Sensei!

Original Character Belongs To Masashi Kishimoto

Original Story Belongs To Gererezer

Warn : TYPOS, OOC, AU, LEMON, etc.

.

.

.

Naruto pov

"Kyuu-nii tidak pulang huh?" ku edarkan seluruh pandanganku disekitar rumah. Dan tidak menemukan sosok Kyuubi.

Sekarang sudah pukul 5 pagi, dengan malas ku langkahkan kakiku untuk memasuki kamar mandi. Seluruh badanku sangat pegal karena tertidur di sofa.

Ditengah tengah ritual mandiku, terbesit peristiwa kemarin sore seusai pulang sekolah. Yap, wanita berambut panjang dan juga seseorang yang menepuk bahuku.

Dengan segera ku basuh seluruh tubuhku dan keluar dari kamar mandi, menuju kamarku untuk bersiap siap kesekolah dan juga keluar dari rumah.

"fiuhh... safe~" gumamku setelah sudah berada didalam kereta.

Kurogoh saku celanaku untuk mengambil ponselku.

Namun aku teringat sesuatu..

"Shimatta!" ku kepalkan tanganku.

Ya, aku lupa membawa ponselku. Sangat menyebalkan. Kuyakin aku akan bosan disaat jam pelajaran kosong.

Setelah beberapa menit, sampai juga didepan Konoha Gakuen.

Apakah ini hari tersialku ?

gerbang sudah ditutup, oh tuhan ini benar benar sudah terlambat.

Apa yang harus kulakukan sekarang ?

Memanjat pagar belakang ?

Oh tidak, itu bukan pilihan yang baik

Terakhir kali aku memanjat pagar belakang aku terkena 'skors' selama 3 hari.

"tiin tiinn!"

Ku tolehkan kepalaku kearah belakang, suara klakson mobil hampir membuat jantungku copot dari tempatnya. Mobil sport hitam berada di belakangku. Dapat kulihat secara samar seorang pria berkacamata hitam menduduki bangku kemudi.

Segera ku bergeser kesamping. Pagar terbuka dengan anggunnya. Ku sunggingkan senyum puasku.

Kulangkahkan kakiku secara cepat namun...

"OUCHH!"

Sesuatu membuatku terjatuh..

Sesuatu mendorongku dari belakang.

Seragamku kotor, celanaku kotor. Segera ku bangunkan diriku dan melihat siapa pelakunya.

"Oi! Pakai kedua matamu untuk melihat bodoh!" teriak seseorang di jendela kemudi.

Hei hei apa apaan dia itu.

"Hei! Jika kau membawa mobil itu yang benar! Apa badanku tidak terlihat dari kaca mobilmu hah?!"

"Menyingkir!" Ucap orang itu dengan dingin.

"Aku tidak butuh perintahmu!"

Ku langkahkan kakiku menjauh dari mobil mahal yang dikendarai orang aneh itu menuju kelasku.

Sungguh aku masih kesal, kakiku sedikit sakit akibat itu.

Aku berjanji akan menampar wajahnya jika bertemu.

.

.

"Oha—"

Ku buka pintu kelas secara perlahan dan..

Sesuatu mengenai kepalaku..

Basah..

Seragamku basah..

"HAHAHAHAHAHAHAHA"

"Naruto kau lucu sekali hahahaa!"

"Lihat lihat, jebakannya berhasil hahahah"

Wajah berseri senang menatapku.

Mereka membuka lebar lebar mulutnya dan mengeluarkan 2 huruf vokal dan konsonan.. "H" dan "A" secara berkali kali.

Ku tatap nanar kearah mereka.

Aku bukanlah seorang korban bully.

Kulangkahkan kakiku kearah bangku ku dan menaruh tasku lalu pergi keruang ganti.

Badanku benar benar basah total..

Langkah kakiku membuat lantai koridor basah.

Ku percepat langkahku kearah ruang ganti, untung saja aku mempunyai baju olahraga.

Dengan tidak sengaja aku menabrak seseorang yang memakai kemeja abu abu dan membawa sebuah map.

"Uuhh!" kagetku sambil mengusap wajahku yang terkena dadanya.

"Tch." Decihnya.

Ku dongakkan kepalaku untuk melihat siapa orang yang aku tabrak.

Hei... tunggu wajahnya sangat familiar.

"Lihat apa yang telah kau perbuat kepada kemejaku?"

Ku lihat kemejanya yang basah karena bertabrakan denganku yang benar benar basah kuyup.

"Err.. Membagi air yang berada di tubuhku hehe."

Dapat kulihat mata onyx itu menatapku dingin dan menusuk.

Seketika nyaliku ciut hanya dengan menatapnya.

Ia menghela nafas beratnya.

"Since this morning I hit you with my car. I'll forgive you this time."

Tunggu...

Menabraku? Mobil?

AH!

"JADI KAU YANG MENABRAKKU TADI HAH?!"

Ku naikkan sedikit suaraku.

"kau berisik sekali bodoh!"

Ku ayunkan tanganku kearah wajahnya namu.

"Ah Uchiha-san ? aku sudah menunggumu daritadi."

Itu suara guru piket.

"Apa yang kau lakukan disini Uzumaki-kun?"

Sial.

"A-ahh aku ingin ke ruang ganti." Gugupku lalu menurunkan tanganku.

Sial.

"Cepatlah, sebentar lagi Kakashi Sensei akan masuk kekelasmu." Ucap guru piket itu.

Ku langkahkan kakiku menjauh dari 2 orang itu.

Sebelum aku benar benar melangkah, dapat kulihat senyuman dan tatapan remeh dari orang yang kutabrak.

Sial.

Jika saja guru piket tidak datang, sudah kupastikan wajah pria itu memerah dan bergambar telapak tanganku.

End Pov

Setelah mengganti baju, Naruto membolos satu jam pelajaran untuk mendinginkan pikirannya.

Ia mendinginkan kepalanya dengan cara menumpahkan segala emosi pada piano di ruang musik.

Ia memainkan sebuah lagu yang Ia karang sendiri.

Bel pergantian jadwal pun sudah terdengar di telinganya.

Ia segera memberhentikan permainannya dan menatap kosong kearah jendela yang terbuka, sayup sayup angin menerbangkan gorden putih tipis.

"Kaa-san.. Tou-san.." Gumamnya.

Setelah itu Ia membangkitkan dirinya dan berjalan keluar dari ruang musik menuju ruang seni.

Pelajaran selanjutnya adalah seni.

Pelajaran yang Ia sukai sepanjang masa.

Ia dapat melihat beberapa teman kelasnya sudah menduduki kursi kursi kosong. Ia memilih untuk duduk dibagian pojok belakang.

'Kiba hari ini tidak datang kah..'

Pikirnya.

"Ne ne, kau tahu. Guru Seni kita sangat tampan!"

"Maji?! Uso da!"

"hontou da yo!"

Beberapa suara bisikan memenuhi ruangan seni, sampai akhirnya seseorang membawa map hitam memasuki kelas dan berdiri di belakang meja guru.

Mata Naruto membululat dengan sempurna

"O-OMAE?!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kyuubi Pov

"Kau menyukai tubuhku hm?"

Apa ?

Tubuhnya?

Segera ku dongakkan wajahkku.

Sial.

Ku jauhkan tubuhku dari dirinya dengan tatapan tak bisa ku deskripsikan sendiri.

"A-APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!"

Teriakku secara shock.

Apa yang dia lakukan disini?

Satu ranjang denganku?

Bertelanjang dada?

Oh tuhan pinggangku sakit!

Ku pegangi pinggangku yang sakit.

"You are really wild last night"

Ha?

Wajahku memerah.

"A-APA MAKSUDMU KERIPUT!"

Aku melihat tubuhku sendiri kearah kamar mandi.

Takut takut ada kissmark/Hitckey.

Fuhh.. untung saja tidak ada.

"Kyuu-chan"

Bisa kulihat sosok si Keriput dari pantulan cermin.

"PERGI!"

Teriakku sambil menatap nanar kearah tubuhnya yang yah.. Atletis dan juga.. Ngg, aku tidak mau mengakuinya. Seksi.

"Ini rumahku, mengapa aku harus pergi hm?"

Apa katanya ?

Benar juga apa katanya, aku tidak tahu sedang berada dimana

Tempat ini sangat mewah bagiku dan juga— tunggu. Untuk apa aku kagum akan tempat tinggal Si keriput ini!

Kurasakan sesuatu menyentuh bokongku yang sangat sensitive.

"Ngh! JANGAN MENYENTUHKU SEENAK JIDATMU ITACHI!"

Yang dapat ku dengar hanya sebuah kekehan yang sangat menyebalkan.

Kusingkirkan tanganya yang lebih besar dari tanganku itu,

Aku harus segera pulang dan bekerja ditempat lain.

"Dimana bajuku?" tanyaku tanpa melihat wajahnya.

Cih! Aku takkan sudi melihat wajahnya.

"Kemeja dan celanamu sudah lusuh jadi kubuang."

Apa?

DIA MEMBUANG KEMEJAKU?!

"KERIPUTTT ITU SATU SATUNYA KEMEJA PUTIHKUUU!"

"Tenanglah. Aku sudah membelikan yang baru untukmu. Sekarang mandilah aku akan menyiapkan sarapan."

Itachi meninggalkanku dikamar mandi.

Wajahku memerah. Tanpa alasan.

"Chikuso!"

Kututup pintu kamar mandi lalu segera membersihkan tubuhku.

Selang 15 menit tubuhku sudah dibalut dengan handuk.

Kubuka pintu kamar mandi dan mendapati Itachi sedang duduk didepan laptopnya.

"K-keriput! Dimana pakaianku?!"

Itachi melihat diriku sedang senyuman tamp— JAHAT-nya.

Itachi berjalan kearah lemari bajunya dan mengambil beberapa potong pakaian dan memberikannya padaku.

Dengan Mau-tak-mau aku mengambil pakaian itu dan segera kembali kedalam kamar mandi untuk memakai pakaian yang Si Keriput berikan.

Celana sedengkul dan kaus merah yang.. Jujur kebesaran ditubuhku. Setelah selesai aku segera keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutku.

"Apakah kau tidak punya baju yang sedikit kecil untukku?" Protesku seraya mendecih.

"Itu baju tahun lalu Kyuu-chan. Sekarang sarapanlah, aku sudah menyiapkannya."

Ia menunjuk makanan yang berada di dekat sofa.

Ruangan ini sudah seperti ruang tengah yang di gabungkan dengan ruang tidur.

Segera kududukan tubuhku di sofa dan mulai memakan sarapanku.

"Oishi.." Gumamku selagi menguyah Steak Hamburger buatan Itachi.

"Kau suka? Aku bisa buatkan yang lebih enak daripada itu."

"I-Ini tidak enak! Masakanku lebih enak daripada masakanmu!"

"Kau makan dengan lahap Kyuu-chan"

S-sial!

Kamisama.. Mengapa aku harus berurusan dengan Serigala mesum nan licik ini.

End Pov

"Kyuubi, berhentilah bekerja di tempat itu."

"Hah?!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

HAHAHAHAHAHAHHA FINALLY!

Sorry for late update ;-;

/bow/

Balesan review :

SNIK : /kasih duit recehan/

Michhazz : /puterin ragunya ridho rhoma – menunggu/

Minnnn : Udah tau kan jawabannya ;3

Hanazawa kay : Kan jones tuh dia jadi sendirian..

Hunkailovers : Cek dan vote di profil abang aja ya neng

Kuro SNL : hei kamu, ikut vote di profil abang ya!

Neko chan : kamu ... labil..

Habibah794 : aku bingung mau jawab apa..

Ayame : abang semangat kalo kamu nganu /DIKEBIRI/

Arashilovesn : kamu.. voting di profil abang

Guest : ketika negara api menyerang.. /G

Kuruchi : terjawab syudah di chap ini

Gici love sasunaru : ini diaaa~

Just kimberly : kamu.. ikut voting di profil abang

Wu jikyungie : masih rahasiaaaaaaaaaa

Shean ren31 : ikuti kata hatimu nak.. sesungguhnya Naruto umur segitu cocok reader fic lama sensei ?/seketika dia bahagia/

Sumpah maaf kalo Ge responnya flat banget kek dadanya Naruto /EI/ dan MERRY CHRISTMAS untuk kalian yang merayakannya! GOD ALWAYS BLESS YOU ALL! And may santa gives you a good great gifts!

Untuk vote vulgar atau tidaknya cek profil ge yak!

Blood Rose