The Bible Of Voodoo.

Pair: HunHan.

Main Cast: Luhan, Byun Baekhyun, Oh Sehun and other. (Seiring bertambahnya chap, tokoh juga akan bertambah)

This is BoyXBoy, Yaoi, Mistery-Horror-Supranatural.

Ret: M

Warning: Typo bertebaran dimana-mana, Bhs tidak baku, cerita gaje, OOC. Jangan membaca ini kala malam hari.

NB: FF ini terinspirasi dari anime Ghost at School tapi alurnya mungkin akan sedikit berbeda, namun ada bagian dimana aku mengambil dari anime tersebut, dan FFku ini pure milikku, dan tokoh-tokoh yang ada disini milik keluarga mereka dan Tuhan YME.

Tambahan: saya tahu jika marga Luhan adalah Lu, tapi maaf demi kepentingan cerita ini saya ganti dengan Xi. Maafkan jika tidak suka. Dan saya tidak memaksa kalian untuk menyukai, membaca, review, follow, favorit ceritaku. Jika kalian suka dan menanggapi cerita ini dengan memberikan dukungan berupa Review, follow, favorit saya pribadi sangat-sangat berterimakasih. Tapi saya tekankan sekali lagi, saya tidak memaksa kalian untuk melakukan 3 diatas. Salam dari ku. ^^

Kris sungguh tidak menduga, jika sang adik telah berbuat sejauh itu. Sang adik sudah terlalu jauh. Bahkan mata-mata yang ia kirim kedunia manusia melaporkan kepadanya jika adiknya itu telah melakukan perjanjian darah yang sangat dilarang. Yaitu mengikat dua jiwa serta darah antara manusia dan iblis menjadi satu.

Tao melaporkan padanya jika Sehun sang adik melakukan ritual itu digedung apartemen pada saat melawan hantu Soma.

Ia-lah yang membuka pintu dimensi tersebut. Tujuannya memang untuk menganggu manusia dan untuk memancing Luhan. Ia butuh kitab hantu itu, selama kitab hantu itu masih ada, rencananya akan gagal.

Flasback.

Setelah sang adik telah pergi. Kris, pria dengan wajah tak kalah dinginnya dengan adiknya itu merasa geram. Pasalnya Sehun berani melawannya. Ia lalu menyuruh Tao masuk ke ruangannya. Pria ini menyuruh Tao untuk memanggil salah satu bawahannya untuk datang ke ruangan itu sekarang. Tao yang melihat sang master tampak tidak baik-baik saja menurut, tanpa berkata sepatah katapun.

Tok!

Tok!

Tok!

Suara ketukan pintu diketuk — terdengar. Ia pun langsung mempersilahkan orang diluar sana untuk masuk.

"Tuan memanggil hamba?" Tanya orang itu sambil membungkuk sopan.

"Iya, aku menyuruhmu untuk masuk ke dunia manusia. Kau harus menyamar menjadi siswa disana. Pertama, aku mau, kau tidak menjadi siswa pindahan. Cuci otak mereka, agar seolah-olah kau itu siswa lama, setelah itu masuklah ke club misteri, dimana Luhan dan kawan-kawannya bergabung. Pantau terus mereka, dan laporkan apa yang mereka lakukan, khususnya Sehun adikku serta pria bernama Luhan. Kau mengerti Kim Jongdae." Perintah Kris sambil menatap pria bernama Kim Jongdae tajam, setelah itu meminum wine ditangan kanannya.

"Baik Tuan, tapi yang menjadi kendala adalah pangeran Sehun tuan. Pangeran memiliki kekuatan yang besar bahkan ia adalah darah murni. Jika aku ketahuan, bagaimana?" Tanyanya ragu.

"Betul juga. Adikku itu bukan lawan yang sembarangan. Jika seperti ini aku kesal padanya. Kau harus menghisap darah, dan mengambil jiwa para gadis perawan sekurang-kurangnya 2. Hisap mereka, ambil jiwa mereka. Darah dan jiwa mereka akan membungkus auramu. Aku jamin adikku akan terkecoh." Terang Kris sambil menyeringai. Ia pun berbalik menghadap jendela besar yang ada dibelakangnya. Ia kembali menyeringai seolah-olah apa yang ia rencanakan diotaknya akan berhasil.

Flasback Off.

Kris menyeringai, sehabis mengingat kejadian dimana ia menyuruh bawahannya untuk mematai-matai Sehun dan Luhan.

"Lihat saja, siapa yang akan menang. Aku atau kau, karena aku sudah memasukan tikus dalam kelompok kalian. Khu-khu-khu..." Smirk Kris sambil menenggak wine ditangannya.

Derit ranjang didalam kamar Luhan sebagai saksi bisu dua insan yang tengah melakukan pergumulan panas.

"Aaaaahhhh... ooohhhh... Sssshhhhun... aaaahhhh... faster... aaaaaahhhhh... ooooohhhh..." Desah Luhan kala sang alpha kembali membobol lubangnya. Walaupun pikirannya menolak sentuhan dan belaian yang diberikan Sehun kepadanya, tapi ia seakan tidak kuasa menolak nafsu dalam dirinya.

Dikamar ini keduanya mendesah hebat. Pergumulan panas seakan membakar jiwa mereka. Sehun yang dilanda nafsu dengan penuh semangat memaju-mundurkan miliknya di liang hangat sang pengantin. Tanpa ia sadari jika matanya berubah menjadi merah, bahkan mengeluarkan taring. Serta kuku jari runcingnya keluar. Luhan yang melihatnya seakan shock, tapi tidak bisa bicara lancar karena kenikmatan tiada tara yang diberikan pasangannya.

Hmmmpphhh...

Hhmmmmpphh...

Hmmmppphhh...

Sehun menghisap, menjilat-jilat bibir dan lidah Luhan, bahkan ia mengigit bibir Luhan sampai pria itu mengeluarkan darah. Rasa anyir, amis dari darah yang keluar dari bibir Luhan membuatnya semakin bringas menggenjot Luhan. Luhan menggelinjang, bahkan meremas-remas punggung, pinggang bahkan pantat Sehun sebagai pelampiasan rasa nikmat yang diterimanya. Walaupun jujur ia meresakan sakit, dan perih kala Sehun merobek bibir dan lidahnya sampai ia mengeluarkan darah dari mulutnya. Tapi sensasi jilatan Sehun kala menghisap serta menjilat mulutnya begitu nikmat. Saliva Sehun yang dingin seakan obat bius baginya.

"Aarrrgggghhhhh... aaahhhhh..." Luhan mendesah dan berteriak kala Sehun malah menancapkan taringnya yang panjang dan runcing ke lehernya, rasa panas, perih, sakit dilehernya membuatnya berteriak bahkan ia sampai mencakar punggung putih Sehun. Sehun tidak merasakan sakit, kala Luhan mencakarnya. Baginya cakaran Luhan tidak sakit untuknya.

Dan seketika itu juga Sehun menghisap darah Luhan, Luhan merasakan sensasi nikmat kala Sehun menghisap darahnya. Saliva dan darah yang bercampur dilehernya, sama seperti yang tadi ia rasakan didalam mulutnya. Ditambah genjotan Sehun dilubang bawahnya membuatnya ia melayang sampai ia meledakan spermanya mengenai tubuh pemiliknya. Sehun belum melepaskan orgasmenya. Ia lalu membalikan tubuhnya, kali ini ia memunggungi Sehun. Sensasi plintiran saat Sehun merubah posisinya membuatnya horny kembali. Sehun kembali menyodok, membobol, memaju-mundurkan miliknya dengan kencang, kuat, penuh nafsu. Luhan pun mendesah kencang, dan panjang.

"Aaaahhhhh... uuuggghhh... ooohhh... yeahh ... begitu Sehun aaaahhhh ... aaahh ... uugghhh... aaaarrrrgggghhhh... ooohhhhh... aaarrrhhh... aaahhh... uuugggghhhh..."

Kembali Luhan mendesah dan berteriak kala Sehun mencakar punggung mulusnya. Darah mengalir keluar dari punggung putihnya. Sehun kembali menghisap, menjilat, sampai darah itu berhenti mengalir. Beruntung Sehun memasang kekai dikamar Luhan sehingga suara desahan bahkan teriakan mereka tidak terdengar dari luar kamar.

"Sehun... aaaahhhhh... a-aku... mau... keluar... aaakkkhhh..." Teriak Luhan kala ia sudah diubun-ubun.

Sehun tidak mengizinkan Luhan keluar terlebih dahulu, ia ingin mereka keluar bersamaan. Dengan terpaksa, ia menutup saluran mani pasangan-nya. Luhan mendelik kearah Sehun. Tapi pria itu tidak menanggapi. Ia berkata, "Bersama-sama Lu..." Luhan menanggapi dengan kesal. "Cepatlah! A-aku... aaahhhh... uugghh... su-dah... aaakkkhhhh... lelah... Sehun..." Dan pada hitungan ke tiga mereka meledak bersamaan.

"Aaaakkkkkhhhhh... ooohhhhhhh... aaaahhhh...

"Ssssshhhhh..."

Luhan berteriak dan mendesah, kala Sehun kembali menyemburkan spermanya kedalam miliknya. Sperma yang dikeluarkan Sehun terasa dingin didalamnnya. Bagai menyentuh permukaan es yang sangat tipis, sensasi yang diberikan luar biasa nikmat. Luhan melolong, bahkan tubuhnya membusur keatas kala posisinya sudah dibalik lagi oleh Sehun. Pelepasan yang luar biasa baginya. Ia pandangi wajah tampan pemiliknya ini. Rambut blonde, kulit putih, mata berwarna merah, gigi taring yang runcing terdapat bekas darah tertinggal dimulutnya. Dengan penuh puja, Luhan mencium bibir itu, menyeka darah dimulut Sehun. Sehun tersenyum kearah pengantinnya, ia lalu kembali memagut bibir itu lagi, kali ini dengan lembut tanpa nafsu hanya perasaan kasih sayang semata. Bahkan ia sudah kembali kesosok Sehun yang seperti manusia bukan lagi sosok iblis, seperti vampire yang mengerikan. Bahkan luka-luka yang tadi ia berikan kepada Luhan telah menutup. Kulit Luhan kambali mulus, seperti sedia kala.

Chanyeol mengesahkan Sehun sebagai anggota club misteri yang baru. Dan benar saja apa yang diprediksi Chanyeol jika banyak sekali yang ingin masuk kedalam club mereka. Kebanyakan dari mereka adalah para wanita.

Jujur saja Luhan kesal kepada anggota baru yang rata-rata para gadis. Jujur, ia tidak suka jika melihat Sehun didekati oleh mereka. Bahkan tampaknya, jika dilihat Sehun tampak baik-baik saja didekati oleh mereka. Bahkan sampai memasang senyuman manis kearah mereka. Tanpa sadar Luhan mematahkan pulpen di tangannya.

"Klek!"

Jujur ia sangat kesal pada tingkah Sehun yang tebar pesona kepada mereka. Luhan yang kesal pada akhirnya pergi dari sana. Tanpa tahu jika Sehun tengah melihat kearahnya dengan senyum menyeringai.

Luhan berdiri diatap gedung sekolah, ia mengumpat, memaki jika Sehun itu brengsek! Ia berpikir jika Sehun hanya memanfaatkan tubuhnya saja untuk pemuas nafsu semata.

"Ini, kulihat kau sedang kesal ada apa? Akhir-akhir jika kulihat moodmu tidak stabil, ada apa?" Tanya Kai yang tiba-tiba membawakannya minuman isotonic untuknya.

"Entahlah, sejak kepindahan murid baru bernama Willis itu, aku jadi kesal. Bahkan club misteri jadi club ajang perkumpulan siswa genit dan ganjen. Jujur aku tidak suka dengan pria itu." Ungkap Luhan.

"Iya, aku juga sama. Aku tidak suka padanya. Aku hanya takut jika dia merebut seseorang yang aku sukai." Ujar Kai, tanpa menatap kearah Luhan. Pria ini berkata sambil menerawang ke langit.

"Kau menyukai seseorang, siapa dia? Katakan padaku, mungkin aku bisa membantumu untuk menyatukan mereka." Balas Luhan tidak tahu apa yang diucapkan oleh Kai kepadanya.

"Hms... orangnya?" Kai menoleh kearah Luhan, ia tatap wajah Luhan lekat. Luhan menatap kearah Kai bingung. "Mengapa Kai menatapku seperti itu?" Batinnya.

"Orangnya sangat cantik, bahkan memiliki mata yang indah. Jika tersenyum sangat manis, bahkan dia sosok yang dewasa, pengertian dan bahkan sangat sayang kepada kawan-kawan serta keluarganya, terutama sang adik.

DEG!

Luhan tidak bodoh, diskripsi Kai tentang sosok itu entah mengapa menjurus kepadanya. "Hentikan Kai." Potong Luhan. Entah mengapa Luhan merasa jika ini salah. Kai tidak boleh mencintainya.

"Kau sudah tahu kan... jika aku..."

"CUKUP HENTIKAN!" Luhan menyela ucapan Kai kembali, kali ini lebih tegas.

"Lu... aku... aku..."

"Jangan Kai! Kau tidak boleh memiliki rasa itu kepadaku! Jangan katakan itu!" Hardik Luhan lagi.

Kai tidak peduli dan ia dengan lantang mengatakannya.

"XI LUHAN AKU MENCINTAIMU!" Ucapnya lantang.

Luhan tercekat kala Kai mengatakan itu kepadanya. Luhan tidak membalas ucapan Kai. Ia malah akan pergi meninggalkan Kai sendiri di gedung ini. Tapi seketika itu, lengannya di tarik oleh Kai. Kai memojokan tubuhnya ke dinding. Pria itu seakan tidak terima dengan penolakan yang diberikan Luhan padanya. Luhan memberontak, tapi tenaganya tidak sebesar pemuda ini. bahkan kala Kai berusaha ingin menciumnya. Ia seakan pasrah, yang ada dipikirannya hanya ada Sehun.

"BUG!"

Sebuah tinju melayang kepipi Kai. Luhan terkejut kala Sehun datang menyelamatkan-nya.

Kai terjatuh kala menerima bogeman manis di pipinya. Sehun marah melihat jika pria pesek, berkulit sedikit gelap ini mau menyentuh miliknya. Sehun tanpa ampun menghajar pemuda ini. Luhan merasa iba dengan Kai. Bagaimanapun juga Kai adalah kawannya. Jika Sehun terus memukuli Kai bisa-bisa pria itu mati.

"HENTIKAN OH WILLIS JANGAN PUKUL DIA LAGI! IA BISA MATI!" Teriak Luhan kencang.

"Dia bahkan mau melecehkanmu Lu, bagaimana aku bisa diam!" Balas Sehun mendesis marah.

"Aku tidak apa-apa.. cukup, hentikan. Dia bisa mati... kumohon." Luhan berusaha menurunkan emosi Sehun.

"Cih!" Sehun melepaskan cengkraman kerah baju Kai. Ia pun dengan kesal meninggalkan mereka berdua disana. Luhan yang melihat Sehun pergi merasa tertohok. Ia melihat jika pria itu marah kepadanya. Tapi disatu sisi ia tidak bisa meninggalkan Kai dalam keadaan babak belur seperti ini.

"Kau tidak apa-apa Kai?" Tanya Luhan lembut.

"Aku tidak apa-apa." Kai bangun tapi langkahnya terseok-seok bahkan ia akan terjatuh. Melihat Kai seperti itu, Luhan tidak tega kepada pria ini. Dengan baik hatinya ia memapah Kai menuju ruang kesehatan. Tapi belum sampai disana, ia melihat Kyungsoo melintas. Dengan Pede-Nya ia memanggil Kyungsoo untuk membawa Kai menuju ruang kesehatan karena ia masih ada urusan yang lain. Kyungsoo, pria ini bingung dan juga cemas. Pasalnya ia melihat Kai babak belur. Apakah mereka baru saja melawan hantu? Batin-nya. Tapi ia tidak menolak mengantarkan Kai keruang kesehatan.

Kyungsoo memapah Kai dengan hati-hati, jujur ia sangat senang jika dekat-dekat dengan pria ini. Sampai di ruang kesehatan ia mendudukan Kai diatas ranjang. "Apa yang sebenarnya terjadi Kai? Mengapa sampai seperti ini?" Tanya Kyungsoo hati-hati. Pria itu berkata sambil mengambil kotak obat didalam kabinet.

"Aku berkelahi." Jawab Kai singkat.

"Berkelahi dengan siapa? Dan kenapa bisa sampai berkelahi?"

Hening.

Kai diam. Ia bingung, haruskah ia menceritakan kejadian memalukan yang baru saja ia alami ini? Sebenarnya ia-lah yang salah. Karena tidak terima akan penolakan Luhan. Walaupun Luhan tidak mengatakannya langsung, namun melihat dari bahasa non verbal yang pria itu berikan, ia sudah tahu jawabannya jika pria itu menolaknya. Bahkan Luhan tidak mengantarnya sampai keruang kesehatan. Ia tidak tahu ada hubungan apa Luhan dengan murid baru itu, tapi ia merasakan jika Luhan dengan pria itu nampak dekat. Dan yang membuatnya masih bertanya-tanya adalah soal cincin dijari manis keduanya. Apa yang dikatakan oleh Minseok — Xiumin ternyata memang benar. Jika kedua cincin mereka sama tapi beda warna. Ia juga mengingat apa yang dikatakan oleh Luhan, jika Luhan lama memiliki cincin tersebut, jauh hari saat ia pindah kesini.

Deg!

"Apakah sebelumnya mereka sudah saling mengenal? Dan mengapa Luhan tidak manyukai Oh Willis? Dan mengapa pula mereka memiliki cincin yang sama? Apakah jangan-jangan..." Banyak asumsi-asumsi bermunculan dikepalanya. Tapi itu semua baru dugaan semata. Ia belum menemukan bukti yang kuat. Hubungan seperti apa yang mereka jalani? Ia harus memastikannya dengan jelas.

Luhan berlari menyusuri koridor hanya untuk menemukan Sehun. Tapi celakanya, setelah letih berlari ia tidak menemukan pria itu.

"Hah... hah... hah... kemana Sehun... Oh Sehun, kumohon dimana kau..." monolog Luhan menetralkan deru nafasnya yang lelah sehabis berlari menyusuri bangunan sekolah ini.

Deg!

Sampai ia merasakan jika Sehun ada di gedung sekolah lama. Dengan terpaksa ia berlari menuju gedung sekolah lama yang notabenya berhantu.

Sehun seakan dikianati, ia marah akan kejadian dimana Luhannya akan dicium oleh pria bernama Kai. Ia melihat jika Luhan pasrah dibawah kungkungan Kai. Sehun melemparkan barang yang ada disana. Tiba-tiba dari dalam tubuhnya keluar cakra hitam dan merah membalut tubuhnya, semakin lama semakin membesar, bahkan sampai menimbulkan keretakan di ruangan itu. Mata Sehun berubah warna menjadi merah, bahkan rambutnya semakin panjang, berwarna blonde. Taringnya yang tajam keluar ditambah kuku jari kaki dan tangannya memanjang nan runcing, seakan-akan hendak mencabik-cabik mangsanya.

Luhan semakin mendekat kearah gedung sekolah lama. Ia dapat merasakan jika ada aura jahat nan pekat yang menyelimuti bangunan tua ini.

DEG!

Yixing merasakan disekitar sini ada aliran energi yang kuat, bahkan energi ini tergolong energi yang membahayakan serta menakutkan para manusia. Dengan segera ia berlari mencari dimana letak energi menakutkan itu berasal.

Mata Yixing membola kala melihat pusat energinya berasal dari gedung sekolah lama. "Sial! AMANOJAKU! Shit!" Umpat Yixing. Yixing lalu merubah wujudnya, ia membacakan mantra setelah itu cahaya putih keluar dari tubuhnya, cahaya itu seakan membungkus tubuhnya, dan terakhir ada sebilah pedang ditangan kanannya, pedang yang bagus dengan gagang berwarna putuh dan juga emas. Serta ukiran-ukiran antik di pinggiran pedang itu sendiri. Rupa Yixing kali ini berubah, ia memakai jubah seperti kerajaan zaman dulu. (Kerajaan Tiongkok) Rambutnya tetap pendek. Bola mata yang tadinya hitam, berubah menjadi biru dan terdapat lambang kepala pegasus dikeningnya.

Setelah ia berubah, ia lalu menghilang dari sana. Tanpa ia sadari, jika perubahan wujudnya dilihat oleh seseorang. "Aku harus melaporkan ini kepada master. Tuanku pasti akan senang. Khu-khu-khu... Si white ghost telah kembali." Monolog sosok itu, sambil menyeringai setan.

Luhan berjalan mendekat, dampak yang ia rasakan dari aliran energi ini sangat kuat. Berkali-kali ia terdorong mundur, seakan-akan ia tidak boleh mendekat ke bangunan ini. Jujur Luhan sedih, ia tidak ingin jika Sehun-nya kembali menjadi sosok mengerikan seperti dulu lagi. Ia ingin melihat Sehun yang sekarang. Sehun yang selalu jail padanya. Sehun yang suka menggombal dan mesum padanya. Sehun yang setiap malam memanjakan-nya dengan belaian sensual sampai tubuhnya panas akan sensasi yang pria itu berikan. Sehun yang, yang ia cintai. Iya, dirinya baru sadar. Jika ia mencintai sosok Sehun. Ia hanya cemburu dengan perlakuan Sehun kepada gadis-gadis ganjen tadi. Ia marah, tak ingin jika Sehun didekati oleh oranglain. Dengan tekad yang kuat ia harus menolong Sehun. Membebaskan Sehun dari angkara murka.

Greb!

Hap!

Luhan terkejut, kala seseorang mengangkatnya lalu membawanya terbang. "Terbang!" Batinnya.

"Jangan takut. Aku adalah Yixing, maafkan aku sebelumnya. Aku sama seperti Sehun. Aku bukan dari dunia ini. Aku adalah roh penjaga kitab para hantu milik keluargamu. Aku bangkit karena hantu-hantu jahat itu muncul. Lu, saat ini Sehun sang Amanojaku sedang marah. Dan saat ini ia tengah mengubah wujudnya menjadi Iblis setan merah. Sehun sang Amanojaku adalah iblis setan merah. Ia termasuk iblis kelas atas, bahkan dia tergolong darah murni, bangsawan. Hanya kau yang dapat menenangkannya. Pakai cincin ikatan kalian untuk membuatnya tenang kembali." Terang Yixing panjang lebar.

"Tapi Yixing, aku tidak tahu mantranya? Bahkan dibuku hantupun tidak ada."

"Aku tahu memang tidak ada. Tapi kau tahu cara menenangkan-nya Luhan. Pakai kekuatanmu serta hatimu, aku yakin, sangat yakin. Kau mampu menjinakannya." Ujar Yixing yakin. "Bersiap-siaplah Lu, kita akan turun." Lanjutnya.

BLENG!

Mereka turun dari atas dengan sangat cepat bagai pesawat jet yang menghantam bangunan bahkan sampai membuat liang yang besar ditengah bangunan. Sehun melihat kedatangan mereka menatap sengit.

Yixing melepaskan Luhan dari gendongannya. Ia menatap Sehun tajam. "Khu-khu-khu... si white ghost telah muncul. Tidak kusangka kau bagian dari mereka Zhang Yixing. Kupikir bangsaku sudah menghabisi kaum kalian. Kau salah satu white ghost yang tersisa." Sindir Sehun tajam.

"Cih! Itu maumu Amanojaku. Kau tidak mengetahui dimana mereka sekarang. Dan kalian tidak akan pernah mengetahuinya. Kami kesini, hanya untuk menyadarkanmu. Jika kau masih seperti ini dengan terpaksa pedang dari surga ini akan menebasmu."

"HAHAHAHAHA..." Sehun tertawa kala mendengar perkataan Yixing, pedang dari surga katanya? Jika dilihat memang benar. Pedang itu, salah satu pedang dari malaikat agung — Mikael. Malaikat yang bertugas untuk membinasakan kaum seperti dirinya. Jika kau tidak dapat mengembalikan dirimu seperti semula, maka aku akan membunuhmu!" Ancam Yixing. Sehun menatap mereka muak. Ia melihat disamping Yixing berdiri sosok Luhan. Pria itu memandangnya pilu.

"S-Sehun... kumohon, jangan lakukan ini... aku mohon, kembalilah seperti semula. Jangan kau lakukan ini... hiks!" Tanpa Luhan sadari, Luhan menangis. Airmatanya mengalir turun membasahi wajahnya. Sampai dimana setetes liquid mengenai cincinnya. Tiba-tiba dari arah cincin keluarlah cahaya putih yang sangat terang, melihat cincinnya bercahaya ia langsung mengarahkan-nya kepada Sehun. Sehun bahkan juga terkejut kala cincinnya juga mengeluarkan cahaya. Seakan hitam dan putih menjadi satu. Tubuh keduanya semakin lama semakin mendekat, seakan-akan disatukan oleh gaya magnet dari medan cincin tersebut. Sampai dimana keduanya benar-benar mendekat dan Luhan melihat jika wujud Sehun seperti semalam. Sosoknya seperti vampire dalam film yang pernah ia lihat.

Greb!

Luhan langsung menerjang tubuh Sehun. Ia tidak takut pada sosok mengerikan yang ada dihadapannya ini. Yang ia pikirkan saat ini hanya-lah menenangkan Sehun sang pemiliknya dari penghancuran dunia serta rasa marah dan cemburu yang pria itu rasakan.

"Aku mohon kau jangan marah lagi... aku tidak menerimanya Sehun. Aku menolak Kai, bahkan aku sampai meninggalkan Kai hanya untuk menyusulmu kesini. Hentikan ini samua, bukankah kau ingin menjagaku... kau sudah berjanji padaku." Terang Luhan didalam pelukan Sehun. Sehun merasa tersentuh kembali. Ia merasa hatinya menghangat. Perlahan-lahan wujudnya yang seperti vampire bahkan aura yang tadinya mengerikan hampir menutupi semua bangunan gedung sekolah lama berangsur-angsur menghilang dan kini menjadi Sehun yang biasanya. Sehun yang seperti manusia.

Dilain tempat, Yixing melihat dua sejoli ini tersenyum tipis. Ia lega, pada akhirnya Sehun telah kembali menjadi sosok yang tidak mengerikan lagi.

Kris terkejut mendengar kabar dari Jongdae jika White Ghost masih ada. "APA! Kau tidak salah melihatnya kan?!" Selidik Kris.

"Aku yakin Master, jika White Ghost masih ada. Memang benar sejak pemerintahan Raja Iblis Daminaz, White Ghost diburu habis-habisan karena melakukan kudeta. Mereka pro pada manusia. Mereka ingin membentuk suatu negara dimana kita tidak lagi mengganggu kaum manusia. Tapi Itu tidaklah mungkin, karena kita adalah iblis, hantu, setan yang suka menggangu manusia. Dan karena itulah Raja Daminaz marah, beliau menangkap mereka bahkan membunuh semua kelompok White Ghost."

"Ia, aku juga mendengarnya, mereka menamai dirinya adalah White Ghost, hantu putih yang tidak ingin mencelakai para manusia. Bahkan mereka beralih profesi menjadi pelindung bagi manusia. Cih! Menggelikan sekali. Tapi ada mitos, jika ada salah satu White Ghost yang memiliki pedang Mikael. Malaikat itulah yang memberikannya langsung kepada salah satu White Ghost. Cih! Kenapa masalah kita makin rumit. Arrggh...!" Kesal Kris bahkan lagi-lagi gelas berisikan wine ditangannya pecah.

"Master! Tanganmu terluka."

"Tidak apa-apa, aku ini iblis, aku bisa menyembuhkan diriku sendiri bahkan luka sekecil ini, kecil untuk-ku. Kau jangan kuatir." Dan benar apa yang dikatakan oleh Kris jika dalam sekejap luka-lukanya menutup kembali. Kris seakan penarasan dengan sosok White Ghost ini. Ia merasa jika lawannya kali ini bukanlah lawan yang sembarangan.

"Tugasmu adalah mencari tahu, siapa White Ghost dan jangan lupa selalu pantau terus mereka." Smirk Kris.

Dilain pihak, Tao mendengar semua pembicaraan Kris dengan Jongdae. Tidak ia duga, ternyata White Ghost masih ada. Tao aslinya kesini ingin melapor jika Sehun sempat melakukan perlawanan kepada manusia. Tapi tampaknya gagal. Dan ia memutuskan biarlah ini menjadi rahasianya semata, jika adik dari masternya itu bisa dipancing dengan Luhan. Tapi ia tidak jadi melakukannya, ia lalu kembali menghilang dari pintu kamar sang master.

Luhan masih tidak percaya dengan penjelasan Yixing, jika pria ini adalah hantu. Yixing bukan lah manusia, tapi jika pria ini baik, kenapa tidak. Yixing mengatakan kepadanya jika ia adalah penjaga dirinya dan Baekhyun. Selama mereka - para hantu jahat masih meraja lela, ia belum bisa pergi dari dunia ini.

"Yixing, aku mau bertanya kepadamu." Ujar Luhan. Kali ini mereka berdua sedang duduk dibawah pohon, dan Sehun sang heem, suaminya tengah diajak Chanyeol memperkenalkan club misteri mereka. Ya... mungkin itu bagus untuk Sehun dalam bergaul dengan manusia.

"Ada apa Lu?" Tanya Yixing menoleh kearah Luhan.

"Apakah jika aku telah menyegel mereka, misalnya jika para hantu jahat sudah tidak ada. Apakah kau dan juga Sehun akan hilang?" Tanya Luhan. Pria ini diam, pertanyaan Luhan sulit untuk ia katakan.

"Mengapa kau berkata seperti itu?" Bukannya menjawab, Yixing malah balik bertanya.

"Karena kata kakek bilang, jika dulu-dulunya seperti itu. Menghilang jika para hantu sudah disegel. Bahkan kakekku sampai kaget kala aku mendapatkan kitab ini. Karena kakekku bilang, kitab ini sangat misterius? Seakan-akan muncul dan menghilang begitu saja, bahkan kakek juga mengatakan, setelah mama menyegel semua hantu-hantu itu, kitab ini lenyap begitu saja. Semua orang tidak ada yang tahu dimana kitab ini berada. Apakah mamaku menyembunyikan sesuatu?" Tanya Luhan kembali.

"Memang benar, jika kitab ini tidak hilang. Yoona memang menyembunyikannya. Dan disembunyikan dimana itu rahasia kami berdua. Kelak kau akan tahu sendiri. Mengenai Sehun, pria itu akan menghilang atau tidak, aku tidak tahu. Karena dulu-dulunya Sehun juga tertidur. Ia turut serta disegel." Jawab Yixing.

"Begitu ya... terimakasih atas penjelasannya." Balas Luhan.

Luhan seakan merasa takut, entah kenapa ia tidak ingin kehilangan Sehun. Ucapan Yixing tadi membuatnya merasa takut. Memang betul, jika dulu-dulunya Sehun turut disegel. Tapi apakah ia harus menyegel Sehun kembali, jika ingin kedamaian tercipta di dunia manusia?Jawabannya tidak! Ia tidak bisa menyegel Sehun. Bahkan sekarang mereka telah memiliki satu sama lain.

Tanpa sadar langkah kakinya membawanya keatap gedung sekolah ini. Dibukanya pintu atap, hembusan angin langsung menerpa tubuhnya. Semilir angin yang sejuk membuatnya nyaman. Sejurus kemudian, kedua bola matanya melihat sosok yang tengah berdiri di tengah sana, sambil memejamkan mata, seraya merasakan semilir angin menggoyang-goyangkan rambutnya.

Iya, dialah Sehun. Sosok yang membuatnya cemas setengah mati karena sempat membuat jantungnya lepas. Dengan langkah pasti ia berlari menerjang tubuh Sehun. Seakan-akan jika ia tidak lakukan ini ia akan kehilangan sosok itu selamanya. Ia tidak ingin itu terjadi. Disisi lain pria itu terkejut dengan aksi Luhan yang menerjang tubuhnya. Bahkan ini yang kedua untuknya mendepatkan pelukan dari Luhan. Sebenarnya ia senang mendapatkan perlakuan yang manis dari pria ini.

"Sehun berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku?" Tanya Luhan tiba-tiba.

"Meninggalkanmu, yang ada kau yang akan meninggalkanku Lu." Balas Sehun.

"Tidak, tapi kau!" Balas Luhan tidak terima.

"Apa dasarku untuk meninggalmu Lu... selama ini aku selalu ditinggalkan." Jawab Sehun menatap nanar. Luhan melihat sorot mata nanar dibola mata Sehun. Walaupun ia tahu jika Sehun tidak melihat kearahnya, melainkan menerawang keatas langit, bahkan ada nada kesedihan didalam nada bicaranya.

"Kenapa kau mengatakan seperti itu?" Tanya Luhan hati-hati sambil mendongak kearah Sehun.

"Karena kita berbeda Lu... aku iblis sedangkan kau manusia. Bahkan apakah kau mencintaiku Lu?"

Luhan bungkam. Cinta? Kata itu seakan sulit untuk ia utarakan. Apakah ia mencintai Sehun? Tapi jika bukan cinta lalu apa? Mengapa ia merasa cemas kala Sehun merubah wujudnya dan memiliki pikiran jika suatu saat Sehun pergi dari hidupnya, ditambah ia merasa cemburu jika Sehun dekat dengan orang lain. Apakah itu disebut cinta?

"Kau bahkan tidak bisa menjawabnya Lu. Sudah jelas, jika kaulah yang akan..."

"Hmmpphh..."

Belum sempat Sehun mengatakan-nya, Luhan membekap mulutnya dengan bibirnya. Sehun benar-benar terkejut dengan aksi Luhan yang baginya amat berani ini. Biasanya ia yang memulai terlebih dahulu tapi kini Luhan-lah yang memulainya. Walaupun terkesan malu-malu tapi Sehun tersenyum disela ciuman mereka. Luhan bahkan sampai jinjit, untuk menyamai tinggi badan Sehun yang menjulang.

Luhan menjilat permukaan bibir Sehun meminta akses masuk ke liang hangat mulut pria ini. Jujur Sehun tersenyum, ia tidak menyangka Luhan dapat melakukannya. Dan karena itulah ia merubah posisinya, ia lah yang mengusai permainan. Dengan brutal dan rakus ia melahap mulut Luhan. Luhan tidak mau kalah, ia juga membalas pagutan demi pagutan yang Sehun berikan. Lidah keduanya saling melilit, mengoral satu sama lain. Saliva turun mengenai dagu lalu turun ke leher Luhan, tanpa ragu Sehun menjilat saliva dari Leher menuju ke atas. Luhan kembali mendesah pelan.

Luhan mendorong Sehun, Sehun menyergit kala Luhan mendorong tubuhnya. "Apa dengan ini kau percaya padaku?" Tanya Luhan kepada Sehun.

"Bagaimana ya..." Goda Sehun, pose berpikir. Seketika Luhan memasang wajah kesal. "JADI KAU MASIH MERAGUKANKU! AKU BENCI PADAMU! DAN TIDAK ADA JATAH UNTUKMU!" Amuk Luhan, ia bahkan akan meninggalkan Sehun tapi pria itu malah mendekapnya dari belakang.

"Aku percaya padamu Lu... kau mencintaiku sekarang. Aku pun juga sama. Saranghae." CUP! Debaran jantung Luhan semakin berdetak kencang. Ungkapan kalimat cinta yang diberikan Sehun kepadanya membuatnya terbang.

Sehun perlahan-lahan membalik tubuh Luhan agar menghadap kearahnya. Ia pandangi wajah merona Luhan. Bahkan tak terasa sudah senja, dengan kata lain mereka membolos dijam pelajaran.

Kembali mereka menyatukan ciuman panas yang sempat tertunda tadi. Dengan latar awan senja sebagai saksi bisu jika kedua insan berbeda dimensi ini saling mencintai.

Plok!

Bunyi kecipak bibir yang terlepas ditambah nafas yang memburu dari Luhan mengakhiri adegan kissing mereka. "Apakah kau mau melanjutkannya diranjang panas kita Lu..." Ujar Sehun sensual. Luhan balas menatap Sehun dengan seringaian. "Aku rasa itu pilihan yang tidak buruk Sehunah..." Bisik Luhan tak kalah erotis.

Sehun bersmirik ria, setelah itu keduanya menghilang dari atap gedung melanjutkan adegan panas yang tertunda.

TBC.

Aigoo... aku merasa semakin kesini semakin gaje. #mewek! T^T

Yang minta adegan NC udah aku kasih. Hehehehe... maafkan jika adegan NC-nya yang terakhir aku cut. #Digebuk masa.

Wah, ada tambahan orang lagi nih. Hehehe... jangan marah ya... yang biasin Jongdae. Disini dia jadi kaki tangan Kris. Dan maaf juga jika biasnya Kris a.k.a Wu yi fan jika Yifan selalu aku nistain di ffku. Habis mukanya yang datar seperti angry bird itu cocok jadi antagonis. #digebuk penggemarnya Yifan.

Soal M-preg masih aku pertimbangkan. Gak tahu bakalan keluar apa kagak. Lihat sikon lah... masa ia pas lagi perang besar Luhan hamil. Bisa keguguran dah janinnya. Jadi lihat Sikon aja dah. Jika kalian ada ide silahkan PM aja. Aku juga menerima Ide loh. #alesen, padalah aslinya potek. #nyengir. #Tampang watados.

Dan yang nebak jika itu Kris betul sekali. #dicipok Kris satu-satu. ^^

Aigoo... senang banget ane Luhan di Korea, mini albumnya keluar dan ini hadiah untuk kalian karena hatiku berbunga-bunga. ^^ Aku yakin, kalian para Hhs, Hhhs juga sama sepertiku. Hehehe... #Tebar lope-lope dari HunHan.

Oke, selesai dah cuap-cuapku. Makasih banget untuk yang selalu dukung ff ini baik yang review, follow, favorit. Saranghae... #Dicipok HunHan satu-satu.

Untuk sider juga makasih banyak. Ya setidaknya kalian sudah berkenan mampir. #nyengir.

Dan maafkan ane, jika kalian banyak menemukan typo, bahasa yang acak kadul, saya minta maaf. #bungkuk-bungkuk.

Oke see you next chap. Bye Pyong!^^…

Tebar Kiss from HunHan. Lope-lope ^o^