The Bible Of Voodoo.

Pair: HunHan.

Main Cast: Luhan, Byun Baekhyun, Oh Sehun and other. (Seiring bertambahnya chap, tokoh juga akan bertambah)

This is BoyXBoy, Yaoi, Mistery-Horror-Supranatural.

Ret: M

Warning: Typo bertebaran dimana-mana, Bhs tidak baku, cerita gaje, OOC. Jangan membaca ini kala malam hari.

NB: FF ini terinspirasi dari anime Ghost at School tapi alurnya mungkin akan sedikit berbeda, namun ada bagian dimana aku mengambil dari anime tersebut, dan FFku ini pure milikku, dan tokoh-tokoh yang ada disini milik keluarga mereka dan Tuhan YME.

Tambahan: saya tahu jika marga Luhan adalah Lu, tapi maaf demi kepentingan cerita ini saya ganti dengan Xi. Maafkan jika tidak suka. Dan saya tidak memaksa kalian untuk menyukai, membaca, review, follow, favorit ceritaku. Jika kalian suka dan menanggapi cerita ini dengan memberikan dukungan berupa Review, follow, favorit saya pribadi sangat-sangat berterimakasih. Tapi saya tekankan sekali lagi, saya tidak memaksa kalian untuk melakukan 3 diatas. Salam dari ku. ^^

Luhan terbangun kala sinar mentari pagi masuk melalui celah kecil jendelanya. Dilihatnya sosok tampan yang saat ini menindihnya layaknya guling. Bahkan ia merasakan jika liangnya masih penuh. Tampaknya Sehun lupa, atau pria ini kelelahan sampai tidak melepaskan miliknya dari lubangnya. Luhan akan melepaskan diri dari Sehun tapi seketika pria ini terbangun. "Tetaplah seperti ini Lu... hms... nampaknya milikku eraksi lagi... bagaimana jika pagi ini kita tidak usah sekolah Lu... aku ingin bermain denganmu..." Pinta Sehun manja. Luhan mendelik, tapi ia merasakan jika milik Sehun membesar. Oh tidak, jika ia tidak masuk, ia tidak akan mendapatkan nilai, karena hari ini ada ulangan harian.

"Tidak Sehun, nanti malam saja ya ... hari ini ada ulangan harian. Ditambah semalam kan, kita sudah melakukan permainan yang panas sampai-sampai pungggungku rasanya pegal semua." Jawab Luhan sambil membelai wajah Sehun. Sehun manyun, ia tidak suka dengan penolakan Luhan. Tapi ia tau diri dan pada akhirnya ia melepas alat vitalnya yang sudah kepalang horny, alhasil ia bermain solo dikamar mandi tapi nanti malam ia akan menagih janji pada pria itu untuk memanjakan miliknya. Sungguh nafsunya sangat besar jika berdekatan dengan Luhan.

~oOo~

Luhan dan Baekhyun saat ini mereka tengah berada dimeja makan menikmati sarapan dengan segelas susu stroberry dan roti bakar rasa bluberry. Keduanya makan dengan khitmad, tidak ada dari mereka yang mengeluarkan suara.

"Aku sudah selesai Baek. Cepatlah kau habiskan sarapanmu lalu kita berangkat." Ujar Luhan kala telah menyelesaikan sarapannya.

"Ne hyung." Balas Baekhyun. Dan dia dengan segera menghabiskan sarapan-nya. Setelah semuanya habis, ia pun bergegas keluar menyusul Luhan, tidak ketinggalan tas di punggung ia bawa.

Diperjalanan Baekhyun merasa Luhan sedikit aneh. Akhir-akhir ini sang kakak suka menghilang di kelas. Jarang mengikuti pelajaran. Semua itu ia dengar dari Xiumin teman sekelas hyung-nya. Bahkan murid baru yang bernama Oh Willlis juga suka membolos dijam pelajaran.

"Hyung, apa hyung suka membolos dijam pelajaran?" Tanya Baekhyun tiba-tiba.

"Eh, kata siapa kau." Balas Luhan langsung menoleh kearah sang adik.

"Xiumin hyung, kudengar akhir-akhir ini kau sering membolos dijam pelajaran. Bahkan siswa baru yang bernama Oh Willis itu juga. Mengapa kau membolos hyung, apakah pada saat itu ada hantu jahat yang mengusik kita?" Tanya-nya lagi.

"Tidak, aku hanya ingin bebas saja. Aku membolos hanya ingin merasakan hidup. Jujur aku bosan dengan hidupku yang sekarang." Balas Luhan sambil menerawang kedepan.

"Wae hyung. Bukankah kau selama ini teratur? Kau itu orang yang disiplin." Ujar Baekhyun.

"Karena itulah, aku bosan. Aku bosan dengan hal-hal yang teratur. Aku sebenarnya iri padamu Baek, sejak dulu kau lebih dekat dengan mama. Hidupmu seakan bebas, bahkan kau dibebaskan dari tugas dan tanggungjawab sebagai keluarga Xi. Baba selalu menekan-kan padaku, jika aku adalah tolak ukur keberhasilan keluarga ini. Karena aku anak pertama, bahkan kelak aku yang akan menggantikan baba. Kau tahu Baek, aku tidak begitu menyukai bisnis. Tapi semua itu harus kulakukan, karena apa? Banyak hidup yang harus aku genggam. Jika kelak aku menolak, para karyawan yang bekerja di perusahaan baba akan jadi pengangguran. Tindak kejahatan akan semakin banyak. Aku tidak mau seperti itu. Dan semua itu ada dipundakku. Aku lah yang akan menanggung semuanya." Terang Luhan panjang lebar.

"Tapi hyung, ini kan hidupmu hyung. Kau bisa memilih hidupmu sendiri?"

"Aku tidak bisa memilih, anak sulung dari keluarga Xi tidak bisa memilih takdirnya. Sudahlah, ayo kita cepat menuju Sekolah. Aku tidak mau terlambat." Ajak Luhan menarik tangan adiknya agar cepat menuju sekolah mereka.

~oOo~

Sejak Sehun jadi anggota club banyak yang bergabung ke club misteri. Bahkan pria bernama Kim Jongdae, selaku anggota OSIS ikut bergabung. Disisi lain Yixing merasakan ada yang tidak beres dengan pria bernama Kim Jongdae itu.

"Hai Lu, aku sarankan kau untuk berhati-hati kepada anggota baru. Terutama pria bernama Kim Jongdae. Aku merasa jika dia bukan pria yang baik." Bisiknya ditelinga Luhan.

"Hem, aku juga berpikir begitu. Entah mengapa aku tidak suka padanya. Bahkan dengan wanita itu, wanita bernama Irene. Aku lihat ia berusaha mendekati Sehun." Bisik Luhan.

"Hehehe... kau ternyata sudah memiliki rasa kepada Iblis itu.. ya selama ia tidak melukaimu aku sih fine-fine saja." Ujar Yixing santai.

"Diam, jangan menggodaku." Saut Luhan merasa malu, pasalnya Yixing tengah menggodanya.

Ternyata, di sekolah mereka tengah ada kehebohan jika ada dua orang siswi dinyatakan hilang, dan sudah beberapa hari tidak ditemukan. Para polisi tengah mencari dua siswi tersebut. Luhan dan kawan-kawannya mendengar, jika dua siswi itu bernama Shin Mijin, dan Go Hye Min. Dua siswi yang mereke tahu kutu buku, serta introvert. Penampilan kedua siswi yang hilang tersebut tergolong biasa.

"Bapak hanya ingin mengatakan kepada kalian. Jika akan pulang, jangan pulang sendiri. Karena saat ini banyak aksi kejahatan yang menyerang kaum remaja seperti kalian. Apalagi kita tinggal didesa, tidak sepadat dan seramai kota. Jangan percaya pada orang asing. Hendaknya kalian langsung pulang kerumah, jangan mampir-mampir kemana-mana." Kata Guru Choi menyarankan kepada mereka.

Banyak dari para mereka yang takut dan cemas jika nanti mereka menjadi korban dari aksi kejahatan yang sedang marak terjadi.

Disaat jam istirahat Luhan malah menyeret Sehun ke gedung sekolah lama. "Katakan! Apakah ini ulahmu eoh?!" Ujar Luhan sambil memojokan Sehun. Sehun bukannya takut, malah ia seakan bergairah dengan aksi istrinya ini. Luhan dimatanya sangat seksi dan menggoda. Wajah yang hanya beberapa senti saja, tubuh yang saling menghimpit membuatnya naik. Ya.. walaupun Sehun akui jika Luhan saat ini sedang mengintrogasinya, tapi di mata iblis setan merah ini Luhan sangat menggoda.

"Hai-hai, bicara apa kau. Kau tidak lihat jika aku setiap harinya bersamamu... kita selalu menghabiskan waktu bersama kan, otomatis aku tidak pernah kemanapun selain bersamamu Lu..." Ujar Sehun sambil berbisik kearah Luhan.

"Lalu siapa yang melakukannya, apakah kau tahu?" Tanya Luhan masih mengurung Sehun.

"Hms, saat ini aku belum mengetahuinya. Tapi ada beberapa orang yang saat ini aku curigai dear." Balas Sehun. Luhan penasaran, siapa orang yang dicurigai oleh kekasihnya ini. "Siapa dia?" Tuntut Luhan.

"Aku belum bisa mengatakannya. Tapi aku mencurgainya."

"Siapa dia... mungkin aku bisa membantu menganalisa?" Saut Luhan menuntut.

"Kau sungguh pemaksa ya Dear, tapi sebelum aku mengatakannya, kau bisa melayani aku kan dear?" Bisik Sehun sensual. Ia pun langsung membalik tubuh Luhan, dan mengurungnya. Mata Luhan membola dengan perlakuan tiba-tiba dari Sehun.

Sehun mencium bibirnya dengan penuh nafsu, seakan-akan sedari tadi pria itu menahan birahinya. Luhan kewalahan meladeni ciuman panas yang Sehun berikan.

Hhmmmmpphh...

Hhmmmmpphh...

Uuuuuggghhh...

"Ssshhmmpph... ja.. mmphh... ngan.. hmmph... disini... hosh... hosh... hosh.." Sehun melepaskan pegutannya. Lihatnya wajah Luhan yang memerah serta saliva yang mengalir didagunya. Sehun segera mengelapnya menggunakan satu ibu jarinya.

"Maafkan aku dear, itu karena kau telah menggodaku. Dan lihatlah ini." Sehun mengarahkan tangan Luhan kemiliknya, Luhan terkejut, merasakan jika milik Sehun sudah menegang.

"Tidak Sehun jangan dulu. Kau tahu kan, kita sedang disekolah. Aku tidak bisa melayanimu sekarang. Karena Baekhyun mulai curiga jika kita sering membolos dijam pelajaran." Terang Luhan.

"Tapi dear... aku sudah tidak tahan. Kau bisa memanjakannya dengan mulutmu itu... aku mohon..." Pinta Sehun manja. Luhan mendesah kala Sehun merengek padanya.

"Hanya oral seks Hun, tidak lebih!" Tegas Luhan. Dan Sehun pun menurut.

Karena disini sepi, Sehun segera mengeluarkan miliknya dari celana yang membungkus daerah privasinya. Luhan mendesah pasrah. Lihatnya milik Sehun telah menegang. Ia pun tanpa basa-basa memasukan milik Sehun kedalam mulutnya. Luhan menjilat, menghisap layaknya memakan lolilop. Ia pun juga memaju mundurkan milik Sehun dengan cepat. Sehun sang pemilik mendesah ke-enakan miliknya dimanjakan oleh lidah Luhan. Ia memajukan miliknya sampai membuat Luhan tersedak, airmata keluar dari matanya efek tersedak. Beruntung Luhan tidak mempermasalahnya. Karena milik Sehun lebih besar, dan panjang tidak semuanya dapat masuk kedalam mulutnya. Ia menggunakan tangan dan lidahnya untuk memanjakan milik Sehun yang sangat perkasa ini.

Sehun semakin mendesis, mendesah ke-enakan. Sampai Luhan merasakan jika milik Sehun semakin membesar dan berurat serta keras. Dengan tempo cepat ia mengocok, mengoral milik Sehun agar cepat keluar. Dan pada hitungan ke-5 sperma Sehun keluar, menyembur didalam mulutnya. Dengan terpaksa Luhan menelan seluruh milik Sehun, memasukannya kedalam perutnya. Karena terlalu banyak cairan yang keluar, cairan Sehun luber mengotori mulut Luhan.

Sehun segera menuntun Luhan untuk mendekat kearahnya. Ia pegang tengkuk Luhan dan kembali bibir mereka berpagutan. Ia hanya ingin membersihkan mulut Luhan dari lelehan sperma yang ada di mulut Luhan. Luhan tidak menolak sapuan lidah Sehun didalam mulutnya. Ia merasakan sensasi kenikmatan yang Sehun berikan untuknya.

"Aku sudah memanjakanmu kan. Ayo kita pergi dari gedung sekolah lama. Aku harap para penghuni gedung sekolah lama tidak marah, kita melakukan ini di sini." Ujar Luhan.

"Jika pun mereka melihatnya, mereka tidak akan berani pada kita Lu... " Bisik Sehun sensual.

"Jangan mesum Sehun. Kau ini, semakin hari semakin melunjak saja. Aku takut jika setiap harinya kau membobol lubangku terus bisa-bisa aku hamil tahu!?" Gerutu Luhan.

"Kau ini ada-ada saja, kau ini kan pria mana mungkin bisa hamil. Karena kau pria, aku bisa tenang untuk memasukimu. Lagipula jika kau sampai hamil, kau tenang saja. Aku pasti akan menjaganya." Saut Sehun. Luhan mendelik kearah Sehun dan berkata, jika ia tidak mau hamil karena ia masih muda, lagipula akan repot jika sampai keluarganya tahu jika ia hamil. Bisa-bisa baba-nya akan membunuhnya.

~oOo~

Keaadaan semakin mencekam, sudah ada 3 remaja yang dinyatakan hilang. Luhan dan kawan-kawan merasa kejadian ini semakin janggal. Chanyeol selalu ketua di club misteri mengumpulkan seluruh anggota inti, yaitu kawan-kawannya yang lama ditambah Sehun juga masuk disana karena Luhan yang merekomendasikannya. Awalnya Chanyeol keberatan pasalnya Sehun anggota baru. Tidak hanya Chanyeol saja, melainkan Kai juga menolaknya. Tapi Luhan bersikeras memasukan Sehun masuk ke tim inti. Anggota inti adalah anggota dimana yang masuk tahu betul rahasia didalam club misteri. Dan merekalah yang mengontrol, mengkoordinir anggotanya.

"Apa dasarmu jika orang ini bisa dipercaya Lu." Tantang Kai kepada Luhan.

"Karena aku tahu siapa dia Jongin. Dan akulah orang yang paling tahu dirinya. Jika, misalnya orang ini mengkianati kita. Aku sendiri yang akan menghabisinya." Ujar Luhan penuh percaya diri.

Kai menyeringai mendengar jawaban Luhan. Dirinya semakin yakin jika Luhan dengan pria bernama Willis ini memang memiliki hubungan. Terbukti dari perlakuan Luhan kepada orang baru tersebut.

Malam harinya, mereka - anggota inti melakukan penyelidikan. Mereka merencanakan dengan cara, memancing sosok itu untuk keluar. Dengan menggunakan umpan. Dan kali ini umpannya adalah dua wanita cantik. Karena semua anggota tim inti adalah pria. Alhasil harus ada yang menyamar menjadi wanita.

Awalnya mereka menolak. Tapi Yixing berkata, jika adilnya adalah dengan diundi. Dua orang yang beruntung itu adalah Luhan dan Kyungsoo. Luhan marah, tidak ingin dipermak menjadi wanita. Tapi karena ini sudah keputusan bersama dirinya tidak bisa mengelak.

Jujur, baik Luhan maupun Kyungsoo sangat takut jika nanti ia diterkam oleh sosok misterius yang mereka tidak ketahui. Dengan bantuan tangan trampil Baekhyun dalam mendandani mereka, alhasil kedua namja berstatus uke ini bertranformasi menjadi wanita cantik, bahkan semua yang ada disana dibuat menganga pasalnya jika mereka tidak tahu gender dari dua sosok didepan mereka, mereka pasti meyakini dua orang itu adalah wanita tulen.

Bagaimana tidak. Baekhyun mendadani Luhan layaknya gadis kota yang cantik nan polos. Luhan memakai wig panjang dengan rambut lurus - madu, memakai kaos putih, dan rok yang menjuntai sampai dengkul. Serta terdapat bandana merah dirambutnya. Sungguh cantik.

Sehun dan Kai melihat Luhan yang seperti itu ingin sekali merangkulnya, menciuminya. Dua pria ini bahkan memiliki pikiran kemana-mana. Tapi sinyal Sehun lebih kuat. Sehun ingin sekali mengacaukan pikiran Kai, ia tidak suka jika pria itu membayangkan yang tidak-tidak soal Luhan. Luhan itu miliknya. Dialah yang boleh menyentuh, memiliki lubang merah Luhan. Luhan hanya boleh menjerit - merintih, membuka pahanya hanya dihadapannya saja. Dengan ising, Sehun mengacau otak mesum jongin. Ia lalu merubah bayangan Luhan menjadi Kyungsoo. Pria itu juga sama cantiknya. Tapi bagi Sehun tidak secantik Luhan.

Sontak Kai, menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mendadak merasa linglung. 'Bagaimana bisa, aku membayangkan tengah anu-anu dengan Kyungsoo... aku tidak memiliki perasaan apapun dengan Kyungsoo. Tapi jika dilihat-lihat pria itu manis juga.' Batinnya.

Disaat dua pria berbeda warna kulit ini tengah bergelung dengan pikiran mesumnya. Luhan mencubit pinggang Sehun. Sontak Sehun mengaduh sakit karena cubitan Luhan yabg sangat luar biasa sakitnya.

Sehun langsung mendelik. Ia protes, mengapa Luhan mencubitnya.

"Jangan berpikir macam-macam Sehun." Gertak Luhan kesal. Pasalnya ia tahu apa yang Sehun pikirkan. Pastilah tidak jauh-jauh soal seks.

Luhan heran, apakah pasangannya ini pecandu seks. Bahkan hampir setiap hari mereka lakukan itu. Jujur saja, ia gempor melayani nafsu Sehun yang terkadang tak bisa dibendung.

Aksi pun dimulai. Luhan dan Kyungsoo disuruh berdiri di pinggir jalan yang sepi dan yang lainnya bersembunyi. Sebelum bersembunyi Sehun membisikan sesuatu ditelinga Luhan. Jika terjadi sesuatu denganmu panggil namaku tiga kali aku akan datang padamu bagai angin. Berhati-hatilah, aku mencintaimu." Bisik Sehun sambil mengecup telinga Luhan. Luhan seakan merinding mendengar ungkapan cinta yang keluar dari mulut Sehun. Bahkan pria itu sempat mengecup telinganya. Gelayar panas bercampur bahagia merasuk kedalam dirinya. "Hms, aku tahu itu Sehun."

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam tapi belum ada tanda-tanda sosok itu akan muncul. Sampai dimana Sehun melihat bayangan hitam melintas. Mata, dan semua panca-indranya ia pertajam. Mata yang tadinya hitam, kini berubah warna menjadi merah darah.

"Dia." Batin Sehun.

"AAAAAAA..." Teriak Kyungsoo yang menjerit ketakutan.

Semua yang tadinta bersembunyi ikut keluar. Mereka mengepung sosok berjubah hitam. Sosoknya tidak keliatan. Tapi Sehun seakan mengenalinya.

"AKHIRNYA KAU KELUAR JUGA HAI TIKUS BUSUK!" Kata Sehun sarkas. Sosok itu berbalik menyeringai. Tapi tidak terlihat oleh mereka.

"Kau memang lawan yang tanggung Pangeran." Balas sosok itu. Semua yang ada disana terkejut. Mereka yang ada disana berbalik menatap Sehun dengan pandangan curiga.

"Pangeran?" Batin mereka.

"JELASKAN SIAPA KAU SEBENARNYA!" Jongin bertanya kepada Sehun. Jujur, jongin memang mencurigai sosok bernama Oh Willis, sosoknya sangat misterius. Ditambah hubungan apa yang dijalani Willis dengan Luhan? Dan mengapa Luhan sangat mempercayai pria ini?

Sehun menatap Kai tajam. Sedangkan Luhan, pria itu sangat cemas dengan Sehun. Jika orang-orang tahu kebenarannya ia tidak bisa membayangkannya.

Chanyeol, pria itu pun menyaut seperti apa yang dikatakan oleh Kai. "Kau!" Tunjuknya kepada Sehun. "Siapa kau ini, mengapa dia memanggilmu pangeran. Apakah kau bagian dari dia." Sehun bungkam. Ia tidak menjawab langsung pertanyaan mereka.

Disisi lain Kyungsoo yang menjadi tawanan merasa ketakutan. Dia hanya ingin sosok berjubah hitam ini melepaskannya.

"LEPASKAN DIA." Sehun berkata dengan suara yang kelam - sangat dalam. Namun sosok misterius itu malah semakin menantang.

"Kau ingin melawanku pangeran. Bahkan para manusia ini tidak percaya padamu. Kau bodoh, telah bersekutu dengan mereka." Ujar sosok itu menantang Sehun.

"HENTIKAN!"

Luhan berteriak dengan lantang, ia maju kedepan seakan melindungi Sehun agar tidak mengatakan jatidirinya.

"Hohoho... pertunjukan yang menarik. Lagi-lagi kau ditolong oleh seorang gadis Pangeran. Tampaknya sejarah akan terulang kembali. Khukhukhu..."

"APA KAU BILANG, BERANI KAU MENGATAIKU WANITA...!" Geram Luhan pada sosok berjubah hitam itu. Ia sangat marah, entah dapat kekuatan darimana keluarlah chakra merah dari dalam tubuh Luhan.

Sosok berjubah hitam itu pun terkejut, kekuatan itu milik sang pangeran. "Siapa dia, mengapa ia memiliki chakra merah? Kemungkinan hanya ada satu yaitu mereka sudah saling terikat." Batin-nya.

Disaat itu, Sehun langsung bertindak. Ia memegang tangan Luhan. Luhan merasakan sesuatu yang dingin mengalir diseluruh tubuhnya. Seperti kau baru disirami air dari atas tebing. Dan seketika itu juga chakra merah itu pun lenyap. Luhan menoleh kesosok yang tengah memegang tangannya. Dilihatnya Sehun menatap kesosok berjubah hitam - tajam.

"Hentikan Lu, aku tidak mau kau yang jadi korbannya. Biar aku saja yang melawan si tikus ini." Ujar Sehun pelan.

"Siapa sosok itu Sehun? Aku yakin kau mengetahuinya." Tanya Luhan.

Sehun diam. Ia tidak menjawab apa yang ditanyakan Luhan kepadanya. Sehun melepaskan genggaman tangannya. Ia menyuruh semua orang untuk mundur. Karena sosok itu termasuk sosok yang kuat.

Merasa tidak ada yang percaya dengan ucapan Sehun. Luhan lalu memerintahkan semuanya untuk mundur, ditambah Yixing meyakinkan semua orang untuk mundur.

Sehun dengan kekuatan pikirannya, menghubungkan koneksinya ke Luhan dan Yixing. Sehun mengatakan kepada Yixing dan Luhan untuk melindungi mereka. Dan untuk Yixing ia meminta bantuan-nya jika kemungkinan besar ia telah terjepit.

Mereka berdua pun mengerti dan melaksanakan perintah Sehun. Semuanya digiring menjauh, sementara Kyungsoo masih disandera oleh sosok misterius itu.

"LEPASKAN DIA JUNGKOOK! KAULAH YANG TELAH MENGHISAP JIWA-JIWA MEREKA. Tapi jika kau salah menghisapnya, kau akan menjadi tulang-belulang. Kau tahu dia itu pria, bukan wanita." Ujar Sehun dingin.

"Khukhukhu... kalian telah menjebakku. Tapi kau harus tahu, bukan aku saja yang seperti ini pangeran OH SEHUN SANG AMANOJAKU. HAHAHAHA..." Teriaknya membahana.

Semuanya mendengar. ChanKai, BaekSoo, LuLay, Minseok mendengar apa yang dikatakan oleh sosok berjubah hitam itu.

'Apa! Oh Sehun, Amanojaku. Bagaimana bisa? Bukankah iblis itu sudah mati? Tapi bagaimana bisa ia hidup lagi, dan ini... dia menyamar menjadi manusia?' Pikir mereka, kecuali LuLay.

"Cih! Dasar bedebah! Matilah kau ditanganku!" Bentak Sehun tajam.

Sehun merubah wujudnya. Muncul-lah, taring, dan rambut yang tadinya pendek berubah menjadi panjang, serta kuku jarinya meruncing. Ditambah muncul tanduk iblis kepalanya.

Semua yang melihatnya horror. Sosok itu, benar adalah Amanojaku. Tapi mengapa bisa. Semua menatap kearah Luhan, meminta penjelasan kecuali Yixing yang memang tahu kebenarannya.

Disana Sehun berkelahi dengan pria berjubah hitam yang diketahui bernama Jungkook. Sehun tanpa bergerak, hanya menggunakan kekuatan pikiran dan anginnya menyerang sosok tersebut. Sialnya karena sosok ini telah banyak menghisap jiwa para gadis muda, mengakibatkan kekuatan sosok itu - bisa dikatakan kuat. Namun Sehun adalah darah murni. Kekuatannya sungguh besar.

Disisi lain, Luhan ingin membantu Sehun. Ia ingin menyelamatkan Sehun. "Yixing-ah, tolong katakan hantu apa yang ada dibalik jubah itu." Mohon Yixing.

"Dia itu adalah jenis Jin Lu, tapi aku tidak yakin dengan itu. Jika merasakan auranya dia adalah sosok Jin." Ucap Yixing, tidak begitu yakin.

Luhan cemas, sangat cemas. Ia tidak mau Sehun kalah. 'Sehunna... aku mohon beritahu aku hantu jenis apa sosok dibalik jubah hitam itu?' Batinnya. Luhan mencoba berkomunikasi dengan Sehun melalui pikiran mereka.

"Zizone."

Luhan mendengar suara Sehun. Tanpa menunggu lama, ia segera mengambil kitab hantu. Yixing melihat jika Luhan telah mengetahui jin jenis apa dibalik jubah hitam tsb.

"Ini dia Zizone. Zizone, jin tingkah menengah. Tapi jangan pernah meremehkan Jin ini, jin ini haus akan kekuatan. Ia akan menghalalkan segala cara untuk bisa memiliki kekuatan yang besar sebanding dengan kekuatan iblis murni karna wataknya yang haus akan kekuatan. Ia termasuk jin yang keras kepala, angkuh. Cara menidurkannya, mainkan sebuah melodi, nyanyian dari surga. Karna jin ini tidak suka dengan nyanyian ataupun puji-pujian yang mengatas namakan Tuhan." Luhan menatap Yixing lalu berkata "Nyanyian berupa doa. Aku ingat. Coba aku akan menyanyikan itu."

"Lakukan Luhan, aku yakin kau pasti bisa." Yixing memberikan semangat kepada Luhan dan diangguki oleh Luhan.

Luhan berdiri, ia menyatukan tangannya seperti orang yang tengah berdoa. Sedangkan Yixing, entah dari mana tangannya sudah memegang gitar lalu Luhan mulai bernyanyi.

Jreng...

Petikan gitar mengalun. Sering dengan nyanyian suara Luhan.

Tuhan... lindungilah kami dari yang jahat...

Jreng... jreng...

Jungkook yang ingin mengeluarkan kekuatannya seakan terkunci. Mendadak kepalanya sakit mendengar alunan nada serta nyanyian doa yang Luhan dan kawan-kawannya nyanyikan.

Tubuhnya seakan panas, terbakar. Ia ingin kabur, meloloskan diri. Tapi naas Sehun sudah terlebih dahulu mengeluarkan bola api hitam kearah jin tersebut. Jungkook semakin panas serta menderita. Lama-kelamaan tubuhnya berubah menjadi abu lalu menghilang dan nyanyian pun dihentikan.

Semuanya selamat. Tapi mereka, kecuali Yixing bertanya. Mengapa Amanojaku masih hidup?

"Jelaskan pada kami hyung, siapa dia sebenarnya?!" Tuntut Baekhyun meminta penjelasan.

Hhh...

Luhan menyerah, sudah saatnya mereka tahu siapa Oh Willis itu sebenarnya.

Luhan menceritakan kepada mereka jika Oh Willis adalah Oh Sehun sang Amanojaku. Luhan mengatakan jika ia terpaksa membangkitkan Amanojaku untuk menyegel hantu Soma yang memiliki kekuatan sangat besar. Ia lakukan ini untuk meminjam kekuatan spiritual Amanojaku. Karena ia tidak memiliki cukup kekuatan pada saat itu, dengan sangat terpaksa ia membangkitkan Amanojaku karena ia percaya jika Amanojaku bukanlah iblis yang jahat. Tapi ia tidak mengatakan kepada mereka jika ia dan Sehun telah terikat. Luhan hanya tidak ingin ditanyai macam-macam oleh mereka.

"APA!" Teriak mereka bersamaan, kecuali Yixing.

"Maafkan aku telah menyembunyikan ini dari kalian." Ujar Luhan kepada mereka.

"Tapi Han, aku masih penasaran dengan cincin dijari manismu itu. Itu cincin apa Han?" Tanya Xiumin.

"Itu cincin perjanjian. Jika aku tidak akan mengkianati Luhan. Karena ia telah melepaskanku." Saut Sehun dan diangguki oleh Luhan.

"Oh begitu, baguslah dengan begitu kau tidak akan mencelakai kami." Terang Xiumin.

~oOo~

Kepala Luhan seakan pusing. Mereka baru pulang dari rumah kira-kira pukul 1 pagi. Luhan seakan ingin tidur saja. Beruntung Sehun tidak meminta jatah kepadanya. Jika iya, teparlah dirinya.

"Hai Lu, kau tidak apa-apa?" Tanya Sehun lembut sambil memeluk Luhan. Dilihatnya wajah Luhan tampak pucat.

"Kepalaku pusing Hunna... sepertinya aku kelelahan." Adu Luhan kepada Sehun.

"Apakah mau kuambilkan obat? Aku bisa mengambilnya untukmu." Terang Sehun tapi Luhan menggeleng.

"Tidak mau. Tetaplah seperti ini. Mungkin jika kau terus memelukku tanpa melakukan macam-macam padaku, maka aku akan sembuh. Aku hanya kelelahan. Dan lagi aku suka wangi tubuhmu." Ungkap Luhan sambil memeluk tubuh Sehun. Sehun tersenyum dan keduanya - akhirnya tidur sambil menghangatkan tubuh masing-masing didalam sebuah pelukan hangat.

"Saranghae. Jaljayo"

TBC

Makasih banyak atas dukungan kalian. Maaf jika banyak typo dimana-mana. Dan makasih atas Mr. Albino yang udah support and nyuruh aku update hari ini. Hehe...

Sekali lagi maaf jika chap ini gk begitu bagus. Hehehe... #nyengir.

Oke, terimakasih semuanya. Sampai ketemu di next chap. Bye pyong! ^^