I Want U (Back)

.

.

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

.

.

Author : chochopanda99

Disclaimer : NCT punyanya Tuhan YME, Ortu mereka, SM Ent, dan kita semua xD.

And this fic is original from me

Cast :

JaeYu

TaeYu

Slight!HunMin

Slight!JhonTen (For this chap)

Kid!WinWin

Kid!Mark

And Other cast

Rated : M (Buat jaga-jaga)

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Family.

Lenght : Multichap

Warning : AU, Shounen-Ai , Yaoi, boyxboy, OOC, Typo(s) , Cerita Pasaran, Mature Scene, Mpreg.

Summary : "Lee Taeyong yang menyesal sudah melepas Nakamoto Yuta namun saat ia akan memintanya kembali ternyata Yuta sudah melupakannya dan ia merupakan tunangan sekaligus 'calon istri' adik sepupunya sendiri, Jung Jaehyun. Apa yang akan dilakukan Taeyong selanjutnya?" Seme!Jaehyun Uke!Yuta Seme!Taeyong. JaeYu. TaeYu. NC 17. Mature Content. Mpreg. DLDR.

.

.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

.

.

Setelah menidurkan WinWin di kamarnya, Yuta berjalan ke dapur dan menemui Jaehyun yang sudah disana dengan dua gelas teh yang ada dimeja makan.

Yuta tersenyum sambil menarik kursi dan duduk disamping Jaehyun. Yuta menggenggam tangan Jaehyun lalu menatap mata namja disampingnya.

"Kau kenapa? Sedari tadi aku melihatmu melamun. Apa kau ada masalah?"

Jaehyun mengerjap beberapa kali sebelum membalas tatapan Yuta.

Jaehyun tersenyum tipis dan balas menggenggam tangan namja manis itu.

"Apa pun yang terjadi ke depannya, teruslah bertahan disamping ku. Seberapa besar cobaan kita nanti, teruslah genggam tangan ku dan jangan pernah coba untuk melepaskannya. Aku sudah berjuang lama untuk hal ini, jadi aku mohon jangan pernah untuk melihat masa lalumu lagi. Lihatlah aku yang benar-benar berada disampingmu selama ini."

Yuta mengerti apa yang dimaksud Jaehyun. Ia juga merasa khawatir akan perasaannya nanti. Yuta mengaku sudah melupakan Taeyong, namun itu karena mereka sudah lama tak bertemu dan bertatap mata. Tapi sungguh melihat WinWin yang notabenenya adalah anak kandung Taeyong saja membuat Yuta terkadang dilanda rindu kepada ayah kandung anaknya itu. Apa lagi sekarang yang dengan tiba-tiba Taeyong menghubunginya dan bisa dipastikan Taeyong pasti akan mengganggunya-meskipun Yuta sedikit ragu-tapi itu adalah alasan terbesar mengapa Jaehyun berkata seperti ini.

"Kau tenang saja Jaehyunie, aku akan selalu berada disampingmu dan tak akan pernah melihat kearahnya lagi. Karena aku sudah bahagia bersamamu, lagi pula meskipun Taeyong adalah ayah kandung WinWin, tetap saja kau adalah ayahnya karena kau yang sudah membantuku merawat WinWin dan yang memberikannya kasih sayang seperti ayahnya sendiri."

Jaehyun tersenyum dan tangannya lain mengelus pipi namja manis dihadapannya.

"Berjanjilah hyung."

Jaehyun menatap mata bening Yuta. Yuta mengangguk dan tersenyum.

"Aku janji Jaehyunie."

Dan di detik berikutnya, kedua belah bibir mereka telah bertemu untuk saling menyesap satu sama lain dan merasakan manisnya bibir milik sang kekasih.

.

.

.

Taeyong menatap kertas-kertas ditangannya dengan seringai tipis terpasang diwajah tampannya.

"Kerja bagus Jackson. Kau bisa pergi sekarang."

Seseorang yang berada didepannya kini melangkahkan kakinya pergi dari hadapannya setelah membungkukkan badannya tadi.

Taeyong mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya dan membaca kertas-kertas itu lagi. Kertas-kertas itu adalah semua informasi tentang Yuta yang sudah Jackson-asisten pribadinya-kumpulkan semenjak ia bahkan masih di New York.

"Sebentar lagi kau akan kembali menjadi milik ku Yuta. Kita lihat saja nanti."

Taeyong tersenyum miring sambil menatap foto Yuta-bersama dirinya-yang dipasang dimeja kerja miliknya.

Kemudian matanya menutup untuk mengingat alasan kenapa ia sebegitu bodohnya meninggalkan Yuta dan berakhir seperti ini.

Flashback on

.

.

Taeyong menatap datar ke botol-botol wine yang ada dihadapannya. Pandangannya kosong dan ia merasa kepalanya sangat berat, jadi ia memutuskan untuk menyenderkan kepalanya ke tembok yang dekat dengan dirinya.

Dua orang yang baru datang, mendecak tak suka saat mencium bau alkohol diruang tamu apartemen mereka. Meskipun ini di New York, tetap saja mereka tak suka.

"Yakk Taeyong hyung, apa yang kau lakukan di apartemen ku."

Seorang namja mungil mengernyit tak suka melihat Taeyong yang sepertinya sudah mabuk itu.

"Sudahlah Ten, kau tak lihat sepertinya dia mabuk."

Ucap namja jangkung disebelah Ten sambil menggeleng melihat kelakuan kekasihnya itu.

"Tapi Jhonny hyung."

Ten merucutkan bibirnya saat melihat Jhonny menggeleng sambil menaruh telunjuknya dibibirnya sendiri.

"Lebih baik kau urusi semua ini dan aku akan membawa Taeyong ke kamar."

Sambil membangunkan Taeyong, Jhonny berkata dan hanya ditanggapi oleh dengusan sekaligus tatapan tak suka dari sang kekasih.

Jhonny memapah Taeyong ke kamarnya dan mendengus karena sepertinya terlalu banyak alkohol yang pemuda anime itu minum sampai tak sadarkan diri begini.

Setelah sampai di kamar, Jhonny menidurkan Taeyong diranjang. Setelahnya ia merenggangkan badannya, saat akan keluar ia berhenti melangkah ketika didengarnya Taeyong tengah bergumam sesuatu.

"Ta...Yuta."

Jhonny tersenyum mendengar gumamam Taeyong itu. Seberapa kuat pun pemuda tampan itu menyembunyikan perasaannya, tetap tak akan bisa. Taeyong sangat mencintai pemuda itu dan dengan bodohnya Taeyong malah memilih kabur dari tanggung jawabnya itu.

.

Pagi hari datang dan membuat pemuda tampan yang tengah tertidur itu merasa terganggu dengan sinar matahari yang masuk melalui celah pada jendela kamarnya.

Pemuda itu-Taeyong-langsung bangun dan berlari ke kamar mandi saat dirasanya perutnya bergejolak ingin memuntahkan sesuatu.

"Wine sialan."

Umpatnya kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur.

Taeyong mengambil segelas air putih tanpa menyadari ada sepasang kekasih yang tengah menatap ke arahnya.

"Sudah bangun Taeyong?"

Suara dibelakangnya membuat Taeyong hampir menyemburkan air yang sedang diminumnya. Setelah berhasil meminum minumnya, Taeyong membalikkan badannya untuk menatap datar kepada sepasang kekasih dihadapannya.

"Menurutmu?"

Katanya sarkasme dan membuat Ten-yang tadi bertanya-hanya merenggut kesal sambil terus memakan sarapannya.

Jhonny hanya menggeleng melihat kelakuan kekasih dan sahabatnya itu.

"Sudahlah Taeyong, Ten kan hanya bertanya. Lebih baik kau sarapan saja bertanya."

Taeyong menggeleng untuk menjawab tawaran dari Jhonny itu.

"Aku tak nafsu makan."

Jhonny menghela nafasnya. Sudah seminggu Taeyong disini tapi ia sama sekali tak berubah, keras kepala.

"Jika kau masih mencintainya kenapa kau memilih kabur seperti ini Taeyong."

Taeyong yang tadinya akan melangkah meninggalkan dapur, kini berhenti berjalan dan menatap tak mengerti ke arah Jhonny.

"Apa maksudmu?"

Jhonny menarik nafasnya sebelum menghembuskannya lagi-mencoba untuk mengatur emosinya.

"Dengar Lee Taeyong, kami berdua tau apa yang terjadi padamu dan juga pada Yuta. Meskipun kami tak begitu dekat dengan kalian, tapi kami bisa merasakan jika kalian itu saling mencintai satu sama lain. Kau juga kenapa begitu bodoh hah? Kau lari saat tau Yuta hamil, apa alasanmu hah? Kau belum siap menjadi ayah? Ckk, itu bisa kau atasi seiring dengan berjalannya waktu. Sekarang sebelum semuanya menjadi sangat terlambat, segera kemasi barangmu dan pulanglah ke Korea. Temui Yuta dan minta maaf padanya Taeyong."

Jhonny tersenyum tipis melihat ekspresi Taeyong saat ini. Ia dapat melihat Taeyong tengah menunduk-mungkin meresapi kata-katanya barusan-dan mengepalkan tangannya emosi.

"Kau tak tau apa-apa tentang semua ini Jhonny Seo."

Kemudian Taeyong melangkahkan kakinya keluar dari apartemen sang sahabat dengan membanting pintu.

Jhonny menghela nafasnya pelan dan mendongak saat dilihatnya Ten tengah menggenggam tangannya.

"Aku yakin, Taeyong pasti akan mendengarkanmu hyung."

Ten tersenyum manis yang dibalas oleh Jhonny sambil memeluk tubuh kekasihnya itu.

"Semoga saja." Gumamnya pelan.

.

.

Flashback off

Taeyong mengacak rambutnya frustasi mengingat semua hal itu. Seandainya dulu ia mendengarkan perkataan Jhonny, mungkin nasibnya tidak akan seperti ini. Taeyong menghela nafas pelan sembari menatap penuh harap foto Yuta.

"Kau harus kembali pada ku Yuta. Harus."

Tekadnya sambil menggenggam kertas yang ada ditangannya.

.

.

.

Entah sejak kapan, kini Yuta dan Jaehyun sudah berada di kamar Jaehyun. Dengan posisi Jaehyun berada diatas Yuta dan jangan lupakan pakaian keduanya yang kini entah berada dimana.

Jaehyun menciumi leher jenjang-membuat Yuta reflek mendongak-dengan sesekali menggigit lalu menyesap leher putih itu meninggalkan bekas merah keunguan yang akan hilang dalam beberapa hari ke depan.

Yuta memejamkan matanya disaat bibir Jaehyun kini beralih untuk memainkan puting miliknya.

Yuta meremas kuat rambut hitam Jaehyun membuat rambut yang sudah berantakan itu semakin berantakan.

"Ahh Jae~" Yuta mendesah ditelinga Jaehyun, membuat Jaehyun tersenyum sembari terus memberi tanda ditubuh kekasihnya itu.

Tangan Jaehyun kini beralih ke penis milik Yuta dan meremasnya pelan. Jaehyun mendongak untuk menemukan bagaimana ekspresi Yuta sekarang. Ia tersenyum-menyeringai-saat dilihatnya Yuta kini terengah-engah dan juga tengah mendesah pelan memanggil namanya.

Jaehyun memainkan milik Yuta. Ia mengulum kejantanan Yuta dengan sesekali menggoda sang pemilik.

"Hmm Jaehh."

Yuta membuka matanya dan ia melihat ke bawah-kearah Jaehyun-dengan tatapan mata yang sayu.

Tangan Jaehyun tak tinggal diam, tangannya kini beralih ke belahan pantat Yuta. Dan tak lama, Jaehyun memasukkan satu jarinya ke hole milik Yuta itu.

"Akhh."

Yuta memekik tertahan saat ia merasakan ada benda asing yang memasukinya. Sementara Jaehyun, ia terus saja memaju mundurkan mulutnya di kejantanan Yuta dan juga jarinya yang kini mulai ikut bergerak.

"Ahh Jaehyun."

Yuta sampai pada puncaknya, membuat Jaehyun meminum habis cairan milik Yuta sebelum mencium Yuta dan membagi cairan itu-yang disisakannya dimulutnya-kepada pemiliknya.

Yuta membalas ciuman Jaehyun dengan tangannya yang mengalung ke leher Jaehyun. Sementara mereka berciuman, jari tangan Jaehyun, bertambah untuk memenuhi Yuta. Membuat Yuta mengerang dalam ciuman mereka, dan tak disia-siakan oleh Jaehyun untuk memasukkan lidahnya ke gua hangat itu. Jaehyun mulai mengobrak-abrik mulut Yuta, menyecap bagaimana rasa manis yang selalu keluar dari mulut dan bibir itu.

Setelah dirasanya cukup, Jaehyun mengeluarkan jarinya dan masih dengan acara berciumannya, Jaehyun mempersiapkan miliknya di depan hole milik Yuta yang seperti sudah memanggil miliknya, lihatlah lubang itu berkedut seperti memintanya untuk segera masuk.

Yuta melepas ciuman mereka dengan paksa, karena sesuatu sudah memasukinya dengan sangat keras.

Itu Jaehyun, yang memasukan kejantanannya dengan sekali hentak ke holenya.

"Akhh Jaehh."

Yuta mencengkram erat bahu Jaehyun sambil memejamkan matanya. Sungguh, rasanya sangat sakit sama seperti pertama kali ia dimasuki. Mengingatnya, membuat Yuta kembali mengingat sosok pemuda lain yang pernah berada di kehidupannya dulu dan juga yang pertama kali memasukinya.

Yuta tersentak kaget dan reflek membuka matanya, ia dapat melihat Jaehyun tengah menatap ke arahnya. Ini memang yang pertama untuk mereka berdua, karena sungguh bertahun-tahun mereka bersama, mereka tak pernah berfikiran untuk melakukan hal ini-kecuali saat mereka sudah menikah nanti-tapi entah mengapa mereka berdua mengingkari janji-tak terucap-itu.

"Kau sudah siap hyung?"

Bisik Jaehyun di depan bibir Yuta dengan suara rendahnya.

Yuta mengangguk sembari balas menatap Jaehyun.

Jaehyun tersenyum sembari mengecup bibir merah Yuta. Ia mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan, tak mau menyakiti sang kekasih. Sementar Yuta, kini ia mulai meremas rambut belakang Jaehyun saat dirasanya rasa sakit yang tadi dirasakannya kini beralih menjadi rasa nikmat.

"Ahh Jaehyuniehh."

Desahan dan geraman keduanya terus terdengar bersahutan.

Jaehyun terus menggerakkan pinggulnya maju-mundur untuk menikmati dinding rektum Yuta yang pertama kali dirasakannya itu.

Tangannya tak mau diam, kini tangannya mulai memainkan puting Yuta. Ia mencubit, memelintir, dan menarik puting kemerahan milik Yuta yang membuat sang empu mengerang kaget sekaligus nikmat.

Dan juga jangan lupakan bibirnya yang kini masih terus menciumi tubuh Yuta, dari wajah dan kini sampai pada perut Yuta.

Yuta mengerang tertahan saat dirasanya perutnya melilit seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Ia menarik leher Jaehyun untuk mengajak pemuda yang lebih muda darinya ke ciuman basah mereka.

Jaehyun tersenyum dalam ciuman mereka, dengan gerakan yang semakin cepat, ia menggerakan kejantanannya keluar masuk hole panas milik Yuta itu.

Tak lama, ia dapat merasakan pemuda dibawahnya mengejang lalu melepaskan ciuman mereka.

"Ahh Jaehyunhh."

Desah Yuta sambil menyemburkan spermanya yang kini mengenai perut Jaehyun dan tubuhnya sendiri.

Jaehyun yang melihat pemandangan didepannya, semakin bernafsu dan tak bisa menahan hasratnya lagi.

"Akhh Yuta hyung ahh."

Setelahnya Jaehyun menyusul Yuta berorgasme, namun ia mengeluarkannya di hole Yuta. Dan saat ia mengeluarkan kejantanannya dari sana, dapat terlihat cairannya ikut keluar karena tak cukup tertampung di hole hangat itu.

Yuta mengatur nafasnya dan tersenyum manis sambil menatap Jaehyun.

"Terima kasih Yuta hyung."

Ucap Jaehyun lalu mengecup lama kening Yuta.

"Hmm ya."

Yuta tersenyum sekali lagi sebelum menarik selimut, ia sangat lelah sekarang jadi ia pun untuk memilih tidur dari pada mandi.

"Tidurlah hyung, aku akan ke kamar WinWin sebentar."

Jaehyun mengusap rambut Yuta sebentar sebelum memakai bajunya.

Yuta memejamkan matanya sembari menutup matanya.

Jaehyun tersenyum manis melihatnya, kemudian ia melangkahkan kakinya keluar kamar.

.

.

.

Terlihat dua orang pemuda dewasa yang sedang berpelukan di sebuah ranjang itu tengah membicarakan sesuatu yang sepertinya amat serius.

"Kau yakin hyung melihat dia? Siapa tau itu bukan dia."

Kata pemuda tinggi yang kini tengah memeluk pemuda yang lain.

Sementara pemuda mungil yang ada dipelukannya hanya mendengus kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

"Aku serius Sehun, itu dia, Lee Taeyong." Ucap pemuda itu bersungguh-sungguh.

"Jadi sekarang kau mau apa hyung?"

Pemuda yang dipanggil Sehun tadi membalas sambil mengusap surai istri-suami-nya itu.

"Apa kita beritahu appa saja ya Hun? Ahh aku bingung."

"Lebih baik kita lihat saja dulu ke depannya nanti. Kita tunggu saja apa yang akan dilakukan Taeyong, setelahnya baru kita cari tau apa yang harus kita lakukan."

"Kau benar."

"Sudah, sekarang kita tidur hyung. Aku tau kau pasti lelah karena olahraga kita tadi."

"Yakk dasar Oh Sehun."

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Yoo~ ini chap 2 nya yah hehe

Ku buat NC JaeYu buat sekarang, entahlah, itu hot atau tidak kalau kurang ku mohon maaf.

Ku itu paling ga bisa bikin desahan/? di ff /plakk

Dan yah ku masukin JhonTen dan HunMin disini hehe

Buat yg nunggu NC TaeYu, mohon ditunggu di chapter selanjutnya dan selanjutnya lagi lalu chapter depannya lagi /plakk

Buat yg udh mereview di ff ku yg ini atau di yg mana pun aku ucapkan big thanks buat kalian semua /kiss&hug

Maaf ga bisa bales satu per satu hehe

Last, review again? *wink

See you next chap (year) :* /plakk