I Want U (Back)

.

.

.

Chapter 4

.

.

.

Author : chochopanda99

Disclaimer : Semua cast punyanya Tuhan YME, Ortu mereka, SM Ent, dan kita semua xD. And this fic is original from me.

Cast :

TaeYu

JaeYu

Slight!HunMin

Slight!ChulTeuk

Slight!YunJae

Kid!Winwin

Kid!Mark

And Other cast

Rated : M (Buat jaga-jaga)

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Family.

Lenght : Multichap

Warning : AU, Shounen-Ai , Yaoi, boyxboy, OOC, Typo(s) , Cerita Pasaran, Mature Scene, Mpreg.

Summary : "Lee Taeyong yang menyesal sudah melepas Nakamoto Yuta namun saat ia akan memintanya kembali ternyata Yuta sudah melupakannya dan ia merupakan tunangan sekaligus 'calon istri' adik sepupunya sendiri, Jung Jaehyun. Apa yang akan dilakukan Taeyong selanjutnya?" Seme!Jaehyun Uke!Yuta Seme!Taeyong. JaeYu. TaeYu. NC 17. Mature Content. Mpreg. DLDR.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

"APA? HYUNG KAU BERCANDA 'KAN? Aku akan Kesana secepatnya hyung . Tunggu aku." Yuta menutup sambungan telfonnya. Yuta berlari keluar dari apartemennya sambil terus bergumam-berdoa-supaya Winwin tak kenapa-kenapa.

Yuta langsung memberhentikan taksi yang melihat dihadapannya sesaat setelah ia keluar dari gedung apartemennya dan memberitahu sang supir taksi untuk mengantarnya ke sekolah anaknya. Yuta sangat khawatir sekarang karena saat ia mendapat telfon tadi-dari Minseok-ia langsung diberitahu bahwa Winwin dibawa-diculik-oleh orang-orang berpakaian hitam dan juga wajah yang ditutupi masker atau topeng-entah apa pun itu-saat Winwin juga Mark akan menghampiri Minseok yang menunggu di depan gerbang sekolah. Minseok biasa disitu saat menjemput Mark dan Winwin ngomong-ngomong.

Yuta langsung keluar dari taksi begitu taksi yang ditumpanginya berhenti disekolah TK anaknya setelah ia membayarnya terlebih dahulu tentu saja. Yuta berlari menghampiri Minseok dan juga Mark yang kini dalam gendongan Minseok sembari menampilkan wajah khawatirnya.

"Hyung, dimana Winwin hyung? Bagaimana bisa Winwin diculik? Siapa yang menculiknya hyung? Oh Tuhan, Winwinie." Yuta menangis dihadapan Minseok yang kini coba untuk menenangkannya. Minseok menepuk pelan bahu Yuta mencoba untuk menyemangatinya.

"Tenang Yuta. Aku yakin Winwin akan baik-baik saja."

"Tidak hyung. Bagaimana jika Winwin disakiti oleh para penculik itu? Tidak hyung. Aku tak mau Winwinku kenapa-kenapa."

"Yuta. Kau tak boleh berbicara seperti itu. Aku sudah meminta bantuan pada polisi, jadi kita tunggu saja kabar dari mereka."

"Ta-tapi hyu-"

Belum sempat Yuta membalas perkataan Minseok, ponsel dalam saku celananya berbunyi. Yuta pun mengambil ponselnya dan mengangkat telfon yang entah dari siapa itu.

"Halo~ Yuta."

"Tae-"

"Ya ini aku, Taeyong. Hmm, apa kau merindukan anakmu oh maksudku anak kita?"

"Kau?!"

"Kau kaget karena aku menculik Winwin? Aku kira kau pintar Yuta-chan. Hmm begini saja, kau ingin bertemu dengan anak kita kan?"

"Cepat katakan kau bawa anak ku kemana Taeyong-ssi."

"Kau lucu sekali Yuta. Kau tenang saja, aku tak akan melakukan apa-apa pada anak kita. Begini, 10 menit dari sekarang, akan ada mobil yang akan menjemputmu dan juga membawamu ketempat ku. Dan ingat, jangan kau katakan pada siapa pun jika kau tak mau aku melakukan hal yang sama padamu."

Pip

"Tae- Yakk! Taeyong bodoh." Yuta memaki pada ponselnya seolah-olah ponselnya itu adalah Taeyong.

"Taeyong? Jadi, Taeyong yang menculik Winwin? Oh astaga, ku rasa ia sudah gila sampai menculik anaknya sendiri." Minseok yang sedari tadi memperhatikan serta mendengarkan percakapan Yuta dan Taeyong pun berujar sambil menggelengkan kepalanya.

"Hyung, aku mohon jangan ceritakan ini pada siapa pun. Aku harus pergi sekarang hyung. Aku harus menemui Winwin." Yuta menatap memohon pada Minseok yang ditanggapi gelengan pelan oleh lelaki itu.

"Tidak Yuta. Aku akan memberitahukan ini pada Jaehyun juga appa."

"Tidak hyung. Jika hyung ingin melihatku dan Winwin lagi, maka jangan lakukan itu."

"Astaga. Apa Taeyong mengancammu Yuta? Apa yang ia katakan padamu barusan?"

"Tidak hyung. Maaf, aku harus pergi sekarang. Aku mohon sekali lagi, jangan beritahukan ini pada siapapun juga tolong batalkan laporanmu pada polisi hyung. Aku pergi." Setelahnya, Yuta berlari meninggalkan Minseok menuju sebuah mobil berwarna hitam diseberang jalan yang tengah menunggunya.

Minseok menghela nafas pelan kemudian ia berjalan menuju mobilnya-dengan masih menggendong Mark-.

"Tapi paling tidak, aku harus memberitahu Sehun." Ucapnya pelan sembari menurunkan Mark di jok mobilnya dan Minseok yang mulai mengendarai mobilnya menuju apartemennya.


Yuta mengikuti langkah seorang lelaki-yang mengaku bernama Jackson-dengan langkah tergesa-gesa juga dengan ekspresi wajah yang tak bisa dijelaskan. Lelaki yang berjalan didepannya itu saat di perjalanan tadi mengaku bahwa dia adalah asisten pribadi juga orang kepercayaan Taeyong semenjak Taeyong tinggal di Amerika sana. Menurut Yuta, Jackson sebenarnya orang yang baik dan juga ramah tapi tetap saja Yuta bingung kenapa Jackson mau-maunya bekerja dengan Taeyong. Dan ada satu lagi yang membuat Yuta bingung, yaitu kata-kata Jackson sesaat sebelum mereka keluar dari mobil.

"Taeyong tidak pernah berubah seperti apa yang kau fikirkan selama ini. Tapi, keadaanlah yang membuatnya menjadi seperti ini." Kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran Yuta yang membuat Yuta terus berjalan sambil melamun sampai tak menyadari jika ia sudah sampai pada tempat tujuannya.

"Yuta-ssi." Jackson menepuk pelan bahu Yuta yang reflek membuat Yuta melihat kearahnya dengan ekspresi wajah bingung.

Jackson mengulum senyumnya sembari melirik kearah pintu disebelah kirinya memberi kode bahwa mereka telah sampai di apartemen milik Taeyong.

"Kita sudah sampai. Masuklah, aku akan pergi dulu." Jackson tersenyum saat melihat Yuta mengangguk mengerti akan maksudnya. Kemudian, ia berjalan meninggalkan Yuta yang berdiri didepan pintu bernomor 1721 itu.

Yuta mengatur nafasnya sebentar sebelum memberanikan diri mengetuk pintu itu. Tak lama, pintu terbuka dan menampilkan sosok lelaki tampan yang tersenyum menyambutnya.

"Masuklah, Winwin sedang bermain dikamarku." Lelaki itu-Taeyong-membuka lebih lebar pintu apartemennya dan mempersilahkan Yuta masuk. Yuta melangkahkan kakinya ragu untuk memasuki apartemen mantan kekasihnya itu. Taeyong menutup pintu apartemennya dan mengikuti Yuta dibelakangnya yang sedang melihat-lihat isi apartemennya, mungkin Yuta bingung dimana kamar Taeyong.

"Kamar ku berada diujung sana. Kau masuk saja, aku akan buatkan minum dulu." Taeyong menunjuk sebuah ruangan berpintu berwarna coklat yang berada diujung apartemen itu. Setelah melihat Yuta mengangguk, baru Taeyong pergi untuk membuat minuman.

Yuta melangkahkan kakinya menuju ruangan yang ditunjuk Taeyong sebagai kamarnya. Dengan perlahan, Yuta membuka pintu kamar itu dan melihat kedalamnya. Dapat Yuta lihat sebuah ruangan besar dengan kasur berukuran king berada ditengah, lemari pakaian, sebuah sofa, juga televisi dengan barang elektronik lain juga ada disana. Dan yang Yuta cari juga ada disana, duduk didekat ranjang dengan mainan yang berantakan disekitarnya. Yuta dengan cepat menghampiri anaknya.

"Winwinie." Yuta memanggil anaknya dengan suara lembut sembari menahan airmatanya.

Winwin menoleh dan kemudian berlari memeluk Yuta yang di tentu saja langsung dibalas olehnya.

"Eomma~"

"Winwinie tak apa kan? Ahjussi tak melakukan hal yang buruk padamu kan?" Yuta melepas pelukannya dan memeriksa badan Winwin yang berada didepannya. Winwin mengerucutkan bibirnya imut mendapat perlakuan begitu dari sang ibu.

"Tidak eomma. Ahjussi baik padaku. Lihat, dia memberikan semua mainan ini pada Winwin." Winwin mengambil salah satu mainan yang berada didekatnya pada Yuta. Yuta hanya bisa mengangguk dan tersenyum, kemudian ia mengacak gemas rambut sang anak.

"Winwinie sudah makan?" Yuta duduk disebelah Winwin yang kini kembali fokus pada mainannya. Winwin hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Tentu saja aku sudah memberikannya makanan Yuta. Kau kira aku setega itu pada anakku sendiri." Taeyong masuk ke kamarnya dengan membawa nampan yang diatasnya berisi tiga gelas minuman dan beberapa kaleng cemilan.

Yuta reflek menoleh ke arah Taeyong yang berjalan kearahnya. Yuta terdiam melihat Taeyong, lelaki itu kini sedang menaruh minuman dan juga cemilan yang dibawanya pada sebuah meja kecil yang tak jauh dari mereka.

Setelah selesai, Taeyong duduk disamping Yuta yang membuat lelaki manis itu menggeser duduknya namun ditahan oleh tangan Taeyong yang kini melingkar dipinggangnya.

"Tetap duduk seperti ini. Aku ingin menikmati waktu bersamamu juga anak kita." Bisik Taeyong pada Yuta dengan pandangan yang mengarah pada Winwin.

Yuta mengangguk pelan sembari menggigit bibir bawahnya. Sungguh, ia merasa gugup sekarang. Yuta juga bisa merasakan jika jantungnya berdegup sangat cepat, ini mungkin efek rasa takut pikir Yuta. Namun, saat Yuta memberanikan diri untuk melirik wajah Taeyong yang berada tak jauh dari wajahnya, entah kenapa wajahnya terasa memanas dan tanpa sadar Yuta mengulum senyumnya.

Taeyong menoleh dan menatap Yuta yang dengan segera Yuta mengalihkan pandangannya ke arah Winwin. Taeyong menyeringai tipis saat melihat rona kemerahan terlihat dari pipi putih lelaki disampingnya.

"Kau tidak pernah berubah Yuta." Taeyong menggenggam sebelah tangan Yuta yang membuat lelaki itu menegang kaget.

"Taeyong-ssi..." Yuta mencoba menarik tangannya yang berada dalam genggaman Taeyong namun tak bisa, kekuatan lelaki itu memang tak bisa ia kalahkan sejak dulu.

"Eomma~" Suara anak kecil satu-satunya yang berada disitu menginterupsi kegiatan mereka berdua.

Winwin berjalan mendekati mereka berdua dan duduk ditengah-tengah mereka berdua. Membuat Taeyong dengan terpaksa melepas tangan Yuta juga pelukannya dipinggang Yuta dan tanpa sadar, Yuta menghela nafas lega saat itu.

"Eomma~" Winwin memanggil sang ibu dan berpindah duduk menjadi dipangkuan sang ibu.

"Ya, ada apa hmm? Kau mengantuk?" Yuta mengelus sayang kepala Winwin dan Winwin hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Yuta.

"Kalau begitu, tidurlah."

"Tapi, Winwin ingin tidur bersama appa." Winwin mendongak menatap polos Yuta.

Yuta melirik ke arah Taeyong yang kini menatap penuh arti kearahnya juga Winwin.

"Kalau begitu, bersama ahjussi saja. Bagaimana?" Taeyong berucap seraya mengelus kepala Winwin. Membuat anak itu menoleh kearahnya sambil menatapnya polos.

"Tidak Taeyong-ssi." Yuta menolak dengan tegas sambil menatap tajam Taeyong. Namun, Winwin malah bangun dari pangkuannya dan mendekatkan dirinya pada Taeyong, membuat Taeyong tersenyum sembari memandang meremehkan pada Yuta.

"Kau lihat. Ikatan batin memang tak bisa dipisahkan Yuta." Taeyong berujar pelan namun bisa didengar Yuta. Yuta hanya bisa menahan emosinya dengan kepalan tangannya.

"Ayo ahjussi kita tidur. Eomma juga." Winwin berucap polos yang membuat Taeyong menyeringai tipis dan juga Yuta yang terdiam ditempatnya sembari menatap terkejut pada Winwin.


Ruangan dengan lampu redup itu terlihat sangat berantakan dengan pakaian yang tersebar dimana-mana. Diatas ranjang sana, terlihat dua orang lelaki tengah tertidur. Oh tidak, salah satu lelaki yang berwajah tampan itu sudah terbangun dengan tangan yang memijit kepalanya. Lelaki itu-Jaehyun-menatap ruangan yang sedang ia tiduri itu dengan kaget sembari mendudukan dirinya diatas ranjang entah milik siapa itu. Kemudian Jaehyun melirik kearah sampingnya dan dia menemukan seseorang dengan wajah manis nan polos tengah tertidur dengan nyenyaknya. Dan didetik berikutnya, ia menatap horor pada dirinya sendiri juga pemuda disampingnya karena ia dan pemuda itu sama-sama tak memakai pakaian alias telanjang dan hanya memakai selimut saja.

"Oh Tuhan. Apa lagi sekarang?" Jaehyun mengerang dalam hati seraya menarik rambut hitamnya yang memang sudah berantakan.


Heechul menatap tajam pada Yunho yang sedang duduk dihadapannya. Kini mereka tengah berada diruang keluarga milik keluarga Jung. Heechul dan Leeteuk, sengaja datang ke rumah adik ipar mereka setelah mendapat telfon dari Minseok tentang apa yang sudah dilakukan Taeyong juga ingin membicarakan hubungan Jaehyun dan Yuta ke depannya.

"Kau tau kan Yunho, jika Jaehyun sangat mencintai Yuta. Kau tidak bisa memisahkan mereka."

"Aku tau hyung. Aku hanya ingin Jaehyun mendapatkan yang lebih baik dari Yuta."

"Kau tidak bisa egois Yunho. Jaehyun bahagia bersama Yuta."

"Aku bisa hyung. Karena Jaehyun anak ku."

"Tidak Yunho. Jika kau peduli pada Jaehyun maka biarkan mereka berdua bahagia."

"Kau yakin hyung, jika mereka bersama bisa bahagia?"

"Tentu saja."

"Tapi aku tak yakin hyung."

"Kenapa begitu?"

"Kau sendiri juga tau hyung. Yuta sampai sekarang masih mencintai Taeyong, terlebih Winwin adalah anak mereka berdua."

"Itu hanya menurutmu saja Yunho."

"Tidak hyung, itu adalah kenyataannya."

"Kau hanya ingin membantu Taeyong untuk memisahkan Yuta dari Jaehyun makanya kau begini. Lagian kenapa kau sangat peduli pada Taeyong, bukannya kau juga ingin Jaehyun bahagia, kenapa kau malah membantu Taeyong?"

"Oh sepertinya kau lupa hyung. Taeyong kan juga anak ku."

"APA?!"


Terlihat sepasang ibu dan anak tengan berjalan bersama dengan sang ibu yang menyeret koper ditangannya.

"Mommy~" Sang anak merengut lucu sambil menarik-narik jaket yang dikenakan ibunya.

"Ya David? Kenapa hmm? Kau lelah?" Sang ibu berhenti berjalan dan mensejajarkan tingginya dengan sang anak.

Anak yang dipanggil David tadi pun mengangguk. Sang ibu hanya bisa tersenyum sembari mengacak gemas rambut sang anak.

"Tunggu sebentar ya. Jemputan kita akan datang sebentar lagi." David kembali mengangguk dengan masih mengerucutkan bibirnya.

"Koeun-ah." Suara dibelakangnya membuat Koeun-ibu David-menoleh dan langsung berdiri menyambut orang yang menjemputnya.

"Eomma." Koeun tersenyum pada wanita dihadapannya dan memeluknya sebentar.

"Aigoo~ sudah lama kita tak bertemu. Dan dimana cucu eomma?"

"Disini." David berjalan mendekati ibu juga neneknya dan memeluk kaki sang nenek. Membuat sang nenek-Jessica-tertawa.

"Dimana daddy?" Pertanyaan David membuat tawa Jessica terhenti digantikan oleh senyum manis wanita itu.

.

.

.

TBC


Hancur ini hancur *slap

Maaf ya udh lama, terus ini hancur lagi maaf banget *bow

Ada yg ngerti sama chap ini? Sebenernya chap ini cuma mau khusus buat Aigoo family, tapi malah jadi begini *slap

Buat yg nunggu adegan yg iya-iya mungkin chap depan ya hehe, maaf ku lgi ga ada mood buat bikin itu *slap

Big thanks to Khasabat04, Yuta Noona, 2113 , Park RinHyun-Uchiha, Kim 991 , liaoktaviani. joaseo, Min Milly, guest, kiyo, pepibabykyu, lunch27, and Blueberry Jung for review *kiss&hug

Juga buat yg udah fav/foll ataupun semua yang udah baca, thank you so much *kiss&hug

Last, review?

See you next chap *wink