The Bible Of Voodoo.

Pair: HunHan.

Main Cast: Luhan, Byun Baekhyun, Oh Sehun and other. (Seiring bertambahnya chap, tokoh juga akan bertambah)

This is BoyXBoy, Yaoi, Mistery-Horror-Supranatural.

Ret: M

Warning: Typo bertebaran dimana-mana, Bhs tidak baku, cerita gaje, OOC. Jangan membaca ini kala malam hari.

NB: FF ini terinspirasi dari anime Ghost at School tapi alurnya mungkin akan sedikit berbeda, namun ada bagian dimana aku mengambil dari anime tersebut, dan FFku ini pure milikku, dan tokoh-tokoh yang ada disini milik keluarga mereka dan Tuhan YME.

Chapter sebelumnya:

Yixing, pria berdimple ini menatap tajam kearah siswa baru bernama Oh Willis. Tanpa kawan-kawannya ketahui, pria ini diam-diam memisahkan diri dari kawannya.

Greb!

Yixing menarik tangan Sehun. Ia menatap Sehun tajam. "Apa yang telah kau lakukan terhadap Luhan, tuan Amanojaku yang agung."

DEG!

Sehun jujur terkejut kala pria yang dilihatnya seperti orang bodoh ini, berkata seperti itu kepadanya. Sorot mata Yixing tajam, serius. Sangat, amat berbeda dibanding biasanya.

"Khu-khu-khu... akhirnya kau membuka kartumu juga Zhang Yixing. Kau!" Tunjuk Sehun kepada pria itu. "Kau, juga bukan dari dunia ini, kan?!"

Yixing tersenyum mengejek. Memang betul apa yang dikatakan oleh Sehun sang Amanojaku jika ia bukan bagian dari dunia ini. Ia datang kedunia ini karena dirinya terbangun, sama seperti Sehun. Tapi yang membedakan mereka adalah, jika Yixing adalah roh penjaga buku yang dipegang oleh Luhan sekarang.

Yixing seakan kecolongan. Ia harusnya mampu melindungi Luhan dari iblis Amanojaku. Tapi bodohnya ia, Luhan sudah melakukan perjanjian darah dengan pria ini. Harusnya ia mengatakan dari awal, jika ia memiliki energi supranatural sama seperti Sehun. Tapi sayangnya, ia bodoh! Ia terlambat meminjamkan energi yang ia miliki untuk Luhan. Ia-lah yang menggiring Luhan untuk masuk ke gedung sekolah lama, tujuannya untuk mengambil buku tersebut. Ia pulalah yang melepaskan embul dari kandanganya, sampai dimana mereka tanpa sengaja bertemu. Semua sudah ia rencanakan. Makanya, ia selalu menolak memberitahukan dimana ia tinggal. Jika-pun ditanyai oleh teman-temannya ia akan berbohong ataupun beralasan. Sebenarnya Yxing tinggal di sebuah kuil. Ia dipungut oleh kakek penjaga kuil karena sang kakek tidak sengaja melihatnya tersungkur di depan pintu kuil.

"Cih! Aku harap kau tidak menjadikan Luhan tumbalmu Amanojaku, jika sampai menyakiti Luhan. Kau yang akan berurusan denganku. Bagaimanapun juga aku ada disini karena buku itu, kalian dan juga Yoona."

Deg!

Mendengar kata Yoona, Sehun mendelik. Ia semakin menatap Yixing tajam. "Mengapa, apa kau terkejut mendengar nama itu, hah!?" Sindir Yixing.

"Apa maksudmu dengan membawa-bawa Yoona."

"Cih, tidak kusangka kau masih memiliki rasa padanya. Ya, asal kau tahu. Sebagian kekuatan Yoona ada didalam buku itu. Aku bagian dari buku itu, otomatis aku menyimpan energi Yoona. Energi ini dibutuhkan jika dalam keadaan terdesak saja. Mungkin dia sudah memiliki firasat, jika kelak sesuatu yang buruk terjadi kepada keturunan-nya. Dan tanpa sepengetahuan kalian ia membagi kekuatannya dalam buku itu." Terang Yixing panjang lebar.

"Cih! Tidak kusangka wanita itu cerdas juga, bahkan sampai berpikir sejauh ini. Dan sebenarnya aku sudah mencurigaimu Zhang Yixing, jika kau bukanlah manusia. Tapi kau pintar menutupi auramu. Sehingga aku pun sulit untuk memastikannya. Sampai dimana aku menanamkan ingatan pelupa didirimu. Tapi hanya kau yang tidak terpengaruh oleh penghilang ingatanku."

"Cih, aku tidak akan terpengaruh oleh sihirmu Amanojaku. Sekali lagi kutanya padamu, kau tidak berbuat macam-macam pada Luhan kan?!" Tanya Yixing mengintrogasi.

"Cih jika aku sudah memperkosanya bagaimana. Luhan dan aku sudah benar-benar menyatu saat ini. Luhan adalah milikku sekarang." Jawab Sehun santai.

Yixing marah dan ingin memukul Sehun tapi Sehun berhasil mencekal tangan Yixing. Bagaimanapun juga Yixing bertanggungjawab melindungi kedua putra Yoona. "BRENGSEK KAU! DASAR IBLIS BUSUK!" Maki Yixing. Beruntung mereka berada ditempat sepi. Alhasil tak ada yang melihat ataupun mendengar apa yang mereka katakan.

"INGAT BAIK-BAIK UCAPANKU INI OH SEHUN. JIKA SAMPAI TERJADI APA-APA DENGAN LUHAN, AKU AKAN MENGHABISIMU DENGAN TANGANKU INI. TIDAK PEDULI KAU ITU SEORANG BANGSAWAN." Ucap Yixing tegas. Sehun menyeringai. Ia balas menatap mata Yixing, seakan-akan menerima apa yang dikatakan oleh pria itu.

"Cih, lakukan itu jika aku melukai Luhan Zhang Yixing." Dan sekali jentikan jari Sehun menghilang dari hadapan pria itu.

Apa yang dikatakan Chanyeol kepada teman-temannya dilaksanakan. Mereka beramai-ramai menjenguk Luhan. Beruntung Luhan sudah mengganti pakaiannya. Bahkan ia sudah memakai pakaian, tidak lagi telanjang. Ternyata sang adik sangat cemas dengan keadaan Luhan. Bahkan kakek dan neneknya malah tidak tahu jika Luhan sudah pulang bahkan sakit saat ini. Pasalnya mereka tidak melihat Luhan pulang. Dengan akalnya Luhan berbohong jika ia memang tidak menyapa mereka berdua. Bahkan, bisa jadi sewaktu ia pulang kakek dan neneknya tengah berada di kebun.

"Hyung, cepat sembuh ya?" Ujar Baekhyun sambil memeluk kakaknya. Luhan tersenyum melihat sang adik yang tampak manja padanya.

"Iya Baekhyunnie, hyung tidak apa-apa hanya kelelahan saja." Balasnya. Tidak hanya Baekhyun saja yang cemas. Namun, kawan-kawannya seperti Yixing, Kai, Chanyeol, Xiumin. Sedangkan Kyungsoo pria ini hanya diajak saja oleh mereka. Pria ini masih cemburu karena Kai masih mengharapkan Luhan.

Setelah puas melihat keadaan Luhan, mereka pun pamit pulang kerumah masing-masing. Ditengah perjalanan pulang, tiba-tiba Kyungsoo dihadang oleh sosok pria, dia memakai pakaian hitam dan terdapat lingkar hitam di matanya.

"Aku tahu apa yang kau rasakan saat ini. Saat ini kau tengah kesal bahkan ingin membunuh seseorang bukan? Aku bisa mengabulkan permohonanmu itu." Kata sosok itu kepada Kyungsoo.

"Siapa kau! Mengapa kau bisa membaca pikiranku!" Tanya Kyungsoo horor.

"Hahaha..." Sosok itu tertawa, seakan mengejek. "Itu tidak penting siapa aku ini. Yang jelas aku bisa mengabulkan keinginanmu tapi ada syaratnya. Bagaimana jika barteran. Apa kau mau?" Kata sosok itu lagi. Kyungsoo merasa ragu dan ia memutuskan untuk tidak mau melakukan pertukaran dengan sosok yang tidak ia kenal itu.

Dan sosok itu menyeringai tajam kearahnya. "Cih! Aku pastikan kau akan berubah pikiran manusia bodoh. Aku akan membuatmu kembali kepadaku, cih!" Dan sedetik kemudian sosoknya menghilang begitu saja.

~OoOo~

Malam harinya Sehun datang kekamar Luhan untuk mengecek keadaan pasangannya ini.

"Bagaimana, apakah masih sakit?" Tanya Sehun lembut.

"Iya, tampaknya lubangku lecet Sehun. Aigoo... bagaimana aku kesekolah besok?!" Keluh Luhan kesal.

"Mana ku lihat, aku akan mengobatimu." Jawab Sehun. Luhan mendelik takut, ia takut jika Sehun memperkosanya lagi. "TIDAK USAH! AKU TIDAK BISA MELAYANIMU SEKARANG, KAU TAHU LUBANGKU MASIH SAKIT!" Amuk Luhan.

"Siapa yang akan menggagahimu. Aku tidak akan melakukan itu disaat kau masih sakit seperti ini. Biarpun aku iblis, tapi aku masih punya perasaan. Aku hanya ingin mengobatimu saja, biar besok kau bisa berjalan." Kata Sehun menjelaskan. Luhan memicing tidak percaya. Ia tidak percaya pada, heem! Pasangannya ini.

"Ya sudah jika kau tidak percaya. Aku mengantuk, aku, boleh kan tidur dibawah?" Tanya Sehun kepada Luhan.

Belum sempat Luhan bicara, entah darimana muncullah tempat tidur busa dibawahnya. Dan dengan PD-nya Sehun tidur dibawahnya. Bahkan ada bantal, selimut dan juga guling.

"HAI! Kenapa kau tidur disini?!" Ucap Luhan tidak santai.

"Bukankah, biasanya aku tidur disini Lu... sudahlah, aku tidak mau berdebat denganmu, aku lelah." Balas Sehun.

"Yak! Yak! Kau jangan tidur dulu Oh Sehun! Kau harus mengobatiku dulu!" Ujar Luhan sambil menendang-nendang tubuh Sehun. Sehun menatap Luhan tajam. "Katamu kau tidak mau, hah! Kau ini." Sungut Sehun kesal.

"Ya sudah jika itu maumu, kau tidak boleh menyentuhku lagi!" Marah Luhan.

Sehun bangun, dan langsung menghampiri Luhan. Luhan terkejut kala Sehun mendekatinya bahkan Sehun akan melucuti celananya. "APA YANG KAU LAKUKAN!" Amuk Luhan sekali lagi.

Sehun mendengus kesal, ia harus sabar menghadapi rusa galak semacam Luhan. "Katamu kau ingin aku obati." Balas Sehun sabar.

"Janji tidak akam berbuat macam-macam padaku kan?" Tanya Luhan sedikit lembut.

"Hn..."Saut Sehun.

"Apa itu, hanya gumaman saja." Kesal Luhan.

"Aku janji Lu..." Balas Sehun berjanji.

Dan akhirnya Sehun melucuti celana Luhan. Setelah semua celana Luhan terlepas, ia melebarkan kaki Luhan. Jujur Luhan malu diposisi seperti ini dimana pahanya diangkat oleh Sehun dan kakinya ditaruh diatas bahu pria itu. Sehun melihat jika memang benar lubang hole Luhan merah — lecet.

"Aigoo... benar-benar lecet. Baiklah, aku akan mengobatimu." Ucap pria ini. Luhan bingung, "Mengobati, bagaimana caranya?" Batinnya.

"Bagaimana kau mengobati miliku ini?" Tanya Luhan menyergit.

Sehun tersenyum kearah Luhan, senyuman menggoda. Melihat senyuman menggoda milik Sehun ia memiringkan wajahnya tapi tak menghilangkan semu pink dikedua pipinya.

Sehun menurunkan kaki Luhan. Posisi kaki Luhan masih mengangkang. Ia pun mendekatkan wajahnya kelubang bawah Luhan. Luhan melebarkan matanya, pasalnya ia tidak tahu apa yang akan Sehun lakukan. Tapi setelah itu ia merasakan sesuatu yang dingin dan basah tengah menjilat-jilat man hole-nya. Luhan merasakan sensasi dingin dari saliva Sehun membuat lubangnya merasa lebih baik. Ia ingin mendesah nikmat kala Sehun menjilat lubangnya. Tapi ia tidak ingin melakukan hubungan itu sekarang. Ia tidak mau lubangnya dibobol kembali. Pada akhirnya ia hanya bisa menggigit bibirnya sambil meremas-remas seprai untuk melampiaskan sensasi jilatan Sehun dilubangnya.

"Bagaimana? Apa kau sudah men-di-ngan." Sehun terbata, kala melihat wajah Luhan memerah. Kekasihnya itu tampak berantakan. Bahkan dilihatnya Luhan terengah-engah dengan wajah yang berantakan.

"Kau kenapa Lu? Apa kau suka dengan jilatanku di Lubang milikmu?" Goda Sehun. Luhan menolehkan wajahnya kearah Sehun, ia mendelik ke arah iblis itu. "BEDEBAH KAU!" Umpat Luhan menahan malu. Jujur ia sangat malu, ia langsung menutup daerah privasinya dengan selimut. "Jika kau mau aku bisa melayanimu Lu..." Bisik Sehun sensual tepat ditelinga Luhan. Bahkan ia juga meniup-niup telinga itu sensual.

"PERGI KAU DARI SINI OH SEHUN! AKU MAU TIDUR, JANGAN MENGGANGGU LAGI! DAN LAGI AKU INI MASIH NORMAL. AKU MASIH SUKA DADA WANITA!"

Hmmmpphh...

Sehun langsung membekap mulut Luhan. Ia tidak suka mendengar Luhan berteriak-teriak seperti itu. Dan lagi, ia tidak mau jika penghuni rumah mendengar suara lantang pengantinnya ini. Bisa saja, tiba-tiba pintu kamar Luhan didombrak oleh kakeknya, karena mendengar suara keras kekasihnya.

Hah... hah... hah...

Deru nafas ngos-ngosan keluar dari mulut Luhan. Sungguh tidak ia duga jika Sehun sangat mesum. Ia pastikan jika bibirnya bengkak dan merah karena pria itu memciumnya penuh nafsu. "Jika kau masih cerewet aku akan membungkam mulutmu dengan ciuman panasku. Tidurlah, dan jangan pernah membentakku. Aku sekarang adalah suamimu, pasanganmu. Kau harus bersikap lambut padaku." Perintah Sehun. Luhan marah ingin mengumpat kembali tapi segera ia urungkan, ia hanya bisa mengomel dalam hati jika Sehun itu brengsek. Namun Sehun dapat membaca pikiran Luhan, Luhan semakin jengkel dan ia hanya bisa pasrah. Inilah pilihannya, menjadi pengantin — milik Oh Sehun.

Keesokan harinya dikantin sekolah, pada saat mereka semua sedang makan siang bersama. Mata Kai tidak pernah lepas dari cincin emas putih yang ada dijari manis Luhan.

"Aku baru tahu, jika kau suka memakai aksesoris Lu. Ngomong-ngomong cincinmu bagus." Celetuk Kai.

"Uhuk-uhuk-uhuk!"

Luhan langsung tersedak, kala mendengar perkataan yang terlontar dibibir Kai.

"Oh ini... iya, aslinya sudah lama aku membelinya, tapi jarang kupakai. Hehehe..." Jawab Luhan asal.

"Apa iya hyung, setahuku aku baru ini melihatnya?" Saut Baekhyun polos. Luhan jengkel kepada Baekhyun si adik yang kelewat polos itu, bisa-bisanya membuka kartunya. "Ini sudah lama sekali, dan jarang aku pakai. Makanya kau tidak ingat." Balas Luhan.

"Mungkin saja, aku lupa." Balas Baekhyun. Dan Luhan mendesah lega.

"Nampaknya, jika aku tidak salah lihat cincin itu modelnya sama dengan siswa baru bernama Oh Willis itu. Sepintas aku melihatnya, mirip. Hanya saja warnanya yang berbeda." Terang Xiumin menambahi.

"Hahahaha... mungkin saja selera kita sama." Jawab Luhan beralasan. Yixing yang duduk disamping Luhan hanya bisa diam saja. Ia tahu, jika cincin dijari manis Luhan adalah cincin ikatan. Jika Luhan adalah milik Sehun. Bahkan jika Luhan ingin menyopotnya, pria itu tidak bisa melepaskannya. Perjanjian darah, tidak bisa diputus begitu saja.

"Oh iya, kawan-kawan. Aku akan mengumumkan kabar berita kepada kalian." Kata Chanyeol tiba-tiba. Pasalnya sewaktu makan tadi, pria itu hanya diam.

"Ada apa Yeol?!" Tanya Kai.

"Begini club kita ketambahan anggota baru lagi. Anak baru itu Oh Willis.

"BYURRR..."

Lagi-lagi Luhan dibuat terkejut, pasalnya Sehun masuk kedalam Club misteri mereka.

"YAK! APA YANG KAU LAKUKAN! MENGAPA KAU MENYEMBURKU LU! Tadi tersedak, sekarang menyeburkan minumanmu ke wajahku. Aish! Menjijikan!" Kesal Chanyeol, sambil menyeka mukanya dengan tangan. Beruntung ada Baekhyun yang baik hati yang mau membersihkan semburan naga milik Luhan.

"Tidak apa-apa. Tapi apa kau yakin akan memasukannya?" Tanya Luhan memastikan.

"Aku yakin, lagi pula kita kekurangan orang. Club kita ini paling sedikit jika dibandingkan club yang lainnya. Bahkan mungkin jika Oh Willis, si pria bule itu masuk ke club kita, kemungkinan besar akan ada banyak yang ingin masuk ke club kita. Karena dia salah satu siswa populer." Terang Chanyeol.

BRAK!

Luhan tidak suka mendengar perkataan Chanyeol yang menggunakan Sehun sebagai daya tarik untuk mengumpulkan anggota. Apalagi jika anggota yang nantinya masuk kebanyakan wanita centil nan manja atau uke yang kurang belaian.

"Aku tidak suka dengan idemu itu Yeol! Kau tahu, club kita ini bukan club untuk orang yang penakut! LEBIH BAIK ANGGOTANYA SEDIKIT TAPI KONSISTEN, DIBANDINGKAN BANYAK TAPI MALAH JADI KACAU!" Luhan mengamuk, ia langsung bergegas pergi dari sana. Chanyeol shock, melihat kemurkaan Luhan didepan matanya. Luhan yang marah sangat mengerikan dibandingkan Luhan yang pendiam, irit bicara.

"Baek, ada apa dengan kakakmu? Dia sangat mengerikan." Ucap Chanyeol masih dalam keterkejutannya.

"Yah... dia memang seperti itu jika sedang marah. Kau jangan kaget lagi. Mungkin ini belum seberapa. Dia belum mengeluarkan semua jurusnya." Balas Baekhyun sambil melanjutkan makannya. Seketika itu juga Chanyeol merinding. Ia membayangkan, jika Luhan marah akan sangat mengerikan bagai iblis jahat yang keluar dari neraka jahanam. "Hih, ngeri." Batinnya.

Dilain pihak Luhan menghentak-hentakan kakinya. Ia buka pintu atap gedung sekolah ini dengan kencang.

BRAK!

Sehun yang sedang menikmati angin serta pemandangan dari atap gedung ini dikejutkan oleh suara bantingan pintu yang sangat kuat. Dilihatnya sosok penganantinnya datang dengan muka ditekuk, seakan-akan tengah kesal. Pria itu pun berjalan menuju kearahnya.

"OH SEHUN!"

Mendengar nada tinggi dari suara Luhan, ia menyergit. Ia sudah peringatkan Luhan untuk berkata lebih sopan kepadanya. Bagaimanapun juga saat ini mereka adalah pasangan yang sah.

"Ada apa? Mengapa kau datang dengan nada suara seperti itu?" Tanya Sehun lebih lembut.

"Kau, kau akan masuk ke club misteri milik kami, kenapa?!" Tanya Luhan tidak santai.

"Itu sudah jelaskan, jika aku ingin bersamamu." Balas Sehun.

Blusss...

Entah mengapa ucapan yang terlontar dari mulut Sehun membuatnya merona. Tatapan mata biasa yang diberikan oleh pria itu membuat sesuatu didalam jantungnya berdetak kencang. Mungkin jika didalam animasi, akan ada bunga-bunga bertebaran ditiup angin dan Sehun yang menatapnya sambil berdiri disana dengan tangan dimasukkan kekantung celana. Sedangkan ia berdiri dihadapan Sehun dengan bunga-bunga bertebaran dan angin menggoyang-goyangkan rambut mereka.

"Cih! Gombal!" Seketika ia membuang muka kesamping. Menyembunyikan rona pink di wajahnya.

"Aku tidak bohong. Dan lagi aku adalah hantu Lu, aku bisa memantau sejauh mana kaumku bertindak." Lanjut Sehun lagi.

Dipegangnya dagu pria mungil didepannya ini. Ditatapnya mata yang sangat ia sukai itu. Mata yang seolah-olah menghipnotisnya terus, seakan-akan menjeratnya untuk terus mencintai sosok ini. Perlahan-lahan bibirnya mendekat kemudian daging tanpa tulang itupun menyatu.

DEG!

Disisi lain, Luhan juga merasakan perasaan yang sama. Ia seakan-akan tersengat listrik kala bibir Sehun mencium bibirnya. Ia tidak tahu perasaan apa ini, tapi yang jelas ia menyukainya . Bibir Sehun sangat manis, bahkan sampai membakar tubuhnya sampai dimana pagutan yang awalnya lembut berubah menjadi lumatan kasar, dan menuntut. Bagai saling memakan bibir masing-masing. Sampai dimana Luhan terbaring dibawah lantai dengan Sehun menindih tubuhnya. Deru nafas memburu keluar dari mulut Luhan, seakan dadanya kembang kempis menerima serangan Sehun dibibirnya tadi. Sedangkan Sehun diatasnya menatap Luhan dengan puja. Seakan-akan Luhan adalah segalanya baginya. Tanpa ada yang memulai pembicaraan mereka saling menatap penuh puja satu sama lain. Keduanya menatap kedalam mata pasangan masing-masing, seakan-akan menelisik perasaan keduanya. Bahkan tanpa mereka sadari kedua jari mereka saling melilit, seakan-akan pas dijari mereka.

Tanpa mereka tahu jika sedari tadi ada sosok lain yang melihat mereka penuh rasa jijik dan muak.

"Cih, dasar menjijikan! Oh Sehun, tidak kusangka kau sudah sejauh ini dengan pria itu. Ckckckck..." Dan sosok itu pun tiba-tiba menghilang tanpa tahu jika sepasang kekasih tengah melanjutkan pagutan mereka.

TBC

Yehet! Aku update asap lagi sebelum aku menghilang lagi. #bercanda, digebuk masa. Hehehe...

Btw, udah tahu kan siapa Yixing itu. Dan dia baik kok, gk jahat. Haduh, Nc-nya harus dicut dah. Hehehe... maafkan aku. #digebuk masa.

Luhan aish... masih gengsi mengakui kalo dia, heem! Mulai ada rasa ama Sehun. Tapi ya.. mungkin seiring berjalannya waktu ia akan heem, sadar.

Apakah cerita ini akan ada mpreg? Lihat aja kedepannya ya... hehehe... #nyengir.

Oke, makasih banyak yang sudah menyempatkan review, follow, favorit. Maafkan aku gak bisa membalas review kalian, review kalian aku baca tapi gak bisa membalasnya. #mewek T^T Mungkin masih eror. -_-"

Maaf juga jika menemukan typo, bahasa acak kadul saya minta maaf. #Bungkuk-bungkuk.

Oke, see you next chap. Bye Pyong! ^^…