I Want U (Back)

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

.

.

Author : chochopanda99

Disclaimer : Semua cast punyanya Tuhan YME, Ortu mereka, SM Ent, dan kita semua xD.

And this fic is original from me

Cast :

JaeYu

TaeYu

Slight!HunMin

Slight!ChulTeuk

Slight!YunJae

Kid!Winwin

Kid!Mark

And Other cast

Rated : M (Buat jaga-jaga)

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Family.

Lenght : Multichap

Warning : AU, Shounen-Ai , Yaoi, boyxboy, OOC, Typo(s) , Cerita Pasaran, Mature Scene, Mpreg.

Summary : "Lee Taeyong yang menyesal sudah melepas Nakamoto Yuta namun saat ia akan memintanya kembali ternyata Yuta sudah melupakannya dan ia merupakan tunangan sekaligus 'calon istri' adik sepupunya sendiri, Jung Jaehyun. Apa yang akan dilakukan Taeyong selanjutnya?" Seme!Jaehyun Uke!Yuta Seme!Taeyong. JaeYu. TaeYu. NC 17. Mature Content. Mpreg. DLDR.

.

.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

.

Taeyong menunggu dengan sabar di depan sebuah sekolah TK ternama di Seoul. Ia melirik jam tangannya untuk memastikan bahwa dia tidak terlambat untuk menjemput anaknya-Winwin. Taeyong tersenyum saat dilihatnya dua orang anak kecil tengah berjalan menuju arahnya-lebih tepatnya ke gerbang- sambil berbincang.

Taeyong berniat menghampiri mereka lebih dulu sebelum seorang pemuda mungil berjalan menghampiri mereka dan langsung menggandeng tangan anak yang disebelah Winwin.

"Minseok hyung." Gumam Taeyong sambil menghentikan langkahnya.

Kini Taeyong menjadi ragu untuk menghampiri Winwin-padahal ia tadi sangat berani-yang masih ada beberapa meter didepannya.

Minseok mengedarkan pandangannya, ia merasa ada yang sedang menatap mereka bertiga. Dan ia menemukan seorang pemuda tampan sedang berdiri di dekat gerbang sambil menatap kearahnya.

"Taeyong." Lirihnya dengan mata yang membulat.

Taeyong berjalan menghampiri Minseok-setelah mengatur nafasnya-. Ia tersenyum tipis melihat wajah Minseok yang begitu terkejut melihatnya.

"Selamat siang Minseok hyung."

Taeyong membungkuk sebentar saat menyapa Minseok.

Sementara Minseok hanya mengangguk, ia tak tau harus melakukan apa sekarang.

"Minhyungie, sekarang kau ajak Winwin ke mobil dulu ya? Nanti eomma menyusul." Bisik Minseok pada Mark yang diangguki polos oleh Mark.

Setelah Mark dan Winwin pergi dari hadapan mereka berdua, Minseok pun dengan berani menatap Taeyong. Sementara Taeyong, ia menatap sendu pada ke arah Winwin yang tadi tersenyum kearahnya.

"Kau ingin bertemu anak itu bukan? Sudah dapat izin dari Yuta?" Dengan melipat tangannya, Minseok menatap tajam Taeyong.

Taeyong menghela nafas sembari menggeleng.

"Tidak bisakah hyung memberi ku kesempatan untuk bertemu dia, dia anak ku hyung."

"Dengar Lee Taeyong, kau bukan lagi Lee Taeyong adik sepupu ku setelah apa yang kau perbuat pada Yuta. Tidak kah kau ingat apa yang kau lakukan pada Yuta dulu? Dan kau sekarang dengan mudahnya mengatakan ingin bertemu anak yang bahkan tak kau harapkan dulu? Ku fikir kau masih punya otak untuk berfikir apa kah itu pantas untuk didapatkan olehmu atau tidak."

Minseok menghela nafasnya pelan untuk meredam emosinya.

Taeyong mengepalkan tangannya emosi, sungguh ia juga sadar apa yang dilakukannya dulu salah. Tapi dia juga ingin memperbaiki semuanya, apa tak ada kesempatan?

"Mulai sekarang, jangan ganggu Yuta atau pun Winwin. Mereka sudah bahagia Taeyong dan lagi Yuta akan menikah."

Minseok akan pergi sebelum suara Taeyong membuatnya menghentikan langkah.

"Bahagia? Menikah? Bahkan paman Yunho saja tidak setuju dengan hubungan mereka. Jadi apa iya mereka akan bahagia? Kau ingat hyung, sampai kapan pun, Yuta dan Winwin adalah milikku. Dan tak akan ku biarkan siapa pun untuk merebutnya dari ku."

Minseok sempat melihat Taeyong menyeringai sebelum meninggalkannya.

"Aku harus memperingati Yuta dan Jaehyun secepatnya."

Gumam Minseok sambil terus berjalan menuju mobilnya. Meninggalkan Taeyong yang kini sudah menempelkan ponselnya ditelinga.

"Ya, Yunho samchon."

.

.

.

Jaehyun tersenyum melihat Yuta yang kini tengah sibuk memilih cincin untuk pernikahan mereka. Mereka berdua sudah berada di toko perhiasan ini dari sekitar 1 jam yang lalu. Namun, belum ada yang pas dihati Yuta.

"Yakk Jaehyunie, bantu aku memilih. Jangan hanya tersenyum seperti orang tak waras begitu." Yuta mengomel dengan mata melirik tajam Jaehyun yang masih saja tersenyum.

"Ya hyung, aku sudah memilihnya. Ini." Jaehyun menyodorkan kotak beludru berwarna merah ke depan Yuta.

Yuta mengerjapkan matanya tanda tak mengerti.

"Ambil hyung." Jaehyun menarik sebelah tangan Yuta dan menaruh kotak itu disana.

Yuta mengerjap sekali lagi sebelum membuka kotak itu. Saat dibuka, ia terkejut melihat sepasang cincin emas putih dengan ukiran indah ada didalamnya.

Yuta beralih untuk menatap Jaehyun.

"Aku sudah memesannya sejak lama hyung, dan itu sesuai untukmu kan?" Jaehyun tersenyum manis pada Yuta.

Yuta mengangguk lalu tanpa banyak bicara, ia memeluk Jaehyun.

"Jika kau sudah memesannya, kenapa memintaku untuk memilih."

Kata Yuta sambil menyembunyikan wajahnya diceruk leher Jaehyun.

"Iseng saja hyung." Jaehyun terkekeh. Tangannya membalas pelukan Yuta dan mengusak rambut kekasihnya itu.

"Sudah hyung, ayo pulang. Kau tak malu dilihat banyak orang?" Jaehyun berbisik masih dengan terkekeh.

Yuta mendongak kemudian melepas pelukannya dengan pipi yang merona.

"Ayo." Yuta berjalan terlebih dahulu keluar dari toko tersebut diikuti Jaehyun yang masih setia dengan kekehannya.

.

.

.

Yuta berjalan sendiri menuju apartemennya. Saat dijalan tadi, Jaehyun ditelfon oleh ayahnya untuk segera datang ke kantor, jadi dengan terpaksa Jaehyun hanya mengantarkan Yuta sampai depan gedung apartemen mereka. Yuta menghela nafasnya pelan, ia merasa lelah sekarang untung saja Winwin sedang bermain di rumah Minseok, jadi ia bisa beristirahat sebentar sekarang, sebelum nanti ia menjemput anak kesayangannya itu.

Yuta menghentikan langkah kakinya beberapa meter dari pintu apartemennya. Karena, ia melihat seseorang sedang berdiri didepan pintu dan kini tengah melihatnya sambil tersenyum-menyeringai-tipis. Yuta tak bisa untuk tak menahan nafasnya sekarang. Itu Taeyong, lelaki yang sudah-sangat-lama tak ia jumpai, lelaki yang meninggalkannya, lelaki yang membuatnya kecewa, dan juga lelaki yang membuat hidupnya hancur.

Yuta berjalan pelan menghampiri Yuta sambil mengatur nafasnya. Ia harus bisa menghadapi Taeyong, karena cepat atau lambat ia pasti akan bertemu Taeyong juga-seperti yang sudah ia dan orang-orang disekitarnya perkirakan-.

Taeyong sedikit berjalan mundur untuk memberikan ruang pada Yuta agar bisa membuka pintu. Ia terus menatapi punggung Yuta yang ada dihadapannya. Saat Yuta akan masuk, ia reflek menarik tangan Yuta. Membuat sang empu kaget dan tanpa banyak kata, Taeyong memeluk erat tubuh pemuda yang sangat dirindukannya itu.

"Kembalilah padaku Yuta." Bisik Taeyong.

Yuta hanya terdiam tanpa niat membalas pelukan Taeyong. Ia bingung sekarang, kenapa jantungnya berdetak lebih cepat sekarang. Karena takutkah? Atau karena ia berada dipelukan pemuda yang juga ia rindukan?

Yuta dengan perlahan melepas pelukan Taeyong dari tubuhnya. Ia takut jika seseorang melihatnya sedang berpelukan dengan orang lain, bisa terjadi salah paham nantinya.

"Maaf, sepertinya anda salah orang." Dengan sedikit bergetar, Yuta berbalik untuk masuk ke dalam apartemennya. Namun, lagi-lagi tangan seseorang yang berada dibelakangnya menahannya untuk bergerak.

Dengan sentakan kecil, Taeyong membalik badan Yuta dan menatap pemuda cantik itu dengan tatapan tajam miliknya. Taeyong menarik dagu Yuta dan mendekatkan wajah mereka. Yuta menatapnya takut dan mencoba memundurkan kepalanya, tapi dengan sigap Taeyong menahan kepala bagian belakang Yuta, membuat Yuta tak bisa berbuat apa pun.

"Dengar Nakamoto Yuta, aku tak pernah salah orang. Kau adalah Nakamoto Yuta, pemuda cantik yang pernah dan masih aku cintai, ibu dari anak ku yang bernama Winwin dan juga kau adalah milik ku. Aku tak pernah salah untuk mengenali milik ku, Nakamoto Yuta." Taeyong berkata di depan bibir Yuta dengan mata masih menatap tajam Yuta-meskipun Yuta dapat melihat ada tatapan kerinduan dimata itu-.

"Aku memang Nakamoto Yuta, aku memang ibu dari Winwin. Tapi, aku bukan milikmu lagi, Taeyong-ssi." Yuta mengepalkan tangannya dan membalas tatapan Taeyong dengan mata yang mulai berair.

Taeyong yang mendengar itu dari Yuta, membuat tubuhnya entah kenapa merasa panas. Ada rasa marah yang begitu terasa dalam dirinya. Tanpa sadar, ia mencengkram dagu Yuta begitu erat membuat sang empu meringis menahan sakit.

"Dengar Yuta, dari awal kau adalah milik ku. Dan sampai kapan pun, kau milik ku." Setelahnya, Taeyong mencium paksa Yuta. Membuat Yuta memukul bahu Taeyong dengan keras meskipun tak berdampak apa pun pada keadaannya.

Hingga tak sampai satu menit, seseorang menarik kerah baju Taeyong dan memukul wajah Taeyong dengan keras. Dan setelahnya, Yuta merasa seseorang menariknya dalam sebuah pelukan hangat.

"Leeteuk-imo." Lirih Yuta sambil memeluk erat orang yang kini tengah memeluknya.

Sementara disudut lain, seorang anak kecil hanya bisa menatap polos pandangan yang terjadi dihadapannya.

"Halabeoji, Halmeoni, eomma." Lirih anak itu-Winwin yang kemudian berlari menghampiri Yuta dan juga memeluk kaki Yuta.

Yuta yang merasa ada pelukan dikakinya pun melepas pelukan Leeteuk dan melihat ke bawah kakinya. Ia melihat anak semata wayangnya tengah memeluk kakinya, ia dapat melihat punggung anaknya naik turun tak beraturan dan mendengar suara sesegukan yang pasti berasal dari anaknya.

"Winwinie." Yuta menggendong Winwin dan mengusap punggung anaknya itu.

"Ayo kita masuk. Biarkan samchonmu yang mengurus Taeyong." Leeteuk membuka pintu apartemen Yuta yang memang sudah terbuka, dan membiarkan pasangan ibu dan anak itu masuk kedalam lebih dulu. Sementara matanya melirik ke pojok lorong yang masih menampilkan perkelahian antara Heechul-suaminya-dan juga Taeyong, setelahnya Leeteuk masuk ke dalam dan menutup pintu.

Heechul menatap keponakannya itu dengan nyalang. Ia sudah memukul habis-habisan Taeyong sedari tadi, dan Taeyong hanya membalasnya dengan tatapan datar juga ekspresi wajah kosong yang seperti siap untuk menerima perlakuan Heechul padanya itu.

"Apa maksudmu sebenarnya Taeyong? Kau sudah meninggalkannya dulu, dan sekarang kau memaksanya untuk kembali?" Heechul melepas cengkramannya di kerah baju Taeyong dan mengatur nafasnya untuk meredakan emosi.

"Aku hanya ingin Yuta kembali pada ku samchon. Dan juga aku ingin memulai kehidupan baru ku bersama Yuta dan Winwin demi menebus kesalahan ku di masa lalu. Apa tak ada kesempatan?" Taeyong jatuh terduduk dan menyender ke tembok yang ada dibelakangnya.

"Kau datang di waktu yang tak tepat Taeyong. Seharusnya dari awal kau tak meninggalkan Yuta. Sekarang sudah terlambat, Yuta akan menikah dengan Jaehyun."

"Aku belum terlambat samchon. Mereka belum menikah, lagi pula aku tak yakin pernikahan mereka akan berhasil." Taeyong berdiri dari duduknya dan merapikan penampilannya-meskipun masih terlihat berantakan apa lagi dengan luka di wajahnya.

"Apa maksudmu?"

"Aku masih punya Yunho samchon, yang tak lain adalah ayah kandung dari Jaehyun. Samchon tak lupa kan, jika Yunho samchon tidak pernah menyetujui hubungan mereka berdua? Jadi, akan ku pastikan Yuta akan kembali pada ku secepatnya." Taeyong menyeringai kecil melihat ekspresi Heechul yang saat ini sedang menahan amarahnya.

"Baiklah Heechul samchon, sepertinya aku harus pergi. Ada urusan yang harus aku urus, dan terima kasih untuk pukulan selamat datangnya." Taeyong menepuk pelan pundak Heechul dan melangkahkan kakinya menuju lift didekatnya.

Heechul menghela nafasnya keras demi menetralkan-lagi-emosinya. Ia lupa jika suami dari adiknya itu adalah orang yang sangat tak menyetujui hubungan Yuta dengan Jaehyun. Dan lagi, Yunho pun kemarin menyetujui rencana pernikahan Yuta dan Jaehyun karena Jaejoong yang terus memaksanya dan juga rencana pura-pura sakitnya. Tapi sekarang, dengan munculnya Taeyong, akankah Yunho tetap menyetujui pernikahan Yuta dengan Jaehyun atau justru membantu Taeyong mendapatkan Yuta? Heechul mengerang pelan sebelum akhirnya masuk ke dalam apartemen menyusul Yuta, Winwin serta Leeteuk.

.

.

.

Jaehyun menatap tajam pada orang dihadapannya yang tak kalah menatap tajam balik dirinya.

"Lepaskan dia Jaehyun. Sekarang Taeyong sudah kembali, tak ada alasan lagi untuk mempertahankan dia Jaehyun." Yunho kembali memeriksa dokumen dimejanya setelah beberapa menit lalu beradu pandang dengan anaknya itu.

"Ada appa. Aku mencintainya dan dia mencintaiku. Kami saling mencintai appa, jadi sampai kapan pun aku tak akan melepas Yuta hyung."

"Kau yakin dia mencintaimu? Bukan karena ia kasihan padamu yang terus saja mengemis cinta padanya?"

Ucapan Yunho membuat Jaehyun tertohok. Ia tak menyangka jika ayahnya akan berkata seperti itu.

"Sekarang, pikirkanlah Jaehyun, apa benar kau dan dia saling mencintai? Bukan karena saling kasihan diantara kalian? Coba ingat bagaimana kalian bisa bersatu begini. Apa iya, Taeyong benar-benar meninggalkan Yuta begitu saja?" Yunho berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan menghampiri putranya itu.

Ia meremas pelan bahu Jaehyun memberikan semangat.

"Fikirkanlah. Semuanya belum terlambat." Yunho berjalan meninggalkan Jaehyun yang kini tengah membatu dengan masih mengepalkan tangannya.

"Yuta hyung, Taeyong hyung, Winwinie, mianhae." Ucapnya lirih dengan airmata yang kini mulai mengalir dipipinya.

.

.

.

Yuta mengelus rambut Winwin dengan sayang sebelum ia berjalan keluar untuk menemui Leeteuk dan Heechul. Ia berjalan mendekati mereka berdua dan duduk disamping Leeteuk. Kemudian, ia memeluk erat Leeteuk yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.

"Untung kalian datang tadi, jika tidak aku tak tau apa yang akan Taeyong lakukan imo." Yuta bergumam yang dibalas oleh usapan lembut dipunggungnya.

"Ya untung saja. Tadi kami mampir ke rumah Minseok dan bertemu Winwin, jadi kami berfikir untuk mengantarkan Winwin sekaligus melihat keadaanmu dan kami terkejut melihat adegan yang kami lihat tadi." Heechul menghela nafasnya pelan sembari bergeser duduk disebelah lain Yuta dan ikut mengelus rambut Yuta.

"Kau harus lebih hati-hati. Tadi Minseok bilang bahwa Taeyong menemui Winwin disekolahnya, aku takut jika dia akan bertindak macam-macam."

Yuta tak bisa untuk tak melebarkan matanya sekarang. Jadi sebelum menemuinya tadi, Taeyong sempat menemui Winwin? Oh tidak, dia harus benar-benar waspada sekarang.

"Sekarang kau tidurlah Yuta, samchon dan imo juga akan pulang. Tak perlu menunggu Jaehyun, mungkin dia pulang ke rumah orangtuanya." Leeteuk tersenyum sambil melepas pelukan Yuta dan berdiri. Heechul dan Yuta pun ikut berdiri, kemudian Yuta mengantar dua orang yang dianggapnya orangtua keduanya itu ke depan pintu.

"Terima kasih dan hati-hati dijalan samchon, imo."

"Kau juga, jika terjadi apa-apa, segera hubungi kami."

"Ya imo."

Setelahnya, keduanya pun pergi dari apartemen Yuta dan pemuda cantik itu menutup pintu apartemennya dan menghela nafas pelan sembari berdoa semoga tak ada hal aneh yang terjadi besok, karena ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi dan itu bukanlah hal yang baik.

.

.

"Culik anak yang bernama Winwin dan bawa ke tempat ku." Titah seorang lelaki sambil menutup sambungan. Ia menyeringai lebar mengingat rencana yang akan ia lakukan agar ia bisa mendapatkan Yuta.

"I got you Nakamoto."

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Halo, sudah berapa lama ga update? Baru 2 minggu kok ya, belum 2 tahun/plakk. Gimana chap ini? semoga memuaskan/? ya hehe. Dan TaeYu udah ketemu yah TaeWin juga hehe. Aku masukin ChulTeuk ya, yg ga suka, no bash right? Karena aku udh bilang bakalan masukin banyak otp ku disini. Dan well, kalo kalian nanya kenapa ChulTeuk? karena aku suka, dan well aku suka seme berwajah cantik, kaya ChulTeuk, BaekMin/BaekSoo, LuMin, maupun TaeYu-kenapa TaeYu masuk? Aku pernah baca tulisan seseorang katanya dia Taeyong itu cantik-(disitu aku merasa antara pengen nangis dan ketawa)- jadi maklumin aja okay.

So, thanks buat yg udh review yah /kiss&hug/ maaf, ga bisa bales satu persatu /bow

Dan juga thanks buat yg udh fav&foll /kiss&hug

Last, review again? *wink