The Bible Of Voodoo.
Pair: HunHan.
Main Cast: Luhan, Byun Baekhyun, Oh Sehun and other. (Seiring bertambahnya chap, tokoh juga akan bertambah)
This is BoyXBoy, Yaoi, Mistery-Horror-Supranatural.
Ret: M
Warning: Typo bertebaran dimana-mana, Bhs tidak baku, cerita gaje, OOC. Jangan membaca ini kala malam hari.
NB: FF ini terinspirasi dari anime Ghost at School tapi alurnya mungkin akan sedikit berbeda, namun ada bagian dimana aku mengambil dari anime tersebut, dan FFku ini pure milikku, dan tokoh-tokoh yang ada disini milik keluarga mereka dan Tuhan YME.
•
•
•
•
Sehun merasakan jika ada sentuhan hangat yang mengelus-elus bulu kucingnya, sebuah tangan nan halus yang tengah menyisir bulu-bulunya.
"Mungkin untuk malam ini, kau bisa tidur di sini. Terimakasih kau mau menolongku. Ngomong-ngomong jika dilihat kau tampak imut. Benar apa yang Baekhyun katakan, kau tidak buruk. Selamat malam Sehun-ah, terimakasih. Cup !"
Deg!
Debaran jantung Sehun memompa cepat, tangan yang tadi tengah mengelus bulu kucingnya adalah tangan Luhan. Pria yang dikenal memiliki sikap dingin, acuh tak acuh. Bahkan Luhan baru saja menciumnya.
Sehun membuka mata kucingnya, ternyata betul, ia tidur bersama Luhan dengan wajah sangat dekat.
"Jaljayo Lu, terimakasih atas kepercayaanmu padaku. Aku berjanji tidak akan membiarkanmu terluka." Batin Sehun.
Ia belum siap menyatakan-nya langsung untuk saat ini. Hubungan mereka baru saja terjalin dengan baik, ia tidak ingin merusak moment indah ini. Cukup tersimpan didalam hatinya saja. Mengenai perasaannya terhadap sosok mungil yang tidur disampingnya.
..
.
.
.
.
Pagi menjemput, Luhan dan Baekhyun keduanya akan berangkat ke sekolah tapi keduanya menyergit kala sosok Chanyeol dan juga Kai ada di depan gerbang rumah mereka.
"Mengapa kalian ada disini?" Tanya Luhan tak percaya. "Bukankah arah rumah kita berlawanan? Tapi mengapa kalian kemari?" Tanya-nya sekali lagi.
"Kami berdua memang ingin mengajak kalian berangkat bersama." Jawab Kai dengan senyum menghiasi wajahnya.
Memang kedua pria itu ingin mengajak Luhan dan Baekhyun berangkat bersama dengan mereka.
"Oh... " Saut Luhan dengan gumaman.
Beda Luhan, beda pula dengan Baekhyun sang adik. Baekhyun sangat senang jika banyak teman yang berangkat bersamanya.
Kai melihat Luhan yang berjalan didepan mereka, menyusul pria mungil yang dingin itu. Kai sampai mensejajarkan langkahnya dengan Luhan agar ia bisa berjalan bersama pria ini.
"Hai Lu, aku harap tidurmu menyenyak." Ujar Kai basa-basi. Luhan yang mendengar pertanyaan tidak penting yang dilontarkan Kai merasa malas. Kai berceloteh ria namun ia hanya menanggapinya dengan gumaman saja.
~OoOo~
Luhan merasa jika Kai seharian ini sangat aneh. Kai bahkan mulai perhatian padanya, bahkan tadi dengan cerobohnya ia tersandung batu. Ia mau jatuh, beruntung Kai menangkapnya. Yang menjadi masalah, bukanlah soal Kai menyelamatkan dirinya. Tetapi pandangan mata Kai jika menatapnya. Entah mengapa Luhan serasa geli sendiri. Pasalnya tatapan mata Kai adalah tatapan mata kagum. Atau mungkin lebih dari kagum.
"Hai Kai, berhenti mengikuti!" Geram Luhan karena Kai seharian ini mengikutinya. Luhan ke kantin Kai pun juga ke kantin. Ia ke toilet, diikuti juga oleh Kai, seakan-akan membuatnya mendidih. "Hah... menyebalkan!" Desah Luhan kesal.
"Aku hanya ingin menjagamu Lu... kau kan suka diikuti makhluk halus, karena itulah aku akan melindungimu?" Ujar Kai beralasan.
"Aku bisa menjaga diriku sendiri Kai. Lagipula aku laki-laki, aku bisa menjaga diriku sendiri." Balas Luhan sambil berjalan meninggalkan Kai, tapi lagi-lagi pria itu mengikutinya dan Luhan hanya bisa pasrah, menghela nafas.
~OoOo~
Dirumah Luhan mengeluh tentang Kai yang seharian ini mengikutinya. Baekhyun sang adik malah menggodanya. Bukannya menghibur tapi ia malah mencuit-cuit dirinya
"Cuit... cuit... Luhan hyung... hehehe" Goda Baekhyun.
"Apa maksudmu itu Baek." Lirik Luhan tajam.
"Kau ini, pura-pura tidak tahu saja. Kai itu menyukaimu hyung makanya dia seperti itu."
"Kai menyukaiku! Yang benar saja Baek. Aku ini laki-laki. Aku masih waras untuk tidak mengancani sesamaku." Ujar Luhan sedikit kesal dengan ucapan adiknya ini.
"Jiah, hyung itu kuno. Sekarang lagi maraknya percintaan sesama jenis hyung. Hyung nampaknya aku mulai menyukai pria bernama Chanyeol itu." Ujar Baekhyun sambil berguling-guling diranjang hyung-nya.
"Ck, kau menyukai si telinga caplang itu. Seleramu buruk sekali Baek." Balas Luhan sambil membaca kitab hantu. Tampaknya Luhan ingin mempelajari macam-macam hantu, siapa tahu jika ia bertemu dengan hantu yang menganggu mereka lagi, ia sudah hafal betul siapa hantu yang tengah mengganggu mereka. Ia tidak ingin bergantung kepada Amanojaku.
"Mendingan Chanyeol dari pada Kai, hyung! Chanyeol tinggi, putih, bisa ngerepp, matanya agak lebar, dan dia sangat manly. Daripada Kai, ups!" Balas Baekhyun kepada Luhan.
"SIAPA YANG MENYUKAI KAI! AKU TIDAK MENYUKAINYA. JIKALAU AKU BELOG, KAI TIDAK AKAN PERNAH MENJADI KEKASIHKU, CAMKAN ITU!" Sungut Luhan marah. Ia bahkan menyuruh adiknya itu keluar dari kamarnya. lalu menutup pintu kamar dengan kasar.
BRAK!
Sehun sang Amanojaku tersentak kaget kala ia muncul dari jendela kamar Luhan. Kucing ini baru saja tiba, namun dikejutkan oleh Luhan yang mendadak marah.
"Ada apa denganmu? Mengapa kau tampak bete seperti itu?" Tanya Sehun hati-hati.
"Aku kesal pada Baekhyun! Enak saja dia ingin menjodohkanku dengan Kai, aku tidak suka dengan pemuda itu. HEll! Aku masih lurus, jikalau aku bengkok aku tidak mau dengan pria itu."
"Oh... begitu... kurasa iya, Kai itu menyukaimu. Tapi aku rasa kalian tidak Cocok bersama. Aigoo... aku lelah..." Kata Sehun sambil merenggangkan otot-otot kucingnya. "Hah... aku ingin cepat-cepat keluar dari tubuh kucing ini." Lanjutnya.
"Jika kau keluar, kau pasti akan memangsa kami." Jawab Luhan menatap kucing abu-abunya itu.
"Kau masih tidak percaya padaku, ck!"
"Bukan tidak percaya. Tapi aku harus hati-hati karena bisa saja kan kau berubah pikiran lalu menyerang kami. Bagaimanapun juga kau ini hantu. Kau itu musuh kami."
"Terserah kau mau menilaiku bagaimana, asal kau tahu. Aku bukan hantu seperti yang kalian pikirkan. Sudah aku mau tidur, aku lelah dikejar-kejar kucing betina yang menginginkanku untuk kawin dengannya."
"Mwo! Hahaha...ternyata kau itu kucing terpopuler ya... hahaha... aduh perutku sakit. Mengapa tidak kau layani saja kucing betina itu. Kalian akan memiliki anak kucing yang lucu."
"HENTIKAN! JANGAN MENGHINAKU SANG AMANOJAKU YANG AGUNG INI. Aku tidak mau melakukan hubungan seperti itu. Apalagi dengan hewan!"
"Oke, baiklah. Aku akan diam dan tidak akan menganggumu. Tapi jika dilihat baik-baik kau memang cool. Pantaslah para kucing betina menyukaimu. hahahaha..." Luhan tertawa sampai perutnya sakit. Sedangkan Sehun hanya memutar bola matanya bosan.
•
•
•
•
Keesokan harinya, para penduduk desa dibuat gempar. Pasalnya banyak orang yang bunuhdiri dari gedung apartement yang baru saja diresmikan. Banyak orang-orang yang mati lantaran terjun dari atas gedung.
Para wartawan, baik tv lokal maupun luar meliput kejadian ini lantaran sudah 5 orang yang bunuhdiri bahkan hanya berselang beberapa hari saja.
"Hai, apa kalian tidak merasa aneh. Mengapa banyak orang yang bunuhdiri?" Tanya Chanyeol kepada mereka. Saat ini mereka tak lain adalah BaekLu, ChanKai, SooMin, dan Yixing tengah berkumpul dikantin.
"Aneh bagaimana? Bukankah hal yang biasa jika Korea terkenal dengan aksi bunuhdiri." Ujar Xiumin sambil mengunyah bakpow yang pria itu beli.
"Iya aku tahu. Tapi ini, jaraknya sangat berdekatan. Bahkan mengapa hanya penghuni apertemen saya yang melakukan aksi mengenaskan seperti itu?" Terang Chanyeol.
"Apa jangan-jangan ini perbuatan hantu?" Tanya Kai menyeletuk.
"HANTU! Jawab mereka bersamaan kecuali Luhan. Pria itu tengah memikirkan sesuatu.
"Hai Lu, bagaimana menurutmu? Apakah kejadian ini berkaitan dengan hantu?" Tanya Yixing.
"Entahlah, aku tidak tahu. Jika betul begitu kita harus menyelidikinya langsung." Kata Luhan.
"Baiklah, sudah kuputuskan! MALAM INI KITA AKAN KESANA!" Ajak Chanyeol kepada kawan-kawannya.
"Aku izin tidak ikut ya... kalian saja yang kesana." Saut Kyungsoo meminta izin tidak ikut.
"TIDAK BISA! Kau itu sudah menjadi anggota kami. Kau harus ikut, ini namanya jiwa korsa! Ujar Chanyeol.
"Tapi aku tidak mau ikut! Aku lelah berurusan dengan hantu! Dari awal aku tidak bergabung di club ini. Gara-gara kejadian di gedung sekolah lama entah bagaimana aku jadi bergabung dengan kalian!" Kyungsoo jengkel, ia mengeluarkan segala unek-uneknya jika ia sudah lelah.
"Jika kau tidak ikut, tidak masalah. Lagipula kegiatan ini bukan untuk orang yang penakut." Sindir Luhan.
Kyungsoo menatap Luhan sengit. Jujur ia tidak suka dengan Luhan. Menurut Kyungsoo, Luhan telah merebut Kai. Kyungsoo tahu jika Kai mulai menyukai Luhan, terbukti dari perhatian pemuda itu kepada Luhan.
"Baiklah! Jika kau menganggapku cemen, penakut. Aku akan ikut dengan kalian!" Saut Kyungsoo membara. Melihat Kyungsoo kembali bersemangat tanpa mereka tahu, Luhan tersenyum kecil. Akhirnya Kyungsoo mau bergabung dengan mereka.
~OoOo~
Malamnya Luhan sudah mempersiapkan apa yang harus ia bawa. Kitab hantu harus selalu ia bawa, karena ini kunci untuk menyegel hantu-hantu jahat yang ingin mencelakai manusia.
"Amanojaku kau harus ikut dengan kami." Ajak Luhan pada kucing hitam, abu-abunya ini.
"Huaoommm... aku ingin tidur Lu.. kau saja yang pergi kesana. Aku cukup disini saja mendoakanmu supaya selamat."
"Jadi kau tidak mau ikut! Baiklah jika begitu. Kami pasti mampu melawan hantu-hantu itu. Jikalau mereka nanti menyerang kita." Ujar Luhan sedikit kesal karena Amanojaku tidak ikut dengannya.
Dengan kasar, kembali Luhan keluar dari kamarnya membanting pintu. Seperginya Luhan dari kamar. Tanpa Luhan tahu jika Amanojaku diam-diam pergi dari kamar Luhan, lewat jendela kamar pria itu.
"Dasar bodoh! Aku tidak akan membiarkanmu celaka Lu." Dan Happ! Sehun si kucing melompat-lompat, melewati atap rumah-rumah penduduk.
•
•
Mereka semua, gerombolan Chanyeol berjalan sambil menuju gedung apartemen.
"Itu disana, itu gedungnya kan?" Celoteh Baekhyun. "Ia itu gedungnya." Saut Xiumin-Minseok.
"Tunggu, ada seorang wanita yang ingin terjun dari atas! Ayo segera kita halangi!" Teriak Chanyeol. Tanpa pikir panjang mereka berlari masuk kedalam gedung apartemen itu. Yang mereka pikirkan hanya satu menyelamatkan wanita itu.
Sesampainya di lift, mereka memencet tombol. Tapi sayang, tombol lift mati. "Sial! Liftnya rusak!" Umpat Kai.
"Kita lewat tangga darurat saja!" Saut Yixing.
Dan merekapun berlari menuju tangga darurat. Mereka menaiki tangga darurat dengan berlari.
Hosh-hosh-hosh...
Hosh-hosh-hosh...
Mereka semua megap-megap kehabisan nafas.
"Kita minta bantuan penghuni apartemen ini saja?" Tiba-tiba Kyungsoo menyaut.
"Bodoh! Kenapa tidak terpikirkan olehku tadi! Ayo kita minta tolong penduduk yang tinggal disini." Ajak Chanyeol sambil menepuk jidatnya.
Mereka lalu mengetuk salah satu pintu nomer apartemen ini. Bunyi klek terdengar, keluarlah sosok kakek-kakek dari balik pintu.
"Kakek, tolong ada wanita yang ingin bunuh diri diatas gedung!"
"Biarkan saja dia bunuhdiri, daripada memikirkan nasip wanita itu lebih baik memikirkan nasip kalian sendiri, karna gedung ini adalah gedung hantu!" BLAM! bersamaan dengan itu pintu pun tertutup.
"Apa yang dikatakan oleh kakek itu diakhir?" Tanya Xiumin.
"Tidak tahu, tidak begitu jelas." Saut Chanyeol.
"KIAAAAA...!"
Kyungsoo berteriak kencang karena melihat sosok wanita itu telah terjun dari bawah.
"Ada apa Kyungsoo?" Tanya Kai
"I-itu... wanita itu sudah terjun. Namun se-sebelum ia jatuh kami sempat berpapasan d-dan ia ma-malah tersenyum kearahku!" Ucap Kyungsoo shock.
"Mana... aku tidak melihatnya, harusnya ada mayatnya? Tapi aku tidak melihat apapun." Kata Kai.
Kyungsoo tidak percaya, apa yang ia lihat itu nyata. Jika tadi ia sungguh melihat wanita itu terjun, dan berpapasan dengannya.
"AKU TIDAK BOHONG! AKU MEMANG MELIHATNYA!" Terang Kyungsoo jika ia tidak berbohong.
"KALIAN DIAM!" Perintah Luhan.
"Ada kejanggalan digedung ini, Yixing-ah, tolong periksa sekali lagi kamar apartemen yang kita datangi tadi." Perintah Luhan tegas. Tanpa basa-basi Yixing memegang hendle pintu. Tak ia sangka jika pintu tidak terkunci. Begitu ia masuk, nampak apartemen yang berdebu dan juga kotor. Tampak sekali jika kamar apartemen ini masih kosong.
"Luhan-ssi, ternyata kamar itu kosong!" Terang Yixing.
"Khu-khu-khu... ternyata kalian baru menyadarinya... jika gedung ini adalah gedung hantu. Kalian semua sudah terhisap didalamnya." Entah dari mana Amanojaku muncul. Luhan yang melihat kemunculan kucing setan itu secara tiba-tiba mendelik tidak suka.
"Kau bilang kau tidak ikut bersama kami. Tapi kini kau malah kesini dan muncul tiba-tiba." Gerutu Luhan.
"Bagaimana ya..." sang kucing menjilat-jilat kakinya. "Awalnya begitu, tapi karna perutku lapar karena kau lupa memberi makan kucing kesayanganmu ini, alhasil aku menyusulmu kesini. Dan kulihat ada pertunjukan seru didalamnya. Khu-khu-khu..." Saut si kucing kembali.
"Eh, ngomong-ngomong ada yang berkurang satu... atau mungkin perasaanku saya ya?" Tanya Amanojaku sambil menggaruk kepalanya.
Semua yang ada disana saling menatap sampai...
"BAEKHYUN!" Kata mereka serempak.
"DIMANA BAEKHYUN?! Tanya Luhan tidak santai.
"Aku tidak tahu. Tadi Baekhyun bersamaku tapi sekarang dia malah hilang." Jawab Xiumin.
"Ayo kita cari Baekhyun. Aku, kai, kyungsoo. Kami akan mencari Baekhyun disana. Sedangkan Luhan, Xiumin dan Yixing kalian mencari disebelah sana." Perintah Chanyeol.
Mereka pun akhirnya berpisah, berpencar mencari Baekhyun. Karena hari sudah malam, bahkan entah mengapa listrik mati disini. Apa betul, apa yang dikatakan oleh Amanojaku jika gedung ini adalah gedung hantu, bisa dikatakan gedung ini telah dikutuk.
"BAEKHYUN... DIMANA KAU..." Panggil mereka.
"Aku tidak menemukan-nya disini Chan." Ujar Kai.
"Kita harus terus mencarinya." Kata Chanyeol. Chanyeol masuk kedalam kamar mandi. Ruangan yang minim cahaya, bahkan tidak ada cahaya hanya ada lampu senter sebagai penerangannya.
Deg!
Bulu roma Chanyeol berdiri. Ia seakan-akan merasakan sesuatu yang berdiri dibelakangnya. Dengan berani ia berbalik, tapi kosong tidak ada apa-apa. Pria ini pun menghela . seakan-akan tidak ada apa-apa. Ia lalu berbalik lagi, dan JRENG!
Sosok hantu wanita tanpa kepala ada didepannya, tepat didepannya. Chanyeol ingin berteriak namun lidahnya tercekat.
BLAM!
Pintu kamar mandi tertutup, ia berusaha keluar tapi hantu wanita itu berjalan mendekat.
"PERGI! PERGI KAU DARI SINI! HANTU JELEK MENJIJIKAN! LEPASKAN AKU...! ARRGGGHHH...!" Teriak chanyeol dari dalam kamar mandi.
DEG!
Kai seakan-akan mendengar suara orang yang berteriak. Jika tidak salah, tadi ia mendengarnya disana. Di kamar mandi. Ia pun berlari menuju kamar mandi tanpa memperdulikan Kyungsoo yang saat ini bersamanya.
Kai pun mendobrak pintu kamar mandi ternyata kosong tidak ada siapapun disana. Sampai pintu itu tertutup dengan sendirinya. Kai sedikit cemas pasalnya pintu itu menutup sendiri, ia ingin berteriak minta tolong agar Kyungsoo diluar sana mendengar lalu menolongnya. Tapi sialnya sebuah tangan berlumuran darah menggerayangi tangannya. Ia melihat sosok menyeramkan, seorang wanita, dengan wajah yang hancur, bola matanya pun sampai keluar. Bau anyir darah tercium. Membuatnya takut, dan mual.
"Le-lepaskan aku. KYUNGSOO... TOLONG AKU... SIAPAPUN TOLONG AKU... TI-DAK... JANGAN... AARRRGGGHHH..." Jerit Kai.
DEG!
Jantung Kyungsoo berdebar kencang. Bahkan sekarang bulu kuduknya berdiri semua. Ia sendirian disini, ia memanggil nama Chanyeol dan juga Kai namun mereka tidak ada dimana-mana. Ia pun berjalan dikoridor gedung ini. Sampai dimana ia melihat punggung Kai. Kyungsoo senang ia bertemu dengan Kai.
"Kai." Ia sentuh bahu Kai, tapi apa yang dilihatnya bukan Kai, melainkan sebuah boneka peraga dilaboratorium. Yang membuat ia jijik adalah. Organ dalam boneka peraga itu bergerak bahkan mata, kaki, tangannya bergerak-gerak. Kyungsoo lari menyelamatkan diri. Tapi sayangnya ia malah terjatuh karena seuatu menarik kakinya. Ia melihat banyak sekali boneka peraga yang bermunculan sampai menutupi semua tubuhnya.
KLONTANG!
Terdengar bunyi benda jatuh yang cukup keras. Luhan, Yixing, dan Xiumin tak lupa Sehun si Amanojaku mengikuti ke-3nya dari belakang.
Merekapun berjalan bersama menuju sumber suara tadi.
"Ini kan senter Kyungsoo... kemana rombongan Chanyeol?" Tanya Xiumin.
"Aku tidak tahu. Jangan-jangan mereka dimakan hantu!" Terang Yixing.
"JANGAN BICARA BEGITU!" Hardik Xiumin tidak suka.
Tap.
Tap.
Tap.
Terdengar langkah kaki dari koridor gedung ini. "Siapa itu, jangan-jangan mereka." Ucap Xiumin, namun dihentikan oleh Luhan.
Kalian diam dulu. Kita belum tahu itu siapa. Aku harap kalian tidak gegabah." Terang Luhan.
DEG!
"SEDANG APA KALIAN DISINI MALAM-MALAM BEGINI!" Ucap sosok pria baruh baya, tampaknya ia adalah petugas jaga di apartemen ini.
"Kami ingin mengetahui gedung ini. Lebih tepatnya menyelidiki gedung ini." Balas Luhan. "Kami dengar jika gedung ini berhantu." Lanjutnya.
"Khu-khu-khu... kalian sudah tahu ya.. tidak kusangka kau banyak mengetahuinya. TAPI KALIAN TIDAK AKAN BISA LOLOS, GEDUNG INI SUDAH DIKUTUK! MATILAH KALIAN SEMUA DIMAKAN OLEH HANTU SOMA! AAARRGGGHH...!"' Tiba-tiba sosok itu berubah menjadi hantu yang mengerikan seperti genderuwo. Hantu yang berasal dari Indonesia. Sosoknya besar dengan taring yang panjang. Merekapun lari tunggang langgang.
CRAZZ!
"DASAR KUCING SIALAN! MENGAPA KAU MEMBANTU MANUSIA!" Bentak sosok menjijikan ini.
"CIH! KAU HANYA BERANI PADA YANG LEMAH SEPERTI MEREKA!"
Hantu itu pun maju menyerang Amanojaku, Amanojaku dengan gesit menghindar. Amanojaku lompat lalu mencakar wajah si hantu itu. Si hantu kesakitan mendapatkan cakaran diwajahnya. Bahkan matanya sakit karena tergores cakar kucing yang runcing dan tajam.
"ARRGGGHHHH...! SIALAN KAU! KAU MELUKAI MATAKU...!"
.
Dilain tempat Luhan langsung membuka kitab hantu. Ia membaca cara menidurkan hantu Soma. Luhan ragu dengan cara menidurkan hantu Soma. Cara menidurkannya dengan cara menggunakan energi supranatural yang besar untuk menutupi aliran dimensi yang terbuka. Hantu Soma muncul karena manusia membuat suatu bangunan atau gedung yang harusnya tidak boleh dihuni oleh siapapun —tanah keramat. Karena tanah itu terdapat gerbang pintu menuju dimensi lain. Jika tanah itu dirusak. Hantu Soma akan bangkit dan mengusik para penghuni tempat itu.
Cara menidurkannya hanya dengan energi supranatural yang tinggi untuk menyegel pintu gerbang yang terbuka.
"Lu, cepat kau tutup gerbangnya?" Perintah Yixing.
"Tapi Yixing, aku tidak memilikinya. Hanya mama yang memilikinya?" Balas Luhan lemas.
"Tapi kau anaknya, kau pasti memilikinya." Saut Xiumin.
"Jikapun ada, kekuatanku tidak sebesar itu. Aku tidak bisa menutup gerbangnya. Bagaimana ini... aku tidak bisa menyelamatkan kalian..." Luhan seakan takut, bahkan ia yang biasanya tenang menjadi panik dan bahkan hampir menangis. Namun sebelum itu nampak suatu ide datang keotaknya.
"SEHUN! IYA, AKU BISA MINTA TOLONG SEHUN." Batinnya.
Luhan malah berlari kembali kearah Sehun sang Amanojaku yang saat ini bertarung dengan hantu semacam Genderuwo.
"AMANOJAKU BANTU AKU UNTUK MENYEGEL HANTU DIGEDUNG INI! AKU MOHON...! AKU RELA MEMBERIKAN JIWAKU PADAMU ASALKAN ADIK DAN KAWAN-KAWANKU SELAMAT!" Ujar Luhan dengan suara nyaring.
Sehun mendengar apa yang Luhan katakan, ia menatap mata Luhan yang nampak serius itu.
"Apa kau serius Lu... kau harus membangkitkanku. Menghilangkan segel ini. Apa kau tahu syaratnya? Kau harus membagi darahmu dengan darahku. KAU HARUS JADI PENGANTINKU."
"DEG!"
Luhan seakan merinding. Kata pengantin seakan sakral ditelinganya. "Apa dia bilang, pengantin?" Batin Luhan.
"Mengapa aku harus menjadi pengantinmu?" Tanya Luhan tidak mengerti.
"Jika kau ingin aku membantumu, bahkan membutuhkan energiku, kau harus melepaskan segel ini. Dan cara melepaskannya ada dua. Pertama kau harus membunuh atau menghancurkan medianya, atau dengan ritual. Dan ritual itu adalah penyatuan darah keduanya. Penyatuan darah ini mengandung resiko kau akan menjadi pengantinku. Pilih satu diantara dua pilihan itu." Terang Amanojaku.
Jujur Luhan bingung dengan jawaban Sehun. Ia tidak bisa membunuh kucing yang telah ia selamatkan bahkan ia rawat dengan baik. Dengan segala resikonya ia memilih poin kedua, yaitu menjadi pengantin dari OH SEHUN SANG AMANOJAKU.
"BAIKLAH AKU MEMILIH POIN KEDUA, WALAUPUN AKU TIDAK SUKA BINATANG, BAGIKU EMBUL BAGIAN DARI KELUARGAKU! AKU TIDAK BISA MEMBUNUHNYA." Ucap Luhan nyaring.
Hantu seperti genderuwo ini menyeringai, disaat Sehun lengah ia menyerang Sehun dari belakang. Tapi ajaibnya dengan kekuatan pikiran yang Sehun punya. Si hantu tidak bisa bergerak, tidak lama bunyi TUOK! PRAK terdengar, kepala si hantu pecah, hancur, darahnya berwarna hijau seperti nanah. Bahkan mengeluarkan bau yang menyengat, tidak sedap.
•
Sekali lagi, Sehun bertanya kepada Luhan. Apakah Luhan siap? Karena sekali melakukan ini Luhan tidak bisa mundur lagi. Dengan yakin pria itu mengatakan —ya.
"Setelah melakukan ini, kau tidak bisa mundur lagi Lu. Apa kau yakin dengan keputusanmu ini?" Tanya Sehun sekali lagi.
"Aku sangat yakin. Ini adalah keputusan yang sudah kuambil dengan bulat."
"Baiklah."
Lalu keduanya saling melukai tangan mereka. Darah keluar dari tangan mereka. Merekapun saling manyatukan darah kemudian membuat lingkaran mengelilingi tubuh mereka berdua. Jika dilihat dari atas, polanya seperti Yin dan Yang. Luhan diposisi kanan, sedangkan Sehun diposisi kiri. Ditambah 4 buah lilin ditaruh di 4 titik. Seperti penunjuk arah. Utara, selatan, timur dan barat. Kemudian Luhan mulai membacakan mantranya.
"DENGAN PENYATUAN DARAH INI SEBAGAI LAMBANG PERJANJIAN DARAH YANG TELAH DIBUAT. HARI INI, KUCABUT KEMBALI SEGEL YANG KUBERIKAN KEPADANYA. BANGKITLAH AMANOJAKU, TERBUKALAH!"
Seketika itu dari lingkaran yang telah mereka buat muncul sinar yang sangat terang, bahkan menyilaukan mata. Yixing, Xiumin terkejut, bahkan karena silaunya sinar itu mereka sampai menutup mata mereka.
Suara teriakan keras terdengar, mereka yakin, jika itu suara Amanojaku yang bangkit. Luhan seakan pasrah, jiwanya telah teringat oleh Iblis ini. Dan setelah itu cahaya berangsur-angsur hilang. Luhan ambruk dipelukan seseorang.
"Lu, kau tidak apa-apa?" Tanya sosok asing dimatanya. Luhan menautkan alisnya bingung. Sosok pria bertubuh tegap, bahkan memiliki kulit putih, seputih salju, nyaris albino. Bahkan rambutnya blonde dengan alis hitam tebal nan tajam. Sorot matanya tajam tapi teduh. Hidungnya mancung. Apakah dia malaikat? 'Apakah aku sudah berada disurga?' batin Luhan.
"Bangunlah. Aku akan membantumu menyengel hantu itu. Ini aku Sehun, Amanojaku. Pekerjaanmu belum selesai Lu, kau masih harus mengalahkan mereka."
Luhan sedikit shock! Sehun yang dilihatnya berbeda dengan Sehun yang dulu. Yang dulu ia lihat adalah sosok hantu yang menyeramkan. Bahkan ia merasa jijik melihat sosok Sehun yang dulu. Tapi sekarang, sungguh berbeda. Sehun yang ini bagai pangeran atau artis hollywood. Sungguh ia dibuat Shock. Bahkan Christiano Ronaldo bisa dikatakan kalah dengan Sehun.
Sehun menggandeng tangan Luhan. Ia mengantarkan Luhan kepada pusat energi bumi. Dimana Soma bangkit.
Luhan shock kala melihat kawan-kawannya yang hilang tengah berada di pinggir pembatas gedung ini.
"KALIAN MENYINGKIR DARI SANA!" Teriak Luhan.
Tapi mereka seakan tidak peduli. Pikiran mereka seakan kosong. Mereka malah semakin berjalan menuju pembatas.
Sehun geram. Lalu ia merengtangkan tangannya. Ia membacakan mantra dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh Luhan bahkan kedua kawannya.
Sehun membaca mantra, dari bawah lantai keluarlah pohon. Awalnya berupa akar, tapi semakin lama semakin besar dan menjadi pohon. Dari dalam batang pohon, keluarlah para hantu yang pernah mencelakai mereka. Bahkan kakek-kakek tua yang pertama kali mereka temui adalah hantu.
CRAZZZ
Sehun memotong salah satu ranting pohon itu. Ajaib! Ke-4 orang itu berhenti.
"LUHAN CEPATLAH KAU BACA KAN MANTRANYA! AKU AKAN MEMBANTUMU DARI SINI. POHON INI, POHON INI ADALAH JALURNYA! CEPAT! TIDAK ADA WAKTU LAGI!"
Luhan mengerti, ia pun tanpa basa-basi mengucapkan mantranya. "DENGAN KEKUATAN INI KEPERINTAHKAN KAU UNTUK KEMBALI KE TANAH! SEGEL SOMA! OH SEHUN SEKARANG!"
Sehun mengerti, dengan mantra yang diucapkan Luhan membuat para hantu terseret mundur, tapi kekuatan Luhan tidak sebesar itu. Dibantu dengan energi supranatural Sehun, para hantupun mundur, perlahan-lahan kembali masuk ketanah dan lantai yang tadinya hancur, retak seakam utuh kembali seperti semula, dan ada cahaya seperti kunang-kunang terpancar dari gedung ini.
Hosh-hosh-hosh...
Hosh-hosh-hosh...
"Apakah kita berhasil?" Ucap Luhan ngos-ngosan. Benar-benar hari ini adalah hari yang melelahkan untuknya.
"Kau berhasil Lu, kita berhasil." Balas Sehun.
Brug!
Luhan terjatuh. Pria ini pingsan dipelukannya. Tiba-tiba sebuah cincin putih tersemat dijari manisnya. Sehun tersenyum melihat cincin putih itu. Cincin itu muncul, sebagai lambang jika mereka telah terikat. Sulit melepaskan cincin tersebut. Dan asal kalian tahu, jika didalam cincin tersebut terdapat darah mereka berdua.
Perjanjian darah! Tidak bisa diputus begitu saja.
•
•
•
•
TBC
YEHET! Siapa yang kangen ama ff ini? Ada yang masih ingat gak sama ff ini. Ini ff udah ya... jamuran. #nyengir.
Gk usah lama-lama and kebanyakan cincong dari saya. Saya hanya ingin mengatakan terimakasih untuk dukungan kalian dan maaf jika ada typo.
Oke see you next chap. Bye Pyong! ^^…
