Sehun tak lain adalah Amanojaku menatap paras wajah Luhan yang terlelap. Sosok Luhan kala tidur tampak polos dan cantik dimatanya, sangat berbeda kala pria itu terbangun dan melakukan aktifitasnya.

Sehun menerawang kemasa lalu, dimana ia pertama kali bertemu dengan Yoona. Sosok wanita yang menurutnya sangat lembut namun kuat didalam. Yoona bagi Sehun adalah wanita yang sempurna. Tak dipungkiri jika kecantikan Yoona diturunkan ke Luhan, putra sulung dari wanita yang pernah mengisi hatinya.

Jujur saja, kejadian yang sudah bertahun-tahun lamanya masih membekas dibenaknya. Ia adalah pangeran yang diangkat menjadi raja para makhluk halus. Bisa dikatakan ia adalah pemimpinnya. Tapi.. apakah ini yang ia inginkan? Sejujurnya jika ia disuruh memilih, ia tak ingin menjadi pemimpin. Tapi.. karna tak ingin terjadi peperangan antara dunia manusia dengan dunia gaib, Ia-lah yang mengambil alih semuanya. Ia telah berjanji pada Yoona untuk melindungi kaum manusia.

Bohong!

Bohong jika ia membenci manusia. Ia sama sekali tak membenci manusia, tapi karna ia tak ingin dicap lemah, ataupun terlalu memihak kaum manusia, pada akhirnya ia menutupinya. Menutupi kebenaran yang ada.

Sehun ingat, saudaranya-lah yang ingin menghancurkan dunia manusia. Saudaranya ini baginya sangat kuat dan sadis.

Sehun disegel bersama dengan saudaranya itu. Ia ingat kala itu Yoona sendirian mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menidurkan Dia. Tapi karna sosok itu terlalu kuat. Mau tidak mau dirinyalah yang harus menolong Yoona. Tapi sebelum dirinya tertidur bersama dengan saudaranya ia mengungkapkan perasaan pada Yoona jika ia mencintai Yoona tapi gadis itu malah menangis dan menggelengkan kepalanya. Sehun menganggap jika Yoona menolaknya. Dan selama bertahun-tahun ia bangkit lagi namun kebangkitannya ini sama saja bencana, dengan kata lain saudaranya juga ikut bangkit dan kemungkinan besar saudaranya itu tengah mencari pemilik kitab para hantu, yang sekarang dimiliki oleh Luhan.

Sehun tidak ingin membiarkan kedua anak Yoona dalam bahaya. Beruntunglah Luhan tidak seahli Yoona. Sehingga ia tersegel ditubuh kucing. Sehun tahu jika kekuatan Luhan tidak sebesar Yoona. Tapi Luhan memiliki kepekaan yang tinggi walaupun begitu Sehun merasakan jika Luhan memiliki kemampuan. Disisi lain Sehun mencurigai pemuda bernama Zhang Yixing. Ada aura aneh menguar dari tubuh pemuda itu tapi ia belum yakin dan ia akan menyelidikinya.

.

.

.

.

Sesosok pemuda tubuh tegap nan gagah sedang memandangi bulan diatas langit petang. Bulan yang berbentuk bulat dan memancarkan terang namun tidak menyilaukan mata itu terlihat indah. Bulan bagai lilin dikala malam bagai lilin yang menerangi kegelapan yang pekat.

Pemuda, atau katakanlah sesosok pria tengah menyeringai dan memainkan gelas winenya. Air anggur yang berwarna merah pekat seperti darah digelasnya tengah bergoyang-goyang sesuai dengan arah gerakan tangan sosok pemuda ini.

"Tuan."

Panggil sesosok pria dengan lingkar hitam terpahat dikedua matanya seperti binatang panda di kebun binatang.

"Hn." Satu gumaman keluar dari pemuda yang tengah menatap bulan purnama dikala malam itu.

"Pangeran tampaknya telah tersegel didalam tubuh kucing dan sepertinya ia mengulangi kesalahan yang sama." Ucap sosok yang saat ini tengah berjongkok dibawah sosok tinggi memegang gelang wine.

"PRANG!"

Sosok yang tengah berdiri meremas gelas winenya sampai hancur dan pecah. Sosok pemuda panda mendogak keatas karna tuannya tampak marah.

"Pantau terus dia, dan keluarkan seluruh anak buah kita untuk meleyapkan para manusia itu. Kita harus membuat dunia manusia tidak lagi tenang." Suruh sosok itu sambil menatap pemuda yang berlutut dihadapannya.

"Baik Tuan. Perintah Tuan akan hamba laksanakan."

Pemuda yang tadi berlutut itu — berdiri, membungkuk hormat, setelah itu meninggalkan tuannya sendirian sambil menatap bulan. Sosok yang dipanggil "Tuan" tadi menyeringai sambil berkata,

"Kau memulai lagi OH SEHUN, kali ini aku tidak tinggal diam."

.

.

.

.

Luhan terbangun dari tidurnya. Ia merasakan sesuatu yang berbulu tengah tidur disebelahnya. Ia menoleh ke samping dan melihat kucing sialan itu tidur disebelahnya.

"YAK! SIALAN KAU KUCING SETAN!"

Dengan sadis ia menendang kucing itu sampai jatuh, bunyi dentuman keras pun terdengar.

"MIAWWW! SAKIT BODOH! BIARPUN AKU HANTU, SETAN ATAUPUN IBLIS. JIKA MASUK DITUBUH MAKHLUK HIDUP TETAP SAJA MERASAKAN SAKIT!"

Luhan memasang wajah tidak peduli. Ia tidak peduli dengan kucing sialan ini. Ia tidak suka jika tempat tidurnya ada yang menggunakan, dan satu lagi ia tidak suka berbagi. Bahkan Baekhyun, sang adik tidak boleh tidur diatas tempat tidurnya. Jika tidak, siap-siap rasakan tendangan mautnya. Contohnya kucing abu-abu sialan ini yang tengah kesakitan.

"Apa kau tidak bisa halus sedikit, menyesal aku tidur disini. Tapi hanya kamarmu yang nyaman... sayang pemiliknya sadis sekali. Baekhyun tidak mungkin menendangku sepertimu, tapi sayangnya ia suka mendengkur ditambah tidurnya bagai jarum jam yang berputar." Keluh Sehun sang Amanojaku.

"Itu deritamu! Kalau kau mau, tidurlah diluar!" Bentak Luhan sekali lagi dan Sehun hanya bisa menahan amarahnya. 'Benar-benar rusa setan.' Sewot Sehun dalam hati.

.

.

.

.

.

.

Disekolah para siswa sedang asik - asiknya membicarakan tentang pentas kesenian. Kelas Luhan akan menampilkan dance vokal, sedangkan kelas Baekhyun—Kyungsoo menampilkan drama.

Banyak para siswa menyiapkan peralatan serta kostum untuk pentas kali ini, tak ketinggalan kelas Chanyeol serta Kai turun menampilkan drama musikal, namun kali ini berbeda drama musikal yang dibawakan oleh kelas ChanKai bertemakan hantu judulnya BANGKITNYA RAJA IBLIS.

Luhan, Baekhyun, dan yang lainnya menjadi Tuing! Pasalnya kisah drama musikal dari kelas ChanKai seperti kisah Sehun sang Amanojaku.

"Hai Hun, apa kau lihat duo koyol itu sepertinya terinspirasi darimu sampai-sampai tema yang dibawakan dari kelas mereka berjudul BANGKITNYA RAJA IBLIS." Goda Luhan pada Sehun si kucing.

Sehun hanya bisa diam, bertuing ria pasalnya ia sendiri tidak bisa berkata apapun.

"Hoi-hoi... kalian disini?" Sapa Chanyeol, lalu menghampiri LuBaek serta yang lainnya.

"Hn." –Luhan.

"Chanyeol-Ah, kami dengar kelasmu mengadakan pentas drama musikal yang bertemakan misteri apa kau tidak takut?" Tanya Barkhyun yang masih trauma dengan kejadian hantu musik beberapa hari yang lalu.

"Tenang saja Baek, kami tidak akan apa-apa. Lagipula hantu musik itu kan sudah disegel." Jawab Chanyeol menanggapi.

Semua diam, tapi Sehun sang Amanojaku berkata sambil tersenyum mengejek. "Khu-khu-khu... jangan pernah remehkan hantu. Kaum manusia seperti kalian tidak mungkin bisa mengenal kami satu persatu." Sehun si kucing yang bertengger diatas pohon seakan mengejek mereka.

"Berkata apa kau ini!" Kata Chanyeol sedikit tersinggung.

"Khu-khu-khu... aku tidak bisa mengatakannya karna itu rahasia para hantu." Setelah mengucapkan kalimatnya Sehun si kucing pergi dari hadapan mereka.

"Hai Lu, kau awasi kucing hantumu itu! Aku tidak percaya pada hantu kucing itu! Bisa jadi kasus Baekhyun dia yang merencanakannya, dia seolah-olah ingin mengambil hati kita, setelah kita percaya padanya dia lalu menyerang kita, membunuh kita. Kau tahukan dia adalah raja iblis." Terang Chanyeol.

Luhan diam, dia tak menampik juga tak sepenuhnya percaya dengan ucapan Chanyeol, ada hal yang harus ia cari tahu terlebih dahulu sebelum ia menyimpulkan apakah semua ini karena Amanojaku.

Pentas seni semakin dekat, semuanya tampak sibuk, tapi tidak dengan Chanyeol yang antusias dengan drama musikal yang pemuda itu garap bersama Kai yang mengatur koreografi.

"Waeyo?" Tanya Baekhyun yang melihat temannya merasa murung.

"Aku dengar kelas kalian tokoh utamanya cidera pada saat latihan, dengar-dengar lukanya parah." Kali ini Yixing yang menanggapi.

"Hms.. kau tak salah Xing, katrol yang mengangkat tubuhnya lepas karna ada baut yang kendur, ditambah lampu LED terjatuh mengenai kepalanya tapi untungnya tidak parah, tapi ia harus beristirahat beberapa hari dirumah sakit. Kau tahu, pentas kurang 3 hari lagi dan kita mendapatkan masalah begini..?!" Keluk Chanyeol meremas surai rambutnya.

"Kenapa tidak kau saja yang menggantikannya? Kau kan yang membuat naskah, lagu, serta temanya? Lalu kenapa kau bingung?" Saut Luhan santai.

Diam.

Seperti ada lampu yang menerangi kepala Chanyeol, Chanyeol seketika berteriak.

"BETUL JUGA! Kenapa aku bodoh, aku kan juga tampan, lebih tampan daripada Jimin. Aku bisa menggantikannya." Kata Chanyeol narsis dan semua yang mendengarnya memutar bola mata mendengar kenarsisan Chanyeol.

.

.

.

.

Kelas telah sepi, namun Luhan baru pulang karna mengikuti kelas tambahan sehingga ia pulang sendiri tanpa Baekhyun.

Luhan berjalan disepanjang koridor yang sudah sepi, bahkan kelas-kelas yang ia lewati sudah tidak ada orang didalamnya, suasana sangat sunyi bagai kuburan ditambah matahari sudah kembali keperaduannya. Lampu-lampu banyak yang sudah mati karna hemat energi. Luhan benci pulang malam karena ia harus melewati tempat-tempat yang membuat bulu romanya berdiri. Ia melangkahkan kakinya cepat-cepat agar cepat keluar dari bangunan ini.

Sesampainya Luhan diluar gedung sekolah, ia lalu berjalan melewati gerbang sekolah tapi sebuah tangan menariknya. Luhan terkejut ingin berteriak namun begitu melihat orang itu ia malah memasang wajah dingin.

"Ada apa Kai?!" Katanya dengan kesal.

"Bisa kita bicara sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan." Pintanya. Luhan menghela nafas meredakan rasa keterkejutan-nya setelah ia merasa lega Luhan mengangguk menyetujui.

Kai mengajak Luhan ke cafe dekat dengan sekolah mereka, Kai menyuruh Luhan memesan menu yang disukai oleh pria mungil kelewat cantik tapi sayangnya sangat dingin. Karena Kai terus memaksa akhirnya Luhan mau, Luhan memesan babbletea taro sedangkan Kai memesan milk shake cokelat. Selagi menunggu pesanan datang Kai mulai bercerita.

"Begini, aku rasa apa yang dikatakan Amanojaku benar. Aku rasa ada yang tidak beres dengan pentas ini. Khususnya drama musikal yang akan kami tampilkan."

"Tunggu apa maksudmu dengan ucapan Amanojaku itu benar, Kai?!" Tanya Luhan tak mengerti maksud perkataan sosok berkulit tan, yang sekarang duduk didepannya.

"Kau tahu Lu, sehari sebelum kecelakaan itu, Jimin cerita padaku di tangga kuil jika ia sebenarnya tidak suka menjadi tokoh utamanya tapi Chanyeol selaku ketua kelas kami, ditambah pengaruh Chanyeol yang besar dikelas makanya Jimin mau. Jimin berkata padaku ditangga kuil "Jika seandainya aku mengalami cedera dan harus dilarikan kerumah sakit pasti tidak begini. Lalu Chanyeol yang akan menggantikanku." Begitulah Lu, aku semakin tersentak dengan ucapan Amanojaku jika hantu itu jangan diremehkan. Aku takut ini adalah kutukan." Terang Kai.

Wajah Kai terlihat panik bahkan pesanan-pun telah datang beberapa menit yang lalu, Kai memegang gelas plastik berisikan milk shake pesanannya dengan gemetar.

Luhan yang melihatnya merasa iba, digenggamnya tangan Kai yang gemetar.

Deg!

Kai tersentak kala tangan Luhan mengenggap tangannya. "Tenanglah Kai, semua akan baik-baik saja. Aku yakin Chanyeol tidak akan kenapa-napa rasa ketakutanmu ini tidak akan terjadi. Begini saja, bagaimana jika kita buktikan bersama dan kita buat permohonan di tangga kuil itu, jika salah satu dari kita terkabul berarti dugaanmu benar, tapi jika tidak dugaanmu salah." Tutur Luhan lembut dan entah mengapa genggaman tangan Luhan berefek pada jantungnya yang bertalu cepat, bahkan ia melihat perilaku Luhan jauh lebih lembut dari biasanya. Dengan malu-malu dirinya hanya bisa mengangguk seketika genggaman tangan Luhan terlepas menimbulkan kekosongan dihati-nya, rasanya hampa—tidak rela karena harus berpisah dari tangan Luhan yang begitu halus dan lembut.

Kai pun mengantarkan Luhan sampai kerumahnya. Kai tau Luhan adalah cucu dari Lee Sooman orang yang sangat disegani didesa bahkan dikota kecil ini.

"Masuklah Lu, aku tahu kau pasti lelah. Maafkan aku merepotkanmu."

"Hms baiklah, kalau begitu aku masuk dulu. Hati hati dijalan." Jawab Luhan kaku. Luhan pun masuk, melihat Luhan sudah tidak ada dihadapannya Kai pun berjalan pulang kerumah.

Sebuah mata kucing melihat Kai dan Luhan dari atas pohon dengan wajah dingin. Si kucing tidak suka melihat pemandangan yang ia lihat. Baik di depan gerbang maupun di dalam cafe. Sekilas kejadian pada saat Luhan menggenggam tangan pemuda itu membuatnya terganggu.

.

.

.

.

.

.

.

Luhan masuk kedalam kamarnya dilihatnya si kucing abu-abu tak lain adalah jelmaan Oh Sehun Amanojaku sedang tidur di kasurnya, ditambah si kucing berada diatas bantalnya.

"Arrgh..!" Muncul perempatan di sisi kepala Luhan, ia begitu membenci kucing itu karena selalu membuat darahnya naik.

"YAK! DASAR KUCING SETAN! MENYINGKIR DARI RANJANGKU! APA INI, KAU TIDUR DIATAS BANTALKU!" Amuk Luhan, Luhan bahkan memukul kucing itu dengan gulingnya.

"MEONG! Yak, kenapa kau ini kasar sekali padaku, HAH! PADA SI HITAM ITU KAU TIDAK KEJAM!" Protes Sehun.

Seketika pukulan Luhan terhenti, Luhan memandang kucing itu tajam. "JADI KAU MELIHATNYA HAH! SEJAK KAPAN KAU MELIHATNYA, HAH! APA KAU MENGIKUTIKU KUCING SIALAN...!" Amuk Luhan, dan pukulan bantalpun diarahkannya ke kucing abu-abu itu.

"YAK, YAK, YAK STOP! TUBUHKU KESAKITAN BODOH! BAEKHYUN TOLONG AKU... ADA RUSA IBLIS YANG INGIN MEMBUNUHKU...!" Jerit Sehun memohon.

"BUG!"

"MEONG!"

"BRAK!"

Sehun terjatuh dari ranjang Luhan dengan kejamnya Luhan mengangkat tubuh si kucing dengan tidak elit, keluar dari kamarnya tak lupa ia juga menutup pintu, serta menguncinya agar si kucing hantu itu tak dapat masuk ke kamarnya.

Sehun mendengus, ia pun merenggangkan tubuh kucingnya yang baru diamuk oleh rusa iblis yang bernama Luhan.

Deg!

Sring!

Sehun si Amanojaku merasakan suatu firasat atau hawa aneh yang baru saja ia rasakan. Ia pun berlari keluar memanjat ke atas pohon dan bertengger diatas atap. Mata, telinga serta penciuman-nya ia pertajam untuk melihat, merasakan apa yang sebenarnya terjadi.

Dan di arah jam dua, lebih tepatnya arah sekolah, ia melihat bayangan hitam menyala-nyala seperti kobaran api.

"ERRRR... KAU!"

.

.

.

.

.

.

TBC.

Maaf banget readers-nim. Aku kehilangan ide, dan mood untuk melanjutkan ini ff. Sekali lagi maafkan aku jika sangat lama bahkan hampir lumutan saya minta maaf.

Adakah yang masih minat dengan ff gaje, ooc gk jelas ini...

Gak ingin ngomong banyak-banyak, sekian dan terimakasih. Pyong! ^^