I Want U (Back)

.

.

.

.

.

Chapter 1

.

.

.

.

.

Author : chochopanda99

Disclaimer : NCT punyanya Tuhan YME, Ortu mereka, SM Ent, dan kita semua xD.

And this fic is original from me

Cast :

Nakamoto Yuta

Lee Taeyong

Jung Jaehyun

Cast yang lain menyusul

Rated : M (Buat jaga-jaga)

Genre : Romance, Hurt/Comfort.

Lenght : Chapter

Warning : AU, Shounen-Ai , Yaoi, boyxboy, OOC, Typo(s) , Cerita Pasaran, Mature Scene, Mpreg.

Summary : "Lee Taeyong yang menyesal sudah melepas Nakamoto Yuta namun saat ia akan memintanya kembali ternyata Yuta sudah melupakannya dan ia merupakan tunangan sekaligus 'calon istri' adik sepupunya sendiri, Jung Jaehyun. Apa yang akan dilakukan Taeyong selanjutnya?" TaeYu or JaeYu?

.

.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

.

.

Namja manis yang sedang tertidur itu menggeliat saat sinar matahari mengintip lewat jendela kamarnya.

Ia mengucek matanya sebelum duduk di ranjang dan mengambil air putih di nakas samping ranjangnya.

Kebiasaan saat bangun tidurnya adalah meminum segelas air putih.

Ia menaruh kembali gelas kosong itu ke nakas dan merenggangkan badannya kemudian.

Yuta-namja manis itu-melirik ke arah ponselnya yang berbunyi menandakan adanya sebuah pesan masuk.

Yuta meraih ponselnya dan mengernyitkan dahinya saat dirasanya ia tak mengenal nomor telfon itu.

From : +821044 xxxxx

'Selamat pagi Yuta-chan. Have a nice day."

Yuta menggeleng saat dirasanya itu hanya seseorang yang iseng.

Namun saat ia akan bangkit dari duduknya ia mendengar suara ponselnya berbunyi dan menampilkan nomor yang sama namun kali ini nomor itu menelepon, bukan mengiriminya pesan.

Dengan ragu, Yuta mengangkat sambungan itu dan mendekatkan ponselnya ke telinganya.

Belum sempat Yuta mengucapkan salam, Yuta tersentak kaget mendengar suara diujung sana.

"Hallo Yuta-chan, apa kabar? Kau masih ingat aku?"

Tentu, tentu saja Yuta ingat suara yang ada diseberang sana.

Ini suara Taeyong.

"Yuta? Kenapa kau diam saja?"

Suara disana terdengar lagi, Yuta menggigit bibir bawahnya menandakan dirinya sedang gugup.

"Baiklah, jika kau tak mau bicara pada ku, bukan masalah. Sampai bertemu Yuta-chan."

Sambungan itu terputus membuat Yuta terduduk diatas lantai kamarnya dan tanpa terasa air mata turun dari kedua mata coklatnya.

"Kenapa? Kenapa kau harus kembali?"

Yuta bergumam sambil memandang kosong ponselnya.

"Yuta hyung."

Jaehyun masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu.

Jaehyun terkejut melihat Yuta saat ini, ia dapat melihat bahwa Yuta seperti tengah mengalami shock.

"Yuta hyung, ada apa?"

Jaehyun berjalan mendekati Yuta dan memeluk erat namja manis dihadapannya.

"Di..dia kembali Jaehyunie."

Tanpa membalas pelukan sang kekasih, Yuta berucap lirih dengan pandangan yang masih kosong.

Jaehyun yang mendengar hal ini pun sontak membelalakan matanya.

Jaehyun mengusap rambut Yuta sayang kemudian menangkup pipi namja manis dihadapannya sambil mengusap pipi namja itu.

"Hyung tenang saja, aku ada disini. Aku akan selalu bersamamu hyung, menjagamu dan juga WinWin."

Jaehyun tersenyum dan menatap lembut Yuta.

Yuta balas membalas tatapan Jaehyun dan mengangguk pelan.

"Aku tau, aku hanya takut Jaehyunie."

Yuta menggigit bibir bawahnya dan memainkan jari tangannya gugup.

Jaehyun tersenyum melihat kelakuan kekasihnya itu.

"Kau percaya pada ku kan? Tenang saja Yuta hyung, aku tak akan membiarkan dia mendekatimu atau mendekati WinWin."

Yuta tersenyum tipis dan mengecup bibir namja tampan didepannya sambil memeluk Jaehyun erat.

Jaehyun hanya bisa terkekeh kecil dan membalas pelukan Yuta.

"Sekarang hyung mandi dan kita sarapan. Bukannya hyung mau menjemput WinWin?"

Jaehyun melepas pelukan mereka dan menatap namja Jepang dihadapannya itu.

Yuta mengernyitkan dahinya kemudian menepuk dahinya keras.

"Aigoo aku lupa Jaehyunie."

Yuta bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi.

Jaehyun menggeleng pelan melihat kelakuan kekasihnya itu.

Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke ponsel Yuta yang kini ada ditangannya.

Entah dari mana Taeyong bisa mendapat nomor kekasihnya itu.

Jaehyun yakin pasti Taeyong sudah menyewa atau menyuruh seseorang untuk mencari semua hal tentang Yuta. Jaehyun harus semakin waspada agar Taeyong tak berbuat macam-macam sampai pernikahannya terjadi.

.

.

.

Namja tampan itu mengelus foto seorang namja manis yang ia simpan sejak beberapa tahun lalu.

Ia menghela nafas pelan saat dirinya mengingat namja manis yang ada di foto itu akan menjadi milik orang lain sebentar lagi.

Taeyong-namja tampan itu-mendesah keras saat mengingat kelakuan bejatnya dulu.

Tidak seharusnya ia meninggalkan Yuta-namja manis yang difoto-saat dirinya tau bahwa namja manis itu tengah mengandung, terlebih itu adalah anaknya, darah dagingnya.

Taeyong mengacak rambutnya frustasi saat mengingat malam dimana dirinya meninggalkan Yuta dengan sebegitu teganya.

Flashback On

.

.

Taeyong menatap jengah kepada namja didepannya yang kini tengah menunduk sambil meremas ujung kemejanya-menandakan jika namja didepannya dalam keadaan gugup.

"Sebenarnya ada apa Yuta? Kau tinggal bilang saja, kenapa kau ragu begitu?"

Datar. Nada yang digunakan Taeyong sekarang adalah datar dan terkesan dingin.

Yuta mendongak untuk menatap Taeyong dan ia mendapati Taeyong tengah menatap tajam padanya.

Entah kemana hilangnya tatapan lembut dan penuh sayang Taeyong pergi, akhir-akhir ini Yuta sering mendapat tatapan tajam atau bahkan datar dari kekasihnya itu.

Yuta meyakinkan dirinya sendiri dan meneguk ludahnya gugup. Ia harus yakin bahwa Taeyong akan menerima keadaanya sekarang, lagi pula Yuta kan seperti ini karena Taeyong.

"Taeyongie."

Yuta memanggil Taeyong sekali dan hanya dibalas tautan alis oleh namja berwajah anime itu.

Yuta menghela nafasnya pelan dan menatap mata tajam Taeyong.

"A-aku hamil Taeyongie."

Lirih, namun karena diruangan itu hanya ada mereka berdua, suara Yuta terdengar begitu jelas ditelinga Taeyong.

Taeyong membeku sesaat sebelum dia menyeringai kecil dan tertawa remeh.

"Kau bercanda kan Yuta? Kau hanya ingin menahan ku untuk pergi kan?"

Taeyong mencengkram kerah baju Yuta dan menatap tajam mata coklat itu.

Yuta sedikit meringis kemudian ia menggeleng.

"Tidak Taeyong, aku serius."

Dengan mata berkaca-kaca ia mencoba melepaskan tangan Taeyong dari kerah bajunya.

Tapi Taeyong tak melepaskan cengkramannya itu, ia malah memojokkan Yuta ke dinding dibelakangnya dan mengurung Yuta dengan kedua tangan dan juga badannya yang menghimpit namja manis itu.

Yuta menahan nafasnya saat Taeyong mendekatkan wajahnya ke leher jenjang miliknya.

"Ahh~"

Yuta mendesah saat Taeyong menghisap dengan keras lehernya.

Ia yakin akan ada bekas merah keunguan disana.

"Gugurkan bayi itu, aku tak membutuhkannya."

Bisik Taeyong membuat tubuh Yuta menegang.

Ia tak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini dari namja yang mengaku sangat mencintainya itu.

"Ti-tidak."

Yuta menggeleng dengan air mata yang mulai menetes dipipi gembilnya.

Taeyong menatap dingin Yuta dan menjauhkan dirinya dari Yuta.

"Kalau begitu kita berpisah Yuta. Kau tau minggu depan aku akan berangkat ke New York untuk membantu Appa ku dalam mengurus perusahaannya. Jadi aku tak mau bertanggung jawab akan bayimu itu, dan lagi aku tak yakin jika itu anak ku."

Menarik sebelah bibirnya Taeyong menyeringai.

Yuta lagi-lagi tersentak mendengar perkataan Taeyong.

"Memangnya kau fikir selama ini aku melakukannya dengan siapa lagi Taeyongie, kau tau aku hanya melakukannya denganmu."

Yuta membalas perkataan Taeyong dengan suara serak.

Ia tak habis pikir, bagaimana Taeyong bisa berfikir sampai sejauh itu.

"Kau dekat dengan Hansol hyung dan juga Jhonny hyung, bisa jadi bayi itu anak mereka."

Dengan nada santai Taeyong membalasnya dan mengabaikan tatapan tak percaya dari Yuta.

"Lagi pula, aku sudah menemukan penggantimu Yuta. Jadi mulai sekarang, jangan ganggu aku lagi. Itu kalau kau mau kau dan bayimu yang bahkan belum lahir itu selamat."

Taeyong menyeringai lebar kali ini, dan Yuta reflek memeluk perutnya sendiri yang masih rata, seolah melindungi bayinya itu.

"Good boy, semoga kau bisa melupakan ku Yuta. Dan baby, selamat tinggal."

Taeyong mengecup-menyesap-bibir Yuta dan mengusap perut rata milik Yuta-seolah memberikan salam pada bayinya-sebelum melangkahkan kakinya keluar dari apartemen-mantan-kekasihnya itu.

Sementara Yuta, dia hanya bisa menatap sendu punggung Taeyong yang kini sudah menghilang di balik pintu.

Tubuhnya merosot ke lantai, ia tak tau harus berbuat apa sekarang ini.

.

.

Flashback off

Taeyong tersenyum tipis saat ia tau, apa yang harus dia lakukan agar Yuta kembali padanya, dan juga jangan lupakan anak mereka.

Cepat atau lambat, Taeyong akan segera menemui Yuta dan membuat Yuta menjadi miliknya lagi.

Taeyong mengambil ponsel pintarnya dan mendekatkan ke telinganya.

"Bagaimana? Kau sudah dapat informasi tentang Nakamoto Yuta?"

Tak lama Taeyong tersenyum-lebih mirip menyeringai-saat mendengar jawaban lawan bicaranya diujung telfon sana.

.

.

.

Yuta tersenyum saat melihat anaknya-WinWin-sedang bermain bersama anak-anak yang lain.

Mereka kini tengah berada ditaman dekat rumah Minseok-kakak sepupu Jaehyun yang merupakan anak dari Heechul.

Yuta menoleh kaget saat dirasanya pipinya terkena sesuatu yang dingin.

Yuta mengambil minuman kaleng dingin yang disodorkan Jaehyun dan tersenyum.

Jaehyun balas tersenyum sebelum meminum minumannya.

"Kalian masih disini? Ayo kita masuk, Minseok hyung sudah menunggu untuk makan siang bersama."

Itu suara Sehun-suami Minseok-yang berdiri dibelakang mereka berdua.

"Ahh ya hyung. Aku akan memanggil WinWin dan Minhyung dulu."

Yuta kemudian berjalan mendekati anaknya dan anak calon kakak sepupunya itu.

Sehun tersenyum tipis melihat itu.

"Ayo Jae, kita juga harus cepat sebelum Minseok hyung marah."

Jaehyun hanya mengangguk dan mengikuti Sehun serta Yuta dan anak-anak yang sudah berjalan terlebih dahulu didepan mereka sambil saling bercanda.

Sehun bukannya tak merasa aneh melihat tingkah Jaehyun saat ini, sejak saat mereka-Jaehyun dan Yuta-datang kerumahnya ia merasa ada yang beda terhadap namja putih itu.

Dia menjadi lebih pendiam dan penurut, karena biasanya Jaehyun akan jahil dan selalu melawan perintah dari kakak sepupunya.

Mereka semua pun-termasuk Minseok-sudah duduk didepan meja makan untuk makan siang seperti yang tadi di katakan Sehun.

"Eomma, WinWin tak mau makan ini."

Dengan memajukan bibirnya WinWin merajuk pada Yuta sambil menunjuk sayuran yang ada dipiringnya.

Yuta tersenyum sambil mengelus rambut WinWin yang memang duduk disebelah kirinya itu.

"WinWin harus makan ini, biar WinWin cepat tumbuh besar."

"Tapi-"

"Bukannya WinWin ingin cepat besar agar bisa melindungi eomma? Makanya cepat makan dan appa akan membelikan mainan nanti kalau WinWin mau menghabiskan itu."

Itu suara Jaehyun yang duduk disebelah WinWin-lebih tepatnya WinWin diapit oleh kedua orangtuanya-

"Benalkah appa?"

Dengan mata berbinar akhirnya WinWin memakan makanannya setelah mendapat anggukan dari Jaehyun.

Yuta menatap Jaehyun dan menggeleng pelan. Jaehyun hanya bisa menyengir karena ia tau Yuta pasti tak suka dengan caranya yang terlalu memanjakan WinWin itu.

.

.

.

Sudah sore hari itu, artinya kini mereka akan pulang ke apartemen Jaehyun.

"Maafkan WinWin ya hyung jika dia merepotkanmu kemarin."

Yuta tersenyum pada Minseok yang kini tengah mengantarnya ke mobil.

Sementara WinWin kini ia berada dalam gendongan Jaehyun. WinWin tertidur, mungkin karena kelelahan bermain.

"Bukan masalah Yuta, aku tau kalian sedang sibuk mengurus pernikahan kalian, jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan pada kami."

Minseok balas tersenyum dan mereka berhenti berjalan saat sudah sampai didepan mobil Jaehyun.

"Baiklah Minseok hyung, kami pergi dulu. Terima kasih sudah mau menjaga WinWin."

itu Jaehyun yang sudah masuk kedalam mobil disusul oleh Yuta.

"Ya, hati-hati dijalan."

Minseok melambaikan tangannya pada mobil Jaehyun yang kini sudah meninggalkan halaman rumahnya.

Mata Minseok menyipit saat dilihatnya ada mobil lain yang mengikuti mobil Jaehyun. Minseok menutup mulutnya saat ia melihat siluet seseorang dalam mobil silver itu.

"Oh tidak."

Minseok langsung berlari memasuki rumahnya untuk menceritakan apa yang dilihatnya tadi pada Sehun. Sekarang mungkin ia tau kenapa sikap Jaehyun agak berbeda hari ini.

Dan itu semua pasti karena Taeyong, ia tadi ia melihat Taeyong dimobil silver yang mengikuti Jaehyun.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Ini chap 1 nya yah hehe.

Maaf kalau kurang memuaskan/? atau tak sesuai bayangan kalian. Dan lagi ini pada ooc semua. Apalagi Taeyong, aku bikin ooc banget deh kayanya.

Aku masukin HunMin disini, maaf tapi ku juga suka Harem!Xiumin jadi yah begini, maaf kalau kalian ga suka. Dan yah yg jadi anak mereka si Minhyung aka markeu haha sorry.

Balasan Review.

leejegun : iya ini udh dilanjut, alasan dari semua pertanyaanmu akan terjawab seiring berjalannya cerita hehe. Thanks udah review ^^

: iya ini udh dilanjut, yosh ku masukkin WinWin disini tapi kalau rada gimana sorry yah. Thanks udah review ^^

Kalsium : iya ini udh dilanjut, sabar yah nunggu kelanjutannya, ku selalu semangat meskipun males suka muncul mendadak. Thanks udah review ^^

JenTababy : ini udh termasuk lanjut asap belum? Hehe. Kita serahkan pada waktu untuk menjawab semua ini haha. Thanks udah review ^^

Hobi hyung : kita serahkan pada waktu untuk itu haha. Thanks udah review ^^

wakaTaeYu : okay ini udh dilanjut. emang jarang banget makanya aku buat hehe. Nanti juga ketahuan apa yg akan dilakukan keduanya buat rebutan Yuta. Thanks udah review ^^

Tary200 : okay ini dilanjut, tunggu Aigoo family momentnya ya haha. Thanks udah review ^^

BlueBerry Jung : hayoloh bingung yah milih yg mana? Sama aku juga xp. okay panggil aku sesuka hati/? kamu aja, ku ga masalah haha. Ini udh dilanjut. Thanks udah review ^^

YuKillua-Kira : apa lagi aku, ku suka banget. Kalau ga suka ga mungkin aku buat ini /plakk. Jawabannya ada dichap ini yahh hehe. Tenang aja itu ga bakal terjadi ko hehe. Thanks udah review ^^

Natadecoco (Guest) : kita liat nanti kedepannya ya, aku juga kasian ama si jahe hehe. Thanks udah review ^^

guest (Guest) : okay sama"/?. Ku jga seneng ko pas bikinnya. Dan makasih jga udh suka, jangan lupa baca ff TaeYu ku yg lain/plakk. Thanks udah review ^^

kiyo (Guest) : okay ini udh dilanjut. Kita serahin ke waktu dan otak/? ku aja ya nanti hehe. Thanks udah review ^^

yongchan : hayoloh /plakk. Liat ke depannya aja gimana ya. Thanks udah review ^^

Terima kasih juga buat yg udh fav/foll ff ini /big kiss&hug/

p.s : Ada yg mau nc? /plakk. Mau nc siapa coba? TaeYu or JaeYu? buat chap depan atau depannya lagi hehe

note : ku bakal jarang update soalnya mulai libur, jadi maaf ya *bow