Hari Bersamanya

=

Mitsuro Kubo

Victuuri yang di cintai

--

Part 4

Victor pov-

Aku tak tau kenapa aku menyela ceritanya tapi ada satu bagian diri ku yang tak suka saat Yuri menceritakan Yurio dengan begitu semangat

"Ada apa Victor ?" Aku menatap lekat emeraldnya

"Yuri apa kau masih ingin berada disini? Sepertinya aku sudah mulai bosan"

Yuri hanya menatap ku bingung

"Mmm Victor apa kau ... Mau berjalan-jalan ke taman kota? Kurasa suasana disana cukup bagus hati ini"

"Baiklah ayo kita pergi"

Setelah membayar tagihan makan kami bergegas keluar menuju taman. Siapa yang bayar? Tentu saja aku Victor Nikiforov. Aku ini pria aku tak sudi di bayari makan oleh pasangan ku APA? TIDAK MUNGKIN Yuri ini bukan pasangan ku kami hanya teman ha-nya-te-man. Aku mendesah pelan astaga sepertinya aku telah dinistakan oleh pikiran ku sendiri

Jarak antara mall dan taman tidak begitu jauh kami hanya perlu jalan kaki, kulihat arlojiku sedah menunjukkan pukul 8 malam.

Sesampainya di taman sejauh mata memandang yang ku lihat hanya pasangan muda-mudi yang asik bermesraan berpegangan tangan berpelukan dan errr ... beberapa adegan yang layak sensor lainnya

Suasana taman yang ramai nampak indah di hiasi balon bentuk hati berwarna merah dan merah muda ahh pantas saja banyak yang kencan disini.. TUNGGU! APA? KENCAN! Tidak tidak tidak aku dan Yuri tidak sedang kencan kami hanya janjian bertemu di mall makan berdua dan makan di taman. Astaga Victor bukankah ini rute kencan!

Ku tolehkan wajah ku menatap Yuri yang sedari tadi berjalan dalam diam

"Victor ada apa?"

Emerald dan safir ku bertemu aku hanya tersenyum dan mencoba tenang

"Ahh... Tidak Yuri disini ramai sekali berhias balon warna-warni yang sangat cantik"

"Tentu saja Victor... Apa kau tak tau hari ini Valentine day"

Aku mematung seketika terasa ada petir yang menyambar. Demi maccachin yang kucintai aku benar-benar lupa ini hari spesial hari yang harusnyadirayakan dengan pasangan berjalan berdua berken- astaga aku sedang melakukan nya aku sedang berkencan dengan Yuri. Ku tutup mulut yang menganga dengan dua tangan ku mata ku berkedip beberapa kali memandang tak percaya pada pemuda manis yang berdiri menghadap ku

"Victor kau kenapa?"

Kuraih tangan halusnya menggenggam nya erat

"Yuri kenapa kau membawa ku kesini? Apa tujuan mu? Hal apa yang ingin kau bicarakan? Jelaskan semuanya pada ku sekarang Yuri"

Aku memberondong Yuri dengan berbagai pertanyaan, Yuri hanya diam terpaku dan menunduk perlahan

Author pov-

Satu tetes dua tetes jatuh mengenai tangan Victor yang masih menggenggam jemari Yuri 'hujan kah ?' batin Victor. Tidak itu bukan air hujan itu...itu air mata Yuri 'astaga Yuri menangis apa yang sudah ku lakukan' Victor terus merutuki dirinya sendiri mencoba menenangkan pikiran mengontrol emosi nya dan tentu saja menenangkan pemuda manis di hadapannya mengangkat dagu dan mengusap lembut pipi Yuri menghilangkan jejak air mata di wajahnya

"Yuri kenapa kau menangis? Apa aku menakuti mu? Sungguh aku tak sengaja Yuri maafkan aku"

Yuri memberanikan diri menatap safir bercahaya langit biru milik Victor meraih kotak kecil berhias garis emas yang mengitari tiap sisinya menunjukkan nya pada Victor yang hanya diam terpaku membulatkan manik cantik biru laut nya

TBC

Haha maaf yah menggantung

Pasti sudah tau apa yg mau di kasih sama Yuri kan yahh

Saya ini masih bukan penulis jadi maaf chapter nya irit dan cerita nya amburadul

Semoga bisa menghibur yah

Terimakasih loh udah sempetin baca

Terimakasih juga Hikaru sarannya

Terimakasih Nanaho semangat nya hp kita sama *tos* haha

Seperti biasa mohon lampirkan kritik dan saran

Satu chapter lagi sabar yah kita rayain malam Valentine bareng victuuri tercinta hahaha