I Want U (Back)

.

.

.

Chapter 7

.

.

.

Author : chochopanda99

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama. Dan cerita murni 100% milik Saya.

Cast :

Nakamoto Yuta

Lee Taeyong

Jung Jaehyun

Kid!Winwin

And Other

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Family.

Length : Multichap

Rated : M

Warning : AU, Yaoi, Mpreg, Typo(s), Cerita Pasaran.

Summary : "Lee Taeyong yang menyesal sudah melepas Nakamoto Yuta, namun saat ia memintanya kembali ternyata Yuta sudah melupakannya dan ia merupakan tunangan sekaligus 'calon istri' adik sepupunya sendiri, Jung Jaehyun. Apa yang akan dilakukan Taeyong selanjutnya?" Seme!Jaehyun. Uke!Yuta. Seme!Taeyong. JaeYu. TaeYu. Mpreg. DLDR.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Taeyong melangkahkan kakinya menuju apartemen Yuta dengan perasaan tak menentu. Sungguh, ia sudah memikirkan baik-baik perkataan Koeun padanya beberapa hari lalu. Jadi, disinilah ia sekarang, tepat di depan pintu apartemen Yuta. Dengan menghembuskan nafasnya secara perlahan, Taeyong dengan berani memencet bel yang berada disamping pintu. Setelah mendengar teriakan 'Sebentar' dari dalam sana, entah mengapa Taeyong malah merasa gugup. Kata-kata Koeun memang selalu membuatnya 'sadar', entah apa yang dilakukan adiknya itu sampai bisa membuatnya sadar meskipun hanya lewat kata-kata saja.

"Siap-"

BRAKK

Belum sempat pintu terbuka secara lebar, pintu itu kembali tertutup dengan keras. Membuat Taeyong yang berada didepan pintu tersentak kaget dan langsung menggedor-gedor pintu itu.

"YAKK YUTA! BUKALAH, AKU INGIN BICARA!" Taeyong berteriak tak peduli jika teriakannya akan mengganggu para tetangga Yuta.

"Pergilah." Yuta berteriak lirih sambil memandang pintu didepannya dengan sendu. Ini salahnya, jika saja tadi dia memeriksa intercom dulu, mungkin saja Yuta tak akan melihat Taeyong -meskipun hanya beberapa detik-.

"Yuta, Aku mohon sebentar saja." Taeyong memohon dari balik pintu dengan masih menggedor-gedor pintunya -meski tak sekuat tadi-.

"Pergilah Taeyong. Aku tak mau mendengar apa pun darimu. Sudah cukup, jangan ganggu aku ataupun Winwin lagi." Yuta terduduk dilantai dan bersandar pada pintu. Airmatanya turun, sungguh rasanya sangat menyesakkan sekarang.

"Taeyong hyung, apa yang kau lakukan disini?" Samar-samar, Yuta dapat mendengar suara Jaehyun diluar sana. Membuat Yuta reflek berdiri sembari menghapus airmatanya.

Taeyong menoleh dan sedikit menjauhkan dirinya dari pintu. Matanya menatap datar Jaehyun yang dibalas tatapan dingin dari yang lebih muda.

"Aku bertanya, kau sedang apa disini hyung?" Jaehyun kembali bertanya setelah sebelumnya pertanyaannya diabaikan begitu saja oleh Taeyong.

"Aku ingin bertemu Yuta." Taeyong menjawab dengan nada datar, yang ditanggapi kernyitan dahi oleh Jaehyun.

"Untuk apa? Untuk menyakiti Yuta hyung lagi? Kau jangan bercanda Taeyong hyung." Jaehyun melipat kedua tangannya didepan dada dan menatap tajam pada Taeyong.

"Aku kesini untuk minta maaf, Jaehyun."

"Minta maaf? Setelah yang kau lakukan padanya selama ini kau kira Yuta hyung akan memaafkanmu begitu saja?"

"Ini semua terjadi juga gara-gara kau, Jung Jaehyun."

Deg

Tubuh Yuta menegang mendengar ucapan Taeyong, inginnya ia keluar untuk menemui mereka berdua, tapi hatinya belum siap untuk melihat Taeyong -lagi-.

"Jika kau tak menaruh hati pada Yuta, semua ini tak akan pernah terjadi. Aku hanya memintamu untuk menjaga Yuta sampai aku kembali. Dan kau malah merebut Yuta dariku. Kau yang harusnya disalahkan atas semua ini Jaehyun. Kau pasti tak mengatakan alasan kenapa aku meninggalkannya begitu saja kan? Mengakulah Jung Jaehyun." Taeyong menatap marah pada Jaehyun.

Jaehyun menampilkan senyum tipisnya dengan kedua tangan yang sudah mengepal dikedua sisi tubuhnya.

"Itu benar hyung. Maaf, tapi saat aku akan mengatakan alasan yang sebenarnya pada Yuta hyung, hatiku sudah terpikat pada dirinya. Lagi pula, kau terlalu lama meninggalkannya dan tak kunjung kembali membuatku lupa untuk mengatakan yang sebenarnya padanya, Taeyong hyung."

"Kurang ajar kau Jung."

"Sadarlah hyung, kau juga sebenarnya Jung."

"Sampai kapan pun aku tak akan pernah sudi mengakui bahwa aku adalah keturunan dari mereka."

"Tapi sampai kapan pun juga, kau tetaplah anak kandung dari Yunho appa dan Jaejoong eomma."

"Memangnya aku peduli?"

"Yunho appa padahal selalu membantumu hyung. Dan ini balasan darimu padanya?"

"Dengar Jaehyun, lalu apa yang dia lakukan ketika menyerahkanku pada Jessica eomma. Tidak pernah kah dia memikirkan perasaanku?"

"Kau tau sendiri alasannya hyung."

"Dan aku tak akan pernah memaafkan mereka."

"Kau egois hyung. Aku juga tak akan menyerahkan Yuta hyung sampai kapan pun. Aku terlalu mencintai Yuta hyung, dan aku sangat bersyukur dia tak jadi bersamamu. Akan jadi apa jika dia hidup dengan orang yang egois sepertimu?"

BUGH

Satu hantaman telak, Taeyong layangkan pada pipi kiri Jaehyun yang membuat Jaehyun sedikit kehilangan keseimbangannya karena gerakan Taeyong yang tiba-tiba.

"Hentikan Lee Taeyong." Suara dibelakang Taeyong membuat gerakan tangan Taeyong yang berniat untuk memukul Jaehyun seketika berhenti. Taeyong menoleh ke belakang dan menemukan Yuta yang sedang berdiri didepan pintu dan menatap datar kearahnya.

"Pergi dari sini Taeyong, bukankah aku sudah bilang dari tadi?" Yuta kini melirik Jaehyun yang tersenyum padanya dibelakang Taeyong.

"Aku ingin minta maaf dan menjelaskan semuanya Yuta. Aku mohon." Taeyong berjalan mendekati Yuta dan reflek, Yuta melangkahkan kakinya mundur. Membuat Taeyong membatalkan niatnya untuk mendekati Yuta.

Jaehyun berjalan mendekati Yuta dan segera menggenggam tangan Yuta.

"Pergilah hyung. Yuta hyung tak ingin bertemu apa lagi bicara denganmu." Jaehyun menatap datar Taeyong dan segera menarik Yuta untuk masuk ke apartemen sebelum menutup pintunya lagi. Meninggalkan Taeyong yang hanya bisa menatap sendu pintu dihadapannya itu.

Yuta melepaskan tangan Jaehyun yang sedang memegang tangannya.

"Jelaskan apa maksud ucapan Taeyong tadi Jaehyun-ah." Yuta menatap sendu kearah Jaehyun. Dapat Jaehyun lihat mata Yuta memerah, sepertinya Yuta menahan airmatanya tadi. Dengan menghela nafas pelan, Jaehyun kembali menarik tangan Yuta.

"Duduklah hyung. Dan aku akan jelaskan semuanya." Yuta hanya menurut sebelum akhirnya mendudukkan dirinya disofa. Jaehyun duduk disebelah Yuta dengan masih menggenggam sebelah tangan Yuta.

"Jadi begini hyung."


Flashback on

.

.

.

BRAKK

Suara pintu yang tertutup dengan kencang membuat Jaehyun yang tengah fokus mengerjakan tugas kuliahnya pun merasa terganggu. Dengan malas, Jaehyun keluar dari kamarnya dan dapat ia lihat Taeyong sedang duduk disofa dengan wajah yang terlihat frustasi.

'Pasti ada masalah dengan Yuta hyung.' Batin Jaehyun sebelum berjalan mendekati Taeyong.

"Ada apa hyung?" Jaehyun menepuk bahu Taeyong sebelum mendaratkan bokongnya disofa.

Taeyong menghela nafas pelan sebelum mengacak rambutnya kasar.

"Ceritalah hyung. Siapa tau aku bisa membantu." Jaehyun memaksa agar Taeyong bercerita padanya. Lagi-lagi Taeyong menghela nafas pelan sebelum menatap Jaehyun.

"Yuta hamil." Katanya datar yang membuat Jaehyun terdiam dengan mata yang melotot sempurna.

"H-hyung, kau tak salahkan?"

"Tidak Jaehyun. Maka dari itu, aku jadi begini."

"Hyung, kau pasti tanggung jawab kan?"

"Aku tak tau Jaehyun-ah."

"Apa? Jadi kau mau lari dari tanggung jawabmu begitu?"

"Bukan Jaehyun-ah. Tapi, kau tau kan, eomma memintaku untuk ke Amerika lusa. Dan aku tak tau harus berapa lama disana."

"Tapi tetap saja hyung, kau harus tanggung jawab. Kalau perlu, bawa saja Yuta hyung sekalian."

"Ini tidak gampang Jaehyun. Eommaku tak pernah menyetujui hubungan ku dan Yuta."

"Mungkin kalau eommamu tau Yuta hyung sedang hamil, eommamu akan berubah pikiran hyung."

Taeyong terdiam sebentar memikirkan perkataan Jaehyun yang menurutnya masuk akal. Namun, dalam hati, Taeyong masih

merasa takut.

"Aku malah takut jika eommaku mengetahui hal ini, eomma akan bertindak yang tidak-tidak."

"Jadi, bagaimana hyung?"

"Aku sudah memutuskan untuk meninggalkan Yuta sementara Jaehyun-ah."

"APA!? Kau gila hyung?"

"Aku tak punya pilihan lain Jaehyun-ah. Maka dari itu, aku ingin meminta bantuanmu."

"Apa itu hyung?"

"Setelah aku pergi, temuilah Yuta. Jaga Yuta dan bayinya untukku. Aku akan mengabarimu sesekali untuk menanyakan kabar Yuta. Kau mau berjanji kan Jae? Bantulah hyungmu ini. Ku mohon."

"Baiklah, karena kau hyungku yang terbaik, aku akan membantumu hyung."

"Terima kasih Jaehyun-ah."

"Bukan masalah hyung."

.

.

Setelah mengantar Taeyong ke bandara, Jaehyun memutar arah mobilnya menuju apartemen milik Yuta. Mulai sekarang, ia akan menjaga Yuta untuk Taeyong hyungnya yang entah kapan akan kembali.

Jaehyun memencet bel yang ada disamping pintu dengan perasaan kalut. Entahlah, hatinya jadi gugup sendiri sekarang, padahal biasanya tak pernah seperti ini.

"Jaehyun, kau kesini?" Suara Yuta membuat Jaehyun sadar dari lamunannya. Matanya memandang ke depan, dan ia menemukan Yuta yang tersenyum kearahnya, tapi dapat dilihat jika senyum itu dipaksakan karena gurat wajah sedih, begitu nyata diwajah cantik itu. Dan detik itu juga, niat Jaehyun berubah, ia memang akan menjaga Yuta, tapi bukan untuk Taeyong, melainkan untuk dirinya sendiri dan dalam hati, Jaehyun berjanji untuk segera mengembalikan senyum manis Yuta nantinya.

.

.

.

Flashback off


"Maaf hyung, aku tak pernah menceritakan hal ini sebelumnya." Jaehyun menunduk dan melirik Yuta takut-takut. Yuta sendiri, ia menundukkan kepalanya dan menatap kosong lantai dibawahnya. Sungguh, kepalanya terasa berat sekarang, kenapa kenyataan ini baru terungkap sekarang? Kenapa Jaehyun membohonginya? Kenapa Jaehyun tak pernah menceritakan yang sebenarnya? Juga kenapa dirinya tak coba untuk bertanya pada Jaehyun dulu? Kenapa dia membiarkan hatinya terbuka untuk Jaehyun saat Taeyong masih mencintainya dulu? Dan masih banyak kata kenapa yang bersarang diotak Yuta. Membuat kepala Yuta semakin berat dan tak dapat menahan rasa sakit yang mendera kepalanya.

"YUTA HYUNG!"


Taeyong menatap datar dokumen-dokumen yang ada dihadapannya. Tak lama, Jackson masuk dengan membawa satu map berwarna biru yang bisa Taeyong pastikan sebagai pekerjaan barunya.

"Jackson, siapkan tiket ke New York untuk penerbangan besok sore." Jackson menatap tak mengerti pada atasannya itu.

"Maaf, Tuan Lee."

"Jackson hyung."

Jika sudah begini, Jackson mengerti, pasti ada yang tak beres dengan atasannya itu.

Jackson duduk dikursi depan Taeyong dan menatap penuh perhatian pada Taeyong.

"Ada apa Taeyong-ah?" Jackson dan Taeyong memang sudah sangat dekat, jadi Taeyong meminta pada Jackson jika mereka sedang berdua dan tak terlibat urusan apapun cukup panggil nama saja, toh usia mereka tak berbeda jauh.

"Aku mau kembali ke New York saja hyung."

"Kenapa, kau menyerah?"

"Aku tak tau harus melakukan apa lagi hyung."

"Berfikirlah dengan kepala dingin, Taeyong."

"Tapi hyung,"

"Kau melupakan Tuan Jung, Taeyong."

"Ahh sial! Kenapa tak terfikirkan olehku? Hyung, apa kau tau apa saja yang dilakukan oleh si Jung itu?"

"Ini." Jackson memberikan map yang dibawanya tadi pada Taeyong. Taeyong membuka map itu dengan perlahan dan membacanya hati-hati.

"Itu adalah kumpulan laporan tentang apa-apa saja yang sudah Tuan Jung lakukan selama ini."

"Ckk si Tua Jung bodoh itu memang keterlaluan."


Doyoung melangkahkan kakinya dengan sesekali menghentak. Mukanya cemberut seraya mulutnya sesekali mengumpat pelan. Ia mengumpati kakaknya -Gong Myung- yang sudah dengan seenaknya menyuruhnya ini itu.

"Besok siang, kau ke apartemen si Jaehyun itu dan mulai jalankan rencana kita. Hyung tak terima penolakan adik ku sayang." Itu adalah kata-kata yang Doyoung ingat semalam dari sekian banyaknya kata-kata yang Gong Myung ucapkan padanya.

Tanpa sadar, dirinya kini sudah sampai di depan pintu apartemen yang menjadi tujuannya.

Ting Tong

Tak menunggu lama, pintu terbuka dan menampilkan sosok anak lelaki mungil yang menatapnya bingung.

"Ahjussi cari siapa?" Winwin dengan sopannya membuka pintu lebih lebar.

"Apa appamu ada?" Doyoung bertanya dengan nada lembut.

"Appa sedang bekerja, eomma ada, tapi sedang tidur."

"Memangnya eommamu kenapa?"

"Eomma sakit."

"Boleh ahjussi masuk?"

"Silahkan ahjussi."

Doyoung memasuki apartemen Yuta dengan hati yang berdebar. Demi kakaknya juga orangtuanya, ia harus melakukan ini.

'Maafkan aku, Jaehyun, Yuta hyung dan Winwin.' batin Doyoung sedih.

.

.

.

TBC


.

.

.

Big Thanks to

2113, pepibabykyu, kiyo, guest, BlueBerry Jung, Kim991, Park RinHyun-Uchiha, Yuta Noona, Min Milly, Unnayus, T. a, liaoktaviani. joaseo.

See you next chap *wink