahnya chap, tokoh juga akan bertambah)
This is BoyXBoy, Yaoi, Mistery-Horror-Supranatural.
Ret: M
Warning: Typo bertebaran dimana-mana, Bhs tidak baku, cerita gaje, OOC. Jangan membaca ini kala malam hari.
Summary:
Luhan dan Baekhyun adalah saudara kandung yang harus pindah ke desa tempat kakek dan neneknya tinggal. Tapi kejadian aneh perlahan muncul dan mengusik kehidupan mereka. Hidup mereka berubah kala menemukan kucing misterius yang mereka selamatkan ditambah kejadian mistis yang mereka alami ada kaitannya dengan masalalu sang mama. APA YANG SEBENARNYA TERJADI? IKUTI KISAHNYA DIBAWAH INI.
FF ini terinspirasi dari anime Ghost at School tapi alurnya mungkin akan sedikit berbeda, namun ada bagian dimana aku mengambil dari anime tersebut, dan FFku ini pure milikku, dan tokoh-tokoh yang ada disini milik keluarga mereka dan Tuhan YME.
... ... ... ... ... ...
DUM
DUM
DUM
Hentakan langkah kaki dari pemuda mungil yang suka memakai eyeliner ini membuat si mata rusa terganggu.
BRAK!
HYUNG!
Si mata eyeliner membuka pintu kamar si mata rusa dengan keras sampai-sampai membuat si mata rusa terbangun kemudian menatap si mata eyeliner garang.
"BRISIK KAU BAEK! PAGI-PAGI MEMBUAT KEGADUHAN BEGINI! ADA APA, HAH!" Bentak si mata rusa nyalang.
Si pelaku kebisingin merengut melihat si mata rusa yang tak lain adalah hyungnya sendiri membentaknya.
"Mianhae hyung, aku panik karna embul, embul hyung... embul hilang! Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi dia tidak kutemukan..." Cicit Baekhyun karna ia takut pada hyungnya. Tahukah kalian jika Luhan marah, berasa gempa dan tsunami, sungguh dasyat.
Luhan memutar bola matanya —jengah. Embul, kucing abu-abu yang endhut itu ada dikamarnya. Si embul tidur bersamanya.
Meong...
Belum sempat Luhan berkata, kucing yang tengah dicari oleh Baekhyun keluar dari dalam selimutnya. Si kucing berjalan dengan malas menuju Baekhyun.
Meong...
Meong...
"EMBUL...!"
Ditangkapnya si embul kedalam gendongan Baekhyun. Luhan mencibir kearah adiknya itu.
"Embul ada dikamarku, lain kali perhatikan dia. Semalam dia menghampiriku meminta makan. Urus dia, aku tidak mau mengurusnya, kau tahu aku tidak suka dengan binatang." Kata Luhan, sambil berjalan menuju kamar mandi, bersiap-siap kesekolah.
"Baiklah... tapi hyung, lihatlah kucing ini.. dia sangat imut, dan lucu hyung.
Luhan melirik mereka, disertai seringai yang ditujukan untuk mereka berdua —Baekhyun serta si Embul. Kemudian ia melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti menuju kamar mandi.
"Huh! Dasar dingin, menyebalkan sekali kau hyung. Halo embul... waktunya kau minum susu sayang. Ayo kita tinggalkan mak lampir itu, wekkk...!" Ucap Baekhyun yang tengah jengkel pada hyungnya yang sangat dingin itu.
.
.
.
.
20 menit kemudian mereka sudah siap untuk berangkat kesekolah tak lupa pamit pada kakek dan nenek.
"Kakek, nenek kami berangkat dulu ya..." Pamit Baekhyun heboh.
"Kakek, nenek kami pergi dulu." Kali ini gantian Luhan yang pamit.
Sang kakek hanya bergumam ria, sedangkan sang nenek berpesan hati-hati dijalan. Keduanya mengangguk, namun Baekhyun menambahi jika kakek dan Nenek tidak perlu cemas.
Kedua saudara kandung ini berjalan menuju sekolah mereka, seperti waktu kemarin. Mereka melewati area persawahan yang membentang luas. Baekhyun berjalan sambil bernyanyi, sedangkan Luhan berjalan dengan keheningan, sesekali mendengarkan suara merdu sang adik. Bersyukurlah kau Baek dianugrahi suara yang bagus, serta enak didengar jika tidak, bisa-bisa hyungmu akan menghajarmu.
Tap
Tap
Tap
Luhan menghentikan langkahnya, ia membalikkan tubuhnya dan ternyata kucing abu-abu ini mengikuti mereka.
"Baek, kau sudah mengurung embul atau belum?" Tanya Luhan pada adiknya. Si adik telah berjalan didepannya, dan saat ini jarak mereka lumayan jauh.
Melihat langkah kaki Baekhyun kian jauh, dan Baekhyun tidak mendengar perkataannya, muncul perempatan di pelipis Luhan. Tapi ia harus sabar, tidak boleh emosi. Tanpa berkata-kata ia mengambil Embul, menggendongnya, berjalan cepat menyusul Baekhyun.
"Xi Baekhyun, lihat ini." Nada suara Luhan berubah rendah, dan dingin.
Baekhyun terdiam membeku dibuatnya. 'Gawat! Aku lupa memasukkan embul kedalam kandang.' Batinnya. "Hehehe... mian hyung, aku lupa memasukkan em-bul.." Cicit Baekhyun.
Diam.
Luhan terdiam, namun setia memasang wajah angkernya. Baekhyun yang melihat wajah dingin hyungnya merasa takut, pasalnya hyungnya ini pasti akan menghukumnya.
"Maafkan aku Hyung... lain kali aku janji tidak akan teledor lagi... mianhae hyung.. jangan suruh aku mengembalikannya... kau tahu kan kelas sebentar lagi akan mulai.." Mohonnya.
Luhan menghela nafas sabar, ia berusaha sabar dan tidak tersulut emosi. "Baiklah, taruh kucing ini ditasmu. Jangan sampai dia membuat onar, ini!" Luhan menyerahkan kucing itu pada Baekhyun.
Baekhyun hendak menyembunyikan sang kucing ditasnya, tapi suara seseorang menghentikan mereka.
"Jangan, kasihan kucing itu... aku punya tempat yang bagus untuk menyembunyikannya." Kata sosok yang tiba-tiba ada dihadapan mereka.
Melihat sosok yang ada dihadapan mereka, keduanya terdiam. "Perkenalkan namaku Yixing, Zhang Yixing, tapi kalian bisa memanggilku Lay. Kalian dari sekolah SungKwang SHS kan? Kalau begitu kita sama." —Senyum.
Sosok yang ada dihadapan mereka tersenyum, memperlihatkan lesung pipit yang bagi keduanya sangat manis.
"Hms.. aku Baekhyun dan ini hyungku namanya Luhan, salam kenal." Jawab Baekhyun seraya memperkanalkan diri. Sedangkan Luhan menatap tajam kearah Yixing.
"Ayo, kita harus cepat-cepat." Ajak Yixing. Baekhyun hendak mengikuti Yixing namun Luhan menahannya. Ia menarik tangan Baekhyun.
"Kenapa hyung?" Tanya Baekhyun tak mengerti.
"Apa kau bisa dipercaya?" Tanya Luhan pada Yixing.
"Kau tidak percaya padaku Luhan-ssi, padahal aku tulus membantu kalian. Aku tidak akan berbuat macam-macam pada kalian..." Balasnya.
"Kau ingin membawa kami kemana." Tanya Luhan kembali.
Yixing terdiam, dirinya tak langsung menjawab. Melihat Yixing terdiam, Luhan semakin menajamkan matanya. Ia masih tak mempercayai pemuda ini.
"Aku akan membawa kalian ke gedung sekolah lama."
Mendengar ucapan pemuda itu, Luhan semakin memicing. "Gedung sekolah lama." Batinnya. Ia ingat dan tahu gedung itu karna tempat duduknya langsung menghadap ke arah bangunan itu. Gedung sekolah lama, dimana gedung itu sudah tidak terpakai lagi dan juga bekas sekolah SungKwang SHS. Dan untuk pertama kalinya ia melihat penampakan gadis kecil memakai dress pink. Mengingatnya saja, membuatnya merinding.
"Jangan Baek, kau jangan ikuti dia." Ucap Luhan.
Disaat suasana tegang, kucing abu-abu yang di pegang Baekhyun melepaskan diri.
"Eh, Embul...!" Panggil Baekhyun.
Baekhyun ingin mengejar embul dan menangkap kucing itu, embul berlari sangat cepat dan menghilang, ditikungan. Baekhyun ingin menangis, tapi segera dihentikan oleh Luhan.
"Sudahlah Baek, jangan menangis. Kau inikan namja, jangan jadi namja cengeng!" Bentak Luhan.
Baekhyun diam, ia tak menjawab perkataan hyungnya. Namun matanya sudah memerah menahan tangis.
Yixing yang tak tega melihat Luhan memarahi Baekhyun pada akhirnya ia mendekati pemuda itu. Ia merangkul bahu sempit Baekhyun dan berkata "Sudah, sudah... aku yakin kucingmu itu kucing yang cerdas. Nanti juga ia akan mencari kalian berdua." Hibur Yixing. Mendengar ucapan lembut pemuda itu
, Baekhyun merasa damai. Aura yang dikeluarkan oleh yixing bak malaikat, begitu lembut.
"Gomawo ne.." Cicit Baekhyun.
Mereka pun kembali berjalan menuju sekolah mereka.
.
.
.
.
Sepanjang pelajaran, Luhan tidak benar-benar mendengarkan apa yang diterangkan oleh gurunya. Pikirannya melayang-layang entah kemana. Ia merasa desa tempat kakek dan neneknya tinggal sangat aneh, bahkan rasanya tidak beres seakan-akan ada sesuatu yang disembunyikan didesa ini.
Bel istirahat pertama berbunyi, Xiumin atau Minseok mengajaknya makan di kantin dan ia mengikuti ajakan pria bakpow ini.
Setelah sampai dikantin dan memesan makan, merekapun mencari meja untuk mereka makan. Dan ia melihat Yixing, namja yang ia temui tadi pagi melambai-lambai kearah mereka. Melihat Yixing, Xiumin pun juga ikut melambai. Xiumin menghampiri Yixing, dan tak hanya Yixing saja, tetapi ada Baekhyun sang adik juga ikut duduk disini.
"Duduklah disini.." Ajak Yixing pada keduanya. Xiumin menjawab "ya." Sedangkan Luhan tidak menjawab ataupun menolak, namun ia turut duduk dengan mereka.
Luhan menatap Baekhyun dan kedua namja asing yang juga turut duduk disana. Namja yang duduk disebelah adiknya memiliki postur tubuh tinggi, suaranya berat, bariton, katakanlah tinggi besar. Sedangkan namja satunya memiliki kulit tan.
"Halo, kau murid baru itu kan?" Tanya Namja berperawakan tigor itu.
"Hn." Saut Luhan.
"Kenalkan namaku Park Chanyeol dan disebelahku ini, ia Kim Jongin, tapi biasa dipanggil Kai." Cerocosnya memperkanalkan diri.
"Xi Luhan." -Singkat, amat singkat dan semua yang ada disana menatap Luhan canggung.
"Hehehe... salam kenal Xi Luhan, hehe..." Balas Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Xi, apa kau ini saudaranya Baekhyun, karna marga kalian sama." Kali ini Kai yang bertanya.
"Iya Kai, aku dan Luhan hyung saudara kandung." Terang Baekhyun. Semua memandang ke arah kedua kakak beradik ini, tapi Luhan seakan tidak menggubris mereka-mereka yang menatapnya.
"Wae, apa ada yang salah." Tanya Luhan menatap mereka. Melihat ekspresi datar Luhan, semua beku. "Ti-tidak..." Jawab mereka serentak.
"Oh." Gumamnya, dan acara makanpun dimulai kembali.
Luhan dan Xiumin sudah selesai makan, dan mereka akan pergi kekelas. Tapi sebelum pergi Chanyeol memanggil Xiumin.
"Min, jangan lupa nanti kita berkumpul dimarkas."
"Tidak! Aku sudah keluar dari club anehmu."
Sreg!
Chanyeol berdiri dari kursinya, berjalan kearah Xiumin. "Bicara apa kau! Kau kan juga pencetus club ini.
"Hentikan Chanyeol, jika dia ingin keluar biarkan dia keluar." Saut Kai.
"Tapi Kai, kita kekurangan orang." Kata Chanyeol kembali.
"Ehem, ehem. Jika aku boleh tahu club apakah yang kalian dirikan." Tanya Luhan pada mereka.
Chanyeol, Kai, Xiumin,Yixing, dan Baekhyun menatap kearah Luhan. Mereka semua menatap kearahnya, tapi sebelum Luhan mendengar dari salah satu dari mereka, tangan Xiumin telah menggeretnya untuk pergi.
"Lepas." Pinta Luhan —dingin.
Xiumin menatap Luhan tak mengerti. "Ku bilang Lepas Xiu." Ulangnya sekali lagi. "Jangan dengarkan mereka Luhan-ssi, bagiku mereka semua gila. Club yang kami dirikan adalah club misteri yang isinya mencari keberadaan hantu." Ungkapnya.
"Ha-hantu..." Sahut Baekhyun. Luhan yang melihat sang adik tampak takut merasa cemas.
"Cih! Hantu, bagiku hantu itu tidak ada." Ucapnya "Ayo Xiu, dan kau Baek, cepat kekelasmu." Perintah Luhan. Dan Baekhyun menurut apa yang hyungnya katakan.
.
.
.
.
Luhan dan Xiumin, berjalan dikoridor sekolah, kedua siswa ini hendak menuju kekelas mereka namun salah satu guru menghentikan mereka berdua.
"Hai kalian." Panggil guru itu.
"Ne Saem." Saut Xiumin, sedangkan Luhan seperti biasa 'diam'
"Tolong bantu Saem, memindahkan ini." Tunjuknya pada perlengkapan sekolah yang telah rusak dan tak bisa dipakai lagi.
"Baik Saem." Balas Xiumin. Dan mereka pun membawa barang-barang ini. Sang guru tidak hanya menyuruh mereka berdua saja, melainkan beberapa siswa karna barang yang dibawa lumayan banyak.
Yang membuat Luhan bertuing ria adalah orang-orang yang saemnya suruh adalah orang yang tadi makan dengannya, tak ChanKai, BaekXing dan satu pria tambahan lagi. Ia memiliki mata lebar seperti burung hantu, dilihat dari penampilannya ia siswa nerd, namun terkesan dingin.
"Tolong bawa ini semua ke gedung sekolah lama." Perintah sang guru.
Mendengar kata gedung sekolah lama mereka shock. "Saem, hms... maaf sebelumnya, aku dengar gedung sekolah lama itu berhantu Saem.." Kata siswa bermata bulat.
Sang guru menatap mereka, dan semuanya mengangguk kecuali Luhan. "Bicara apa kalian ini, mana ada hantu pada siang hari, kalian ini hanya beralasan saja. Cepat bawa ini ke sana!" Perintahnya.
Dan dengan terpaksa mereka pun melakasanakannya.
.
.
.
.
LUHAN POV.
Gedung sekolah lama, sebenarnya aku penasaran dengan bangunan itu. Memang bangunan yang ada dihadapanku ini telah rusak parah. Lantai kayu yang telah lapuk, ada beberapa bagian yang bolong, kaca jendela yang pecah. Lalu genteng yang telah bocor.
"Kalian serius mau masuk kesana? Tanya pemuda bernama lengkap Do Kyungsoo, karna aku melihat nama tag pemuda ini.
"Iya, kita akan masuk kesana. Kenapa, kau takut?!" Sindir pemuda yang kuketahui bernama Chanyeol.
"Deg!"
"Eh!"
Aku merasakan ada seseorang yang tengah memperhatikanku, dan aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Sial!"
Aku ingin berkata jangan masuk, tapi sesuatu seakan mendorongku untuk masuk kesana.
.
.
NORMAL POV.
"Akhirnya, aku menemukan keturunan dari kalian. Keluarga kalian selalu saja mengusikku. Kalian berkali-kali menyegelku, saat ini aku akan melenyapkan kalian. Ku... ku... ku..."
Keenam siswa itu masuk kedalam gedung sekolah lama. Luhan ingin sekali melepas sesuatu yang mendorongnya masuk kedalam gedung ini. "Sial begitu kuat!" Runtuknya.
SREG!
BLEM!
Pintu kayu itu tertutup, Chanyeol meletakkan tumpukan kardus yang ia bawa tadi dibawah lantai. Ia berjalan kepintu hendak membukanya tapi nihil. Pintu terkunci. "Celaka! Kita terkunci dari luar, bagaimana ini?" Katanya panik.
"YANG BENAR SAJA!" Bentak Xiumin.
"Kapak." Kata Kyungsoo.
"Tidak, sepertinya kita tidak bisa keluar dari sini." Saut Luhan.
Luhan merasa lega, akhirnya ia bisa meloloskan diri. Tapi aneh, ia yakin jika tadi dirinya dikendalikan oleh seseorang. Ia edarkan matanya keseluruh ruangan. bulu romannya berdiri merasakan energi yang tidak biasa.
"Keluarlah! Aku tahu kau ada disini! Tunjukan dirimu!"
Semua orang yang tadi ikut dengan Luhan merasa aneh. Mengapa Luhan berbicara sendiri? Siapa dia ini sebenarnya? Berbagai pertanyaan berkecembuk didalam benak mereka. Baekhyun sang adikpun dibuat kaget pula karna sang hyung tampak berbeda.
Mata mereka membola kala asap tebal keluar entah darimana, kemudian asap itu menampilkan sesosok makhluk yang dirasa sangat mengerikan muncul dihadapan keenam pemuda itu.
"Si-siapa di-dia..." Tanya mereka ketakutan. Tapi Luhan bukannya takut, ia malah memasang wajah menantang.
"Cih! akhirnya kau keluar juga." Ucapnya sambil menyeringai. Sosok dihadapan mereka tampak kagum pada Luhan, karna pemuda ini tidak takut padanya, malah seolah-olah menantangnya.
"Kau cukup berani rupanya." Balas sosok menyaramkan itu.
Sosok yang ada dihadapan mereka saat ini layaknya vampire, memiliki mata yang tajam berwarna merah menyala, gigi taring yang tajam, bahkan kuku jarinya juga runcing. Rambutnya panjang berwarna hitam pekat. Bahkan diatas kepalanya ditumbuhi tanduk. Luhan juga melihat sosok ini bertubuh tegap, putih, berABS.
"Hai kau makhluk aneh! Apa kau sangat miskin. Tak memakai baju hanya celana compang-camping layaknya gelandangan." Sindir Luhan.
"BRENGSEK! Kau tidak pantas menyebutku seperti itu! Aku adalah OH SEHUN, SANG AMANOJAKU YANG TERKUAT DIANTARA PARA HANTU, AKU ADALAH RAJANYA. HAHAHAHA...!" Kata sosok ini.
"Cih!" Luhan mencibir kearah sosok itu.
Ia menatap semua teman-temannya ketakutan. Bahkan Baekhyun sang adik telah mengompol karna rasa takut yang berlebihan.
Kai dan Chanyeol juga takut namun mereka masih sempat-sempatnya memfoto sang objek. Terutama Kai yang sangat antusias sedangkan Chanyeol berusaha menenangkan adiknya.
"KALIAN SEMUA AKAN AKU BUNUH! AARRGH...!"
Sehun, sang Amanojaku menyerang mereka, tapi Luhan berteriak menyuruh mereka lari. Mereka lari menjauhi sosok jin, atau hantu yang ingin membunuh mereka.
Lari dan menghindar yang mereka lakukan, ditambah entah mengapa banyak sekali hantu-hantu yang mengejar mereka. Apakah mereka suruhan Amanojaku?
"Hosh-hosh-hosh!"
Nafas mereka semua memburu. Sungguh lelah berlari menyelamatkan diri dari hantu yang mengejar mereka dan saat ini mereka bersembunyi diruang bekas laboratorium.
"Aku sudah katakan sebelumnya jika gedung sekolah lama ini berhantu! Hosh-hosh.." Ucap Kyungsoo kesal, diserta nafas memburu kelelahan, pasalnya ia harus berhadapan dengan roh-roh menyebalkan seperti itu.
"Tapi ini akan menjadi sebuah berita yang bagus. Kai si peneliti hal gaib akan beraksi."
Plak!
"Peneliti matamu! Kita hampir mati bodoh!" Ucap Chanyeol, seraya menjitak kepala Kai.
"Tapi club kita nanti akan terkenal tahu." Kesal KAi.
"Kalian berhenti, ini bukan saatnya untuk berdebat. Kita harus memikirkan cara, bagaimana kita keluar dari sini." Lerai Yixing.
Luhan menatap Yixing, dan semua orang yang ada disana. Ia juga menatap sang adik yang sedari tadi menangis. Ia berpikir bagaimana keluar dari sini. "Sial!" Runtuknya dalam hati. Disaat seperti ini ia tak dapat berbuat apapun.
"Mama apa yang harus aku lakukan? Aku sebagai hyung tidak dapat menjaga Baekhyun dengan baik." Batinnya.
Ia merasakan para hantu itu kian mendekat, suara jin nan jelek yang dari tadi berbicara terdengar. Sosok itu Amanojaku tengah mencari keberadaan mereka. "Dimana kalian! Jika aku menemukan kalian, aku akan membunuh kalian semua!"
Luhan meremas tangannya kuat. Ia harus menolong mereka, walaupun nyawa taruhannya.
"Kalian, dengarkan aku baik-baik. Aku akan memancing hantu sialan itu agar mengejarku dan kalian larilah sekencang-kencangnya. Carilah jalan keluar dan selamatkanlah diri kalian." Usul Luhan, tapi ditolak oleh Baekhyun sang adik. Baekhyun tidak setuju jika Luhan kakaknya mengorbankan nyawanya.
"TIDAK HYUNG AKU TIDAK SETUJU!" Saut Baekhyun tidak terima. Luhan cukup mengerti jika adiknya ini tidak setuju. "Tapi Baek, kita tidak ada waktu lagi!" Perintah Luhan.
"HUARGHH...!"
"BRAK!"
Terlambat sosok menyeramkan itu telah berhasil menemukan mereka. Mereka beringsut dibelakang Luhan. Luhan berdiri tegak, seolah tak gentar ataupun takut pada sosok mengerikan ini, yang berubah menjadi raksasa.
"Di-dia... be-berubah men-menjadi rak-sasa.. benar-be-benar me-mengeri-kan." Chanyeol berkata terbata-bata, sedangkan Baekhyun sudah menangis tersedu-sedu, dan yang lainnya gemetar ketakutan.
Amanojaku merasa senang karna para manusia kerdil didepan matanya takut padanya, tapi pria bermata deer-lah yang berani menatapnya tanpa rasa takut dikedua matanya.
"Menarik." Monolognya.
Luhan geram, ia tak ingin seperti ini, ia ingin mengalahkan makhluk menjijikan yang ada dihadapannya sekarang.
Luhan melirik kebelakang dimana para kawannya serta Baekhyun ada disana. Ia melihat sang adik terlihat sangat ketakutan dan pria yang ia tahu bernama Chanyeol tengah memeluk adiknya —menenangkan. Tapi ia juga melihat jika pria itu sama takutnya dengan Baekhyun.
"Sial." Umpat Luhan.
Ia mengepalkan kedua tangannya sampai kuku-kuku jadinya memutih, tanda ia tengah kesal.
Luhan berpikir dan meminta pertolongan pada Tuhan serta mamanya agar ia bisa selamat keluar dari sini.
"Mama... tolonglah kami... " Doanya.
Meong!
Tiba-tiba si embul muncul. Entah dari mana kucing abu-abu itu muncul. Tapi yang aneh adalah si embul membawa Pigura foto. Luhan melihat bingkai foto itu. Itu adalah foto mamanya, dilihat dari fotonya, foto ini — foto baru sang mama.
"Embul dari mana kau temukan foto ini?" Tanya Luhan.
Amanojaku mengejek jika mama Luhan Lee Yoona tidak pernah berubah, kecantikan wanita itu masih tetap sama.
Setelah memberikan pigura foto sang mama, kucing itu menghilang entah kemana. Luhan merasa jika embul kucing misterius.
Amanojaku ingin menebas anak-anak yang ada didepannya dengan satu kuku jarinya yang tajam. Namun seakan ada perisai dan cahaya muncul dari foto Lee Yoona. Luhan segera mengambil bingkai foto sang mama. Ia lihat jika ada sesuatu yang aneh di bingkai foto ini. Ia buka bingkai foto itu dan setelah ia buka, ia menemukan buku didalamnya.
Mata Luhan membola, buku yang ia temukan adalah buku atau kitab cara menyegel hantu dan itu tertulis dari keluarganya. Luhan memegang buku itu dan tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan cahaya, ia merasakan semua cakranya terbuka. Ada aliran energi masuk kedalam tubuhnya membuka semua cakra yang selama ini seakan tersegel.
Amanojaku dan semua kawannya membelalak —terkejut.
Buku yang Luhan pegang terbuka tepat dihalaman cara menyegel Amanojaku. Cara menyengel Amanojaku adalah pertama buat kekai dengan darahmu, untuk menghalau serangan Amanojaku. Dan Luhan tanpa ragu membuat kekai dengan cara yang sama dengan petunjukannya.
Amanojaku geram dan ia tanpa ragu menyerang Luhan tapi kekai yang Luhan buat telah bekerja bahkan iblis Amanojaku sampai terhempas. Melihat sang iblis kesakitan Luhan menyuruh teman-temannya untuk membacakan mantra menidurkan Amanojaku.
"DENGAN DARAH YANG SUCI, KEPERINTAHKAN KAU UNTUK KEMBALI TERTIDUR, KEMBALI KAU TERTIDUR AMANOJAKU! SEGEL!"
Luhan dan teman-temannya semua mengatakan kalimat penyegelan dan tubuh Amanojaku ketika terantai, dan cahaya menyilaukan menghilangkan sosok Amanojaku.
"KURANG AJAR! AKU DENDAM PADA KELUARGA KALIAN...ARRGGH!"
Dan iblis jahat Amanojaku menghilang. Semua merasa lega Amanojaku sudah menghilang.
"Hah... akhirnya sudah selesai." Ucap Chanyeol.
"Tampaknya belum. Dibuku ini tertulis jika leluhurku dulu-dulunya menyegel para hantu dibukit belakang sekolah. Dan bukit itu sekarang akan didirikan bangunan. Dengan kata lain hantu-hantu yang tersegel itu sekarang bangkit kembali." Jawab Luhan sambil membuka buku yang ia bawa sebagai kunci untuk menidurkan para hantu.
Dan JRENG!
Mata Luhan membola kala ia menemukan sosok itu lagi, anak kecil yang ia lihat kamarin tengah menyeringai dan saat ini sosoknya juga menyeringai kearahnya, sambil melambai dan menghilang.
.
.
.
.
Luhan sangat shock, dan marah pasalnya, ia melewatkan catatan kecil, jika Amanojaku dapat disegel di tubuh makhluk hidup, termasuk manusia dan juga hewan. Dan saat ini Amanojaku berada ditubuh si embul. Luhan ingin mencekik si embul namun dicegah oleh Baekhyun. Baekhyun bilang jika embul dapat berbicara itu sangatlah bagus. Jika membunuh si embul Amanojaku akan bangkit kembali. Dan Luhan saat ini sangat letih harus menghadapi iblis itu lagi.
"DENGAR! KELAK AKU AKAN MENYEGELMU LAGI, IBLIS KEPARAT!" Marah Luhan.
"KAU TIDAK AKAN BISA, KAU ADALAH MANUSIA RENDAHAN, KAU HARUS MEMANGGILKU SEHUN, SANG AMANOJAKU YANG AGUNG!"
"CIH TAK SUDI!"
Luhan menghentak-hentakkan kakinya pergi dari hadapan kucing itu yang sedang digendong oleh Baekhyun. Baekhyun menatap si embul. Merasa ditatap Amanojaku bertanya "Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa. Hms... aku rasa tuan Amanojaku tidak sejahat yang aku duga, aku merasakannya loh? Ya... walaupun tadi sewaktu digedung sekolah lama kau menakutkan. Rasanya aku menemukan nama yang bagus untukmu. Namamu Sehun kan... aku panggil kau hun-hun saja. Hehehe.."
"HUN-HUN.. YAK! JANGAN BEGITU! Panggil aku Sehun!" Ucap Sehun dalam bentuk kucing dan Baekhyun semakin tertawa dibuatnya.
.
.
.
Setelah berhasil mengalahkan Amanojaku, mereka semua berhasil keluar dari gedung sekolah lama, dan waktu telah malam dengan kata lain mereka melewatkan jam pelajaran.
Baekhyun tersentak karna Embul kucingnya ada dibawah kakinya.
"Embul!"
Ia akhirnya menggendong embul kedalam pelukannya, tapi semua terkejut kala si embul bisa berbicara.
"EMBUL! SIAPA YANG EMBUL! AKU ADALAH OH SEHUN, SANG AMANOJAKU! LOH-LOH, APA-APAAN INI...! Teriak sang kucing.
Luhan geram, dan karna hembusan angin membuat buku yang ia bawa terbuka tepat dihalaman dimana Amanojaku bisa masuk kedalam makhluk hidup, seperti manusia, kucing dan benda mati seperti patung. Luhan marah pada dirinya sendiri pasalnya bodohnya ia melewatkan halaman penting ini. Dan korbannya adalah si embul.
.
.
.
.
Keluarga Lee Sooman saat ini tengah makan malam bersama. Tampak kakek tua satu ini tengah berpikir pasalnya bukit belakang sekolah sudah dirusak dan saat ini para pekerja sedang menyelesaikan proyek pembuatan gedung.
"Kakek." Panggil Luhan. Masalahnya penemuan buku tentang cara penyegel hantu, bak buku sihir saja buku ini — telah ditemukan. Ia tidak begitu paham, namun ia yakin jika buku ini seperti memiliki kekuatan sihir seperti, barang siapa memegang buku ini orang tersebut seperti memiliki kekuatan.
"Ya Lu ada apa?" Tanya kakeknya.
"Ini." Luhan memperlihatkan buku itu, meletakkannya di meja makan. Sang kakek merasa shock. Pasalnya buku itu telah lama menghilang dan tak pernah ditemukan lagi. Tapi sekarang darimana Luhan mendapatkan buku itu?
"Darimana kau mendapatkannya?"
"Aku menemukannya di gedung sekolah lama, lebih tepatnya di bingkai foto mama."
Deg!
Sang kakek dan nenek merasa terkejut. Gudung sekolah lama? Bukankah gedung itu sudah lama ditutup karna ada kabar jika gedung itu berhantu.
"Kenapa kau bisa sampai masuk kesana?" Kali ini sang nenek yang bertanya.
Luhan diam sejanak tak langsung menjawab, beberapa detik kemudian ia mulai menceritakan perihal mengapa ia bisa sampai menemukan buku yang dianggp keluarga ini keramat.
Luhan bercerita seperti air yang mengalir, berurutan dan teratur. Sampai - pada - dimana ceritanya menceritakan bangkitnya Amanojaku yang dikatehui adalah raja iblis. Ia tidak menceritakan jika Amanojaku tersegel dikucingnya Baekhyun. Ia masih memiliki hati, ia merasa kasihan jika melihat kucing itu mati.
Setelah Luhan mengakhiri ceritanya, kedua orang sepuh yang tak lain adalah kakek dan neneknya berpikir.
"Lu, inilah jalan hidupmu. Kau akan menggantikan mamamu sebagai pembasmi hantu." Kata sang kakek.
Luhan terkejut, tapi ia tak berkata apapun.
"Apa kau tahu, keluarga kita memiliki suatu kekuatan yang diturunkan turun-temurun. Kekuatan itu adalah kekuatan miko. Seorang penjaga. Penjaga yang menjaga para manusia agar roh-roh jahat tidak mengusik manusia. Sebenarnya miko itu diwarisi oleh wanita, namun entah mengapa kaulah yang dipercaya oleh kitab itu untuk memilikinya. Sudah dari zaman dahulu kala kitab itu diturunkan dari keluarga kita. Kitab ini akan menghilang kala hantu yang disegel itu musnah atau tertidur, tapi tampaknya kitab itu muncul kembali kala para hantu yang disegel mamamu bangkit kembali. Dan kaulah yang mewarisi kekuatan tersebut." Ungkap sang Kakek.
"Kakek, apa kakek juga memiliki kekuatan?" Tanya Luhan memastikan.
"Kakek tidak memilikinya. Kakek kan sudah bilang, jika kekuatan ini diturunkan ke wanita, tapi dalam kasus ini kaulah yang mewarisinya. Buku ini telah memilihmu." Kata Lee Sooman sekali lagi.
.
Dikamar Luhan merasa kepalanya pusing. Bagaimana tidak pusing jika hidup di desa ia memiliki beban yang harus ia pikul.
"Kau tidak tidur... ini sudah malam, anak sekolah macam kau harus banyak istirahat. Lihatlah dikamar sebelahmu, adikmu sudah tidur cukup pulas bahkan sampai mendengkur. Dengkurannya membuatku berisik." Ucap Kucing abu-abu itu.
Luhan menatap si embul dengan pandangan kebencian.
"Pergi kau dari kamarku! Ucapnya dingin.
Si embul tak lain Oh Sehun-Amanojaku melihat kearah Luhan. "Kau mengusirku?"
"Hn." Balas Luhan dingin.
"Tidak mau! Ini sekarang menjadi kamarku! Kamar ini nyaman, dingin. Tidak seperti tempat yang lainnya." Katanya sambil meringkuk di bawah kaki Luhan.
Luhan geram lalu menendang kucing malang itu.
"MEONG! SAKIT BODOH!" TUBUHKU TIDAK SEPERTI DULU LAGI!" Bentak kucing malang ini.
"..."
Diam, namun tatapan mata Luhan sangat dingin. Sehun mendengus kesal diperlakukan HINA seperti itu.
"Jika kau ingin tidur, tidurlah layaknya kucing. Jangan seperti raja MENGERTI!" Sewot Luhan sekali lagi. Dan ia pun menarik selimutnya menenggelamkan tubuhnya ditempat tidur.
Sehun melihat Luhan tertidur mendengus kesal. Benar-benar nasipnya sungguh sial. Ia melompat, berdiri diatas lemari. Dan menyaksikan bulan dan bintang yang berkelap - kelip.
"Yoona, anakmu sungguh mirip dengan dirimu."
.
.
.
Tbc.
Yehet! Yo-yo-yo... udah bisa nebak lum? Jika pernah nonton animenya pasti udah pada tahu. Jujur aja ini cerita dikata remake benar, tapi juga gak mirip-mirip amat. Hehehe...
Wah Sehun jadi Amanojaku. Wkakakaka... tertawa nista. Gimana ya nantinya bisa sama Luhan... hehehe...
Rahasia.
Ikuti aja kisahnya.
Thx to
Vietrona Chan/ Karinaalysia2047/ LuHunHan/ rydeer/ Dwi Purnama/ Arifahohse/ Seravin509/ Dugeundugeun1214/ Leemomochan520/ tchandra07 tc/ Itsathenazi/ Daebaektaeluv/ HunHanKShip/ Ori aurel/
Thx to review kalian. Review kalian sangat bermanfaat untuk kelanjutan ff ini. Dan trimakasih untuk follow, favorit n sider.
Maaf jika ada kesalahan kata. Untuk Holy Shit! Sabar, ini dalam proses pengerjaan. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya saja di kotak review or PM akan aku jawab langsung bagi yang punya akun. Hehehe..
Oke bye-bye, pyong! ^^
